Category Archives: Kesehatan

Caroll Senduk Serius Tangani Stunting di Kota Tomohon

TOMOHON, JURNAL123.COM – Pemantauan Status Gizi (PSG) dari tahun ke tahun hingga saat ini baik akumulasi stunting di Sulawesi Utara sampai di Kota Tomohon, turut mempengaruhi jumlah prevalensi Balita stunting di Indonesia yang tinggi termasuk yang ditetapkan WHO kisaran di 20%.

Alur pelayanan vaksinasi COVID-19 dari sebelumnya 4 meja menjadi 2 meja

Tomohon. – Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tomohon Kristy Najoan, S.Kep, Ns, M.Kes mengatakan alur untuk vaksinasi untuk saat ini sudah disederhanakan.

Menurut Informasi yang diterima, Kementerian Kesehatan menyederhanakan alur pelayanan vaksinasi COVID-19 dari sebelumnya 4 meja menjadi 2 meja. Penyederhanaan ini untuk menghemat waktu vaksinasi, sehingga lebih efisien dan efektif.

Penyederhanaan alur pelayanan vaksinasi ini merupakan komitmen penuh Kementerian Kesehatan untuk menghadirkan vaksinasi yang efisien dan efektif, sehingga mampu mengurangi potensi kerumunan akibat dari waktu tunggu yang terlalu lama.

Penyederhanaan 2 meja yakni meja 1 untuk screening dan vaksinasi serta meja 2 untuk pencatatan dan observasi. Adanya perubahan ini maka pelaksanaan vaksinasi akan menghemat banyak waktu, karena sasaran tidak perlu berpindah-pindah tempat.

Ada juga ruang tunggu untuk menunggu sasaran yang datang. Di tuang tunggu ini akan ada petugas mobile yang akan melakukan pengecekan sasaran melalui pedulilindungi.id dan membagikan kertas kendali yang harus diisi oleh sasaran.

Saat ini, penyederhanaan alur vaksinasi ini telah diujicobakan di 4 provinsi diantaranya DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Utara. Dari hasil monitoring dan evalusi, Kemenkes telah melakukan sejumlah perbaikan.

Oleh karenanya, sistem ini sudah mulai disosialisasi kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

Selain penyederhanaan alur, Kemenkes juga melakukan perubahan pada waktu observasi. Merujuk pada rekomendasi dari ITAGI, Komnas Pengkajian dan Penanggulangan KIPI, serta merujuk dari sumber lain seperti WHO, US-CDC dan anggota NTAG, waktu observasi dipersingkat menjadi 15-30 menit.

Masa observasi selama 15 menit diperuntukkan bagi sasaran yang tidak memiliki riwayat alergi dan reaksi anafilaktik terhadap vaksin.

Sementara waktu observasi yang lebih lama yakni 30 menit dilakukan oleh sasaran yang mengalami gejala klinis seperti reaksi yang timbul sebagai aktibat dari penyuntikan vaksin.

Meski waktu obervasi dipersingkat, pada pelaksanaanya harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Apabila ditemukan reaksi alergi, harus diinformasikan kepada petugas kesehatan di kartu vaksinasi. Keluarga juga harus turut aktif untuk memantau anggota keluarga yang telah divaksinasi. (Redaksi)

 

Lindungi Lansia Dari Covid 19

Tomohon. – Kaum lanjut usia adalah salah satu kelompok yang paling rentan terhadap virus corona. Demikian juga halnya risiko penyakit parah akiibat COVID-19 semakin meningkat seiring bertambahnya usia, dan lamsia dewasa memiliki risiko paling tinggi.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tomohon Kristy Najoan, S.Kep, Ns, M.Kes mengatakan, kondisi medis tertentu yang secara umum biasanya diderita oleh lansia lebih rentan dan juga dapat meningkatkan risiko penyakit menjadi parah. Jika lansia terpapar COVID-19; apalagi jika memilki penyakit penyerta tertetu maka berisiko lebih besar untuk membutuhkan rawat inap, ventilator atau bahkan meninggal. Seiring bertambahnya usia, risiko dirawat di rumah sakit karena COVID-19 semakin meningkat.

Kementerian Kesehatan telah mensosialisasikan beberapa tips atau kiat bagi kelompok lansia agar ikut serta mencegah penyebaran virus Covid-19, yakni :

  1. Untuk sementara tidak melakukan perjalanan keluar rumah, tetaplah berada dirumah/ panti wreda dengan melakukan kegiatan rutin.
  2. Jauhi keramaian, perkumpulan, kegiatan sosial seperti arisan, reuni, rekreasi, pergi berbelanja, dll.
  3. Tidak menerima kunjungan cucu. Ini cukup berat tapi masuk diakal karena cucu bisa sebagai carrier tanpa tanda apapun, mereka sangat imun.
  4. Jaga jarak (1 meter atau lebih) dengan orang lain. Hidari bersentuhan, bersalaman, atau bercium pipi.
  5. Tunda pemeriksaan rutin ke Dokter. Ini juga berat, kecuali sangat mendesak, hubungi dulu melalui telepon. Keluarga/ pengasuh memastikan lansia minum obat secara teratur dan pastikan persediaan obat yang cukup bagi lansia yang memiliki penyakit kronis.
  6. Ajak atau anjurkan lansia melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti dapat membantu menghubungkan dengan rekannya melalui sambungan Skype, Video call, zoom, membaca atau merawat tanaman disekitar rumah.
  7. Ajarkan kebersihan diri, juga kepada pengasuh untuk sering mencuci tangan dengan sabun. Jaga kebersihan barang yang digunakan.
  8. Larang kunjungan ke rumah jompo. Rumah jompo tempat kumpulan orang sangat rentan virus. Hanya orang-orang sehat dan tidak ada riwayat terpapar dengan lingkungan yang berisiko penularan yang dapat menemui/ mendampingi lansia.
  9. Jangan berkompromi dengan rutinitas harian mereka seperti ibadah tepat waktu, tidur tepat waktu, olahraga, makan, sosial (komunikasi dengan Hp) juga tepat waktu. Jangan ubah, supaya nyaman.
  10. Cukup tidur, malam 6-8 jam dan siang 2 jam. Boleh meningkatkan imunitas dengan makan makanan dengan gizi seimbang (cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral)

(Redaksi)

Perlunya Pemahaman Tentang 3T Dalam Memutus Mata Rantai Covid 19

Tomohon. – Selain melalui vaksinasi, pemerintah juga melakukan 3T (Testing, Tracing, Treatment) sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Dengan tracing atau pelacakan, Puskesmas dan jejaringnya dapat mendeteksi kontak erat kasus Covid-19 agar virus tersebut tidak meluas.

Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tomohon Rulli Tumanduk,SKM,M.Kes mengatakan, penerapan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) sama pentingnya dengan penerapan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar.

Pentingnya Memutus Rantai Corona 3T terdiri dari tiga kata yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).

Apa yang bisa kita lakukan untuk mendukung 3T? Yaitu dengan bersedia melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan tes swab jika diperlukan; membuka diri terhadap proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif, serta segera menjalani treatment atau perawatan dengan benar apabila merasakan gejala Covid-19. (Redaksi)

Lawan Hipertensi Dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat

Tomohon. – Hipertensi atau tekanan darah tinggi disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi.

Demam Berdarah Masih Menjadi Perhatian Dinkes Tomohon

Tomohon. – Tomohon. – Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tomohon Kristy Najoan, S.Kep, Ns, M.Kes mengatakan, Demam berdarah dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingkat terjangkitnya penyakit ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara.

Pentingnya Pemahaman Masyarakat Tentang Stunting

Tomohon. – Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut  Stunting, oleh sebab itu Dinas Kesehatan Kota Tomohon melalui Bidang Promosi Kesehatan terus giat mensosialisasikan tentang Stunting kepada masyarakat Kota Tomohon.

Dinkes Tomohon Terus Mengedukasi Masyarakat Tentang Pentingnya GERMAS

Tomohon. – Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Kesehatan Kota Tomohon terus mengedukasi dan mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Pentingnya Imunisasi Di Masa Pandemi Covid 19

Tomohon. – Ditengah pandemi Covid 19 pemerintah tetap menggaungkan pentingnya imunisasi dan melakukan langkah penting untuk memastikan setiap anak dan kelompok rentan terlindungi dari penyakit berbahaya dengan imunisasi.

Menurut Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tomohon Kristy Najoan, S.Kep, Ns, M.Kes  pelayanan Imunisasi tetap diupayakan lengkap dan dilaksanakan sesuai jadwal untuk melindungi anak dari PD3I. Secara operasional pelayanan imunisasi baik di Puskesmas maupun Posyandu..

Untuk mendukung upaya ini, Kemenkes telah menerbitkan surat edaran yang menekankan bahwa imunisasi harus tetap dilaksanakan saat pandemi COVID19, tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan baik anak, orang tua maupun petugas kesehatan. Ini untuk menghindari timbulnya penyakit lain.

Kepada para orang tua, jangan ragu untuk membawa anak ke fasker terdekat untuk mendapatkan imunisasi lengkap agar anak tetap sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit.

Pentingnya Posyandu Di Masa Pandemi Covid 19

Tomohon. – Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tomohon Rulli Tumanduk,SKM,M.Kes mengatakan, pelaksanaan Posyandu tetap menjadi hal yang penting meskipun saat ini kita masih berada di masa pandemi Covid 19.

Sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), pemerintah berupaya meningkatkan peran dan fungsi Posyandu terutama di masa pandemi COVID-19 melalui Moderenisasi Posyandu untuk meningkatkan kesehatan keluarga.

Posyandu kekinian harus tetap memberikan pelayanan di masa pandemi, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat yang disesuaikan dengan ketentuan zona wilayah serta mampu melaksanakan Surveilans Berbasis Masyarakat.

Posyandu juga harus bergerak secara aktif untuk memberdayakan masyarakat serta memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat seputar COVID-19. Melalui pembinaan yang dilakukan diharapkan bisa mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak, percepatan penanggulangan stunting dan pencegahan COVID-19. (Redaksi)