Category Archives: Profil

Sang Idealis Rahman Tolleng Meninggal

Aktivis Demokrasi Rahman Tolleng

Jurnal123.com – Aktivis Demokrasi, Rahman Tolleng, meninggal pada Selasa, 29 Januari 2019 pagi pukul 05.25 di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta. Berdasarkan pesan berantai di jejaring WhatsApp, Rahman Tolleng akan dibawa ke rumah duka di Jalan Cipedes Tengah 133, Bandung, Jawa Barat.

Sejumlah tokoh mengucapkan duka atas meninggalnya Rahma Tolleng. Lewat akun twitternya, Goenawan Mohamad menulis, “Rahman Tolleng, aktivis Gerakan Mahasiswa Sosialis (GMSos) sejak akhir tahun 1950-an meninggal pagi ini di Jakarta. Pejuang demokrasi yang konsisten, tanpa pamrih, berkali-kali gagal — tanpa putus asa. Sahabat yang tak selamanya sepaham.”

Kemudian, ucapan senada juga disampaikan Ulil Abshar Abdalla. Ia menulis, “Kabar duka pagi ini: Rahman Tolleng, salah satu tokoh penting angkatan 66, wafat jam 5-an. Ikut berduka yg mendalam. Saya mulai bersahabat dengan sosok yg tajam pandangan-pandanganya ini ketika mengikuti pertemuan mingguan Forum Demokrasinya Gus Dur di tahun 90an.”

Terakhir, Chatib Basri pun mengucapkan duka. Lewat Twitter, ia menulis “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Duka yang amat dalam pagi: telah meninggal dunia sahabat, kakak dan guru saya A. Rahman Tolleng. Nama yang akan tercatat dalam sejarah politik Indonesia. Saya akan selalu kenang, diskusi dan obrolan politik kita. Selamat jalan Bos.”

Jejak Aktivis Demokrasi

Rahman Tolleng dikenal sebagai politikus idealis. Dorongan berpolitiknya datang dari rasa keindonesiaan yang bersemi ketika dia masih duduk di kelas 3 sekolah dasar di Watampone, Sulawesi Selatan di penghujung 1945. Hampir setiap petang, bersama teman sepermainannya, ia mengintip sekelompok anak muda berlatih baris-berbaris di jalan raya. Mereka mengenakan pakaian putih dengan emblem merah-putih tersemat di dada.

Semasa hidup, Tolleng pernah menjabat sebagai Direktur Penerbitan Grafiti Pers pada 1991. Adapun dalam karir politiknya, Tolleng pernah menjadi anggota DPR Gotong Royong (DPRGR)/Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada 1968-1971. Kemudian menjadi anggota DPR/MPR pada 1971-1974.

Pria kelahiran Sinjai, Sulawesi Selatan, 5 Juli 1937 itu dicari-cari di era Orde Lama karena memprotes Dekrit Presiden Soekarno. Sesudah G-30-S, ia menggerakkan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia di Bandung, dan ikut memprakarsai penerbitan tabloid Mahasiswa Indonesia pada 1966.

Menjelang pemilu 1971, putra saudagar dan pelaut Bugis ini terlibat dalam proses transformasi Sekretariat Bersama Golkar menjadi Golongan Karya. Karir politiknya maju pesat. Peristiwa Malari, 15 Januari 1974, menjadi titik balik baginya.

Ia dianggap terlibat dalam demonstrasi menentang kedatangan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka. Tolleng ditahan bersama sejumlah intelektual dan pemimpin mahasiswa masa itu. Meski akhirnya dibebaskan, ia mulai terpinggirkan dari pentas politik. Bahkan, ia di-recall sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan kehilangan jabatan di Dewan Pimpinan Pusat Golkar.

Pada awal 1990-an, bersama Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan sejumlah tokoh lain, Rahman Tolleng ikut mendeklarasikan Forum Demokrasi yang mengajukan Gus Dur sebagai calon presiden alternatif menggantikan Soeharto. Gus Dur akhirnya menjadi presiden, tapi Forum menghilang. Bagi ayah dua anak ini, usia bukan rintangan untuk tetap giat di dunia politik.(TEM)

Perjuangan Hidup Eka Tjipta Widjaja, Berawal dari Jualan Biskuit dan Permen Keliling

Selamat Jalan Eka Tjipta Wijaya

Jurnal123.com – Kabar duka menyelimuti dunia usaha Indonesia. Pengusaha Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada Sabtu malam (27/1/2019) di Jakarta pada usianya yang ke-98.

Pria yang memulai bisnisnya di Makassar itu menorehkan sejarah besar di dunia bisnis sebagai pendiri Sinar Mas.

“Telah meninggal dunia pendiri Sinar Mas Bapak Eka Tjipta Widjaja pada usia 98 tahun. Pada pukul 19.43 WIB, Sabtu, 26 Januari 2019. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto,” ujar juru bicara Grup Sinar Mas, Gandhi Sulityanto, Minggu, 27 Januari 2019.

Eka Tjipta Widjaja masuk ke dalam orang terkaya nomor tiga di Indonesia dalam perhitungan akhir tahun 2018 oleh Majalah Forbes. Kekayaannya tercatat mencapai USD 8,6 miliar atau Rp 121,1 triliun.

Kesuksesan Eka Tjipta Widjaja sebagai pendiri Sinar Mas, tidak langsung melewati perjalanan yang singkat. Banyak lika-liku kehidupan yang ia hadapi sejak masih muda.
Berikut perjuangan hidup Eka Tjipta Widjaja yang berhasil dirangkum, Minggu (27/1/2019) dari berbagai sumber.

Eka Tjipta Widjaja asli Tiongkok yang merantau

Menurut informasi dari Gandhi, Eka Tjipta dilahirkan dari keluarga miskin di Fujian, daerah yang terletak di Republik Rakyat Tiongkok.

Pada tahun 1931, bersama ibunya dia melakukan migrasi ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk menyusul ayahnya yang terlebih dahulu migrasi, dikutip dari Merdeka.com, Minggu (27/1/2019).

Dalam usia 9 tahun ia merantau ke Indonesia, bersama sang ibu menyusul ayahnya yang sudah terlebih dahulu memiliki toko kecil di Makassar.

Dua tahun membantu ayahnya, toko yang mereka jalani berkembang maju dan mampu membayar hutang. Penghasilan yang sudah cukup membaik, membuat Eka ingin bersekolah.

Masa muda Eka Tjipta Widjaja yang penuh perjuangan

Hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga sekolah dasar, ia tidak melanjutkan pendidikannya lagi karena masalah ekonomi. Masalah hutang oleh rentenir masih menjadi beban bagi keluarganya.

Ia mulai berjualan keliling di kota Makasar dengan sepedanya. Berjualan dari pintu satu ke pintu yang lain, ia menawarkan permen, biskuit dan barang lainnya di toko milik ayahnya.
Menginjak usia 15 tahun, ia menjadi pemasok kembang gula dan biskuit dengan sepedanya yang melewati hutan-hutan karena jalanan tidak sebagus saat ini. Hasil yang ia dapat hanya sebesar Rp 20.

Saat semua berjalan lancar, ia mampu membeli becak agar barang muatannya semakin banyak. Sayangnya tak berapa lama Jepang datang ke Makassar sehingga usahanya hancur total dan ia menganggur .

Saat ia mencari harapan, ia berkeliling kota Makasar dan sampai di Paotere. Sebuah tempat di pinggir Makassar pangkalan kapal untuk ke Jawa. Ia melihat banyak barang-barang dan bahan pokok yang diangkut serta banyak tentara Jepang yang menjaga.
Akhirnya ia memiliki ide untuk berjualan makanan dan minuman untuk para tentara di kawasan itu.

Sejak saat itu ia mulai berjualan bahan-bahan pokok seperti terigu, arak Cina bahkan semen. Ia juga mulai berlayar ke Selayar (Sulawesi Selatan) untuk mencari bahan-bahan yang bisa dijual.

Menjadi pengusaha di berbagai bidang

Bisnis kelapa sawit
Setelah Jepang mengeluarkan aturan tentang jual beli minyak kelapa, ia sempat rugi besar. Tahun 1980, ia membeli sebidang perkebunan kelapa sawit di Riau dan pabrik beserta mesinnya. Selang setahun bisnisnya berjalan lancar dan ia membeli perkebunan the sekaligus pabriknya.
Bisnis perbankan, kertas dan properti
Ia mulai merintis bisnis bank. Eka membeli Bank Internasional Indonesia yang kemudian berkembang pesat hingga memiliki 40 cabang yang dulunya hanya 2 cabang saja. Aset yang ia dapat mencapai Rp 9,2 triliun. Ia kemudian membeli PT Indah Kiat sebuah pabrik kertas.

Bisnis Sinar Mas

Semua usaha yang dirintisnya tersebut di bawah naungan kelompok usaha Sinar Mas.

Tepat pukul 19.43 WIB pada usia 98 tahun, Eka Tjipta Widjaja konglomerat Sinar Mas Group meninggal dunia karena faktor usia.

“Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Gatot Subroto Jakarta,” kata Gandhi Sulistyanto, Minggu (27/1/2019).

Ia akan dimakamkan di makam keluarganya di Karawang, Jawa Barat, pada 2 Februari 2019 mendatang.
 

Polri : Tabloid Barokah Terkait Kaidah Jurnalistik Penilaiannya di Dewan Pers

Tabloid Indonesia Barokah

Jurnal123.com – Hadirnya tabloid Barokah yang sempat dipertanyakan berkaitan dengan pemberitaan, melihat hal itu dikomunikasi dengan Dewan Pers yang  menilai karya jurnalistik dengan kaidah jurnalistik. Apa bila ada pelanggaran hukum  kita tunggu rekomendasi  kepada aparat hukum.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol  Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (24/1)2-19 mengatakan  untuk tabloid Barokah hasil komunikasi saya dengan Stanley (Ketua Dewan Pers, red) ada dua prespektif, pertama dari Dewan Pers sudah mendapat pengaduan langsung dari Bawaslu, dimana Bawaslu  mengadukan tentang pemberitaan yang dilakukan oleh Tabloid Barokah. “Kemudian dari Dewan Pers akan melakukan asesment terlebih dahulu karena Dewan Pers memiliki kompotensi untuk menilai karya jurnalistik ini sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik  atau ada pelanggaran hukumnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan nanti kalau ada pelanggaran hukumnya seperti kasus terdahulu itu. Nanti  dari Ketua Dewan Pers akan memberikan rekomedasi kepada aparat penegak hukum .”Dalam hal ini Polri namun kalau isi dari tabloid Barokah itu narasi-narasinya sangat ke ndatl dan merugikan kedua pasangan calon  nanti diserahkan ke Bawaslu dulu,”  tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan Bawaslu rekom dari Tabloid Barokah pelanggaran-pelanggarannya apa saja , pelangaran yang jelas dan pelanggaran pidana ini mulai dari pencemaran nama baik kemudian penghinaan dan yang lain sebagainya nanti esesment oleh Bawaslu.”Sedalam di esesment apakah itu satu bentuk pelanggrana pemilu atau tindak pidana pemilu. Kalau nanti masuk dalam pidana Pemilu  nanti akan diserahkan ke Gakumdu dari situ ada Polri, ada Kejaksaan dan ada Bawaslu untuk menyelesaikan kasus ini,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Dedi merinci  Jadi kasus ini masih berproses dulu di dewan Pers.” Karena Dewan Pers yang berkompoten untuk mengakses dan menilai serta menganalisa berita-berita yang ditampilkan Tabloid Barokah,’ rincinya.

Ketika ditanya apakah ada yang melaporkan sampai saat ini, Dedi menandaskan belum , ada pasangan calon melaporkan tetapi tidak ke Polri tetapi ke Bawaslu dulu, Nanti Bawaslu membuat laporan ke pada pak Stenly Dewan Pers.” Sekarang Dewan pers sudah menerima  beberapa media yang dilaporkan oleh Bawaslu nanti pasangan calon tim pemenangan itu  masih di esesment dahulu. Nanti dilihat dahulu dicek dahulu . Oh ini bukan rana Baswaaslu oh ini Pidana umum nanti diserahkan kepada Polri dan kita akan menangani,” tandasnya.  . 

Disingung sampai saat ini tidak ada campur tangan Polri, Dedi membeberkan belum – belum. Saya masih berkomunikasi dengan Dewan Pers. 

Tetapi ada informasi tim di datangkan dari Jakarta Selatan, baru disebarkan di Jawa Tengah., nah itu saya belum tahu. ” Ada beberapa refrensi-refrensi yang dia dapat dari beberapa media menstrim , kemudian dari juga mediainvestigasi dari beberapa media dimasukan juga ke dalam narasi itu. ya sebagaian besar ke Jawa Tengah.ini informasinya,” bebernya. (Vecky Ngelo)

Jurubicara MA Baru : Tanggungjawab Dan Dedikasi Adalah Aktualisasi Menjalankan Amanah

Juru Bicara MA Dr H Andi Samsan Nganro SH, MH

Jurnal123.com – Menyusul pengangkatan YM. H. Suhadi, S.H., M.H., sebagai Ketua Kamar Pidana pada bulan Oktober lalu, Mahkamah Agung telah menunjuk DR. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M. H sebagai Juru Bicara.

Pengangkatan yang tertuang dalam Surat Ketua Mahkamah Agung Nomor 279/KMA/SK/XII/2018 tersebut diumumkan langsung oleh Ketua Mahkamah Agung, YM. Prof. DR. H. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H ketika menyampaikan pidato Refleksi Akhir Tahun Mahkamah Agung 2018, Kamis (27/12/2018) di Jakarta.

Menyikapi penunjukannya tersebut, Andi Samsan Nganro saat ditemui di ruangannya, menyatakan akan berusaha menjalankan amanah jabatan tersebut dengan baik. “Tugas juru bicara itu mengkomunikasikan langkah-langkah dan kebijakan lembaga kepada masyarakat,” ujarnya menjelaskan.

Andi berupaya menjalankan amanah yang diberikan dengan tulus dan berdedikasi serta bertanggungjawab

Kebijakan-kebijakan tersebut meliputi regulasi, penataan manajemen, pembinaan, dan pengawasan yang dilakukan oleh Mahkamah Agung terhadap aparatur dan badan-badan peradilan yang ada dibawahnya.

Selain itu, lanjut Andi, ia diharapkan dapat menginformasikan capaian-capaian serta keberhasilan lembaga yang perlu diketahui oleh masyarakat. Informasi dari sumbernya oleh Andi diyakini dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap suatu lembaga. Selain memiliki kejelasan, akurasinya pun dapat dijamin.
Kendati demikian, informasi yang tidak akurat pun dapat mempengaruhi persepsi terhadap lembaga. Karena itu, sebagai juru bicara, ia akan berusaha untuk meluruskan dan menempatkannya secara proporsional.
Dalam melaksanakan tugasnya sebagai juru bicara, Andi pun menyadari tantangan yang mungkin akan dihadapinya, terutama dari sisi media yang lebih cenderung pada pemberitaan yang tidak terlalu positif. Kendati demikian, ia berjanji akan bersikap terbuka dan bekerja sama dengan media. “Bagaimanapun, kita perlu menginformasikan hal-hal yang perlu diketahui oleh masyarakat dan media juga memerlukan informasi,” jelas mantan Ketua PN Jakarta Selatan itu.
Hal lain yang dipandang perlu untuk disampaikan kepada publik, lanjut Andi, adalah keadilan yang dihasilkan oleh para Hakim Agung melalui putusan-putusannya. “Agar masyarakat memahami, bagaimana keadilan itu diproses dan bagaimana konsepsinya,” sambung Andi.

Bermodalkan Pengetahuan Dunia Jurnalistik Dan Mengikuti Jejak Pendahulu

Bagi Andi Samsan Nganro, menjadi juru bicara bukanlah hal yang baru. Setidaknya, ia pernah menjadi juru bicara saat masih menjadi hakim di pengadilan tingkat pertama dan pengadilan tingkat banding.

Kasus-kasus yang pernah dikomunikasikannya juga banyak menarik perhatian publik, seperti kasus Akbar Tanjung dan Antasari Azhar. Pengalaman-pengalamannya ini setidaknya menjadi modal untuk menjalani perannya sebagai juru bicara.

Pengalaman lainnya, lanjut Andi, adalah pengetahuannya tentang media dan industri media. “Meskipun saya tidak berani mengklaim diri sebagai pengamat pers, setidaknya saya tahu bagaimana liku-liku kehidupan pers, bagaimana sebuah berita diliput sampai disuguhkan kepada publik pembaca,” urai mantan juru bicara PN Jakarta Pusat tersebut.

Pengetahuan lain yang tidak bisa dilepaskan juga, menurut Andi, adalah contoh-contoh yang ditunjukkan oleh pendahulunya, YM. H. Suhadi, S.H., M.H. Menurutnya, sebagai juru bicara, Suhadi telah melakukan tugasnya dengan baik dalam mengkomunikasikan eksistensi lembaga. “Saya mengamati langkah-langkah yang telah ditempuh oleh Pak Suhadi dan saya patut meniru keberhasilan beliau,” lanjutnya.

Dengan ketiga modal tersebut, Andi optimis dapat mengemban amanah yang diberikan kepadanya. “Insya Allah saya bisa meneruskan dan mempertahankan apa yang dilakukan oleh pendahulu,” pungkasnya.

Selamat menjalankan tugas dan amanah pak Andi!

Sumber : Humas MA (M.Noor)
Editor : Jimmy Endey

Kapolda Metro Lantik Kombes Roycke Langie Menjadi Direskrimum

Kombes Pol Roycke Harry Langie Menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya


Jurnal123.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis, melantik dua pejabat yakni Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, hari ini.

“Telah dilaksanakan upacara serah terima jabatan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya dan Dansat Brimob Polda Metro Jaya yang dipimpin bapak Kapolda Metro,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (28/11).
Dikatakan, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) yang sebelumnya dijabat Komisaris Besar Polisi Nico Afinta diserahterimakan kepada Komisaris Besar Polisi (Kombes) Roycke Harry Langie. Nico sendiri mendapat promosi jabatan sebagai Karo Binopsnal Bareskrim Polri.

“Sementara, jabatan Dansat Brimob Polda Metro Jaya diserahterimakan dari Kombes Pol Edi Mardianto kepada Kombes Pol Ramdani Hidayat,” ungkapnya.

Menurutnya, serah terima jabatan dilaksanakan berdasarkan keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor: KEP/1730/XI/2018, tanggal 9 November 2018 dan KEP/1797/XI/2018, tanggal 17 November 2018, tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri.(BES)

Grand Master Taekwondo Indonesia Lioe Nam Khiong Masuk Pengurus WTF

Grand Master Lioe Nam Khiong (kanan) dengan Presiden WTF Dr.Choue Chung Won. [Istimewa]

Jurnal123.com – Pemegang Sabuk Dan IX Kukkiwon Grand Master Lioe Nam Khiong dipercaya duduk di Kepengurusan World Taekwondo Federation (WTF) atau organisasi Taekwondo dunia.

Berdasarkan situs worldtaekwondo.org, Grand Master Lioe Nam Khiong duduk sebagai Vice Chairman Marketing. Ia bersama presiden Taekwondo Singapura Milan Kwee yang duduk sebagai Chairman.

Ketika dikonfirmasi Grand Master Lioe Nam Khiong membenarkan , dirinya duduk di kepengurusan WTF. “Ya saya sekarang duduk di WTF atas permintaan presiden WTF
Dr. Choue Chung won,” kata Lioe Nam Khiong seperti dilansir Suara Pembaruan.

Kedekatan Lioe Nam Khiong dengan Presiden WTF Dr.Choue Chung Won sudah menjadi rahasia umum di kalangan pelaku Taekwondo Internasional. Bahkan Presiden WTF Dr.Choue Chung Won sempat berkunjung ke Indonesia bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Games.

” Kalau hubungan pribadi Lioe Nam khiong dengan Dr.Choue sangat erat sekali jadi sangat wajar jika lioe nam khiong diminta duduk di WTF ,” ujar Sekjen UTI Pro Lam ting.

Sementara Dr.Chou Chung Won dalam surat elektroniknya menyebutkan,Lioe Nam Khiong adalah figur yang tidak bisa dipisahkan dengan Taekwondo.” Saya sangat mengapresiasi dedikasi anda terhadap perkembangan olahraga Taekwondo di Indonesia khususnya dan di level Dunia pada umumnya ,” kata Dr. Choue.

Grand Master Lioe Nam Khiong merupakan Taekwondoin Indonesia Pertama Yang Diangkat di kepengurusan World Taekwondo Federation, sebagai Vice Chairman Wakil Ketua di Marketing Committee World Taekwondo Federation.

Lioe Nam Khiong kelahiran 1 Juli 1956, Peraih DAN IX Kukkiwon Pertama di Indonesia. Ia menekuni Taekwondo Sejak Tahun 1972, dan Pernah Menjabat di PTI (Persatuan Taekwondo Indonesia) Sebagai Ketua Komisi Teknik.

Ia juga merupakan Pendiri Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) dan Universal Taekwondo Indonesia UTI Pro. Di Kepengurusan PB T.I 2007-2011 ketika mengemban tugas Wakil Ketua Umum , berperan besar atas sukses Indonesia meraih 6 emas di Sea Games 2011 Jakarta -Palembang.(SUP)

Hayatun Nufus AM. Keb Caleg Nomor Urut 8 PPP : Amanah, Jujur, Terpercaya dan Jadi Aspirasi Masyarakat

Hayatun Nufus AM. Keb Caleg Nomor Urut 8 PPP

Jurnal123.com – Tangerang. Bertekad menjadi Wakil Rakyat Perempuan Asli Tangerang, Hayatun Nufus AM.Keb,  sebagain Caleg No.8 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menasbihkan dirinya sebagai aspirator yang amanah, jujur, dan terpercaya untuk 1,6 juta masyarakat Kota Tangerang, demikian tegasnya saat ditemui dalam sebuah perbincangan dengannya.

“Saya warga asli Tangerang. Dari kecil hingga besar tinggal di sini. Saya ingin menjadi puteri daerah yang mengembangkan dan meningkatkan daerah saya, Tangerang, untuk menjadi lebih baik lagi. Karena selama ini belum pernah ada anak daerah asli saya yang menjadi anggota legislatif,” ungkapnya penuh tekad.

Amanah, Jujur, Terpercaya dan Jadi Aspirasi Masyarakat

Perempuan kelahiran Tangerang, 1 Desember 1988 ini, mewakili Daerah Pemilihan 1 (Dapil 1) Kota Tangerang yang meliputi dua Kecamatan, Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Karawaci. Oleh karenanya dengan latar belakang ilmu kebidanannya, Hayatus Nufus berjuang keras untuk mewujudkan program-program di bidang kesehatan seperti meningkatkan peran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), baik yang telah berjalan maupun yang belum, untuk dimaksimalkan. Mengingat peran penting Puskesmas sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat di garda paling depan pembangunan manusia Indonesia, khususnya di Kota Tangerang.

Dan seperti diketahui pula Puskesmas yang ada di Dapil I Kota Tengerang (Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Karawaci), ada enam Puskesmas meliputi  Puskesmas Sukasari, Tanah Tinggi, Cikokol, Karawaci Baru, Bugel, Pasar Baru, dan Pabuaran Tumpeng.

Hayatun Nufus AM. Keb Caleg Nomor Urut 8 PPP

Keenam Puskesmas ini tak terpisahkan dari Puskesmas lainnya  yang ada di seluruh Kota Tangerang seperti Puskesmas Tajur, Larangan Utara, Cipadu, Pondok Bahar, Karang Tengah, Padurenan, Cipondoh, Poris Pelawad, Ketapang, Gondtonh, Kunciran, Panunggangan, Cibodasari, Baja, Jatiuwung, Periuk Jaya, Gembor, Sangiang, Poris Gaga Lama, Batu Ceper, Neglasari, Kedaung Wetan, Jurumudi Baru, dan Benda.

Disamping itu tentunya, Hayatun Nufus juga memfokuskan dirinya pada perbaikan sarana dan prasarana tempat ibadah baik masjid, mushala, maupun pesantren-pesantren. Serta program perbaikan fasilitas umum lainnya seperti perbaikan jalan, pengadaan taman taman bermain yang ramah anak, dan lain sebagainya. 

Dan untuk mengetahui program program yang akan dijalani nanti, otomatis dirinya akan turun menyapa masyarakat, untuk mendengarkan, menampung dan mencarikan solusinya. Apalagi sebagai perempuan asli Tangerang, puteri asal daerah sini, disinilah keluarga besarnya berada. Door to door dan sekaligus bersilaturahmi kepada keluarga dan masyarakat disini, pastinya, jelas Hayatun Nufus.

Apalagi, dunia politik bukan dunia baru bagi dirinya sebenarnya, lantaran banyak saudara saudaranya yang sudah terjun lebih dahulu di dunia politik. Sehingga dukungan dan dorongan untuk lebih memperjuangkan kebutuhan masyarakat Tangerang jauh lebih besar dan lebih kuat. Ini merupakan tantangan besar buatnya agar bisa membangun daerahnya lebih baik lagi. 

“Di sisilah lahan untuk saya berbuat kebaikan bagi masyarakat, menjadi yang amanah untuk masyarakat. Oleh karenanya, saya  mencalonkan jadi  perwakilan rakyat, yang bisa menjembatani dan bisa membantu aspirasi masyarakat. Insyaa Allah saya akan sekuat tenaga memperjuangkannya, semampu saya,” tegasnya lagi.

Sebagai Caleg Nomor 8 PPP, Dapil 1 Kota Tangerang,  insyaa Allah mendapatkan dukungan dari keluarga dan masyarakat sini. Yang penting berusaha dan berdoa. Dan perjuangan untuk masyarakat Kota Tangerang ini pada akhirnya saya kembalikan lagi semuanya kepada Allah SWT. Karena Allah SWT pasti punya rencana buat saya. Insyaa Allah saya optimis menjalankan dan menghadapi ini semua. 

Daerah Pemilihan (Dapil) dan jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang tidak mengalami perubahan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Terdiri dari 5 Dapil, masing-masing Dapil 1 (Kecamatan Tangerang- Kecamatan Karawaci), Dapil 2 (Jatiuwung, Cibodas, Periuk), Dapil 3 (Batuceper, Neglasari, Benda), Dapil 4 (Cipondoh-Pinang), dan Dapil 5 (Ciledug, Karangtengah, Larangan).

Demikian pun dengan jumlah kursinya, dimana alokasinya untuk tiap masing-masing Dapil. Yakni, Dapil 1 sebanyak 10 kursi, Dapil 2 sebanyak 11 kursi, Dapil 3 sebanyak 8 kursi, Dapil 4 sebanyak 10 kursi dan Dapil 5 sebanyak 11 kursi. Dengan jumlah penduduk mencapai 1,6 juta.

Amanah, Jujur, Terpercaya dan Jadi Aspirasi Masyarakat

Terkait dengan pemilih milenial di Kota Tangerang, Hayatun Nufus, melihat kaum muda ini sangat penting sekali. Kaum muda yang sudah sangat pinter, jeli dan makin update dengan perkembangan teknologi. Dimana dengan teknologi tentunya mudah untuk mencari tahu segala macam hal,  termasuk memudahkan mencari tahu tentang profil dirinya sebagai Caleg Nomor Urut 8 dari PPP Dapil 1 Kota Tangerang. Sehingga untuk menyasar pemilih milenial, juga penting dibutuhkannya bersosialisasi melalui dunia maya itu. Termasuk memanfaatkan secara positif partisipatif sosial media yang ada di tengah tengah kita. 

Tentunya terkait tentang kegiatan terkini atau terupdate dari apa yang si Caleg Nomor Urut 8 dari PPP Dapil 1 Kota Tangerang, Hayatun Nufus lakukan bersama dan untuk masyarakatnta. Sehingga mereka tidak perlu jauh jauh untuk bertemu si Caleg ini dan langsung bisa menilai sekarang, pantaskah Caleg Nomor Urut 8 dari PPP Dapil 1 Kota Tangerang, Hayatun Nufus menjadi Wakil Rakyat Kota Tangerang. Jadi semua bisa di liat atau dikomunikasikan melalui sosial media, ujarnya menutup perbincangan yang mengasyikan ini.(JAY)

4 Rekor Dunia Pebulutangkis Indonesia Yang Sulit Dipecahkan

Jurnal123.com – Dalam dunia sepak bola terdapat beberapa kekuatan utama yang akan selalu menjadi favorit di setiap ajang. Sebut saja Brasil, Jerman, Argentina, Spanyol, hingga Prancis yang merupakan unggulan dalam setiap turnamen di tingkat regional maupun internasional.

Nama-nama yang disebutkan di atas tidak terlalu berlaku jika kita membicarakan bulutangkis. Olahraga yang berasal dari India ini memiliki kekuatan utamanya sendiri, salah satunya adalah Indonesia yang selalu menjadi unggulan dalam setiap kompetisi yang digelar.

Indonesia patut berbangga karena nyaris tidak pernah kehilangan generasi pemain yang dapat mengharumkan nama negeri. Mulai dari Tan Joe Hokhingga kini muncul Anthony Sinisuka Ginting yang berada pada nomor tunggal putra.

Cerita kehebatan Indonesia telah turun temurun mendarah daging ke generasi selanjutnya. Oleh karena itu, tidak heran jika kita mampu terus mencetak bibit-bibit unggul yang dapat bersaing di tingkat dunia.

Di antara kisah heroik para pebulutangkis Indonesia, terdapat beberapa rekor dunia yang mereka ciptakan. Bahkan, catatan itu rasanya akan sulit dipecahkan jika generasi muda setengah-setengah dalam bermain bulutangkis.
Berikut INDOSPORT rangkum 4 rekor dunia pebulutangkis yang sulit dipecahkan

1. Rudy Hartono

Rudy Hartono

Pemain tunggal putra asal Surabaya adalah legenda hidup pebulutangkis Indonesia yang mendapat tanda kehormatan berupa bintang jasa utama oleh Republik Indonesia. Rudy Hartono mencatatkan rekor sebagai pemenang All England berturut-turut sebanyak 7 kali.
Keberhasilan yang diraih Rudy di ajang turnamen bulutangkis tertua di dunia terjadi pada tahun 1968 hingga 1974. Tak hanya itu, di tahun 1976, pemain bulutangkis dengan tangan kanan itu berhasil memenangkan kembali All England lagi.

Atas prestasinya tersebut, dirinya telah memenangkan 8 gelar All England yang masuk dalam catatan Guinnes Book of Record sebagai pemain tunggal putra yang paling banyak juara. Yang jelas keberhasilan meraih juara secara berturut-turut sebanyak 7 kali rasanya akan sangat sulit dipatahkan.

2. Mia Audina

Mia Audina

Pada ajang Olimpiade Atlanta 1996, Indonesia memang berhasil meraih medali emas di sektor ganda putra lewat pasangan Rexy Mainaky dan Ricky Subagja. Akan tetapi, rekor justru tercatat atas nama Mia Audina di sektor tunggal putri.

Dirinya berhasil meraih medali termuda di cabang bulutangkis dengan meraih medali perak di usia yang masih sangat muda, yaitu 16 tahun. Ketika itu, Mia dikalahkan oleh pemain Korea Selatan, Bang Soo-hyun di babak final yang sebelumnya berhasil kalahkan Susy Susanti.
Tak hanya itu, dua tahun sebelumnya, Mia Audina juga tercatat sebagai anggota tim Piala Uber termuda sepanjang sejarah bulutangkis, yakni 14 tahun.

3. Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Salah satu anggota 4 kaisar pebulutangkis pria yang dianggap oleh mata dunia, Taufik Hidayat adalah pemain yang memiliki kemampuan yang istimewa. Bahkan pengamat di luar negeri menyebut sulit untuk lahir kembali pebulutangkis dengan bertipikal sama.

Menantu dari Agum Gumelar ini memegang rekor sebagai pemain termuda yang mencapai peringkat pertama dunia. Kala itu, usia Taufik Hidayat baru menginjak 17 tahun.
Rekor lain yang tercipta adalah backhand smash tercepat dengan kecepatan yang mencapai 260 km/jam. Itu sudah melebih kecepatan sepeda motor yang sedang melaju kecepatan tinggi di jalan raya.

4. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon

Kevin Dan Marcus

Inilah ganda putra terbaik yang dimiliki oleh Indonesia hingga saat ini. Pasangan ini kerap kali menyelamatkan muka Indonesia di mata dunia ketika tidak ada satupun pebulutangkis yang meraih juara.

Pasangan yang lebih dikenal dengan The Minions ini mencatatkan rekor yang luar biasa di tahun 2017. Saat itu, mereka berhasil meraih 8 gelar superseries dan 1 superseries final, artinya gelar terbanyak dalam satu tahun.

Pencapaian yang diraih cukup untuk memecahkan rekor ganda putra Korea Selatan, Lee Yong-dae dan Yoo Yeon-seong yang meraih 6 gelar dalam satu musim. Selain itu, mereka juga tercatat sebagai ganda putra pertama didunia yang berhasil mencapai 100.000 poin.(IND)

Dwi Putra Budiyanto Siap Bekerja Untuk Rakyat

Dwi Putra Budiyanto SE, SH, MM, MH

Sesungguh menjadi Caleg DPR.RI adalah pilihan hidup juga tantangan, karena harus berani melangkah dari kehidupan yang aman dan nyaman, Yang ada padaku saat ini sudah ku “Aminkan” bagi hidup dan kehidupan seluruh keluargaku, istri dan anak-anakku.

Awalnya menerima tantangan sebagai Caleg adalah sebuah pilihan BODOH, Karena tidak ada politik yang Gratis, tidak ada politik yang Baik, tidak ada politik yang Bersih.

Satu lagi menjadi Legislatif harus siap karena menjadi salah satu calon TSK dari penegak hukum .dan Penghuni Penjara, Kenapa harus takut jika saya tetap “AMANAH”

Pada akhirnya saya dikuatkan untuk tetap Maju dan Menang setelah membaca beberapa artikel para pemimpin yang telah juga menguatkan saya untuk tetap semangat*

1. Jargon Presiden JOKOWI: “Bersih, Merakyat, Kerja Nyata”.

2.”Kita memilih ini bukan untuk memilih yang bagus betul, tapi menghindari orang JAHAT untuk pimpin negara,”.
Prof.Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H.,S.U

3.Pesan seorang bapak “Menjadi pejabat itu pekerjaan yang mulia. Karena menentukan nasib banyak orang, sedangkan pengusaha hanya untuk dirinya sendiri. Makanya kamu jadi pejabat, nggak usah lagi jadi pengusaha,” ungkap AHOK, meniru pesan Ayahnya,
Ir.Basuki Cahaya Purnama.

Ya, Tuhan YME..
Semoga saya di berikan amanah dengan tidak mengobral janji- janji pada saat kampanye , karena kelak akan KAU mintakan kembali dan dipartangung-jawabkan di akherat nanti.

Ijinkan saya maju dan mengabdi bagi negara ini guna menjadikan Indonesia lebih Sejahtera

Pilihlah saya dengan “Cahaya Fajar bukan Serangan Fajar”.

” Untuk merubah Indonesia lebih Sejahtera dan mensejahterakan rakyat kamu harus jadi Pemimpin ”

Semoga karya ku dan nama baikku kelak akan menjadi warisan yang sangat berguna bagi anak dan cucBerani

“Gerakan Bela Negara” Salah satunya adalah menjadi Wakil Rakyat yang Keratif, Amanah, Berani

Dengan ridho dan dari doa Ibuku, serta atas amanah NYA
Ijinkankan Saya

Jakarta,16 September 2018.
Dwi Putra Budiyanto
Caleg DPR. RI
No Urut 2 dari Partai Perindo.

Dapil 2 Jawa Tengah
Kab.Kudus, Kab.Jepara, Kab. Demak

Vokalis Koes Plus, Yon Koeswoyo Tutup Usia

Vokalis Grup Musik Legendari Koes Plus, Yon Koeswoyo Meninggal Dunia

Vokalis Grup Musik Legendari Koes Plus, Yon Koeswoyo Meninggal Dunia


JURNAL123, JAKARTA.
Berita duka datang di dunia musik datang di awal tahun ini. Yon Koeswoyo, vokalis Koes Plus, meninggal dunia. Berita berpulangnya musikus legendaris itu disampaikan Bens Leo.

Pengamat musik ini mengatakan berita itu didapat dari Nomo Koeswoyo, saudara Yon Koeswoyo yang juga dikenal sebagai pemusik. “Ya benar, saya ditelepon oleh Mas Nomo tadi pagi,” kata Bens Leo di Jakarta.

Yon Koeswoyo mengembuskan napas terakhir pada Jumat (5/1/2017) pukul 05.50 WIB. Yon Koeswoyo disemayamkan di rumah duka di Jalan Salak, kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

“Setahu saya Mas Yon punya komplikasi penyakit. Sempat juga bolak balik dirawat. Salah satunya di rumah sakit di BSD (Bumi Serpong Damai-red). Saya sempat jenguk,” kata Bens Leo lagi.

Nomo Koeswoyo, kata Bens Leo, sempat berakhir tahun di Jakarta. Kini, ayahanda mantan penyanyi cilik Chicha Koeswoyo itu tinggal di Magelang, Jawa Tengah. Yon Koeswoyo meninggal dalam usia 78 tahun.(KOM)