Category Archives: Pendidikan

Tuhan Berada Diluar Ruang dan Waktu

Ilustrasi Alam Semesta

Ilustrasi Alam Semesta

JURNAL123, VATIKAN.
Tuhan dan ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu yang bertentangan. Setidaknya, itu yang dipercaya oleh Jesuit sekaligus astronom di Observatorium Vatikan, Guy Consolmagno, S.J

Dalam konferensi “Black Hole, Gravitational Waves, dan Space-Time Singularities” yang berlangsung di Vatikan, Consolmagno mengungkapkan, seorang religius tidak perlu takut akan sains.

“Jika kamu tak punya iman dalam keyakinanmu, maka saat itulah kamu takut akan ilmu pengetahuan,” katanya seperti dikutip┬áCatholic News Agency, Rabu (10/5/2017).

Consolmagno mengungkapkan, Tuhan, alam semesta, dan tujuan eksistensi manusia bisa ditemukan lewat proses, bukan secara instan.

“Mereka yang religius akan langsung mengakui keberadaan Tuhan, tapi Anda tak harus membuat lompatan teologi untuk mencari kebenaran,” ungkapnya.

“Ada banyak hal yang kita tahu tetapi belum kita pahami. Kita tidak dapat menjadi seorang religius atau ilmuwan yang baik jika berpikir pekerjaan kita sudah selesai,” imbuhnya.

Konferensi tersebut menghadirkan sejumlah rohaniwan serta ilmuwan terkemuka, termasuk mereka yang meneliti Big Bang dan bahkan yang tidak memercayai adanya Tuhan.

Penelitian tentang asal-usul semesta selama ini menghasilkan pandangan bahwa alam tercipta tanpa campur tangan siapa pun, termasuk Tuhan.

Alam semesta yang ada dengan sendirinya itu dipercaya oleh banyak ilmuwan, diantaranya Stephen Hawking, kosmolog yang mengusulkan M Theory.

Namun, sebagai seorang religius, Consolmagno punya pandangan berbeda. Tuhan tidak bisa langsung ditempatkan pada saat Big Bang tetapi bukan berarti Tuhan tidak ada.

“Penciptaan bukan sesuatu yang berlangsung 13,8 miliar tahun lalu. Tuhan sudah ada di alam sebelum ruang dan waktu ada. Anda tak bisa mengatakan “sebelum” sebab Tuhan berada di luar ruang dan waktu,” katanya.

Penciptaan berlangsung secara terus menerus. Para religius harus percaya bahwa Tuhan maha kuasa sehingga bisa memahaminya sebagai yang bertanggung jawab pada penciptaan alam semesta.

Gabriele Gionti, S.J. sebagai pimpinan penyelenggara konferensi mengungkapkan, istilah “awal mula” alam semesta berbeda dengan “asal-usul”.

“Awal mula alam semesta adalah pertanyaan ilmiah, bisa diprediksi secara tepat kapan bermula. Namun asal usul alam semesta adalah pertanyaan teologis,” jelasnya.

Consolmagno menuturkan, “Tuhan bukan pencapaian sains, tetapi sesuatu yang kita asumsikan sejak awal. Saya takut akan Tuhan yang bisa dibuktikan sains sebab saya tahu sains saya tak memercayainya.”

“Seorang ateis bisa mengasumsikan yang berbeda, punya pandangan berbeda dengan alam semesta. Namun kita bisa berbicara dan belajar satu sama lain. Pencapaian kebenaran menyatukan kita,” imbuhnya.

Sejarah membuktikan, gereja dan banyak lembaga agama membantu kegiatan ilmiah. Oxford University sebagai universitas terbaik di dunia misalnya, didirikan oleh seorang agamawan.

Consolmagno mengatakan, sains dan agama rival. “Jika pun ada persaingan, maka itu persaingan antar saudara,” imbuhnya.

“Adalah sebuah tindakan kriminal melawan sains berpikir bahwa hanya para ateis yang bisa melakukannya. Sebab, jika itu benar, maka akan ada banyak ilmuwan terbaik yang tereliminasi,” katanya.(KOM)

Jenderal Tito Karnavian Raih Gelar Profesor

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Kapolri Jenderal Tito Karnavian


JURNAL123, JAKARTA.
Gelar di depan nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan bertambah panjang. Kamis (26/10/2017) besok orang nomor satu di korps baju cokelat itu akan dikukuhkan sebagai guru besar STIK/PTIK Polri.

Artinya Tito berhak menyandang gelar profesor di depan namanya. Sebelumnya peraih Adhi Makayasa Akpol 1987 ini telah menggondol gelar MA dan PhD.

“Ya benar besok upacara pelantikan Pak Tito sebagai profesor,” kata Gubernur STIK/PTIK Irjen Sigit Sudarmanto saat dihubungi Rabu (25/10/2017).

Tito akan menjadi guru besar ilmu kepolisian dalam studi strategis kajian kontra terorisme.

Saat dihubungi secara terpisah Tito mengatakan dirinya akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Peran Polri Dalam Penanganan Terorisme di Indonesia”.

“Saya juga akan memaparkan kesimpulan dan memberikan rekomendasi dalam orasi ilmiah itu,” kata Tito.

Dengan gelar profesor yang diterima Tito maka saat ini ada empat polisi pemikir yang bergelar profesor.

Mereka adalah Profesor Jenderal (pur) Awalaoeddin Djamin, Profesor Irjen (pur) Farouk Muhammad, dan Profesor Irjen Iza Fadri.

Gelar MA Tito sebelumnya diperoleh dari University of Exeter, UK (1993) dan PhD dari S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (magna cum laude) (2013).

Sumber: BeritaSatu.com

Sri Mulyani Pastikan Lulusan STAN Bekerja Di Kemenkeu Dan 10 Kementerian-Lembaga

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani


JURNAL123, JAKARTA.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan, para lulusan Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) langsung mendapatkan pekerjaan di Kementerian Keuangan dan 10 kementerian/lembaga (K/L).

Hal tersebut diungkapkan pada saat memberikan sambutan dalam acara wisuda 4.502 mahasiswa PKN STAN 2017 di Gedung Student Center PKN STAN, Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (3/10/2017).

“Saya ucapkan selamat karena sebagian dari anda masuk ke Kementerian Keuangan, namun juga ada 10 K/L yang akan menampung anda untuk memulai bekerja,” kata Sri Mulyani.

Sepuluh K/L yang menampung para lulusan PKN STAN ini adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Petahanan, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Selanjutnya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Badan Narkotika Nasional, dan Bada Ekonomi Kreatif.

“Ini satu tahap yang berbeda dari tahap belajar di kelas, ini saatnya kepada anda untuk memberikan tenaga, pikiran, dan pengabdian anda kepada Indonesia,” tambah dia.

Lanjut Sri Mulyani, Indonesia bukan hanya Jakarta, Indonesia merupakan negara ribuan pulau. Oleh karenanya, para lulusan PKN STAN juga bisa memulai kerja di daerah-daerah.

“Saya ingin berikan jangan hanya berpikir bekerja itu hanya di jakarta, Indonesia perlu dibangun dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, ini lahan anda untuk, bekerja, beramal, mengabdi kepada negara, anda semua di didik untuk mengelola keuangan negara yang baik,” tegas dia.

Kepada para lulusan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga meminta kepada para anggota baru kelompok pengelola keuangan negara bisa mensejahterakan masyarakat Indonesia.

“Jadi saya ingin ucapkan selamat datang kepada wisudawan, selamat datang di dalam kelompok pengelolaan keuangan negara, diharapkan anda menjadi kelompok yang akan terus menjaga keuangan negara,” tukas dia.(DET)