Category Archives: Politik

Hari Ini MK Gelar Sidang Perdana Sengketa Hasil Pileg Dengan Membentuk 3 Panel

Gedung Mahkamah Konstitusi

Jurnal123.com – Upaya mencari keadilan terhadap hasil pemilihan legislatif mulai dilakukan lembaga tinggi konstitusi.

DPR dan KPU Sepakati Jadwal Pilkada Serentak 23 September 2020

Kantor KPU Pusat

Jurnal123.com – Tahapan pemungutan suara pilkada akan dilaksanakan pada Rabu 23 September 2020.”Selanjutnya KPU membahas dalam rapat pleno dan kemudian menentukan tanggal 23 September,” kata Arief.

MK Tolak Gugatan Pilpres Prabowo-Sandiaga

Sidang Mahkamah Konstitusi Menolak Permohonan Pasangan 02 Prabowo-Sandi

Jurnal123.com – Majelis hakim Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak gugatan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, dalam sengketa pemilihan Presiden 2019. Putusan ini dibacakan oleh Hakim Ketua Anwar Usman di Gedung Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.

MK : Klaim Menang 52% Prabowo-Sandi Tak Dapat Dibuktikan

Sidang Putusan Perkara Pilpres di Mahkamah Konstitusi

Jurnal123.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menganggap dalil gugatan Prabowo-Sandiaga yang mengklaim menang 52 persen tidak beralasan. Klaim itu tidak dapat dibuktikan.

Yusril Luruskan Soal Kutipan Alquran Saat Sidang MK Yang Menyudutkan Dirinya

Yusril Ihza Mahendra

Jurnal123.com – Ketua Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra membantah pemberitaan Antara News Riau yang memberitakan dirinya mengatakan ayat-ayat Alquran tidak relevan dengan sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK).

Bantah Gerakan PNS, Survei Internal TKN Jokowi: 72% ASN Pilih Prabowo

Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko

n

Jurnal123.com – Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko, menepis kubu 01 memobilisasi aparatur sipil negara (ASN) atau PNS hingga BUMN secara masif untuk memenangkan Jokowi di Pilpres 2019. Moeldoko mengungkap hasil tersebut berbanding terbalik dengan survei internal.

“Menggerakkan BUMN? Tahu nggak BUMN yang milih 02? (Sebesar) 78 persen. Menggerakkan ASN? ASN 72 persen yangmilih (Prabowo-Sandi). Di mana menggerakkan?” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/5/2019).

Moeldoko juga menepis ada penggerakan aparat kepolisian selama Pilpres untuk Jokowi. Ia menyinggung soal perolehan suara Jokowi di NTB, Aceh, dan Sumbar, tempat capres Prabowo Subianto menang di wilayah tersebut.

“Menggerakkan polisi? Buktinya di Aceh, NTB, Sumbar kalah telak. Mana yang digerakkan? Kalau digerakkan, 100 persen semua,” ujar Moeldoko.

Angka-angka tersebut disampaikan Moeldoko berdasarkan survei internal. Rupanya keluarga personel TNI hingga ASN mayoritas mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Iya, di (kompleks) Paspampres kalah. Di perumahan Setneg kalah. Terus mana yang digerakkan?” ucap mantan Panglima TNI itu.(DEN)

Polri : Tim Kemananan Gelar Pasukan di Monas Kawal Pengumuman KPU 22 Mei 2019

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri di Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama ,Jakartan Selatan, Senin(20/5)2019 mengatakan gelar pasukan di Monas Kawal Penguman KPU, Rabu(22/5)2019.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Mengahadapi  pengumuman KPU pada  Rabu (22/5)2019  digelar pengamanan di Monas dan dilanjutkan koordinasi antara TNI dan Polri dalam rangka menyamakan cara bertindak di lapangan, jumlah pasukan 32 ribu hampir mendacapai 34 Ribu memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Jakarta khususnya. Justru dipersiapkan 20  ribu pasungan cadangan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama , Jakarta Selatan , Senin(20/5)2019 mengatakan dalam menghadapi 22 Mei hari ini kan di laksanakan gelar pengamanan pasukan di Monas, kemudian hari ini juga dilaksanakan rapat koordinasi antara polri dan TNI dalam rangka untuk menyamakan cara bertindak di lapangan.” Kemudian dengan jumlah pasukan saat ini sudah lebih dari 32 ribu hampir mencapai 34 ribu pasukan TNI dan polri dengan jumlah pasukan sebesar itu memberikan jaminan keamanan yang bagi masyarakat Jakarta khususnya,” ujarnya  .

Selanjutnya, Dedi menegaskan namun demikian untuk Polda Jabar dan Polda Banten serta beberapa Polda di pulau Jawa tetap mempersiapkan kesiap siaga nya yang dalam menghadapi segala macam potensi gangguan keamanan.” Namun demikian dari versi intelegen situasi masih sangat kondusif, kita harap situasi berjalan aman, damai dan semuanya berjalan dengan tertib,” tegasnya. 

Sesuai data, Dedi menjelaskan untuk monitoring pergerakan massa dari setiap wilayah sudah menyatakan dari mulai Aceh sampai dengan di Jawa sampai dengan di Sulawesi, Kalimantan sudah mengatakan dan menghimbau dan kita sudah berkoordinasi dengan koordinator lapangan menghimbau untuk tidak
Perlu memobilisasi massa dengan jumlah besar.” Akhirnya muncul lah ada perwakilan di tiap-tiap daerah  itu jumlahnya bervariasi,” jelasnya .

Kerika ditanya tapi tetap ada yang gerak ke Jakarta,Dedi  merinci ada beberapa ,setiap daerah tapi jumlahnya tidak terlalu signifikan. Jumalahnya masih belum bisa diprediksi perkembangannya, sampai dengan hari ini sampai dengan menjelang tanggal 21 akan dihitung di update kembali jumlah. Dari daerah mana juga, Seperti tadi yang saya sampaikan tadi ada dari Aceh, Sumatera, ada  dari Riau, ada dari Kepri, ada dari Sumatera Barat , ada dari Lampung ,ada dari Kalimantan Timur tidak terlalu besar, daerah Kalimantan Barat ,Kalimantan Selatan,” rincinya.

Disinggung ada razia dari luar Jakarta, Dedi  membeberkan  ya itu kan sifatnya himbauan-himbauan pada seluruh masa yang akan ke Jakarta untuk istilahnya tetap pada koridor yang konstitusional . “Nanti ketika dalam Polri melakukan razia dan himbauan ditemukan ada masyarakat himbauan membawa senjata tajam atau membawa benda-benda yang nanti membahayakan atau bertentangan hukum tentunya akan di proses,” bebernya.

Saat disorot  32 Ribu Personil itu seluruh indonesia atau Jakarta,  Dedi mengungkapkan hanya fokus Jakarta saja, hampir 34 Ribu khusus Jakarta saja itu TNI Polri justru mempersiapkan juga 20 Ribu pasukan cadangan awal memang betul-betul di butuhkan pada situasi tertentu. Harapan kita situasi damai, aman lancar.” Seluruh Polda, ini Brimob kan Brimob Nusantara kemudian dikirim lagi pasukan perintis nusantara dari Sabhara semuanya semuanya itu dalam rangka untuk memberikan jaminan keamanan pada tanggal 22 baik sebelum maupun pasca pengumuman tingkat nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Dedi  menambahkan sebagian besar fokus mendengar di KPU dan Bawaslu .” Contoh hari ini ijuk rasa  4 elemen masyarakat fokusnya ke KPU. Hanya satu saja di Bawaslu Jakarta, yang lainnya fokus  ke KPU.mendengarkan pengumuman secara nasional hasil pemilu baik bebas maupun Pileg,” tambahnya.(Vecky Ngelo).

Real Count KPU Masuk 77%, Jokowi-Amin Unggul 14,9 Juta Suara

Hasil Real Count KPU Pukul 08.00 Wib

Jurnal123.com – Hasil perhitungan suara berdasarkan data hitung suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) masih menempatkan pasangan 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul atas pasangan 02 Prabowo Subinto-Sandiaga Uno. 

Hingga pukul 08.00 WIB pagi ini, jumlah suara yang masuk berasal dari 632.041 Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau 77,7% dari total 813.350 TPS di seluruh Indonesia.

Perinciannya, Jokowi-Amin mengumpulkan 66.994.679 suara atau 56,30%. Sedangkan Prabowo-Sandiaga mengoleksi 52.000.134 suara atau 43,70%.

Jumlah suara yang dikumpulkan pasangan Jokowi-Amin unggul 14.994.545 suara atas Prabowo-Sandiaga. Perhitungan ini akan terus berjalan hingga diumumkan secara resmi oleh KPU pada 22 Mei 2019. 

Situng hanya mempercepat proses informasi. Melalui Twitter resmi, KPU menegaskan bahwa Situng membantu menjadi alat kontrol, namun bukan hasil resmi yang ditetapkan KPU.

Informasi tambahan:
• Data entri yang ditampilkan pada Menu Hitung Suara adalah data yg disalin apa adanya/sesuai dengan angka yang tertulis pada Salinan Formulir C1 yang diterima KPU Kabupaten/Kota dari KPPS.
• Apabila terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan.
• Apabila terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di Salinan Formulir C1.
• Data yang ditampilkan di Situng bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.
• Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.

Untuk hasil resmi pemilu 2019 diumumkan paling lama 35 hari (UU No.7 Tahun 2017). Perkembangan terkini real count KPU dapat diakses melalui https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/

Sumber : KPU

Polri Menunggu Bawaslu Terkait Temuan Ribuan C1 Boyolali di Menteng

Temuan Formulir C1 Boyolali di Menteng Jakarta Pusat

Jurnal123.com – Dengan ditemukan dokuemen C1 Kabupaten Boyolali di Menteng, Jakarta Pusat kita tunggu asesment Bawaslu terhadap temuan tersebut. Pasalnya ini menjadi domainnya terhadap temuan ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas,  Brigjen Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri, di jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (7/5)2019 mengatakan .Polri masih menunggu hasil pemeriksaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) perihal temuan dokumen C1 Kabupaten Boyolali di Menteng, Jakarta Pusat.”Itu masih domainnya Bawaslu. Bawaslu dulu bekerja, Bawaslu melakukanassessment terhadap temuan tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan Bawaslu masih mendalami unsur pelanggaran atau pidana pemilu dalam kasus tersebut.Nantinya, kasus tersebut akan diserahkan kepada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) jika ditemukan unsur tindak pidana pemilu. “Kalau misalnya itu merupakan tindak pidana pemilu nanti akan diberikan rekomendasi kepada Sentra Gakkumdu Jakarta. Nanti Sentra Gakkumdu Jakarta yang akan menangani,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Puadi ketika di hubungi mengatakan, dua kardus form C1 itu ditemukan oleh Polres Jakarta Pusat saat tengah melakukan operasi lalu lintas di Menteng pada Sabtu (4/5)/ 2019) lalu. “Saat itu, petugas kepolisian memberhentikan salah satu mobil berjenis Daihatsu Sigra,” ujarnya.

Selanjutnya, Puadi menandaskan  Kejadian sekitar 10.30 WIB, pas dibuka ada dua kardus yang ada tulisan C1 Kabupaten Boyolali kemudian Polres Jakpus mereka berkoordinasi dengan Bawaslu Jakpus karena wilayah pemilu ya lalu Bawaslu Jakpus koordinasi ke kami,”. Puadi menyebutkan, Bawaslu belum bisa memastikan apakah form C1 tersebut asli atau hanya salinan. Pihaknya masih dalam proses investigasi dan penelusuran lebih lanjut,” tandasnya. (Vecky Ngelo).

Real Count KPU Sudah 50% Lebih Prabowo Tertinggal 9,5 Juta


Foto: Data KPU 29 April jam 09.00 WIB

Jurnal123.com – Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih tertinggal dalam penghitungan suara atau real count yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hingga Senin (29/4/2019) pukul 09.00 WIB, Prabowo-Sandi meraup 33.544.575 atau 43,77% sementara pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin membukukan 43.085.857 suara atau 56,23%.

Data tersebut dirangkum dari penghitungan surat suara di 407.707 Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau sekitar 50,13% dari keseluruhan jumlah TPS di seluruh Indonesia. 

Dengan demikian, pasangan Prabowo-Sandi masih tertinggal sekitar 9,54 juta suara dibandingkan rivalnya Jokowi-Amin, menurut data real count sementara di situs KPU.

Sebagai informasi, data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU ini hanya mempercepat proses informasi. Melalui Twitter resmi, KPU menegaskan bahwa Situng membantu menjadi alat kontrol, namun bukan hasil resmi yang ditetapkan KPU.

Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.

Untuk hasil resmi pemilu 2019 diumumkan paling lama 35 hari (UU No.7 Tahun 2017). Perkembangan terkini real count KPU dapat diakses melalui https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/.

Sumber : KPU