Category Archives: Featured Posts

Polri Kirim 322 Anggotanya Untuk Misi Perdamaian Dan Kemanusiaan PBB

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat melepas keberangkatan 322 personel Polri untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/2)2019.(Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB),  akhirnya. Kepolisian RI melepas keberangkatan sebanyak 322 personel untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka akan dikirim ke sejumlah negara seperti Afrika Tengah, Sudan, dan Kongo.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di gedung Rupatama Mabes Polri ,Jakarta Selatan ,Kamis (14/2)2019 mengatakan merasa bangga dengan kontribusi Indonesia dalam misi PBB tersebut. “Ini adalah salah satu prestasi dan kebanggaan karena dipercaya oleh PBB untuk kembali di 2019 mengirimkan jumlah personel cukup banyak ke beberapa negara,” ujarnya. 

Selanjutnya, Tito menegaskan sebanyak 140 personel tergabung dalam Satuan Tugas Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 1 United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA). Terdapat 14 polwan dalam satgas yang akan diberangkatkan ke Afrika Tengah ini.” Berikutnya adalah Satgas Garuda Bhayangkara II FPU 11 United Nation and African Union Mission in Darfur (UNAMID), yang terdiri dari 180 personel.    Satgas yang akan dikirim ke daerah Darfur, Sudan, tersebut, menjalankan misi berkelanjutan dan akan menggantikan personel yang sudah bertugas di daerah tersebut,”tegasnya. 

Untuk itu, Tito menjelaskan  Indonesia juga akan mengirimkan 2 orang calon petugas individu Polri atau individual Police Officer (IPO) ke Kongo untuk misi The United Nations Orgri iianization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO). “Saya berharap para anggota misi tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik serta membanggakan Indonesia. Sekali lagi mohon doa restu dari seluruh bangsa Indonesia agar anggota Polri yang saat ini diberikan amanat dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat dan membawa nama baik bangsa dan institusi,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi  mengatakan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia menjadi salah satu faktor Imdonesia bisa menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.”Kita sangat bangga bahwa peacekeeper Indonesia selama ini telah membawa nama baik RI di luar negeri. Dan kita berhasil duduk di dalam anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, salah satunya adakah karena faktor kontribusi kita dalam peacekeeping operation,” ujarnya (Vecky Ngelo)

KPK Periksa 12 Anggota DPRD Jambi Terkait Kasus Uang Ketuk Palu

Kantor KPK Jakarta

Jurnal123.com – KPK memanggil 12 anggota DPRD Provinsi Jambi terkait kasus dugaan suap. Di antaranya, ada 3 anggota DPRD yang telah jadi tersangka, yakni Cekman, Parlagutan Nasution dan Tadjudin Hasan.

“Setelah kemarin dilakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi dari unsur pimpinan dan anggota DPRD Jambi, hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

Pemeriksaan itu dilakukan di Polda Jambi. KPK berharap para saksi hadir dan memberi keterangan yang sejujurnya.

“Kami ingatkan agar para saksi yang dipanggil dapat memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya pada penyidik,” ucapnya.

Berikut para anggota DPRD Provinsi Jambi yang dipanggil sebagai saksi hari ini:

1. Cekman, Anggota DPRD Provinsi Jambi
2. Parlagutan Nasution, Anggota DPRD Provinsi Jambi
3. Tadjudin Hasan, Anggota DPRD Provinsi Jambi
4. Hasani Hamid, Anggota DPRD Provinsi Jambi
5. Suliyanti, Anggota DPRD Provinsi Jambi
6. Karyani, Anggota DPRD Provinsi Jambi
7. Nasri Umar, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jambi
8. Nurhayati, Anggota DPRD Provinsi Jambi
9. Emi Nopisah, Staf Sekretaris Dewan Provinsi Jambi
10. Mauli, Anggota DPRD Provinsi Jambi
11. Yanti Maria Susanti, Anggota DPRD Provinsi Jambi
12. Sofian Ali, Anggota DPRD Provinsi Jambi
13. Rahima, Anggota DPRD Provinsi Jambi (meminta penjadwalan ulang karena sedang tidak berada di Jambi).

Kasus ini merupakan lanjutan dari rangkaian kasus suap yang melibatkan mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. KPK pun menetapkan 12 anggota DPRD Provinsi Jambi sebagai tersangka suap ketuk palu.

Kedua belas tersangka itu diduga KPK mengumpulkan anggota fraksi untuk menentukan sikap terkait pengesahan RAPBD Jambi, membahas dna menagih uang ketuk palu. KPK menduga ada jatah Rp 400 juta hingga Rp 700 juta untuk tiap fraksi.

Total suap itu diduga berjumlah Rp 16,34 miliar untuk RAPBD TA 2017 dan 2018. Selain 12 anggota DPRD Jambi, KPK juga menetapkan 1 pihak swasta, Joe Fandy Yoesman alias Asiang sebagai tersangka karena diduga memberi duit Rp 5 miliar ke Plt Kadis PUPR Jambi Arfan.(DEN)

31 Maret Diusulkan Hari Keselamatan Berlalu Lintas

Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri memberikan keterangan kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat.(Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga mampu membawa masyarakt akan kesadaran berlalu lintas menjadi hal yang utama. Sehingga di usulkan 31 Maret menjadi hari keselamatan berlalu lintas. 

Kepala Korlantas Polri Irjen Refdi Andri ditemui di kantor NTMC, Selasa (12/2)2109 mengatakan dan mengusulkan 31 Maret untuk diperingati sebagai “Hari Keselamatan Berlalu Lintas”. “Harus ada momen untuk membawa masyarakat sadar bahwa keselamatan adalah hal yang utama. Alangkah baiknya bila kami usulkan 31 Maret untuk menjadi Hari Keselamatan Berlalu Lintas,” ujarnya.

Selanjutnya, Feldi menegaskan  usulan itu berawal dari kegiatan “Millennial Road Safety Festival” (MRSF) yang merupakan kampanye keselamatan berlalu lintas bagi kaum milenial. Kemudian pihaknya ingin agar program kampanye MRSF bisa menjadi budaya dan berkelanjutan dari tahun ke tahun sehingga akhirnya pihaknya mengusulkan 31 Maret 2019 untuk ditetapkan sebagai Hari Keselamatan Berlalu Lintas.” Alasan pemilihan tanggal tersebut dan  hari tersebut bertepatan dengan puncak kegiatan Millennial Road Safety Festival. Tanggal 31 Maret 2019 adalah hari puncak pelaksanaan MRSF.  Ini momentum bagaimana program ini berkelanjutan dari tahun ke tahun,” tegasnya. 

Jadi, Feldi menjelaskan untuk mewujudkan wacana pencanangan peringatan Hari Keselamatan Berlalu Lintas, Polri mengadakan serangkaian diskusi bersama perwakilan kementerian lembaga, pengamat transportasi, sejumlah ahli dan akademisi. “Kami minta masukan dari ahli, pengamat transportasi, kementerian lembaga sehingga ide pencanangan ini bisa benar-benar matang,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Refdi menandaskan  pencanangan Hari Keselamatan Berlalu Lintas dinilainya penting, sebagai salah satu upaya agar jumlah kecelakaan dan jumlah korban kecelakaan lalu lintas menurun. Targetnya, keselamatan menjadi hal yang utama, korban kecelakaan menurun sehingga pada 2035, tidak ada lagi laka lantas alias ‘zero accident’,” tandasnya.(Vecky Ngelo)

Terkait Teror Pembakaran Kendaraan di Jateng Diduga Pelakunya Kelompok Yang Sama

Tampak Salah satu mobil yang terbakar. (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Mabes Polri menduga kasus sejumlah pembakaran kendaraan di Jawa Tengah dilakukan oleh pelaku atau di kelompok yang sama.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di PTIK, Kebayoran Baru ,Selasa(12/2)2019 mengatakan hal itu terindikasi dari samanya pola yang digunakan oleh pelaku. ” indikasi ke arah sana pelakunya sama kelompoknya yang sama,” ujarnya.
Selanjutnya,Dedi menegaskan selain itu hasil penyelidikan sementara di dapati bahwa bahan bakar yang digunakan untuk melakukan adalah sama.” Pihaknya terus berupaya mencari jejak-jejak yang ditinggalkan pelaku serta mengumpulkan bukti untuk mencari pelaku teror tersebut,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan Polanya sudah dapat,dari 27 TKP polanya sama dan bahan bakar yang digunakan sama.” Seperti diketahui, setidaknya.sampai hari ini sudah 27 kejadian pembakaran di 4 daerah di Jawa Tengah,” jelasnya.

Dari data yang dihimpun, Kota Semarang menjadi yang terbanyak dengan 17 kejadian Kabupaten Kendal 8 kejadian ,Kabupaten Semarang 1 Kejadian dan terakhir 1 kejadian di Kabupaten Grobongan. (Vecky Ngelo)

Polri : Berkas 6 Tersangka Kasus Pengaturan Skor Menunggu Penilaian Kejaksaan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri,Jakarta Selatan Selasa(12/2)2019 mengatakan Berkas 6 Tersangka Penangtur Skor tunggu penilaian Kejaksaan Memasuki Tahap 2.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Proses penyerahan berkas ke 6 tersangka sudah dilakukan dan menuggu dari Jaksa melakukan penilaian apakah ada yang kurang atau tidak. Kalau tidak akan dilakukan penyeahan tahap 2. Untuk 3 tersangka yang ditetapkan sedang dalam pemeriksaan 10 saksi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Selasa 912/2)2019 mengatakan Satgas Anti mafia Bola  abadate yang disampaikan hari ini untuk pengiriman berkas perkara terhadap 6 tersangka sudah dilakukan kemarin .Menunggu apakah dari JPU ada koreksi atau tidak . “Kalau tidak ada maka dilakukan pelimpahan tahap ke 2, kalau ada perubahan atau koreksi nanti akan segera di revisi oleh Satga Anti Mafia Bola menyempurnakan berkas perkara yang sudah di kirim minggu kemarin,” ujarnya. 

Selanjutnya, Dedi menegaskan kemudain untuk penetapan tersangka baru yang kemarin dalam hal ini  Satgas tim sudah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan 10 saksi yang sudah diperiksa dan keterangan . “Kemudian penyitaan-penyitaan barang bukti dilakukan penyitaan dan nanti akan dilakukan pemeriksaan beberapa saksi lagi,” tegasnya. 

 

Untuk itu, Dedi menjelaskan apabila nanti di butuhkan dalam rangka untuk segera mungkin untuk melengkapi berkas perkara terhadap 3 tersangka yang ditetapkan.” Selama saudara ES  kemudian saudara MS dan Saudara MT. ini kasus perusakan sekaligus penghilangan barang bukti yang ada di TKP. Membedakan penyitaan dan penghilangan barang bukti yang dilakukan Satgas,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Dedi merinci sampai dengan hari  ini 4 tersangka , 6 tersangka di jadi 4 berkas Perkara sudah dilimpahkan kemudian untuk 5 tersangka sedang dilakukan penyelesaian perberkasan. “Kemudian 3 tersangka lagi kasus pengrusakan, penghilangan barang bukti itu juga masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan serta kelengkapan dari administrasi pemberkasan perkara. Itu masih akan terus bekerja , Satgas ini terus bekerja dalam rangka menuntaskan mekising terhadap liga-liga yang ada di Indonesia,” rincinya.

Untuk 3 Tersangka terakhir, Dedi membeberkan  masih dalam penyelidikan, pasti yang jelas komitmen dari Satgas ini betul-betul menjamin jangan sampai di liga pertandingan digelar di Bulan Maret kemudian pertandingan akan bergulir di bulan Mei itu terjadi  aksi-aksi makising seperti ini .” Ya , kita punya komitmen yang sangat kuat didalam pertandingan akan diselenggarakan bulan Maret maupun di bulan Mei Mekising akan betul-betul tidak ada dan nanti bila ditemukan sudah fakta hukum ada kejadian ada peristiwa Mekising  atau pengaturan skor  yang dilakukan   ada oleh  para pihak baik yang terlibat langsung didalam pertandingan maupun tidak terlibat langsung pertandingan akanambil langkah-langkah secara tegas sudah ada bukti. Kita sudah menetapkan 14 tersangka . Kita juga mendukung  terselenggaranya proses liga ini betul berjalan dengan baik. Dan juga bisa meningkatkan prestasi persepak bolaan yang ada di Indonesia,” bebernya.(Vecky Ngelo)

Perusak Alat Bukti Pengaturan Skor Ditetapkan Tersangka

Logo PSSI

Jurnal123.com – Proes pemeriksaan dilakukan oleh Satgas Anti Mafia Bola terus berlanjut, setelah pengeledahan  ada perusakan alat bukti kasus pengaturan skor dan akhir di tetapkan tiga  tersangka.  

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Syahar Diantono ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan,Senin (11/3) mengatakan penyidik Satgas Anti Mafia Bola telah menetapkan tiga tersangka perusakan alat bukti kasus pengaturan skor.”Ketiga tersangka itu adalah Muhammad Mardani Mogot, Musmuliadi, dan Abdul Gofur OB di PSSI,” ujarnya.

Selanjutnya, Syahar menegaskan persangkaan tindak pidana bersama-sama melakukan pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang police line.,” Terkait peran ketiganya, seperti diungkapkan Syahar, Musmuliadi bersama dengan Mardani memasuki kantor Komdis PSSI, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng, Jakarta Selatan yang sudah diberi garis polisi,” tegasnya.

Untuk itu, Syahar menejaskan p engaturan Skor Kepada ketiganya polisi menyangkakan Pasal 363 dan atau Pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP jo Pasal 55 KUHP.   “Karena para tersangka kooperatif dalam menjalani pemeriksaan, polisi tidak menahan ketiganya. Dia menambahkan, penyidik pun sudah menyiapkan surat perintah pelepasan tersangka beserta berita acara pelepasannya,” jelasnya. (Vecky Ngelo)

Polda Bengkulu Gelar Milinial Road Safety Festival Dipadati 40.000 Kaum Milenial

Kapolda Bengkulu, Brigjend Pol Supratman didampingi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersanma pejabat yang lain, saat di Pantai Panjang mengadiri acara MilinialRoad Safety Festival. (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Dalam melepas kegiatan milinial Road Safety Festival dipadati 40.000 para milinial untuk kota Bengkulu .Ajakannya mari kita taat agar stop kecelakaan, karena berawal dari pelanggaran untuk itu taat pada peraturan lalu lintas yang ada.

Kapolda Bengkulu, Brigjend Pol Supratman di temui di Pantai Panjang, Bengkulu, Minggu, (10/2)2019 mengatakan saya sama Pak Gubernur dan Pak Danrem . “Alhamdulilah berkat dukungan semua warga masyarakat kota Bengkulu kegiatan milinial Road Safety Festival untuk kota Bengkulu  sukses,” ujarnya.

Selanjutnya, Supratman menegaskan Animo masyarakat luar biasa mungkin ini pikiran saya sekitar 40.000 peserta. “Mudah-mudahan ini menjadi momentum kita, Pak Gubernur mensport betul masalah ini,”  tegasnya.
Ketika ditanya pesertanya dari kalangan mana saja, Supratman menjelaskan ya tentunya milinial, kan sesuai dengan judul milinial.” Mereka adik-adik kita dari SMA,rekan-rekan kita dari mahasiswa juga ada termasuk kalangan masyarakat kota Bengkulu yang sekarang antusias sekali untuk melihat ini,” jelasnya.

Untuk itu, Supratman menandaskan dengan pesan-pesan tadi kita berharap Pak Gubernur stop untuk kecelakaan lalu lintas semua berawal dari pelanggaran .” Maka dari sekarang kita sudah mulai untuk generasi-generasi mudah taat peraturan lalu lintas yang ada ditempat kita,” tandasnya.
Disinggung selain fasilitas dan jalan yang jelek ini apa tidak akan berpengaruh, Supratman mengakui
Kecelakaan lalu lintas penyebabnya beberapa faktor selain  human eror manusianya sendiri sarana prasarana jalan, ini juga tempat-tempat sarana yang memang ada yang memang kurang pas dan Bapak Gubernur sudah mulai.” Contohnya ini Pantai Panjang ini beliau sudah mulai agak-agak jelek dan beliau sudah mulai janji sebentar lagi aspal sampai ke ujung sungai sana selesai. Ini salah satu program beliau termasuk rambu-rambu lalu lintas nanti kita kerja sama dengan Yusuf,” akunya.
Saat ditanya persentasi berapa jenderal korban lalu dari kaum milinial, untuk Provinsi Bengkulu, Supratman membeberkan usai produktif kaum milinial hampir 50 peran itu korban dari adik-adik kita makanya kita susun program untuk mereka.”Testimoni-testimoni ini supaya mereka melihat karena mereka juga jadi korban,” bebernya.

Apakah kegiatan-kegiatan seperti ini akan ada kelanjutan, Suparman mengungkapkan Kita coba ,ya kita sambil meningkatkan kota Bengkulu kita sampaikan kepada masyarakat yang lain yang diposisi-posisi lain bahwa kota Bengkulu memang sudah layak seperti itu. Wisata-wisata lain.”Kita tindak lanjuti nanti dengan komunitas-komunitas yang ada akan berlanjut nanti,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Gubernur Bengkulu  Rohidin Mersyah mengatakan ajakannya stop pelanggaran dan stop kecelakaan akan keselamatan yang tentunya di pelopor generasi milinial . “Karena kecelakan tertinggi di generasi milinial. Kita semua menjadi pelopor berlalu lintas,” ujarnya.( Vecky Ngelo)

Pemkot Bekasi Pastikan Kartu Sehat Tetap Berlaku

Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto

Jurnal123.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan, penggunaan Kartu Sehat (KS) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) masih tetap berlaku baik bagi peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) BPJS Kesehatan yang aktif maupun anggota BPJS Kesehatan yang tidak aktif. Tahun ini, Pemkot Bekasi menggelontorkan dana sekitar Rp 390 miliar untuk membayar klaim penggunaan KS bagi warga Kota Bekasi.

‎”Kartu sehat tidak ada perubahan, masih bisa digunakan di Kota Bekasi. Kartu sehat berbasis NIK ini, walau tanpa membawa kartu sehatnya pun, sudah bisa dilayani dengan menunjukkan KK (kartu keluarga) atau KTP elektronik,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Senin (11/2).
Beberapa hari belakangan, beredar kabar bagi peserta JKN aktif, yang rutin membayar iuaran tiap bulan, tidak dapat menggunakan KS Berbasis NIK ini. KS ini dapat berlaku, hanya diperuntukkan bagi perserta JKN tidak aktif, alias peserta yang tidak mampu membayar iuran JKN tiap bulan. Namun, Pemkot Bekasi membatah hal tersebut.‎”Bagi peserta BPJS Kesehatan yang membayar iuran secara rutin per bulan, tetap bisa menggunakan kartu sehat,” tuturnya.

Dia menambahkan, penggunaan kartu sehat atau JKN sebagai pilihan warga, apakah menggunakan KS Berbasis NIK atau menggunakan BPJS Kesehatan. “Yang penting warga, mau dirawat di Kelas III bagi pengguna KS Berbasis NIK,” bebernya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, ‎menambahkan hanya peserta BPJS Kesehatan mandiri yang bisa menggunakan KS Berbasis NIK. Sedangkan peserta JKN PBI (penerima bantuan iuran), tidak boleh menggunakan KS Berbasis NIK ini karena terjadi anggaran ganda saat pembayaran oleh pemerintah pusat dan Pemkot Bekasi.

“Masih bisa menggunakan kartu sehat, bagi peserta BPJS JKN yang mandiri. Keanggotan BPJS JKN ada yang Mandiri dan PBI yang dibiayai oleh pemerintah pusat. Peserta PBI ini yang tidak boleh dibiayai oleh Pemerintah Kota Bekasi karena akan ada doublepembiayaan. Oleh karena itu, bagi peserta JKN PBI tidak dapat dijamin oleh pemerintah daerah. Kecuali, peserta JKN mandiri, yang mau dirawat di Kelas III,” kata Tanti.

Hasil evaluasi penggunaan KS Berbasis NIK sejak 2017-2018 hingga saat ini, ada 37 rumah sakit yang masih bekerja sama dengan Pemkot Bekasi.
“Awalnya, ada 64 rumah sakit yang menjalin kerja sama penggunaan kartu sehat, di Kota Bekasi dan luar Kota Bekasi, saat ini hanya 37‎ rumah sakit yang masih menjalin kerja sama dengan Pemkot Bekasi, untuk penggunaan kartu sehat,” ujar Tanti.
Dia menjelaskan, pertimbangannya adalah hasil evaluasi dalam memberikan pelayanan kepada pengguna kartu sehat. Meski tetap berlaku, Pemkot Bekasi meminta masyarakat untuk memanfaatkan Puskesmas dan RSUD Kota Bekasi, yang saat ini pelayanannya sudah mumpuni, yakni Tipe B.”Kami meminta warga untuk memanfaatkan Puskesmas di wilayah sekitar yang telah memiliki pelayanan rawat inap serta RSUD Kota Bekasi,” tuturnya.

Tahun ini, Pemkot Bekasi akan meresmikan Puskesmas rawat inap di Jatisampurna, dan menyusul berikutnya diresmikan Puskesmas rawat inap di Pondokgede dan Bantargebang.
Alokasi anggaran KS Berbasis NIK pada 2019 ini hingga Rp ‎390 miliar, namun pengguna KS tidak langsung dapat diterima ke rumah sakit. Pengguna KS harus mengikuti prosedur berjenjang melalui Puskesmas, lalu dirujuk RSUD Kota Bekasi.

Apabila, belum bisa ditangani RSUD, kemudian dirujuk ke rumah sakit swasta. Prosedur berjenjang ini, tidak berlaku apabila si pasien mengalami kondisi gawat darurat, yang mesti ditangani di unit gawat darurat di rumah sakit di dekat tempat tinggalnya.
Sejak 2017 hingga 2019, Pemkot Bekasi alokasi dana APBD untuk biaya KS Berbasis NIK, semakin besar. Tahun 2017 Pemkot mengganggarkan dana APBD Rp 70 miliar, berlanjut ke 2018 menjadi Rp 200 miliar, dan tahun 2019 ini Rp 390 miliar.

“Pemerintah Kota Bekasi tidak melihat berapa anggaran, besaran yang harus dikeluarkan. Tetapi yang jelas adalah negara hadir dalam menjamin kesehatan kepada masyarakatnya karena masyarakat sudah membayar pajak, retribusi, uang itulah yang dikumpulkan Pemerintah Kota Bekasi, kemudian dikembalikan lagi untuk dioptimalkan bagi kesejahteraan masyarakat,” sambung Tri Adhianto.

Dia menegaskan, bagi masyarakat yang merasa tidak terlayani karena menggunakan kartu sehat dapat melaporkan kepada dinas terkait atau melalui call center serta media sosial, nanti rumah sakit tersebut akan dievaluasi.”Kalau rumah sakit tidak memberikan pelayanan maksimal kepada warga kita, putus saja (kerja sama dengan Pemkot Bekasi terkait kartu sehat). Masih banyak juga rumah sakit yang mau bekerja sama dengan Pemkot Bekasi‎,” pungkasnya.(BES)

Cegah Curanmor Polres Bengkulu Utara Ringkus 2 Pelakunya

Tampak para pelaku Curanmor AK alia A dan Jl alias JF saat di menghadap belakang dan para pelaku narkoba juga di tahan Polres Bengkulu Utara. ( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Aksi pencurian kendaraan bermotor tetap saja terjadi di Bengkulu Utara, kali ini pelakunya adalah AK alias A dan Jl alias JF bin BI.  Pasal dua pelaku melakukan di  Desa Padang Bendar Kecamatan Hulu Palik. Berhasil di gekedah dirumhanya didapatkan 1 sepeda motoYamaha Rx spesial dan Honda Beat.Dikenakan pasal 363 KUHP.

Kapolres Bengkulu Utara,Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi WN ditemui di Polres Bengkuku Utara,Sabtu (9/2)2019 mengatakan Kita kita telah mengamankan pelaku pelaku curanmor inisial AK alias A minha dan JI alias JF bin BI.” Itu pada tanggal 18 desember 2018 pelaku AK telah melakukan pencurian kemudian hasil koordinasi dengan Polsek terdekat  diketahui pelaku melakukan pencurian di Desa Padang Bendar Kecamatan hulu palik, ” ujarmya.
 
Selanjutnya, Arief menegaskan  setelah dilakukan pengembangan kita dapatkan JI dan setelahTKPnya di wilayah Arga Makmur .” Kita mendapatkan barangnya di daerah Hulu Palik ,” tegasnya. 
Untuk itu, Arief menjelaskan kemudian sudah dilakukan proses yang pertama yang pengembangan sekarang  yang ada .”Di proses yang pertama sudah sampai di kejaksaan .Barang buktinya adalah 1 motor Yamaha Rx spesial dan Honda Beat. Ini yang digunakan untuk mencuri.  Pasal yang kita kenakan adalah pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan,” jelasnya.

Ketika ditanya modus operandinya apa, Arief merinci nggak Kalo ini hanya lokalan mereka mereka ambil biasa digunakan untuk mereka. Inidilakukan tidak di jual.kembali,”Modusnya, mereka melihat kendaraan yang langsung ambil tapi emang bukan sebagai kelompok yang memang spesialis.” rincinya.(Vecky Ngelo).

Akibat Sakit Hati, JM Bunuh Istri dan 2 Anak Tirinya

Tampak Kapolres Rejang Lebong. AKBP Kalo Rahmat Mustika di Polres Rejang Lembong , Jumat(8/2)2019 saat menunjukan petungan yang digunakan JM memukul korban hingga tewas.( Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Akibat sakit hati, akhirnya JM pembunuhan berencana istri dan dua anak tirinya dilakukan pada sebulan lalu tepatnya (12/1) 2019. Selama 36 Jam akhirnya Polres Rejang Lebong Provinsi Bengkulu berhasil meringkus  pelaku pembunuhan berancana karena mau melarikan diri.  

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika ketika di temui di  Rejang Lebong, Provinsi  Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Jumat (8/2)2019 mengatakan  pembunuhan berencana yang dilakukan oleh saudara JM merupakan adalah mantan suami korban ketiga yang melakukan pembunuhan yang  berencana pada hari Sabtu tanggal 12 Januari tahun 2019.”Pembunuhan ini dilangkukan secara terencana karena aku merasa sakit hati dicerai oleh korban kemudian pelaku melakukan perencanaan,jadi pada saat pukul 03.00 pagi hari . Pelaku berjalan menuju rumah korban sekitar 2 km kemudian masuk ke pintu samping karena kebiasaan korban adalah silat subuh  di masjid jadi pelaku ini yang merupakan mantan suami sudah tahu kebiasaan dari korban,” ujar.

Selanjutnya, Jeki menegaskan kemudian saat korban bangun dilakukan pemukulan oleh pelaku dengan menggunakan balok ini kemudian setelah itu korban melawan dan  putri korban Miranda . “Kemudian melakukan perlawanan  kemudian dipukul dan di tusuk. Kemudian setelah itu Putri korban yang berikutnya Cika  umur 10 tahun  bangun dan kemudian menangis kemudian dilakukan penusukan oleh korban,” tegasnya.

Untuk itu, Jeki menjelaskan untuk memastikan bahwa para korban sudah dalam keadaan meninggal di lakukan gerakan atau dilakukan jeratan di leher  dengan menggunakan kabel-kabel ini, kabel kabel charge HP dengan kabel charge laptop .” Setelah itu , setelah melakukan pembunuhan pukul 05.30 yang bersangkutan kemudian keluar dari rumah tapi membawa barang-barang .Barang-barang yang diambil dari korban adalah  berupa cincin kemudian gelang dan 1 buah mobil 1 Evivi ,” jelasnya.

Lebih lanjutnya, Jeki merincinya jadi mobil ini digunakan pelaku untuk keluar dari rumah pada pukul 05.30. Kemudian pelalu  menggunakan jilbab hitam dasar hitam ini untuk mengelabui bahwa yang bersangkutan seolah-olah sebagai korban.” Mobil ini kemudian dibawa ke rumah sakit RSUD tujuannya untuk mengelabui. Setelah menaruh mobil di rumah sakit kemudian pelaku menggunakan ojek kembali ke rumah berganti baju kemudian itu ia bekerja seperti biasa,”  rincinya.

Seiring  dengan itu, Jeki membeberkan sore hari pada saat rumah korban sudah ramai kemudian pelaku tahu banyak anggota Polisi dan buser di rumah pelaku kemudian menggunakan travel menuju Bengkulu. Kemdian berdasar olah TKP kita kembangkan bahwa yang bersangkutan akan melakukan melarikan diri menuju ke Lampung. “Kami sudah dibantu Jantra Polda dengan jajaran Polda akhirnya tersangka berhasil ditangkap dalam waktu 36 jam di Kampung Bunyi selatan di sebuah hotel kota manaf ,’ bebernya.. 
Sementara itu, Jeki mengakui pelaku sudah berencana pergi ke Lampung.” Namun alhamdulilah dalam waktu 36 jam berhasil menangkap pelaku kita bawa ke Polres dan kita kembangkan dan pasal yang kita terapkan pasal 340 pembunuhan berencana. Apa lagi dengan subsider junto 338, 365 ayat 3 ditambah dengan undang-undang perlindungan anak yang anak korban 10 tahun termasuk dalam kejadian tersebut.

Ketika ditanya apa motifnya, Jeki mengungkapkan  itu dilakukan karena JM Sakit hati karena korban ini adalah istri dari pada pelaku yang ke 3. Jadi si pelaku menceraikan istri pertama untuk menikah dengan si korban, namun kemudian si korban malah menceraikan si pelaku. Jadi sakit dan tujuan adalah membunuh si korban. Tapi karena anak-anak ini kemudian bangun akhirnya ikut juga dibunuh untuk menghilangkan jejak anak tirinya korban” .ungkapnya
Menyinggung korbannya berapa, Jeki menambahkan  Korbannya ada 3 orang,.Jilbabnya dipakai oleh pelaku melarikan diri dengan membawa kendaraan salah  satu pengakuan saksi yang melihat bahwa dia memang menggunakan jilbab ini. Setelah kita tanyakan untuk mengelabui petugas bahwa seolah-olah menjadi korban dan seolah-olah pelaku melakukan 365,” tambahnya.

Jadi dalam pengakuan saksi, Jeki menandaskan  pada proses ke Tempat kejadian perkara(TKP) dan pengungkapan para saksi kita sudah bisa mengidentifikasi bahwa ini adalah antara korban dan pelaku sudah saling kenal. Mengingat tidak ada pintu yang dirusak pada saat itu tidak ada barang yang diambil dan yang di ambil satu unit mobil untuk mengelabui. “Disitu kita identifikasi apakah yang bersangkutan keterangan dari salah satu saksi yang bersangkutan memang sudah ada teror yang dilakukan terhadap keluarga korban. Jadi petunjuknya sudah ada teridentifikasi pada pelaku.alasan membunuh korban,”tandasnya.

Pengakuan JM saat ditanya melakukan pembunuhan, JM mengatakan  pembunuhan dilakukan karena  :  gara-gara Sakit hati dan . Karena takut ketahuan lalu mau membunuh.” Akibatnya saya menyesal dan merasa bersalah, ” ujarnya, (Vecky Ngelo)