Category Archives: Otomotif

Astra Kuasai 73 % Pasar Mobil di Indonesia

Jurnal123.com – Sepanjang tahun 2018, dominasi PT Astra International Tbk di pasar kendaraan roda empat masih sangat kuat. Untuk pasar ini, Astra memiliki empat merek, yaitu Toyota, Daihatsu, Isuzu, dan Peugeot.

Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Astra sepanjang tahun 2018 berhasil menguasai lebih dari separuh atau 515 market share dengan total penjualan sebanyak 582.446 unit. Adapun total penjualan kendaraan roda empat secara nasional sepanjang 2018 mencapai 1.151.413 unit.

Penjualan tertinggi Astra masih ditopang oleh Toyota yang berhasil terjual 353.471 unit. Daihatsu memberi kontribusi terbanyak kedua dengan penjualan 202.738 unit, disusul Isuzu 26.098 unit, dan Peugeot 139 unit.
Untuk merek non Astra seperti Mitsubishi, penjualannya mencapai 194.331 unit, Honda 162.170 unit, Suzuki 118.014, Nissan 6.885 unit, dan penjualan gabungan merek lainnya anggota Gaikindo sebanyak 87.569 unit.

Untuk kendaraan segmen Low Cost Green Car (LCGC), dominasi Astra lebih kuat lagi. Dari total penjualan kendaraan LCGC yang mencapai 232.565 unit, Astra menguasai 73% market share dengan penjualan 170.935 unit.(BES)

10 Mobil Terlaris Sepanjang 2018

Jurnal123.com – Sepanjang tahun 2018 penjualan mobil di Indonesia cukup memuaskan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengklaim angka wholesale (pengiriman dari pabrik ke dealer) terkerek tujuh persen menjadi 1.063.464 unit. Sementara tahun lalu pada periode sama, hanya terkumpul 994.799 unit. Berikut kami sarikan 10 mobil terlaris dalam kurun itu.
 
Siapa lagi pemain utama kalau bukan Toyota. Pada periode itu, pabrikan Jepang ini mengumpulkan penjualan 325.500 unit. Meski berada di urutan wahid, hasilnya harus terkoreksi lantaran kompetisi. Jika dibandingkan tahun lalu, mereka meraup penjualan 347.626 unit. Avanza yang menjadi andalan harus rela berbagi kue dengan kompetitor.

Betul, Avanza masih laku dan diminati. Namun tahun sebelumnya, mobil sejuta umat Toyota bisa terjual 10 ribu unit saban bulan. Dan sekarang tidak lagi. Sampai November, 75.493 unit berhasil digenggam. Sementara pada November saja, mampu terjual 7.553 unit. Mereka tetap mengukuhkan Avanza sebagai mobil paling diminati pada 2018.

Posisi terlaris kedua ada Mitsubishi Xpander. Sebagai barang anyar, nyatanya belum mampu menggeser kekokohan Avanza. Selama November, ia hanya mengantongi penjualan 5.094 unit dan selama 11 bulan sebanyak 71.219 unit. Toh itu pun membuat Mitsubishi senang. Berkat Xpander, total penjualan naik 97% menjadi 133.966 unit. Selama periode yang sama, hasil tahun lalu cuma 69.893 unit.
 

Daihatsu juga menikmati kenaikan penjualan. Tahun ini mereka melego mobil 186.449 unit, sedikit lebih banyak dari 2017 yang berjumlah 173.353 unit. Sigra dan Granmax pikap menjadi ujung tombak mereka. Terios juga naik signifikan lantaran punya paras baru.
Lalu pabrikan yang juga menikmati penjualan positif, ialah Suzuki. Bukan mobil penumpang, melainkan kendaraan niaga ringan Suzuki Carry yang terlaris, sebanyak 5.256 unit pada November. Belum lagi ditambah keuntungan dari kolaborasi Mitsubishi T120SS. Di luar itu, total penjualannya 36.092 unit. Mereka alami kenaikan dari 101.652 unit tahun lalu, menjadi 109.698 unit pada Januari – November 2018.

Ada yang naik, ada pula yang merosot. Tahun lalu Honda sanggup jualan 171.574 unit, kini turun menjadi 147.002 unit. Di segmen mobil keluarga, Honda Mobilio cuma mengantongi 837 unit dan B-RV 316 unit saja, dalam sebulan kemarin. Mereka masih mengandalkan Brio sebagai tulang punggung.

Sumber: Oto.com

Grab Menerima Suntikan Dana Rp 2,1 T Dari Yamaha

Jurnal123.com – Grab mengumumkan suntikan dana segar dari Yamaha Motor sebesar US$150 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun. Selain memberikan investasi berupa uang, perusahaan otomotif asal Jepang ini juga mengungkap kerja sama kolaboratif layanan roda dua di Asia Tenggara.

Kerja sama strategis tersebut akan difokuskan untuk operasional bisnis Grab di Indonesia. Kedua perusahaan sepakat untuk mengembangkan generasi lanjutan dari layanan mobilitas lewat implementasi solusi dan inovasi keselamatan sepeda motor milik Yamaha.

“Selain meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para penumpang dan mitra pengemudi melalui penerapan teknologi Yamaha Motor dalam tipe baru sistem transportasi yang melibatkan partisipasi pengguna,” ungkap executive officer Takuya Kinoshita, chief general manager of motorcycle business operationsYamaha Motor lewat keterangan resmi, Kamis (13/12).

Kinoshita menyebut pihaknya memprediksi adanya peningkatan dalam sistem mobilitas di masa depan. Teknologi robotik (advancing robotics)milik Yamaha akan diimplementasikan dalam kerja sama ini.

Grab berkesempatan menjajal fitur keamanan pada kendaraan besutan Yamaha. Untuk itu, Yamaha juga akan memudahkan pembelian motor bagi pengemudi Grab.

Di sisi lain, Yamaha akan memanfaatkan  basis konsumen Grab di Asia Tenggara dan wawasan mengenai bisnis ride-hailing sepeda motor untuk pengembangan produknya di masa mendatang. 

Ming Maa, president Grab mengatakan pihaknya yakin kerja sama ini bisa menyediakan layanan yang aman bagi pengemudi motor di Indonesia.

“Kami akan terus bekerja sama dengan rekanan untuk menciptakan solusi inovatif serta inisiatif agar Grab menjadi layanan ride-hailing paling aman dan andal di Asia Tenggara,” ungkap Maa.

Sejak didirikan pada 2012, Grab mencatat telah menyelesaikan lebih dari 2,5 miliar perjalanan. Hingga kini, perusahaan asal Singapura ini telah beroperasi di 235 kota di delapan negara di Asia Tenggara.(CNN)

Aturan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga Akhir Desember 2018

Jurnal123.com – Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan bahwa kebijakan uji coba perluasan Ganjil Genap setelah Asian para Games 2018 akan diteruskan.

Namun, hanya dibeberapa kawasan saja yang dinilai sebagai titik kemacetan di DKI Jakarta.

Jam pemberlakuan Ganjil Genap pun tidak lagi 15 jam penuh seperti saat Asian Games dan Asian Para Games.

Kini, kebijakan diberlakukan pada dua sesi yakni pukul 06.00 – 10.00 WIB dan 16.00 – 20.00 WIB.

“Senin diteruskan dengan perubahan pada waktu pemberlakuan dan ruas jalan yang diterapkan kebijakan Ganjil Genap,” ujar Sigit saat dihubungi Warta Kota, Sabtu (13/10/2018).

Ujicoba kebijakan dilaksanakan selama 2.5 bulan mulai 15 Oktober sampai 31 Desember 2018 mendatang.

Namun tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu maupun hari libur nasional sebagaimana yang telah ditetapkan Presiden Republik Indonesia Jokowidodo.

“Pembatasan lalu lintas tidak berlaku pada hari Sabtu, hari Minggu dan hari libur Nasional yang ditetapkan dengan keputusan Presiden,” kata Sigit.

Berikut ruas jalan yang akan diberlakukan Ganjil Genap mulai Senin besok;

1. Jalan Medan Merdeka Barat.

2. Jalan MH Thamrin.

3. Jalan Jendral Sudirman.

4. Sebagian Jalan Jendral S Parman (mulai dari Jalan Simpang Tomang Raya sampai Jalan simpang KS Tubun).

5. Jalan Gatot Subroto.

6. Jalan HR Rasuna Said.

7. Jalan Jendral MT Haryono.

8. Jalan Jendral DI Panjaitan.

9. Jalan Jendral Ahmad Yani.

Sigit mengingatkan bahwa kebijakan ini tidak berlaku pada persimpangan terdekat sampai dengan pintu masuk tol dan sebaliknya pintu keluar tol sampai persimpangan terdekat.(TRI)

BBM Naik Per Hari Ini 10 Oktober Pukul 11.00 WIB

Jurnal123.com – Inilah daftar harga terbaru bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di setiap provinsi setelah kenaikan per Rabu (10/10/2018).

Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM di SPBU, khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO mulai Rabu (10/10/2018).

Penyesuaian harga tersebut berlaku di seluruh Indonesia mulai pukul 11.00 WIB.

Sementara itu, harga BBM Premium, Biosolar PSO, dan Pertalite tidak naik.

Khusus untuk daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah, harga sementara ini tidak naik.

External Communication Manager PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita mengatakan, penyesuaian harga BBM Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik.

“Saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus 80 dolar AS per barel,” ujar Arya lewat keterangan tertulisnya.

Penetapan penyesuaian harga ini mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

“Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan penyesuaian harga,” kata Arya.

Misalnya, di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp 10.400/liter, Pertamax Turbo Rp 12.250/ liter, Pertamina Dex Rp 11.850/liter, Dexlite Rp 10.500/liter, dan Biosolar Non PSO Rp 9.800/liter.

Harga yang ditetapkan tersebut, lanjutnya masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain.

Berikut daftar harga terbaru BBM Non PSO setelah mengalami kenaikan, sebagaimana dilansir dari pertamina.com:

Nanggroe Aceh Darussalam
Pertamax: Rp 10.400
Pertamax Turbo: Rp 12.250
Pertamax Racing: Rp 44.500
Dexlite: Rp 10.500
Pertamina Dex: Rp 11.850
Solar non-subsidi: Rp 10.100

Sumatera Utara
Pertamax: Rp 10.400
Pertamax Turbo: Rp 12.250
Pertamax Racing: Rp 44.500
Dexlite: Rp 10.500
Pertamina Dex: Rp 11.850
Solar non-subsidi: Rp 10.100

Sumatera Barat
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: Rp 12.450
Pertamax Racing: Rp 44.500
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 8.250

Riau
Pertamax: Rp 10.800
Pertamax Turbo: Rp 12.650
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.900
Pertamina Dex: Rp 12.350
Solar non-subsidi: Rp 10.650

Kepulauan Riau
Pertamax: –
Pertamax Turbo: Rp 12.650
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.900
Pertamina Dex: Rp 12.350
Solar non-subsidi: Rp 10.700

Kodya Batam (FTZ)
Pertamax: –
Pertamax Turbo: Rp 12.650
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.900
Pertamina Dex: Rp 12.350
Solar non-subsidi: Rp 9.650

Jambi
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: Rp 12.450
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.350

Bengkulu
Pertamax: Rp 10.400
Pertamax Turbo: –
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.500
Pertamina Dex: Rp 11.850
Solar non-subsidi: Rp 10.050

Sumatera Selatan
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: Rp 12.450
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.350

Bangka-Belitung
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: Rp 12.450
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.350

Lampung
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: –
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.350

DKI Jakarta
Pertamax: Rp 10.400
Pertamax Turbo: Rp 12.250
Pertamax Racing: Rp 42.000
Dexlite: Rp 10.500
Pertamina Dex: Rp 11.850
Solar non-subsidi: Rp 9.800

Banten
Pertamax: Rp 10.400
Pertamax Turbo: Rp 12.250
Pertamax Racing: Rp 42.000
Dexlite: Rp 10.500
Pertamina Dex: Rp 11.850
Solar non-subsidi: Rp 9.800

Jawa Barat
Pertamax: Rp 10.400
Pertamax Turbo: Rp 12.250
Pertamax Racing: Rp 42.000
Dexlite: Rp 10.500
Pertamina Dex: Rp 11.850
Solar non-subsidi: Rp 9.800

Jawa Tengah
Pertamax: Rp 10.400
Pertamax Turbo: Rp 12.250
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.500
Pertamina Dex: Rp 11.850
Solar non-subsidi: Rp 9.800

DI Yogyakarta
Pertamax: Rp 10.400
Pertamax Turbo: Rp 12.250
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.500
Pertamina Dex: Rp 11.850
Solar non-subsidi: Rp 9.900

Jawa Timur
Pertamax: Rp 10.400
Pertamax Turbo: Rp 12.250
Pertamax Racing: Rp 43.500
Dexlite: Rp 10.500
Pertamina Dex: Rp 11.850
Solar non-subsidi: Rp 9.900

Bali
Pertamax: Rp 10.400
Pertamax Turbo: Rp 12.250
Pertamax Racing: Rp 43.500
Dexlite: Rp 10.500
Pertamina Dex: Rp 11.850
Solar non-subsidi: Rp 10.000

Nusa Tenggara Barat
Pertamax: Rp 9.500
Pertamax Turbo: Rp 10.700
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 9.000
Pertamina Dex: Rp 10.500
Solar non-subsidi: Rp 7.900

Nusa Tenggara Timur
Pertamax: Rp 10.400
Pertamax Turbo: Rp 10.400
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.500
Pertamina Dex: Rp 11.850
Solar non-subsidi: Rp 10.100

Kalimantan Barat
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: Rp 12.650
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.250

Kalimantan Tengah
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: –
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.250

Kalimantan Selatan
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: Rp 15.250
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.250

Kalimantan Timur
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: Rp 15.750
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.250

Kalimantan Utara
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: –
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.350

Sulawesi Utara
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: Rp 12.450
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.200

Gorontalo
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: Rp 12.450
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.200

Sulawesi Tengah
Pertamax: Rp 9.700
Pertamax Turbo: Rp 10.900
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 9.200
Pertamina Dex: Rp 10.750
Solar non-subsidi: Rp 8.100

Sulawesi Tenggara
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: Rp 12.450
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.200

Sulawesi Barat
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: Rp 12.450
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: Rp 12.100
Solar non-subsidi: Rp 10.200

Maluku
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: –
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: –
Solar non-subsidi: Rp 11.200

Maluku Utara
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: –
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: –
Solar non-subsidi: Rp 11.200

Papua
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: –
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: –
Solar non-subsidi: Rp 11.400

Papua Barat
Pertamax: Rp 10.600
Pertamax Turbo: –
Pertamax Racing: –
Dexlite: Rp 10.700
Pertamina Dex: –
Solar non-subsidi: Rp 11.200

Per 1 Oktober 2018 Pemilik Kendaraan Wajib Mencantumkan E-mail Dan Nomor HP

Jurnal123.com – Pihak kepolisian tengah gencar melakukan sosialiasi agar para pemilik kendaraan bermotor segera melengkapi data Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)-nya dengan nomor telepon dan alamat e-mail.

Hal ini terkait sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcment (ETLE) yang akan diuji coba per 1 Oktober 2018.

“Kendaraan bermotor baru ataukah perubahan mulai 1 Oktober itu harus mencantumkan nomor HP dan e-mail. Kami sudah mulai sosialisasi, Oktober harus sudah dimulai,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf ketika ditemui di ruangannya, Senin (18/9/2018).

Yusuf mengatakan, data itu sangat diperlukan dalam proses penilangan secara elektronik. Nomor telepon dan alamat e-mail akan memudahkan petugas menghubungi pelanggar, kemudian mengirimkan surat tilang.

Surat tilang tersebut dikirimkan petugas melalui jasa ekspedisi barang Pos Indonesia setelah petugas verifikasi memastikan pemilik kendaraan melakukan pelanggaran lalu lintas berdasarkan tangkapan gambar CCTV.

“Jadi saya berharap dengan adanya ETLE ini pengawasan polisi di lapangam menjadi lebih efektif dan tepat,” ujar Yusuf.

Sistem tilang elektronik ini akan mulai diuji coba pada Oktober 2018 di ruas Jalan Sudirman hingga MH Thamrin.

Yusuf mengatakan, dalam sistem penindakan pelanggar lalu lintas berbasis elektronik ini akan menggunakan kamera pemantau (CCTV) berteknologi canggih yang didatangkan dari China.

“Jadi kamera ini dapat langsung menangkap gambar atau meng-capture kendaraan yang melakukan pelanggaran lalu lintas,” ujar Yusuf.

Yusuf mengatakan, kamera ini dapat membidik objek hingga jarak 10 meter selama 24 jam.

Kamera-kamera CCTV ini nantinya akan dipasang di persimpangan-persimpangan jalan. Hasil tangkapan gambar akan langsumg terpantau di Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya.(KOM)

Kini Sabtu-Minggu Bebas Ganjil Genap di DKI


JURNAL123, JAKARTA.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya telah menggelar rapat untuk membahas kelanjutan pemberlakuan perluasan ganjil genap di Jakarta. Hasilnya, mereka sepakat untuk melanjutkan kebijakan itu hingga Oktober 2018 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, meski melanjutkan kebijakan ganjil genap tersebut, namun sudah diputuskan beberapa hal. Di antaranya tidak lagi ada pemberlakuan sistem itu pada libur akhir pekan.

“Tidak berlaku di hari Sabtu dan Minggu. Jadi ganjil genap kalau kemarin Sabtu Minggu berlaku, kalau sekarang Sabtu Minggu tidak ada kebijakan ganjil genap,” ucap Anies di kantornya, Jumat, 31 Agustus 2018.

Anies menjelaskan, selain di akhir pekan, pihaknya juga melakukan kebijakan baru untuk kendaraan yang melintas di tol.

“Akan ada penyesuaian jalur-jalur keluar tol ataupun masuk tol. Dari persimpangan sampai dengan pintu masuk tol, dan dari pintu keluar tol sampai dengan persimpangan pertama. Di situ tidak diterapkan ganjil genap. Supaya para pengguna tol bisa keluar dan masuk dengan leluasa. Karena kalau tidak, kasihan sekali,” kata dia.

Sementara itu, jika pintu masuk tol nya dari persimpangan maka pengendara tidak bisa masuk karena di sana sudah ada kebijakan ganjil genap. “Jadi ganjil genapnya dilakukan di luar pintu masuk-keluar tol dari persimpangan terdekat,” ucap Anies.(VIN)

Expander Merambah Hingga Mesir Dan Bolivia

Mitusubishi Expander

Mitusubishi Expander

JURNAL123, JAKARTA.
Mitsubishi Xpander belakangan sukses mencatat penjualan menjanjikan di Tanah Air. Mobil itu bahkan sudah dipesan belasan ribu unit, sejak pertama kali diluncurkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, baru-baru ini.