Category Archives: Nusantara

Densus 88 Ringkus 6 terduga Teroris di Bekasi dan Kalteng

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas, Kombes Pol Asep Adi Saputra di dampingi AKP Pol Multazam dan AKBP Alfian di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu(12/6)2019 mengatakan Densus 88 Meringkus 6 Pelaku Teroris, 4 Pelaku Teroris di Bekasi san 2 Pelaku Teroris di Kalteng.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Sesuai pengembangan dari aksi preemtif Struk pada 13 Desember 2018 yang lalu melakukan latihan militer digunung Salak Aceh denan sitilah Idat oleh Kelompok Abu Hamzah, akhirnya Densus 88 pada 10 juni dan 11 Juni 2019 melakukan penangkapan 6 orang  teroris dan 4  orang terorist di Bekasi dan dua orang di Kalimantan Tengah.

Menteri KLHK : 13 Perusahaan Ajukan Pengurangan Luas Lahan Untuk Diserahkan Ke Masyarakat

Menteri Kehutanan Dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya

Jurnal123.com – Berbagai konflik agraria yang terjadi dinilai kurang sehat bagi dunia usaha. Sejumlah perusahaan telah melakukan adendum yaitu pengurangan luas lahan atas inisiatif sendiri. Terdapat 13 perusahaan yang meminta adendum kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Densus 88 Polri Ringkus 2 Pelaku Teroris Keterkaitan Bom Bunuh di Diri di Kartosuro Jawa Tengah

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas, Kombes Pol Asep Adi Saputra di dampingi AKBP Alfian dan AKP Muhtazam di Mabes Polri di Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin(10/6)2019 saat memperlihat foto 2 pelaku teroris.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Setelah adanya aksi bom bunuh diri pada 3 juni di Kartosuro ,Jawa Tengah, dari pengembangan pemeriksaan RA akhirya Densus 88 berhasii meringkus 2 pelaku teroris antara lain tersangka AA alias Umar(30) di Lampung  dan tersangka S teryata keduanya bagian dari bom bunuh diri. .

Luar Biasa! Reborn Berkati Kota Tomohon Dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR)

Reborn Indonesia menyelenggarakan kebaktian kebangunan rohani yang diselenggarakan pada Minggu 9 Juni 2019, bertempat di Okoy Flower Garden And Resort Tomohon.

Kebaktian kebangunan rohani mengambil tema “Penuhilah Dengan Kekuatan Roh Kudus”. Tema yang diangkat berkaitan dengan momentum hari Pentakosta atau hari pencurahan Roh Kudus yang dirayakan oleh seluruh umat Kristen tepat dihari yang sama.

Kapolri Tegaskan Situasi Keamanan Nasional Stabil Sampai Hari ini

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat bersama Kadiv Humas , Irjend Pol Muhammad Iqbal di Masjid Mabes Polri, Jakarta, Rabu (5/6)/2019.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Menjelang  hari raya idul Fitri ,Rabu(5/6)219 situasi keamanan  nasional baik.  Hanya ada satu kejadian yaitu bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia( Kapolri), Jenderal  Tito Karnavian  mengatakan  bahwa situasi keamanan nasional  baik hingga Hari Raya Idul Fitri, Rabu (5/6) 2019″Hanya ada satu kejadian menonjol yang terjadi, yaitu upaya bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah,” ujarnya

Identitas Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura Sukoharjo Terungkap


Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel didampingi Pangdam IV/4 Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi saat memberikan keterangan pers di lokasi ledakan di Simpang Tiga Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6/2019) dini hari.
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI

Jurnal123.com – Identitas terduga pelaku ledakan bom bunuh diri di depan pos pantau lalu lintas di Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019) malam, diungkap.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang berada di lokasi mengatakan, terduga pelaku diketahui berinisial RA dan merupakan warga setempat.

Ledakan di Pospol Kartasura Diduga Bom Bunuh Diri

Ilustrasi Bom

Jurnal123.com – Ledakan terjadi di pos polisi yang berada di Jl. Ahmad Yani Bundaran Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6). Ledakan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Satu orang dikabarkan terluka.

Lokasi ledakan ini terjadi di jalur ramai, pertigaan jalan Solo-Yogya dan tak jauh dari pemukiman warga.

Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto Tinjau Pelabuhan Merak Dan Bakauheni

Wakapolri, Komjen Pol Ari Dono Sumanto didampingi Kapolda Banten Brigjend Pol Tomsi Tohir di temui di Pelabuhan Merak, Provinsi Banten , Jumat(31/5)2019 saat mengunjungi Pelabuhan Merak dalam operasi Ketupat.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com –  Upaya dalam pengawasan dan pengamanan selama bulan ramadhan dan jelang Idul Fitri dalam operasi ketupat selama 10 hari,  Wakil Kepala Kpolisian Negara Republik Indonesia(Wakapolri), Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengunjungi Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni Lampung.Adanya peningkatan 4 persen sampai 56 persen untuk roda 4 dan 200 persen untuk roda 2. 

Wakapolri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di temui di Pelabuhan Merak, Provinsi Banten, Jumat(31/5)3’2019 mengatakan  Jadi Operasi Ketupat yang dilaksanakan tahun ini berjalan sekitar 10 hari. Hari ini kita melaksanakan kontrol kegiatan-kegiatan pengamanan untuk saya dan rombongan pasti dapat tugas untuk wilayah lampung dan Cilegon , kemudian Pak Kapolri arah Timur. “Dari hasil pemantauan  saya memang laporan dari Kapolda sudah ada bahwa beberapa hari lalu ada peningkatan kendaraan yang melintas kendaraan roda 4 sampai 56 persen kemudian kendaraan roda 2 ada 200 persen lebih,” ujarnya.
Selanjutnya, Ari Dono menegaskan tapi saya lihat juga pelayanan dari Pelabuhan dan pemerintah daerah itu cukup signifikan untuk kesiapan fasilitas-fasilitas yang ada. “Tadi sempat saya juga tanya kepada masyarakat pengguna roda 2 bagaimana kondisi mereka masuk di Pelabuhan dan situasi keamanan . Mereka merasa sangat puas karena memang fasilitas untuk dia masuk ke Pelabuhan, kemudian kenyamanan ada tenda dan sebagainya mereka sangat puas,”.tegasnya
Ketika ditanya terkait dengan pengamanan di sekitar Pelabuhan Merak. Apakah akan siterjunkan satuan khusus seperti anti teror atau Gegana, Ari Dono menjelaskan kalau pengamanan jumlah kesiapan kita sudah disiapkan , tentunya alat bantu kita di tv sudah tergelar di semua sudut untuk preventif ya dengan harapan dengan pemasangan CCTV . “Itu orang yang mau berniat jahat itu sudah mencegah niatnya mengurung niatnya tidak melakukan kejahatan. Untuk pasukan khusus pasti kita siapkan  untuk antisipasi terjadi sesuatu kita segera cepat bertindak. Insya Allah itu tidak akan terjadi,” .jelasnya.
Menyingung evaluasi dari kunjungan bapak adakah titik rawan yang harus segera dilakukan pemudik, Ari Dono merinci tadi yang saya sampaikan semua yang perlu kita siapkan adalah jalur ini jalur orang yang mau memang mau mudik sehingga mental mereka sudah siap kalau terjadi kemacetan  dan lain sebagainya.Fenomena mudik sudah kita ketahui bersama untuk indonesia mudik pasti macet .” Ah macet yang lalu.kita harapan itu tidak seperti yang sekarang yang kita hadapi dan sekarang Pemerintah sudah mempersiapkan tadi dengan fasilitas tenda-tenda, kemudian ada kipas angin yang pakai air dan kemudian di tol mungkin bisa dipersiapkan tol sampai panjang seperti toilet mobile seperti itu sudah bagus,”rincinya.
Untuk prediksi arus puncak angkutan mudik, Ari Dono  mengungkapkan ya, arus puncak liburnya agak panjang yang bolos atau memang curi start itu sudah kemarin dan sudah berangkat.” Kalau yang disiplin masih ngantor hari ini. Kemungkinan nanti besok malam ada arus puncak.Personil pengamamanan dipersiapkan, Ada 1700. Masukan dari Polri terkait dengan manyfes penumpang, Ya, masukan untuk tahun berikutnya mungkin bisa di jual tiket on line akan dibuka,” ungkapnya.
Jadi, Ari Dono menambahkan  Tiket on line bisa di beli sebelum masuk res area , belum masuk disini dia sampai res area dia berhenti sambil menunggu mungkin ada informasi bahwa kondisi pelabuhan jumlah penumpang sekian, kemacetan sekian dipersilakan menunggu di era area.” Bisa belok res area dan beli tiket di res area, demikian. Untuk kecepatan cukup dengan teknologi E KTP,” tambahnya. (Vecky Ngelo).

4 Tokoh Nasional Jadi Target Pembunuhan Saat Kerusuhan 22 Mei

Kapolri,Jenderal Pol Tito Karnavian. ( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap empat tokoh yang menjadi target pembunuhan saat kerusuhan Jakarta. Tokoh-tokoh tersebut termasuk dari kalangan pejabat.

“Betul (jadi target pembunuhan). Pak Wiranto (Menko Polhukam), Pak Luhut (Menko Kemaritiman), yang ketiga Kepala BIN (Budi Gunawan), keempat Pak Gories Mere,” kata Tito di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Dia menyebut ada satu lagi yang menjadi dari target kejahatan tersebut. Namun dia enggan menyebut nama orang yang berasal dari tokoh lembaga survei.

“Yang survei saya enggak mau sebut,” kata dia.

Polisi sebelumnya menangkap kelompok penyusup aksi damai di Jakarta pada 21-22 Mei yang berakhir dengan kerusuhan Jakarta. Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka yang melakukan jual beli senjata api (senpi) ilegal membunuh tokoh nasonal dan pimpinan lembaga survei.

“(Tokoh nasional yang akan dibunuh) itu pejabat negara, tapi bukan presiden,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Kantor Kemenkopolhukan, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Para tersangka, ungkap Iqbal, telah melakukan sejumlah survei sebelum membunuh targetnya dalam kerusuhan Jakarta.

“Sudah digambar, di-mapping oleh mereka. Setting-nya negara ini akan goyang, tapi Allah sayang sama negara ini, kami akhirnya mengungkap kasus ini,” kata dia.

“Tersangka diminta membunuh dua orang tokoh nasional. Kemudian tersangka mendapat perintah membunuh dua tokoh nasional lainnya. Jadi empat target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional,” ungkap Iqbal.

Selain berencana membunuh empat tokoh nasional, sambungnya, kelompok ini juga menargetkan pembunuhan terhadap pimpinan lembaga survei.

“Pada April 2019, selain ada perencanaan membunuh target ada juga perintah lain untuk membunuh seorang pimpinan satu lembaga swasta, lembaga survei. Tersangka sudah mensurvei rumah orang tersebut dan diperintahkan untuk mengeksekusinya,” kata Iqbal.(LIP/VEK)

Peroleh Tambahan Anggaran Lewat BA BUN : MA Prioritaskan Implementasi E-Court dan Perumahan Hakim

Sekretaris Mahkamah Agung A. S. Pudjoharsoyo

Jurnal123.com – Pemerintah memberikan tambahan anggaran kepada Mahkamah Agung sebesar 413 milyar rupiah lewat BA BUN. Tambahan tersebut mayoritas akan dipergunakan untuk memastikan kesiapan pengadilan-pengadilan menerapkan pengadilan elektronik (e-court). Sisanya akan dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan hakim melalui penyediaan bantuan sewa rumah bagi hakim yang tidak mendapatkan rumah dinas, renovasi rumah dinas hakim yang mengalami kerusakan, serta penyediaan sarana laptop bagi hakim untuk memperkuat implementasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Mahkamah Agung, A. S. Pudjoharsoyo dalam rapat koordinasi bersama jajaran Badan Urusan Administrasi (BUA) Rabu (22/05/2019) kemaren di ruang kerjanya.

Penambahan anggaran melalui BA BUN ini, menurut Pudjoharsoyo, berbeda dengan melalui penganggaran kementerian/lembaga (K/L). Peruntukannya bersifat terbatas dan harus dipergunakan secara optimal agar dapat terserap habis sesuai dengan maksud peruntukannya.

Dua Prioritas Peruntukan

Oleh karena peruntukannya terbatas dan tidak dapat direvisi, tambahan anggaran tersebut akan diperuntukkan bagi pembiayaan program prioritas Mahkamah Agung menuju era baru peradilan modern berbasis teknologi informasi terpadu. “Prioritas tersebut antara lain memperkuat kesiapan implementasi e-court di pengadilan tingkat pertama dan banding serta penyediaan bantuan sewa rumah hakim dan renovasi rumah hakim,” ungkap Pudjoharsoyo.

Untuk memperkuat kesiapan implementasi e-court Mahkamah Agung mengalokasikan 70 persen dari total tambahan anggaran tersebut atau sekitar 293 milyar rupiah. “Pimpinan Mahkamah Agung sudah mencanangkan agar per 13 Juli 2019 seluruh pengadilan di Indonesia sudah siap untuk menerapkan e-court,” ujar Pudjoharsoyo.

Kesiapan tersebut, lanjut Pudjoharsoyo, bukan hanya pada aspek teknologi informasinya saja, tetapi juga kesiapan sarana dan prasarana serta sumber daya manusianya di pengadilan, baik tingkat pertama maupun banding.

Karena itu, lingkup pengembangan e-court yang akan didukung oleh tambahan anggaran tersebut mencakup pengadaan jaringan internet untuk 85 pengadilan baru, penambahan daya listrik untuk 910 satuan kerja tingkat pertama dan banding, penambahan bandwidth, pengadaan server, rak server dan UPS server, sewa mesin fotokopi yang berfungsi sekaligus sebagai mesin scan, pengadaan personal computer (PC) untuk pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) beserta UPS-nya, pengadaan LCD untuk memonitor implementasi e-court dan SIPP di tingkat banding serta pengadaan corner e-court (layanan e-court mandiri) di pengadilan.

Karena penambahan anggaran ini akan mulai efektif per 1 Juni 2019, Pudjoharsoyo berharap agar target pimpinan Mahkamah Agung untuk implementasi pengadilan elektronik (e-court) di pengadilan pada bulan Juli 2019 dapat tercapai. “Ini menjadi wujud nyata dari komitmen kita untuk menuju era baru peradilan modern berbasis teknologi informasi,” tegas Pudjoharsoyo.

Sementara itu, prioritas berikutnya berkaitan dengan perumahan hakim selaku pelaksana kekuasaan kehakiman. Oleh karena jumlah rumah dinas yang tersedia saat ini belum sebanding dengan jumlah hakim, maka perlu dipikirkan mekanisme lain untuk mengatasi kekurangan rumah dinas ini. “Pemberian bantuan sewa rumah bagi hakim yang tidak menempati rumah dinas merupakan salah satu solusinya,” ujar mantan Ketua PN Pekanbaru tersebut.

Adapun bagi hakim yang menempati rumah dinas, dialokasikan dana untuk renovasi rumah dinas yang prosentase kerusakannya berkisar antara 45% sampai 65%. Di bawah itu masih dapat menggunakan biaya pemeliharaan.

“Bantuan sewa rumah ini tidak berlaku bagi hakim yang di tempat kerjanya memiliki rumah sendiri,” ujar Pudjoharsoyo menjelaskan.

Di luar kedua prioritas ini, Mahkamah Agung juga mengalokasikan anggaran tambahan tersebut untuk rehab gedung Pengadilan Tata Usaha Mataram yang terkena musibah gempa Lombok beberapa waktu lalu.

Peluang Sekaligus Tantangan

Menurut Pudjoharsoyo, perolehan tambahan anggaran ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Mahkamah Agung. “Peluang karena target Mahkamah Agung untuk implementasi e-court dan memberikan kesejahteraan bagi hakim terbuka lebar dengan adanya penambahan anggaran ini,” ungkap Pudjoharsoyo.

Betapa tidak, lanjut Pudjoharsoyo, selama beberapa tahun terakhir anggaran Mahkamah Agung cenderung stagnan, meskipun terdapat penambahan satuan kerja baru sebanyak 85 satuan kerja. Hal ini menjadi dinamika tersendiri bagi Mahkamah Agung untuk mengalokasikan anggaran yang dimilikinya.
Kendati demikian, peluang ini juga sekaligus tantangan bagi Mahkamah Agung dalam pengelolaan anggaran. Karena penambahan anggaran ini akan berimplikasi pada tiga hal sekaligus. Pertama, kualitas perencanaan dan penganggaran (quality of planning and budgeting). Oleh karena penambahan anggaran melalui BA BUN ini bersifat terbatas dan tidak memungkinkan untuk direvisi, maka Mahkamah Agung dituntut untuk membuat perencanaan yang matang dengan dukungan pendataan yang akurat.

Kedua, masih berkaitan dengan poin pertama, dengan perencanaan yang matang dan terukur, maka suatu kementerian/lembaga dapat mencapai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) yang lebih baik. Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 195/PMK.05/2018 tentang Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Belanja K/L, Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) adalah indikator yang ditetapkan oleh kementerian keuangan selaku BUN untuk mengukur kualitas kinerja pelaksanaan anggaran belanja Kementerian Negara/Lembaga dari sisi kesesuaian terhadap perencanaan, efektifitas pelaksanaan anggaran, dan kepatuhan terhadap regulasi.

“Kita berharap dengan perencanaan yang baik kita dapat meraih IKPA yang lebih baik,” ujar Pudjoharsoyo.

Dan ketiga, pencapaian outcome dari penambahan anggaran, terutama dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat pencari keadilan dan meningkatkan indeks persepsi korupsi di lingkungan peradilan.

“Dalam hal ini, Mahkamah Agung tetap berkomitmen untuk mempertahakan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraihnya selama 6 tahun berturut-turut serta meningkatkan indeks SAKIP yang diraih tahun lalu,” pungkas Pudjoharsoyo. (

Sumber : Humas MA/Mohammad Noor