Tag Archives: Kapolri Naikan Pangkat Anggota Polda Papua

Kapolri Naikan Pangkat Anggota Polda Papua

Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian bersama rombongan saat menjenguk Bripka Dolfis Wambonggo. (Dok: Polda Papua)


Jurnal123.com – Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian menaikkan pangkat 1 tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya menjadi Brigadir Kepala (Bripka), kepada anggota Brimob Brigpol Dolfis Wambonggo yang menjadi korban panah pada bagian mata, dalam aksi pengamanan bentrok dua kelompok di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Kapolri yang menjenguk Bripka Dolfis bersama rombongan pada Sabtu (6/10) juga memberikan pengobatan lanjutan ke Rumah Sakit Singapora. Sementara administrasi keberangkatan telah disiapkan oleh pihak RS Polri Jakarta.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menuturkan kunjungan dan rujukan dari kapolri sebagai bentuk perhatian pimpinan kepada anggotanya yang bertugas di lapangan dengan berbagai resiko yang harus ditanggungnya.

“Karena yang terkena anak panah di bagian mata, maka penanganannya harus lebih optimal lagi, sehingga menjadi pertimbangan pimpinan agar korban Bripka Dolfis Wambonggo diterbangkan ke Singapura,” kata Kamal, Sabtu (6/10).

Sebelumnya pada Kamis (4/10), Dolfis dirujuk ke RS Polri Jakarta, setelah dirawat 2 hari di RS Bhayangkara Jayapura.Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, AKBP Heri Budiono mengatakan Dolfis harus mendapat penanganan intensif untuk menjalani operasi, lantaran ada fungsi mata yang harus diselamatkan.
“Ada organ pengelihatan yang harus ditangani intensif, agar dapat pulih kembali, meski minim pengelihatannya,” kata Heri.

Dolfis yang terkena luka panah pada dibawah pelipis mata kanan saat pengamanan bentrok dua warga yang bertikai, dibawa ke RS Polri Jakarta dengan anak panah yang masih menancap pada bagian matanya. “Kami tak ingin ambil resiko, karena dapat mengganggi saraf matanya. Semoga operasinya cepat ditangani,” ujar Heri.
Sebelumnya, bentrok dua warga terjadi antara warga yang pro dan kontra terhadap pemerintahan Bupati Pegunungan Bintang.

Akibat aksi ini, lima rumah dan lima kios di bakar warga, satu orang meninggal dunia, serta dua polisi kena panah dan lima orang lainnya kena sabetan benda tajam.

Saat ini, situasi Oksibil kembali pulih. Polisi masih menyiagakan 100-an polisi di daerah ini. Sementara dua orang yang diduga sebagai provokator bentrokan telah di periksa di Polda Papua.(KUM/EDO)