Komunikasi Teroris Kelompok JAD Gunakan WhatsApp

Jurnal123.com – Setelah Densus 88 bersama Satgas terorisme dan redikalismemelakukan pendalaman juga setelah berhasil meringkus WP jarring Jamaah Ansharut Daulah ( JAD) di Bandung berhasil diketahui untuk berkoodinasi mereka menggunakan WhatsApp dan komunikasi media sosial.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan,Selasa (2/4)2019 mengatakan dan mengungkapkan teroris yang tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah ( JAD) di Bandung menggunakan aplikasi bertukar pesan Whatsapp untuk berinteraksi dengan jaringan teroris di Lampung dan Jawa Timur. “Komunikasinya melalui jejaring media sosial, lewat WA. Mereka (kelompok Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur) punya WA ya,” ujarnya.
Selanjutjnya,Dedi menegaskan sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap terduga teroris berinisial WP alias Sahid di rumah kontrakannya di desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Bandung. “WP merupakan anggota kelompok JAD wilayah Jawa Barat. Polri memprediksi, anggota JAD Jawa Barat sekitar enam sampai delapan orang,” tegasnya.
Untuk itu, Dedi menjelaskan dan menyebutkan seseorang di Jawa Timur merupakan pengarah dalam rencana aksi amaliyah yang akan dilakukan WP dan kelompoknya. “Otaknya di Jatim,” ucapnya. Saat ini, lanjut Dedi, Densus 88 masih mencari anggota kelompok JAD wilayah Jawa Barat. WP dan anggota lainnya merencanakan aksi merampok mobil pengisi ATM di Jawa Timur. “Hasil rampokannya tersebut dijadikan modal membeli peralatan guna merakit bom. Teror menggunakan bom rencananya dijalankan di Jawa Timur dan Jawa Barat” . jelasnya
Lebih lanjut, Dedi mengakui Densus 88 sudah memetakan rencana amaliyah di Jawa Timur. “Masih dilakukan pengejaran juga oleh Densus 88. Rencana serangan ada di beberapa wilayah di Jawa Barat dan Jawa Timur,” ungkapnya kemudian. Dedi menuturkan kelompok JAD Jawa Barat juga ahli dalam merakit bom. Maka dari itu, Densus 88 kini masih dalam tahap pengejaran dan pengembangan sebelum aksi itu dilakukan,” akunya.(Vecky Ngelo)
