Nusantara

Marsekal Hadi Tjahjanto Resmi Menjadi Panglima TNI

Panglima TNI Baru dan Lama
Panglima TNI Baru dan Lama

JURNAL123, JAKARTA.
Setelah berproses melalui uji kepatutan di DPR RI. Marsekal Hadi Tjahjanto resmi menjadi Panglima TNI usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Sejumlah menteri kabinet kerja turut hadir, seperti Mendagri Tjahjo Kumolo, Menlu Retno Marsudi, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan menteri lainnya.

Sejumlah pimpinan TNI termasuk Jenderal Gatot Nurmantyo juga turut hadir dalam pelantikan tersebut. Petinggi Polri hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga turut hadir dalam pelantikan Hadi Tjahjanto.

Upacara pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Upacara tersebut juga sekaligus sebagai upacara pemberhentian Jenderal Gatot Nurmantyo secara hormat. Upacara pengambilan sumpah sendiri dilakukan secara Islam.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini baik langsung maupun tak langsung… akan menjunjung tinggi sumpah prajurit,” ucap Jokowi yang diikuti oleh Hadi Tjahjanto, Jumat (8/12/2017).

Marsekal Hadi Tjahjanto yang menjabat Kepala Staf Angkatan Udara ditunjuk Presiden Jokowi jadi calon tunggal Panglima TNI. Komisi I DPR pun sudah selesai menguji kelayakannya dan setuju jika Hadi jadi panglima.

Hadi adalah pria kelahiran Malang, 8 November 1963. Ia seorang perwira TNI Angkatan Udara yang lulus dari Akademi Angkatan Udara (AU) pada 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU pada 1987.

Perjalanan karier militer Hadi Tjahjanto sejak 1986 terbilang cemerlang. Sebelum memegang amanat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Rabu 18 Januari 2018, ia lebih dulu menduduki posisi sebagai Irjen Kementerian Pertahanan, pada November 2016.

Hadi juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) periode 2015-2016 di era Jokowi di bawah Kementerian Sekretariat Negara. Tahun sebelumnya, atau 2013-2015 Hadi kembali ditunjuk sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AU, dan dilantik kembali sebagai Komandan Landasan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang pada 2015.

Di usianya menginjak 23 tahun, Hadi juga pernah meniti karier sebagai perwira di Skadron Udara 4 di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur sebagai pilot pesawat angkut Cassa yang bertugas mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk Operasi Dukungan Udara, Search And Rescue (SAR) terbatas, dan kursus penerbang pesawat angkut. Tiga tahun kemudian, Hadi naik jabatan menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron 4.

Setelah menjadi Kepala Seksi Latihan, ayah dua anak ini kembali mendapatkan kenaikan jabatan di pangkalan udara (Lanud) yang sama sebagai Komandan Flightlat Skuardron Udara 32 Wing 2 pada 1996.

Suami dari Nanik Istumawati itu pindah tugas ke Lanud Adi Soemarno sebagai Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara pada 1997 dan menjadi Kepala Seksi Bingadiksis Dispers di tahun 1998. Setahun berselang, ia kembali pindah tugas ke Lanud Adi Sucipto sebagai Instruktur Penerbangan pada 1999 dan menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi pada tahun 2000.

Hadi juga pernah menjabat sebagai Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi AU I selama tiga tahun terhitung dari 2001. Lalu, Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan (Sekkau) (2004), dan kembali ke Lanud Abdulrachman Saleh, pada 2006 yang mendapat jabatan sebagai Kepala Dinas Personel.

Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara juga pernah dirasakannya pada 2007, dan Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo periode 2010-2011. Karier Hadi kian moncer, karena di 2013 atau dua tahun setelah menjabat Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI, Hadi berpangkat Kolonel dan dipercaya menjadi Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional dan pada 2015, Hadi mendapat tugas menjadi Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia Presiden Jokowi dan pangkatnya naik menjadi Marsekal Muda.

Hadi pun kini menjabat sebagai KSAU dan ia dipilih Jokowi sebagai calon tunggal Panglima TNI yang akan menggantikan Jenderal TNi Gatot Nurmantyo. Langkah Hadi menjadi Panglima TNI hanya tinggal menunggu hasil uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di DPR RI.(ONE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *