Di Papua Harga Beras Rp 2 Juta Per Karung Isi 10 Kilogram

Jurnal123.com – Perbedaan harga di berbagai daerah di Indonesia merupakan hal wajar. Namun jika perbedaannya amat mencolok, bukan tidak mungkin bakal terjadi konflik sosial kedepannya. Pemerintah perlu mengawasi hal tersebut.

Harga beras di wilayah penambangan rakyat Korowai, tepatnya di Maining 33, Distrik Kawinggon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, mencapai Rp 2 juta per karung isi 10 kilogram.

“Beras 10 kilogram itu emas empat gram, kalau dibeli dengan uang, satu karung itu harganya Rp2 juta,” kata salah satu pengelola Koperasi Kawe Senggaup Maining, Hengki Yaluwo, dilansir dari Antara, Kamis (2/7).

Menurut dia, harga beras sama di puluhan lokasi penambangan rakyat yang ada di wilayah penambangan rakyat di Korowai.

Tak hanya beras, kata dia, harga mi instan  dan bahan pokok lainnya seperti ikan kaleng, daging ayam, serta rokok juga tinggi.
“Supermi satu karton kalau ditukar dengan emas itu, dua gram, satu karton Rp1juta. Supermi satu bungkus Rp25 ribu,” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk rokok Surya 12 satu bungkus berukuran besar Rp100 ribu, rokok Sampoerna dan lampion Rp50 ribu. Sementara, lanjut dia, harga ikan kaleng besar Rp150 ribu.

Selain bahan pokok, tambah dia, harga telepon seluler (ponsel) juga tinggi. Ponsel tergantung merek, jika ditukar dengan emas maka harganya mulai dari 10 gram sampai 25 gram emas.

Sementara itu, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania dalam siaran tertulis mengatakan, pemerintah perlu mengantisipasi dampak perubahan iklim pada ketersediaan stok beras dan komoditas pangan lainnya di berbagai daerah.

Galuh mengingatkan kemarau ekstrem tahun 2019 bahkan berdampak pada menurunnya produksi beras sebesar 7,76 persen.

“Kondisi iklim yang tak menentu harus diwaspadai karena dapat berpengaruh pada penyerapan beras pada musim panen kedua tahun 2020, yang diprediksi oleh Bulog akan berlangsung sekitar September-November nanti. Jika melihat dari harga beras melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis nasional, harga beras cenderung berada di kisaran Rp 11,900 per kilogram atau stabil tinggi sejak April 2020,” paparnya.

Menurut dia, untuk menjaga kestabilan harga beras di semua wilayah di Indonesia, pendistribusian beras oleh Bulog harus dikelola dengan baik agar mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Ia berpendapat bahwa pendistribusian yang merata bertujuan untuk menghindari terjadinya ketimpangan harga antara harga beras di wilayah yang surplus produksi berasnya dan wilayah yang produksinya mengalami defisit.(IDE/EDO)

Editor : Edwin Jeffman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *