Category Archives: Pendidikan

Sri Mulyani Wisuda 5.523 Lulusan STAN

Jurnal123.com – Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) meluluskan sebanyak 5.523 wisudawan pada hari ini, Kamis (8/10/2018). Wisuda akbar ini terdiri dari pelajar yang merampungkan pendidikan Diploma I, III, dan IV tahun akademik 2018.

Dalam kesempatan itu hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dirinya juga berkesempatan memberikan pidato kepada para ribuan generasi baru aparatur sipil negara tersebut.

Selain itu hadir pula lulusan PKN STAN yang kini menjadi pejabat eselon I di Kementerian Keuangan maupun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Di antaranya yakni Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Heru Pambudi, Dirjen Pajak Robert Pakpahan, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkeu Sumiyati, dan Sesmenko Bidang Perekonomian Susiwijono.

Dalam pidatonya, Sri Mulyani meminta para wisudawan bisa agar bisa mewujudkan cita-cita Indonesia yakni adil, aman, dan sejahtera.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang hadir dalam prosesi wisuda ini. Kerja keras Anda selama ini terbayar kebahagiaan telah diwisuda, menjadi lulusan PKN STAN merupakan predikat terbaik. Saudara patut berbangga dan bersyukur,” ujar Sri Mulyani dalam pidato di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/10/2018).

Dia menjelaskan, PKN STAN adalah institusi pendidikan yang berada di lingkungan Kementeriaan Keuangan, di mana telah melahirkan berbagai penjabat pengelola keuangan negara yang profesional. Para pejabat tersebut tentunya memiliki tugas yang penting dalam menentukan nasib perekonomian negara.

Oleh sebab itu, Bendahara Negara tersebut meminta setiap lulusan bisa mengikuti jejak para eselon I lulusan PKN STAN tersebut, yang kini tengah berada di puncak kariernya.

“Saya harap para mahasiswa bisa lihat contoh konkret yang duduk depan sini (para pejabat eselon I) adalah sebagian besar lulusan STAN. Mereka inilah lulusan terbaik yang mencapai puncak karier yang hidupnya dimulai dengan sekolah di STAN dan sekarang sudah menjadi pejabat birokrat yang menentukan nasib bangsa Indonesia,” jelas dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mengingatkan bahwa 5.523 lulusan PKN STAN tersebut akan menjadi pengelola keuangan negara. Maka diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan profesionalisme tinggi dan integritas yang tidak diperjualbelikan, serta mampu memberikan inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan keuangan negara.

“Anda akan menjadi pengelola dan penjaga dari keuangan negara. Keuangan negara adalah sutatu instrumen penting dalam memajukan bangsa dan negara kita untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.(OKE)

Guru Honorer di Kabupaten Tangerang Serukan Aksi Mogol

Jurnal123.com – Sejumlah guru honorer di Kabupaten Tangerang menyuarakan aspirasinya. Mereka menggelar aksi mogok mengajar yang dimulai pada hari ini hingga 31 Oktober 2018.

Hal itu diungkapkan Ketua Forum Honorer Kategori Dua ( FHK2) Kabupaten Tangerang Suryanah seperti dilansir Warta Kota.

Ia menjelaskan, aksi tersebut dilakukan agar pemerintah dapat memperhatikan nasib – nasib guru honorer.

“Mogok mengajar digelar mulai hari ini,” ujar Suryanah kepada Warta Kota di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (15/10/2018).

Aksi tersebut menjalar ke setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang. Berbagai spanduk mengenai persoalan ini pun sudah terpasang di sejumlah sekolah.

“Hari ini kami juga melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Tangerang Komisi 2 membahas permasalahan tersebut,” ujarnya.

Suryanah menyebut, berbagai tuntutan pun dilayangkan oleh para guru honorer, terutama dalam segi kesejahteraan.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat tidak peka akan nasib kami-kami ini. Tidak terlalu diperhatikan, dan sangat merugikan kaum guru honorer mengenai upah yang diberikan,” papar Suryanah.(WAR)

Gaji Guru Kontrak Kota Bekasi Terlambat Pencairannya

Jurnal123.com – Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie, menilai pencairan gaji Guru Tenaga Kontrak (GTK) menunggu APBD Perubahan 2018 disahkan.

“Dananya sebenarnya sudah ada, cuma harus menunggu pengesahan melalui APBD Perubahan 2018,” kata Alie Fauzie kepada wartawan pada Jumat (12/10/2018).

Guru kontrak di Kota Bekasi sejatinya telah mendapatkan penyesuaian gaji yang ditetapkan sebesar Rp 3,8 juta per bulan.

Dari ketetapan itu, jika menggunakan APBD murni 2018 pembayaran gaji guru hanya sampai 7 bulan, setelah itu kemudian pembayaran melalui APBD perubahan 2018.

“Ya memang aturannya kayak gitu, jadi dananya ada di perubahan, APBD Perubahan tinggal nunggu ketetapan dari dewan (DPRD),” kata Ali.

Pemkot Bekasi telah memberikan pengertian kepada guru terkait kendala pencairan gaji memang harus menunggu pengesahan aturan yang ditetapkan.

“Gaji sebenernya sesuatu yang sudah pasti, tinggal nunggu waktu aja, kecuali telat karena ditahan kalau ini kan jelas ada aturannya, guru apalagi, guru mah pinter, gak mungkin berlalu seperti itu, guru tuh paham, makanya kita sudah jelasin,” ungkap Ali.

Kordinator Daerah Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kota Bekasi, Firmansyah, mengatakan, sejak agustus, gaji guru kontrak di Kota Bekasi belum juga cair.

Mereka mengaku harus menyiasati kebutuhan sehari-hari lantaran gaji yang seharusnya turun satu bulan sekali tak kunjung cair, bahkan ribuan guru berencana menggelar aksi di Pemkot Bekasi guna menuntut kejelasan pencairan gaji yang diprediksi bakal berlanjut hingga november 2018.

“Masing-masing GTK menerima Rp 3,8 juta perbulan, belum dibayar sejak agustus lalu, dalam waktu dekat kita akan melakukan unjuk rasa besar-besaran di kantor Pemkot Bekasi,” jelas dia.(TRI)

Mahasiswa ISTN Meminta Komnas HAM Cabut Skorsing Pihak Rektorat

Jurnal123.com – Akibat diperlakukan tidak adil, sejumlah mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) meminta bantuan ke Komnas HAM terkait skorsing yang dijatuhkan pihak rektorat kepada sejumlah kawannya.

Diketahui, skorsing bermula dari pelarangan Rektorat ISTN terhadap kegiatan penyambutan mahasiswa baru yang akan dilakukan oleh Lembaga Kemahasiswaan ISTN.

Para mahasiswa pun berunjuk rasa mempertanyakan pelarangan, namun justru diganjar dengan surat pemanggilan orang tua atau wali yang berujung pada skorsing.

Presiden Mahasiswa ISTN, Arif Nurrahman, mengatakan ada tiga permintaan yang diajukannya kepada Komnas HAM terkait sikap yang mereka terima.

“Pertama, membantu memediasi, mencarikan solusi terhadap keputusan skorsing yang dilakukan oleh pihak Rektorat ISTN. Karena tindakan skorsing tanpa penjelasan adalah bagian dari kesewenang-wenangan terhadap Hak Asasi Manusia,” ujar Arif, di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2018).

Kedua, ia meminta agar skorsing yang diterima rekan-rekannya dan sejumlah mahasiswa dapat dicabut. Sehingga, kata dia, para mahasiswa itu dapat aktif kuliah kembali guna menyongsong cita-cita dan masa depan.

Terakhir, Arif berharap Komnas HAM dapat memastikan kasus serupa tak akan terjadi lagi di kampus manapun, dimana pihak kampus dapat semena-mena memberikan sanksi kepada peserta didiknya.

Menurutnya, hal itu sangat disayangkan karena tidak menjunjung tinggi nilai demokrasi yang ada di Indonesia. Apalagi sekarang adalah era reformasi dan bukannya Orde Baru.

“Karena hal seperti itu mengingatkan kami kepada rezim Orde Baru dimana sikap kritis mahasiswa dalam mempertanyakan segala sesuatunya dibalas dengan pembungkaman, pembredelan dan penangkapan aktivis mahasiswa,” kata dia.

Selain melaporkan hal ini, para mahasiswa ISTN juga berunjuk rasa di Komnas HAM. Mereka bernyanyi bersama, menyuarakan ketidakadilan yang diterima kawan-kawannya yang mendapat skorsing.

Tak hanya itu, ada pertunjukan aksi teatrikal mini pula. Aksi ini diperagakan dua orang, dimana seorang diibaratkan mahasiswa, dan seorang lagi pihak rektorat.(TRI)

Presiden Jokowi Memberi Kuliah di Universitas Korea Selatan Tentang Kerja Keras Dan Kejujuran

Presiden Joko Widodo Memberi Kuliah di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) di Seoul, Selasa (11/9/2018) siang.

Jurnal123.com – Mengakhiri kegiatannya pada hari kunjungannya ke Korea Selatan (Korsel), Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampil memikat saat memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) di Seoul, Selasa (11/9/2018) siang. Didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Presiden Jokowi bercerita mengenai kunjungannya ke lokasi penampungan pengungsi etnis Rohingya dari Rakhine State, Myanmar, di Kamp Jamtoli, Sub Distrik Ukhiya, Cox’s Bazar, Bangladesh, Januari 2018 lalu.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan pandangannya mengenai proses perdamaian di Semenanjung Korea, hingga arti kejujuran, keberanian, kerja keras dari para pemimpin dunia yang juga pernah menyampaikan kuliah umum di universitas tersebut.”Saya tahu sudah banyak pembicara yang sangat terhormat hadir di HUFS ini. Ada Presiden Barack Obama, ada Presiden Gorbachev, ada Sekjen PBB Ban Ki-moon. Pernah berbicara di sini, memberikan sambutan di Hankuk University,” kata Presiden Jokowi.

Namun, Presiden meyakini, di antara para pemimpin itu, tidak seorang pun yang pernah melakukan aksi akrobatik seperti yang dilakukannya pada pembukaan Asian Games XVIII di Jakarta, 18 Agustus 2018 lalu.“Dari mereka, tidak ada yang pernah meloncat di atas mobil dengan mengendarai sepeda motor,” kata Presiden Jokowi yang disambut gemuruh tepuk tangan para mahasiswa.Menurut Presiden, aksi yang dilakukannya pada pembukaan Asian Games XVIII itu sudah dipersiapkan sejak satu setengah tahun lalu. Dijelaskan Presiden, dirinya diberi tawaran tiga opsi oleh organizing committee Asian Games 2018. Pertama, biasa-biasa. Kedua, agak ekstrem, yang ketiga, ekstrem. “Saya memilih yang ketiga yang ekstrem yaitu naik sepeda motor,” ujar Presiden Jokowi yang lagi-lagi disambut tepuk tangan ratusan mahasiswa yang hadir di acara tersebut.

Usai menyelesaikan kuliah umum, Presiden Jokowi menerima jaket perguruan tinggi itu yang bertuliskan UHFS. Dan sebelum meninggalkan tempat kuliah umum, Presiden Jokowi didaulat untuk berfoto bersama para mahasiswa. Ikut mendampingi Presiden Jokowi saat memberikan kuliah umum itu yaitu Menko Polhukam Wiranto, Menlu Retno Marsudi, Seskab Pramono Anung, dan Duta Besar Indonesia untuk Korsel Umar Hadi. Presiden beserta rombongan meninggalkan Hankuk University menuju pangkalan udara Seoul Air Base menggunakan pesawat kepresidenan 1 pada pukul 12.30 waktu setempat untuk melanjutkan kunjungan kenegaraannya ke Vietnam guna menghadiri World Economic Forum (WEF) of ASEAN.

Sumber : Setkab

Jokowi Telah 21 Kali Menolak Gelar Doktor

JURNAL123, JAKARTA.
Hingga saat ini, telah 21 kali penawaran pemberian gelar doktor honoris causa (HC) ditolak oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Jokowi merasa sudah cukup dengan gelar insinyur kehutanan yang dia peroleh dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

“Saat ini sudah ada 21 lembaga yang ingin memberikan gelar HC kepada Presiden Jokowi, namun Presiden Jokowi hanya menginginkan gelar insinyur saja,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Pratikno membeberkan hal ini Hketika menjawab permintaan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang meminta kesediaan Jokowi untuk menerima gelar HC dari salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat.

Pratikno menambahkan saat menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, Jokowi juga pernah akan diberikan gelar doktor HC oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Prof Dr Bambang Setiaji. Ia dinilai berhak menyandang gelar tersebut karena prestasinya selama menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

Namun, saat itu Jokowi menyatakan dirinya belum layak mendapatkan gelar tersebut. Menurut Pratikno, Jokowi paling tersenyum kalau diberitahu ada yang akan memberikan gelar HC.

“Saya ini kan gelarnya insinyur, bukan doktor he-he-he…” kata Pratikno menirukan ucapan presiden.(DEN)

Jokowi : Guru Warga Negara Terhormat

Presiden Joko Widodo Memberikan Penghormatan di Acara Peringatan Hari Guru Nasional

Presiden Joko Widodo Memberikan Penghormatan di Acara Peringatan Hari Guru Nasional


JURNAL123, BEKASI.
Ribuan guru tak henti-hentinya bertepuk tangan dan bersorak kegirangan saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan di acara puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan hari ulang tahun ke-72 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Stadion Patriot Candrabhaga, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu, 2 Desember 2017. Sambutan dari Jokowi sekaligus menandai dibukanya acara puncak peringatan HUT PGRI.

Jokowi mengawali sambutannya dengan menyebut guru sebagai warga negara terhormat. “Saya bangga bisa berada di sini. Berdiri di hadapan ribuan guru, warga negara terhormat,” kata Jokowi saat membuka acara.

Jokowi mengatakan, di era teknologi yang serba canggih saat ini, banyak peran yang dapat digantikan dengan mesin dan robot pintar. Namun, kata Jokowi, tidak untuk profesi guru. “Saya katakan tidak untuk profesi guru. Guru tidak akan pernah dapat tergantikan oleh robot pintar,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan harapannya agar guru-guru tidak sekedar mengajar dan menjalankan profesi. “Saya titip masa depan bangsa ini kepada guru-guru,” kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi berharap, di tengah perkembangan media sosial saat ini, guru dapat mengarahkan peserta didik untuk lebih bijak menggunakan media sosial. “Jangan sampai anak-anak kita malah dididik oleh media sosial,” kata dia.

Adapun tema peringatan HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional 2017 ini adalah “Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja untuk Penguatan Pendidikan Karakter”. Menurut Jokowi, tema tersebut sangatlah cocok, mengingat karakter adalah ruh-nya pendidikan.

Sebagai penghormatan kepada guru dan PGRI, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan tanggal 25 November, hari kelahiran PGRI, sebagai Hari Guru Nasional, yang kemudian dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sejak tahun 1994 setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan hari ulang tahun PGRI.(TEM)

Pohon Apel Inspirasi Isaac Newton

Pohon apel inspirasi Isaac Newton menemukan teori gravitasi. (Flick/Dun.can)

Pohon apel inspirasi Isaac Newton menemukan teori gravitasi. (Flick/Dun.can)

JURNAL123, LINCOLNSHIRE
Sir Isaac Newton terkenal akan teori gravitasi. Dia mengungkapkan teori tersebut setelahb terinspirasi dari buah apel yang jatuh di kepalanya.

“Kala itu, pada 1666, Newton sedang duduk di bawah pohon apel saat memikirkan gravitasi. Lalu sebuah apel jatuh di kepalanya,” tulis John Conduitt, asisten Newton di Royal Mint yang juga suami dari keponakannya, seperti dikutip dari laman Amusing Planet, Senin, 20 November 2017.

Pada tahun teori gravitasi diungkapkan, Newton tinggal di Woolsthorpe Manor di Lincolnshire. Daerah ini merupakan tempat tinggal keluarga Ibu Newton. Dia kembali ke sini saat Universitas Cambridge ditutup sementara karena wabah. Di desa ini pulalah Newton menemukan teori gravitasi. Dia juga melakukan beberapa eksperimen, seperti cahaya dan optik.

Pohon apel yang pernah menjadi inspirasi Newton itu ternyata masih berdiri hingga sekarang. Sejak 1750, pohon ini terus dipelihara keturunan keluarga Woolerton. Pohon ini sempat tumbang karena badai pada 1816. Beruntungnya berhasil ditanam kembali. Kini, pohon tersebut dirawat oleh Badan Pemelihara Cagar Budaya Inggris.(TEM)

Tuhan Berada Diluar Ruang dan Waktu

Ilustrasi Alam Semesta

Ilustrasi Alam Semesta

JURNAL123, VATIKAN.
Tuhan dan ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu yang bertentangan. Setidaknya, itu yang dipercaya oleh Jesuit sekaligus astronom di Observatorium Vatikan, Guy Consolmagno, S.J

Dalam konferensi “Black Hole, Gravitational Waves, dan Space-Time Singularities” yang berlangsung di Vatikan, Consolmagno mengungkapkan, seorang religius tidak perlu takut akan sains.

“Jika kamu tak punya iman dalam keyakinanmu, maka saat itulah kamu takut akan ilmu pengetahuan,” katanya seperti dikutip Catholic News Agency, Rabu (10/5/2017).

Consolmagno mengungkapkan, Tuhan, alam semesta, dan tujuan eksistensi manusia bisa ditemukan lewat proses, bukan secara instan.

“Mereka yang religius akan langsung mengakui keberadaan Tuhan, tapi Anda tak harus membuat lompatan teologi untuk mencari kebenaran,” ungkapnya.

“Ada banyak hal yang kita tahu tetapi belum kita pahami. Kita tidak dapat menjadi seorang religius atau ilmuwan yang baik jika berpikir pekerjaan kita sudah selesai,” imbuhnya.

Konferensi tersebut menghadirkan sejumlah rohaniwan serta ilmuwan terkemuka, termasuk mereka yang meneliti Big Bang dan bahkan yang tidak memercayai adanya Tuhan.

Penelitian tentang asal-usul semesta selama ini menghasilkan pandangan bahwa alam tercipta tanpa campur tangan siapa pun, termasuk Tuhan.

Alam semesta yang ada dengan sendirinya itu dipercaya oleh banyak ilmuwan, diantaranya Stephen Hawking, kosmolog yang mengusulkan M Theory.

Namun, sebagai seorang religius, Consolmagno punya pandangan berbeda. Tuhan tidak bisa langsung ditempatkan pada saat Big Bang tetapi bukan berarti Tuhan tidak ada.

“Penciptaan bukan sesuatu yang berlangsung 13,8 miliar tahun lalu. Tuhan sudah ada di alam sebelum ruang dan waktu ada. Anda tak bisa mengatakan “sebelum” sebab Tuhan berada di luar ruang dan waktu,” katanya.

Penciptaan berlangsung secara terus menerus. Para religius harus percaya bahwa Tuhan maha kuasa sehingga bisa memahaminya sebagai yang bertanggung jawab pada penciptaan alam semesta.

Gabriele Gionti, S.J. sebagai pimpinan penyelenggara konferensi mengungkapkan, istilah “awal mula” alam semesta berbeda dengan “asal-usul”.

“Awal mula alam semesta adalah pertanyaan ilmiah, bisa diprediksi secara tepat kapan bermula. Namun asal usul alam semesta adalah pertanyaan teologis,” jelasnya.

Consolmagno menuturkan, “Tuhan bukan pencapaian sains, tetapi sesuatu yang kita asumsikan sejak awal. Saya takut akan Tuhan yang bisa dibuktikan sains sebab saya tahu sains saya tak memercayainya.”

“Seorang ateis bisa mengasumsikan yang berbeda, punya pandangan berbeda dengan alam semesta. Namun kita bisa berbicara dan belajar satu sama lain. Pencapaian kebenaran menyatukan kita,” imbuhnya.

Sejarah membuktikan, gereja dan banyak lembaga agama membantu kegiatan ilmiah. Oxford University sebagai universitas terbaik di dunia misalnya, didirikan oleh seorang agamawan.

Consolmagno mengatakan, sains dan agama rival. “Jika pun ada persaingan, maka itu persaingan antar saudara,” imbuhnya.

“Adalah sebuah tindakan kriminal melawan sains berpikir bahwa hanya para ateis yang bisa melakukannya. Sebab, jika itu benar, maka akan ada banyak ilmuwan terbaik yang tereliminasi,” katanya.(KOM)

Jenderal Tito Karnavian Raih Gelar Profesor

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Kapolri Jenderal Tito Karnavian


JURNAL123, JAKARTA.
Gelar di depan nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan bertambah panjang. Kamis (26/10/2017) besok orang nomor satu di korps baju cokelat itu akan dikukuhkan sebagai guru besar STIK/PTIK Polri.

Artinya Tito berhak menyandang gelar profesor di depan namanya. Sebelumnya peraih Adhi Makayasa Akpol 1987 ini telah menggondol gelar MA dan PhD.

“Ya benar besok upacara pelantikan Pak Tito sebagai profesor,” kata Gubernur STIK/PTIK Irjen Sigit Sudarmanto saat dihubungi Rabu (25/10/2017).

Tito akan menjadi guru besar ilmu kepolisian dalam studi strategis kajian kontra terorisme.

Saat dihubungi secara terpisah Tito mengatakan dirinya akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Peran Polri Dalam Penanganan Terorisme di Indonesia”.

“Saya juga akan memaparkan kesimpulan dan memberikan rekomendasi dalam orasi ilmiah itu,” kata Tito.

Dengan gelar profesor yang diterima Tito maka saat ini ada empat polisi pemikir yang bergelar profesor.

Mereka adalah Profesor Jenderal (pur) Awalaoeddin Djamin, Profesor Irjen (pur) Farouk Muhammad, dan Profesor Irjen Iza Fadri.

Gelar MA Tito sebelumnya diperoleh dari University of Exeter, UK (1993) dan PhD dari S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (magna cum laude) (2013).

Sumber: BeritaSatu.com