Sekilas Tentang Komunitas Tionghoa Langowan

Jurnal123 || Historia – Langowan sebagai tempat yang kaya akan sejarah tidak hanya dikenal sebagai tempat pelayanan penginjil pertama di tanah Minahasa Johan  Gottlieb Schwarz,  tetapi Langowan juga memiliki sejarah tentang komunitas Tionghoa Kristen di tanah Minahasa.

Berawal dari kerinduan iman seorang Ong Eng Bie (Wempie Ong) dan mertuanya Oei Hok Tjwan untuk menyebarkan berita Injil Yesus Kristus, pada tanggal 31 Oktober 1948, lahirlah sebuah Persekutuan Rohani yang bernama “Tiong Hoa Kie Tok Kaw Hwee” atau Gereja Protestan Tiong Hoa di Langowan. Keluarga Wempie Ong dan Oei Hok Tjwan, berasal dari Surabaya. Merekalah yang dikenal sebagai perintis penginjilan Gereja Kristen Tiong Hoa di Langowan.

Pimpinan Persekutuan Rohani ini terdiri dari: Ketua Lie Fat Nen, Sekretaris Wempie Ong, Bendahara Ny. Anie Ong sementara sebagai Penasehat dipercayakan kepada Oei Hok Tjwan. Pada saat itu  sebagai tempat ibadah, mereka menyewa satu ruangan dari warung milik kelurga Wangko – Tani di Amongena.

Para pendeta GMIM yang ada di sana menyambut positif kehadiran Persekutuan Rohani itu. Ibadah pun dilaksanakan di ruangan yang masih tergolong darurat dan di rumah-rumah keluarga.

Setahun kemudian, tepatnya 31 Oktober 1949, persekutuan rohani ini bergabung dengan GMIM. Statusnnya berubah menjadi Jemaat GMIM Parochi Tionghoa Langowan. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan menjadi hari jadi Jemaat GMIM “Anugerah” Langowan. Mulai saat itu jemaat ini mendapat pelayanan dari sejumlah pendeta GMIM, di antaranya: Pdt. P.W. Sambouw, Pdt. J.W. Korompis, Pdt. S. Waworuntu, W. Manopo, H. Kumambouw, J. Wotulo.

Menariknya, seperti yang tertulis dalam naskah itu, sebelum ada persekutuan rohani “Tiong Hoa Kie Tok Kaw Hwee”, telah lebih dulu ada perkumpulan Wanita Tiong Hoa dengan nama “Fu Ni Hui” yang bergerak di bidang social atau gotong royong dan tolong menolong. Perkumpulan ini dipimpin oleh Ny. Annie Ong, sebagai ketua, yang dibantu oleh Ny. Nn. Lie-Thomas, Ny, Lie Jo Nio, Nn, Len Bagy, Nn. Corry Ho dan Nn. Tjia Kiauw Jin (Julin Mambu). Perkumpulan ini akhirnya bergabung dengan jemaat GMIM “Anugerah” Langowan, pada 31 Oktober 1950 ke dalam komisi wanita kaum ibunya.

Pada 8 Oktober 1967 jemaat ini melaksanakan pengucapan syukur, dengan ditahbiskannya gedung eks sekolah Tiong Hoa sebagai gedung gereja. Waktu itu

ibadah dipimpin oleh Ketua BPS GMIM Pdt. A.Z.R. Wenas. Dalam ibadah pengucapan syukur ini diserahkan juga sertifikat HGB No. 2 thn 1767 atas halaman dan gedung eks Sekolah Tiong Hoa kepada BPS, yang langsung diterima oleh ketuanya Pdt. A.Z.R. Wenas.

Berdasarkan seruan pemerintah, maka pimpinan jemaat Tiong Hoa Langowan bersepakat mengganti nama “Tiong Hoa” menjadi “Anugerah”. Perubahan nama tersebut diperkuat surat dari BPS yang berisi persetujuannya mengganti nama gereja tersebut. Sesuai SK BPS GMIM tertanggal 2 Februari 1967, maka mulai saat itu jemaat menyebut diri sebagai Jemaat GMIM “Anugerah” Langowan.

Hingga saat ini anggota jemaat GMIM Anugerah Langowan banyak yang terlibat dalam berbagai bidang untuk pembangunan Langowan, baik ada yang bekerja di pemerintahan, anggota legislatif, praktisi kesehatan, ada yang menjadi Pendeta, tetapi sebagian besar didominasi oleh pemilik  kegiatan wirausaha yang berperan penting menggerakan perekonomian Langowan.  ( Jonathan_Ocong )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *