Category Archives: Metropolitan

Inilah 68 Paskibraka Asal 34 Provinsi Yang Akan Bertugas di Istana Kepresidenan Pada HUT RI Ke-74


Presiden Joko Widodo mengukuhkan 68 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dari 34 provinsi yang akan bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8).

Jurnal123.com – Prosesi pengukuhan anggota paskibraka yang akan mengemban tugas mengibarkan sang saka Merah Putih diawali dengan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya.

45 Peserta Seleksi Anggota Komisi Kejaksaan Lolos ke Tahap 2

Basrief Arief

Jurnal123.com – Seleksi tahapan kedua calon Anggota Komisioner Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI) Periode 2019-2023 tersisa 45 peserta dari 66 peserta yang mengikuti seleksi tahap kedua. Pada tahap seleksi kedua ini peserta mengikuti tes psikologi.

Polri Tegaskan Berhak Bubarkan Aksi Tak Berizin dan Tak Taati Aturan

Gedung Mahkamah Konstitusi

Jurnal123.com –  Meskipun maraknya ancaman demo jelang proses persidangan Mahkamah Konstitusi yang akan berlangsung hingga 28 Juni 2019, namun sesuai dengan pasal 15 Undang-undang Nomor 9 tahun 1998 polisi berhak membubarkan aksi unjuk rasa yang tidak sesuai aturan.

Kapolri Larang Aksi Halalbihalal 212 di Gedung MK

Kapolri Jenderal Prof Tito Karnavian

Jurnal123.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian melarang aksi halalbihalal 212 yang rencananya akan digelar di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) saat sidang putusan hasil sengketa pilpres 2019.

Polri : Amankan Persidangan MK Pasukan Gabungan Kerahkan 47 Ribu Personil

Pasukan Mengamankan Gedung Mahkamah Konstitusi

Jurnal123.com – Upaya untuk  mengantisipasi  keamanan  dan  selama Mahkamah Konstitusi (MK) bersidang , TNi Polri dan pemerintah menurunkan 47.000 personil sehingga mampu mengatasi segala macam potensi gangguan.

Takmir Masjid se Jabodetabek Dukung Penuh TNI Polri menjaga Keamanan dan Kedamaian

Tampak Pengurus Takmir Masjid Sejabodetabek saat berada di didepan Bawaslu RI di Jalan Thamrin No.14 ,.Jakarta Pusat, Selasa(4/6)2019 bersama para aparat keamanan TNI Polri terus mensukung dalam menjaga keamanan sehingga tercipta kedamai.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com –  Upaya untuk menciptakan kemanan dan kedamaian yang  terus bisa terjaga dengan baik, hal itu dengan banyak dukungan masyarakat mendukung TNI Polri dalam menjaga keamanan di Bawaslu RI di Jalan Thamrin No. 14 Jakarta Pusat. Hal ini dibuktikan oleh dukungan dari Takmir Masjid se Jabodetabek yang hadiri medukung penuh  TNI Polri agar dapat menjaga keamanan di Jakarta sebagai Ibu kota dan  kemanan dapat berjalan dengan baik.

Forum Pemuda Forbamora NTT Dukung TNI Polri Menjaga Kemanan Negara

Tampak Forum Pemuda Forbamora NTT datang TNI Polri di Bawaslu RI di Jalan Thamrin No.14 , Jakarta Pusat memberikan Dukungan Penuh untuk menjaga keamanan. Semua dukung direspon oleh Para Aparat TNI Polri dan memohon doa agar semua dapat aman dan damai.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Perjalanan pengamanan TNI Polri di Bawaslu RI di Jalam Thamrin N0.14 Jakarta Pusat berjalan lancar dan kini um Pemuda Forbamora NTT datang dan berterima kasih sampbil memberikan  seledang khas daerah sebagai dukungan agar TNI Polri  di Bawaslu, Senin (3/6)2019 agar tetap melaksanakan tugasnya sehingga pelaksanaan  pesta demokrasi berjalan aman dan lancar

Diduga Aktor Intelektual, Budiono Ditangkap


Anggota Brimob bersitegang dengan massa di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Petugas kepolisian terus mendorong massa yang pendemo yang masih bertahan di Gedung Bawaslu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Jurnal123.com – Sekretaris Yayasan Bina Saraba Al Ittihaad, Budiono ditangkap jajaran Polda Metro Jaya karena diduga menampung massa aksi 22 Mei 2019 di Masjid Raya Al Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

Dia ditangkap pada Senin (20/5/2019) sekitar pukul 24.00 di kediamannya.

Dia disebut diperiksa selama 2×24 jam sejak hari penangkapannya.

Kompas.com merangkum empat fakta penangkapan Budiono.

Berikut fakta-faktanya:

1. Polisi jemput Budiono

Wakil Sekretaris Yayasan Bina Sarana Al Ittihaad, Rustam Amiruddin membenarkan bahwa polisi menjemput untuk menahan Budiono.

Dia menduga, Budiono ditahan lantaran menggunakan Masjid Al Ittihaad untuk menampung massa aksi 22 Mei.

“Kemungkinan ya, karena belum jelas juga,” ucap Rustam.

2. Polisi geledah kamar Budiono

Budiono dijemput sepuluh hingga 15 polisi dari Polda Metro Jaya.

Mereka datang ke kediaman Budiono menggunakan tiga mobil.

Rustam mengatakan, Budiono dijemput dan diperlakukan baik-baik oleh pihak kepolisian.

Polisi juga sempat membacakan surat penahanan atas nama Budiono.

“Ada suratnya cuma dibacakan, enggak dikasih sama mereka,” kata Rustam.

Polisi juga menggeledah kamar Budiono.

Dari hasil penggeledahan, polisi membawa beberapa barang bukti, seperti telepon genggam.

3. Budiono ditangkap, massa diminta pindah

Rustam membenarkan massa mendatangi Masjid Al Ittihaad sebelum aksi 22 Mei.

Massa datang dari Surabaya, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Pada malam harinya, polisi menangkap Budiono.

Kemudian, massa yang awalnya ditampung di masjid tersebut diminta pindah.

“Saya bilang jangan dulu di Al Ittihaad deh. Cari tempat lain dulu,” ujarnya.

4. Yayasan bantah terlibat aksi 22 Mei

Rustam memastikan yayasannya tidak terlibat aksi 22 Mei.

Di samping itu, ia membenarkan bahwa Masjid Raya Al Ittihaad sering dipakai tempat singgah massa aksi 212 dan 411.

“Kita itu termasuk salah satu masjid yang menampung massa dari luar kota, tetapi, kan, itu waktu 411 dan 212. Jadi untuk besok enggak masuk ke masjid kita. Kita enggak terlibat,” kata Rustam.

Sumber: Kompas.com

Kapolri Tunjukkan 3 Senjata Api yang Akan Dipakai Tersangka Saat Demo 22 Mei

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian saat menunjukan senjata didamping Menkopolhukam, Wirant. di Menkopolhkan, Rabu (22/5)2019.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Upaya menuntaskan  dan akhirnya Pemerintah menunjukkan tiga senjata api yang disita dari penangkapan enam orang. Hasil penyelidikan, senjata api itu akan digunakan dalam aksi unjuk rasa hari ini, Rabu (22/5/2019). 

Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian  saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu.(22/5)2019 mengatakan sambil menunjukan senjata dan mengatakan pada 19 Mei 2019, pihaknya menemukan senjata laras panjang M4. “namun ia tidak menjelaskan berapa orang yang ditangkap terkait senjata itu. Senpi tersebut dilengkapi peredam,'” ujarnya. dan   jumpa pers tersebut, hadir Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan pejabat TNI-Polri lain..

Selanjutnya,  Tito menegskan dan juga menunjukkan alat peredam suara tersebut. “Senpi M4 itu bisa dipasang teleskop untuk penembak runduk atau sniper.  Kemudian pada 21 Mei kemarin, pihaknya menangkap tiga orang. Dua senjata api disita, yakni jenis revolver dan glock, serta sekitar 50 butir peluru. Menurut Tito, pengakuan para tersangka, tiga senpi tersebut akan digunak,” tegasnya

Untuk itu, Tito menjelaskan saat demo hari ini. Kita memang sudah dapat info akan ada rencana pada aksi 22 Mei akan melakukan penembakan.” Termasuk penembakan terhadap massa kemudian diciptakan martir sehingga timbul kemarahan publik. informasi yang didapat, masih ada senpi yang beredar,” jelasnya. (Vecky Ngelo)

Polri : Tim Kemananan Gelar Pasukan di Monas Kawal Pengumuman KPU 22 Mei 2019

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri di Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama ,Jakartan Selatan, Senin(20/5)2019 mengatakan gelar pasukan di Monas Kawal Penguman KPU, Rabu(22/5)2019.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Mengahadapi  pengumuman KPU pada  Rabu (22/5)2019  digelar pengamanan di Monas dan dilanjutkan koordinasi antara TNI dan Polri dalam rangka menyamakan cara bertindak di lapangan, jumlah pasukan 32 ribu hampir mendacapai 34 Ribu memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Jakarta khususnya. Justru dipersiapkan 20  ribu pasungan cadangan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama , Jakarta Selatan , Senin(20/5)2019 mengatakan dalam menghadapi 22 Mei hari ini kan di laksanakan gelar pengamanan pasukan di Monas, kemudian hari ini juga dilaksanakan rapat koordinasi antara polri dan TNI dalam rangka untuk menyamakan cara bertindak di lapangan.” Kemudian dengan jumlah pasukan saat ini sudah lebih dari 32 ribu hampir mencapai 34 ribu pasukan TNI dan polri dengan jumlah pasukan sebesar itu memberikan jaminan keamanan yang bagi masyarakat Jakarta khususnya,” ujarnya  .

Selanjutnya, Dedi menegaskan namun demikian untuk Polda Jabar dan Polda Banten serta beberapa Polda di pulau Jawa tetap mempersiapkan kesiap siaga nya yang dalam menghadapi segala macam potensi gangguan keamanan.” Namun demikian dari versi intelegen situasi masih sangat kondusif, kita harap situasi berjalan aman, damai dan semuanya berjalan dengan tertib,” tegasnya. 

Sesuai data, Dedi menjelaskan untuk monitoring pergerakan massa dari setiap wilayah sudah menyatakan dari mulai Aceh sampai dengan di Jawa sampai dengan di Sulawesi, Kalimantan sudah mengatakan dan menghimbau dan kita sudah berkoordinasi dengan koordinator lapangan menghimbau untuk tidak
Perlu memobilisasi massa dengan jumlah besar.” Akhirnya muncul lah ada perwakilan di tiap-tiap daerah  itu jumlahnya bervariasi,” jelasnya .

Kerika ditanya tapi tetap ada yang gerak ke Jakarta,Dedi  merinci ada beberapa ,setiap daerah tapi jumlahnya tidak terlalu signifikan. Jumalahnya masih belum bisa diprediksi perkembangannya, sampai dengan hari ini sampai dengan menjelang tanggal 21 akan dihitung di update kembali jumlah. Dari daerah mana juga, Seperti tadi yang saya sampaikan tadi ada dari Aceh, Sumatera, ada  dari Riau, ada dari Kepri, ada dari Sumatera Barat , ada dari Lampung ,ada dari Kalimantan Timur tidak terlalu besar, daerah Kalimantan Barat ,Kalimantan Selatan,” rincinya.

Disinggung ada razia dari luar Jakarta, Dedi  membeberkan  ya itu kan sifatnya himbauan-himbauan pada seluruh masa yang akan ke Jakarta untuk istilahnya tetap pada koridor yang konstitusional . “Nanti ketika dalam Polri melakukan razia dan himbauan ditemukan ada masyarakat himbauan membawa senjata tajam atau membawa benda-benda yang nanti membahayakan atau bertentangan hukum tentunya akan di proses,” bebernya.

Saat disorot  32 Ribu Personil itu seluruh indonesia atau Jakarta,  Dedi mengungkapkan hanya fokus Jakarta saja, hampir 34 Ribu khusus Jakarta saja itu TNI Polri justru mempersiapkan juga 20 Ribu pasukan cadangan awal memang betul-betul di butuhkan pada situasi tertentu. Harapan kita situasi damai, aman lancar.” Seluruh Polda, ini Brimob kan Brimob Nusantara kemudian dikirim lagi pasukan perintis nusantara dari Sabhara semuanya semuanya itu dalam rangka untuk memberikan jaminan keamanan pada tanggal 22 baik sebelum maupun pasca pengumuman tingkat nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Dedi  menambahkan sebagian besar fokus mendengar di KPU dan Bawaslu .” Contoh hari ini ijuk rasa  4 elemen masyarakat fokusnya ke KPU. Hanya satu saja di Bawaslu Jakarta, yang lainnya fokus  ke KPU.mendengarkan pengumuman secara nasional hasil pemilu baik bebas maupun Pileg,” tambahnya.(Vecky Ngelo).