Viral Kebaktian di Depan Masjid, PGI Nilai Wujud Asli Masyarakat RI

Jurnal123.com – Sekretaris Umum PGI, Pendeta Gomar Gultom menilai peristiwa kebaktian tutup peti di depan Masjid Darussalam, Cempaka Baru, Jakarta Pusat, sangat toleran. Masyakarat Indonesia disebut saling membantu tanpa membedakan agama.
“Saya kira peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa pada dasarnya masyarakat Indonesia itu sangat toleran, dan sedia tolong menolong tanpa membedakan agama,” kata Gultom kepada wartawan, Senin (2/9/2019).
Gultom menyebut selama puluhan tahun mengalami adanya hubungan baik antarumat beragama di Indonesia. Hal tersebut terjadi adanya bahu membahu membangun gereja di berbagai tempat di Indonesia.
“Pengalaman masa remaja saya, saya menyaksikan dan mengalami sendiri kerja sama seperti itu antara umat HKBP Pulo Asem dan umat Masjid Pulo Asem, bergotong-royong, bergantian membangun gereja dan masjid. Mereka hidup berdampingan, dan gedung gereja serta masjid pun berhadap-hadapan. Semuanya hidup damai,” tutur Gultom.
“Hal sama terjadi di berbagai kota lainnya di Indonesia. Bahkan GMIST Mahanaim dan Masjid Al-Muqarrabien di Jalan Enggano di Tanjung Priok, menggunakan dinding yang sama,” lanjut dia.
Selain itu, Gultom mengatakan dalam perayaan di gereja yang berada di berbagai daerah, umat Muslim menjadi bagian kepanitian. Namun hal tersebut ditutupi oleh kelompok intoleran.
“Saya menyaksikan hadirnya umat muslim dalam kepanitiaan perayaan-perayaan tersebut. Saya dengar sebaliknya juga terjadi. Sayangnya hal-hal baik demikian tertutupi oleh ulah sekelompok orang yang selalu mengusik hidup yang harmonis tersebut. Dan aksi-aksi intoleran menguasai pemberitaan di publik,” jelas dia.

Lebih lanjut, dia mengaku toleransi dan kerukunan harus dijaga di Indonesia. Oleh karena itu, adanya mengubah toleransi harus dilawan termasuk yang ditunggangi kepentingan politik.
“Upaya-upaya yang hendak mengubah masyarakat kita menjadi fanatisme sempit harus kita lawan. Apalagi ternyata hal-hal ini banyak ditunggangi oleh kepentingan politik. Saya percaya, semua agama, pada dasarnya hadir adalah dalam rangka menghargai kemanusiaan, apa pun pilihan agama dari orang tersebut,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, foto yang viral itu diunggah oleh Jefferson Goeltom di Facebook dan sudah dibagikan lebih dari 11 ribu kali. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (26/8) lalu.
Ninggor Gultom (54), suami mendiang Parludjiati, menceritakan awal mula dilakukannya prosesi tutup peti di depan masjid tersebut. Ukuran peti jenazah yang terbilang besar menjadi salah satu alasan terjadinya momen tersebut.
“Yang nggak habis pikir saya kok yang kemarin itu mungkin petinya terlalu besar jadi bisa masuk tapi posisinya miring. Tapi kalau keluar nanti kan nggak mungkin jenazah udah di dalam (peti) terus dimiringin,” kata Ninggor Gultom kepada di kediamannya, Jalan Cempaka Baru, Jakarta Pusat, Minggu (1/9/2019).
Begini cerita di balik kejadian di Jakarta Pusat tersebut.
Foto yang viral itu diunggah oleh Jefferson Goeltom di Facebook. Dia memperlihatkan foto ibadah di tengah jalan yang ditutup dengan peti berada di tengah. Prosesi kebaktian itu berlangsung di depan masjid. Berikut ini statusnya yang sudah dibagikan lebih dari 11.000 kali itu:
Indahnya Harmoni & Toleransi di Cempaka Putih.
Hari ini mengikuti kebaktian Tutup peti, dimana istri keponakan meninggal dunia, karena satu hal lokasi rumah di gang sempit dan peti tdk bisa masuk ke dlm rumah, ada kejadian yg Luar Biasa yg kami rasakan karena di ijinkan beribadah di depan Masjid.
Terima kasih saudaraku Pengurus Mesjid dan Masyarakat disekitar atas bantuan dan “Toleransi yg Super Tinggi”.
Kiranya Tuhan Memberkati dan Melindungi serta memberi berkah yg indah untuk kalian semua.
Love you all.
Peristiwa itu terjadi di depan Masjid Darussalam, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (26/8) lalu. Salah seorang pengurus masjid, Agus, mengatakan rumah warga yang meninggal ada di gang dan peti mati tidak bisa masuk ke rumah.
“Rumah orang yang meninggalnya itu kondisinya di gang. Jadi posisinya tuh pintu masuknya mereka tuh nggak bisa buat masuk peti. Lebarnya tuh kalau tidak salah kurang 5 cm, ukuran peti sama lebar pintu tuh gedean petinya,” kata Agus saat ditemui di Masjid Darussalam, Minggu (1/9/2019).(DEN)
