Category Archives: Nusantara

Terkait Pembakaran Kendaraan di Grobogan, Akhinya Polisi Kaji Hasil Rekaman CCTV

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedy Prasetyo di Mabes Polri (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Terkait dengan upaya pengungkapan pembakaran sejumlah kendaran bermotor di Jawa Tengah, akhirnya pihak Kepolisian RI sedang menganalisis hasil rekaman closed circuit television (CCTV).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan ,Kamis(14/2)2019 mengatakan rekaman CCTV yang ditemukan tim khusus merekam kejadian di daerah Grobogan. “Langkah yang sudah dilakukan saat ini sedang melakukan suatu kajian yang komprehensif terhadap CCTV yang berhasil ditemukan oleh Satgas timsus,” ujarnya.

 Selanjutnya, Dedi menegaskan sedang mencari informasi mengenai nomor polisi sepeda motor yang digunakan terduga pelaku. ” Selain itu, mereka juga mencoba menggali postur tubuh atau wajah dari seorang terduga pelaku yang terekam CCTV. Nantinya, wajah yang berhasil diidentifikasi akan dihubungkan dengan data KTP elektronik (e-KTP),” tegasnya. 

Untuk itu, Dedi menjelaskan ungkapkan wajah dari terduga pelaku masih belum terlalu jelas karena CCTV yang merekam kejadian tidak memiliki resolusi yang tinggi. “Wajahnya masih agak kabur, CCTV yang digunakan kadarnya kelas 3 padahal yang diharapkan minimal kelas 1-2 yang memiliki high (resolution),” jelasnya. 

 Lebih jauh, Dedi meinci kendati demikian, rekaman tersebut masih akan dicoba untuk dianalisa di laboratorium Inafis. Jika nantinya tak berhasil, Polri akan mengirim datanya ke London, Inggris. “Nanti kita akan menganalisa itu dari laboratorium ada di Inafis, jika tidak bisa nanti kita akan kirim ke London dalam bentuk penguatan wajah,” rincinya. 

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan teror pembakaran sejumlah kendaraan di wilayahnya ditujukan untuk menakuti masyarakat.” Berdasarkan rangkuman dari sejumlah kejadian, motif pembakaran diduga hanya untuk menakut-nakuti,” ujarnya.. 

 Selanjutnya, Condro  menegaskan, polisi serius mengungkap persoalan teror pembakaran kendaraan dan menuntaskan kasus ini dengan cepat. Polisi hingga kini masih mengumpulkan barang bukti terkait di tahap penyelidikan. “Kepolisian belum dapat mengungkap kasus ini karena minimnya barang bukti. Kejadian teror yang rata-rata dilakukan pada dini hari atau menjelang subuh itu tidak banyak ada saksi yang melihat kejadian,” tegasnya. (Vecky Ngelo)

Polri Ungkap Anak Kandung Santoso Bergabung dengan Ali Kalora Cs


Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri,Jakarta Selatan Kamis(14/2)2019 mengatakan Satuan Tugas Operasi Tinombala akhirnya mengungkap kan ada tambahan 1 orang anggota baru dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur(MIT) pimpinan Ali Kalora.(Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Upaya pengejaran yang dilakukan terus oleh Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala dan akhirnya mengungkapkan, ada tambahan satu orang anggota baru dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan, Kamis(14/2)2019 mengatakan, anggota baru tersebut adalah anak kandung pimpinan terdahulu MIT Santoso. “Satgas berhasil mengidentifikasi satu orang DPO lagi yang ikut bergabung ke kelompok Ali Kalora, yaitu anak kandung Santoso,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan penetapan anggota baru kelompok tersebut dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) akan segera dilakukan.  Terkait perekrutan anak kandung Santoso tersebut sebagai anggota, Dedi mengaku hal itu masih dalam proses penelusuran. “Antara direkrut dan inisiatif sendiri karena datang ke hutan. Ali Kalora ini lagi diidentifikasi dan nanti akan segera diterbitkan DPO,” tegasnya. 

untuk itu, Dedi menjelaskan selain  mengidentifikasi anggota baru, Satgas juga telah menangkap seorang kurir yang diduga terafiliasi dengan kelompok tersebut. “Satgas menangkap kurir simpatisan DPO. Ini sudah dilakukan penangkapan kurir-kurirnya dan dalam pemeriksaan,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Dedi merinci selanjutnya para kurir diketahui bertugas membawa logistik untuk kelompok tersebut dengan menggunakan karung dan dipikul. ” logistik tersebut dibawa dengan cara dipikul karena jalur di daerah tersebut terbatas. “Tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok teroris itu di daerah sekitar Poso. Cara yang dilakukan pihak kepolisian mulai dari menguasai jalur-jalur logistik kelompok itu, memantau jalur komunikasi, hingga menggandeng keluarga anggota kelompok Ali Kalora cs agar mau menyerahkan diri,” rincinya. 

Dari info yang ada, Dedi ,mendaskan  aparat yang tengah membawa jenazah RB alias A (34), warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng, ditembaki sekelompok orang bersenjata yang diduga kelompok Ali Kalora, pada 31 Desember 2018.” Penembakan dilakukan saat salah seorang petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan. Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka,” . tandasnya. (Vecky Ngelo)

Polri Kirim 322 Anggotanya Untuk Misi Perdamaian Dan Kemanusiaan PBB

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat melepas keberangkatan 322 personel Polri untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/2)2019.(Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB),  akhirnya. Kepolisian RI melepas keberangkatan sebanyak 322 personel untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka akan dikirim ke sejumlah negara seperti Afrika Tengah, Sudan, dan Kongo.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di gedung Rupatama Mabes Polri ,Jakarta Selatan ,Kamis (14/2)2019 mengatakan merasa bangga dengan kontribusi Indonesia dalam misi PBB tersebut. “Ini adalah salah satu prestasi dan kebanggaan karena dipercaya oleh PBB untuk kembali di 2019 mengirimkan jumlah personel cukup banyak ke beberapa negara,” ujarnya. 

Selanjutnya, Tito menegaskan sebanyak 140 personel tergabung dalam Satuan Tugas Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 1 United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA). Terdapat 14 polwan dalam satgas yang akan diberangkatkan ke Afrika Tengah ini.” Berikutnya adalah Satgas Garuda Bhayangkara II FPU 11 United Nation and African Union Mission in Darfur (UNAMID), yang terdiri dari 180 personel.    Satgas yang akan dikirim ke daerah Darfur, Sudan, tersebut, menjalankan misi berkelanjutan dan akan menggantikan personel yang sudah bertugas di daerah tersebut,”tegasnya. 

Untuk itu, Tito menjelaskan  Indonesia juga akan mengirimkan 2 orang calon petugas individu Polri atau individual Police Officer (IPO) ke Kongo untuk misi The United Nations Orgri iianization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO). “Saya berharap para anggota misi tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik serta membanggakan Indonesia. Sekali lagi mohon doa restu dari seluruh bangsa Indonesia agar anggota Polri yang saat ini diberikan amanat dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat dan membawa nama baik bangsa dan institusi,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi  mengatakan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia menjadi salah satu faktor Imdonesia bisa menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.”Kita sangat bangga bahwa peacekeeper Indonesia selama ini telah membawa nama baik RI di luar negeri. Dan kita berhasil duduk di dalam anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, salah satunya adakah karena faktor kontribusi kita dalam peacekeeping operation,” ujarnya (Vecky Ngelo)

Polisi Terus lakukan Pengejaran Kelompok Ali Kalora Cs

Daftar Pencarian Orang(CPO) Tindak Pidana Terorisme yang dikejar. (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Upaya memberangus para  teroris  terus sajak dilakukan bukti kini Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala masih melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. 

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Syahar Diantono ditemui di Mabes Polri, Rabu(13/2)2019 mengatakan satgas masih melakukan pengejaran di daerah pesisir Poso, Sulawesi Tengah. “Melakukan pengejaran di pesisir Poso, wilayah pegunungan,”ujarnya 

Selanjutnya, Syahar menegaskan pengejaran dilakukan menyusul penembakan terhadap dua polisi yang tengah membawa jenazah korban mutilasi di Dusun Salubose, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. satgas juga melakukan penyekatan di daerah pengejaran.Tujuannya, terang dia, untuk mempersempit ruang gerak kelompok tersebut,” tegasnya.

Untuk itu, Syahra menjelaskan  apalagi, lokasi tersebut merupakan pegunungan yang cukup menghambat pengejaran. “Melakukan penyekatan, ada 9 sekat, penyekatan pengejaran, untuk mempersempit ruang gerak daripada Ali Kalora cs,” jelasnya.

Sebelumnya, aparat yang tengah membawa jenazah RB alias A (34), warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng, ditembaki sekelompok orang bersenjata yang diduga kelompok Ali Kalora, pada 31 Desember 2018. Penembakan dilakukan saat salah seorang petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan. Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka. (Vecky Ngelo)

Polri Tegaskan Tersangka HK Mau Dijadikan Algojo ISIS

Kepala Bagian Penerangan Umum, Konbes Pol Syahar Diantono ditemui di Mabes Polri.(Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Keberhasilan meringkus HK alias Wahyu Nugroho  alias Uceng di Bandara Soekarno Hatta msu ke Surya, ternyata HK mau dijadikan penghubung mengatikan Abdul Wahid sebagai algojo ISIS. Pasalnya ia mengusai diIndonesia dan terakhir terliba kasus di Jogjakarta melakukan penyerangan. 

Kepala Bagian Penerangan Umum, Kombes Pol Syahar Diantono di Mabes Polri,Rabu (13/2)2019 mengatakan   Indonesia kan agak lebih aman,dulu kalau ada kejadian bom di Eropa pasti konek di Indonesia sekarang tidak ada. “Jadi mereka yang disana mau cari penghubung sosoknya yang mau di jadikan Hadi Kuncoro,” ujarnya.

Selanjutnya, Syahar menegaskan kenapa dia karena dia satu-satu yang saat ini menguasai jaringan di Indonesia. Kan Hadi Kuncoro (HK) terlibat di Jogjakarta. Itu penyerangan terakhir, ” tegasnya.

Untuk itu, Syahar menjekaskan rekam.jejak Abdul Wahid adalah alumnus Pondok Pesantren Almukmin ruki terus saat ini jejaknya dan saat kerusuhan Ambon dia dikabarkan ikut berjihad disana. “Kan dia punya saudara kembar dimana sauadara kembar tewas dalam kerusuhan di Ambon juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syahar merinci Abdul Wahid melanjutkan sekolahnya Universitas Ibnu Saud Arab Saudi. Tahun 2000 terlibat jaringan Jemaah Islamiah dan dia salah satu yang dekat dengan Nurdin M Top. “Dia juga penyalur uang dari Timur Tengah kepada Nurdin M Top. 2004 dia ditangkap okey Pemerintahan Filipina karena kedapatan tidak memiliki dokumen ,membawa pistol dan bahan peledak,” rincinya.

Jadi, Syahar membeberkan  Abdul Wahid  Sempat mendekam selama 9 tahun. Abdul Wahid sempat di tayangkan dan menjadi sorotan aparat keamanan muncul videonya propaganda ISIS. “Terkait semua jejak rekannya Abdul Wahid ternyata sosok yang sangat penting alat propaganda ISIS. Bahkan dia sosokkan sebagai salah seorang algojo ISIS yang mempunyai pengaruh besar . Nah babak terakhir Januari 2019 tewas karena serpihan tank di Surya, bebernya.

Disinggung  keterlibatannya di di Bom Bali 2 bersama konflik di Poso, Syahar mengakui Ya,itu termasuk ada kaitan dengan itu bersama Bahrun Naim dan Abdul Jamdal.” ini perlu digali sehingga semua terbongkar, akunya. (Vecky Ngelo) 

KPK Periksa 12 Anggota DPRD Jambi Terkait Kasus Uang Ketuk Palu

Kantor KPK Jakarta

Jurnal123.com – KPK memanggil 12 anggota DPRD Provinsi Jambi terkait kasus dugaan suap. Di antaranya, ada 3 anggota DPRD yang telah jadi tersangka, yakni Cekman, Parlagutan Nasution dan Tadjudin Hasan.

“Setelah kemarin dilakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi dari unsur pimpinan dan anggota DPRD Jambi, hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

Pemeriksaan itu dilakukan di Polda Jambi. KPK berharap para saksi hadir dan memberi keterangan yang sejujurnya.

“Kami ingatkan agar para saksi yang dipanggil dapat memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya pada penyidik,” ucapnya.

Berikut para anggota DPRD Provinsi Jambi yang dipanggil sebagai saksi hari ini:

1. Cekman, Anggota DPRD Provinsi Jambi
2. Parlagutan Nasution, Anggota DPRD Provinsi Jambi
3. Tadjudin Hasan, Anggota DPRD Provinsi Jambi
4. Hasani Hamid, Anggota DPRD Provinsi Jambi
5. Suliyanti, Anggota DPRD Provinsi Jambi
6. Karyani, Anggota DPRD Provinsi Jambi
7. Nasri Umar, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jambi
8. Nurhayati, Anggota DPRD Provinsi Jambi
9. Emi Nopisah, Staf Sekretaris Dewan Provinsi Jambi
10. Mauli, Anggota DPRD Provinsi Jambi
11. Yanti Maria Susanti, Anggota DPRD Provinsi Jambi
12. Sofian Ali, Anggota DPRD Provinsi Jambi
13. Rahima, Anggota DPRD Provinsi Jambi (meminta penjadwalan ulang karena sedang tidak berada di Jambi).

Kasus ini merupakan lanjutan dari rangkaian kasus suap yang melibatkan mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. KPK pun menetapkan 12 anggota DPRD Provinsi Jambi sebagai tersangka suap ketuk palu.

Kedua belas tersangka itu diduga KPK mengumpulkan anggota fraksi untuk menentukan sikap terkait pengesahan RAPBD Jambi, membahas dna menagih uang ketuk palu. KPK menduga ada jatah Rp 400 juta hingga Rp 700 juta untuk tiap fraksi.

Total suap itu diduga berjumlah Rp 16,34 miliar untuk RAPBD TA 2017 dan 2018. Selain 12 anggota DPRD Jambi, KPK juga menetapkan 1 pihak swasta, Joe Fandy Yoesman alias Asiang sebagai tersangka karena diduga memberi duit Rp 5 miliar ke Plt Kadis PUPR Jambi Arfan.(DEN)

31 Maret Diusulkan Hari Keselamatan Berlalu Lintas

Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri memberikan keterangan kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat.(Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga mampu membawa masyarakt akan kesadaran berlalu lintas menjadi hal yang utama. Sehingga di usulkan 31 Maret menjadi hari keselamatan berlalu lintas. 

Kepala Korlantas Polri Irjen Refdi Andri ditemui di kantor NTMC, Selasa (12/2)2109 mengatakan dan mengusulkan 31 Maret untuk diperingati sebagai “Hari Keselamatan Berlalu Lintas”. “Harus ada momen untuk membawa masyarakat sadar bahwa keselamatan adalah hal yang utama. Alangkah baiknya bila kami usulkan 31 Maret untuk menjadi Hari Keselamatan Berlalu Lintas,” ujarnya.

Selanjutnya, Feldi menegaskan  usulan itu berawal dari kegiatan “Millennial Road Safety Festival” (MRSF) yang merupakan kampanye keselamatan berlalu lintas bagi kaum milenial. Kemudian pihaknya ingin agar program kampanye MRSF bisa menjadi budaya dan berkelanjutan dari tahun ke tahun sehingga akhirnya pihaknya mengusulkan 31 Maret 2019 untuk ditetapkan sebagai Hari Keselamatan Berlalu Lintas.” Alasan pemilihan tanggal tersebut dan  hari tersebut bertepatan dengan puncak kegiatan Millennial Road Safety Festival. Tanggal 31 Maret 2019 adalah hari puncak pelaksanaan MRSF.  Ini momentum bagaimana program ini berkelanjutan dari tahun ke tahun,” tegasnya. 

Jadi, Feldi menjelaskan untuk mewujudkan wacana pencanangan peringatan Hari Keselamatan Berlalu Lintas, Polri mengadakan serangkaian diskusi bersama perwakilan kementerian lembaga, pengamat transportasi, sejumlah ahli dan akademisi. “Kami minta masukan dari ahli, pengamat transportasi, kementerian lembaga sehingga ide pencanangan ini bisa benar-benar matang,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Refdi menandaskan  pencanangan Hari Keselamatan Berlalu Lintas dinilainya penting, sebagai salah satu upaya agar jumlah kecelakaan dan jumlah korban kecelakaan lalu lintas menurun. Targetnya, keselamatan menjadi hal yang utama, korban kecelakaan menurun sehingga pada 2035, tidak ada lagi laka lantas alias ‘zero accident’,” tandasnya.(Vecky Ngelo)

Polda Bengkulu Gelar Milinial Road Safety Festival Dipadati 40.000 Kaum Milenial

Kapolda Bengkulu, Brigjend Pol Supratman didampingi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersanma pejabat yang lain, saat di Pantai Panjang mengadiri acara MilinialRoad Safety Festival. (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Dalam melepas kegiatan milinial Road Safety Festival dipadati 40.000 para milinial untuk kota Bengkulu .Ajakannya mari kita taat agar stop kecelakaan, karena berawal dari pelanggaran untuk itu taat pada peraturan lalu lintas yang ada.

Kapolda Bengkulu, Brigjend Pol Supratman di temui di Pantai Panjang, Bengkulu, Minggu, (10/2)2019 mengatakan saya sama Pak Gubernur dan Pak Danrem . “Alhamdulilah berkat dukungan semua warga masyarakat kota Bengkulu kegiatan milinial Road Safety Festival untuk kota Bengkulu  sukses,” ujarnya.

Selanjutnya, Supratman menegaskan Animo masyarakat luar biasa mungkin ini pikiran saya sekitar 40.000 peserta. “Mudah-mudahan ini menjadi momentum kita, Pak Gubernur mensport betul masalah ini,”  tegasnya.
Ketika ditanya pesertanya dari kalangan mana saja, Supratman menjelaskan ya tentunya milinial, kan sesuai dengan judul milinial.” Mereka adik-adik kita dari SMA,rekan-rekan kita dari mahasiswa juga ada termasuk kalangan masyarakat kota Bengkulu yang sekarang antusias sekali untuk melihat ini,” jelasnya.

Untuk itu, Supratman menandaskan dengan pesan-pesan tadi kita berharap Pak Gubernur stop untuk kecelakaan lalu lintas semua berawal dari pelanggaran .” Maka dari sekarang kita sudah mulai untuk generasi-generasi mudah taat peraturan lalu lintas yang ada ditempat kita,” tandasnya.
Disinggung selain fasilitas dan jalan yang jelek ini apa tidak akan berpengaruh, Supratman mengakui
Kecelakaan lalu lintas penyebabnya beberapa faktor selain  human eror manusianya sendiri sarana prasarana jalan, ini juga tempat-tempat sarana yang memang ada yang memang kurang pas dan Bapak Gubernur sudah mulai.” Contohnya ini Pantai Panjang ini beliau sudah mulai agak-agak jelek dan beliau sudah mulai janji sebentar lagi aspal sampai ke ujung sungai sana selesai. Ini salah satu program beliau termasuk rambu-rambu lalu lintas nanti kita kerja sama dengan Yusuf,” akunya.
Saat ditanya persentasi berapa jenderal korban lalu dari kaum milinial, untuk Provinsi Bengkulu, Supratman membeberkan usai produktif kaum milinial hampir 50 peran itu korban dari adik-adik kita makanya kita susun program untuk mereka.”Testimoni-testimoni ini supaya mereka melihat karena mereka juga jadi korban,” bebernya.

Apakah kegiatan-kegiatan seperti ini akan ada kelanjutan, Suparman mengungkapkan Kita coba ,ya kita sambil meningkatkan kota Bengkulu kita sampaikan kepada masyarakat yang lain yang diposisi-posisi lain bahwa kota Bengkulu memang sudah layak seperti itu. Wisata-wisata lain.”Kita tindak lanjuti nanti dengan komunitas-komunitas yang ada akan berlanjut nanti,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Gubernur Bengkulu  Rohidin Mersyah mengatakan ajakannya stop pelanggaran dan stop kecelakaan akan keselamatan yang tentunya di pelopor generasi milinial . “Karena kecelakan tertinggi di generasi milinial. Kita semua menjadi pelopor berlalu lintas,” ujarnya.( Vecky Ngelo)

Pemkot Bekasi Pastikan Kartu Sehat Tetap Berlaku

Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto

Jurnal123.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan, penggunaan Kartu Sehat (KS) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) masih tetap berlaku baik bagi peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) BPJS Kesehatan yang aktif maupun anggota BPJS Kesehatan yang tidak aktif. Tahun ini, Pemkot Bekasi menggelontorkan dana sekitar Rp 390 miliar untuk membayar klaim penggunaan KS bagi warga Kota Bekasi.

‎”Kartu sehat tidak ada perubahan, masih bisa digunakan di Kota Bekasi. Kartu sehat berbasis NIK ini, walau tanpa membawa kartu sehatnya pun, sudah bisa dilayani dengan menunjukkan KK (kartu keluarga) atau KTP elektronik,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Senin (11/2).
Beberapa hari belakangan, beredar kabar bagi peserta JKN aktif, yang rutin membayar iuaran tiap bulan, tidak dapat menggunakan KS Berbasis NIK ini. KS ini dapat berlaku, hanya diperuntukkan bagi perserta JKN tidak aktif, alias peserta yang tidak mampu membayar iuran JKN tiap bulan. Namun, Pemkot Bekasi membatah hal tersebut.‎”Bagi peserta BPJS Kesehatan yang membayar iuran secara rutin per bulan, tetap bisa menggunakan kartu sehat,” tuturnya.

Dia menambahkan, penggunaan kartu sehat atau JKN sebagai pilihan warga, apakah menggunakan KS Berbasis NIK atau menggunakan BPJS Kesehatan. “Yang penting warga, mau dirawat di Kelas III bagi pengguna KS Berbasis NIK,” bebernya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, ‎menambahkan hanya peserta BPJS Kesehatan mandiri yang bisa menggunakan KS Berbasis NIK. Sedangkan peserta JKN PBI (penerima bantuan iuran), tidak boleh menggunakan KS Berbasis NIK ini karena terjadi anggaran ganda saat pembayaran oleh pemerintah pusat dan Pemkot Bekasi.

“Masih bisa menggunakan kartu sehat, bagi peserta BPJS JKN yang mandiri. Keanggotan BPJS JKN ada yang Mandiri dan PBI yang dibiayai oleh pemerintah pusat. Peserta PBI ini yang tidak boleh dibiayai oleh Pemerintah Kota Bekasi karena akan ada doublepembiayaan. Oleh karena itu, bagi peserta JKN PBI tidak dapat dijamin oleh pemerintah daerah. Kecuali, peserta JKN mandiri, yang mau dirawat di Kelas III,” kata Tanti.

Hasil evaluasi penggunaan KS Berbasis NIK sejak 2017-2018 hingga saat ini, ada 37 rumah sakit yang masih bekerja sama dengan Pemkot Bekasi.
“Awalnya, ada 64 rumah sakit yang menjalin kerja sama penggunaan kartu sehat, di Kota Bekasi dan luar Kota Bekasi, saat ini hanya 37‎ rumah sakit yang masih menjalin kerja sama dengan Pemkot Bekasi, untuk penggunaan kartu sehat,” ujar Tanti.
Dia menjelaskan, pertimbangannya adalah hasil evaluasi dalam memberikan pelayanan kepada pengguna kartu sehat. Meski tetap berlaku, Pemkot Bekasi meminta masyarakat untuk memanfaatkan Puskesmas dan RSUD Kota Bekasi, yang saat ini pelayanannya sudah mumpuni, yakni Tipe B.”Kami meminta warga untuk memanfaatkan Puskesmas di wilayah sekitar yang telah memiliki pelayanan rawat inap serta RSUD Kota Bekasi,” tuturnya.

Tahun ini, Pemkot Bekasi akan meresmikan Puskesmas rawat inap di Jatisampurna, dan menyusul berikutnya diresmikan Puskesmas rawat inap di Pondokgede dan Bantargebang.
Alokasi anggaran KS Berbasis NIK pada 2019 ini hingga Rp ‎390 miliar, namun pengguna KS tidak langsung dapat diterima ke rumah sakit. Pengguna KS harus mengikuti prosedur berjenjang melalui Puskesmas, lalu dirujuk RSUD Kota Bekasi.

Apabila, belum bisa ditangani RSUD, kemudian dirujuk ke rumah sakit swasta. Prosedur berjenjang ini, tidak berlaku apabila si pasien mengalami kondisi gawat darurat, yang mesti ditangani di unit gawat darurat di rumah sakit di dekat tempat tinggalnya.
Sejak 2017 hingga 2019, Pemkot Bekasi alokasi dana APBD untuk biaya KS Berbasis NIK, semakin besar. Tahun 2017 Pemkot mengganggarkan dana APBD Rp 70 miliar, berlanjut ke 2018 menjadi Rp 200 miliar, dan tahun 2019 ini Rp 390 miliar.

“Pemerintah Kota Bekasi tidak melihat berapa anggaran, besaran yang harus dikeluarkan. Tetapi yang jelas adalah negara hadir dalam menjamin kesehatan kepada masyarakatnya karena masyarakat sudah membayar pajak, retribusi, uang itulah yang dikumpulkan Pemerintah Kota Bekasi, kemudian dikembalikan lagi untuk dioptimalkan bagi kesejahteraan masyarakat,” sambung Tri Adhianto.

Dia menegaskan, bagi masyarakat yang merasa tidak terlayani karena menggunakan kartu sehat dapat melaporkan kepada dinas terkait atau melalui call center serta media sosial, nanti rumah sakit tersebut akan dievaluasi.”Kalau rumah sakit tidak memberikan pelayanan maksimal kepada warga kita, putus saja (kerja sama dengan Pemkot Bekasi terkait kartu sehat). Masih banyak juga rumah sakit yang mau bekerja sama dengan Pemkot Bekasi‎,” pungkasnya.(BES)

Cegah Curanmor Polres Bengkulu Utara Ringkus 2 Pelakunya

Tampak para pelaku Curanmor AK alia A dan Jl alias JF saat di menghadap belakang dan para pelaku narkoba juga di tahan Polres Bengkulu Utara. ( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Aksi pencurian kendaraan bermotor tetap saja terjadi di Bengkulu Utara, kali ini pelakunya adalah AK alias A dan Jl alias JF bin BI.  Pasal dua pelaku melakukan di  Desa Padang Bendar Kecamatan Hulu Palik. Berhasil di gekedah dirumhanya didapatkan 1 sepeda motoYamaha Rx spesial dan Honda Beat.Dikenakan pasal 363 KUHP.

Kapolres Bengkulu Utara,Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi WN ditemui di Polres Bengkuku Utara,Sabtu (9/2)2019 mengatakan Kita kita telah mengamankan pelaku pelaku curanmor inisial AK alias A minha dan JI alias JF bin BI.” Itu pada tanggal 18 desember 2018 pelaku AK telah melakukan pencurian kemudian hasil koordinasi dengan Polsek terdekat  diketahui pelaku melakukan pencurian di Desa Padang Bendar Kecamatan hulu palik, ” ujarmya.
 
Selanjutnya, Arief menegaskan  setelah dilakukan pengembangan kita dapatkan JI dan setelahTKPnya di wilayah Arga Makmur .” Kita mendapatkan barangnya di daerah Hulu Palik ,” tegasnya. 
Untuk itu, Arief menjelaskan kemudian sudah dilakukan proses yang pertama yang pengembangan sekarang  yang ada .”Di proses yang pertama sudah sampai di kejaksaan .Barang buktinya adalah 1 motor Yamaha Rx spesial dan Honda Beat. Ini yang digunakan untuk mencuri.  Pasal yang kita kenakan adalah pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan,” jelasnya.

Ketika ditanya modus operandinya apa, Arief merinci nggak Kalo ini hanya lokalan mereka mereka ambil biasa digunakan untuk mereka. Inidilakukan tidak di jual.kembali,”Modusnya, mereka melihat kendaraan yang langsung ambil tapi emang bukan sebagai kelompok yang memang spesialis.” rincinya.(Vecky Ngelo).