Hukum

KPK Sebut Belum Ada Kerugian Negara Terkait Program Kartu Prakerja

Jurnal123.com – Setelah banyak sorotan terkait dugaan penyimpangan Kartu Prakerja, KPK akhirnya angkat bicara menanggapi hal tersebut.

Menurut KPK setelah mengorek program Kartu Prakerja. KPK belum menemukan kerugian negara yang ditimbulkan dari program itu.

“Banyak kawan-kawan bertanya berapa keuangan negara yang keluar Kartu Prakerja. Itu bukan kewenangan kami. Tapi yang pasti, sampai hari ini belum ada keuangan negara yang hilang dan program Kartu Prakerja belum menimbulkan kerugian negara sampai hari ini,” ujar Firli saat rapat bersama Komisi III DPR, di Senayan, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2020.

Menurut dia, sejak Komisi III menyinggung soal Kartu Prakerja dalam rapat beberapa waktu lalu, komisi antirasuah langsung bergerak untuk mengkaji dan meneliti program tersebut. “Begitu selesai RDP (Rapat Dengar Pendapat), saya pulang saya panggil deputi pencegahan. Saya bilang, Kartu Prakerja anggaran Rp 5,6 triliun, sasaran 5 juta orang sudah bergulir tahap 1 tahap 2 tahap 3, kurang lebih jumlah 682 ribu sasaran,” jelas dia.

Dari kajian yang dilakukan, KPK menemukan empat permasalahan. Empat aspek itu yakni permasalahan dalam proses pendaftaran, kemitraan dengan platform digital, materi pelatihan, hingga pelaksanaan program. KPK juga mengeluarkan rekomendasi untuk memperbaiki teknis pelaksanaan program tersebut.

“Saran kami waktu itu perlu dilakukan perubahan mekanisme, perlu dilakukan perbaikan regulasi,” imbuh eks Kapolda Sumatera Selatan ini.

Permasalahan dan rekomendasi itu, menurut Firli, sudah dilaporkan kepada Menteri Koordinator Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 28 Mei. “Alhamdulilah, pemerintah, beliau-beliau, dengarkan kata dan suara KPK sehingga Kartu Praperja sempat ditunda pelaksanaannya sampai hari ini,” tutur Firli.

Langkah seperti ini, tegas Jenderal Polisi bintang tiga itu, merupakan bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan oleh KPK. “Apa yang kami lakukan ini juga dalam rangka melakukan pencegahan korupsi akan lebih kita menyelamatkan uang negara daripada kita menangkap seseorang tapi uangnya sudah hilang lebih dahulu,” tandasnya.(ROL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *