Category Archives: Profil

Kebiasaan Buffett Yang Menjadikannya Milyarder Dunia

Milyarder Dunia Warren Buffett
Milyarder Dunia Warren Buffett

Milyarder Dunia Warren Buffett

JURNAL123, SAN FRANCISCO.
Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia, saat masih bocah berusia 7 tahun sempat menjelajahi jalan-jalan di Omaha menjual botol Coca Cola.

Sekarang, Buffet memiliki Bershire Hathaway yang mempunyai nilai aset mencapai 525 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.825 triliun (kurs Rp 13.000 per dollar AS), atau lebih dari tiga kali lipat belanja APBN Perubahan 2015 Indonesia yang “hanya” senilai Rp 1.984,1 triliun.

Nah, apa saja kebiasaan Buffett sehingga dia bisa mencapai posisinya saat ini? Ini rahasianya:

1. Tak pernah berhenti belajar
Dalam surat tahunan ke 50 ke pemegang saham Berkshire Hathaway, Charlie Munger, salah satu pemimpin Berkshire, berbicara mengenai satu rahasia sukses Buffett. Di antaranya:
-Keputusan Buffett untuk membatasi aktivitasnya ke sejumlah hal penting dan memaksimalkan perhatiannya kepada hal tersebut. Dia selalu melakukan hal itu selama 50 tahun. Rahasia kesuksesan Buffett sama dengan alasan bagaimana Roger Federer menjadi petenis terbaik.

Dengan kata lain, Buffett berhasil mengungkapkan apa bakatnya dan fokus terhadap hal itu hingga kemampuannya semakin bertambah dan tajam.

“Saya selalu menggunakan banyak waktu untuk dihabiskan dengan duduk dan berpikir. Dan itu saya lakukan hampir setiap hari. Hal ini sangat tidak biasa pada bisnis Amerika. Saya melakukannya karena saya menyukai kehidupan semacam itu,” jelas Buffett.

2. Kesabaran adalah kuncinya
Dunia di sekitar kita bergerak dengan cepat sehingga sulit kita ikuti. Wall Street Journal melaporkan, “Butuh 75 tahun bagi telepon untuk mencapai 50 juta pengguna. Sementara, Angry Birds mencapainya hanya dalam 35 hari.”

Salah satu karakteristik Buffett yang mengagumkan adalah kesabarannya. Pada 2003, dia mengatakan:

“Kami membeli sejumlah saham Wells Fargo tahun lalu. Di sisi lain, di antara enam kepemilikan besar kami pada sebuah perusahaan, kami akhirnya mengubah posisi kami di Coca Cola pada 1994, American Express di 1998, Gillette pada 1989, Washington Post 1973, dan Moody’s di 200. Para Broker tidak mencintai kami,” jelas Buffett.

Simak pula pernyataannya pada 2010:

“Kita akan membutuhkan performa yang baik dari bisnis kita saat ini dan akuisisi besar. Kita sudah bersiap. Senjata gajah kita sudah diisi, dan jari saya sudah gatal ingin menarik pelatuknya.”

Pernyataan itu bisa diartikan, saat Buffett berencana membeli bisnis dengan nilai 10 miliar dollar AS, dia bersedia menunggu hingga kesempatan datang dengan sendirinya.

3. Tak ragu memberikan pujian
Salah satu hal yang dapat dilihat dari Buffett adalah kegemarannya memuji tim manajer yang ada di sekelilingnya.

Pada 2009, misalnya, dia memuji Ajit Jain yang mengepalai Bershire Hathaway Reinsurance dan sering diperkirakan sebagai kandidat yang akan menggantikan Buffett di Berkshire. “Jika Charlie, saya, dan Ajit berada di kapal bocor, dan Anda hanya bisa menyelamatkan satu orang, selamatkan Ajit,” jelasnya.

Atau pertimbangkan pujiannya kepada Tony Nicely pada 2005:
“Pujian untuk Geico -dan CEO briliannya, Tony Nicely- untuk hasil yang mengagumkan pada sektor asuransi. Tahun lalu, Geico berhasil meningkatkan pangsa pasar, laba tinggi, dan memperkuat brand. Jika Anda memiliki putra atau cucu yang baru lahir, namakan dia Tony,” kata Buffett.

Buffett menyadari, dirinya bekerja dengan otang lain yang sama pentingnya dengan dirinya sendiri. Sehingga, di mana pun kita berada, kita harus meluangkan waktu untuk mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu kita dalam menggapai sukses.

Rekam Jejak Dan Kekayaan Pimpinan Sementara KPK

3 Pimpinan Sementara KPK : Irjen Pol (Purn) Taufiqurachman Ruki, Prof Indriyanto Seno Adji, Johan Budi SP
3 Pimpinan Sementara KPK : Irjen Pol (Purn) Taufiqurachman Ruki, Prof Indriyanto Seno Adji, Johan Budi SP

3 Pimpinan Sementara KPK : Irjen Pol (Purn) Taufiqurachman Ruki, Prof Indriyanto Seno Adji, Johan Budi SP

JAKARTA, JURNAL123.
Inilah rekam jejak dan kekayaan 3 pimpinan sementara KPK yakni Taufiequrachman Ruki, Indriyanto Seno Adji, dann Johan Budi dimana Presiden Jokowi pada hari Rabu, 18 Februari 2015 kemarin melantik sekaligus mengumumkan atas pemberhentian sementara dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, yaitu Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, juga Presiden tidak jadi melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Sebagai pengganti dari pimpinan KPK yang sekarang ini tengah tersangkut kasus pidana, akhirnya secara resmi Presiden Jokowi telah menerbitkan Keputusan Presiden terkait pengangkatan ketiga Pelaksana Tugas (plt) sementara pimpinan KPK, diantaranya Taufiequrachman Ruki, Indriyanto Seno Adji, juga Johan Budi. Inilah Profil Lengkap Taufiequrachman Ruki, Indriyanto Seno Adji, Dan Johan Budi

1. Irjen Pol. Drs. Taufiequrachman Ruki, S.H.
Beliau merupakan mantan ketua KPK pertama. Ia menjabat sebagai ketua kpk sejak tahun 2003 sampai 2007. Tercatat apabila Taufiequrachman Ruki, pernah juga menduduki jabatan strategis di pemerintahan, diantaranya ialah:

Tahun 1992-1997: Menjabat Komisi III
Tahun 1997-1999: Menjabat Komisi VII, anggota MPR RI, dan anggota tim asistensi BP-MPR RI
Tahun 1999-2000: Menjabat wakil ketua fraksi TNI Polri (Korbid Kesra)
Tahun 1999-2001: Menjabat Anggota MPR RI, Anggota Panitia Ad Hoc I Badan Pekerja MPR
Tahun 2000-2001: Menjabat Anggota DPR RI, Ketua Komisi VII. Ia juga Pernah menjadi Anggota Pansus, Anggota Tim Penyusun RUU DPR-RI.
Tahun 1974-1975: Menjabat Kapolsek Kelari Polres Karawang
Tahun 1975-1979: Menjabat Kepala subseksi Kejahatan Poltabes Bandung
Tahun 1979-1981: Menjabat Kepala Bagian Operasi Polres Baturaja
Tahun 1981-1982: Menjabat Kepala Bagian Operasi Poltabes Palembang
Tahun 1982-1984: Menjabat Wakil Kepala Kepolisian Resort Lampung Selatan
Tahun 1984-1985: Menjabat Kepala Biro Reserse Asisten Operasi Kapolri
Tahun 1985-1986: Menjabat Perwira Staf Pusat Komando
Tahun 1986-1987: Menjabat Kepala Bagian Operasi Sekretariat Deputi Operasi Kapolri
Tahun 1987-1989: Menjabat Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat Deputi Operasi Kapolri
Tahun 1989-1991: Menjabat Kepala Kepolisian Resort Cianjur
Tahun 1991-1992: Menjabat Kepala Kepolisian Resort Tasikmalaya
Tahun 1992 – : Menjabat Sekretaris Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar
Tahun 1992-1997: Menjabat Kepala Kepolisian Wilayah Malang.

Ruki terakhir berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Wilayah Malang (1992-1997).

Ia kemudian berkarir di bidang politik dengan menjadi ia menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi TNI Polri pada tahun 1992-2001 hingga menjadi Ketua KPK 2003-2007.

Pensiun dari KPK, ia menjadi Komisaris Krakatau Steel. Pada 2009, Ruki terpilih sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan menyelesaikan tugas pada 2013 lalu. Ia lalu menjabat sebagai Komisaris Bank Jabar Banten

2. Prof. Dr. Indriyanto Seno Adji, SH.MH.
– Mantan Ketua Mahkamah Agung Oemar Seno Adji.
– Hakim konstitusi pada tahun 2008
– Pengacara
– Guru Besar hukum pidana oleh Universitas Krisna Dwipayana.
– Guru Besar hukum pidana Universitas Indonesia.

Sejumlah lembaga dan organisasi kemasyarakatan menilai Indrianto memiliki enam hal yang bertentangan dengan KPK.

“Pertama, Indrianto anti-KPK karena pernah beberapa kali berupaya mengurangi kewenangan dan lingkup yurisdiksi hukum KPK melalui judicial review terhadap UU KPK mewakili koruptor,” jelas siaran tertulis atas nama Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi yang terdiri dari LBH Jakarta, Kontras, YLBHI, PUKAT-UGM, PUSAKO Unand, MAPPI FH UI, ICW, dan lain-lain.

Kedua, Indrianto pernah menjadi saksi ahli pihak Bram Manoppo yang pada saat itu Direktur Utama PT Putra Pobiagan Mandiri, dan merupakan tersangka kasus korupsi pengadaan helikopter.

Berikutnya, Indrianto juga pernah mewakili Paulus Efendi dan 31 hakim agung dalam uji materi UU melawan Komisi Yudisial untuk membatasi kewenangan pengawasan dan penjatuhan sanksi terhadap hakim agung pada Mahkamah Agung dan Hakim Mahkamah Konstitusi.

Indrianto juga dikenal kerap memberikan pendampingan terhadap kasus korupsi pejabat negara.

Ia pernah menjadi kuasa hukum bagi Abdullah Puteh, mantan Gubernur Aceh, dalam kasus pengadaan Helikopter Mi-2, dengan kerugian negara Rp13,6 miliar.

Indrianto juga pernah menjadi kuasa hukum orang yang terlibat penyalahgunaan kekuasaan oleh otoritas keuangan.

Ia pernah menjadi kuasa hukum mantan Direktur BI Paul Sutopo, Heru Supraptomo, dan Hendrobudianto di tingkat banding dan kasasi dalam hal penggunaan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) senilai Rp 100 miliar untuk mengurus UU BI maupun pemberian bantuan hukum terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, kredit ekspor, dan kasus lain.

Indrianto juga menjadi kuasa hukum atas kasus kejahatan industri ekstraktif, seperti sengketa pertambangan batubara.

Dia merupakan kuasa hukum PT SKJM dalam kasus PTUN pemberian kuasa pertambangan batubara oleh Bupati Tanah Laut kepada SKJM dalam wilayah PKP2B PT Arutmin Indonesia.

Indrianto juga pernah menjadi pembela orang yang melakukan kriminalitas berat atau pembunuhan terkait dengan kasus korupsi.

Antara lain menjadi kuasa hukum Tommy Soeharto dalam kasus kepemilikan senjata api dan bahan peledak, pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita dan buron.

Ia juga menjadi kuasa hukum bagi Abilio Soares saat menjadi terpidana pelanggaran HAM berat di Timor Timur dalam gugatan uji materi pasal 43 ayat 1 UU Pengadilan HAM pada 2004.

Terakhir, Indrianto adalah kuasa hukum mantan presiden Soeharto dalam gugatan terhadap majalah TIME Asia terkait pemberitaan tentang korupsi keluarga Cendana dalam edisi 24 Mei 1999, sekaligus mendampingi gugatan saat Soeharto dikenakan tahanan rumah oleh Kejagung.

Dia juga merupakan kuasa hukum bagi keluarga Soeharto atau Yayasan Supersemar dalam kasus gugatan perdata penyalahgunaan uang negara.

3. Johan Budi Sapto Prabowo.
Tahun 1998-2003: Menjabat Wartawan Tempo
Tahun 2003-2006: Menjabat Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK
Tahun 2006 – : Menjabat Juru bicara KPK
Tahun 2008-2009: Menjabat Direktur Pendidikan dan Pelayanan masyarakat KPK sekaligus Juru Bicara KPK
Tahun 2009-2014: Menjabat Kepala Biro Humas KPK
Tahun 2014-2015: Menjabat Deputi Pencegahan KPK
Tahun 2015 – : Menjabat Pimpinan sementara KPK.

Daftar Kekayaan.

Daftar kekayaan ini bisa diakses oleh publik dari situs resmi KPK, Kamis (19/2/2015). Namun daftar kekayaan ini minus Indriarto Seno Adji yang memang belum pernah menjadi pejabat publik yang diharuskan melapor kekayaannya ke KPK.

Taufiequrachman Ruki

Mantan Ketua KPK jilid I ini memiliki kekayaan dalam hal tidak bergerak berjumlah Rp 226,5 juta. Ruki memiliki tiga tanah dan bangunan di Tangerang. Dia punya dua mobil, Camry dan Vios yang ditaksir nilainya mencapai Rp 595 juta.

Ruki juga punya harta dalam bentu giro sebesar Rp 138,6 juta dan USD 10 ribu. Total harta yang dimiliki Ruki adalah Rp 960,14 juta plus USD 10 ribu. Daftar harta ini berdasarkan data LHKPN 2010.

Johan Budi

Mantan juru bicara KPK ini harta kekayaannya di bidang properti adalah Rp 297,18 juta. Yang terdiri dari rumah di Tangerang Selatan maupun Bogor. Johan tercatat hanya memiliki satu unit mobil Innova seharga Rp 150 juta.
Di bidang logam mulia, total harta yang dimiliki Johan adalah Rp 11,5 juta. Sedangkan di giro, Johan punya Rp 166,6 juta. Dia juga memiliki piutang sebesar Rp 120 juta. Namun punya utang Rp 350 juta. Daftar harta ini berdasarkan data LHKPN 2010.

Editor : Jimmy Endey
Sumber : Berbagai Sumber

Channel 1 Raja Televisi Apartemen

Ariesman Widjaja Dan Bambang Setiobudi Pionir PT DIP

Ariesman Widjaja Dan Bambang Setiobudi Pionir PT DIP

JAKARTA, JURNAL123.
Sebuah terobosan yang diawali denga upaya keras menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Hal ini dialami salah satu anak perusahaan Agung Podomoro Grup yang bergerak dibidang informasi teknologi yakni Channel 1 yang dijalankan PT Dian Ikrar Perkasa.

Dibawah pimpinan Ariesman Widjaja selaku Direktur Utama dan Bambang Setiobudi Madja sebagai Direktur, usaha ini terus berkembang pesat.

Sejak didirikan pada Februari 2004 PT Dian Ikrar Perkasa (DIP) telah tranformed untuk menjadi perusahaan manajemen kualitas total untuk informasi, Komunikasi dan Teknologi ( ICT ). Kami menyediakan dan mengelola jaringan konvergensi layanan TIK multi- disampaikan, seperti suara, data, video , multimedia dan internet lalu lintas di properti komersial, perumahan dan superblok.

Pada awalnya PT Dian Ikrar Perkasa menyediakan jaringan telekomunikasi dasar terutama untuk perumahan sektor / apartemen. Pada saat itu, PT Dian Ikrar Perkasa telah membuktikan diri dalam mengembangkan bisnis untuk menyediakan kebutuhan multi- layanan TIK. Sementara Dian Ikrar Perkasa Juga mengembangkan layanan baru sejalan dengan perspektif baru dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat ICT.
picture

PT Dian Ikrar Perkasa telah membangun dan pemeliharaan sebagai perusahaan manajemen ICT terutama di Agung Podomoro Group properties. Kami terus berkomitmen untuk mendukung pelanggan dalam mencapai tujuan bisnis mereka pikir penyediaan jaringan ICT dan layanan solusi. Layanan ini memanfaatkan infrastruktur menerapkan teknologi terbaru untuk keandalan yang lebih tinggi dan efisiensi . Infrastruktur-infrastruktur yang dioperasikan oleh sumber daya manusia yang mampu yang tetap etiquettest, norma dan integritas

Sebagai pusat aktivitas masyarakat urban, aktivitas penghuni/tenant di kawasan ini sangat dinamis. Beragam latar belakang budaya, suku bangsa, profesi, dan status sosial, serta aktivitas penghuni/tenant, terkadang membuat mereka tidak punya banyak waktu untuk bersosialisasi.

Karena kesibukan dan aktivitas lainnya, sering tidak semua, bahkan sebagian besar penghuni tidak sempat mengikuti kegiatan sosial antar penghuni dan antar apartemen.

Biasanya para orang tua (penghuni) yang tidak dapat meninggalkan kesibukannya hanya dapat menyuruh baby sitter-nya untuk mengantarkan putra/putri kesayangannya mengikuti perlombaan 17 Agustusan atau lomba menggambar yang diadakan oleh pengelola.

“Kemudian para orang tua hanya menerima laporan pandangan mata dari si anak atau baby sitter-nya, ‘Wah Pak – Bu, seru lho adu tarik tambangnya, si dede juara pertama lho lomba peragaan busana. Sebagai orang tua, paling-paling hanya bisa bilang wah hebat kamu ya. Tetapi para orang tua telah kehilangan moment of truth kegembiraan dan kebanggaan anak kesayangannya,” kata Adjit Lauhatta, Project Manager PT Dian Ikrar Perkasa (DIP).

Di samping itu, karena kesibukan pula, banyak penghuni/tenant menjadi “miskin” informasi, terutama yang berkaitan dengan masalah pemenuhan kebutuhannya sehari-hari.

Misalnya restoran-restoran yang menyajikan makanan favoritnya, sekolah yang cocok dan dekat untuk buah hatinya, agenda kegiatan komunitasnya, serta informasi-informasi penting lainnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pengelola ICT (Information and Communication Technology) Podomoro City yaitu PT Dian Ikrar Perkasa (PT DIP) bersama APL (Agung Podomoro Land) developer Podomoro City, telah memasang sistem CATV (Cable TV) di setiap unit apartemen di Podomoro City dan juga di Hotel Pullman, serta secara terbatas di Central Park Mall, APL Tower dan GSA, total terdapat hampir 10.000 home passes.

Selanjutnya, PT DIP melakukan kerjasama dengan Telkomvision dan Indovision, semua saluran tersebut telah dialiri setidaknya 60 channels siaran TV yang sudah dapat dinikmati oleh seluruh penghuni/pelanggan kawasan Poci.

Adjit mengatakan, PT DIP memandang, Podomoro City yang memiliki karakteristik sebagai Hyperblock, jelas sangat memerlukan suatu sarana komunikasi yang efektif antara pengelola/Property Management Podomoro City yaitu PT PBI dengan penghuni, para pedagang yang membuka usahanya perlu mempromosikan keberadaannya dan dagangannya kepada penghuni apartemen yang sama dan kepada penghuni apartemen lain.

Para retailer Central Park Mall juga membutuhkan media untuk mempromosikan dagangannya atau jika mereka mengadakan sales, kepada semua penghuni apartemen yang jumlahnya puluhan ribu dengan cara yang cepat dan efektif.

“Dalam pengelolaan properti berskala Hyperblock, pengelolaan masalah komunikasi sangat urgent. Untuk itu, Property Management memerlukan satu media yang efektif dan efisien yang dapat menjangkau semua penghuni/tenant. Inilah yang melatarbelakangi PT PBI, melalui PT DIP meluncurkan satu program channel khusus yang kami namakan Channel 1,” jelas Adjit.

Channel 1 sendiri merupakan in-house channel dari Inner City Community Channel (ICCC) yang menyajikan informasi-informasi tentang kuliner (restoran), program diskon, pengenalan produk, event-event dan publikasi property Hyperblock Podomoro City.

Podomoro City memiliki basis komunitas aktif yang besar seperti dengan jumlah unit apartemen mendekati 10,000 unit, sehingga minimal ada 20,000 orang yang beraktivitas (menghuni) secara aktif di situ, dan ini belum termasuk perkantoran, mall dan lain-lain, serta dengan demografi yang kurang lebih sama.

“Cara paling efektif adalah dengan cara broadcasting, dengan memanfaatkan jaringan CATV, di mana informasi disampaikan melalui gambar hidup/video, suara dan tulisan, seperti televisi, dalam hal ini distribusinya memanfaatkan jaringan CATV yang sudah tersambung ke seluruh unit,” tutur Adjit.

Channel 1 yang digagas PT DIP, kata Adjit adalah solusi yang tepat, praktis, efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhkan komunikasi massal tersebut.

Channel 1 merupakan community channel dari, untuk dan oleh komunitas Podomoro City, yang tidak dapat diakses oleh pihak lain yang tidak mempunyai sambungan fisik ke sistem CATV.

“Bahkan Channel 1 ini memiliki keunggulan, di mana masing-masing gedung juga masih dapat dilakukan pemisahan content, sehingga informasi yang tidak bersangkutan dengan gedung tertentu, tidak disalurkan ke gedung tersebut,” ungkapnya.

Sebagai media komunitas Hyperblock, maka salah satu content andalan dari Channel 1 adalah liputan dari kegiatan-kegiatan yang diadakan dalam komunitas Podomoro City.

Agar selalu up date dengan perkembangan yang terjadi, crew Channel 1 akan selalu standby meliput kegiatan penghuni misalnya kegiatan perayaan hari-hari raya Paskah, Lebaran, Natalan, peringatan HUT RI, perlombaan-perlombaan, hari krida/kerja bakti dan lain-lain.

Inilah pusat informasi PT DIP
Mediterania Garden Residences I
Azalea Tower 2nd
Jl. Tanjung Duren Raya Kav 5-9
Jakarta Barat 11470 Indonesia
Tlp : 021-30047790
support@ptdip.co.id

Editor : Jimmy Endey

Terlalu Vokal Hatta Ali Nyaris Dikeluarkan di Unair, Kini Ketua MA

prof-hatta-ali

SURABAYA, JURNAL123.
Ternyata Ketua Mahkamah Agung (MA) M Hatta Ali nyaris dikeluarkan alias drop out (DO) saat kuliah di Fakultas Hukum Unair sekitar tahun 1970-an silam.
Ceritanya begini selama menempuh kuliah di Unair, aktivitas Hatta sangat padat. Dia dikenal sebagai aktivis yang kerap mengkritisi kebijakan kampus serta menjadi anggota majelis permusyawaratan mahasiswa Unair. Hatta bahkan pernah mendatangi Wakil Rektor III untuk menuntut uang kuliah (SPPD) diturunkan. Dia juga sempat memprotes kebijakan kampus dalam mengirimkan mahasiswa ke forum internasional. Begitu vokalnya, Presiden Asean Law Association ini hingga diancam akan dikeluarkan (drop out) dari Unair jika tidak menyelesaikan kuliah tahun itu. Ancaman ini membuatnya keder juga karena tekad awalnya dia harus pulang membawa gelar sarjana.
“Apa kata orang kalau di tahun terakhir saja saya tidak lulus. Jadi saya terpaksa mengebut dan akhirnya bisa selesai tahun Itu juga,” urainya.

Meski demikian dia juga pernah membawa harum nama Unair dalam kejuaraan karate nasional. Setelah 38 tahun berlalu, almamaternya itu dengan bangga menganugerahinya sebagai guru besar Ilmu Hukum, Sabtu (31/1/2015).
Sapaan profesor masih asing bagi Hatta Ali, meski pengukuhannya tinggal menghitung jam. “Rasanya di telinga kok belum terbiasa dipanggil profesor,” aku hakim agung kelahiran Parepare, 7 April 1950 saat jumpa pers di ruang Kahuripan, Kantor Manajemen Unair, Jumat (30/1/2015).
Dia mengakui menjadi guru besar tidak pernah terlintas di benaknya. Bermimpi pun tidak.
“Jangankan profesor, bergelar doktor saja saya tidak pernah menyangka. Pokoknya yang penting sarjana sudah cukup,”sebut doktor ilmu hukum, Universitas Padjajaran, Bandung tersebut.
(TRI)

Inilah Sosok Bambang Widjojanto

Wakil-Ketua-kpk-bambang-widjojanto1

JAKARTA, JURNAL123.
Bambang Widjojanto nama yang sempat mengemuka diberbagai media beberapa hari belakangan ini. Pria yang menjabat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini sempat menggemparkan saat ditangkap Tim Bareskrim Mabes Polri ketika mengantarkan anaknya pada Jumat (24/01/2015) pagi. Heboh penangkapannya bukan karena tuduhan pidana yang didasarkan padanya namun karena situasi dan momentum disaat perseteruan antara Mabes Polri dengan KPK yang telah menetapkan tersangka Calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Ditambah lagi proses penangkapan yang luar biasa berlebihan dengan memborgol tangan salah satu pimpinan KPK.
Meski pada Sabtu (24/01/2015) dini hari tepatnya pukul 1.30 WIB Bambang Widjojanto dibebaskan dengan dasar penangguhan penahanan namun peristiwa yang menggemparkan Indonesia ini sepertinya belum berakhir.

Siapakah sebenarnya Bambang Widjojanto? Inilah sekilas jati diri Wakil Ketua KPK ini :

Sejak 16 Desember 2011, Doktor Ilmu Hukum, Lulusan Universitas Padjadjaran, Bandung, tahun 2009 ini memegang jabatan sebagai Wakil Ketua KPK. Kabar penangkapan Bambang ini tentu memunculkan spekulasi baru terkait perseteruan antara dua institusi penegak hukum di Indonesia, Polri, dan KPK.

Siapa Bambang Widjojanto? Selama ini Bambang dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana. Salah satu bentuk kesederhaan itu dilakukannya dengan memilih naik kereta api untuk berangkat ke kantor KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dari rumahnya di Depok, Jawa Barat.

Topi dan kacamata menjadi benda andalan untuk menyamarkan wajahnya saat naik kereta api. Dengan kesederhanaan itu pula, Bambang yang akrab disapa BW dikenal menjaga integritas sebagai penegak hukum pemberantasan korupsi.

Mengenai kemampuan di bidang hukum, BW tak diragukan. Saat seleksi pimpinan Komisi KPK, BW mendapat nilai 10 (skala 1-10) untuk aspek integritas dan kemampuan, dari salah satu anggota panitia seleksi.

Sebelum menjadi Wakil Ketua KPK, Bambang adalah advokat, dia menangani berbagai kasus, termasuk kasus kriminalisasi pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto.

Dia juga pernah memimpin Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, serta menjadi salah satu pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) dan Indonesia Corruption Watch (ICW).

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta, ini cukup lama berkiprah di YLBHI, dimulai tahun 1984. Tak hanya di Jakarta, Bambang juga mengabdikan dirinya untuk LBH Jayapura, tahun 1986-1993.

Data Pribadi:
Nama Lengkap: Bambang Widjojanto
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 18 Oktober 1959
Agama: Islam
Jabatan: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (16 Desember 2011-2015)

PENDIDIKAN :

– SD, Jakarta (1973)
– SMP, Jakarta (1976)
– SMA, Jakarta (1979)
– S-1, Fakultas Hukum, Universitas Jayabaya, Jakarta (1985)
– S-2, Pascasarjana dari The School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London (LLM) (2001)
– S-3, Ilmu Hukum, Universitas Padjadjaran, Bandung (2009)
Khusus :
– Internship Programme oleh Asia Watch, New York (1992)
– Kursus Asisten Advokat Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) (1993)
– Internasional Courses of Human Rights Law, Belanda (1995)

PERJALANAN KARIER :
Pekerjaan :
– Senior Partner di Widjojanto, Sonhaji & Associates (WSA Law Office) (2004)
– Staf Litigasi LBH Jakarta (1984-1986)
– Menangani kasus Tanjung Priok, dan lain-lain, Jakarta (1984-1985)
– Menangani kasus-kasus subversi (salah satunya kasus proklamasi kemerdekaan Republik Melanesia Barat (1986-1993)
– Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jayapura (1986-1993)
– Staf Litigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jayapura (1986 – 1996)
– Direktur Operasional Yayasan LBH Indonesia (1993-1998)
– Penasihat Hukum dalam kasus Kedung Ombo, Kasus Singosari, Kasus Mahasiswa Kelompok 21, Kasus gugatan, Malang (1994)
– Penasihat Hukum dalam gugatan Dep. Tamben, Kasus dana reboisasi, kasus Menwa, Kasus AJI, Kasus EDP (1995)
– Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1999 (1999)
– Ketua Dewan Etik Indonesian Corruption Watch (1999)
– Koordinator pada Program Konstitusi dan Pemilu Cetro (2001)
– Partnership – Konsultan di Bidang Anti Korupsi (2002)
– Penasihat di Bidang Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Sipil dan Demokrasi Yayasan TIFA (2002-2003)
– Penasihat Hukum di Pengadilan Tinggi Jakarta Utara (2002)
– Partnership – Penasihat di Bidang Pemilu (2002)
– Senior Partner di Widjojanto, Sonhaji & Associates (WSA Law Office) (2004-2012)
– National Legal Advisor di Partnership for Governance Reform (2005-2012)
– Anggota Komite Nasional Kebijakan Governance (2008-2012)
– Anggota Komisi Hukum Kementerian BUMN (2008-2012)

Pemerintahan :
– Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (2011-2015)

KEGIATAN LAIN :
– Penulis di berbagai media (termasuk isu antikorupsi)
– Anggota Gerakan Anti Korupsi (Garansi)
– Anggota Koalisi untuk Pembentukan UU Mahkamah Konstitusi
– Anggota Tim Legal Standing untuk Gugatan SP3 Kejaksaan Agung Kasus Texmaco
– Tim Eksaminasi kasus Djoko Tjandra yang dibentuk ICW
– Anggota Tim Gugatan Judicial Review untuk kasus Release and Discharge yang dibentuk oleh Koalisi Anti Korupsi
– Anggota Tim Eksaminasi kasus Timbul Silaen yang dibuat oleh Masyarakat Pemantau Peradilan (MAPPI) UI
– Anggota Tim Pembentukan Regulasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwas Pemilu)
– Anggota Tim Eksaminasi kasus Tommy Suharto yang dibuat oleh ICW
– Anggota Koalisi Pembaruan UU Pemilu dan Partai Politik
– Anggota Koalisi Pembentukan UU Mahkamah Konstitusi
– Anggota Koalisi Komisi Konstitusi untuk Konstitusi Baru
– Sekretaris Eksekutif Alert Committee LSM, Irian Jaya (1990-1991)
– Ketua Steering Committee Forum Kerjasama LSM, Irian Jaya (1992-1994)
– Peserta Seminar Hak Asasi, Canada (1993)
– Kepala Divisi Hak Sipil dan Politik serta kepala Divisi Pertahanan YLBHI (1993-1994)
– Peserta Seminar Lingkungan, Manila (1994)
– Pemrakarsa Konsorsium Pembaruan Agraria (1994)
– Ketua Dewan Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (1996)
– Pendiri Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) (1996)
– Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta Tim ini bekerja dalam rangka menemukan dan mengungkap fakta, pelaku, dan latar belakang peristiwa 13-15 Mei 1998 (1998)
– Anggota Dewan Etik Indonesian Corruption Watch (ICW) (1998)
– Pendiri LeIP (1999)
– Pendiri Voice of Human Rights (VHR) (1999)
– Pendiri Komisi untuk Orang Hilang (Kontras) (1999)
– Pendiri Indonesian Corruption Watch (ICW) (1999)
– Pendiri Indonesia Court Monitoring (2000)
– Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan DPP Ikadin (2000-2001)
– Fasilitator Forum Baku Bae (2001)
– Wakil Ketua Umum DPP Ikadan Advokat Indonesia (Ikadin) (2003)
– Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (2011-2015)

PENGHARGAAN :
– Menerima Sertifikat Amdal A (1987)
– Menerima Lisensi sebagai Advokat Mahkamah Agung (1988)
– Menerima Robert Kennedy Human Rights Awards Washington DC (1993)

KASUS :
– Kasus: Menangani kasus Tanjung Priok dan lain-lain (1984)
– Kasus: Menangani kasus-kasus Subversi di Irian (salah satunya kasus Proklamasi Kemerdekaan Republik Melanesia Barat oleh DR Thomas Wanggai), kasus-kasus Pertanahan (khususnya masalah tanah adat di Irian Jaya) (1986)
– Kasus: Kasus Gugatan Dep.Tamben, Kasus dana Reboisasi, Kasus Menwa, Kasus AJI, Kasus KDP, Gugatan Pencekalan dan Recalling Sri Bintang Pamungkas (1994)
– Kasus : Penasihat Hukum dalam Kasus Kedung Ombo, Kasus Singosari, Kasus Mahasiswa Kelompok 21, Kasus Gugatan Reboisasi, Kasus Timtim di Malang (1994)

KELUARGA :
– Sari Indra Dewi (Isteri)
– Anak (4)