Category Archives: Olahraga

Perusak Alat Bukti Pengaturan Skor Ditetapkan Tersangka

Logo PSSI

Jurnal123.com – Proes pemeriksaan dilakukan oleh Satgas Anti Mafia Bola terus berlanjut, setelah pengeledahan  ada perusakan alat bukti kasus pengaturan skor dan akhir di tetapkan tiga  tersangka.  

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Syahar Diantono ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan,Senin (11/3) mengatakan penyidik Satgas Anti Mafia Bola telah menetapkan tiga tersangka perusakan alat bukti kasus pengaturan skor.”Ketiga tersangka itu adalah Muhammad Mardani Mogot, Musmuliadi, dan Abdul Gofur OB di PSSI,” ujarnya.

Selanjutnya, Syahar menegaskan persangkaan tindak pidana bersama-sama melakukan pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang police line.,” Terkait peran ketiganya, seperti diungkapkan Syahar, Musmuliadi bersama dengan Mardani memasuki kantor Komdis PSSI, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng, Jakarta Selatan yang sudah diberi garis polisi,” tegasnya.

Untuk itu, Syahar menejaskan p engaturan Skor Kepada ketiganya polisi menyangkakan Pasal 363 dan atau Pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP jo Pasal 55 KUHP.   “Karena para tersangka kooperatif dalam menjalani pemeriksaan, polisi tidak menahan ketiganya. Dia menambahkan, penyidik pun sudah menyiapkan surat perintah pelepasan tersangka beserta berita acara pelepasannya,” jelasnya. (Vecky Ngelo)

Sebelum Digeledah Satgas Antimafia Bola,Karyawan PT Liga Indonesia Rusak Dokumen

Kepala Bagian Penerangan Umum, Kombes Pol Syahar Diantono mengatakan Satuan Tugas Antimafia Bola menemukan dokumen yang rusak saat menggeledah. (vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Kesigapan  dalam memproses aksi para mafia bola. akhirnya Tim Satuan Tugas Antimafia Bola menemukan dokumen yang rusak saat menggeledah kantor PT Liga Indonesia di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019) lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Syahar Diantono  di Kampus UI Depok, Senin (4/2/2019) mengatakan dokumen itu sengaja dirusak oleh karyawan PT Liga Indonesia sesaat sebelum penyidik datang.”Saat sebelum tim ini masuk, mereka ada di dalam dan sesegera mungkin ia melaksanakan (merusak dokumen) itu, dan sudah dimasukkan dalam berita acara,” ujarnya.

Selanjutya, Syahar menegaskan dokumen yang dirusak itu merupakan dokumen keuangan klub Persija Jakarta. Namun, Syahar enggan menyebut tahun dokumen yang dirusak tersebut.Di samping itu, Syahar juga enggan membeberkan apakah perusakan dokumen itu merupakan inisiatif karyawan atau instruksi dari atasan karyawan tersebut.”Nanti selanjutnya kami masih dalami dulu. Yang jelas, perbuatan itu memang benar ada, ada kesengajaan untuk menghilangkan dokumen,” tegasnya.

Untuk itu, Syahar menjelaskan  kemungkinan manajemen Persija Jakarta juga akan diperiksa oleh Satgas Antimafia Bola.” Kita lihat saja kedepan dalam proses pendalaman selanjutnya,” jelasnya.

Dari data yang ada, Satgas Antimafia Bola menggeledah kantor PT Liga Indonesia dan PT Gelora Tri Semesta di Kuningan, Jumat lalu.Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan potongan-potongan kertas berukuran kecil yang merupakan dokumen yang telah dirusak.( Vecky Ngelo)

Satgas Anti Mafia Bola Menggeledah Kantor PSSI Dan Melakukan Penyitaan

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono (Foto Vecky Ngelo)


Jurnal123.com –   Untuk proses pembuktian data-data yang diperlukan akhirnya Satgas Anti Mafia Bola melakukan pegeledahan di dua tempat di Kemang Timur 5  Jakarta Selatan  berhasil disita  53 Kelopok Dokumen dan   di FX Sudirman tower 14  berhasil disita ada 58 kelompok Dokement .

Penyidik Satgas Antimafia Bola Polri kelar menggeledah dua Kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Sejumlah alat kerja dan dokumen PSSI disita dalam operasi tersebut.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono mengatakan, penggeledahan di kantor baru PSSI di FX Sudirman berlangsung sekitar 16 jam, mulai dari pukul 11.00 hingga 3.30 WIB dini hari tadi.

Sementara itu, di kantor lama PSSI di Kemang, Jakarta Selatan, pemeriksaan hanya berlangsung sekitar enam jam.

“Sudah ditemukan beberapa dokumen, ada CPU, ada flashdisk, ada komputer, dan dokumen laporan keuangan dari PSSI, juga terkait dokumen operasional Liga 3, Liga 2 atau Liga 1,” ujar Syahar di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

Selain itu, penyidik juga menyita ponsel milik pengurus PSSI. “HP (handphone) milik saksi-saksi karyawan PSSI,” ucap dia.

Penggeledahan itu dilakukan berdasarkan laporan manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani.

Tim Satgas Anti Mafia Bola

Dalam laporan dugaan skandal pengaturan skor antara Persibara Banjarnegara kontra PS Pasuruan itu, polisi telah menetapkan 10 orang tersangka.

Seluruh ruangan ‘diobok-obok’ penyidik, tak terkecuali milik Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Hanya saja penyidik tidak menyita apapun dari ruangan orang nomor satu di federasi sepakbola Indonesia itu.

“Semua diperiksa tapi di ruang beliau tidak ditemukan,” kata Syahar.

Setidaknya ada sekitar 58 jenis dokumen yang disita dalam penggeledahan tersebut. Semua dokumen dan barang bukti lainnya kemudian dibawa ke Posko Satgas Antimafia Bola Polri untuk didalami.

“Dokumen ini mendukung pemberkasan laporan Lasmi juga untuk tiga laporan yang lain, sekarang proses pemberkasan. Dan tidak menutup kemungkinan manakala dokumen ini diperiksa ada petunjuk lain ya kita tindak lanjuti,” ucap Syahar.(Vecky Ngelo)

Satgas Anti Mafia Bola Geledah Kantor PSSI

Satgas Anti Mafia Bola Menggeledah Kantor PSSI

Jurnal123.com – Puluhan anggota Satgas Anti Mafia Bola melakukan penggeledahan terhadap kantor PSSI di lantai 14 FX Office Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Berdasarkan pantauan para penyidik mengenakan rompi hitam yang bertuliskan Satgas Anti Mafia Bola di belakangnya.

Tampak para anggota Satgas Anti Mafia Bola menjejerkan beberapa dokumen di ruangan kantor PSSI.

Penggeledahan tersebut dipimpin oleh Kasubdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Murti Haryadi.

Penggeledahan dimulai sejak pukul 10.30 WIB. Hingga kini pukul 13.31 WIB penggeledahan masih terus berjalan.

Seperti diketahui, hari penyidik menggeledah dua kantor PSSI yang berada di Mall FX Sudirman dan kantor PSSI lama di Kemang, Jakarta Selatan.

Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono, mengungkapkan pihaknya mencari dokumen terkait kasus dugaan pengaturan skor yang dilaporkan oleh Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indrayani.

“Ya mencari dokumen-dokumen,” ungkap Argo.

Argo tak merinci dokumen apa yang dicari. Penggeledahan sendiri diketahui dilakukan terkait kasus dugaan pengaturan skor pada pertandingan sepakbola di Liga Indonesia.(VEK)

MU Permalukan Arsenal di Kandang Sendiri

MU Vs Arsenal di Emirates Stadium

Jurnal123.com – MU berhasil mempermalukan tim tuan rumah dengan skor telak 3-1, dalam laga yang digelar di Emirates Stadium, Jumat (25/1/2019).

Kemenangan tersebut membawa MU melaju ke putaran kelima atau babak 16 besar Piala FA.

Masing-masing gol MU dicetak oleh Alexis Sanchez menit ke 31, Jesse Lingard menit ke 33, dan Anthony Martial menit ke 82.

Sementara gol semata wayang Arsenal dilesakkan Aubameyang menit ke 43.

Pertandingan babak pertama berlangsung alot karena kedua tim saling serang.

Namun, MU melalui Alexis Sanchez lebih dahulu membuka gol.

Alexis Sanchez yang lolos dari jebakan offside mampu mengecoh Petr Cech dan melesakkan bola ke gawang yang sudah tanpa penjagaan.

Hanya berselang dua menit setelah Alexis mencatat namanya di papan, Lingard dengan bebasnya mengarahkan bola ke gawang Arsenal dan mencetak gol kedua pada menit 33.

Pertahanan Arsenal yang kurang solid dimanfaatkan Lingard yang berdiri bebas tanpa pemain bertahan, menerima umpan Lukaku.

Hanya dengan satu kontrol, Lingard berhasil menempatkan bola ke kiri Cech yang tak mampu dijangkau mantan kiper Chelsea itu.

Arsenal yang tak ingin ketinggalan, memaksa terus menyerang.

Hasilnya, tim meriam London ini mampu memperkecil ketertinggalan.

Melalui skill individu Ramsey, yang melakukan penetrasi ke mulut gawang MU memberikan umpan silang mendatar ke arah Lacazette.

Lacazette yang sempat menyentuh bola ternyata bergulir menuju Aubameyang yang berdiri sendiri.

Tanpa offside, dengan mudah dia mendorong bola masuk ke gawang MU dengan kaki kirinya di menit 43.

Skor 1-2 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua hanya ada satu gol tercipta dari MU yang memperlebar jarak.

Pada menit ke 82 tendangan dari luar kotak pinalti pemain MU mampu dihalau Cech.

Namun sayang, bola justru muntah mendekati Martial yang berlari ke depan.

Dengan mudah Martial menyuntik bola rebound ke gawang Arsenal.

Hingga babak kedua berakhir, MU kokoh dengan skor 3-1.

Atas hasil ini MU berhak melaju ke babak selanjutnya.(TRI)

Vigit Waluyo Akui Menyetor Uang Ke Komite Wasit

Vigit Waluyo


Jurnal 123.com – Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap kasus pengaturan skor akhirnya Vigit Waluyo mengakui pernah menyetor uang kepada Komite Wasit. Pasalnya suap itu dilakukan sigit agar timnya PSMP Mojokerto tidak dikerjai.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan,Jumat (25/1) 2019 mengatakan tersangka kasus pengaturan skor Vigit Waluyo mengakui pernah menyetor sejumlah uang ke Komite Wasit. Suap itu dilakukan Vigit agar timnya, PSMP Mojokerto, tidak dikerjai sang pengadil lapangan selama bertanding. “Dari hasil pemeriksaan (Vigit Waluyo mengakui memberikan suap kepada wasit) fakta-fakta seperti itu,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan dari hasil pemeriksaan tim satgas antimafia bola di Lapas Sidoarjo, tersangka VW selaku manajer PSMP Mojokerto mengaku telah meminta bantuan kepada anggota Komite Disiplin Dwi Irianto alias Mbah Putih supaya PSMP Mojokerto lolos promosi ke liga 1. Vigit juga diketahui telah mentransfer uang sebanyak tiga kali kepada Mbah Putih. “Sudah diterima dalam tiga tahap, pertama DP 50 juta, kemudian ditransfer ke rekening Mandiri 25 juta, kemudian ditransfer kembali ke Mandiri 40 juta. Jadi total yang diterima 115 juta kepada tersangka DI dalam rangka untuk meloloskan PSMP Mojokerto,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan tersangka Mafia Bola Vigit Waluyo Terkena Tifus Saat ini, tim penyidik satgas antimafia bola terus mendalami kasus ini dengan mengorek keterangan dari para tersangka. “Rencana Pemanggilan Beberapa Saksi Tim satgas antimafia bola juga akan menjadwalkan pemanggilan kepada beberapa saksi terkait pengaturan skor di Liga Indonesia pada minggu depan.,” jelasnya

Lebih jauh, Dedi mengingkapkan beberapa saksi yang dijadwalkan untuk dipanggil antara lain, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono, anggota Exco PSSI Papat Yunisal, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, serta Direktu Keuangan PSSI Aria Yudistira. Namun, Dedi tak menjelaskan kapan waktu pemeriksaan kepada para saksi itu dilakukan. Selain pemeriksaan para saksi, lanjut Dedi, tim penyidik juga akan meminta keterangan dari saksi ahli untuk memperkuat kontruksi hukum. “Kita juga akan memanggil saksi ahli, antara lain saksi ahli digital forensik, saksi ahli pidana dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), karena tidak menutup kemungkinan ada perbuatan melawan hukum terhadap TPPU,” ungkapnya.

Sesuai data, Dedi menadaskan , Vigit berstatus sebagai tersangka penyuapan terhadap anggota Komdis PSSI Dwi Irianto. Suap terhadap Mbah Putih, sapaan Dwi Irianto, dimaksudkan untuk membantu dan mengawal PS Mojokerto Putra dan PSS Sleman lolos ke Liga 1.” Vigit disebut-sebut sebagai sosok penting dalam pengaturan skor di sepak bola Indonesia,” tandasnya. (Vecky Ngelo)

Berkas Tersangka Kasus Pengaturan Skor Nurul dan Mansyur Akan Dilimpahkan ke Penuntut Umum

Logo PSSI

Jurnal123.com – Satgas Antimafia Bola Polri saat ini tengah menyelesaikan berkas perkara dua tersangka kasus  Wasit Nurul  Safarid dan Staf Direktur  Penugasan Wasit di PSSI Mansyur Lestahulu dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia. 

Penyidik dari Satgas Antimafia Bola akan segera melimpahkan berkas perkara dua tersangka kasus pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia ke penuntut umum.

Saat ini penyidik Satgas Antimafia Bola tengah menyelesaikan berkas dua tersangka yakni wasit Nurul Safarid dan staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI Mansyur Lestaluhu.

“Dua berkas perkara (tersangka oknum wasit Nurul Safarid dan staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI Mansyur Lestaluhu) minggu depan akan dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Jumat (25/1/2019).

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola Polri juga sedang fokus menyelesaikan berkas perkara empat tersangka kasus dugaan pengaturan skor dalam sepakbola Indonesia.

Empat berkas perkara yang tengah diselesaikan adalah untuk tersangka mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto, beserta anaknya Anik Yuni Sari, anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng, serta anggota Komisi Disiplin PSSI (nonaktif) Dwi Irianto alias Mbah Putih.

“Ini targetnya berkas perkara minggu ini sudah bisa dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU),” ujar Dedi, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Tim satgas juga telah memeriksa Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Joko diperiksa selama 11 jam oleh tim Satgas Antimafia Bola di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kamis (24/1/2019).

Ia dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan pengaturan skor. Sampai saat ini, polisi sudah menetapkan 11 tersangka kasus pengaturan skor. Enam tersangka di antaranya sudah ditahan.

Sesuai data, Dedi merinci  Enam tersangka di antaranya sudah ditahan. Polisi juga sudah memproses 4 dari 73 laporan terkait kasus pengaturan skor di liga sepak bola Indonesia, yakni terkait pertandingan Persibara vs PS Pasuruan.” Suap untuk meloloskan PS Mojokerto ke Liga 1, penyelenggaraan Piala Suratin 2009, dan pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman pintu masuk Liga 2,” rincinya. (Vecky Ngelo)

 

Edy Rahmayadi Mundur Sebagai Ketum PSSI

Edy Rahmayadi

Jurnal123.com – Edy Rahmayadimembuat keputusan mengejutkan pada Kongres PSSI 2019 di Bali. Gubernur Sumatera Utara itu memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI.
Kepastian Edy Rahmayadi mundur sebagai ketua umum PSSI diumumkan langsung saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres PSSI di Hotel Sofitel Bali, Minggu (20/1/2019).

“Pada kesempatan ini saya menyatakan mundur dari ketua PSSI, dengan syarat besarkan PSSI. Saya serahkan bendera ini. Saya berhenti dengan sah detik ini,” ujar mantan Pangkostrad tersebut.
“Saya serahkan kepemimpinan ini, akan dilanjutkan. Saya tidak mau ada yang mengkhianati keputusan saya ini,” ujar Edy dalam pidatonya di Kongres PSSI.
Masa jabatan Edy Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI sebenarnya baru akan berakhir pada tahun 2020. Tongkat estafet ketua umum PSSI diserahkan wakil PSSI Joko Driyono.

Edy Rahmayadi terpilih sebagai ketua umum PSSI pada tahun 2016. Dia mengganti La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Tekanan untuk Edy Rahmayadi mundur terus berhembus sejak dirinya terpilih menjadi Gubernur Sumut. Ditambah lagi prestasi buruk dan berbagai polemik ditubuh induk organisasi sepak bola tanah air ini yang tak kunjung berakhir.(CIN)

Satgas Anti Mafia Bola Terima 338 Laporan Ditindaklanjuti 73 Dan Memeriksa Waketum PSSI

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjend Pol Dedi Prasetyo di dampingi Kabag Penum Konbes Pol Syahar Diantono dan AKBP Pandra di Mabes Polri (Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Tugas yang dilakukan Satgas Anti Mafia Bola, melalui hotline sudah ada 338 laporan dari masyarakat  sejak dibentukannya Satgas sehingga ini di ditindak lanjuti melalui kajian dan analisa infromasi tersebut dan sudah ada 73 laporan diklarifikasi, komfirmasi dan diverifikasi ada 73 laporan. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Rabu (16/1) 2019 mengatakan, Kepolisian RI telah menerima 338 laporan masyarakat terkait dugaan mafia bola.Laporan-laporan ini diterima melalui hotline yang telah dibentuk Satgas Anti Mafia Bola.“Saat ini untuk laporan yang masuk kecall center Satgas Antimafia Bola sudah ada 338 laporan dari masyarakat sejak Satgas dibentuk,” ujarnya,
Selanjutnya, Dedi menegaskan menindaklanjuti laporan itu, polisi melakukan kajian dan analisa. Dari 338 laporan itu, yang layak dijadikan bahan informasi, klarifikasi, konfirmasi, dan verifikasi ada 73 laporan.“Sementara itu ada 73 laporan yang bisa ditindaklanjuti oleh Satgas untuk dilakukan investigasi atau penyelidikan,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan dari 73 laporan itu diklusterkan ke beberapa bagian seperti laporan terkait pengurusan, laporan terkait wasit, laporan terkait pertandingan yang aneh, pemain yang aneh, dan laporan tentang ancaman.“Sudah mulai masuk laporan tentang ancaman beberapa orang, sudah dilaporkan ke satgas antimafia bola,” jelasnya.

Lebih jauh, Dedi merinci Satgas juga menetapkan status tersangka kepada perangkat pertandingan Persibara melawan PS Pasuruan . Empat tersangka itu adalah CH (pelaku cadangan wasit), DS (sebagai pengawas pertandingan antara Persibara melawan PS Pasuruan), P (selaku asisten wasit I) dan MR (sebagai asisten wasit II).”Namun, empat tersangka itu belum dilakukan penahanan.Pada kesempatan itu, Dedi mengatakan, Satgas Antimafia Bola juga mengagendakan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria. Hari ini akan dilakukan pemeriksaan (Sekjen PSSI) di Polda Metro Jaya,” rincinya.

Dari data yang dihimpun, satgas antimafia bola menetapkan tersangka wasit Nurul, anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng, mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto beserta anaknya Anik Yuni Sari.Lalu, anggota Komisi Disiplin PSSI (nonaktif) Dwi Irianto alias Mbah Putih, serta staf direktur penugasan wasit di PSSI Mansyur Lestaluhu.

Panggil Waketum PSSI Joko Driyono dan Exco PSSI

Melihat  perkembangan pemeriksaan berdasar laporan,akhirnya Satgas Antimafia Bola akan memanggil Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ( PSSI) Joko Driyono dan Exco PSSI Papat Yunisal terkait kasus dugaan pengaturan skor. Keduanya akan diperiksa sebagai saksi. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/1)2019) mengatakan akan dipanggil secara berturut-turut Kamis (17/1/2019) dan Jumat (18/1/2019) antara lain Joko Driyono, selaku Wakil Ketua Umum PSSI, akan dipanggil Saudara Papat Yunisal sebagai exco PSSI, juga Saudara Irfan sebagai Wakil Bendahara PSSI,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan  sesuai laporan Pada hari ini, Satgas Antimafia memeriksa Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria di Polda Metro Jaya. Sementara itu, polisi sudah memproses 4 dari 73 laporan yang akan ditindaklanjuti. Laporan pertama Laporan pertama, terkait pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. “Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya wasit hingga Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah. Mereka adalah Nurul Safarid; anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng; mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto beserta anaknya Anik Yuni Sari; anggota Komisi Disiplin PSSI (nonaktif) Dwi Irianto alias Mbah Putih, serta staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI Mansyur Lestaluhu,”.tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan Satgas Antimafia Bola Satgas juga telah menetapkan empat tersangka terhadap perangkat pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. “Empat tersangka itu adalah pelaku cadangan wasit pertandingan antara Persibara melawan Kediri Cholid Hariyanto; pengawas pertandingan antara Persibara melawan PS Pasuruan Deni Sugiarto, asisten wasit I Purwanto, dan asisten wasit II Muhammad Ramdan. Namun, terhadap empat tersangka itu belum ditahan. Laporan kedua Laporan kedua yaitu terkait suap untuk meloloskan PS Mojokerto ke Liga 1,”Jelasnya. . 

Lebih lanjut, Dedi merinci Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Vigit Waluyo dan Dwi Irianto. Laporan ketiga Laporan ketiga yakni terkait penyelenggaraan Piala Soeratin 2009. Mantan Manajer Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fatah, melaporkan petinggi PSSI berinisial IB karena diminta uang Rp 115 juta sebagai syarat menjadi tuan rumah Piala Soeratin.” Bendahara PSSI Dicecar 27 Pertanyaan oleh Penyidik Satgas Antimafia Bola “Setelah disadari pada Desember 2018, ternyata pelapor merasa tertipu. Padahal untuk menjadi tuan rumah tidak perlu mengeluarkan uang. Kasus ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan,” rincinya.

Sesuai perkembangan, Dedi membeberkan  Laporan keempat Laporan keempat yang tengah ditindaklanjuti adalah terkait pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman. Polisi menduga ada unsur ancaman yang diterima Manajer Madura FC, Januar Herwanto, dari anggota exco PSSI berinisial H. “Terjadi match fixing antara Madura FC melawan PSS Sleman.” H menawarkan uang sebesar Rp 100 juta namun ditolak kemudian malah naik lagi jadi Rp 150 juta yang akhirnya saudara H mengancam akan membeli pemain,” bebernya.

Jadi, Dedi mengungkapkan  terkait laporan yang belum ada tersangkanya, polisi saat ini masih fokus mendalami keterangan para saksi. “Terlapor belum dipanggil, saksi dulu. Kalau saksi sudah kuat, (terlapor) tidak perlu dipanggil tinggal dilakukan upaya paksa,” ungkapnya.(Vecky Ngelo)

Polisi Tangkap VW Yang Memberikan Uang ke DI alias Mbah Putih Sebesar Rp 115 Juta

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Foto Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola kembali menangkap satu lagi pelaku dalam kasus pengaturan skor di liga sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dan telah menahan mereka di Polda Metro Jaya.

Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Pol Raden Argo Yuwono mengatakan, satu orang yang berhasil diciduk tersebut bernama VW yang diduga sebagai otak pengaturan skor. Ia juga diketahui berperan memberikan dana ratusan juta kepada Dwi Irianto atau Mbah Putih yang saat ini sudah ditahan polisi.

“Untuk terlapor DI menerima aliran dana dari terlapor VW sebesar 115 juta dengan tujuan memenangkan PS Mojokerto untuk dari Liga 3 menjadi Liga 2,” ujar Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (07/01).

Namun, VW sendiri saat ini masih berstatus sebagai saksi dalam kasus mafia sepak bola tersebut. Argo menambahkan, tidak menutup kemungkinan status tersangka akan diberikan kepadanya.
“Nanti kalo (sudah) ada keterangan saksi, kita gelar perkara, kita naikan ke penyidikan, baru kita lakukan penetapan tersangka,” kata Argo.

Selanjutnya, polisi telah membuat Laporan Polisi tipe A dengan terlapor VW dan DI untuk mengusut adanya dugaan mereka bermain dalam pengaturan skor.

Laporan tipe A sendiri adalah peristiwa pidana yang ditemukan sendiri oleh polisi tentang terjadinya suatu peristiwa pidana kemudian ditindak lanjuti sendiri tanpa adanya pelaporan dari orang lain.
“Penyidik telah menerbitkan satu buah laporan polisi model A yang terlapornya adalah terlapor VW dengan terlapor DI,” kata dia lagi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Indonesia Brigadir Jenderal Polisi Dedi Presetyo mengatakan ada kemungkinan VW jadi tersangka dalam kasus ini. “Besar kemungkinan tapi seluruh bukti dikumpulkan dulu. Mereka dijerat pasal pencucian uang,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus mafia sepak bola ini. Mereka adalah anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Riyanto alias Mbah Putih, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johat Ling Eng, mantan wasit futsal Anik Yuni Artika dan ayahnya yang merupakan mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka, polisi mengganjar keempatnya dengan pasal dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau tindak pidana suap dan atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang).(Vecky Ngelo)