Caroll Sendy Hadiri Rapat Paripurna Pidato Kenegaraan Presiden RI
Tomohon, Jurnal123.com — Wali Kota Tomohon Caroll Senduk, S.H. bersama Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom. menghadiri Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada Sidang Tahunan MPR-RI serta Sidang Bersama DPD-RI dan DPR-RI Tahun 2025.
Rapat yang digelar di ruang rapat DPRD Kota Tomohon, Jumat (15/8/2025), dibuka oleh Ketua DPRD Ferdinand Mono Turang, S.Sos., didampingi Wakil Ketua DPRD Donald Pondaag dan Jefry Polii. Turut hadir anggota DPRD Kota Tomohon, Forkopimda Kota Tomohon atau perwakilannya, jajaran Pemerintah Kota Tomohon, para pejuang, dan insan pers.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto mengawali dengan refleksi sejarah perjuangan bangsa sejak 17 Agustus 1945, menegaskan tujuan kemerdekaan untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan dan penderitaan, serta membangun negara berdaulat, adil, dan makmur sesuai amanat UUD 1945.
Presiden menyoroti keberhasilan transisi kepemimpinan nasional dari Presiden Joko Widodo ke pemerintahannya yang berjalan lancar dan diakui dunia internasional, komitmen pemberantasan korupsi dengan pengamanan Rp300 triliun anggaran negara dari potensi penyalahgunaan, hingga pencapaian ekonomi dengan pertumbuhan 5,12% pada kuartal II 2025 serta investasi Rp942 triliun yang menyerap 1,2 juta tenaga kerja.
Berbagai program strategis juga dipaparkan, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 20 juta penerima, pembukaan 2 juta hektar sawah baru, ekspor beras dan jagung kembali setelah puluhan tahun, pembangunan sekolah rakyat, renovasi ribuan sekolah, pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga peluncuran lembaga investasi nasional Danantara dengan aset lebih dari USD 1 triliun.
Sektor kesehatan mendapat perhatian dengan program cek kesehatan gratis untuk 18 juta warga dan peningkatan layanan rumah sakit. Pemerintah juga menertibkan jutaan hektar lahan sawit ilegal, menindak tambang ilegal, memperkuat pertahanan negara, dan memperluas peran Indonesia di kancah internasional, termasuk bergabung dengan BRICS dan memperjuangkan pengakuan negara Palestina.
Pidato ditutup dengan seruan persatuan untuk menghapus kemiskinan ekstrem, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan membawa Indonesia menjadi kekuatan yang disegani di dunia. “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” tegas Presiden Prabowo.
