Category Archives: Profil

Inilah Sosok Pilihan Iwan Fals dalam Pilpres 2019

Iwan Fals


Jurnal123.com – Musikus Iwan Fals mengumumkan sosok yang ia pilih di Pilpres 2019.

Iwan Fals diketahui sempat berjanji akan melakukan hal tersebut di 15 April 2019.

Janji Iwan Fals itu terucap pada Minggu (7/4/2019) silam di media sosial Twitternya yang telah terverifikasi.

Akun Iwan Fals


Kala itu Iwan Fals memberikan kisi-kisi siapa sosok yang akan ia pilih diajang 5 tahunan itu.

Sosok tersebut menurut Iwan Fals gemar bekerja, anggun, beribawa, dan memiliki pribadi yang sederhana.

Iwan Fals bahkan mengaku jatuh cinta kepada sosok itu setiap harinya.

“Oh ya ada yang nanya ada apa dengan tanggal 15042019.

Insyaallah tanggal itu adalah tanggal keramat, tanggal saya tentukan seorang pemimpin, yang senang bekerja, anggun, berwibawa dan tentu saja sederhana, juga pandai menata.

Aku jatuh cinta padanya, setiap saat,” tulis Iwan Fals.

Kicauan Iwan Fals saat itu langsung viral, penggunan Twitter ramai-ramai menduga siapa sosok yang dimaksud Iwan Fals.

Sebagain besar menganggap sosok yang akan dipilih Iwan Fals di Pilpres 2019, adalah calon presiden nomor urut 01, Jokowi.

Menepati janji, Iwan Fals memamerkan foto dirinya bersama sosok yang akan dia pilih di Pilpres 2019.

Iwan Fals menyebut sosok itu adalah pemimpimnya.

“H-0 ini pemimpinku (emoji cium),” tulis Iwan Fals di akun twitternya, pada Senin (15/4/2019).

Pasalnya yang dipilih Iwan Fals di Pilpres 2019, bukan Jokowi maupun Prabowo, melainkan sang istri, Rosanna.

Iwan Fals Bersama Istri Rosana


Di foto tersebut Iwan Fals tampak merangkul Rosanna mesra.

Ia dan Rosanna terlihat kompak tersenyum ke arah kamera.

“Betul pemimpin itu sepasang ada ibu dan bapak..”

“Maksudnya milih pemimpin yang bisa mempertahankan kelurganya utuh.. gitu ya bang”

“Cuma penasaran aja sih, makanya nungguin. Dan ternyata ini toh bocoran tanggal 15 keramat itu.”

“Tindakan yang sangat tepat om!”

“Wuaakakakakaaak…nunggu pake lame, ternyata.”

Tak cuma berseloroh soal pertemuan Jokowi dan habib, Iwan Fals juga mengunggah sebuah foto yang mengocok perut.

Pantauan foto tersebut memperlihatkan dua sosok pria yang wajahnya mirip dengan Jokowi dan Prabowo.

Dua orang pria itu tengah duduk dan tertidur.

Iwan Fals mengatakan dua sosok di foto itu lelah sehabis berkampanye selama berbulan-bulan.

Menurut Iwan Fals keduanya berusaha menenangkan diri sebelum masa pencoblosan, 17 April 2019 mendatang.

“H-1…capek habis kampanye ber-bulan2, tenangin diri dulu buat nyoblos ntar..,” tulis Iwan Fals.

Candaan Iwan Fals itu rupanya menarik perhatian pengguna Twitter.

“Bisa aja nih bang iwan hiii”

“Nemu aja nih, bang Iwan…(emoji tertawa)”

“hahahahaha hahahah”

“Hahahaha..bisa aje ente”

“Lucu….hmmm sepertinya mirip….hihihi….Ko bisa ya….?”

“Pagi bang.. bisa aje… numpang ngakak pagi-pagi”

(TRI)

 

Michael Umbas Ajak Masyarakat Tidak Golput dan Lawan Hoax

Michael Umbas

Jurnal123.com – Di masa tenang jelang pesta demokrasi yang akan berlangsung beberapa hari lagi, Wakil Kepala Rumah Aspirasi Jokowi-Amin, Michael Umbas mengucapkan rasa terimakasihnya kepada relawan, simpul-simpul jaringan, termasuk tokoh-tokoh partai Koalisi Indonesia Kerja yang senantiasa selalu meramaikan dan mendukung pasangan Jokowi-Amin pada masa kampanye.

Umbas mengungkapkan bahwa, selama masa kampanye, tidak sedikit tenaga, waktu, materi dan, pikiran yang tercurahkan. “Dengan gotong royong dan satu tekad bulat, kita berhasil lewati itu. Permohonan maaf juga kami haturkan kepada pihak manapun jika ada kekeliruan sepanjang kampanye,” tuturnya kepada wartawan, di Jakarta kemarin.

Umbas juga mengucapkan rasa terimakasihnya atas perhatian dan dukungan rakyat Indonesia terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01. “Terima Kasih kami sampaikan kepada rakyat yang selalu antusias mengikuti kampanye Jokowi-Amin. Kepada segenap relawan, simpul-simpul jaringan, termasuk tokoh-tokoh partai Koalisi Indonesia Kerja,” ujarnya.

Selain itu, masa tenang Pemilu 2019 berlangsung pada 14-16 April 2019, Umbas juga meminta selama masa tenang tersebut untuk tidak golput dan bersama-sama melawan hoax. “Kami berharap tak ada kabar hoaks, isu-isu negatif yang menyudutkan satu sama lain muncul di ruang publik. Namun, jika masih ada, kita lawan dengan santun. Jangan ganggu pemilih untuk bersikap,” katanya.

Masa kampanye yang dimulai 23 September 2018, telah berakhir pada 13 April 2019. Spanduk, baliho, selebaran, iklan, janji-janji politik sudah kita baca, dengar, dan simak dari para para caleg DPR, DPRD provinsi, kabupaten/ kota, DPD, Capres dan Cawapres. Untuk itu, Umbas mengungkapkan sebagai warga negara yang baik dan memiliki hak pilih, sudah semestinya hadir ditempat pemungutan suara dan tidak golput.

“Kini, saatnya kita menentukan pilihan pada 17 April 2019. Jangan jadi golongan putih alias golput. Sebab golput sama artinya tidak mencintai masa depan bangsa dengan menihilkan kewajiban memilih yang terbaik.

Ingat persatuan selalu di atas segala-galanya,” pungkasnya.(FAJ/JIM)

Anggaran Pemilu 2019 Capai Rp 25 T, Disayangkan Jika Golput

Pengamat Politik Taufik Tumbelaka (Foto Istimewa/JE)

Jurnal123.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menganggarkan sebesar Rp 25,59 triliun untuk kegiatan pemilihan umum (Pemilu) serentak pada 17 April 2019. Angka ini naik 61% dibanding anggaran untuk Pemilu 2014 yang sebesar Rp 15,62 triliun.

“Berdasarkan data, alokasi anggaran untuk persiapan awal di tahun 2017 sekitar Rp 465,71 miliar. Kemudian pada 2018 (alokasi) mencapai Rp 9,33 triliun. Selanjutnya di 2019 ini, kita sudah menganggarkan sampai Rp 15,79 triliun. Jadi totalnya dalam 3 tahun itu kita menyiapkan anggaran sebanyak Rp 25,59 triliun,” kata Direktur Jenderal Anggaran (Dirjen Anggaran) Kementerian Keuangan Askolani dalam keterangannya, Rabu (27/3/2019).

Askolani menjelaskan, alokasi penganggaran untuk Pemilu 2019 terbagi dalam kelompok penyelenggaraan, pengawasan, dan kegiatan pendukung seperti keamanan.

Selain anggaran penyelenggaraan Pemilu sebesar Rp 25,6 triliun, juga dialokasikan anggaran untuk pengawasan sebesar Rp 4,85 triliun (naik dibanding 2014 sebesar Rp 3,67 triliun), dan anggaran keamanan dialokasikan sebesar Rp 3,29 triliun (anggaran 2014 Rp 1,7 triliun).

Begitupun anggaran untuk kegiatan pendukung pemilu, meningkat dari Rp 1,7 triliun pada Pemilu 2014 menjadi Rp 3,29 triliun pada Pemilu 2019.

Askolani menyampaikan terdapat dua faktor utama kenaikan anggaran pemilu ini. Pertama, adanya pemekaran daerah.

“KPU Provinsi jumlahnya bertambah satu ya, dari 33 sekarang jadi 34. Kemudian untuk KPU kabupaten, itu bertambah 17 KPU Kabupaten dari 497 menjadi 514 KPU Kabupaten/Kota,” terangnya.

Hal ini selanjutnya berdampak pula pada kenaikan jumlah penyelenggara pemilu di daerah, baik PPK, PPS, hingga KPPS. “Inilah yang menyebabkan biaya bertambah. Karena memang penyelenggaranya dan lembaganya juga bertambah,” ungkap Askolani.

Sebab kedua, adanya kenaikan honorarium bagi para penyelenggara pemilu, seperti PPK, PPS, dan KPPS. Termasuk juga panitia yang ada di luar negeri. “Kita hitung sesuai usulan KPU untuk mengadopsi dampak dari inflasi,” katanya.

Disebut Hemat Anggaran

Sementara itu Kepala Biro Perencanaan Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumariyandon mengemukakan, meski mengalami peningkatan anggaran yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya, pelaksanaan pemilu serentak tahun ini juga mampu menghemat anggaran dalam jumlah yang tidak kalah signifikan.

Untuk biaya honor petugas pemilu, misalnya, efisiensi anggaran mencapai 50%. Selain itu, KPU juga bisa memangkas biaya pemutakhiran data pemilih karena hanya perlu dilakukan sebanyak satu kali pada awal persiapan pemilu.

Upaya mengefisiensikan anggaran oleh KPU juga dilakukan dalam beberapa aspek. Dalam hal pengadaan logistik, misalnya, KPU telah melaksanakannya secara elektronik melalui Katalog Nasional. Upaya ini diakui Sumariyandono mampu menghemat anggaran yang cukup besar dari pagu yang tersedia.

“Tahun Anggaran 2018, pengadaan logistik dapat menghemat 50,57% atau setara dengan Rp 483 miliar, sedangkan Tahun Anggaran 2019, efisiensi mencapai 31,4% atau setara dengan Rp 355 miliar,” jelas Sumariyandono.

Tidak sampai di situ, KPU juga mengupayakan terobosan baru berupa penggunaan kotak suara dari bahan karton yang kedap air. Dari upaya tersebut, biaya pengadaan kotak suara diketahui bisa dipangkas hingga 70%.

KPU memastikan bahwa kotak suara tersebut telah lulus uji kekuatan maupun kelayakan penggunaan. Upaya lain KPU dalam menekan biaya salah satunya dari sisi fasilitasi kampanye bagi para calon anggota parlemen. Dari sepuluh kali fasilitasi kampanye yang diperbolehkan Undang-Undang, KPU membatasi pemberian fasilitasi sebanyak tiga kali saja.

Sebagai informasi, praktik pemilu serentak telah dilakukan di sejumlah negara di dunia. Sumariyandono menyebutkan, Amerika Serikat menjadi salah satu contohnya. “Gubernur atau kepala daerah di AS dipilih bersamaan dengan pemilihan presiden serta para senator,” ungkap Sumariyandono.

Selain itu, dia menambahkan, pemilu serentak juga dilaksanakan oleh 12 negara dari total 18 negara di kawasan Amerika Latin.

Disayangkan Bila Golput

Menjelang Pemilu 2019 bulan April mendatang wacana golput terus bergaung. Sejumlah tokoh masyarakat hingga Presiden Jokowi menyayangkan jika warga masyarakat termakan isu golput untuk tidak melaksanakan hak pilihnya.

Pengamat politik asal Sulawesi Utara, Taufik Tumbelaka menyatakan hal serupa.

Menurutnya golput bukanlah cara bijak dalam merayakan pesta demokrasi.”Pemilu termasuk pilpres adalah hajatan bersama seluruh rakyat Indonesia, ini pesta kita, pesta demokrasi milik rakyat, jadi tidaklah bijak kalau kita tidak turut merayakannya,” tukas Tumbelaka.

Menurutnya, melakukan golput bukanlah sikap warga negara yang baik.”Jika kita tidak melaksanakan hak pilih berarti membiarkan kebijakan lima tahun kedepan terjadi tanpa partisipasi kita sebagai bagian dari rakyat yang akan merasakannya. Kita tentukan pilihan kita sesuai dengan program yang dijanjikan orang yang kita pilih. Kalau membiarkan dengan tidak melaksanakan hak pilih atau golput sama saja membiarkan calon pemimpin kita melaksanakan programnya entah itu kita suka atau tidak. Kita rugi karena jika mereka terpilih melaksanakan program yang tidak kita sukai maka kita akan turut merasakannya selama lima tahun kedepan,” tandas Taufik.

Putra mantan Gubernur Sulawesi Utara Tengah ini berharap masyarakat melaksanakan hal pilihnya dengan memilih pemimpin yang berkualitas.(DEN/JIM)

Sang Idealis Rahman Tolleng Meninggal

Aktivis Demokrasi Rahman Tolleng

Jurnal123.com – Aktivis Demokrasi, Rahman Tolleng, meninggal pada Selasa, 29 Januari 2019 pagi pukul 05.25 di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta. Berdasarkan pesan berantai di jejaring WhatsApp, Rahman Tolleng akan dibawa ke rumah duka di Jalan Cipedes Tengah 133, Bandung, Jawa Barat.

Sejumlah tokoh mengucapkan duka atas meninggalnya Rahma Tolleng. Lewat akun twitternya, Goenawan Mohamad menulis, “Rahman Tolleng, aktivis Gerakan Mahasiswa Sosialis (GMSos) sejak akhir tahun 1950-an meninggal pagi ini di Jakarta. Pejuang demokrasi yang konsisten, tanpa pamrih, berkali-kali gagal — tanpa putus asa. Sahabat yang tak selamanya sepaham.”

Kemudian, ucapan senada juga disampaikan Ulil Abshar Abdalla. Ia menulis, “Kabar duka pagi ini: Rahman Tolleng, salah satu tokoh penting angkatan 66, wafat jam 5-an. Ikut berduka yg mendalam. Saya mulai bersahabat dengan sosok yg tajam pandangan-pandanganya ini ketika mengikuti pertemuan mingguan Forum Demokrasinya Gus Dur di tahun 90an.”

Terakhir, Chatib Basri pun mengucapkan duka. Lewat Twitter, ia menulis “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Duka yang amat dalam pagi: telah meninggal dunia sahabat, kakak dan guru saya A. Rahman Tolleng. Nama yang akan tercatat dalam sejarah politik Indonesia. Saya akan selalu kenang, diskusi dan obrolan politik kita. Selamat jalan Bos.”

Jejak Aktivis Demokrasi

Rahman Tolleng dikenal sebagai politikus idealis. Dorongan berpolitiknya datang dari rasa keindonesiaan yang bersemi ketika dia masih duduk di kelas 3 sekolah dasar di Watampone, Sulawesi Selatan di penghujung 1945. Hampir setiap petang, bersama teman sepermainannya, ia mengintip sekelompok anak muda berlatih baris-berbaris di jalan raya. Mereka mengenakan pakaian putih dengan emblem merah-putih tersemat di dada.

Semasa hidup, Tolleng pernah menjabat sebagai Direktur Penerbitan Grafiti Pers pada 1991. Adapun dalam karir politiknya, Tolleng pernah menjadi anggota DPR Gotong Royong (DPRGR)/Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada 1968-1971. Kemudian menjadi anggota DPR/MPR pada 1971-1974.

Pria kelahiran Sinjai, Sulawesi Selatan, 5 Juli 1937 itu dicari-cari di era Orde Lama karena memprotes Dekrit Presiden Soekarno. Sesudah G-30-S, ia menggerakkan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia di Bandung, dan ikut memprakarsai penerbitan tabloid Mahasiswa Indonesia pada 1966.

Menjelang pemilu 1971, putra saudagar dan pelaut Bugis ini terlibat dalam proses transformasi Sekretariat Bersama Golkar menjadi Golongan Karya. Karir politiknya maju pesat. Peristiwa Malari, 15 Januari 1974, menjadi titik balik baginya.

Ia dianggap terlibat dalam demonstrasi menentang kedatangan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka. Tolleng ditahan bersama sejumlah intelektual dan pemimpin mahasiswa masa itu. Meski akhirnya dibebaskan, ia mulai terpinggirkan dari pentas politik. Bahkan, ia di-recall sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan kehilangan jabatan di Dewan Pimpinan Pusat Golkar.

Pada awal 1990-an, bersama Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan sejumlah tokoh lain, Rahman Tolleng ikut mendeklarasikan Forum Demokrasi yang mengajukan Gus Dur sebagai calon presiden alternatif menggantikan Soeharto. Gus Dur akhirnya menjadi presiden, tapi Forum menghilang. Bagi ayah dua anak ini, usia bukan rintangan untuk tetap giat di dunia politik.(TEM)

Perjuangan Hidup Eka Tjipta Widjaja, Berawal dari Jualan Biskuit dan Permen Keliling

Selamat Jalan Eka Tjipta Wijaya

Jurnal123.com – Kabar duka menyelimuti dunia usaha Indonesia. Pengusaha Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada Sabtu malam (27/1/2019) di Jakarta pada usianya yang ke-98.

Pria yang memulai bisnisnya di Makassar itu menorehkan sejarah besar di dunia bisnis sebagai pendiri Sinar Mas.

“Telah meninggal dunia pendiri Sinar Mas Bapak Eka Tjipta Widjaja pada usia 98 tahun. Pada pukul 19.43 WIB, Sabtu, 26 Januari 2019. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Subroto,” ujar juru bicara Grup Sinar Mas, Gandhi Sulityanto, Minggu, 27 Januari 2019.

Eka Tjipta Widjaja masuk ke dalam orang terkaya nomor tiga di Indonesia dalam perhitungan akhir tahun 2018 oleh Majalah Forbes. Kekayaannya tercatat mencapai USD 8,6 miliar atau Rp 121,1 triliun.

Kesuksesan Eka Tjipta Widjaja sebagai pendiri Sinar Mas, tidak langsung melewati perjalanan yang singkat. Banyak lika-liku kehidupan yang ia hadapi sejak masih muda.
Berikut perjuangan hidup Eka Tjipta Widjaja yang berhasil dirangkum, Minggu (27/1/2019) dari berbagai sumber.

Eka Tjipta Widjaja asli Tiongkok yang merantau

Menurut informasi dari Gandhi, Eka Tjipta dilahirkan dari keluarga miskin di Fujian, daerah yang terletak di Republik Rakyat Tiongkok.

Pada tahun 1931, bersama ibunya dia melakukan migrasi ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk menyusul ayahnya yang terlebih dahulu migrasi, dikutip dari Merdeka.com, Minggu (27/1/2019).

Dalam usia 9 tahun ia merantau ke Indonesia, bersama sang ibu menyusul ayahnya yang sudah terlebih dahulu memiliki toko kecil di Makassar.

Dua tahun membantu ayahnya, toko yang mereka jalani berkembang maju dan mampu membayar hutang. Penghasilan yang sudah cukup membaik, membuat Eka ingin bersekolah.

Masa muda Eka Tjipta Widjaja yang penuh perjuangan

Hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga sekolah dasar, ia tidak melanjutkan pendidikannya lagi karena masalah ekonomi. Masalah hutang oleh rentenir masih menjadi beban bagi keluarganya.

Ia mulai berjualan keliling di kota Makasar dengan sepedanya. Berjualan dari pintu satu ke pintu yang lain, ia menawarkan permen, biskuit dan barang lainnya di toko milik ayahnya.
Menginjak usia 15 tahun, ia menjadi pemasok kembang gula dan biskuit dengan sepedanya yang melewati hutan-hutan karena jalanan tidak sebagus saat ini. Hasil yang ia dapat hanya sebesar Rp 20.

Saat semua berjalan lancar, ia mampu membeli becak agar barang muatannya semakin banyak. Sayangnya tak berapa lama Jepang datang ke Makassar sehingga usahanya hancur total dan ia menganggur .

Saat ia mencari harapan, ia berkeliling kota Makasar dan sampai di Paotere. Sebuah tempat di pinggir Makassar pangkalan kapal untuk ke Jawa. Ia melihat banyak barang-barang dan bahan pokok yang diangkut serta banyak tentara Jepang yang menjaga.
Akhirnya ia memiliki ide untuk berjualan makanan dan minuman untuk para tentara di kawasan itu.

Sejak saat itu ia mulai berjualan bahan-bahan pokok seperti terigu, arak Cina bahkan semen. Ia juga mulai berlayar ke Selayar (Sulawesi Selatan) untuk mencari bahan-bahan yang bisa dijual.

Menjadi pengusaha di berbagai bidang

Bisnis kelapa sawit
Setelah Jepang mengeluarkan aturan tentang jual beli minyak kelapa, ia sempat rugi besar. Tahun 1980, ia membeli sebidang perkebunan kelapa sawit di Riau dan pabrik beserta mesinnya. Selang setahun bisnisnya berjalan lancar dan ia membeli perkebunan the sekaligus pabriknya.
Bisnis perbankan, kertas dan properti
Ia mulai merintis bisnis bank. Eka membeli Bank Internasional Indonesia yang kemudian berkembang pesat hingga memiliki 40 cabang yang dulunya hanya 2 cabang saja. Aset yang ia dapat mencapai Rp 9,2 triliun. Ia kemudian membeli PT Indah Kiat sebuah pabrik kertas.

Bisnis Sinar Mas

Semua usaha yang dirintisnya tersebut di bawah naungan kelompok usaha Sinar Mas.

Tepat pukul 19.43 WIB pada usia 98 tahun, Eka Tjipta Widjaja konglomerat Sinar Mas Group meninggal dunia karena faktor usia.

“Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Gatot Subroto Jakarta,” kata Gandhi Sulistyanto, Minggu (27/1/2019).

Ia akan dimakamkan di makam keluarganya di Karawang, Jawa Barat, pada 2 Februari 2019 mendatang.
 

Polri : Tabloid Barokah Terkait Kaidah Jurnalistik Penilaiannya di Dewan Pers

Tabloid Indonesia Barokah

Jurnal123.com – Hadirnya tabloid Barokah yang sempat dipertanyakan berkaitan dengan pemberitaan, melihat hal itu dikomunikasi dengan Dewan Pers yang  menilai karya jurnalistik dengan kaidah jurnalistik. Apa bila ada pelanggaran hukum  kita tunggu rekomendasi  kepada aparat hukum.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol  Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (24/1)2-19 mengatakan  untuk tabloid Barokah hasil komunikasi saya dengan Stanley (Ketua Dewan Pers, red) ada dua prespektif, pertama dari Dewan Pers sudah mendapat pengaduan langsung dari Bawaslu, dimana Bawaslu  mengadukan tentang pemberitaan yang dilakukan oleh Tabloid Barokah. “Kemudian dari Dewan Pers akan melakukan asesment terlebih dahulu karena Dewan Pers memiliki kompotensi untuk menilai karya jurnalistik ini sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik  atau ada pelanggaran hukumnya,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan nanti kalau ada pelanggaran hukumnya seperti kasus terdahulu itu. Nanti  dari Ketua Dewan Pers akan memberikan rekomedasi kepada aparat penegak hukum .”Dalam hal ini Polri namun kalau isi dari tabloid Barokah itu narasi-narasinya sangat ke ndatl dan merugikan kedua pasangan calon  nanti diserahkan ke Bawaslu dulu,”  tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan Bawaslu rekom dari Tabloid Barokah pelanggaran-pelanggarannya apa saja , pelangaran yang jelas dan pelanggaran pidana ini mulai dari pencemaran nama baik kemudian penghinaan dan yang lain sebagainya nanti esesment oleh Bawaslu.”Sedalam di esesment apakah itu satu bentuk pelanggrana pemilu atau tindak pidana pemilu. Kalau nanti masuk dalam pidana Pemilu  nanti akan diserahkan ke Gakumdu dari situ ada Polri, ada Kejaksaan dan ada Bawaslu untuk menyelesaikan kasus ini,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Dedi merinci  Jadi kasus ini masih berproses dulu di dewan Pers.” Karena Dewan Pers yang berkompoten untuk mengakses dan menilai serta menganalisa berita-berita yang ditampilkan Tabloid Barokah,’ rincinya.

Ketika ditanya apakah ada yang melaporkan sampai saat ini, Dedi menandaskan belum , ada pasangan calon melaporkan tetapi tidak ke Polri tetapi ke Bawaslu dulu, Nanti Bawaslu membuat laporan ke pada pak Stenly Dewan Pers.” Sekarang Dewan pers sudah menerima  beberapa media yang dilaporkan oleh Bawaslu nanti pasangan calon tim pemenangan itu  masih di esesment dahulu. Nanti dilihat dahulu dicek dahulu . Oh ini bukan rana Baswaaslu oh ini Pidana umum nanti diserahkan kepada Polri dan kita akan menangani,” tandasnya.  . 

Disingung sampai saat ini tidak ada campur tangan Polri, Dedi membeberkan belum – belum. Saya masih berkomunikasi dengan Dewan Pers. 

Tetapi ada informasi tim di datangkan dari Jakarta Selatan, baru disebarkan di Jawa Tengah., nah itu saya belum tahu. ” Ada beberapa refrensi-refrensi yang dia dapat dari beberapa media menstrim , kemudian dari juga mediainvestigasi dari beberapa media dimasukan juga ke dalam narasi itu. ya sebagaian besar ke Jawa Tengah.ini informasinya,” bebernya. (Vecky Ngelo)

Jurubicara MA Baru : Tanggungjawab Dan Dedikasi Adalah Aktualisasi Menjalankan Amanah

Juru Bicara MA Dr H Andi Samsan Nganro SH, MH

Jurnal123.com – Menyusul pengangkatan YM. H. Suhadi, S.H., M.H., sebagai Ketua Kamar Pidana pada bulan Oktober lalu, Mahkamah Agung telah menunjuk DR. H. Andi Samsan Nganro, S.H., M. H sebagai Juru Bicara.

Pengangkatan yang tertuang dalam Surat Ketua Mahkamah Agung Nomor 279/KMA/SK/XII/2018 tersebut diumumkan langsung oleh Ketua Mahkamah Agung, YM. Prof. DR. H. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H ketika menyampaikan pidato Refleksi Akhir Tahun Mahkamah Agung 2018, Kamis (27/12/2018) di Jakarta.

Menyikapi penunjukannya tersebut, Andi Samsan Nganro saat ditemui di ruangannya, menyatakan akan berusaha menjalankan amanah jabatan tersebut dengan baik. “Tugas juru bicara itu mengkomunikasikan langkah-langkah dan kebijakan lembaga kepada masyarakat,” ujarnya menjelaskan.

Andi berupaya menjalankan amanah yang diberikan dengan tulus dan berdedikasi serta bertanggungjawab

Kebijakan-kebijakan tersebut meliputi regulasi, penataan manajemen, pembinaan, dan pengawasan yang dilakukan oleh Mahkamah Agung terhadap aparatur dan badan-badan peradilan yang ada dibawahnya.

Selain itu, lanjut Andi, ia diharapkan dapat menginformasikan capaian-capaian serta keberhasilan lembaga yang perlu diketahui oleh masyarakat. Informasi dari sumbernya oleh Andi diyakini dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap suatu lembaga. Selain memiliki kejelasan, akurasinya pun dapat dijamin.
Kendati demikian, informasi yang tidak akurat pun dapat mempengaruhi persepsi terhadap lembaga. Karena itu, sebagai juru bicara, ia akan berusaha untuk meluruskan dan menempatkannya secara proporsional.
Dalam melaksanakan tugasnya sebagai juru bicara, Andi pun menyadari tantangan yang mungkin akan dihadapinya, terutama dari sisi media yang lebih cenderung pada pemberitaan yang tidak terlalu positif. Kendati demikian, ia berjanji akan bersikap terbuka dan bekerja sama dengan media. “Bagaimanapun, kita perlu menginformasikan hal-hal yang perlu diketahui oleh masyarakat dan media juga memerlukan informasi,” jelas mantan Ketua PN Jakarta Selatan itu.
Hal lain yang dipandang perlu untuk disampaikan kepada publik, lanjut Andi, adalah keadilan yang dihasilkan oleh para Hakim Agung melalui putusan-putusannya. “Agar masyarakat memahami, bagaimana keadilan itu diproses dan bagaimana konsepsinya,” sambung Andi.

Bermodalkan Pengetahuan Dunia Jurnalistik Dan Mengikuti Jejak Pendahulu

Bagi Andi Samsan Nganro, menjadi juru bicara bukanlah hal yang baru. Setidaknya, ia pernah menjadi juru bicara saat masih menjadi hakim di pengadilan tingkat pertama dan pengadilan tingkat banding.

Kasus-kasus yang pernah dikomunikasikannya juga banyak menarik perhatian publik, seperti kasus Akbar Tanjung dan Antasari Azhar. Pengalaman-pengalamannya ini setidaknya menjadi modal untuk menjalani perannya sebagai juru bicara.

Pengalaman lainnya, lanjut Andi, adalah pengetahuannya tentang media dan industri media. “Meskipun saya tidak berani mengklaim diri sebagai pengamat pers, setidaknya saya tahu bagaimana liku-liku kehidupan pers, bagaimana sebuah berita diliput sampai disuguhkan kepada publik pembaca,” urai mantan juru bicara PN Jakarta Pusat tersebut.

Pengetahuan lain yang tidak bisa dilepaskan juga, menurut Andi, adalah contoh-contoh yang ditunjukkan oleh pendahulunya, YM. H. Suhadi, S.H., M.H. Menurutnya, sebagai juru bicara, Suhadi telah melakukan tugasnya dengan baik dalam mengkomunikasikan eksistensi lembaga. “Saya mengamati langkah-langkah yang telah ditempuh oleh Pak Suhadi dan saya patut meniru keberhasilan beliau,” lanjutnya.

Dengan ketiga modal tersebut, Andi optimis dapat mengemban amanah yang diberikan kepadanya. “Insya Allah saya bisa meneruskan dan mempertahankan apa yang dilakukan oleh pendahulu,” pungkasnya.

Selamat menjalankan tugas dan amanah pak Andi!

Sumber : Humas MA (M.Noor)
Editor : Jimmy Endey

Kapolda Metro Lantik Kombes Roycke Langie Menjadi Direskrimum

Kombes Pol Roycke Harry Langie Menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya


Jurnal123.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis, melantik dua pejabat yakni Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, hari ini.

“Telah dilaksanakan upacara serah terima jabatan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya dan Dansat Brimob Polda Metro Jaya yang dipimpin bapak Kapolda Metro,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (28/11).
Dikatakan, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) yang sebelumnya dijabat Komisaris Besar Polisi Nico Afinta diserahterimakan kepada Komisaris Besar Polisi (Kombes) Roycke Harry Langie. Nico sendiri mendapat promosi jabatan sebagai Karo Binopsnal Bareskrim Polri.

“Sementara, jabatan Dansat Brimob Polda Metro Jaya diserahterimakan dari Kombes Pol Edi Mardianto kepada Kombes Pol Ramdani Hidayat,” ungkapnya.

Menurutnya, serah terima jabatan dilaksanakan berdasarkan keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor: KEP/1730/XI/2018, tanggal 9 November 2018 dan KEP/1797/XI/2018, tanggal 17 November 2018, tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri.(BES)

Grand Master Taekwondo Indonesia Lioe Nam Khiong Masuk Pengurus WTF

Grand Master Lioe Nam Khiong (kanan) dengan Presiden WTF Dr.Choue Chung Won. [Istimewa]

Jurnal123.com – Pemegang Sabuk Dan IX Kukkiwon Grand Master Lioe Nam Khiong dipercaya duduk di Kepengurusan World Taekwondo Federation (WTF) atau organisasi Taekwondo dunia.

Berdasarkan situs worldtaekwondo.org, Grand Master Lioe Nam Khiong duduk sebagai Vice Chairman Marketing. Ia bersama presiden Taekwondo Singapura Milan Kwee yang duduk sebagai Chairman.

Ketika dikonfirmasi Grand Master Lioe Nam Khiong membenarkan , dirinya duduk di kepengurusan WTF. “Ya saya sekarang duduk di WTF atas permintaan presiden WTF
Dr. Choue Chung won,” kata Lioe Nam Khiong seperti dilansir Suara Pembaruan.

Kedekatan Lioe Nam Khiong dengan Presiden WTF Dr.Choue Chung Won sudah menjadi rahasia umum di kalangan pelaku Taekwondo Internasional. Bahkan Presiden WTF Dr.Choue Chung Won sempat berkunjung ke Indonesia bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Games.

” Kalau hubungan pribadi Lioe Nam khiong dengan Dr.Choue sangat erat sekali jadi sangat wajar jika lioe nam khiong diminta duduk di WTF ,” ujar Sekjen UTI Pro Lam ting.

Sementara Dr.Chou Chung Won dalam surat elektroniknya menyebutkan,Lioe Nam Khiong adalah figur yang tidak bisa dipisahkan dengan Taekwondo.” Saya sangat mengapresiasi dedikasi anda terhadap perkembangan olahraga Taekwondo di Indonesia khususnya dan di level Dunia pada umumnya ,” kata Dr. Choue.

Grand Master Lioe Nam Khiong merupakan Taekwondoin Indonesia Pertama Yang Diangkat di kepengurusan World Taekwondo Federation, sebagai Vice Chairman Wakil Ketua di Marketing Committee World Taekwondo Federation.

Lioe Nam Khiong kelahiran 1 Juli 1956, Peraih DAN IX Kukkiwon Pertama di Indonesia. Ia menekuni Taekwondo Sejak Tahun 1972, dan Pernah Menjabat di PTI (Persatuan Taekwondo Indonesia) Sebagai Ketua Komisi Teknik.

Ia juga merupakan Pendiri Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) dan Universal Taekwondo Indonesia UTI Pro. Di Kepengurusan PB T.I 2007-2011 ketika mengemban tugas Wakil Ketua Umum , berperan besar atas sukses Indonesia meraih 6 emas di Sea Games 2011 Jakarta -Palembang.(SUP)

Hayatun Nufus AM. Keb Caleg Nomor Urut 8 PPP : Amanah, Jujur, Terpercaya dan Jadi Aspirasi Masyarakat

Hayatun Nufus AM. Keb Caleg Nomor Urut 8 PPP

Jurnal123.com – Tangerang. Bertekad menjadi Wakil Rakyat Perempuan Asli Tangerang, Hayatun Nufus AM.Keb,  sebagain Caleg No.8 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menasbihkan dirinya sebagai aspirator yang amanah, jujur, dan terpercaya untuk 1,6 juta masyarakat Kota Tangerang, demikian tegasnya saat ditemui dalam sebuah perbincangan dengannya.

“Saya warga asli Tangerang. Dari kecil hingga besar tinggal di sini. Saya ingin menjadi puteri daerah yang mengembangkan dan meningkatkan daerah saya, Tangerang, untuk menjadi lebih baik lagi. Karena selama ini belum pernah ada anak daerah asli saya yang menjadi anggota legislatif,” ungkapnya penuh tekad.

Amanah, Jujur, Terpercaya dan Jadi Aspirasi Masyarakat

Perempuan kelahiran Tangerang, 1 Desember 1988 ini, mewakili Daerah Pemilihan 1 (Dapil 1) Kota Tangerang yang meliputi dua Kecamatan, Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Karawaci. Oleh karenanya dengan latar belakang ilmu kebidanannya, Hayatus Nufus berjuang keras untuk mewujudkan program-program di bidang kesehatan seperti meningkatkan peran Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), baik yang telah berjalan maupun yang belum, untuk dimaksimalkan. Mengingat peran penting Puskesmas sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat di garda paling depan pembangunan manusia Indonesia, khususnya di Kota Tangerang.

Dan seperti diketahui pula Puskesmas yang ada di Dapil I Kota Tengerang (Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Karawaci), ada enam Puskesmas meliputi  Puskesmas Sukasari, Tanah Tinggi, Cikokol, Karawaci Baru, Bugel, Pasar Baru, dan Pabuaran Tumpeng.

Hayatun Nufus AM. Keb Caleg Nomor Urut 8 PPP

Keenam Puskesmas ini tak terpisahkan dari Puskesmas lainnya  yang ada di seluruh Kota Tangerang seperti Puskesmas Tajur, Larangan Utara, Cipadu, Pondok Bahar, Karang Tengah, Padurenan, Cipondoh, Poris Pelawad, Ketapang, Gondtonh, Kunciran, Panunggangan, Cibodasari, Baja, Jatiuwung, Periuk Jaya, Gembor, Sangiang, Poris Gaga Lama, Batu Ceper, Neglasari, Kedaung Wetan, Jurumudi Baru, dan Benda.

Disamping itu tentunya, Hayatun Nufus juga memfokuskan dirinya pada perbaikan sarana dan prasarana tempat ibadah baik masjid, mushala, maupun pesantren-pesantren. Serta program perbaikan fasilitas umum lainnya seperti perbaikan jalan, pengadaan taman taman bermain yang ramah anak, dan lain sebagainya. 

Dan untuk mengetahui program program yang akan dijalani nanti, otomatis dirinya akan turun menyapa masyarakat, untuk mendengarkan, menampung dan mencarikan solusinya. Apalagi sebagai perempuan asli Tangerang, puteri asal daerah sini, disinilah keluarga besarnya berada. Door to door dan sekaligus bersilaturahmi kepada keluarga dan masyarakat disini, pastinya, jelas Hayatun Nufus.

Apalagi, dunia politik bukan dunia baru bagi dirinya sebenarnya, lantaran banyak saudara saudaranya yang sudah terjun lebih dahulu di dunia politik. Sehingga dukungan dan dorongan untuk lebih memperjuangkan kebutuhan masyarakat Tangerang jauh lebih besar dan lebih kuat. Ini merupakan tantangan besar buatnya agar bisa membangun daerahnya lebih baik lagi. 

“Di sisilah lahan untuk saya berbuat kebaikan bagi masyarakat, menjadi yang amanah untuk masyarakat. Oleh karenanya, saya  mencalonkan jadi  perwakilan rakyat, yang bisa menjembatani dan bisa membantu aspirasi masyarakat. Insyaa Allah saya akan sekuat tenaga memperjuangkannya, semampu saya,” tegasnya lagi.

Sebagai Caleg Nomor 8 PPP, Dapil 1 Kota Tangerang,  insyaa Allah mendapatkan dukungan dari keluarga dan masyarakat sini. Yang penting berusaha dan berdoa. Dan perjuangan untuk masyarakat Kota Tangerang ini pada akhirnya saya kembalikan lagi semuanya kepada Allah SWT. Karena Allah SWT pasti punya rencana buat saya. Insyaa Allah saya optimis menjalankan dan menghadapi ini semua. 

Daerah Pemilihan (Dapil) dan jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang tidak mengalami perubahan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Terdiri dari 5 Dapil, masing-masing Dapil 1 (Kecamatan Tangerang- Kecamatan Karawaci), Dapil 2 (Jatiuwung, Cibodas, Periuk), Dapil 3 (Batuceper, Neglasari, Benda), Dapil 4 (Cipondoh-Pinang), dan Dapil 5 (Ciledug, Karangtengah, Larangan).

Demikian pun dengan jumlah kursinya, dimana alokasinya untuk tiap masing-masing Dapil. Yakni, Dapil 1 sebanyak 10 kursi, Dapil 2 sebanyak 11 kursi, Dapil 3 sebanyak 8 kursi, Dapil 4 sebanyak 10 kursi dan Dapil 5 sebanyak 11 kursi. Dengan jumlah penduduk mencapai 1,6 juta.

Amanah, Jujur, Terpercaya dan Jadi Aspirasi Masyarakat

Terkait dengan pemilih milenial di Kota Tangerang, Hayatun Nufus, melihat kaum muda ini sangat penting sekali. Kaum muda yang sudah sangat pinter, jeli dan makin update dengan perkembangan teknologi. Dimana dengan teknologi tentunya mudah untuk mencari tahu segala macam hal,  termasuk memudahkan mencari tahu tentang profil dirinya sebagai Caleg Nomor Urut 8 dari PPP Dapil 1 Kota Tangerang. Sehingga untuk menyasar pemilih milenial, juga penting dibutuhkannya bersosialisasi melalui dunia maya itu. Termasuk memanfaatkan secara positif partisipatif sosial media yang ada di tengah tengah kita. 

Tentunya terkait tentang kegiatan terkini atau terupdate dari apa yang si Caleg Nomor Urut 8 dari PPP Dapil 1 Kota Tangerang, Hayatun Nufus lakukan bersama dan untuk masyarakatnta. Sehingga mereka tidak perlu jauh jauh untuk bertemu si Caleg ini dan langsung bisa menilai sekarang, pantaskah Caleg Nomor Urut 8 dari PPP Dapil 1 Kota Tangerang, Hayatun Nufus menjadi Wakil Rakyat Kota Tangerang. Jadi semua bisa di liat atau dikomunikasikan melalui sosial media, ujarnya menutup perbincangan yang mengasyikan ini.(JAY)