KesehatanNusantaraTomohon

Demam Berdarah Masih Menjadi Perhatian Dinkes Tomohon

Tomohon. – Tomohon. – Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tomohon Kristy Najoan, S.Kep, Ns, M.Kes mengatakan, Demam berdarah dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingkat terjangkitnya penyakit ini merupakan yang tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara.

Dan khusus untuk kota Tomohon tentunya ini masih terus mendapatkan perhatian khusus dari Dinas Kesehatan Kota Tomohon, khususnya terus mengedukasi masyarakat agar terhindar dari penyakit DBD.

Dirinya mengatakan, Demam berdarah dengue merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Virus dengue ini ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Demam berdarah dengue dapat membuat penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulangnya patah. Pada sejumlah pasien, demam berdarah dengue dapat menjadi penyakit yang sangat mengancam jiwa.

Komplikasi pada demam berdarah dengue bisa menyebabkan kerusakan sejumlah organ, seperti paru, hati, dan jantung. Tekanan darah juga dapat menurun secara drastis, hingga level yang sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian.

Demam yang mendadak tinggi hingga 39 derajat Celcius merupakan gejala utama dari demam berdarah dengue. Demam ini akan berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari, kemudian turun dengan cepat dan biasanya diikuti gejala demam berdarah sebagai berikut:

  • Nyeri kepala
  • Menggigil dan lemas
  • Nyeri di belakang mata, otot, dan tulang
  • Ruam kulit hingga kemerahan
  • Kesulitan menelan makanan dan minuman
  • Mual dan muntah

Selanjutnya, gejala demam berdarah di atas akan diikuti oleh tanda perdarahan, seperti:

  • Gusi berdarah
  • Mimisan
  • Timbul bintik-bintik merah pada kulit
  • Muntah darah
  • Buang air besar berwarna hitam

Pada fase demam, demam berdarah dengue biasanya diikuti oleh fase kritis selama 2-3 hari. Pada fase kritis inilah suhu tubuh menurun, hingga bagian tubuh seperti tangan dan kaki dingin dan biasanya merasa seperti sudah sembuh. Padahal, pada fase ini Anda harus waspada, sebab bisa terjadi sindrom syok dengue yang dapat mengancam jiwa.

Oleh sebab itulah dirinya terus mengimbau kepada masyarakat untuk terus menlakukan pencegahan dengan menerapkan  3M Plus, yaitu ;

  1. Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin.
  2. Menutup rapat semua tempat penyimpanan air.
  3. Memanfaatkan limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang).

Selain itu, masih ada beberapa tambahan metode untuk pencegahan demam berdarah:

  1. Memelihara ikan pemakan jentik.
  2. Menanam tanaman pengusir nyamuk.
  3. Menjaga ruangan agar tidak gelap dan lembab.
  4. Tidak menggantung pakaian di luar lemari.
  5. Gunakan obat anti nyamuk.
  6. Mengeringkan tempat lain yang dapat menampung air hujan.
  7. Pasang kawat kasa.
  8. Tidur menggunakan kelambu.
  9. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
  10. Lavarsida di tempat yang sulit dikuras atau daerah sulit air.
  11. Gotong royong membersihkan lingkungan setiap minggu. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *