Sabtu, April 20, 2024
spot_img
BerandaBudayaBudaya Nusantara Warnai Parade Asean

Budaya Nusantara Warnai Parade Asean

Peserta Parade Asean Dari Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK)
Peserta Parade Asean Dari Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK)

JURNAL123, JAKARTA.
Perhelatan rutin Car Free Day, atau hari bebas kendaraan bermotor yang diadakan di Jakarta, setiap hari Minggu pagi diwarnai dengan berbagai acara yang meriah.
Kali ini, pelaksanaan CFD lebih padat dari biasanya, karena sekaligus digelar Parade ASEAN 50. Parade tersebut dihadiri lebih dari 3.000 peserta.

Para peserta itu berasal dari negara ASEAN, Mitra Wicara ASEAN, Sekretariat ASEAN, komunitas, organisasi, sekolah, serta sejumlah kementerian di Indonesia.
Kegiatan Parade ASEAN ini dilepas langsung oleh Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi yang di Silang Monas, Jakarta, Minggu 27 Agustus 2017.

Berbagai atraksi budaya dan kostum dari berbagai daerah negara sahabat meriahkan gelaran parade ini yang dimulai dari Silang Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia.

Parade ini mendapat sambutan antusias dari pengunjung CFD. Parade Kain Nusantara
Tak hanya diramaikan oleh sejumlah negara dari ASEAN, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud), serta Komnas HAM juga ikut memeriahkan parade ini. Mereka, turut menggelar peringatan khusus dengan Parade Kain Nusantara.

Selain meramaikan parade, kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan perbincangan terkait Pengelolaan Kain Tradisional di Monumen Nasional (Monas).
Parade ini dimulai tepat pukul 7.30 WIB dari depan Menara BCA di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Dengan titik terakhir yang berada di Monas.

Parade kain ini diikuti oleh hampir keseluruhan perwakilan setiap daerah di Indonesia. Perwakilan tersebut rata-rata diikuti oleh sekelompok asosiasi kain nusantara.

“Kain adalah pilihan dari potret untuk bahasa kita. Dan harus kita pelihara bersama,” kata perwakilan dari Komnas HAM di kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu 27 Agustus 2019.

Setibanya di Monas, rombongan parade ini akan diberikan sebuah perbincangan. Perbincangan itu mengenai Pengelolaan Kain Tradisional.

Dijelaskan juga, parade ini juga digelar untuk menjunjung tinggi makna kain sebenarnya dan memperkenalkan lebih luas kepada masyarakat. Parade ini juga dilaksanakan masih dalam suasana HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72.

Nampak kain yang ditampilkan dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara. Sekaligus tarian khas Cakalele Kabasaran yang turut memeriahkan iven tersebut, ditampilkan oleh organisasi kemasyarakatan Kerukunan Keluarga Kawanua dibawah pimpinan Angelica Tengker selaku Ketua Umum organisasi tersebut.(VIN/MEN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments