Category Archives: Politik

Hasil Final Quick Count Versi LSI Denny JA: Jokowi Menang di 20 Provinsi, Prabowo Unggul 14 Provinsi

Ilustrasi Quick Count

Jurnal123.com – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA merilis hasil final quick count atau hitung cepat Pilpres 2019.

Dalam hitung cepat versi LSI, hasilnya, capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Malam hari tanggal 19 April 2019, data TPS dari pegunungan Papua masuk ke dalam sistem quick count LSI Denny JA. Apa daya, kami harus menunggu TPS di pegunungan Papua karena secara random TPS itu terpilih,” ujar pendiri LSI, Denny JA, Sabtu (20/4/2019) sore.

Dikatakan Denny, kemenangan Jokowi bisa disebut telak karena selisih dua digit, di atas 10 persen. Selisih kemenangan Jokowi atas Prabowo pada pemilu 2019 melampaui selisih kemenangan Jokowi atas Prabowo pada pemilu sebelumnya 2014.

LSI Denny JA juga mengumumkan tingkat Golput sangat rendah, hanya 19, 24 persen. Ini adalah tingkat Golput terendah dalam sejarah pemilu presiden era reformasi. Sebelumnya pada Pilpres 2004, 2009 dan 2014, Golput sekitar 25-30 persen.

Pertarungan sengit dua kubu presiden sudah berhasil memobilisasi pemilih datang ke TPS.

LSI Denny JA juga mengumumkan Jokowi menang di 20 provinsi. Prabowo menang di 14 Provinsi. Kemenangan penting Jokowi di provinsi besar Jawa Timur dan Tengah. Kemenangan penting Prabowo di provinsi besar Jawa Barat.

Namun Denny JA juga memberikan disclaimer. “Hasil KPU yang akan kita ikuti. Namun KPU secara resmi baru mengumumkan tanggal 22 Mei 2019. Itu masih sebulan dari sekarang.”

“LSI Denny JA sudah melalukan 200 Quick Count. Alhamdulilah belum pernah sekalipun berbeda dengan hasil KPU soal pemenang pemilu,” tandasnya.

Ekspose data Quick Count

Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) bersama delapan anggotanya menggelar konfrensi pers Expose Data Hasil Quick Count Pemilu 2019 di Kebon Sirih, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Ketua Persepi, Philips J Vermonte menyampaikan metodologi yang digunakan dalam melaksanakan hitung cepat.

“Metode kita ngambil 2.000, 3.000 atau 4.000 TPS. Lalu ada numerator yang kita kirim ke TPS, kita memobilisasi lebih kurang 2.000 orang,” terang Philips.

Peran numerator di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) hanya melaporkan penghitungan form C1 plano dari TPS.

Philips menerangkan, numerator ditugaskan melakukan foto C1 Plano untuk kemudian dikirim ke server pusat.

“Kita ada sistem server, kemudian tinggal kita tabulasi sampel-sampel yang masuk,” paparnya.

Philips J Vermonte menyebut hasil quick count setiap lembaga tidak akan sama, itu karena adanya margin of error paling tidak satu persen.

“Yang jelas hasil penghitungan quick count biasanya tidak deviasi jauh dengan hasil penghitungan manual (rekapitulasi) KPU),” kata Philips.

Persepi menambahkan hasil quick count atau exit poll bukan final.

Bagaimanapun referensinya tetap Komisi Pemilihan Umum.

Asep Saifudin selaku Penanggung Jawab Survei Indobarometer bertutur hasil dari quick count dan exit poll tidak akan berbanding lurus dengan penghitungan KPU.

“Tidak bisa apple to apple sebab jenis datanya beda. Kalau survei bisa dilakukan dua tahun sebelum pemilu. Sedangkan quick count dan exit poll itu dilakukan pas pemilunya selesai,” imbuh Asep.(TRI)

Sambil Menunggu Hasil Rekaptulasi KPU Direktorat Siber Tetap Pantau Berita Hoaks dan Berita Provokasi

Jurnal123.com – Setelah pemilihan umum berlangusngu aman dan menuggu hasil  rekaptulasi selama 35 hari proses penghitungan terus berjalan. Seiring dengan itu  pengamanan terus berjaga dan meskipun dilakukan patroli siber terhadap akunt terhadap penyebaran konten bersifat provokatif menyebaran narasi,foto,video,voice tetap dalam pantauan patroli siber bekoordinasi dengan keminfo dan Badan Sandi Negara(BSN) dalam mlakukan preemtif.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No. 3 , Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat(19/4)2019 mengatakan dari hasil patroli siber semalam ya, dari info teman-teman media patroli siber langsung giat masif di media sosial , sampai  dengan tadi jam 8 pagi memang ada tren peningkatan dari hasil patroli siber kurleb 10-15 akun yg menyebarkan konten bersifat provokatif sampe jam 8 pagi hampir 40 persen.”Dari akun tersebut menyebarkan narasi, foto, video, voice yg bersikap Provok yang mengajak masyarakat untuk berbuat onar, mengajak masyarakat lakukan aksi, mengajak masyarakat lakukan kerusuhan, terhadap akun yang menyebar kan konten tersebut dari  jam 9 malam samp jam 8 pagi tadi,” ujarnya. 

Selanjutnya, Dedi menegaskan Direktorat siber ada 2 langkah yg dilakukan, langkah pertama preemtif nya berkomunikasi langsung dgn Kemeninfo dan Badaan Sandi Negara( BSN) untuk meminta take down akun tersebut, kedua sebelum penegakan hukum melakukan profiling dan identifikasi akun tersebut yang nanti apabila berhasil diidentifikasi dan diinformasikan ke Kementerian Infokonm lakukan Penegakan Umum adalah langkah terakhir dalam rangka menginventigasi terhadap  akun yang terus menyebar konten provokasi. “Saya akan tanya update ke direktorat siber sudah ada penegakan hukum atau belum. Terus dilakukan koordinasi dengan kemeninfo untuk take down dan profiling dan iden akun tersebut,” tegsanya .

Ketika ditanya isi kontennya apa, Dedi  menjelaskan  narasinya memprovokasi mengajak melakukan aksi, sebagai rx dari hasil perhitungan cepat quitcont, kita liat tren ada hasil quitcont langsung jam 09.00 mulai 1 2 peningkatan akun yang sebarkan provok sampe pagi ini, banyak sekali video beredar viral di YouTube igin  twit dan wa grup. Apa yang dilakukan masyarakat, Kepada masyarakat  langkah pertama diminta tenang bijak, artinya tidak langsung percaya konten yang disebar akun medsos apalagi anoninus, oki masyarakat yang dapat konten provokasi segera informasikan ke polisi terdekat atau sudah ada dari Kementerin infokom apakah mengecek konten hoaks, pusat informasi Kemeninfo dan barusan yang ngecek hoaks sudah ada.” Nanti polisi barusan Kementerian info komunikasi akan klarifikasi, setelah klarifikasi kita beri literasi digital agar masy paham, dan kita harapkan masyarakat tak terprovokasi terhadap konten belum tentu kebenarannya,” jelasnya.

Disinggung ada pergerakan masa, Dedi merinci jadi untuk tadi malam, dari quitcont polri sudah intruksi ke jajaran Polda tingkat kan kewaspadaan, fokus polisi harus amankan berbagai agenda dan tahapan pemilu sampe hari ini polri masih amankan susu sampe selesai dihitung di tiap TPS dikirim ke PPK, dari PPK , akan dikirim ke  Kabupaten /Provinsi  lanjutnya dikirim ke Jakarta, “Kemudian penghitungan KPU, hasilnya akan dibuka resmi 22 Mei itu kita amankan semua agenda itu kita amankan pentahapan itu jangan sampai  terjadi sesuatu dan ini agenda tentu punya potensi kerawanan berbeda di tiap daerah,” rincinya.

Adany sejumlah tokoh Eggi Sujana kemungkinan lakukan dan  Itu bagaimana, Dedi menandaskan ya kita harapkan ke tokoh-tokoh  untuk sabar tenang semua juga masyarakat sesuai intruksi presiden. “Sabar tenang menunggu pengumuman resmi KPU sebagai lembaga resmi yang punya kompetensi mengumumkan hasil pemilu, ” tandasnya.(Vecky Ngelo)

Data KPU

Jurnal123.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerima rekapitulasi perhitungan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 secara bertahap.

Berdasarkan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU hingga 19 April 2019 pukul 15.30 WIB, real count telah menjangkau 19.243 dari 813.350 TPS (2,36589%). 

Dari perhitungan yang baru mencapai 2,4% itu, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Amin sementara unggul dari pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno. 

Berikut hasilnya: 

(01) Ir. H. JOKO WIDODO – Prof.Dr. (H.C) KH. MA’RUF AMIN (55,18%)
Perolehan Suara: 2.017.709 

(02) H. PRABOWO SUBIANTO -H. SANDIAGA SALAHUDIN UNO (44,82%)
Perolehan Suara: 1.639.061 

Sebagai informasi, Situng hanya mempercepat proses informasi. Melalui Twitter resmi, KPU menegaskan bahwa Situng membantu menjadi alat kontrol, namun bukan hasil resmi yang ditetapkan KPU. 

Baca: Jokowi Effect! Rupiah Libas Dolar Australia di Luar Negeri

“Hasil resmi ditetapkan oleh KPU secara berjenjang dalam rapat pleno terbuka dan dituangkan dalam berita acara,” tulis KPU, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (18/4/2019). 

Untuk hasil resmi pemilu 2019 diumumkan paling lama 35 hari (UU No.7 Tahun 2017). Perkembangan terkini real count KPU dapat diakses melalui https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/.

Demokrat Belum Akui Prabowo Maupun Jokowi Menang Pilpres 2019 Menunggu Hasil Resmi KPU

Partai Demokrat

Jurnal123.com – Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyatakan bahwa pihaknya belum mengakui paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai pemenang Pilpres 2019. Demokrat masih menunggu hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Menunggu KPU,” tutur Andi seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (19/4).

Diketahui, sejumlah petinggi Demokrat hadir saat Prabowo dan Sandi mendeklarasikan diri sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia 2019-2024 di Jalan Kertanegara, Kamis (18/4).

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan dan Wakil Ketua Umum Syarief Hasan hadir dalam acara tersebut. Ketua bidang hukum dan advokasi Ferdinand Hutahaean turut mendampingi.

Andi membantah kehadiran petinggi Demokrat dalam deklarasi itu sebagai simbol pengakuan partainya terhadap kemenangan Prabowo-Sandi. Dia mengatakan kehadiran pengurus Demokrat tidak mewakili sikap partai, melainkan sebagai bagian dari koalisi.

“Itu kan sebagai koalisi hadir , sebagai partai kan menunggu KPU,” ucap Andi.

Ketua bidang hukum dan advokasi Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan hal serupa. Partainya belum mengakui Prabowo-Sandi sebagai pemenang pilpres meski sudah mengklaim kemenangan.

“Secara prinsip saat ini partai Demokrat memegang teguh bahwa belum ada pemenang pilpres. Prinsipnya tidak mungkin sekarang mensyukuri yang belum terjadi,” kata Ferdinand.

Bukan berarti Demokrat mengakui paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin memenangkan pilpres lantaran mayoritas lembaga survei berkata demikian. Ferdinand menegaskan partainya menunggu hasil penghitungan resmi KPU.

“Karena dua-duanya mengklaim menang pilpres, maka partai Demokrat menunggu hasil resmi dari KPU. kita berharap semua pihak menunggu hal yang sama yaitu dari KPU,” kata Ferdinand.

Ihwal kehadiran petinggi Demokrat yang hadir di deklarasi Prabowo-Sandi, Ferdinand mengatakan itu bukan bentuk pengakuan Demokrat. Meski demikian, Ferdinand menyebut partainya meyakini secara nurani bahwa Prabowo-Sandi yang memenangkan Pilpres.

“Klaim itu wajar, penegasan sikap. Untuk menjaga [situasi] kondusif bangsa mari kita semua turunkan tensi politik. Himbauan ini juga berlaku untuk kubu Jokowi,” kata Ferdinand.

“Andai KPU sudah menetapkan Prabowo sandi menang Pilpres, Demokrat akan membuat acara syukuran besar besaran itu yang akan kita lakukan nanti,” lanjutnya.

Sebelumnya, Komandan Kogasma Demkrkt Agus Harimurti Yudhoyono juga telah mengatakan hal serupa. Dia menyebut partainya menunggu keputusan resmi KPU.

“Kami dapat tanggapi bahwa sama yang sudah dijelaskan oleh kandidat Capres Pak Prabowo dan Pak Jokowi dan partai lain, bahwa kami akan menghormati dan menunggu hasil resmi KPU,” kata AHY dalam konferensi pers di kantor pusat Partai Demokrat, Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).

Terpisah, pada Kamis (18/4), Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY mengeluarkan instruksi kepada pengurus dan kader Partai Demokrat untuk terus memantau perkembangan situasi.

Instruksi SBY tersebut dikeluarkan usai Prabowo dan Sandi mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019-2024 Kamis (18/4) sore.

“Sehubungan dengan perkembangan situasi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019 yang menunjukkan ketegangan (tension) dan bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan kita, saya instruksikan kepada pejabat tersebut, untuk secara terus-menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di Tanah Air,” demikian bunyi instruksi SBY.(CNN)

Real Count KPU 06.30 WIB: Jokowi 56,41% & Prabowo 43,59%

Ilustrasi

Jurnal123.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melaporkan perkembangan hasil penghitungan suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 di tingkat nasional. 

Berdasarkan data KPU hingga Jumat (19/4/2019) pukul 06.30 WIB, laporan telah masuk dari 10.627 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia. Jumlah itu setara dengan 1,3% dari total 813.350 TPS.

Hasil sementara menunjukkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin unggul atas capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. 

Jokowi-Amin yang diusung Koalisi Indonesia Kerja meraih 56,41% suara atau setara dengan 1.141.634 suara, sedangkan Prabowo-Sandi yang diusung Koalisi Indonesia Adil dan Makmur mengantongi 43,59% suara atau setara dengan 882.336 suara. 

Sebagai informasi, Situng hanya mempercepat proses informasi. Melalui Twitter resminya, KPU menegaskan Situng menjadi alat kontrol, namun bukan hasil resmi yang ditetapkan KPU.

“Hasil resmi ditetapkan oleh KPU secara berjenjang dalam rapat pleno terbuka dan dituangkan dalam berita acara,” tulis KPU, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (18/4/2019). 

Untuk hasil resmi pemilu 2019 diumumkan paling lama 35 hari berdasarakan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Perkembangan terkini real count KPU dapat diakses melalui https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/.

Prabowo Deklarasi Presiden, Jokowi : Jika Ada Kecurangan Tempuh Mekanisme Hukum

Jokowi dan Prabowo

Jurnal123.com – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali memberikan pernyataan terkait Pemilihan Presiden 2019, Kamis (18/4/2019), di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta.

Pada pernyataan kali ini, tampak calon wakil presiden pendampingnya, Sandiaga Uno.

Prabowo mengatakan, pada hari ini, ia dan Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden.

“Pada hari ini, saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan Saudara Sandiaga Salahudin Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024,” ujar Prabowo.

Ia menyebutkan, deklarasi ini dilakukan berdasarkan perhitungan real count lebih dari 62 persen yang dilakukan pihaknya.

“Kemenangan ini kami deklarasikan secara lebih cepat karena kami punya bukti terjadi usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan di berbagai kecamatan, kabupaten dan kota seluruh Indonesia,” kata Prabowo.

Ia mengajak para pendukungnya untuk bersyukur atas hasil Pilpres 2019 ini.

Klaim kemenangan ini menjadi klaim ketiga kalinya yang dilakukan Prabowo. Pertama, pada Rabu (17/4/2019) sore, setelah muncul hasil sementara hitung cepat Pilpres 2019. Kedua, Prabowo kembali menyatakan klaim kemenangan pada Rabu malam, yang diikuti dengan sujud syukur.

Jokowi Persilahkan Rivalnya Menempuh Mekanisme Hukum

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menanggapi tudingan adanya kecurangan dalam Pemilu 2019 dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi mempersilakan kubu rivalnya untuk menempuh mekanisme hukum yang berlaku.

“Kalau memang ada kecurangan yang dirugikan salurkan lewat mekanisme yang ada, laporkan ke Bawaslu bisa, ke MK (Mahkamah Konstitusi) bisa,” kata Jokowi Kamis (18/4/2019).

“Jalur-jalur seperti ini yang harus kita lakukan dan kenalkan ke masyarakat,” ujar capres petahana ini.

Jokowi menjelaskan, penyelenggaraan pemilu di negara sebesar Indonesia bukan hal mudah.

Ada 800.000 tempat pemungutan suara yang tersebar di 17.000 pulau. Oleh karena itu, wajar jika ada permasalahan terkait logistik dan masalah teknis lainnya.

Namun, Jokowi menilai, pelaksanaan pemilu 17 April 2019 berjalan baik.

“Kita apresiasi kerja keras KPU, Bawaslu, dan DKPP,” kata dia.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran selama Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019).

Bukti-bukti tersebut untuk membuka kemungkinan pemungutan suara ulang.

“Pelanggaran bukan sekadar pelanggaran ecek-ecek begitu. Tapi hal-hal yang memungkinkan ada efeknya, untuk diminta pemungutan suara ulang, seperti itu,” ujar Direktur Relawan BPN Ferry Mursyidan Baldan di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Menurut Ferry, dugaan pelanggaran itu, misalnya, terdapat jumlah data pemilih yang pindah ketimbang yang masuk daftar pemilih tetap di suatu lokasi.

Kemudian, soal perbedaan suara untuk partai dan calon anggota legislatif.

Selain itu, masalah-masalah seputar surat suara. Misalnya, soal kekurangan surat suara hingga surat suara yang rusak.(KOM)

Partai Demokrat Keluar Dari BPN

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono

Jurnal123.com – Presiden ke-6 yang kini menjabat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY membaca situasi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019 yang menunjukkan ketegangan.

Tak hanya itu, dia melihat situasi bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan.

Oleh karena itu, dia menginstruksikan pengurus dan kader partainya untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan undang-undang serta bertentangan dengan kebijakan pimpinan Demokrat.

Arahan SBY itu ditujukan kepada Ketua Dewan Pembina Demokrat EE Mangindaan, Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin, Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan, dan Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Pandjaitan.

Surat juga ditembuskan kepada Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Selain itu, SBY menginstruksikan untuk secara terus-menerus memantau dari dekat perkembangan di Tanah Air.

“Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketua Umum (SBY-Red) pada kesempatan pertama,” tulis SBY.

Amir Syamsuddin yang dihubungi Kompas, Kamis (18/4/2019) malam, membenarkan adanya arahan SBY tersebut.

“Benar itu, benar. Intinya di butir dua. Tidak mengikuti gerakan-gerakan yang inkonstitusional,” kata Amir.

Ditanyakan lebih lanjut mengenai gerakan inkonstitusional yang dimaksud, dia enggan memaparkannya.

“Itu kan perintah. Kalau saya menduga-duga dan menjabarkan, nanti seakan-akan kita menuduh seseorang,” tambahnya.

Kembali ke WP41

Selain arahan dari SBY tersebut, beredar pula arahan SBY lainnya yang menyebutkan, untuk sementara waktu, seluruh pimpinan ataupun kader Demokrat yang sedang “berdinas” di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Calon Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, agar sekarang juga kembali ke WP41 untuk konsolidasi.

WP41 merupakan singkatan dari Wisma Proklamasi di Jalan Proklamasi Nomor 41, Jakarta. Alamat ini merupakan alamat kantor sekretariat DPP Demokrat.

Ditanyakan apakah arahan itu berarti pengurus dan kader Demokrat ditarik dari BPN Prabowo-Sandi, Amir menolak menjabarkannya.

“Intinya, kader Demokrat di BPN atau di luar BPN, tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi,” katanya.(TRI)

Sudah 21 Kepala Negara Beri Selamat ke Jokowi Lewat Telepon

Presiden Jokowi Menelepon (Foto Pramono Anung)

Jurnal123.com – Sehari setelah pencoblosan, calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mendapat banyak panggilan telepon dari kepala negara asing. Mereka mengucapkan selamat kepada Jokowi.

Jokowi mengatakan sudah ada 21 kepala negara yang menghubunginya via telepon. Semua memberikan ucapan selamat kepada dirinya, yang menurut berbagai lembaga survei menang atas rivalnya, Prabowo Subianto.

“Baru saja tadi PM Singapura telepon juga menyampaikan (selamat). Masih ada beberapa negara yang akan menelepon,” kata Jokowi saat wawancara di Istana Negara, Kamis (18/4/2019).

Salah satu kepala negara yang hendak menelepon Jokowi adalah Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan. Total sudah ada 21 kepala negara yang memberikan ucapan selamat kepada Jokowi.

“Tadi Presiden Erdogan juga. Dan sudah 21 negara sampaikan ucapan selamat,” katanya.

Momen Jokowi menerima ucapan selamat dari kepala negara sahabat adalah saat Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menelepon. Saat itu Jokowi tengah diwawancarai wartawan, ajudan presiden melaporkan ada telepon masuk dari PM Lee.

“Yes, PM Lee. Thank you,” kata Jokowi saat berbincang dengan PM Lee via telepon seluler.

Dari obrolan tersebut, terdengar pembahasan hasil hitung cepat lembaga survei. “Yes, ninety nine percent yes PM Lee,” kata Jokowi soal akurasi hitung cepat lembaga survei.(DEN)

PSI Klaim Juara 4 di Jakarta Siap Menjadi Oposisi Pemerintahan Anies

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie

Jurnal123.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Michael Victor Sianipar mengatakan partainya menempati peringkat keempat dalam perolehan suara di Ibu Kota menurut hasil quick count CSIS-Cyrus Network. Hasil itu berbanding terbalik dengan perolehan suara nasional yang hanya sekitar 2 persen sehingga bakal kandas masuk DPR-RI di Senayan.

“Ini pencapaian luar biasa. Kami berterimakasih kepada warga Jakarta yang telah memberi kepercayaan dan kesempatan, mengizinkan kami menguji dan mempertontonkan karakter kami,” ujar Michael dalam keterangan tertulis hari ini, Kamis, 18 April 2019.

Menurut hasil quick count CSIS-Cyrus Network, PSI memperoleh 7,98 persen suara. Partai pimpinan Grace Natalie itu berada di belakang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 23,05 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 16,4 persen, dan Partai Gerindra 14,87 persen.

Dia menyatakan hasil yang mirip muncul dari perhitungan cepat Indobarometer yakni 8,11 persen. Sedangkan PDIP 25,07 persen, PKS 17,49 persen, dan Gerindra 15,26 persen.

Michael berjanji PSI mengawal dan memastikan program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai kebutuhan masyarakat Ibu Kota. Menurut dia, pekerjaan rumah di Jakarta masih banyak, seperti pembangunan manusia dan infrastruktur yang lebih adil dan progresif.

“Kami tidak akan segan-segan mengkritisi, tapi kami juga mau menawarkan solusi dan bersedia duduk bersama. Kami akan menjadi oposisi yang konstruktif. Itulah harapan warga Jakarta agar tidak ada perpecahan politik lagi,” ujar Michael.

Terakhir, Michael mengimbau masyarakat kembali bersatu dan menjaga perdamaian bangsa setelah Pemilu 2019. Dia mengajak masyarakat memberi masukan dan kritik bagi PSI dan aktif berpartai. Bahkan, DPP PSI sudah menyiapkan aplikasi untuk mengawal kinerja anggotanya di Dewan.

“Anda bisa pecat anggota yang kinerja buruk, bolos, tidur, atau tidak turun ke lapangan. Kami akan fokus bergerak memberantas korupsi dan intoleransi di Jakarta,” ucapnya.

Seperti diketahui, dengan perolehan suara Pemilihan legislatif DPRD provinsi DKI Jakarta, PSI urutan ke 4, diperkirakan bisa mendapatkan 7-8 kursi.

Adapun ini daftar partai politik hasil penghitungan cepat untuk perolehan suara Pemilihan Legislatif DPRD DKI periode 2019-2024 yakni:

PDIP 24,91%
PKS 18,11%
Gerindra 14,86%
PSI 7,96%
PAN 6,89%
Demokrat 6,14%
Nasdem 4,59%
Golkar 4,19%
PKB 3,8%
Perindo 2,57%
PPP 2,49%
Hanura 1,17%
Berkarya. 1,27%
PBB 0,61%
Garuda. 0,24%
PKPI 0,19%

5 Provinsi Penyumbang Suara Terbesar Jokowi dan Prabowo Versi Quick Count Poltracking

Ilustrasi


Jurnal123.com – Lembaga Poltracking melakukan hitung cepat atau quick count pemilihan presiden 2019. Hasilnya, calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin memeroleh suara 54,87 persen.

Sementara, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan suara 45,13 persen. Perolehan suara tersebut berdasarkan data masuk sebesar 99,30 persen hingga Kamis (18/4/2019).

Berikut lima besar daerah yang menjadi lumbung suara Jokowi menurut Poltracking:

1. Nusa Tenggara Timur

Jokowi-Ma’ruf sebesar 92,74 persen. Sementara, Prabowo-Sandi 7,26 persen.

2. Bali

Jokowi-Ma’ruf 91,82 persen. Sementara, Prabowo-Sandi 8,18 persen.

3. Kalimantan Utara

Jokowi-Ma’ruf 79,13 persen. Sementara, Prabowo-Sandi 20,87 persen.

4. Jawa Tengah

Jokowi-Ma’ruf 77,86 persen. Sementara, Prabowo-Sandi 22,14 persen.

5. Papua

Jokowi-Ma’ruf 77,39 persen. Sementara, Prabowo-Sandi 22,61 persen.

Hasil Quick Count

Berikut lima besar daerah yang menjadi lumbung suara Prabowo menurut Poltracking:

1. Sumatera Barat

Prabowo-Sandiaga 87,91 persen. Sementara, Jokowi-Ma’ruf 12,09 persen.

2. Aceh

Prabowo-Sandiaga 87,02 persen. Sementara, Jokowi-Ma’ruf 12,98 persen.

3. Jambi

Prabowo-Sandiaga 70,37 persen. Sementara, Jokowi-Ma’ruf 29,63 persen.

4. Nusa Tenggara Barat

Prabowo-Sandiaga 68,35 persen. Sementara, Jokowi-Ma’ruf 31,65 persen.

5. Banten

Prabowo-Sandiaga 64,02 persen. Sementara, Jokowi-Ma’ruf 35,98 persen.