Category Archives: Nusantara

Jambi Siaga Konflik Pemilu

Pemandangan Sore Ditepi Sungai Batanghari Jambi (Foto Jamaluddin)

Jurnal123.com – Jajaran keamanan dan pemerintah daerah di Jambi meningkatkan kesiagaan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi konflik antarpendukung kontestan menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2019. Seluruh unsur pimpinan daerah dan jajaran keamanan di Jambi sudah turun ke masyarakat memantau memanasnya situasi guna mencegah konflik terbuka mendekati pelaksanaan Pemilu, 17 April 2019.

“Kita harus menjaga akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan Pemilu 2019, baik pada tingkat penyelenggara pemilu, peserta pemilu, pemerintah, jajaran penegak hukum dan aparat keamanan. Kita juga turut bertanggung jawab mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu dan mencegah terjadinya kekerasan atau benturan di antara massa kontestan pemilu,” kata Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seprovinsi Jambi di Hotel Aston Jambi, Senin (1/4/2019). Rapat tersebut turut dihadiri Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS dan Komandan Komando Rayon Militer (Korem)/042 Garuda Putih (Gapu) Jambi, Kolonel (Arh) TNI, Elphis Rudy.

Menurut Fachrori Umar, proses pemilu mulai dari prapemilihan sampai pascapemilihan terdapat potensi konflik yang panjang dan berkelanjutan jika pemilu dikelola setengah hati, dipahami secara keliru serta tidak dilaksanakan sistematik. Untuk mencegah konflik pemilu tersebut, sangat dibutuhkan sinergitas, koordinasi dan komunikasi yang kuat antar lembaga terkait, baik itu pada tingkat vrovinsi maupun tingkat kabupaten dan kota.

“Kita, aparatur pemerintah dan jajaran keamanan juga harus memonitor perkembangan dan melakukan deteksi dini terhadap semua potensi kerawanan serta konflik yang mungkin terjadi di masyarakat. Kita harus mempedomani, mematuhi dan melaksanakan semua ketentuan dan peraturan tentang Pemilu agar kualitas penyelenggaraan Pemilu 2019 bisa lebih meningkat, baik secara prosedural maupun substansial,” kata Fachrori Umar.

Sementara itu, Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS pada kesempatan tersebut mengajak mengajak seluruh masyarakat Jambi menyambut Pemilu 2019 dengan suka cita dan mendukung terlaksananya Pemilu yang damai. Polri bersama TNI menjamin keamanan seluruh masyarakat yang hendak memberikan suaranya ke TPS pada 17 April 2019.

“Potensi konflik pemilu di Jambi memang tetap ada, khususnya di daerah-daerah perbatasan. Ada puluhan daerah rawan konflik pemilu di Jambi, tetapi kami mengharapkan segenap warga masyarakat Jambi tetap mengikuti pemilu secara damai. Jajaran keamanan di Jambi juga bertekad mengawal pemilu agar berlangsung damai,”katanya.

Komandan Korem/042 Gapu Jambi, Kolonel (Arh) TNI, Elphis Rudy mengatakan, jajaran TNI di Jambi tetap mengintensifkan pemantauan dan pencegahan konflik pemilu melalui pembinaan territorial. Pembinaan ketahanan wilayah dan pembinaan komunikasi sosial terus dilakukan hingga ke desa-desa dan kelurahan agar jangan sampai terjadi konflik terbuka terkait pemilu.

“Jajaran TNI di Jambi siap mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 melalui pengamanan setap wilayah. Kami telah menugaskan pasukan TNI di setiap wilayah hingga ke pedesaan dan kelurahan guna mengawal penyelenggaraan pemilu,” kata dia.(BES/JAL)

215 Institusi Patuh Lapor LHKPN ke KPK

Kantor KPK Jakarta

Jurnal123.com – Sebanyak 215 institusi memiliki tingkat kepatuhan hingga 100 persen dalam penyerahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Seluruh penyelenggara negara yang wajib lapor pada instansi-instansi itu telah menyerahkan LHKPN terbarunya sebelum tenggat yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sebanyak 215 institusi itu patuh melaporkan harta kekayaannya sebelum 31 Maret 2019,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin, 1 April 2019.

Instansi yang memiliki tingkat kepatuhan LHKPN sempurna itu terdiri dari 13 lembaga setingkat kementerian; 65 lembaga DPRD tingkat kabupaten dan kota; 90 pemerintah provinsi, kabupaten dan kota; serta 47 Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah. Berikut ini, adalah sejumlah lembaga dengan tingkat pelaporan LHKPN tertinggi:

Kementerian/Lembaga

-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
-Kementerian Pertanian
-Kantor Wakil Presiden
-Komisi Pemberantasan Korupsi
-Badan Pengawas Obat dan Makanan

Pemerintah Provinsi

-Provinsi Jawa Tengah
-Provinsi Jambi
-Provinsi Kepulauan Riau
-Provinsi Sumatera Barat
-Provinsi Kalimantan Utara

Pemerintah Kabupaten

-Kabupaten Garut
-Kabupaten Cianjur
-Kabupaten Sleman
-Kabupaten Bone
-Kabupaten Tanjung Jabung Timur
-Kabupaten Padang Pariaman
-Kabupaten Nias

Baca:Hari Terakhir, Setengah Anggota DPR Belum …
Pemerintah Kota

-Kota Batam
-Kota Surakarta
-Kota Bekasi
-Kota Surabaya
-Kota Tomohon

DPRD Kabupaten/Kota

-DPRD Provinsi Gorontalo
-DPRD Kota Bandar Lampung
-DPRD Kabupaten Lamongan
-DPRD Kabupaten Buleleng
-DPRD Kota Madiun

BUMN

-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
-BPJS Ketenagakerjaan
-PT Bank Negara Indonesia
-PT Waskita Karya
-PT Istaka Karya

7. BUMD

-PT Mass Rapid Transit Jakarta
-PT Bank Bengkulu
-PT Bank Jambi
-PT Bank Jatim
-PT Bank Jateng
-PD Aneka Usaha Kabupaten Purworejo

Caleg Gerindra Ditangkap saat Pesta Sabusabu Mengaku Memakainya Sebelum ke Acara Partai

Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdul Rahman Saat Menggelar Konperensi Pers

Jurnal123.com – Jajaran Sat Resnarkoba Polresta Barelang akan menggelar ekspos pengungkapan kasus tindak pidana narkotika pada Jumat (29/3/2019).

Seperti dilansir Tribun Batam, tampak sejumlah petugas satres narkoba meletakkan barang bukti. Ekspose ini pun digelar di pendopo samping kantor satres narkoba.

Tampak juga dua tersangka berpakaian baju merah celana pendek dengan menutup mika menggunakan tangan.

Rahmat Nur Cahyono (38), kader yang juga calon legislatif ( Caleg) DPRD Kabupaten Lingga daerah pilihan (Dapil) 1 dari Partai Gerindra tertangkap tangan saat pesta Sabu.

Rahmat diamankan jajaran Satnarkoba Polresta Barelang bersama temannya, Hendri (39) alias Ahok di Hotel and Resident Nagoya Mansion.

Kedua tersangka sebelumnya berasal dari Tanjungpinang, Namun saat ini Hendri sudah berdomisili di Batam.

Sementara Rahmat berdomisili di Tanjung Unggat, Tanjungpinang.

Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdul Rahman mengatakan terungkapnya kasus ini berkat informasi dari masyarakat yang mengaku resah atas aktivitas pesta narkoba tersebut..

Dan begitu ditelusuri, personil berhasil mengamankan keduanya sedang asik mengkonsumsi sabu.

“Keduanya diamankan sedang asik mengkonsumsi sabu disalah satu kamar di Hotel and Resident Nagoya Mansion, Lubuk Baja,” kata Abdul saat konferensi pers, Jumat (29/3/2019).

Rahmat Nur Cahyono (38), kader yang juga calon legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Lingga daerah pilihan (Dapil) 1 dari Partai Gerindra tertangkap tangan saat pesta Sabu di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (12/3/2019) lalu.

Abdul mengaku pertama kali pihaknya mengamankan Hendri usai membeli sabu seharga Rp 500 ribu kepada Ridho yang kini menjadi DPO.

Dari sana diketahui Hendri membeli sabu disuruh oleh Rahmat yang sebelumnya sudah mengkonsumi sabu di apartemen tersebut.

“Dari tangan Hendri didapatkan barang bukti sekitar 0,65 gram sabu,” jelasnya.

Keduanya juga mengaku sudah sering mengkonsumsi sabu, bahkan sebelum tertangkap di Batam, keduanya juga sudah mengkonsumsi sabu di Tanjungpinang.

Dan atas perbuatannya, keduanya dijerat dengan UUD 35 nomor 2009 tentang narkotika pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 dengan ancaman paling singkat 5 tahun dengan denda paling sedikit Rp1 miliar.

Ia diketahui merupakan Caleg di Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Lingga 1. Pelaku ditangkap di sebuah parkiran hotel kawasan Nagoya.

Caleg tersebut bernama Rahmat, Ia baru saja berbelanja sabu bersama Hendri alias Ahok langsung diamankan polisi.

Untuk Hadiri Acara Partai

Dari pengakuanya kepada penyidik, Pelaku baru saja mengkonsumsi sabu di Tanjungpinang ketika Hendak Berangkat ke Batam untuk menghadiri acara Partai.

Sejauh ini, Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

Rahmat diamankan jajaran Satnarkoba Polresta Barelang bersama temannya, Hendri (39) alias Ahok di Hotel and Resident Nagoya Mansion. (KOMPAS.com/ HADI MAULANA)

Sementara Tengku Nazwar, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lingga membenarkan jika pelaku Rahmat adalah kader sekaligus caleg dari partai berlambang garuda tersebut.

Namun untuk kasus narkoba yang menimpa pelaku, Tengku mengatakan perbuatan pelaku tidak ada kaitan dengan partai.

“Kita masih menunggu status Rahmat. Jika nanti terbukti bersalah maka tindakan tegas akan diberikan Partai padanya (Rahmat),” katanya.

Sumber : Tribun News

2 Pelaku Pemerkosa dan Pembunuh Pendeta Melinda Zidemi Ditangkap

Foto: Hendri dan Nang pembunuh dan pemerkosa calon pendeta (ist)


Jurnal123.com – Dua orang buronan kasus pembunuhan dan pemerkosaan Melinda Zidemi, pendeta di Sungai Baung, berhasil diamankan oleh Tim gabungan polres OKI dan Polda Sumsel.

Dua tersangka diamankan dan dibawa dari Desa Air Sugihan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres OKI, AKBP Doni Eka Saputra saat dikonfirmasi, Kamis (28/3/2019).

 “Iya benar dua tersangka sudah diamankan sejak kemarin, Rabu (27/3). Besok Jumat (29/3) akan dirilis oleh Kapolda langsung,” jelasnya.

Kasus pembunuhan terhadap calon pendeta cantik Melinda Zidemi (24) terus diselidiki Polres OKI dan Polda Sumsel dengan mengerahkan tim gabungan.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra meninjau ke tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Melinda Zidemi (24) di areal PT PSM Divisi III Blok F19 Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kedua pelaku, merupakan warga setempat. Kedua pelaku, ditangkap di Kecamatan Air Sugihan OKI, Kamis (28/3/2019).

“Motif awal dendam. Sementara baru itu,” katanya.

Berdasarkan penelusuran inilah wajah kedua pelaku pemerkosa dan pembunuh Melinda Zidemi

Hasil Otopsi

Kasus pembunuhan terhadap calon pendeta cantik Melinda Zidemi (24) terus diselidiki Polres OKI dan Polda Sumsel dengan mengerahkan tim gabungan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menuturkan, kasus ini menjadi atensi yang langsung diperintahkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara kepada Reskrim Polres OKI dan Polda Sumsel.

“Dari hasil visum yang dilakukan, korban tewas karena dicekik. Sebab di leher korban terdapat luka memar bekas cekikan. Selain itu, lidah korban patah, hingga korban susah untuk bernafas,” ujarnya, Rabu (27/3/2019).

Selain itu, ditemukan bukti adanya bekas sperma di sekitar area kewanitaan korban. Hal ini memastikan, bila sebelum dibunuh korban terlebih dahulu diperkosa para pelaku.

“Di tubuh korban terdapat sperma laki-laki (pelaku, red). Ini diduga kuat, bila korban memang diperkosa para pelaku,” jelasnya.

Sebelumnya, pendeta muda Melinda Zidemi (24) ditemukan tewas di areal PT PSM Divisi 3 Blok F19 Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa (26/3/2019) lalu.

Saat ini jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halaman di Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

Sementara pihak kepolisian baik dari Polsek Air Sugihan, Polres OKI dan Polda Sumsel bekerjasama terus menyelidiki kasus calon pendeta muda tersebut.

Di kediaman korban, polisi melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi atau tetangga korban.

Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Revo milik korban saat dihadang kedua tersangka.

“Hari ini kita lakukan penyelidikan di rumah korban. Kita minta keterangan para tetangga, kita gali informasi sedetil mungkin untuk tindak lanjut kasus ini,” ujar Kanit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Junaidi saat ditemui di mess korban, Rabu (27/3/2019).

Di lokasi lain di area Divisi 3 tempat korban ditemukan tewas merupakan area perkebunannya kelapa sawit.

Menurut warga setempat, permukaan jalan berbatu berubah menjadi jalan berkubang di musim hujan.

Warga setempat pun mengaku belum pernah menjamah area Divisi 3 tempat mayat korban ditemukan.

Namun mayat korban ditemukan keesokan harinya di perkebunan kelapa sawit di area Divisi 3.

Melinda Zidemi, pendeta Muda asal Nias Sumatera Utara dibunuh dan diperkosa di Sungai Baung OKI.

Mess tempat tinggal korban di Divisi 4 Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Menuju Desa Sungai Baung harus menempuh 2 jam perjalanan dari kota Palembang menggunakan speed boat lewat jalur Sungai Musi.

Dengan jarak 3 kilometer dari Dermaga Sungai Baung, masyarakat biasanya mengakses antar kedua tempat menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Sepanjang jalan menuju area Divisi 4, penanda didominasi perkebunan kelapa sawit.

Menurut warga setempat, permukaan jalan berbatu berubah menjadi jalan berkubang di musim hujan.

Tiba di mess tempat kediaman korban di Divisi 4, tampak tiga blok bangunan mess yang masing-masing terdiri dari 5 pintu.

Mess cukup sederhana semi permanen.

Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Revo milik korban saat dihadang kedua tersangka.

“Hari ini kita lakukan penyelidikan di rumah korban. Kita minta keterangan para tetangga, kita gali informasi sedetil mungkin untuk tindak lanjut kasus ini,” ujar Kanit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Junaidi saat ditemui di mess korban, Rabu (27/3/2019).

Pihak kepolisian pun tidak mengizinkan wartawan mengambil foto bagian dalam mess korban.

“Nanti saja ya (ambil foto) setelah ada keterangan dari Kapolres (OKI). Sekarang kita masih minta keterangan saksi,” kata Kompol Junaidi.

Pintu mess pun lalu dikunci warga dengan cara dipaku dan direkatkan dengan kayu.

Foto Semasa Hidup Melinda Korban Pembunuhan dan Pemerkosaan di Sungai Baung OKI 

 Jenazah pendeta muda cantik Melinda Zidemi dibawa ke kampung halamannya Nias Sumtera Utara, Rabu (27/3) pagi.

Sebelum dibawa ke kampung halamanya di Nias, Melinda Zidemi yang dibunuh di Sungai Baung OKI Sumatera Selatan diadakan prosesi ibadah penghiburan.

Proses ibadah penghiburan dilakukan di Gereja Kristen Injili Indoneisa, Jalan Urip Sumaharjo, Rabu (27/3/2019).

Setelah ibadah penghiburan jenazah dimasukan ke ambulan dan dibawa ke Nias, karena jenazah akan dimakamkan di Nias tempat kampung halamannya.

Saat prosesi ibadah penghiburan terlihat sanak keluarga sedih dan banyak menangis.

 Pendeta Muda Melinda Zidemi yang dibunuh di Sungai Baung OKI Sumatera Selatan dikenal sebagai pribadi yang ramah.

Keluarga dan teman-teman pendeta muda Melinda Zidemi sangat terpukul dengan kematian pendeta muda yang cantik dan ramah ini.

Melinda yang dikenal sebagai pendeta di gereja dikenal warga sebagai pribadi yang baik dan aktif dalam organisasi IPNIS (Ikatan pemuda Nias Sumatera Selatan).

Melinda Zidemi juga dikenal sebagai pribadi yang humoris.

Fedi (23) anggota IPNIS yang juga sahabat korban mengaku sebelum ditemukan tewas, ia sempat mengobrol lewat chat whatsapp dengan Melinda Zidemi.

Sementara itu, Diana (30), kerabat Melinda di Sungai Baung mengaku sangat tidak menyangka Melindawati akan mengalami nasib nahas yang berujung maut.

Diana mengungkapkan saat itu, Melindawati baru pulang dari pasar bersama Nita Pernawan (9) anak jemaat di satu gereja yang sama dengan korban.

“Saat itu nggak ada sama keluhan dia (Melindawati) soal dikejar atau diikuti orang lain, biasa saja. Dia juga nurut dan bilang langsung mau pulang,” ucapnya.

Baru sekitar pukul 22.00 WIB, Diana mendengar kabar bila Melindawati hilang.

“Anak itu bilang, tante aku diculik,” ujarnya.

Pihak kerabat langsung panik dan segera melakukan pencarian untuk menemukan korban.

“Kemudian jenazahnya kami temukan sekitar 4 kilometer dari mess dia disana,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap calon pendeta yakni Melinda Zidemi alias Melindawati, hingga kini masih terus diselidiki.

Hal ini, diungkapkan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi saat mendatangi kamar jenazah RS Bhayangkara Palembang, Selasa (26/3/2019).

“Kalau dilihat, diduga korban ini kenal dengan pelaku. Makanya, pelaku ini menggunakan tutup wajah agar tidak diketahui korban,” ujar Supriadi.

“Untuk kondisi Nita, anak yang bersama korban saat ini masih syok. Dari korban Nita inilah bisa mengetahui kejadian pembunuhan terhadap Melindawati,” ujarnya.

Calon pendeta cantik Melindawati Zidemi alias Melinda Zidemi yang ditemukan tewas di Sungai Baung Sumsel, Selasa (26/3/2019) diketahui telah memiliki seorang tunangan.

Bahkan diketahui, Melindawati akan segera menikah dalam waktu dekat.

“Saya dengar kabar, dia mau nikah dalam waktu dekat. Tapi saya sendiri nggak berani memastikan, nikahnya tahun ini atau nunggu dia (Melindawati) selesai ikatan dinas tahun depan,” ujar Anugerah Gaurifa (28) sepupu Melindawati saat ditemui di depan ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (26/3/2019).

Dikatakan Anugerah, tunangan korban juga berasal dari Nias Sumatera Utara.

“Tunangannya tinggal disana (Nias). Sama-sama dari sana,”ujarnya.

Sementara itu, Anugerah mengaku tahu kabar tewasnya Melindawati dari informasi yang diterimanya di grup keluarga.

“Karena kami ada grup keluarga. Dari situ saya tahu, Melindawati sudah meninggal,”ungkapnya.

Kronologis Kejadian

Pada hari senin pukul 16.30 WIB Melindawati Zidoni Nita Pernawan (9) berangkat dari divisi 4 dengan menggunakan speeda motor Honda Revo Warna Hitam List Merah menuju ke pasar jeti, sekira pukul 17.00 WIB.

Kedua korban pulang menuju camp divisi 4, sebelum sampai di divisi 4 tepat nya di divisi 3 korban dihadang di jalan dengan cara jalan diblokir menggunakan batang kayu balok.

Kemudian korban berhenti lalu korban dihampiri oleh diduga kedua orang pelaku dengan ciri-ciri berbadan kurus dengan tinggi kurang lebih 165 centimeter.

Pelaku menggunakan baju hitam dan memakai penutup wajah, diduga kain sarung warna hitam sebagai penutup wajah.

Melindawati Zidoni dan Nita Pernawan diseret oleh pelaku ke dalam kebun sawit kemudian ke 2 korban dicekik dan tangan diikat menggunakan karet bekas ban dalam motor.

Korban Nita Pernawan pingsan dan dibuang disemak semak di areal perkebunan sawit.

Sementara Melindawati Zidoni dicekik hingga meninggal kemudian mayatnya diseret dan dibuang di TKP kedua yang berjarak lebih kurang 100 M dari TKP pertama

Melindawati Zidoni diduga Sebelum dibunuh diperkosa terlebih dahulu.

Pada saat ditemukan oleh warga yang mencari korban sejak pukul 22:00 Wib s/d korban ditemukan dalam keadaan tidak menggunakan celana dan baju bagian atas terbuka.

Menikah Bulan Juni 

 Melinda Zidemi ditemukan tak bernyawa di areal perkebunan PT Swait Mas Persada, Sungai Baung, Ogan Komering Ilir (OKI).

Kawasan Sungai Baung merupakan areal industri.

Jika dari Palembang untuk menuju ke sana harus menggunakan transportasi sungai berupa speedboat dari Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Sekitar 2 jam perjalanan menuju ke Sungai Baung.

Sebelum mayat Melinda Zidemi ditemukan pada, Selasa (26/3) pukul 06.00, warga Sungai Baung semalaman mencari Melinda.

Warga mencari karena ada anak berusia 11 tahun yang mengabarkan ia dan Melinda Zidemi dicegat 2 orang pria di tengah jalan saat hendak pulang dari Divisi 1 ke Divisi 4 Perekebunan PT Sawit Mas Persada Pukul 17.00.

“Si anak selamat dan berlari mengabari kalau ada yang mencegat,” kata Dodi.

Menurut Dodi, saat ditemukan tak ada barang-barang Melinda yang hilang termasuk sepeda motornya masih ada.

Kabar tewasnya Melinda Zidemi ini sangat tak disangka.

Melalui ucapan duka cita di akun facebooknya, terungkap bahwa Melinda akan segera menikah.

“Kabar duka baru saja kami dengar, blom tau bagaimana kronologisnya tp kami yg pernah bersama mu sangat terkejut dan merasa kehilangan”

“Kawan kami Melinda Zidemi yang dalam penugasan misi pelayananya ditemukan meninggal terbunuh dihutan”

“Padahal kami pun cukup senang mendengar rencana pernikahanmu bulan 6 ini dengan Feniaro Halawa. Tapi apa yang bisa kami lakukan, hanya memanjatkan doa semoga Ade diterima disisi Tuhan”

“Perjuangan sebagai seorang misi Tuhan telah selesai. Dan semoga pelaku segera ditangkap pihak berwajib,” 

Meninggal Melinda Zidemi membuat kerabatnya syok

Berbagai ucapan ditulis di facebook Melinda Zidemi

Berikut ucapan duka cita di facebook Melinda

RIP Melinda Zidemi, Engkau Punya Tempat Yang Layak Di Kerajaan Surga Semoga Keluarga Yang Di Tinggalkan Diberi Ketabahan. Amin

Turut beduka cita atas meniggalnya adek kami Melinda Zidemi semoga amal ibadah km selama ini di terima di sisi Tuhan yg maha kuasa. Moga keluarga yg di tinggal di beri kesabaran dan penghiburan oleh tuhan kita di surga. Dan begitu pula kepada adik kami Feniaro Halawa yg sabar itu udah takdir dan kehendak tuhan yg di atas, dia yg memberi dan dia juga yg ngambil.’

Gak nyangka kamu berakhir seperti ini dek Melinda Zidemi..
Pagi2 saya dengar kabarmu,badanku lemas..
Selamat jalan dek, Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil. Pelayananmu di dunia berakhir tapi kamu tetap melayani TuhanMu di sorga.

Kawasan Sungai Baung merupakan areal industri.

Jika dari Palembang untuk menuju ke sana harus menggunakan transportasi sungai berupa speedboat dari Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Sekitar 2 jam perjalanan menuju ke Sungai Baung.

Sebelum mayat Melinda Zidemi ditemukan pada, Selasa (26/3) pukul 06.00, warga Sungai Baung semalaman mencari Melinda.

Warga mencari karena ada anak berusia 11 tahun yang mengabarkan ia dan Melinda Zidemi dicegat 2 orang pria di tengah jalan saat hendak pulang dari Divisi 1 ke Divisi 4 Perekebunan PT Sawit Mas Persada Pukul 17.00.

“Si anak selamat dan berlari mengabari kalau ada yang mencegat,” kata Dodi.

Menurut Dodi, saat ditemukan tak ada barang-barang Melinda yang hilang termasuk sepeda motornya masih ada.

 

 

Sumber : Tribunnews

20 Korban Banjir Bandang Sentani Dimakamkan Secara Massal

Penguburan massal korban banjir bandang yang belum berhasil diidentifikasi di pemakaman adat Kampung Harapan, Sentani, Papua, Rabu 27 Maret 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Robert Isidorus )


Jurnal123.com – Dua puluh korban banjir bandang yang tidak teridentifikasi oleh tim DVI Polda Papua dimakamkan secara massal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Harapan Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Rabu (27/3/2019) sore.

Dari pantauan Jurnal123.com, dua puluh korban ini tiba di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Harapan sekitar pukul 14.20 WIT menggunakan sejumlah ambulans. Tiba di lokasi, satu persatu peti jenazah diangkat oleh anggota Kepolisian Polda Papua menuju makam yang berada di atas bukit dengan jarak kurang lebih 100 meter.

Seluruh peti jenazah berwarna putih itu kemudian dijejerkan sebelum dimasukkan ke dalam liang lahat yang berukuran 25 x5 meter.

Adapun jumlah korban yang dimakamkan hari ini berjumlah 20 orang terdiri dari 7 laki-laki dewasa, 3 perempuan dewasa, 2 anak perempuan, dan 8 anak laki-laki.

Dari total 99 kantong jenazah yang diterima oleh Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, 77 di antaranya berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Sementara 20 lainnya tidak teridentifikasi sehingga harus dimakamkan secara massal.

Meski 20 jenazah ini dimakamkan secara massal, namun tim DVI Polda Papua sudah mengambil sampel DNA korban untuk diidentifikasi di Rumah Sakit Polri. Jika kemudian ada keluarga korban yang mencari, maka akan dicocokkan dengan DNA korban. Apabila DNA-nya cocok maka Rumah Sakit Bhayangkara akan mengeluarkan surat kematian untuk keperluan dari pihak keluarga.

Prosesi pemakaman dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Papua, perwakilan Pemerintah Kabupaten Jayapura, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat umum.(EDO)

Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi Yang Menewaskan 5 Pegawai Bank

Mobil Toyota Avanza terbakar setelah bertabrakan dengan truk di Desa Langling Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin, Jambi, Senin (25/3/2019).

Jurnal123.com – Kecelakaan maut antara mobil Toyota Avanza dan truk di Desa Langling Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, Senin (25/3/2019), menelan korban.

Lima pegawai bank dilaporkan tewas terbakar di dalam mobil berwarna hitam tersebut.

Kasat Lantas Polres Merangin IPTU Adli mengatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, Avanza melaju dari arah Bangko menuju Sarolangun. Saat tiba di TKP, mobil mengalami trouble dan oleng ke kanan.

Saat oleh itulah, sebuah truk melintas truk dari arah Sarolangun hingga kemudian terjadi tabrakan.

“Kemungkinan mesin Avanza pecah, makanya timbul api dan langsung terbakar,” kata Adli.

Adli menyebutkan, dalam kejadian itu ada enam orang yang berada di dalam Avanza, satu sopir dan lima penumpang. Saat ini, sopir dalam kondisi kritis.

“Sementara itu, sopir truk melarikan diri. Sampai saat ini belum diketahui keberadaannya,” imbuhnya.

Saat kejadian, sejumlah petugas pemadam kebakaran diturunkan untuk memadamkan api. Warga dilarang mendekat.

“Kami tidak bisa mendekat, petugas melarang sebab masih disemprot,” kata seorang warga bernama Adi di lokasi kejadian.

Akibat kecelakaan itu, ruas jalan Sarolangun Bangko juga sempat mengalami kemacetan.

Kelima korban merupakan empat pegawai bank BNI dan satu pegawai Bank Mandiri yang berlokasi di Singkut Sarolangun.

Masing-masing adalah:

1. Abdul Rozi (pimpinan BNI Singkut/43)

2. Doni Irpandi (karyawan/35)

3. Latifah Ayu (27)

4. Siti Fatimah (25)

5. Imron

(JAL)

Satgas Tinombala Sita Sejumlah Barang Bukti Terkait Kelompok MIT

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/3)2019.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com –  Tim Satgas Tinombala setelah berhasil melakukan penembakan sehingga 1 anggota Muhajidin IndonesianTimur tewas dan satu anggota ditangkap hidup  kin berhasil juga menyita beberapa barang bukti  seperti alat komunikasi, potongan baju dan perlengkapan masak. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/3)2019 mengatakan  Satgas Tinombala menyita beberapa barang bukti terkait pengejaran kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Padopi, Poso Pesisir Selatan, Poso, Sulawesi Tengah. “Dari hasil pengejaran, kemudian penjajakan yang dilakukan oleh Satgas Tinombala, ada beberapa barang bukti terkait dengan kelompok MIT,” ujarnya.. 

Selanjutnya, Dedi menegaskan  barang bukti yang berhasil disita satgas antara lain beberapa alat komunikasi, potongan baju, perlengkapan masak, peluru, dan material untuk dijadikan bom.  “Amunisi juga berhasil disita oleh satgas, termasuk bom lontong yang dimodifikasi oleh mereka, itu berbahaya. Selain itu, ada juga senjata laras panjang sebanyak satu buah dan senjata laras pendek ada dua,”  tegasnya. 

Untuk itu, Dedi menjelaskan  Satgas Tinombala juga menyita beberapa dokumen yang dinilai cukup penting dan kini sedang diselidiki oleh satgas. “Dengan demikian, Satgas diyakini mampu menangkap anggota MIT yang belum tertangkap dalam waktu dekat. Sebelumnya, berdasarkan perkembangan terkini pengejaran anggota MIT, Satgas Tinombola baru saja menembak mati seorang terduga teroris bernama Ba’asyir alias Romzi dalam kontak tembak di desa Padopi, Poso Pesisir Selatan, Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (3/3)2019,” jelasnya.. 

Nama tersebut diketahui merupakan anggota kelompok MIT pimpinan Ali Kalora di Poso. Selain Ba’asyir, Satgas juga menangkap anggota kelompok MIT lainnya, yaitu Aditya. Aditya kini sedang diperiksa di Mapolda Sulteng oleh satgas. Ada pun, Ali Kalora saat ini masih belum tertangkap dan tetap berada dalam kelompok MIT. (Vecky Ngelo)

Akibat Banjir Puluhan Hektare Sawah di Sarolangun Gagal Panen

Jurnal123.com – Sekitar 30 hektar tanaman padi di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi gagal panen akibat terendam banjir. Kerugian petani akibat kegagalan panen padi itu mencapai ratusan juta rupiah. Gagal panen padi tersebut juga membuat sebagian petani di daerah itu terancam krisis pangan dan ekonomi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, Trianto di Sarolangun, Senin (4/3/2019) menjelaskan, tanaman padi petani Sarolangun yang gagal panen tersebut disebabkan banjir bandang pekan lalu. Petani tidak dapat menyelamatkan tanaman padi mereka yang siap panen karena banjir bandang terjadi dengan tiba-tiba. Banjir bandang membuat tanaman padi petani tertimbun lumpur dan tidak bisa dipanen lagi.

“Para petani yang mengalami gagal panen tersebut nanti akan diusulkan agar mendapat bantuan benih padi, pupuk dan biaya pengolahan lahan. Untuk saat para petani masih mendapatkan bantuan kebutuhan pokok,”katanya.

Dijelaskan, banjir di Sarolangun selama sepekan terakhir melanda puluhan desa di enam kecamatan. Banjir di sebagian kecamatan sudah mulai surut. Namun banjir di Kecamatan Pauh dan Mandiangin yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Batanghari masih tinggi.

Menurut Trianto, banjir yang melanda enam kecamatan di Sarolangun sepekan terakhir menyebabkan sekitar 1.430 kepala keluarga (KK) terpapar banjir. Banjir menyebabkan seluruh aktivitas warga lumpuh, baik aktivitas pertanian dan sekolah.

“Banjir juga menyebabkan sekitar 250 ha sawah dan kebun terendam banjir. Sekitar 30 ha padi sawah yang dilanda banjir puso. Kemudian puluhan hektare tanaman pangan lain juga rusak,”katanya.

Dikatakan, BPBD Kabupaten Sarolangun masih memberlakukan status siaga banjir di enam kecamatan yang dilanda di daerah itu menyusul masih tingginya luapan sungai dan curah hujan.
“Kami juga masih menyiagakan Tim Rreaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sarolangun untuk memantau kondisi banjir dan luapan sungai, khususnya di beberapa desa yang hingga saat ini masih terendam banjir,”katanya.
Sementara itu, Camat Sarolangun, Huzairin mengatakan, pihaknya juga masih meningkatkan kewaspadaan banjir. Pantauan banjir tetap dilakukan, khususnya di Desa Ladangpanjang yang dilanda banjir pekan lalu.

“Pemantauan banjir dilakukan mencegah adanya korban akibat banjir yang berpotensi tiba-tiba terjadi lagi. Kami menugaskan beberapa orang anggota Taruna Siaga Sarolangun turut memantau kondisi banjir,” katanya.(BES)

Sumber : Berita Satu

Satgas Tinombala Berhasil Tembak 1 Anggota DPO Ali Lakora dan 1 Ditangkap Hidup

Asisten Operasi Polri, Irjend Pol Rudy Sufahriadi di temui di Mabes Polri,Jakarta Selatan (4/3)2019 mengatakan Satgas Tinombala Berhasil Tembak 1 Anggota DPO Ali Lakora dan 1 Ditangkap Hidup-hidup.( Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Aksi Satgas Tinombala melakukan kontak tembak dimana keompok 5 orang berhasil menembak dari kelompok yang masuk daftar pencarian orang(DPO)  Ali Kalora 1 orang  tertembak dan 1 orang lagi berhasil ditangkap.

Kepala Asisten Operasi Polri,Irjend Pol Rudy Sufahriadi di temui di Mabes Polri,Jakarta Selatan (4/3)2019 mengatakan  Benar pada kemarin 17.15 Satuan Tugas Tinombala di Poso telah melakukan kontak tembak dimana satu kelompok berjumlah 5 orang dalam kejadian kontak tembak tersebut tertembak 1 orang DPO Baasir alias Sarodji termasuk DPO yang lama di bawa 3 orang yang belum tertangkap setelah saya Kapolda dari tahun 2012 itu.” Kita jaring sampai dengan hari ini tertangkap dan tertembak Baasir alias Sarodji diduga berasal dari Bima dan menurut teman-temannya asal dari Bima. Setelah di cek kembali ulang meninggal dunia dengan barang bukti sepucuk senjata M 15 tertangkap hidup atas nama Aditya asal dari maluku,”ujarnya.

Selanjutnya, Rudy menegaskan ini daftar DPOnya ,ini yang meninggal dunia . Ini yang tertangkap Aditya ,ini foto terakhirnya ,ini M 16. “Baik dari rekan-rekan sekalian susah lama kita mendapatkan mereka yang telah berhasil dan memberikan apresiasi bagi rekan-rekan di Tinombala di Poso. Tertembaknya di desa Kadopi, Pelosok Pesisir Selatan di atas di gunung dibawah gunung Biru,” tegasnya.
Untuk itu,Rudy menjelaskan yang meninggal ini adalah kelompok 6 orang dengan Ali Kalora ini kelompok lama. “Ali Kalora sampai saat ini belum tertangkap tetapi masih dalam kelompok ini,”jelasnya.

Lebih lanjut,Rudy merinci Kalau Ali Kalora itu  masih menjadi kelompok ini namun gerakan mereka sudah lama di hutan itu nah kita selalu mengejar yang agak dipinggir- dipinggir, masyarakat itu disana mungkin lebih takut kepada mereka dari pada memberikan informasi kepada kita.” Jadi ini yang sedang kita bina kepada masyarakat memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kita akan lindungi masyarakat disana,” rincinya.

Sesuai perkembangan, Rudy mengungkapkan sampai saat ini tidak,situasinya masih terkendali ternyata masih kita tangkap.”Saya sampaikan dari Polda itu 3 SKk setingkat Kompid dari Mabes Polri itu satu satuan setingkat kompi, dari TNI dua satuan setingkat Kompi,” ungkapnya.

Seiring dengan itu, Rudy mengakui Sampai hari ini sedang dilakukan pemeriksaan karena saya pernah memimpin operasi disana dam selalu berpindah-pindah . Dia selalu berasa di Poso pesisir  utara dan Poso pesisir selatan itu saja di dua dan tidak pindah kemana-mana bahkan sekarang ke daerah Sausu Motong. “Dari gunung inilah lokasi mereka,kalau disini di tutup dia pindah ke kiri pesisir utara dan kemudian ada dipesisir selatan. Jadi kemungkinan terbagi dua kelompok tapi masih terlihat saling beribadah. Ini sedang dilakukan pengejaran,jadi ada tiga tempat itu .kalau dahulu ada 4 tempat yang besar sekarang menjadi 3 kolam yang tidak kemana-mana disitu aja. Tapi cukup luas tempatnya. Ya di pesisir utara,pesisir selatan dan Poso.Nanti kita sampaikan dan masih di dalami,”akunya.

Jadi, Rudy membeberkan Kita sudah memperkuat dilakukan  operasi di Tinombala adalah tujuannya kita meminimalisir terhadap pemilihan presiden dan sudah koordinasi sama densus 88 akan meminimalisir ancaman itu.

“Kekuatan mereka saat ini  hanya tinggal ini dan senjatanya M 16 sisa 2, senjata pendek revolver . Kemarin orangnya di lembah ada 6 tapi senjatanya tidak tambah,” bebernya.
Ketika ditanya apa kendalanya, Rudy menambahkan begini karena mereka di kebun dan Polisinya itu kan semuanya ada di kebun kita tidak bisa jaga masyarakat ,jadi masyarakat juga ragu-ragu dan sudah memberikan contoh masyarakat di datangi aparat saja waktu itu pada tahun 2016 oleh aparat dan tidak memberikan informasi apa-apa itu saja diancam bahkan turun dari gunungnya apa lagi memberikan informasi.” Akhirnya kita akan bekerja menggunakan teknologi jejak-jejak yang ada dan ternyata bisa dari semua,” tambahnya.( Vecky Ngelo)

Peristiwa Langka! KPK Panggil 13 Kepala Daerah di Jambi Guna Pemeriksaan Harta Kekayaan

Kantor KPK Jakarta

Jurnal123.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan langkah kejutan.

Secara mendadak, KPK memberikan rilis kepada awak media, Minggu (3/3).

Lembaga itu akan memeriksa laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) kepala daerah di Jambi.

Sebelumnya KPK menyebut ada 14 kepala daerah. Namun dari belasan nama itu, ternyata ada satu orang tak lagi menjabat, yakni mantan Wakil Bupati Merangin, Abdul Khafid Moein.

Adanya pemeriksaan sejumlah kepala daerah di Provinsi Jambi terkait oleh KPK pada Senin (4/3) ini dibenarkan Johansyah selaku Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi.

Namun Johansyah menyebut hal itu bukanlah pemeriksaan melainkan hanya klarifikasi oleh KPK terhadap LHKPN yang rutin dilakkukan.

“Ya. Klarifikasi berkala yang dilakukan setiap tahun. Sesuai yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Bukan pemeriksaan,” sebut Johansyah.

Johan menambahkan kegiatan klarifikasi itu akan dilaksanakan di kantor Gubernur Jambi. “Kita pasti fasilitasi,” tambahnya.

Untuk diketahui, KPK menerjunkan tim khusus untuk memeriksa LHKPN 14 nama tersebut. “Mulai Senin sampai Rabu, tim KPK ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan LHKPN terhadap 14 orang penyelenggara negara di daerah Jambi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis.

KPK akan mengklarifikasi berbagai informasi terkait kekayaan itu. Jika terdapat kekurangan informasi dalam laporan harta kekayaan, kepala daerah bisa melengkapi kekurangan data tersebut.

“Para kepala daerah yang diperiksa kekayaannya diharapkan dapat menjelaskan dengan terbuka jika ada informasi yang dibutuhkan tim KPK. Jika terdapat dokumen yang perlu dibawa dan dijelaskan, akan sangat membantu proses pemeriksaan ini,” kata dia.

Pemeriksaan rencananya digelar di kantor Gubernur Provinsi Jambi. Pada Senin (4/3) KPK memeriksa LHKPN Bupati Kerinci Adirozal, Bupati Batanghari Syahirsah dan Wali Kota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri.

Lalu pada Selasa (5/3) giliran, Bambang Bayu Suseno, Wakil Bupati Muaro Jambi; Sofia Joesoef, Wakil Bupati Batanghari; Mashuri, Bupati Bungo; Safrial, Bupati Tanjung Jabung Barat; Masnah, Bupati Muarojambi dan Alharis Bupati Merangin.

Sedangkan di Rabu (6/3) KPK memeriksa LHKPN Bupati Tebo Sukandar, Wakil Bupati Sarolangun Hilallatil Badri, mantan Wakil Bupati Merangin Abdul Khafidh, Wali Kota Jambi Syarif Fasha dan Wakil Wali Kota Sungai Penuh Zulhelmi.

“Melalui proses pelaporan dan pemeriksaan LHKPN, KPK mengingatkan bahwa hal tersebut merupakan kewajiban penyelenggara negara. Keterbukaan terhadap masyarakat merupakan keniscayaan bagi pejabat publik, sehingga jangan sampai ada kekayaan yang disembunyikan,” ujar Febri.

Kabag Humas dan Potokol Setda Tanjung Jabung Barat, Firdaus menyebut pemeriksaan tersebut berkaitan laporan keuangan pada tahun 2017 silam.

“Bupati Safrial akan memberikan penjelasan klarifikasi LHKPN per tanggal 31 Desember 2017,” sebutnya.

Wakil Bupati Muarojambi, Bambang Bayu Suseno saat dikonfirmasi, menyiratkan adanya pemeriksaan itu.

“Pemeriksaan yang mana ini? Yang seluruh pejabat daerah itu ya?” jawabnya melalui telepon seluler.

Saat ditanya lebih lanjut, Bambang mengatakan sedang ada kegiatan.

“Oh iya, nanti saya hubungi lagi ya, nanti konfirmasi juga dengan inspektorat. Saya lagi ada kegiatan ini, nanti saya hubungi lagi ya,” tutupnya.

Kepala Inspektorat Batanghari, Muklis, juga memberi keterangan senada.
Kata dia, pemeriksaan tersebut merupakan klarifikasi mengenai perubahan harta kekayaan penyelenggara negara, dalam hal ini Bupati Batanghari.

“Yang bakal diklarifikasi itu perubahan harta kekayaan dari 2017 ke 2018. Apakah ada yang berkurang atau bertambah. Kalau bertambah, sumbernya dari mana saja. Kan begitu,” katanya.

Ia menyebutkan, tak ada pemeriksaan yang signifikan.

“Hanya mengenai itu saja. Kalau bupati kita apalah perubahannya kan,” ujarnya.

Katanya, pemeriksaan bakal berlangsung sekira 3 jam atau 4 jam. Dirinya, pun juga ikut mendampingi Syahirsah ke kantor Gubernur Jambi. ( KPK periksa harta 13 kepala daerah Jambi)

“Kalau wakil bupati hari Selasa baru diperiksa,” jelasnya.

Analisis peristiwa

Pemerhati hukum dan pemerintahan dari Universitas Jambi, Sahuri Lasmadi, mengatakan kepatuhan LHKPN menjadi salah satu hal yang bisa membuktikan komitmen penyelenggara negara dalam pemberantasan korupsi.

Maka cukup mengejutkan jika KPK memanggil 14 kepala daerah di Jambi.
Ini mengingat laporan LHKPN bisa dilakukan sendiri oleh kepala daerah itu sendiri.

KPK tentu memiliki alasan tersendiri memeriksa 14 kepala daerah terkait LHKPN ini. Bisa jadi ada syarat yang belum dipenuhi bagi sejumlah kepala daerah dalam melaporkan hasik kekayaannya.

Namun, bisa jadi ada kenaikan kekayaan yang signifikan atau tidak masuk akal. Oleh sebab itu KPK memanggil dan memintai keterangan dari mana hasil kekayaan tersebut.

Masalahnya bila hasil kekayaan tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Maka bisa jadi akan ada masalah baru bagi kepala daerah tersebut.

Bisa jadi KPK akan menyelidiki lebih dalam dari mana adal usul kekayaan tersebut.

Jika terbukti dari hasil korupsi, bisa jadi kepala daerah ditetapkan sebagai tersangka.(TRI)