Category Archives: Profil

Vokalis Koes Plus, Yon Koeswoyo Tutup Usia

Vokalis Grup Musik Legendari Koes Plus, Yon Koeswoyo Meninggal Dunia

Vokalis Grup Musik Legendari Koes Plus, Yon Koeswoyo Meninggal Dunia


JURNAL123, JAKARTA.
Berita duka datang di dunia musik datang di awal tahun ini. Yon Koeswoyo, vokalis Koes Plus, meninggal dunia. Berita berpulangnya musikus legendaris itu disampaikan Bens Leo.

Pengamat musik ini mengatakan berita itu didapat dari Nomo Koeswoyo, saudara Yon Koeswoyo yang juga dikenal sebagai pemusik. “Ya benar, saya ditelepon oleh Mas Nomo tadi pagi,” kata Bens Leo di Jakarta.

Yon Koeswoyo mengembuskan napas terakhir pada Jumat (5/1/2017) pukul 05.50 WIB. Yon Koeswoyo disemayamkan di rumah duka di Jalan Salak, kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

“Setahu saya Mas Yon punya komplikasi penyakit. Sempat juga bolak balik dirawat. Salah satunya di rumah sakit di BSD (Bumi Serpong Damai-red). Saya sempat jenguk,” kata Bens Leo lagi.

Nomo Koeswoyo, kata Bens Leo, sempat berakhir tahun di Jakarta. Kini, ayahanda mantan penyanyi cilik Chicha Koeswoyo itu tinggal di Magelang, Jawa Tengah. Yon Koeswoyo meninggal dalam usia 78 tahun.(KOM)

AM Fatwa Tutup Usia

AM Fatwa

AM Fatwa


JURNAL123, JAKARTA.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Andi Mappetahang Fatwa atau AM Fatwa meninggal dunia pada usia 78 tahun di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Menurut putri AM Fatwa, Dian Islamiaty Fatwa, salah satu deklarator Partai Amanat Nasional itu tutup usia di Rumah Sakit MMC Jakarta, Kamis pagi.

“Telah meninggal dunia ayahanda AM Fatwa pukul 06.25 AM di Rumah Sakit MMC. Mohon dibukakan pintu maaf dan mudah-mudahan Ayah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Dian, saat dihubungi Kompas.com pada Kamis pagi.

Hingga saat ini jenazah AM Fatwa masih berada di RS MMC Jakarta. Namun, pihak keluarga akan membawa jenazah ke rumah duka di Jalan Condet Pejaten, Jakarta.

“Akan dishalatkan di rumah bakda zuhur dan dimakamkan di pemakaman Kalibata,” ucap Dian.

Profil AM Fatwa, Sumber: Litbang Kompas

Nama : A. M. Fatwa
Tempat, Tanggal Lahir : Bone, Sulawesi Selatan, 12 Februari 1939
Agama : Islam
Jabatan : Anggota DPD RI (2014-2019)

PERJALANAN KARIER :
Pekerjaan :
– Dosen Agama Islam Universitas Prof.Dr. Mustopo (Beragama), Jakarta ( 1964 – 1965 )
– Kepala Sub Direktorat Pembinaan Masyarakat Direktorat Politik Pemda DKI Jakarta Staf Khusus Agama dan Politik Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin ( 1970 – 1977 )
– Staf Khusus Menteri Agama (Tarmizi Taher) ( 1996 – 1998 )
Legislatif :
– DPR dari Reformasi ( 1999 – 2004 )
Keterlibatan dalam Organisasi :
– Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Reformasi
– DPR dari PAN (Partai Amanat Nasional) ( 2004 – 2009 )
Keterlibatan dalam Organisasi :
– Anggota Komisi I dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional)
– Anggota Komisi II dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional)
– DPD dari ( 2009 – 2014 )
– DPD dari ( 2014 – 2019 )

KEGIATAN LAIN :
– Penggagas/Pendiri dan Deklarator Partai Amanat Nasional (PAN)
– Anggota Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) di Bone dan Sumbawa ( 1954 )
– Pimpinan Regu Pandu Islam Indonesia ( 1954 – 1959 )
– Anggota/Dewan Penasihat Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) dari tingkat Komisariat, Cabang dan Pengurus Besar ( 1957 )
– Anggota Badan Kerjasama Pemuda Militer ( 1958 – 1961 )
– Anggota Front Nasional Pembebasan Irian Barat, Sumbawa ( 1958 – 1959 )
– Anggota / Wakil Ketua Lembaga Hikmah Pimpinan Pusat ( 1959 )
– Tim Ahli Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dari Ranting, Cabang/Daerah dan Pimpinan Pusat (Lembaga Hikmah) ( 1959 )
– Anggota Komisariat, Cabang dan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ( 1960 )
– Anggota Dewan Penasihat KAHMI ( 1960 )
– Anggota Mahasiswa Ikatan Dinas ALRI ( 1960 – 1963 )
– Anggota Front Pemuda Pusat ( 1961 – 1962 )
– Anggota Badan Kerjasama Ulama Militer (BKSPM) ( 1961 – 1962 )
– Ketua Komisariat ALRI Jakarta ( 1961 – 1962 )
– Ketua Senat Corps Pelajar Calon Perwira ALRI se-Indonesia ( 1962 – 1963 )
– Sekretaris Organisasi Pemuda Islam Seluruh Indonesia ( 1962 – 1963 )
– Sekretaris Perserikatan Organisasi-organisasi Pemuda Islam Seluruh Indonesia (Porpisi), Organisasi Konfederasi Tingkat Pusat ( 1963 – 1964 )
– Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin/Dakwah dan Anggota Dewan Mahasiswa IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ( 1963 – 1964 )
– Anggota Front Nasional Pusat ( 1963 – 1964 )
– Penandatangan Deklarasi Berdirinya Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar, Mewakili Unsur Pemuda-Pelajar ( 1964 )
– Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Dakwah Islam (PTDI) Badan Koordinator Jawa Timur ( 1967 – 1969 )
– Imam Tentara ALRI ( 1967 – 1970 )
– Ketua Umum Lembaga Pembinaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-5, Jakarta ( 1972 )
– Sekretaris Korps Dakwah Islam DKI ( 1973 )
– Pendiri dan Ketua Umum LP MTQ DKI Jakarta ( 1973 )
– Pendiri dan Ketua Badan Pembina Yayasan Putra Fatahillah, yang bergerak di Bidang Pendidikan Taman Kanak-kanak dan Guru Taman Kanak-kanak ( 1973 )
– Badan Koordinator PTDI Jakarta ( 1973 – 1977 )
– Sekretaris I dan Anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta ( 1975 – 1979 )
– Sekretaris Badan Pembina Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (Basis) DKI Jakarta ( 1976 )
– Ketua Umum Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta ( 1976 – 1979 )
– Sekretaris Group Diskusi Haji ( 1976 – 1979 )
– Sekretaris Umum Badan Amal Muslimin, Organisasi Konfederasi Ormas-ormas Islam Tingkat Pusat ( 1976 – 1977 )
– Ketua Lembaga Kebijakan Islam Samanhudi ( 1977 – 1978 )
– Pendiri dan Badan Pembina Yayasan Pondok Karya Pembangunan ( 1977 )
– Penggagas dan Konseptor Dasar Pengorganisasian dan Pelembagaan MTQ secara Nasional menjadi LPTQ Nasional ( 1977 )
– Sekretaris dan Penandatangan Kelompok Kerja (Pokja) Petisi 50 ( 1980 – 1984 )
– Ketua II Korps Mubaligh Indonesia ( 1983 – 1984 )
– Penasihat Orsat dan Dewan Penasihat Pimpinan Pusat ICMI Orwil DKI Jakarta ( 1993 )
– Pendiri Yayasan P3SDM (Pusat Pengembangan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia) ( 1994 )
– Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah DKI Jakarta ( 1997 – 1999 )
– Ketua DPP PAN ( 1998 – 2000 )
– Anggota Kaukus 11 November ( 2000 )
– Ketua DPP PAN ( 2000 – 2005 )
– Sekretaris Badan Amil Zakat Nasinal (Baznas) ( 2001 )
– Dewan Penasihat Ikatan Alumni IAIN/UIN (Ikaluin) Syarif Hidayatullah, Jakarta ( 2002 )
– Penasihat DPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ( 2002 )
– Badan Pembina Yayasan Asrama dan Pendidikan Islam (YAPI) Al-Azhar Rawamangun ( 2002 )
– Wakil Ketua MPP DPP PAN ( 2005 )
– Wakil Ketua Dewan Kehormatan Forum Komunikasi Alumni ESQ ( 2006 )
– Penasihat Ikatan Keluarga Sospol/Kesbang DKI Jakarta ( 2006 )
– Pendiri dan Ketua The Fatwa Center (tFC) ( 2008 )

PUBLIKASI :
– Buku : Dulu Demi Revolusi, Kini Demi Pembangunan: Eksepsi di Pengadilan. Penerbit : YLBHI, Jakarta ( 1985 )
– Buku : Demi Sebuah Rezim, Demokrasi dan Keyakinan Beragama Diadili (Ringkasan Pembelaan di Pengadilan), Penerbit : Cetakan Pertama: Gramedia, Jakarta ( 1986 )
– Buku : Saya Menghayati dan Mengamalkan Pancasila Justru Saya Seorang Muslim: Skripsi Pembebasan dari Penjara. Penerbit : Bina Ilmu, Surabaya ( 1994 )
– Buku : Islam dan Negara. Penerbit : Bina Ilmu, Surabaya ( 1995 )
– Buku : Menggugat dari Bilik Penjara: Surat-Surat Politik AM Fatwa. Penerbit : Cetakan Kedua: Teraju (Mizan), Bandung ( 1995 )
– Buku : Dari Mimbar Ke Penjara. Penerbit : Mirzan, Bandung ( 1999 )
– Satu Islam Multipartai. Penerbit : Mirzan, Bandung ( 1999 )
– Buku : Menggugat dari Bilik Penjara: Surat-Surat Politik AM Fatwa. Penerbit : Cetakan Pertama: Prima Netcom Inaya, Bandung ( 1999 )
– Buku : Demi Sebuah Rezim, Demokrasi dan Keyakinan Beragama Diadili (Ringkasan Pembelaan di Pengadilan), Penerbit : Cetakan Kedua : Gramedia, Jakarta ( 2000 )
– Buku : Demokrasi Teistis: Merangkai Integrasi Agama dan Politik. Penerbit : Gramedia, Jakarta ( 2001 )
– Buku : Otonomi Daerah dan Demokratisasi Bangsa. Penerbit : Yarsif Watampone, Jakarta ( 2003 )
– Buku : PAN Mengangkat Harkat dan Martabat Manusia. Penerbit : Intrans, Jakarta ( 2003 )
– Buku : Kampanye Partai Politik di Kampus. Penerbit : Gramedia, Jakarta ( 2003 )
– Buku : Dari Cipinang Ke Senayan: Catatan Gerakan Reformasi dan Aktivitas Legislaif hingga ST MPR 2002. Penerbit : Intrans, Jakarta ( 2003 )
– Buku : Melanjutkan Reformasi Membangun Demokrasi: Jejak Langkah Parlemen Indonesia 1999-2004. Penerbit : Rajawali Pers, Jakarta ( 2004 )
– Buku : Problem Kemiskinan, Zakat Sebagai Solusi Alternatif. Bersama : Djamal Doa dan Aries Mufti. Penerbit : Teraju (Mizan), Jakarta ( 2004 )
– Buku : Catatan dari Senayan: Memori Akhir Tugas di Legislatif 1999-2004. Penerbit : Intrans, Jakarta ( 2004 )
– Buku : Menggugat Dari Penjara, surat-surat Politik AM Fatwa ( 2004 )
– Buku : PAN Menyongsing Era Baru: Kehausan Reorientasi. Penerbit : Republika, Jakarta ( 2005 )
– Buku : Pengendalian HAM Ad Hoc Tanjung Priok: Pengungkapan Kebenaran Untuk Rekonsiliasi Nasional. Penerbit : Dharmapena, Jakarta ( 2005 )
– Buku : Menghadirkan Moderatisme Melawan Terorisme. Penerbit : Cetakan Pertama: Blantika, Jakarta ( 2006 )
– Buku : Menghadirkan Moderatisme Melawan Terorisme. Penerbit : Cetakan Kedua: Blantika, Jakarta ( 2007 )
– Buku : Khutbah-Khutbah Politik A.M. Fatwa di Masa Orde Baru. Penerbit : Suara Muhammadiyah, Yogyakarta ( 2007 )
– Buku : Satu Dasawarsa Reformasi: Harapan dan Kenyataan. Penerbit : the Fatwa Center, Jakarta ( 2008 )

PENGHARGAAN :
– Well Performed Men and Women of the Year 2003 Award dari Indonesia Lestari Foundation ( 2003 )
– Piagam Adat Keratuan Paksi Pak Skala Brak (Kerajaan Tua di Lampung) dengan Gelar Tumenggung Alip Jaya ( 2003 )
– Lencana Kehorrmatan Radyolaksono dan Nama Notohadinagoro dari Pakubuwono XII ( 2003 )
– Gelar Kanjeng Pangeran (KP) dari Surakarta Hadiningrat ( 2003 )
– Penulis Pledoi Terpanjang di Pengadilan (1118 Halaman) dari Museum Rekor Indonesia (MURI) ( 2004 )
– Legislator Paling Produktif Menulis Buku dari MURI ( 2004 )

Ahok Masuk 100 Tokoh ‘reThinkers’ Dunia

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Saat Memasuki Mobil Tahanan Usai Vonis Pengadilan

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Saat Memasuki Mobil Tahanan Usai Vonis Pengadilan


JURNAL123, JAKARTA.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masuk dalam daftar “100 Global reThinkers” 2017 versi majalah bergengsi Amerika Serikat Foreign Policy.

Nama-nama yang masuk dalam daftar ‘Pemikir Ulang Global’ atau ‘Pembawa Perubahan Dunia’ 2017 tersebut adalah para pemimpin terkemuka dan intelektual dunia hasil pilihan majalah Foreign Policy dari Amerika Serikat.

“Tahun ini, Foreign Policy dengan bangga mempersembahkan Global reThinkers — para legislator, teknokrat, komedian, advokat, pengusaha, pembuat film, presiden, provokator, tahanan politik, periset, ahli strategi, dan visioner — yang secara bersama-sama menemukan cara yang luar biasa, tak hanya untuk memikirkan kembali dunia kita yang baru dan aneh ini, tapi juga membentuknya kembali. Mereka adalah orang-orang yang bertindak, yang mendefinisikan 2017,” demikian dikutip dari situs Foreign Policy.

Majalah Foreign Policy menganggap Ahok , yang kini masih mendekam di tahanan Mako Brimob, Depok, sebagai tokoh yang melawan hantu fundamentalis. Ahok terpilih bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Perdana Menteri Irak, Haider Abadi, Presiden Prancis Emmanuel Macron, juga para aktivis perempuan Arab Saudi.

“Berlidah tajam, keturunan China dan menganut Kristen Protestan di negara berpenduduk mayoritas muslim, Ahok tidak sesuai dengan profil politikus Indonesia pada umumnya,” tulis Foreign Policy, Rabu (6/12/2017).

Pada awalnya, keunikan tersebut menguntungkan Ahok. Namun pada 2017, perbedaan-perbedaan itu bertabrakan dengan kelompok Islam garis keras yang semakin kuat di Indonesia.

Setelah salah ucap dalam pidato kampanye, Ahok dihukum karena menghujat, kalah dalam pemilihan dan dijebloskan di penjara. “Dia menjadi simbol paling menonjol dari pluralisme dan agama yang tersudut di Indonesia,” tulis Foreign Policy.

Jika melihat ke belakang, sungguh luar biasa bahwa Ahok, tokoh dengan minoritas ganda, pembicara publik yang impulsif, bahkan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri disebut-sebut pernah mengatakan “Seandainya ada pita ajaib bisa bisa dilekatkan di mulutnya,”, bisa berjalan sejauh Ahok.

Dalam waktu kurang dari tiga tahun, mulai dari wakil rakyat sebuah kabupaten kecil di Belitung Timur, hingga menjadi Gubernur Ibu Kota Jakarta.

“Tahun 2016 adalah tahun ketika populisme reaksioner menyapu dunia, Brexit mengguncang Inggris, Donald Trump terpilih jadi Presiden AS dan Filipina memilih Rodrigo Duterte. 2017 adalah tahun perhitungan. Seiring tatanan baru berlangsung, kita dipaksa memikirkan tatanan baru dan menemukan cara untuk menghadapi realitas baru tersebut,” tulis majalah Foreign Policy, mengawali pengumuman 100 tokoh pembawa perubahan atau Global reThinker 2017.

“Tahun ini, Foreign Policy dengan bangga mempersembahkan Global reThinker, para legislator, teknokrat, komedian, pengacara, pengusaha, pembuat film, presiden, provokator, tahanan politik, peneliti, ahli strategi, dan visioner, yang bersama-sama yang menemukan cara menakjubkan tidak saja memikirkan kembali dunia kita yang aneh, tapi juga membentuknya. Mereka adalah pelaku yang membentuk 2017.”

Foreign Policy juga mencatat pemenjaraan Ahok menuai simpati global. Para pendukungnya di seluruh dunia menggelar acara penyalaan lilin menyatakan duka dan dukungan bagi Ahok.

Bahkan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) turut mengutuk keputusan pengadilan terhadap Ahok. “Bukannya berbicara melawan ujaran kebencian oleh para pemimpin demonstrasi, otoritas Indonesia malah memenangkan hasutan terhadap intoleransi dan diskriminasi agama,” kata tiga pakar PBB dalam sebuah pernyataan bersama Mei lalu.

Meski begitu, beberapa kalangan di Indonesia masih berharap agar persekusi terhadap Ahok bisa berdampak positif, yakni menggembleng mayoritas kalangan moderat yang memilih diam.

Ahok bukan satu-satunya mantan Gubernur DKI Jakarta yang masuk dalam daftar 100 Tokoh Global Thinkers Majalah Foreign Policy. Pendahulunya, Joko Widodo, yang kini menjadi Presiden, juga pernah didapuk jadi “100 Global reThinkers” pada 2013.(CNN)

Presiden Tetapkan 4 Pahlawan Nasional Baru

Laksamana Malahayati, Laksamana Wanita Pertama di Dunia Asal Aceh

Laksamana Malahayati, Laksamana Wanita Pertama di Dunia Asal Aceh


JURNAL123, JAKARTA.
Nama Pahlawan Nasional baru ditetapkan setiap tahunnya menjelang Hari Pahlawan Nasional. Tahun ini, ada empat sosok baru yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Presiden Jokowi menetapkan empat nama Pahlawan Nasional baru di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017). Perwakilan ahli waris dari keempat tokoh heroik itu menerima plakat Pahlawan Nasional dari Jokowi.

Keempat Pahlawan Nasional baru itu adalah Laksamana Malahayati dari Aceh, Zainuddin Abdul Madjid dari NTB, Mahmud Riayat Syah dari Kepri, dan pendiri HMI Lafran Pane dari Yogyakarta.

Penetapan keempat tokoh ini sesuai dengan Kepres No 115/TK/Tahun 2017. Surat keputusan ditandatangani Jokowi pada 6 November 2017. 

Sebelum menyerahkan plakat, Jokowi memimpin mengheningkan cipta. Wapres Jusuf Kalla, para menteri Kabinet Kerja, dan tokoh nasional lainnya turut hadir dalam acara ini.

Laksamana Malahayati atau Keumalahayati merupakan laksamana wanita pertama di dunia. Dia pernah memimpin pasukan yang terdiri atas para janda perang pada abad ke-16.

Sementara itu, Lafran Pane, selain pendiri HMI, pernah menjadi tokoh muda perintis kemerdekaan. HMI yang dia dirikan pun telah memunculkan kader-kader yang mengisi sejumlah tempat di pemerintahan, legislatif, hingga yudikatif.

Adapun Zainuddin Abdul Madjid merupakan pendiri ormas Islam terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan. Dia seorang ulama karismatik yang juga kakek Gubernur NTB saat ini.

Sultan Mahmud Riayat Syah adalah sosok yang konsisten melawan penjajahan. Pada 1782, dia pernah menenggelamkan kapal Belanda.(DEN)

Ibu Negara Iriana Joko Widodo Berulang Tahun

Iriana Joko Widodo (Foto Twitter Addie MS)

Iriana Joko Widodo (Foto Twitter Addie MS)

JURNAL123, JAKARTA.
Selain merupakan Hari Kesaktian Pancasila, hari ini juga merupakan hari istimewa bagi istri Presiden Republik Indonesia. Iriana Joko Widodo bertambah usia menjadi 54 tahun.

Wanita kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, ini merupakan putri dari pasangan Ngadiyo dan Sri Sunarni. Iriana juga merupakan menantu dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjiatmi.

Iriana menikah dengan Jokowi sejak 24 Desember 1986. Dia merupakan ibu dari tiga anak yaitu Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pengarep, serta nenek dari satu cucu yaitu Jan Ethes Narendra.

Ucapan selamat ulang tahun untuk Iriana mengalir di media sosial. Salah satunya dari komposer ternama Addie MS melalui akun Twitternya @addiems.

“Selamat berulang tahun, Ibu Hj. Iriana Joko Widodo…!” tulis Addie sambil mengunggah foto Iriana saat melambaikan tangan.

Pengurus Besar PGRI melalui akun Twitternya @PBPGRI_OFFICIAL pun tak luput mengucapkan selamat ulang tahun untuk Iriana. Mereka juga mendoakan agar Iriana selalu sehat, dan setia mendampingi Presiden Jokowi.

“Slamat Ultah Ibu Iriana Joko Widodo & Mas Gibran.Smg Allah Swt anugerahi kesehatan,panjang usia & ksabaran mendampingi Bpk Presiden @jokowi,” tulis akun Pengurus Besar PGRI.(DET)

Penjual Nasi Padang Kini Presiden Singapura

Halimah Yacob Saat Dilantik Presiden Singapura

Halimah Yacob Saat Dilantik Presiden Singapura

MENJADI presiden wanita pertama di Singapura, mungkin tidak terpikirkan oleh Halimah Yakob ketika ia masih kecil. Lahir pada 23 Agustus 1954, wanita ini berjuang dengan keras untuk tetap hidup. Inilah kisah hidup Halimah, seperti yang dirangkum dari berbagai sumber.

Presiden wanita pertama Singapura tanpa pemilu
Halimah Yakob bisa dibilang terpilih tanpa pemilu, karena hanya dia calon yang diberikan sertifikat kelayakan oleh Elections Departement (ELD) pada 11 September 2017. Sertifikat ini sangat penting dikeluarkan untuk para calon, agar mereka bisa bertanding dalam pemilihan presiden. Namun, karena ELD yang dikeluarkan hanya satu, secara otomatis, Halimah naik menjadi Presiden Singapura untuk enam tahun ke depan.

Memiliki masa lalu yang sangat sulit
Sebagai seorang anak yatim sejak umur delapan tahun, kehidupan Halimah Yakob sangat berat. Setelah kehilangan ayahnya, Halimah membantu sang ibu untuk menjual nasi Padang di kawasan Shenton Way. Ia menolong ibunya untuk membersihkan meja hingga mencuci piring di restoran tersebut. Tidak lupa pula ia melayani para pelanggan yang makan di sana.

Hampir dikeluarkan dari sekolah
Ketika bersekolah di Singapore Chinese Girls, ia pernah hampir dikeluarkan dari sekolah. Alasannya sederhana, untuk membantu ibunya di restoran nasi Padang setelah kehilangan ayahnya. Akibatnya ia dipanggil oleh kepala sekolah dan diberikan ultimatum terakhir, agar bisa kembali ke sekolah.

Selalu memiliki motivasi positif
Ketika ia berada di posisi ingin dikeluarkan dari sekolah, Halimah merasa itulah momen buruk dalam hidupnya, setelah kehilangan ibunya tahun 2015. Namun, ia tetap berusaha maju dan berpikiran positif. Berhenti untuk mengasihani diri sendiri dan tetap maju untuk kesuksesan.

Dirut Pertamina CEO Terbaik Versi Majalah BUMN

Elia Massa Manik

Elia Massa Manik


JURNAL123, JAKARTA.
Direktur Utama PT Pertamina Elia Massa Manik terpilih menjadi CEO BUMN terbaik, pada ajang Anugrah BUMN 2017.

Elia berhasil menjadi pemenang pada kategori Visioner.
Elia Massa dinilai berhasil menjadi pemimpin yang mampu memperkuat kinerja korporasi, melalui keahlian leadership yang tinggi. Dia juga dianggap mampu mengelola SDM yang kompetitif dan berdaya saing di kancah global, sekaligus mendorong pencapaian kinerja keuangan yang unggul dalam situasi ekonomi apapun.

“Dia adalah pemimpin yang mampu menghadapi tantangan global yang penuh ketidakpastian. Dengan keunggulan leadership yang dimiliki, mereka mampu memberikan arahan yang tepat bagi perusahaannya,” ujar Wakil Pemimpin Perusahan Majalah BUMN Ervik A Sutanto, pada malam penganugerahan di Jakarta, Jumat, 15 September 2017 malam.

Dalam malam Anugrah BUMN tersebut, sejumlah tokoh lainnya juga meraih penghargaan. Mereka adalah Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana menjadi pemenang CEO BUMN kategori Strategic, Direktur Utama PT Tambang Batubara Bukit Asam Arviyan Arifin terpilih menjadi CEO BUMN kategori Executor, Direktur Utama BTN Maryono terpilih menjadi CEO Terbaik kategori Developing Talent.

Proses penjurian berlangsung tiga tahap, yakni seleksi kuesioner, pendalaman materi kuesioner oleh Dewan Juri dan wawancara CEO. Dari 103 peserta, sebanyak 73 BUMN dan anak usaha BUMN lolos tahap kedua dan 45 CEO mengikuti tahap final penjurian.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, ajang anugerah BUMN 2017 ini juga menjadi salah satu wadah efektif untuk menyaring CEO terhebat para pemimpin BUMN maupun anak usaha BUMN.

Pemimpin Redaksi Majalah BUMN Ahmad Khusaini mengatakan, hasil dari Anugerah BUMN bisa menjadi cerminan bagi pengelolaan BUMN ke depan, termasuk CEO terbaik yang terpilih pada ajang ini karirnya terus meroket.

“Berdasarkan pengalaman, CEO-CEO BUMN yang mendapat penghargaan Anugrah BUMN terus moncer kariernya. Kami melihat para CEO BUMN merupakan anak bangsa terbaik yang patut ditampilkan dalam rekrutmen sebagai pemimpin di pentas nasional,” ujar Khusaini.

Tahun ini, terdapat 45 CEO BUMN yang lolos seleksi tahap final hadir memenuhi undangan wawancara. Tahapan ini adalah untuk menjaring CEO terbaik yang visioner, jago memetakan strategi, eksekusi serta memiliki kemampuan leadership yang tinggi.(VIN)

Peringati Ulang Tahun Perkawinan, Ahok Tulis Surat

Surat Ahok Buat Veronica

Surat Ahok Buat Veronica

JURNAL123, JAKARTA.
Hari ini merupakan momentum paling bersejarah bagi kehidupan keluarga Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersama istri tercintanya Veronica Tan. Keduanya memperingati hari jadi perkawinannya yang ke-20.

Selamat Ulang Tahun “Bapak Bangsa”

KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur

KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur

Pada 7 September 1940 atau 77 tahun silam, pasangan Wahid Hasyim dan Solichah dikaruniai seorang anak pertamanya di Jombang, Jawa Timur.

Adik Ahok Ungkap Penyebab Kakaknya Stres Di Tahanan

Ahok (Kiri) Bersama Adiknya Basuri Tjahaja Purnama (Kanan)

Ahok (Kiri) Bersama Adiknya Basuri Tjahaja Purnama (Kanan)


JURNAL123, DEPOK.
Basuri Tjahaja Purnama, adik kandung mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menuturkan bahwa kakaknya setiap bangun pagi merasa stres lantaran tidak bisa lagi melayani masyarakat.

“Beliau kehilangan (saat di dalam rutan) melayani masyarakat,” kata Basuri, Kamis, 27 Juli 2017. Ia mengungkapkan terakhir berjumpa dengan Ahok pada pekan lalu.

Namun, ia melanjutkan, kondisi tersebut telah berlalu. “Sekarang dia (Ahok) sudah bisa men-setting otaknya,” ujar Basuri.

Walau berada di dalam rumah tahanan, kata Basuri, tak membuat Ahok menjadi pemurung. Malah, dia semakin sering melontarkan lelucon mengenai kondisinya sekarang. “Lumayan lah sekarang orang kasih kue, kasih baju, kasih buku, gue terima, kan bukan gubernur lagi,” ucap Basuri menirukan celoteh Ahok.

Setelah keluar dari rumah tahanan, Basuri mengatakan Ahok akan menjadi penulis buku atau seorang motivator. “Lah sudah dihukum, gimana mau politik? Jadi harus jadi motivator anak-anak muda untuk menjadi politikus yang baik,” katanya menjelaskan.

Basuri juga meminta pada seluruh masyarakat untuk mendoakan Ahok. “Mohon doanya terus, walaupun di sana (rutan) tidak nyaman, tapi dia (Ahok) selalu berpikiran positif dan senang,” kata Basuri.

Ahok divonis penjara 2 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Mei lalu. Ahok sempat ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, sebelum akhirnya dipindah ke tahanan Mako Brimob.(TEM)