Category Archives: Nusantara

Ketua MA Melantik Dua Hakim Agung Baru

JURNAL123, JAKARTA.
Ketua Mahkamah Agung M Hatta Ali melantik dua orang hakim agung di ruang Kusuma Atmadja, Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, pada Rabu (15/8/2018).

Mereka yang dilantik yakni Abdul Manaf sebagai Hakim Agung pada Kamar Agama dan Pri Pambudi Teguh sebagai Hakim Agung pada Kamar Perdata.

Abdul Manaf dan Pri Pambudi Teguh terpilih sebagai hakim Agung setelah dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan melalui keputusan DPR Nomor 7/DPRRI/V/2017-2018 tanggal 26 Juli 2018.

Pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 132/P Tahun 2018 tanggal 7 Agustus 2018.

Kakak Kandung Ganjar Pranowo

Pambudi diketahui merupakan kakak Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDIP Ganjar Pranowo.

Abdul Manaf sebelumnya merupakan Dirjen Badan Peradilan Agama MA. Sementara Pri Pambudi Teguh menjabat hakim tinggi Pengadilan Tinggi Jawa Tengah sebelum dilantik jadi hakim agung.

Pada 10 Juli 2018, Komisi III DPR melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon hakim agung periode II tahun 2017-2018, Abdul Manaf dan Pri Priambudi.

Dalam pelantikan ini hadir pula Ganjar, Ketua MK Anwar Usman, dan sejumlah pejabat negara lainnya.

Dalam proses wawancara Mei lalu, Pambudi sempat disinggung soal jabatannya sebagai hakim tinggi. Sebelum menjadi hakim tinggi di PT Jawa Tengah, Pambudi telah berkarier di MA kurang lebih 14 tahun sejak 2003-2017.

Ia juga pernah menjabat sebagai asisten koordinator Ketua MA hingga panitera muda perdata MA sebelum dipromosikan sebagai hakim tinggi.

Berdasarkan temuan Komisi Yudisial, promosi Pambudi menjadi hakim tinggi dilakukan tanpa melalui Tim Promosi dan Mutasi. Ia juga diketahui tak menyerahkan LHKPN selama lima tahun berturut-turut.(MEN)

Wakapolri Syafruddin Dikabarkan Jadi Menpan

JURNAL123, JAKARTA.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Asman Abnur sudah mengajukan pengunduran diri ke Presiden Jokowi. Sebagai gantinya, dikabarkan Jokowi akan melantik Wakapolri Komjen Syafruddin di Istana.

“Saya dapat konfirmasi dari protokol DPR, benar besok ada pelantikan jam 10.00 WIB,” kata Ketua DPR Bambang Soesatyo saat dikonfirmasi Selasa malam (14/8/2018).

Bamsoet akan menghadiri pelantikan tersebut. Namun dia belum menerima undangan resminya.

“Insyaallah saya hadir karena saya dan Pak Syafruddin bersahabat baik sejak lama,” ujar Bamsoet.

Sebelumnya Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin memberi sinyal soal kebenaran tersebut. Namun Ali masih perlu memastikan kabar itu.

“Hampir, hampir, hampir benar,” kata Ngabalin kepada wartawan.

Wakapolri Komjen Syafruddin saat ditanyakan enggan mengomentari hal tersebut.”Saya tidak tahu mas soal itu,” tukas Syafruddin ketika dicegat wartawan dan menanyakannya.(DEN/JIM)

Larangan Bagi TNI/Polri Dan PNS

JURNAL123, JAKARTA.
Profesi-profesi yang tidak boleh menjabat pada suatu perusahaan. Beberapa profesi seperti PNS, TNI, Polri, tidak dapat menjabat dalam suata perusahaan. Beberapa ketentuan mengatur keras untuk hal itu.

Besarnya peluang bisnis pada berbagai sektor membuat sebagian besar masyarakat Indonesia mulai menjalankan bisnis dari bisnis kecil-kecilan hingga bisnis yang dapat menghasilkan projek besar. Dan hal ini sudah merambah kepada masyarakat yang telah memiliki pekerjaan / profesi sebelumnya. Tak sedikit dari mereka bergegas mendirikan Perusahaan atau setidaknya menjabat dan/atau memegang saham dalam suatu Perusahaan.

Mungkin mereka berpikir apabila mengandalkan pendapatan dari pekerjaannya dirasa kurang. Oleh karena itu, berbisnis adalah jawaban terbaik untuk meningkatkan omzet/pendapatan pribadi.

Namun tidak semua profesi dapat menjabat disuatu Perusahaan. Misalkan PNS, Pasal 2 ayat (1) PP Nomor 6 Tahun 1974 menyatakan bahwa;

“Pegawai Negeri Sipil golongan IV/a keatas dilarang memiliki seluruh atau sebagian perusahaan swasta, memimpin, duduk sebagai anggota pengurus atau pengawas suatu perusahaan swasta, melakukan kegiatan usaha dagang, baik secara resmi maupun sambilan.”

Dalam Pasal 2 ayat (3) PP Nomor 6 Tahun 1974 menyatakan bahwa “PNS golongan ruang III/d ke bawah , wajib mendapat izin tertulis dari Pejabat Yang Berwenang apabila memiliki dan atau menjabat di perusahaan swasta.”

Lebih lanjut dalam PP Nomor 30 tahun 1980 pada Pasal 3 menyebutkan bahwa “PNS dilarang memiliki saham/modal dalam Perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaannya maupun tidak berada dalam kekuasaannya dimana jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraan atau jalannya Perusahaan, serta melakukan kegiatan usaha dagang baik secara resmi, maupun sambilan, menjadi direksi, pimpinan atau komisaris Perusahaan swasta bagi yang berpangkat Pembina golongan ruang IV/a keatas atau yang memangku jabatan eselon I.

Namun PP Nomor 30 tahun 1980 saat ini telah digantikan dengan PP Nomor 53 Tahun 2010, dalam PP tersebut tertulis “PNS tanpa izin Pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain dan/atau lembaga atau organisasi internasional serta dilarang bekerja pada Perusahaan asing, konsultan asing, atau lembaga swadaya masyarakat asing. Jadi tidak disebutkan secara jelas tentang larangan yang menyatakan jika PNS ingin memiliki saham atau menjadi Direksi atau Komisaris Perusahaan swasta

Lain hal untuk TNI, disebutkan secara tegas pada UU Nomor 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia pada pasal 39 bahwa “ Prajurit dilarang terlibat dalam : Kegiatan menjadi anggota partai politik, kegiatan politik praktis, kegiatan bisnis, dan kegiatan untuk dipilih menjadi anggota legislative dalam pemilihan umum dan jabatan politis lainnya”. Sedangkan pada pasal 47 disebutkan bahwa “prajurit hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif keprajuritan”.

Penjelasan pasal tersebut mengatakan bagi prajurit yang menjalani masa pensiun berhak memperoleh masa persiapan pensiun (MPP) selama 1 (satu) tahun. Pemberian MPP tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada prajurit yang bersangkutan mencari jenis pekerjaan lainnya sebagai persiapan setelah pensiun.

Cukup jelas menang TNI bertugas untuk menjadi dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan menjadi seorang Pebisnis.

Polri pun memiliki aturan tersendiri, PP Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia pasal 5 menyebutkan bahwa, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dilarang bekerjasama dengan orang lain di dalam atau di luar lingkungan kerja dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan kepentingan negara. dilarang pula bertindak selaku perantara bagi Pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia demi kepentingan pribadi serta dilarang memiliki saham/modal dalam Perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaannya.

Beberapa profesi diatas memang sudah memiliki kapasitas mengenai jobdesc mereka masing-masing, jadi pastikan terlebih dahulu jika anda adalah bagian dari profesi tersebut, atau mungkin anda yang ingin mendirikan Perusahaan dengan mengajak rekan atau keluarga anda yang berprofesi seperti yang telah disebutkan diatas. Alangkah baiknya, sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita paham dan tunduk kepada ketentuan yang berlaku.(INF)

Tol Jakarta-Surabaya Berfungsi Saat Mudik Lebaran 2018

JURNAL123, JAKARTA.
Pemerintah menjanjikan mudik Lebaran tahun 2018, masyarakat bisa menjajal jalur tol yang telah dibangun dari Jakarta hingga Surabaya. Jalur tol tersebut ada yang bisa dilintasi secara operasional atau berbayar, dan ada pula yang bisa dijajal secara fungsional atau belum berbayar.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Senin (12/3/2018), setidaknya ada 9 ruas tol baru yang bisa digunakan saat mudik Lebaran nanti. Ruas tol baru tersebut diawali oleh tol Pejagan-Pemalang di Jawa Barat sepanjang 57,5 km hingga ruas Gempol-Pasuruan di Jawa Timur sepanjang 34,15 km.

Ruas Pejagan-Pemalang yang terdiri dari empat seksi ditarget bisa dilalui secara operasional mulai dari seksi Pejagan-Brebes Barat hingga Tegal Pemalang. Kemudian pemudik bisa melanjutkan perjalanan secara operasional di segmen Sewaka-Pemalang pada ruas Pemalang-Batang. Sedangkan sisa seksi ruas tol Pemalang-Batang yang lain akan dilalui secara fungsional sampai seksi Pekalongan-Batang.

Selanjutnya adalah ruas Batang-Semarang sepanjang 75 km. Ruas yang terbagi atas lima seksi ini rencananya akan dilalui secara fungsional lantaran baru bisa dioperasikan secara komersil pada semester II 2018.

Pemudik kemudian bisa melanjutkan perjalanan di tol secara operasional lagi saat masuk ke ruas Semarang-Solo. Pada ruas ini, pemudik bisa melewati tol secara operasional sampai seksi III di jalur Bawen-Salatiga, sementara dari Salatiga sampai Kartosuro, pemudik kembali melanjutkan perjalanan lewat tol secara fungsional.

Dari Solo, pemudik bisa kembali melanjutkan perjalanan lewat tol melewati ruas Solo-Ngawi sepanjang 90,42 km. Ruas tol ini bisa dilewati penuh secara operasional atau berbayar. Perjalanan melewati tol berlanjut hingga ruas Ngawi-Nganjuk Wilangan sepanjang 49 km secara operasional, sedangkan Nganjuk Wilangan ke Kertosono tol dilewati secara fungsional.

Ruas tol selanjutnya yang bakal dilewati menuju Surabaya adalah tol Kertosono-Mojokerto. Tol dengan panjang total 40,5 km itu ditarget bisa dilewati secara operasional kecuali pada seksi IV Bandar-Batas Barat sepanjang 0,9 km.

Dari Mojokerto, pemudik bisa melewati tol Mojokerto-Surabaya yang kini sudah bisa dilewati secara penuh secara operasional sepanjang 36,47 km. Sedangkan bagi yang ingin menuju sampai ke Pasuruan, pemudik bisa melewati tol Gempol-Pasuruan yang juga sudah beroperasi secara penuh sepanjang 34,15 km.(DEN)

Satgas Nusantara : Penyebar Berita Hoax Kelompok MCA Punya Hubungan Eks Saracen di Udara

Brigjen Pol Fadil Imran

Brigjen Pol Fadil Imran


JURNAL123, JAKARTA.
Maraknya aksi penyebaran berita Hoax ,ujaran kebencian isu sara yang dapat menimbulkan konflik dan perpecahan terus didalami siapa actor intelektualnya. Pendalaman itu dilakukan tanpa pilih buluh baik di Medsos meningkat yang sebarkan hingga 27 Febuari 2018. Setelah dilakukan penagkapan setelah ditelusuri kelompok MCA ada hubungan udara dengana mantan Kelompok Saracen.

Wakil Satgas Nusantara, Brigjend Pol Fadil Imran ketika ditemui di Mabes Polri, Senin (5/3)2018 mengatakan teman-teman saya ingin menjelaskan secara singkat apa yang dikatakan oleh KaSatgas Nusantara dari data yang kita rinci dilihat dari BAP berikut.” Bahwa Ada 3 kejadian namun garis meraih menunjukan grafik peningkatan di udara atau Medsos mulai dari tanggak 2 Febuari isu-isu penganiayaan terhadap ulama itu terus digulirkan sampai dengan taggal 27 Febuari 2018. Setelah kemudian grafiknya menurun . ini menunjukan bahwa pembentukan opini isu penganiayaan ulama atau penyerangan ulama dilakukan oleh kelompok tertentu di dunia maya atau di internet atau di Medsos,” ujarnya .

Selanjutnya, Fadil menegaskan dari serangkaian peristiwa kemudian melakukan upaya penegakan hukum untuk mengidentifikasi pelakunya baik di Surabaya, di Jawa Barat, Banten dan di Jakarta. Teman-teman sekalian mungkin sudah mengetahui bahwa dahulu kasus-kasus penyerangan ulama ini dengan tindak pidana ciber Polri sudah melakukan upaya-upaya penindakan hukum pertama imunisasi terkait dengan kebangkitan PKI dan isu-isu lainnya.” Dari upaya penangkapan dan penindakan ini kemudian kami melakukan analisis yang terakhir dengan penyerangan ulama dari klaster-klasgter di Jawa Timur ,di Jawa Barat dan di Banten terlihat bahwa di udara para pelaku terhubung satu dengan yang lain nya,” tegasnya.

Untuk itu, Fadil menejelaskan pelaku yang bergabung dalam MCA itu juga tergabung dalam klaster X . Klaster X Mantan darI Saracen dan kalau kitab perhatikan di atas Jawa Timur atas Banten kelompok ini lah yang kemudian rutin-rutin membangun opini penganiayaan Ulama. “ Studi mengatakan ada hubungan antara pelaku di Jawa Timur, pelaku di Banten, pelaku Jawa barat adalah kelompok tertentu yangarnya masuk dalam kelompok MCA dan kelompok Eks Saracen,” jelasnya.

Lenih jauh,Fadil merincinya Ini sangat terlihat ,penjelasan ini mulai terungkapnya dari tertangkapnya pelaku-pelaku sebelumnya.Sehingga kami dapat menyimpulkan hubungan diantara kelompok-kelompok . Saya kira penjelasan dan siapa dibalik ini semua kami akan terus bekerja agar Hoax, berita bohong dan Fitnah yang dapat mengganggu kodisifitas kemananan nasional bisa kami hilangkan. “Sekalian saya ingin menjelasakan lagi kalau kita melihat dari pada 4 hingga 5 peristiwa untuk menyerang ulama kalau kita lihat yang terjadi ada 3 , yang kedua direkayasa seolah-olah tetapi sebenarnya tidak ada kejadian tersebut sebanyak 4 kemudian yang ke 3 itu adalah pidana umum dalam artian itu bukan ulama pelakunya bukan kondije itu yang terbesar adalah peristiwa spontan itu tidak ada. Tetapi seoalah-oalah ada penyerangan terhadap ulama sebanyak 32 peristiwa,” rincinya.(VEK)

MUI : Penyebar Berita Hoax dan Ujaran Kebencian Sara Menurut Hukum Islam Haram

Wakil Ketua MUI,Ustad Zainut Thauhid ditemui di Mabes Polri, Senin(5/3)2018 Tegaskan Penyebar berita Hoax, Ujaran Kebencian Isu Sara Hukum Islam Haram.( Vecky Ngelo)

Wakil Ketua MUI,Ustad Zainut Thauhid ditemui di Mabes Polri, Senin(5/3)2018 Tegaskan Penyebar berita Hoax, Ujaran Kebencian Isu Sara Hukum Islam Haram.( Vecky Ngelo)


JURNAL123, JAKARTA.
Menyikapi maraknya penyebaran berita Hoax dan ujaran kebencian dengan isu-isu penyerangan ulama terlebih dengan menimbulkan konflik sosial adanya isu sara akan memecah bela bangsa. Oleh karena itu Kepolisian dapat mengahadapi dalam penegakan hukum karena perbuatan bertentangan dengan hokum positif dan ini tidak dibenarkan menurut ajaran Islam haram hukumnya.

Wakil Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustad Zainut Thauhid ketika ditemui di Mabes Polri, Senin (5/3)2018 mengatakan selama indonesia menyikapi peristiwa berkaitan penyebaran Hoax ujaran kebencian berkaitan dengan isu-isu penyerangan ulama dengan ini memberikan penjelasan dan juga posisi Indonesia di dalam mengahdapi masalah ini.“Pertama,selama Indonesia mendukung langkah-langkah kemerdekaan Republik Indonesia dalam menegakan hukum terhadap para pelaku kejahatan di dunia maya ciber. Siapapun dia harus di tindak dengan tegas karena telah melakukan penyebar kebohongan Hoax , ujaran kebencian, penghinaan , fitnah dan mencemaran nama baik terhadap para pemimpin tokoh agama dan pejabat Negara perbuatan tersebut bertentangan dengan hukum positif juga tidak dibenarkan menurut ajaran Islam haram hukumnya,” ujarnya

Selanjutnya, Zainut menegaskan karena menimbulkan keresahan akan menimbulkan perpecahan permusuhan yang dapat menimbulkan kerusakan di dalam bermasyarakat dan berbangsa .” Selama Indonesia menetapkan Fatwa No.24 tahun 2017 tentang hukum dan pedoman mualaf melalui media social dalam bantahan itu disebutkan setiap muslim yang mualaf melalui media social diharamkan melakukan hibah adalah memenuhi catatan keburukan aib orang lain adu domba penyebaran permusuan ujaran kebencian dan permusuhan antar suku,agama dan ras antar golongan atau sara diharamkan ,” tegasnya.

Untuk itu, Zainut menjelaskan MUI juga mengharamkan kegiatan memproduksi menyebar atau membuat dapat di akses konten informasi yang tidak berpihak kepada masyarakat. Selain itu kegiatan muser di media social yang menyediakan informasi Hoax paham Fitnah, gosib dan lain-lain serta profesi juga diharamkan. “Baik untuk kepentingan ekonomi mau kepentingan yang lain, demikian pula orang yang menyuruh mendukung tentu memanfaatkan jasa Muser tanpa orang yang menfasilitasi siang malam pemuka agama kegiatan tersebut juga diharamkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zainut mericinya untuk hal itu Majelis Ulama Indonesia meminta kepada kepolisian Republik Indonsia untuk mengusut tuntas kejahatan ciber crime secara cepat dan tuntas professional dan transparan. “ MUI meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia agar dalam penanganan ciber crime ini fokus pada kriminalnya untuk menjaga identitas apakah sukunya, ras, golongannya termasuk agama karena apa diharapkan tidak menimbulkan ketersinggungan kelompok jutru tidak kontra produktif,” rincinya. (VEK)

Polisi Ringkus Penyelundup Narkoba Sebesar 1,62 Ton

4 tersangka awak kapal Pelaku Penyelundup 1,62 Ton di Perairan Sambas Kepulauan Riau Sabu Mau Tan Mai, Tan Yi, Tan Hui dan Liu Yin Hua. ( Vecky Ngelo)

4 tersangka awak kapal Pelaku Penyelundup 1,62 Ton di Perairan Sambas Kepulauan Riau Sabu Mau Tan Mai, Tan Yi, Tan Hui dan Liu Yin Hua. ( Vecky Ngelo)

JURNAL123, JAKARTA.
Sesuai penangkapan 4 tersangka penyelundupan sabu sebanyak 1,62 Ton di perairan Anambas,Kepulauan Riau dimana  awak Kapal berkewargaan Negara China Tan Mai,Tan Yi,Tan Hui dan Liu Yin Hua adalah masih satu keluarga dan tetangganya.

 

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto di temui di Dittipid Narkoba Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (27/2)2018.mengatakan, keempat tersangka penyelundupan 1,62 ton sabu di perairan Anambas, Kepualauan Riau, saling mengenal dekat. Keempat awak kapal berkewarganegaraan China itu bernama Tan Mai, Tan Yi, Tan Hui, dan Liu Yin Hua. “Kita udah periksa empat tersangka, nahkoda maupun ABK dan teknisinya. Ini masih satu keluarga dan tetangganya,” ujarnya.

 

Selanjutnya, Eko menegaskan  dari keterangan tersangka, Polri akan mengembangkan temuan sabu dan jaringan dibaliknya. “ Para pelaku bukan berasal dari sindikat yang pernah diungkap sebelumnya. “Jaringan ini baru pertama kali kita tangkap yang dari Lian Jiang,” tegasnya.

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Andrawati bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan barang bukti narkoba jenis sabu di Dermaga Logistik Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (23/2/2018).

 

Untuk itu, Eko menjelaskan sebanyak 1,6 ton sabu disita dari kapal ikan berisi jaring ketam asal Taiwan dengan bendera Singapura KM 61870 MV Min Liang Yuyun yang ditangkap di perairan Karang Helen Mars berdekatan dengan Karang Banteng, Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau pada Selasa, 20 Februari lalu.” Tak sulit mengenali sindikat ini berasal dari mana,” jelasnya.

i

Lebih jauh, Eko merinci jika dilihat dari segi kemasan, tipikal China. jaringan dari China kerap menyelundupkan sabu dengan kemasan minuman seperti teh hijau dan kopi. Dalam beberapa hari ke depan, Bareskrim Polri akan berkoordinasi dengan Kepolisian Narkotika China untuk mengungkap bandar dan sindikatnya di negara tersebut. “Beberapa hari ke depan kita akan koordinasi, sharing yang telah kita lakukan dalam pemeriksaan,” rincinya,

Jadi, Eko menambahkan sebelumnya, Satgas Gabungan Polri dan Bea Cukai menangkap kapal ikan berbendera Singapura KM 61870 MV Min Liang Yuyun di perairan Anambas, Kepulauan Riau, Selasa (20/2/2018).” Hasil penghitungan, ditemukan barang bukti berjumlah 81 karung dengan berat 1,622 ton sabu. Setiap karung diperkirakan berisi 20 kilogram,Tambahnya.(VEK)

Polisi Uraikan Isu Penyerangan Tokoh Agama

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ari Dono

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ari Dono

JURNAL123, JAKARTA.
Terkai denngan kasus penyerangan terhadap pemuka agama menjadi sorotan. Sejumlah peristiwa terjadi hampir bersamaan di tempat berbeda. Nampaknya  beberapa pelakunya dianggap memiliki gangguan kejiwaan. Hal ini menimbulkan kecurigaan.

Dari pendalaman  yang dilakukan dari sejumlah pihak curiga bahwa rentetan kejadian itu merupakan skenario pihak yang kontra dengan Islam. Sebab, hampir semua korbannya merupakan ustad, ulama, hingga santri.

Isu ini kemudian berkembang semakin liar. Bahkan, ada yang mengembuskan bahwa peristiwa ini didalangi oleh Partai Komunis Indonesia. Padahal, PKI sudah lama mati di negara ini.

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono ditemui di Bareskrim, Senin (26/2)2018 mengatakan   dari data yang ada  menganggap isu tersebut sengaja “digoreng” oleh orang-orang yang ingin memecah belah Indonesia.Mereka menyebarkan kabar hoaks dan ujaran kebencian sehingga masyarakat terprovokasi.”Agenda setting dari sutradara isu ini agar seolah-olah Indonesia sedang dalam kondisi berbahaya,” ujarnya.

Selajutnya, Ari Dono menegaskan sejak Desember 2017, ada 21 kasus yang dilaporkan yang berkaitan dengan serangan pemuka agama.Sebagian besar di antaranya, yakni 13 kasus, terjadi di Jawa Barat. Namun, setelah didalami, penyerangan terhadap pemuka agama yang benar-benar terjadi hanya dua kasus. “Sementara itu, ada empat peristiwa kekerasan dengan korban orang biasa, tetapi diviralkan seolah korbannya adalah ulama.Ada pula dua peristiwa yang direkayasa segelintir orang seolah-olah menangkap orang gila yang baru menyerang pemuka agama.Sedangkan lima kasus lainnya merupakan hoaks di mana sama sekali tidak ada peristiwa pidana,” tegasnya.

Seiring dengan itu, Ari Dono menjelaskan Berita bohong itu disebar melalui berbagai jejaring sosial, mulai dari bentuk artikel di platform Facebook, Google+, Youtube, hingga pemberitaan di media massa.Di pastikan, Polri akan membidik akun-akun media sosial yang menyebarkan berita bohong soal itu.“Adapun akun-akun yang membahas hal tersebut dimotori oleh beberapa akun yang sudah dikantongi oleh Polri. Jadi, siap-siap saja jika masih terus menyebarkan hoaks seperti itu,” jelasnya.

Hingga kini, Ari Dono menandaskan Polri mengelompokkan para penggoreng isu teror terhadap pemuka agama menjadi dua bagian.Pertama, ada yang mencuatkan hoaks penculikan ulama, guru mengaji dan muadzin. Kedua, melakukan penghinaan terhadap tokoh agama. “Di media sosial ada puluhan ribu artikel yang berkorelasi dengan permasalahan penyerangan pemuka agama. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pemberitaan tersebut merupakan berita hoaks,” tandasnya .

Menyingung kejelasan,Ari Doni membeberkan tujuannya menggiring opini bahwa negara ini sedang berada dalam situasi yang bahaya.“Kemudian para aktor itu mengaitkannya dengan isu kebangkitan PKI serta lainnya. Tujuannya jelas, membuat kegaduhan dan kekacauan dengan hoaks.Di titik ini, masyarakat sebenarnya justru terjebak dalam skenario dari sutradara hoaks itu,” bebernya.

Menyingkapi, Ari mengungkapkan dan mengingatkan agar masyarakat jangan mau diprovokasi. Sebaliknya, masyarakat juga jangan ikut-ikutan memprovokasi dengan menyebarkan kabar hoaks.”Polri memastikan akan menindak tegas pihak yang menggoreng isu tersebut berlebihan. Hal tersebut ditunjukkan dengan penangkapan lima orang di Jawa Barat yang menyebarkan berita hoaks soal pembacokan terhadap ulama oleh orang gila,” ungkapnya.

Jad, Ari Dono menambahkan setelah ditelusuri, yang dibacok adalah petani oleh tetangganya.Contoh lainnya, di Facebook, beredar video yang menayangkan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji sedang berbicara di depan media.”Berdasarkan suara dari video itu, Abiyoso seolah mengecam PKI yang menyerang ulama dan mempersilakan masyarakat untuk menghakimi secara massal.Namun, gerakan mulut Abiyoso berbeda dengan suaranya. Setelah didalami, video tersebut sebenarnya diambil saat Abiyoso konferensi pers soal begal motor, “ tambahnya.

Data kasus penyerangan

Selain di Jawa Barat, penyerangan terhadap pemuka agama, baik nyata maupun hoaks, juga dijumpai di daerah lain, seperti Aceh, Jawa Timur, Banten, Yogyakarta, hingga Jakarta.

Di Aceh, beredar di media sosial sebuah foto diduga orang dengan gangguan jiwa diamankan di masjid oleh beberapa orang.

Orang dengan gangguan jiwa itu dicurigai tengah memburu ulama. Padahal, setelah didalami, ada kesalahpahaman pengurus masjid terhadap orang tersebut.

Orang tak dikenal itu datang ke masjid dan tiba-tiba mengumandangkan iqomah saat jemaah tengah melaksanakan shalat sunnah. Orang itu krmudian ditegur dan keluar ke halaman masjid. ditegaakan bahwa tak ada penganiayaan.

Di Banten, terjadi kesalahpahaman yang berujung penolakan warga Legok terkait keberadaan seorang biksu bernama Mulyanto Nurhalim. Mulyanto dianggap menyalahgunakan fungsi tempat tinggal menjadi tempat ibadah.

Penyerangan terhadap pemuka agama juga terjadi di Palmerah, Jakarta Barat. Ustad Absul Basit dikeroyok sekelompok orang karena tidak terima diusir ketika sedang nongkrong di depan ruko.

Di Yogyakarta, terjadi penyerangan dengan senjata di Gereja Santa Lidwina, Sleman. Perbuatan pelaku melukai Pastor Karl-Edmund Prier dan sejumlah jemaah. Saat ini, kasus tersebut ditangani Densus 88.

Terakhir, di Jawa Timur, setidaknya ada empat kasus penyerangan yang mencuat.

Pertama, pembunuhan guru mengaji di Sampang pada 27 Desember 2017. Motif pelaku yakni kemarahan pelaku pada korban yang dianggap dukun santet yang menyantet salah satu pelaku. Polisi mengamankan satunorang, sementara dua lainnya masih buron.

Kedua, pimpinan pondok pesantren di Lamongan mengalami luka akibat terjatuh dikejar seseorang yang diduga orang denfan gangguan jiwa. Sebelumnya, viral bahwa pimpinan pondok pesantren itu dianiaya oleh orang gila. Namun, Polri sudah meluruskan pemberitaan tersebut.

Kasus selanjutnya yakni pengerusakan patung Duara Pala di Pura Mandara Giri, Kabupaten Lumajang. Meski tak ada korban jiwa dalam kasus ini, polisi tetap mengusut kasus tersebut.

Keempat, pengerusakan pintu kaca masjid Baiturrahim, Tuban, oleh seseorang diduga orang dengan gangguan jiwa. Ada pula bukti surat RSUD Doktor Moewardi Surakarta dan Kepala UPT Puskesmas bahwa pelaku merupakan pasien rawat jalan karena depresi.(VEK)

Kapolda Bali Ungkap Langkah Hadapi Terorisme

DR Irjend Pol Petrus Golose : Penangan Teroris di Indonesia secara Humanis penegakan hukum dan Soft Approach sehingga jelas dapat dipertangung jawabkan. ( Vecky Ngelo)

DR Irjend Pol Petrus Golose : Penangan Teroris di Indonesia secara Humanis penegakan hukum dan Soft Approach sehingga jelas dapat dipertangung jawabkan. ( Vecky Ngelo)


JURNAL123, JAKARTA.
Berbagai kejadian yang sedang ramai dan sering terjadi akhir- akhir ini adalah terorisme. Terorisme banyak memakan korban, oleh karena itu sangatlah penting dan perlu pembahasan dan cara masuknya ideologi radikalisme serta terorisme ke Indonesia, STIK – PTIK (Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian) menggelar seminar Internasional dengan mengangkat Tema ” Best Practies On Holding Terrorism”, ini adalah bagian dari Mahasiswa S3 STIK Angkatan III dari Program Doktor Ilmu pengetahuan Polisi.

Acara berlangsung di Aula STIK – PTIK, Kebayoran, Jakarta Selatan. Kamis (21/2). lrjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose M.M. Kapolda Bali (Chief of Police of Bali Province) “The Soft Approach Strategy in Coping with Islamist Terrorism in Indonesia”

” Dalam menanggapi meningkatnya radikalisme, Indonesia telah mencoba untuk melakukan tindakan yang berhasil dengan dua pendekatan; penegakan hukum, dan saji approach. Teroris yang telah ditangkap tidak menyebabkan deradikalisme namun lebih banyak kontra ideologi tentang nilai jihad. Kontrak ideologi konflik ideal diri yang akan membentuk pola pikir seseorang terhadap seseorang. Akhirnya pola pikir akan menjadi kontrol untuk fungsi yang akan permanen dan melibatkan semua fungsi kognitif, abektif dan tingkah lakunya “.

Berikut 9 alasan kelompok radikal gunakan internet:
1. Menyebar propaganda;
2. Merekrut anggota;
3. Melakukan pelatihan;
4. Mengatur persediaan logistik;
5. Membentuk kekuatan paramiliter;
6. Mengatur rencana;
7. Melancarkan aksi teror;
8. Mengatur tempat persembunyian;
9. Penggalangan dana.

Brigadier General Ret. Ruseel D. Howard The Inaugural Director of the Combating Terrorism Center, USA ”Special Operation Against Terrorism” Bagaimana operasi yang dilakukan oleh Amerika dalam menghadapi isu terorisme, upaya-upaya operasi khusus yang dilakukan selama ini akan menjadi pembahasan, termasuk karakteristik organisasi, demografi, dan misi yang dijalankan ” .

Kelompok Teroris Negara Islam (IS) yang menang di Irak pada tahun 2014 telah kehilangan keunggulan. Saat ini bersifat defensif, berjuang untuk mempertahankan bentengnya di Irak dan Suriah. Ini kontras dengan situasi di tahun 2014 saat kelompok ini sedang naik daun. Dalam masalah ini, Rohan Gunaratna membahas serangan teroris profil tinggi baru-baru ini di Manila dan menyoroti ancaman yang ditimbulkan oleh Divisi IS Asia Timur di Filipina. Dia berpendapat bahwa serangan baru-baru ini, penyatuan berbagai kelompok militan di bawah payung IS dan bentrokan antara pasukan keamanan Filipina dan afiliasi IS di Bohol menunjukkan pengaruh IS yang semakin meningkat di Filipina, dan sebuah pengingat bahwa kelompok tersebut mencoba untuk memperluas ke utara. Artikel tersebut berpendapat bahwa ancaman IS kemungkinan akan meningkat di masa depan, dan memperingatkan bahwa penciptaan inti IS di Filipina tidak hanya menghadirkan ancaman domestik tapi regional dan internasional yang perlu ditangani dengan cepat.

Aksi Terorisme merupakan fenomena sosial dalam satu periode terakhir ini. Akar dari terorisme juga mengalami peningkatan; baik di tingkat nasional, regional maupun global. Ekskalasi dampak desktruktif yang ditimbulkan telah atau lebih banyak menyentuh multidimensi kehidupan manusia Masyarakat, internasional sepakat bahwa aksi terorr merupakan bentuk nyata dari pelecehkan nilai-nilai kemanusiaan, martabat bangsa, dan norma-norma agama.

Indonesia mengalami teror bom yang melanda berbagai daerah, kasus bom Bali 12 Oktober 2002 menyisakan histori yang tidak terlupakan Secara berkelanjutan dapat digambarkan selama dua tahun terakhir; bom Thamrin (14 Januari 2016), born mapolresta Surakarta, teror gereja Santo Yosef Medan, Bom gereja Oikumene Samarinda, Bom Majalengka, rencana bom istana negara, bom Tangerang, Kancana penyerangan pos polisi Senen, penembakan terhadap 2 anggota polri di Tuban, bom panci Bandung, bom Kampung Melayu, Penikaman anggota Polri di Mako Polda Sumut, penikaman terhadap 2 personel Brimob di Masjid Faletehan Jaksel, penyerangan Mapolres Dharmasraya Sumatera Barat.

Berbagai kejadian teror yang terjadi menunjukkan bahwa; pertama, teror dapat terjadi dan muncul dimana saja, seperti Indonesia, Philipina, Thailand, Afganistan. Pakistan, Arab Saudi, Turki, Inggris dan Amerika Serikat Hal ini memperlihatkan bahwa terorisme merupakan kejahatan global (global crimes). Kedua, dari pengungkapan aksi teror di Indonesia, pelaku adalah warga negara Indonesia dan telah menjadi bagian dari pelaku terorisme global. Kondisi ini menggambarkan akar-akar terorisme berkembang dalam kebudayaan masyarakat Indonesia. Ketiga, selama kurun lima tahun terakhir, nilai-» nilai sosial masyarakat Indonesia “kegotong royongan” telah kehilangan “roh”nya sehingga akar sosial ”sosial cepi ” masyarakat dalam membangun keamanan menjadi pudar.

Dampak dan implikasi teror tersebut sangat luas dan mendalam, mulai dari keamanan, kemanusiaan hingga politik dan perekonomian. Tanpa kompetensi yang memadai serta langkah antisipasi yang tepat, kerugian baik fisik, materiil dan sosial dari rangkaian teror tersebut sangat besar nilainya untuk ditebus oleh bangsa kita.(VEK)

Densus 88 Ringkus 3 Terduga Teroris

JURNAL123, JAKARTA.
Untuk memberikan  pengamanan  yang dilakukan hingga kini Densus 88 melakukan pencegahan berhasil menangkap tiga teroris baik di Sulawesi Tenggara Agung Alias Faruq, Muhammad Jeffry alias Abu umar dan Andi Rivan Alias Afif. Kedua tersangka teroris masih dalam pemeriksaan dikenakan pasal  ,sedangkan Muhammad Jeffry alias Abu Umar meninggal dunia karena sakit jantung dikenakan Pasal 15 jonto 7  (pemufakakatan melakukan TP)  Terorisme atau  pasal 13  menyembunyikan informasi  terkait TP Terorisme ) 

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri , Senin (19/2)2018 mengatakan  telah dilakukan penangkapan teroris yang terjadi di Sulawesi Tenggara dan Indramayu Jawa Barat .” Yang pertama saya mau sampaikan bahwa pada hari kamis 1 Febuari 2018 pukul 15.17 WIB di Kelurahan Jayabakri Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan Lingkungan Mambulu Selatan  telah di lakukan penangkapan tersangka tindak pidana  terorisme  atas nama  Agung Alias Faruq  tempat tangga lahir Tarengge, 17 Agustus 1982  Jalan Manggis Desa Tarengge, Kecamatan Wotu,  Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Tenggara Pekerja Wirasasta dan agama Islam,” ujarnya.

 

Selanjutnya, Setyo menegaskan Kedua, Pada Tanggal 7 F ebuari 2018 Pukul 15.17 WIB  di Jalan Raya Haurgelis di Desa  Cipancu, Kecamatan Haurgelis,Kabupaten  Indramayu,Proviinsi  Jawa Barat  telah dilakukan penagkapan tersangka tindak Pidana terorisme yaitu  Muhammad Jefri alias Abu Umar,Laki-laki  tanggal lahir 10 juni 1987 di Desa Kapuran, Kelurahan Pasar  Mandang Kecamatan Kota Agung,Kabupaten Tenggamus, Provinsi Lampung. Alamat Indramayu Jalan Galur Harapan RT 10 RW 03 Desa Mekar Jati  Kecamatan Haurgelis,Kabupaten Indramayu pekerjaam sebagai Pedagang Kebab telur , Agama Islam. “Ketiga Pada Rabu tanggal 7 Febuari 2018  Pukul 10.20 Wib digedung Kampung Setu RT 02 RW 06 Kelurahan Leuwimekar Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor Jawa Barat telah  dilakukan penangkapan tersangka terorisme yaitu Andi Rivan Munawar alias Afif, Jeniskelamin laki-laki ,Tanggal lahit ujungpandang , 14 Oktober 1996 ,alamat Jaklan Tidung IX STP B Blok 10  No.137 Kelurahan  Mapala,Kecamatan Rappocini, Kecamatan Makasar Provisi Sulawesi Selatan. Tidak Bekerja dan agama Islam,” tegasnya

 

Untuk itu, Setyo menjelaskan Keterlibatan  para tersangka dan mengetahui keberadaan tersangka tindak pidana terorisme atas nama  Agung alasi Faruq yang terlibat rencana penyerangan  Mapolres dan  Mako Brimob Toli-toli oleh kelompok Syamsuriadi Yang ditangkap bulan  Maret 2017.  Bersama Andi Rivan Munawar alias Afif Agung alias Faruq merencaanakan terror  berupa penyerangan  Pos Polisi. Pada Bulan Agustus 2017, Jeffri mengetahui perencanaan  pembauatan Bom Micro Nuc oleh Kelompok Young Farmer yang akan digunakan untuk menyerang Istana Negara dan PT Pindad.” Tersangka  mengakui terlibat dalam perkara tindak pidana terorisme  berupa pelemparan bom ke Mapolsek  Bontoala, Sulawesi Selatan pada 1 Januari  2018. Mengikuti kegaiatan pelatihan  fisik dalam rangka persiapan aksi( I’dad)  di daerah Curuq Pandawa 5 bersama-sama  Kelompok JAD  Subang pada tanggal 17 Januari 2018.  Muhammad Alias Abu  Umar perna ditangkap pada tanggal 13  Febuari 2016 di Kerawang, Jawa Barat Karena terlibat  dengan kasus peledakan Bom di Jalan Thamrin Jakarta pada tanggal 14  Januari 2016,” jelasnya

 

Lebih lanjut, Setyo merincinya Agung alias Faruq  terkait dalam perkara tindak  Pidana terorisme berupa rencana penyerangan terhadap Mapolres dan Mako Brimob di Toli-toli , Sulawesi Tengah  yang dilakukan oleh kelompok Anshor Daulah Toli-toli yang dipimpin oleh Mahbub dan Syamsuriadi. Kelompok Anshor Daulah  Toli-toli ini berhasil dicegah dengan penagkapan pada tanggal 9 Maret 2017. “Andi Rivan Munawar alias Afif  terkait dalam perkara tindak  pidana terorisme berupa  rencana penyerangan terhadap Mapolres dan Mako Brimob di Toli-toli Selawesi Tengah yang dilakukan oleh kelompok  Anshor  Daukah Toli-toli yang dipimpin oleh  Muhbub  dan Syamsuridi. Menyediakan tempat persembunyian bagi Agung alias Faruq  di rumahnya  di perumahan  Taman Gosyen , Panakukang, Kota Makasaar Sulawesi Selatan  Pada  bulan  April 2017 . Dirumah tersebut  juga  kemudian  Muhammad  Jefrry alias Abu Umar ikut bersembunyi sejak tanggal 22 Desember 2017 sampai  30 Desember 2017,” rincinya.

 

Jadi, Setyo menambahkan pasal yang dipersangkakan pada 3 tersangka Pasal 15 jonto 7  (pemufakakatan melakukan TP)  Terorisme atau  pasal 13  menyembunyikan informasi  terkait TP Terorisme ) Peraturan Pemerintah atau pengganti Undang-undang Republik Indonesia  Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan  Tindak Pidana Terorisme . “Ini  yang telah  ditetapkan menjadi undang-undang No. 15 Tahun  2003  tentangan Pembelian  Tindak Pidanaan  terorisme menjadi undang-undang Nomor 1 Tahub 2002  tentang  Pemberantasan terorisme menjadi undang-undang,” tambahnya. (VEK)