Category Archives: Nusantara

Keluarga Korban Mengeluh Terkait Pendampingan Lion Air

Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 menyerahkan dokumen di Posko Antemortem RS Polri Kramat Jati, Selasa (30/10). Para anggota keluarga itu diperiksa untuk mendukung pemeriksaan antemortem korban insiden pesawat itu. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Jurnal123.com – Keluarga korban pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, mengatakan tidak ada pendampingan dari pihak Lion Air. Johan Ramadhan, ayah dari salah satu korban menyatakan, sejak awal pihak Lion Air bahkan tidak menghubungi pihak keluarga sama sekali.

“Faktanya kami tidak pernah dihubungi pihak Lion Air,” katanya di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Bahkan, menurut dia, tidak ada telepon sama sekali sejak awal dari Lion Air pada keluarga korban.
“Jangankan empati, menelepon pun tidak,” katanya.

Padahal, menurut dia, keluarga korban selalu menunggu kabar dan perlu dirangkul.

“Kami sekeluarga perlu dirangkul, tapi tidak ada satu pun telepon,” ucapnya
Keluarga korban yang lain mengatakan kesulitan mendapat informasi perkembangan evakuasi.
“Tolong Pak, informasi saja kami dipersulit. Dilempar-lempar. Mana tanggung jawab kalian,” katanya.
Selain itu, keluarga korban menyatakan tidak ada pendampingan sama sekali dari Lion Air. Yang ada hanya crisis center tanpa pendampingan.
“Mereka bilang beri pendampingan, fakta di lapangan tidak ada, nol. Malam tadi kami yasinan, kami datangi tak ada (pendampingan),” katanya.
 
Sumber : Liputan6.com

Black Box Lion Air JT 610 Ditemukan

Jurnal123.com – Black box Lion Air JT 610 akhirnya ditemukan dan berhasil diangkat ke KM Baruna 01, Kamis (1/11/2018).

Black box Lion Air JT 610 itu temukan oleh penyelam TNI AL, Sertu Hendra dan dibawa ke KR Baruna 01 pada pukul 10.00 WIB.

Dikutip dari tayangan Breaking News MetroTV, black box ditemukan di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya Lion Air JT 610 dengan kedalaman 30 meter.

“Kami yakin, yakin mengikuti alat yang diberikan, kamu sempat putus asa karena di area itu hanya ada bongkahan kecil, tapi kami terus ikuti alat, areanya semakin kami kecilkan, kami gali-gali dan akhirnya mendapatkan black box itu,” kata Sertu Hendra.

Saat ini, back box sudah berada di KM Baruna.

Black box itu berwarna orange dan dalam kondisi baik.

Proses pencarian black box dilakukan sejak pukul 05.00 WIB.

Sebanyak 850 orang dalam tim gabungan dikerahkan untuk mencari black box.

Tidak hanya itu, 44 kapal juga dikerahkan untuk mencari black box.

Diketahui, pada pencarian hari ketiga, Rabu (31/10/2018), tim SAR gabungan berhasil mendeteksi sinyal kotak hitam pesawat Lion Air JT610.

Lokasi sinyal tersebut berada di koordinat S 05 48 48. 051 – E 107 07 37 .622 dan pada koordinat S 05 48 46.545 – E 107 07 38.393.

Sinyal black box tersebut terdeteksi oleh alat transponder USBL Kapal Baruna Jaya 1 milik BPPT pada Eabu siang sekitar pukul 12.25 WIB.

Lokasi ditangkapnya sinyal black box pesawat ke Tanjung Karawang kurang lebih 15 km.

Operasi pencarian juga nantinya dilakukan di permukaan laut dengan mengarahkan puluhan kapal.

Area juga masih sama dengan area pencarian hari ketiga.

“Yang di atas air tetap kami di area yg 15 mil laut itu,” kata Nugroho.

Saat operasi pencarian dilakukan, tim Basarnas mengalami kendala.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi mengatakan bahwa derasnya arus laut menjadi kendala penyelam mengambil black box pesawat Lion Air JT610 ini.

“Setelah kami turunkan penyelam ternyata tidak mudah karna arusnya cukup deras. Kapal yang begitu besar saja yang (beratnya) puluhan ton bisa bergeser. Begitu kami masuk orang menuju ke sana itu arusnya melawan,” ujar Syaugi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018).

Untuk mengatasi kendala ini, pihak Basarnas memasang jangkar dalam jarak 400 meter di arah barat laut dari koordinat objek yang ditemukan.

“Malam sudah dipasang jangkar sehinga harapannya tadi pagi penyelam sudah mulai masuk dengan ROV (sebuah robot yang didesain untuk digunakan di bawah air) kami turunkan untuk memmastikan,” kata dia.

Apabila arus hari ini tenang, black box hingga bodi pesawat diharapkan dapat ditemukan.

Syaugi juga menjelaskan bahwa fokus pencarian pada hari keempat masih untuk menemukan bodi pesawat dan black box dari empat di koordinat yang telah ditemukan.

“Dari empat sektor ini ada empat kapal yang canggih dan memiliki peralatan deteksi bawah air, side scan sonar, kemudian multibeam echisounder kemudian remite operatet vehicle, alat pelihat di bawah air,” ujar dia.

Dari empat sektor yang telah dipantau, tiga kapal mendeteksi objek di dasar laut yang ternyata bukan bagian dari bodi pesawat yang jatuh pada Senin lalu.

“Nah sektor keempat ini yang melihat serpihan-sepihan dari Lion Air. Setelah itu kami turunkan ROV untuk meyakinkan, ternyata memang betul banyak bagian yang kecil. Termasuk ping locater, bagian dari black box,” ujar Syaugi.(TRI)

Pesparani Katolik : Mahfud MD Menilai Nyanyian Bisa Persatukan NKRI


(Dari kiri ke kanan) Uskup Ambonia Mgr Petrus C. Mandagi, Uskup Agung Pontianak Agustinus Agus, Anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud MD, Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi dan Moderator Tri Agung ( Foto: Yustinus Patris Paat / Yustinus Paath )

Jurnal123.com – Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD menilai nyanyian bisa merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memperkuat identitas keindonesiaan. Menurut dia, hal tersebut sangat terasa ketika masyarakat Indonesia menyanyikan lagu-lagu nasional.

“Sebagai bagian dari seni, nyanyian atau lagu bisa memperkuat identitas keindonesiaan kita dan merawat NKRI. Ketika kita menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’, maka ada semangat persatuan di situ,” ujar Mahfud MD saat menjadi pembicara di Seminar bertajuk “Dari Maluku untuk Indonesia, Kita Rawat NKRI yang Damai dan Berkeadilan melalui Budaya Menyanyi” di Islamic Center, Ambon, Rabu (31/10).

Selain Mahfud MD, hadir juga sebagai pembicara, Uskup Ambonia Mgr Petrus C. Mandagi, Uskup Agung Pontianak Agustinus Agus dan Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi. Seminar ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II di Ambon.

Untuk mengkawal NKRI, kata Mahud MD, muncul lagu-lagu wajib seperti Halo-Halo Bandung, Maju Tak Gentar dan Garuda Pancasila. Sementara untuk memupuk kecintaan akan keindahan alam muncul lagu-lagu seperti Tanah Airku dan Indonesia Tanah Air.

“Coba saudara-saudara dengar kita para suporter Indonesia menyanyikan lagu Garuda di Dadaku, ada semangat nasionalisme di situ, itu melampaui sekat-sekat suku, agama dan perbedaan lainnya,” tandas dia.

Selain lagu-lagu nasional, kata Mahfud MD, lagu-lagu daerah juga bisa mempersatukan identitas dan semangat kebersatuan untuk merawat NKRI. Meskipun, menurut Mahfud, tidak banyak konten lagu-lagu daerah yang memuat konten nasionalisme secara langsung.

“Sebagai orang Madura, saya hanya tahu satu lagu yang berbicara negara dan bangsa yakni lagu ‘Pajjar Lagghu’ atau ‘Bapak Tani’ yang dalam liriknya ada kalimat memakmurkan naghara klaban bangsana atau memakmurkan negara dan bangsa,” ungkap dia.

Namun, yang menarik, kata Mahfud MD adalah banyak lagu-lagu daerah yang isinya menasional, menimbulkan rasa bersaudara sebagai bangsa karena diterima, disukai, dan dinyanyikan oleh warga di daerah-daerah lain seakan-akan lagunya sendiri. Lirik lagu daerah tersebut tidak bersifat kebangsaan, tetapi diterima di seluruh Indonesia sehingga menjadi identitas Indonesia juga.

“Contohnya lagu Apuse dari Papua, Burung Kaka Tua dari Maluku, Anging Mammiri dari Makassar, Ampar-Ampar Pisang dari Kalsel, Odel-Odel dari Betawi dan lagu-lagu daerah lainnya yang sudah biasa dinyanyikan oleh masyarakat Indonesia. Bahkan lagu Apuse dari Papua malah disadur menjadi sangat nasional menjadi lagu Garuda di Dadaku,” tutur dia seperti diberitakan Beritasatu.com

Tak hanya itu, lanjut Mahfud MD menilai banyak penyanyi asal daerah juga memperkuat ikatan kebangsaan ketika yang bersangkutan muncul sebagai penyanyi nasional maupun internasional yang dikenal dengan nama penyanyi Indonesia.

“Penyanyi-penyanyi daerah yang memperkuat identitas keindonesiaan antara lain Franky Sahilitua, Ruth Sahayana, Edo Kondologit, Rinto Harahap, Mus Mulyadi dan lain-lainnya. Mereka adalah orang-orang daerah yang lebih disering disebut sebagai penyanyi Indonesia,” kata dia.

Lebih lanjut, Mahfud MD berharap para musisi dan penyanyi baik tingkat nasional maupun daerah agar menggunakan musik dan lagu untuk mengekspresikan kecintaan kepada bangsa dan negara. “Ekspresi kecintaan melalui musik dan lagu itu bisa disalurkan melalui musik-musik dalam berbagai genre, termasuk disalurkan melalui mars dan hymme berbagai organisasi,” pungkas dia.

Sumber: BeritaSatu.com

Rekam Jejak Kecelakaan Pesawat Lion Air

Jurnal123.com – Pesawat Lion Air JT610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Dilansir Tribunnews.com dari Kompas.com pada Selasa (30/10/2018), Kepala Otoritas Bandara Wilayah I Bagoes Soenjoyo mengatakan pada hari Senin pukul 06.20 WIB, pesawat Lion Air JT610 melaporkan keberangkatannya dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, menuju Pangkalpinang.

Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Bandar Udara Depati Amir pada pukul 07.20 WIB.

Pada pukul 07.31 WIB, pilot pesawat sempat meminta kepada air traffic control (ATC) untuk kembali ke Bandara Soekarno Hatta atau return to base (RTB).

Kemudian pihak ATC pun kehilangan kontak dengan pesawat itu.

Dan kemudian pesawat itu jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Tragedi Lion Air JT610 ini bukanlah kejadian yang pertama kali yang dialami oleh maskapai ini.

Selama beroperasi di Indonesia, setidaknya Lion Air tercatat mengalami 5 kecelakaan parah.

Berikut daftar yang seperti dilansir Tribunnews.com dari berbagai sumber.

1. Lion Air B737-200, Pekanbaru, 14 Januari 2002

Lion Air penerbangan JT 386 PK-LID, Boeing 737-200 rute Jakarta-Pekanbaru-Batam mengalami gagal terbang dan terjerembap setelah badan pesawat meninggalkan landasan pacu di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

Saat itu posisi pesawat lebih dari lima meter dari tanah.

Diberitakan tujuh orang penumpang mengalami luka-luka dan patah tulang.

2. Lion Air MD-82, Solo, 30 November 2004

Pesawat Lion MD-82 dengan penerbangan 538 PK-LMN tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Adisumarmo, Solo.

Saat itu, pesawat terus melaju hingga keluar dari jalur dan terperposok ke pemakaman umum.

Sebanyak 26 penumpang diberitakan tewas dan 55 orang lainnya terluka.

3. Lion Air JT 904, Denpasar, 13 April 2013

Pesawat Lion Air penerbangan rute Bandung-Denpasar tergelincir di ujung landasan dan masuk ke laut sekitar pukul 15.10 WITA saat melakukan pendaratan.

Seluruh penunpang yang ada di dalam pesawat tersebut dinyatakan selamat.

Diketahui, pesawat itu terbelah persis di bagian belakang sayap.

Posisi pesawat berada di bibir pantai sehingga tidak menyulitkan proses evakuasi.

4. Lion Air JT 600, Palembang, 1 April 2018

Pesawat Lion Air JT600 dengan rute Jakarta-Jambi mengalami dekompresi kabin atau tekanan udara berkurang saat sedang mengudara.

Hal ini membuat pesawat terpaksa mendarat darurat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, pada pukul 06.09 WIB.

Namun, saat di tengah perjalanan, pesawat mengalami kondisi tekanan udara yang rendah.

Seluruh penumpang pun harus menggunakan kantung oksigen yang keluar dari atas kabin hingga melakukan pendaratan darurat.

5. Lion Air JT 892, Gorontalo, 29 April 2018

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 892 tergelincir di Bandara Jalaluddin Tantu Gorontalo.

Diketahui, pesawat dengan rute Makassar-Gorontalo itu membawa 174 penumpang yang mendarat saat hujan lebat melanda di Gorontali sekitar pukul 18.35 WITA.

Seluruh penumpang langsung dievakuasi dari badan pesawat dalam kondisi cuaca yang masih deras.

Pesawat Lion Air JT 892 ini meluncur cepat dan tergelincir dari arah runway 27.

Sumber: Tribunnews

Paus Fransiscus Kirim Doa Bagi Korban Pesawat Lion Air

Jurnal123.com – Tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 mengundang keprihatinan berbagai pihak, tak terkecuali Pemimpin Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus.

Melansir dari Vatican News, Paus Fransiskus menyampaikan dukanya bagi para korban pesawat Lion Air yang jatuh ke laut pada Senin (29/10/2018).

“Setelah mengetahui dengan kesedihan tentang kecelakaan pesawat di Jakarta, Paus Fransiskus menyampaikan belasungkawa kepada semua orang yang terdampak atas tragedi ini,” demikian pernyataan Menteri Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin.

Pesan telegram yang ditandatangani langsung oleh Paus Fransiskus itu dikirimkan kepada Uskup Agung Piero Pioppo, Nunsiatur Apostolik untuk Indonesia.

Sebagai informasi, Nunsiatur Apostolik merupakan lembaga diplomatik yang setara kedutaan besar untuk mewakili Tahta Suci Vatikan.

“Dia berdoa bagi semua yang telah meninggal dunia dan berduka cita kepada keluarga yang kehilangan anggotanya,” tulis pernyataan itu.

“Untuk seluruh bangsa dan semua yang terlibat dalam upaya penyelamatan dan pemulihan, Paus meminta kekuatan dan kedamaian dari Tuhan,” tulis kardinal.

Hingga kini, pencarian badan pesawat Lion Air JT 610 terus dilakukan oleh petugas gabungan.

Basarnas mengonfirmasi badan pesawat tidak ditemukan di lokasi terakhir pesawat hilang kontak.

Sementara itu, KNKT menduga badan pesawat hancur karena menghujam laut. Hal ini membantah dugaan pesawat meledak di udara.

Seperti diketahui, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin pagi.

Pesawat itu mengangkut 178 orang dewasa, 1 anak, dan 2 bayi serta 7 awak pesawat lainnya.

(KOM)

Pesawat Lion Air Tujuan Jakarta-Pangkal Pinang yang Hilang Kontak Diduga Jatuh di Tanjung Karawang

Jurnal123.com – Pagi ini, pesawat Lion Air C/S PK-LQP Flight JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang dikabarkan hilang kontak.

Dilansir dari Tayangan Live Kompas TV, pesawat tersebut take off pukul 06.20 WIB, dari Bandara Soekarno Hatta.

“Pesawat tersebut seharusnya dijadwalkan tiba pukul 07.20 WIB di Pangkal Pinang, namun hingga saat ini, pukul 09.00 WIB belum ada kontak dari pesawat tersebut,” kata pembawa acara, Senin (20/10/2018).

Ia juga menjelaskan, pilot pesawat tersebut lepas landas secara normal.

“Tapi kemudian hilang kontak, sebelumnya pilot sempat mengontak dan mengatakan mengalami gangguan teknis, pilot meminta kembali ke Soekarno Hatta,” jelasnya.

Namun, pilot kemudian diarahkan dengan instruksi pihak ATC.

“Pesawat tersebut sempat mengontak ke Bandara Halim Perdana Kusuma, namun kemudian hilang kontak,” jelasnya.

Kemudian berdasarkan konfirmasi dengan pihak Lion Air, dikatakan masih dalam pencarian informasi.

“Kami masih dalam proses pencarian informasi, nanti akan diinformasikan,” kata Humas Lion Air, Danang Mandala saat dihubungi produser Kompas TV, Ali Khadafi.

Namun, saat ditanya berapa jumlah pesawat dan detail lainnya, ia belum bisa memberikan keterangan.

“Saat ini dari pihak lion air masih pencarian informasi dan penyelidikan lebih lanjut ya terhadap info yang berkembang,” tandasnya.

Hingga saat ini, pihak Kompas TV masih mencari informasi lebih lanjut dari pihak Lion Air.

Sementara itu, dilansir dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, pesawat Lion Air 610 jatuh di sekitar tanjung karawang, Jawa Barat.

Ini laporan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta :

Pada TW 1029 0740 G, terima informasi dari vts Tanjung Priok Pak Suyadi (0812 9649 3005), tug boat AS JAYA II (rute : Kalimantan Selatan – Marunda) melihat pesawat Lion Air diduga jatuh di sekitar tanjung karawang sbb :

Nama pesawat : Lion Air 610

Rute : Jakarta – Pangkal Pinang

Posisi : 05 48.934 S 107 07.384 E

Radial : 40.21 degree / 23.81 NM

Pada TW 1029 0750 G, rescuer Kansar Jakarta dan RIB 03 Kansar Jakarta bergerak ke lokasi koordinat kejadian untuk melakukan operasi SAR.

Adapun peralatan yg digunakan sbb:

1. KN SAR 224 Basudewa
2. RIB 03;
3. Rescue car carrier
4. alsar Selam;
5. Palsar air lainya;

Hingga saat ini belum diketahui mengenai penumpang di pesawat.

OTT KPK Kalimantan Tengah Terkait Perusahaan Perkebunan Sawit Anak Usaha Sinar Mas

Jurnal123.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap anggota DPRD Kalimantan Tengah diduga terkait pembuangan limbah sawit PT Bina Sawit Abadi Pratama (BSAP), anak usaha Sinar Mas Group.

Dalam operasi senyap di Jakarta pada Jumat (27/10/2018), tim penindakan KPK menangkap 14 orang, baik anggota DPRD Kalteng maupun pihak swasta perusahaan sawit tersebut

“Ya benar (terkait masalah pembuangan limbah PT Bina Sawit Abadi Pratama, anak usaha Sinar Mas Group),” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Sabtu (27/10/2018).

Basaria mengatakan pihaknya menduga terjadi transaksi yang melibatkan anggota DPRD Kalteng dengan pihak swasta.

Basaria juga mengungkapkan tim penindakan KPK turut mengamankan uang ratusan juta rupiah yang diduga terkait pembahasan aturan di sektor perkebunan dan lingkungan hidup.

“Diduga telah terjadi transaksi antara pihak DPRD Kalteng dengan swasta terkait pelaksanaan tugas DPRD dalam bidang perkebunan dan lingkungan hidup,” ujarnya.

Saat ini para pihak yang ditangkap tengah menjalani pemeriksaan awal. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

Keterkaitan OTT dengan anak usaha Sinar Mas ini juga dikonfirmasi Wulan Suling, Head of Coorporate Communications PT Sinar Mas Agro Resources.

“PT Binasawit Abadi Pratama mengkonfirmasi adanya beberapa karyawan perusahaan yang dimintai KPK memberikan informasi sebagai bagian dari proses penyidikan,” ujar Wulan seperti dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu siang.

“Hingga saat ini perusahaan belum mendapatkan informasi apapun mengenai kasus yang tengah dihadapi dan masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak KPK. Sebagai perusahaan yang taat hukum, kami menghormati dan akan berkerjasama untuk membantu segala proses yang tengah berjalan.”

Dilansir Antara, PT BSAP menjadi salah satu perusahaan yang dilaporkan mencemarkan Danau Sembuluh, Seruyan, Kalteng. Anggota Komisi B DPRD Kalteng telah melakukan kunjungan ke kantor Pusat PT BSAP di Jakarta untuk mengetahui permasalahan pencemaran Danau Sembuluh.

Saat melakukan kunjungan itu, para legislator mengetahui anak usaha Sinar Mas Group itu belum memiliki izin hak guna usaha (HGU). Lahan yang dikembangkan PT BSAP selama ini luasnya mencapai 17,12 ribu hektare.

Namun, PT BSAP membantah melakukan pencemaran di Danau Sembuluh yang dilaporkan masyarakat Kabupaten Seruyan kepada DPRD Kalteng. Pihak perusahaan merasa limbah sawit dari pabrik kelapa sawit (PKS) miliknya, justru dipergunakan untuk pupuk kebun.(CNN)

Pembatasan Berobat BPJS Kesehatan Telah Dibatalkan MA

Jurnal123.com – Mahkamah Agung (MA) membatalkan peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes) terkait layanan kesehatan pada pasien katarak, bayi baru lahir sehat, dan rehabilitasi medik.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengaku siap menerima hasil putusan itu.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan sebenarnya peraturan tersebut bukan pembatasan, tapi adalah detail dari kriteria medis yang ditanggung atau tidak oleh BPJS Kesehatan.

“Padahal itu kriteria medis ya, makanya perlu disusun oleh para ahli,” ujar Iqbal seperti dikutip dari Kompas.com Selasa (23/10/208).

Sementara itu, mengenai putusan resminya, Iqbal mengatakan belum menerima secara langsung.

“Putusan MA kan belum kami terima,” jelas Iqbal.

Dia juga menyebutkan, keputusan MA bisa dilaksanakan dalam waktu 90 hari setelah diterima. Selain itu, mengenai kejelasan hal apa saja yang bisa dan tidak bisa ditanggung, Iqbal mengatakan akan mempelajari lebih lanjut.

“Kan kita belum mempelajari, tidak bisa berasumsi,” ujarnya.

Iqbal juga menyampaikan karena putusan MA bersifat final maka pihaknya menghormati hal tersebut

“Karena putusan itu final dan mengikat, dan tidak ada upaya hukum lain yang bisa ditempuh oleh BPJS Kesehatan,” jelas Iqbal.

Pembatasan Mahkamah Agung soal pembatasan layanan BPJS Kesehatan yang tercantum di butir nomor 2, 3, dan 5 aturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes) BPJS Kesehatan yang mulai berlaku 25 Juli 2018.

Menurut peraturan tersebut, BPJS Kesehatan hanya menjamin operasi pada pasien katarak yang memiliki visus di bawah 6/18.

Jika belum mencapai angka tersebut, pasien tidak akan mendapatkan jaminan operasi dari BPJS Kesehatan.

Sementara pada jaminan rehabilitasi medik termasuk fisioterapi, BPJS Kesehatan hanya menjamin dua kali dalam seminggu.

Pada kasus bayi baru lahir, bayi yang lahir sehat jaminan perawatannya disertakan dengan ibunya. Sedangkan bayi yang butuh penanganan khusus akan dijamin jika sebelum lahir didaftarkan terlebih dahulu. Namun, aturan itu berlaku bagi anak keempat peserta yang merupakan pekerja penerima upah atau peserta mandiri.

Anak pertama hingga ketiga dari peserta yang merupakan pekerja penerima upah masih masuk dalam jaminan ibunya.

Dengan keluarnya putusan MA berarti “pembatasan” yang rumit itu dihilangkan. Hanya saja rumusan barunya masih menunggu aturan lebih lanjut.

Tiga aturan ini sebelumnya telah menuai kritik, termasuk dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang menilai penerapan peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes) Nomor 2,3,5 tahun 2018 malah bisa menyebabkan biaya kesehatan nasional membengkak.

Mereka meminta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) mencari rumusan lain dalam menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan.

Ketua Umum PB IDI, Ilham Oetama Marsis mengatakan BPJS Kesehatan tak membikin aturan yang masuk pada ranah medis. Perdirjampelkes saat ini nyatanya hanya berkutat seputar menambal defisit dengan mengurangi manfaat yang diterima masyarakat.

“BPJS Kesehatan sampai saat ini tidak ada hasil kerja yang positif kecuali kepesertaan yang mencapai 80 persen,” katanya saat jumpa pers di Kantor PB IDI, Jakarta.

Soal pengaturan persalinan bayi lahir sehat, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan berpendapat bahwa hal itu bertentangan dengan target menurunkan angka kematian bayi.

Di Indonesia, katanya, setiap tahun hampir 5 juta bayi lahir namun angka kematian bayi baru mencapai 22,3/1000 kelahiran hidup. Sedangkan negara lain seperti Malaysia telah mencapai angka 7/1000, Singapura 2/1000, Thailand 6/1000.

“Target 12/1000 tak akan tercapai kalau aturan ini turun,” ujar Aman.

Baginya, setiap bayi yang lahir selalu memiliki risiko kesehatan, bahkan mereka yang diprediksi lahir normal, berat badan cukup, dan sehat.

“Jika bayi berisiko tak segera mendapat tata laksana, lalu dia hidup cacat, nantinya juga akan jadi beban bagi BPJS.”

Terakhir, rehabilitasi medik yang dibatasi hanya dua kali dalam satu minggu dianggap tidak sesuai standar pelayanan rehabilitasi medik.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (Perdosri), Dr. Sudarsono, SpKFR mengatakan rehabilitasi medik antar pasien tak bisa disamaratakan.

Kementerian Kesehatan RI akhir Juli lalu juga pernah mendesak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menunda pelaksanaan Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes) Tahun 2018 tentang Penjaminan Palayanan Katarak, Persalinan BayiBaru Lahir Sehat, dan Rehabilitasi Medik.

“Pelayanan Kesehatan wajib memperhatikan mutu dan keselamatan pasien,” tegas Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek dalam Sarasehan Profesionalisme Menuju Universal Health Coverage (UHC) beberapa hari lalu.

Terkait persalinan bayi, menurut Nila, tidak ada diagnosis bayi lahir sehat atau bayi lahir sakit. Menurutnya, bayi yang sehat di dalam kandungan belum dapat dipastikan bakal menjalani persalinann normal.

Selain itu, jelang proses persalinan terdapat komplikasi yang sebelumnya tidak diketahui. Sehingga memerlukan pemantauan untuk mencegah kematian bayi dan ibu seperti disampaikan Nila dikutip dalam rilis dari Kementerian Kesehatan ditulis Senin (30/7/2018).

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo kesal karena harus turun tangan langsung menangani defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sekitar sebulan lalu, Jokowi memutuskan pemerintah memberikan suntikan kepada BPJS Rp 4,9 triliun untuk membayar utang ke sejumlah rumah sakit mitra. Namun, kekesalan itu baru diluapkan Presiden di hadapan para pimpinan rumah sakit saat membuka Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di JCC, Senayan, Rabu (17/10/2018).

“Harus kita putus tambah Rp 4,9 triliun. Ini masih kurang lagi. ‘Pak masih kurang. Kebutuhan bukan Rp 4,9 triliun’. Lah kok enak banget ini, kalau kurang minta, kalau kurang minta,” kata Jokowi.

Jokowi meminta Direktur Utama BPJS Kesehatan untuk segera memperbaiki sistem manajemen yang ada.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah, menjelasan perkara Hak Uji Materiil (HUM) No. 58P/HUM/2018, 59 P/HUM/2018, dan No. 60P/HUM/2018 sudah diputus dan seluruhnya kabul. Tapi dia tidak mengetahui bagaimana bunyi amar dalam putusan itu karena belum selesai minutasi. “Belum selesai minutasinya,” tegasnya.

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, mendukung putusan MA tersebut. Menurutnya putusan itu membuktikan tiga Perdirjampelkes yang diterbitkan BPJS Kesehatan tidak dibuat dengan benar secara material dan formil. Setelah Perdirjampelkes itu diterbitkan, pelayanan menjadi turun dan menyulitkan peserta JKN.

”Putusan MA ini final dan mengikat. Oleh karenanya BPJS harus segera mencabutnya dan memberitahukannya kepada seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan seperti Rumah Sakit (RS) dan dokter serta tenaga paramedis lainnya,” kata Timboel. Selaras itu Timboel menekankan putusan ini bisa menjadi bahan evaluasi Presiden Joko Widodo kepada direksi BPJS Kesehatan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Muhammad Iqbal Anas Ma’ruf, menegaskan sebagai badan hukum publik, BPJS Kesehatan akan melaksanakan putusan MA terkait uji materiil Perdirjampelkes itu. “Karena putusan tersebut bersifat final, mengikat, dan tidak ada upaya hukum lain yang dapat ditempuh oleh BPJS Kesehatan,” pungkasnya.(KOM/JIM)

OTT KPK di Cirebon Terkait Jual Beli Jabatan Dan Setoran dari Pengusaha

Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra Yang Ditangkap KPK

Jurnal123.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjaring Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (24/10/2018).

Sunjaya tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, sekira pukul 23.27 WIB.

Ia datang menaikki mobil minibus hitam.

Mobil tersebut langsung menuju ke bagian belakang Gedung KPK.

“Iya, sudah di KPK,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Sementara itu, Ketua KPK, Agus Rahardjo, menjelaskan OTT di Cirebon terkait dugaan jual beli jabatan dan ada setoran dari pengusaha.

“Total diamankan 7 orang . Barang bukti berupa transfer dan uang,” kata Agus.

Namun, kata Agus, KPK belum bisa memberikan informasi lebih rinci terkait perkara yang menimpa kepala daerah tersebut.

“Masih diperlukan pendalaman. Besok Kamis (25/10/2018) akan dijelaskan dalam konfrensi pers di KPK,” katanya.

KPK sendiri memiliki waktu ‎1X24 jam untuk menentukan status hukum para oknum yang diamankan.

Sunjaya Purwadisastra adalah bupati Cirebon periode 2014-2019, bersama wakilnya, Tasiya Soemadi.

Mereka berdua diusung oleh PDIP pada Pemilihan Bupati Cirebon 2013 dan terpilih kembali.(TRI)

Bea Cukai Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal Gudang Ganam Suriya

Jurnal123.com – Bea Cukai Tangerang menggagalkan peredaran ratusan ribu batang rokok ilegal di wilayah Tangerang Selatan. Rokok dengan pita cukai palsu tersebut ditemukan dan disita dari sebuah minibus di Serpong Utara.

“Sebanyak 208.800 batang rokok ilegal dengan merek dagang Gudang Ganam Suriya 36 Hitam dan Putih serta merek dagang Rolling akan dijual secara eceran ke warung-warung di wilayah Tangerang Selatan,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Tangerang, Aris Sudarminto, seperti dilansir Tempo, Rabu 24 Oktober 2018.

Aris menuturkan, tim bea cukai menangkap Harwono, pengemudi minibus yang mengangkut 52 bal dan 5 slop rokok ilegal itu. Penangkapan dilakukan tepatnya di Jalan Jati Jelupang, Serpong Utara, pada akhir Agustus 2018.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Bea Cukai, seluruh merek dagang rokok yang disita tidak terdaftar. Kertas yang terdapat pada kemasan merupakan pita cukai palsu atau bukan pita cukai yang diwajibkan.

Harwono mengaku mendapatkan rokok untuk dijualnya kembali itu dari pemasok di Kota Bogor. “Sampai saat ini masih dalam pencarian oleh Bea Cukai Bogor untuk diusut dan dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Aris.

Adapun Harwono langsung dijerat dengan tindak pidana di bidang cukai. Dia diancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

“Peredaran rokok ilegal yang terjadi di wilayah pengawasan Bea Cukai Tangerang ini mengakibatkan potensi kerugian negara sebesar kurang lebih Rp 80 juta,” kata Aris.(TEM)