Hukum

Tim Gabungan Tetap Berupaya Ungkap Kasus Novel Meski Ada Pesimistis

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Meskipun adanya tudingan Novel Baswedan menyebutkan pesimis terbentuknya tim gabungan yang di bentuk Kapolri untuk mengungkap kasus penyidik KPK. Meskipun begitu tim.COMungan tetap bekerja tetap bersemangat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan ,Senin (28/1)2019 mengatakan tim gabungan yang dibentuk tetap bekerja untuk mengungkap kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. “Hal itu dikatakan Dedi menanggapi perkataan dari penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang mengaku pesimistis tim gabungan bentukan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dapat mengungkap kasus penyerangan yang dialaminya. “Tim tetap semangat untuk terus bekerja,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan  saya tak akan“menggubris” perkataan dari Novel itu. Ini Alasannya Saat ditanya apakah tim gabungan telah menjadwalkan pemanggilan terhadap Novel Baswedan, Dedi belum bisa memberikan jawaban secara pasti. Ia hanya menjawab, tim gabungan tetap berupaya untuk mengungkap kasus Novel. “Tim (gabungan) tetap fokus bekerja dan optimistis untuk ungkap,” tegasnya

Untuk itu, Dedi menjelaskan Polri berupaya menyelesaikan kasus Novel dengan membentuk tim gabungan yang langsung di bawah tanggung jawab Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian pada 8 Januari 2019. “etua tim gabungan ini adalah Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis dengan 46 personel Polri sebagai anggota tim,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi merinci beberapa ahli juga masuk dalam tim gabungan ini, antara lain mantan Pimpinan KPK dan Guru Besar Pidana Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji, peneliti LIPI Hermawan Sulistyo, serta Ketua Ikatan Sarjana Hukum Indonesia Amzulian Rifai. Lalu, Ketua Setara Institut Hendardi, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, mantan Komioner Komnas HAM Nur Kholis, dan Ifdhal Kasim. Enam nama dari KPK juga masuk dalam tim ini. Tim diberi waktu bertugas selama enam bulan,” rincinya

Sesuai  perkembngan,  Dedi membeberkan  Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, mengaku pesimistis tim gabungan bentukan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dapat mengungkap kasus penyerangan yang dialaminya. “Poinnya adalah saya sempat mempertanyakan atau bisa dikatakan saya pesimistis tim ini akan bekerja benar,” bebernya. (Vecky Ngelo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *