Category Archives: Metropolitan

Takmir Masjid se Jabodetabek Dukung Penuh TNI Polri menjaga Keamanan dan Kedamaian

Tampak Pengurus Takmir Masjid Sejabodetabek saat berada di didepan Bawaslu RI di Jalan Thamrin No.14 ,.Jakarta Pusat, Selasa(4/6)2019 bersama para aparat keamanan TNI Polri terus mensukung dalam menjaga keamanan sehingga tercipta kedamai.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com –  Upaya untuk menciptakan kemanan dan kedamaian yang  terus bisa terjaga dengan baik, hal itu dengan banyak dukungan masyarakat mendukung TNI Polri dalam menjaga keamanan di Bawaslu RI di Jalan Thamrin No. 14 Jakarta Pusat. Hal ini dibuktikan oleh dukungan dari Takmir Masjid se Jabodetabek yang hadiri medukung penuh  TNI Polri agar dapat menjaga keamanan di Jakarta sebagai Ibu kota dan  kemanan dapat berjalan dengan baik.

Forum Pemuda Forbamora NTT Dukung TNI Polri Menjaga Kemanan Negara

Tampak Forum Pemuda Forbamora NTT datang TNI Polri di Bawaslu RI di Jalan Thamrin No.14 , Jakarta Pusat memberikan Dukungan Penuh untuk menjaga keamanan. Semua dukung direspon oleh Para Aparat TNI Polri dan memohon doa agar semua dapat aman dan damai.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Perjalanan pengamanan TNI Polri di Bawaslu RI di Jalam Thamrin N0.14 Jakarta Pusat berjalan lancar dan kini um Pemuda Forbamora NTT datang dan berterima kasih sampbil memberikan  seledang khas daerah sebagai dukungan agar TNI Polri  di Bawaslu, Senin (3/6)2019 agar tetap melaksanakan tugasnya sehingga pelaksanaan  pesta demokrasi berjalan aman dan lancar

Diduga Aktor Intelektual, Budiono Ditangkap


Anggota Brimob bersitegang dengan massa di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Petugas kepolisian terus mendorong massa yang pendemo yang masih bertahan di Gedung Bawaslu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Jurnal123.com – Sekretaris Yayasan Bina Saraba Al Ittihaad, Budiono ditangkap jajaran Polda Metro Jaya karena diduga menampung massa aksi 22 Mei 2019 di Masjid Raya Al Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

Dia ditangkap pada Senin (20/5/2019) sekitar pukul 24.00 di kediamannya.

Dia disebut diperiksa selama 2×24 jam sejak hari penangkapannya.

Kompas.com merangkum empat fakta penangkapan Budiono.

Berikut fakta-faktanya:

1. Polisi jemput Budiono

Wakil Sekretaris Yayasan Bina Sarana Al Ittihaad, Rustam Amiruddin membenarkan bahwa polisi menjemput untuk menahan Budiono.

Dia menduga, Budiono ditahan lantaran menggunakan Masjid Al Ittihaad untuk menampung massa aksi 22 Mei.

“Kemungkinan ya, karena belum jelas juga,” ucap Rustam.

2. Polisi geledah kamar Budiono

Budiono dijemput sepuluh hingga 15 polisi dari Polda Metro Jaya.

Mereka datang ke kediaman Budiono menggunakan tiga mobil.

Rustam mengatakan, Budiono dijemput dan diperlakukan baik-baik oleh pihak kepolisian.

Polisi juga sempat membacakan surat penahanan atas nama Budiono.

“Ada suratnya cuma dibacakan, enggak dikasih sama mereka,” kata Rustam.

Polisi juga menggeledah kamar Budiono.

Dari hasil penggeledahan, polisi membawa beberapa barang bukti, seperti telepon genggam.

3. Budiono ditangkap, massa diminta pindah

Rustam membenarkan massa mendatangi Masjid Al Ittihaad sebelum aksi 22 Mei.

Massa datang dari Surabaya, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Pada malam harinya, polisi menangkap Budiono.

Kemudian, massa yang awalnya ditampung di masjid tersebut diminta pindah.

“Saya bilang jangan dulu di Al Ittihaad deh. Cari tempat lain dulu,” ujarnya.

4. Yayasan bantah terlibat aksi 22 Mei

Rustam memastikan yayasannya tidak terlibat aksi 22 Mei.

Di samping itu, ia membenarkan bahwa Masjid Raya Al Ittihaad sering dipakai tempat singgah massa aksi 212 dan 411.

“Kita itu termasuk salah satu masjid yang menampung massa dari luar kota, tetapi, kan, itu waktu 411 dan 212. Jadi untuk besok enggak masuk ke masjid kita. Kita enggak terlibat,” kata Rustam.

Sumber: Kompas.com

Kapolri Tunjukkan 3 Senjata Api yang Akan Dipakai Tersangka Saat Demo 22 Mei

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian saat menunjukan senjata didamping Menkopolhukam, Wirant. di Menkopolhkan, Rabu (22/5)2019.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Upaya menuntaskan  dan akhirnya Pemerintah menunjukkan tiga senjata api yang disita dari penangkapan enam orang. Hasil penyelidikan, senjata api itu akan digunakan dalam aksi unjuk rasa hari ini, Rabu (22/5/2019). 

Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian  saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu.(22/5)2019 mengatakan sambil menunjukan senjata dan mengatakan pada 19 Mei 2019, pihaknya menemukan senjata laras panjang M4. “namun ia tidak menjelaskan berapa orang yang ditangkap terkait senjata itu. Senpi tersebut dilengkapi peredam,'” ujarnya. dan   jumpa pers tersebut, hadir Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan pejabat TNI-Polri lain..

Selanjutnya,  Tito menegskan dan juga menunjukkan alat peredam suara tersebut. “Senpi M4 itu bisa dipasang teleskop untuk penembak runduk atau sniper.  Kemudian pada 21 Mei kemarin, pihaknya menangkap tiga orang. Dua senjata api disita, yakni jenis revolver dan glock, serta sekitar 50 butir peluru. Menurut Tito, pengakuan para tersangka, tiga senpi tersebut akan digunak,” tegasnya

Untuk itu, Tito menjelaskan saat demo hari ini. Kita memang sudah dapat info akan ada rencana pada aksi 22 Mei akan melakukan penembakan.” Termasuk penembakan terhadap massa kemudian diciptakan martir sehingga timbul kemarahan publik. informasi yang didapat, masih ada senpi yang beredar,” jelasnya. (Vecky Ngelo)

Polri : Tim Kemananan Gelar Pasukan di Monas Kawal Pengumuman KPU 22 Mei 2019

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri di Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama ,Jakartan Selatan, Senin(20/5)2019 mengatakan gelar pasukan di Monas Kawal Penguman KPU, Rabu(22/5)2019.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Mengahadapi  pengumuman KPU pada  Rabu (22/5)2019  digelar pengamanan di Monas dan dilanjutkan koordinasi antara TNI dan Polri dalam rangka menyamakan cara bertindak di lapangan, jumlah pasukan 32 ribu hampir mendacapai 34 Ribu memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat Jakarta khususnya. Justru dipersiapkan 20  ribu pasungan cadangan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama , Jakarta Selatan , Senin(20/5)2019 mengatakan dalam menghadapi 22 Mei hari ini kan di laksanakan gelar pengamanan pasukan di Monas, kemudian hari ini juga dilaksanakan rapat koordinasi antara polri dan TNI dalam rangka untuk menyamakan cara bertindak di lapangan.” Kemudian dengan jumlah pasukan saat ini sudah lebih dari 32 ribu hampir mencapai 34 ribu pasukan TNI dan polri dengan jumlah pasukan sebesar itu memberikan jaminan keamanan yang bagi masyarakat Jakarta khususnya,” ujarnya  .

Selanjutnya, Dedi menegaskan namun demikian untuk Polda Jabar dan Polda Banten serta beberapa Polda di pulau Jawa tetap mempersiapkan kesiap siaga nya yang dalam menghadapi segala macam potensi gangguan keamanan.” Namun demikian dari versi intelegen situasi masih sangat kondusif, kita harap situasi berjalan aman, damai dan semuanya berjalan dengan tertib,” tegasnya. 

Sesuai data, Dedi menjelaskan untuk monitoring pergerakan massa dari setiap wilayah sudah menyatakan dari mulai Aceh sampai dengan di Jawa sampai dengan di Sulawesi, Kalimantan sudah mengatakan dan menghimbau dan kita sudah berkoordinasi dengan koordinator lapangan menghimbau untuk tidak
Perlu memobilisasi massa dengan jumlah besar.” Akhirnya muncul lah ada perwakilan di tiap-tiap daerah  itu jumlahnya bervariasi,” jelasnya .

Kerika ditanya tapi tetap ada yang gerak ke Jakarta,Dedi  merinci ada beberapa ,setiap daerah tapi jumlahnya tidak terlalu signifikan. Jumalahnya masih belum bisa diprediksi perkembangannya, sampai dengan hari ini sampai dengan menjelang tanggal 21 akan dihitung di update kembali jumlah. Dari daerah mana juga, Seperti tadi yang saya sampaikan tadi ada dari Aceh, Sumatera, ada  dari Riau, ada dari Kepri, ada dari Sumatera Barat , ada dari Lampung ,ada dari Kalimantan Timur tidak terlalu besar, daerah Kalimantan Barat ,Kalimantan Selatan,” rincinya.

Disinggung ada razia dari luar Jakarta, Dedi  membeberkan  ya itu kan sifatnya himbauan-himbauan pada seluruh masa yang akan ke Jakarta untuk istilahnya tetap pada koridor yang konstitusional . “Nanti ketika dalam Polri melakukan razia dan himbauan ditemukan ada masyarakat himbauan membawa senjata tajam atau membawa benda-benda yang nanti membahayakan atau bertentangan hukum tentunya akan di proses,” bebernya.

Saat disorot  32 Ribu Personil itu seluruh indonesia atau Jakarta,  Dedi mengungkapkan hanya fokus Jakarta saja, hampir 34 Ribu khusus Jakarta saja itu TNI Polri justru mempersiapkan juga 20 Ribu pasukan cadangan awal memang betul-betul di butuhkan pada situasi tertentu. Harapan kita situasi damai, aman lancar.” Seluruh Polda, ini Brimob kan Brimob Nusantara kemudian dikirim lagi pasukan perintis nusantara dari Sabhara semuanya semuanya itu dalam rangka untuk memberikan jaminan keamanan pada tanggal 22 baik sebelum maupun pasca pengumuman tingkat nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Dedi  menambahkan sebagian besar fokus mendengar di KPU dan Bawaslu .” Contoh hari ini ijuk rasa  4 elemen masyarakat fokusnya ke KPU. Hanya satu saja di Bawaslu Jakarta, yang lainnya fokus  ke KPU.mendengarkan pengumuman secara nasional hasil pemilu baik bebas maupun Pileg,” tambahnya.(Vecky Ngelo).

Polri : Pengamanan Pengumuman 22 Mei 2109 TNI Polri Turunkan 32.000 dibagi 4 Ring

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Jalan Tronojoyo No.3 ,Kebayoran Lama, Jakarta Selatan( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Upaya untuk mengamankan jelang  pengumuman  untuk mendengarkan rekaptulasi penghituran yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum dalam Pemilihan Presiden dan Pileg yang dilaksanakan 22 Mei 2019. Secara detail TNI Polri menurunkan kekuatan 32,000 personil yang dibagi dalam 4 ring.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa(14/5)2019  untuk pengamanan 22 Mei 2019 di KPU secara detail sudah disiapkan baik oleh Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya kekuatan yang dilibatkan untuk TNI Polri ada 32 Ribu .”Ini dilakukan dalam rangka memberikan jaminan keamanan pelaksanaan pengumuman hasil penghitungan secara nasional untuk Pilpres dan Pileg,Kita sudah membagi 4 ring,” ujarnya.  

Untuk itu Dedi menjelaskan untuk ring 1 di KPU sendiri dijaga sangat ketat agar proses di dalam KPU sendiri itu kinerja KPU tidak terganggu.. Ring 2 itu ada di gedung KPU juga.semua yang akan masuk ke KPU harus melalui sterilisasi,” jelasnya..

Selanjutnya, Dedi merinci Kita harus menghargai petugas yang melakukan sterilisasi, baik sterilisasi stek door maupun sterilisasi melalui metal ditaktor. Kemudian di areal parkir tetap menjadi ditaktor push pengamanan . Di ring 4 ada areal luar .” Kita juga mengamanatkan beberapa web nasional baik kantor Bawaslu dan web internasonal lainnya,” rincinya.

Jadi, Dedi menegaskan Polri masih fokus dan  Polri juga menghimbau kepada masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi tolong sama-sama betul untuk keamanan kita masing-masing. Kita masih bekerja dan mengantisipasi tidak menutup kemungkinan juga ancaman terorisme suatu ancaman nyata ya di dalam penangkapan dua jaringan   baik JAD Lampung dab JAD Bekasi dari hasil pemeriksaan mereka sudah merencanakan dan sudah mendisain serangan itu, “Dan sampai saat ini Densus 88 masih terus bekerja dalam.rangka untuk melakukan preemtif Struk penangkapan-penangkapan terhadap jaringan-jaringan tersebut agar pada tanggal 22 Mei 2019 kita harus sam-sama menjamin,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dedi menandaskan Polri mendeksi ada potensi kerusuhan dan kemungkinan ada aksi terorisme yang dimanfaatkan oleh Terorisme people Power itu ada “Potensi kerusuhan dari diteksi intelegent di lapangan tidak ada, belum mengarah kesana tetapi yang lebih ramai diberitakan adakah di Media Sosial karena di Media sosial sedang melakukan patroli mulai sekarang sampai melang 22 Mei 2019 baik dinanti Kominfo dan Badan  Sandi Negara mengtekdown,” tandasnya .

Seiring dengan itu,Dedi menambahkan Kominfo mengtakedown dan setiap akunt-akunya yang menyebarkan kontain Hoaks atau konten-kontein yang sifatnya menghasut dan mengakutasi dan mwmprovokasi dan sebagainya.” Itu masih take down dan masing-masing tidak mengindahkan maka upaya terakhir ultra medium. Dari Direktorat Siber Bareakrim akan melakukan penegakan hukum. Ini hakhak yang menyebabkan tersebut,” tambahnya.(Vecky Ngelo)

May Day! 100 Ribu Buruh Bakal Penuhi GBK Senayan Hingga Kawasan Istana Presiden

1 Mei Peringatan Hari Buruh


Jurnala123.com – Puluhan ribu buruh diperkirakan akan memadati dua lokasi peringatan Hari Buruh atau May Day, Rabu (1/5/2019), di Jakarta. Polda Metro Jaya menegaskan telah menyiagakan sekitar 26.500 personel untuk mengamankan lokasi tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan para personelnya telah disiagakan di Istora Senayan dan Istana Negara yang menjadi pusat aksi buruh hari ini. 

Personel itu terdiri dari gabungan TNI-Polri dan Pemprov DKI Jakarta.

“Yang di lokasi Istora Senayan kita siapkan sekitar 1.500 personel gabungan dan untuk di Istana Negara ada 25.000 personel,” ujar Argo, Senin.

“Pertama di Istana Negara nanti dia akan menyampaikan tuntutan kepada pemerintah. Ada juga di Istora Senayan, nanti akan ada ceramah di sana, sama kita amankan,” tambahnya.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto direncanakan menghadiri dan memberi sambutan dalam peringatan May Day di Istora Senayan.

Argo memperkirakan akan ada sekitar 30.000 hingga 40.000 buruh yang akan hadir di dua lokasi tersebut untuk menyampaikan aspirasinya. 

Polisi juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Namun sifatnya situasional. 

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, peringatan May Day tahun ini akan digelar di Lapangan Tenis Indoor Senayan dan akan dihadiri lebih dari 50.000 buruh anggota KSPI. Namun, secara keseluruhan diperkirakan buruh yang akan datang bisa mencapai hingga 100.000 orang. 

“Peringatan May Day KSPI di Jabodetabek tahun ini akan dipusatkan di Lapangan Tenis Indoor Senayan mulai pukul 10.00 WIB,” ujar Iqbal dalam konferensi pers di bilangan Menteng, Senin (29/4/2019).

“Jadi tahun ini kami tidak ada long march. Pesertanya kurang lebih 50.000 orang dan akan dihadiri Pak Prabowo memberikan pidato sambutan,” tambahnya.

Iqbal menjelaskan, isu yang akan diperjuangkan kali ini adalah kesejahteraan buruh sebagai isu tradisional serta demokrasi yang jujur dan damai karena bertepatan dengan pemilu.(DEN)

Polri Tegaskan Jaga Ibukota Selama Bulan Ramadhan Kerahkan 27.000 Personil

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Jakarta Selatan.

Jurnal123.com – Upaya untuk mengamankan Ibukota Jakarta selama Ramdhan, Polri akan mengerahkan 27.000 personel.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin(29/4)2018 mengatakan Polri masih menyusun jumlah personel yang akan dikerahkan secara keseluruhan.”Kalau di wilayah Jakarta saja 27.000, kemudian nanti untuk di wilayah secara keseluruhan sedang dilakukan penyusunan,” ujarnya.

Selanjutnya, Asep menegaskan dalam mengamankan ketertiban selama bulan Ramadhan,  Polri akan melakukanlangkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum. “Untuk kegiatan antisipasi gangguan kamtibmas semua kita laksanakan. Imbauan-imbauan kamtibmas menjelang Ramadhan juga disampaikan, supaya para pihak bisa melaksanakan kegiatannya dengan baik,” tegasnya.

Untuk itu, Asep menjelaskan tak hanya menjaga keamanan, Polri membentuk Satgas Pangan untuk ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok.Satgas bekerja sama dengan para lembaga terkait.”Yang dilakukan monitoring aturan pemerintah atau regulasi yang telah ditetapkan, artinya diberikan sebuah pengawalan dalam memberikan jaminan regulasi yang dikeluarkan pemerintah dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Asep merinci sehingga para pelaku usaha pun nanti bisa mematuhi itu.” Juga  masyarakat sebagai user juga merasakan kestabilan harga bahan pokok,” rincinya.(Vecky Ngelo)

Penambahan Brimob di Jakarta Untuk Mendukung Tahapan Pemilu

Ilustrasi Brimob

Jurnal123.com –  Ada penambahan pengamanan anggota Brimob yang jumlah cukup ini dilakukan untuk mendukung seluruh tahapan pemilu yang berakhir di Jakarta. Penetapan secara nasional akhir pada 22 Mei  penetapan anggota Legislatif DPRD, DPD,DPR RI ,Presiden dan Wakil Presiden hingga pelantikan dalam Aman dan Damai.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu(24/4)2019 mengatakan menyinggung penambahan pasukan Brimob, Jumlahnya saya tidak menyampaikan seperti itu, jumlah tidak bisa kita sebutkan dan kenapa jumlahnya tidak boleh sebutkan ini bisa berbahaya. “Artinya betul anggota brimob melaksanakan tugas di Jakarta karena seluruh pentahapan pemiluv ya terakhirnya di Jakarta,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan tanggal 22 Mei 2019 penetapan akhir pemilihan secara Nasional di KPU. “Kemudian rangkaian penetapan yang berikutnya tetap di Jakarta fokusnya sampai nanti penempatan anggota legislatif dan pelantikan Presiden dan wakil Presiden bulan Oktober di Jakarta,” tegasnya. 
Untuk itu, Dedi menjelaskan oleh karena itu kondisi Jakarta itu harus dalam aman karena Jakarta Barometer Nasional.” Aman kita pastikan seperti itu,; jelasnya.

Menyinggung artinya brimob di taruhlah dimana saja lokasinya, dan,apa urgent,  Dedi menandaskan Itu juga tidak boleh. Itu Brimob ditarik ke Jakarta bukan karena suatu hal yang urgent atau setiap Pilpres ada penarikan seperti Itu. “Jadi pada tahapan inti Pemilu ,penetapan hasil kemudian pelantikan hanya mengandalkan kekuatan yang ada di Jakarta tentunya tidak cukup oleh karena itu Polri dan TNI jamin keamanan biar masyarakat tenang saja. Kita harus pastikan keamanan harus betul-betul menjadi hal yang utama di dalam proses rangkaian pertahapan pemilu yang ada,” tandasnya.

Apa benar pengamanan saat ini masih Siaga satu, Dedi merinci kan sudah dicabut. Hari jumat tidak lagi .” TIdak ada lagi siaga 1, kita antisipasi segala kemungkinan terjadi. Kita tidak boleh understimet  dan kita harus tetap mengantisipasi segala macam kemungkinan terjadi ,” rincinya.( Vecky Ngelo)

PSI Klaim Juara 4 di Jakarta Siap Menjadi Oposisi Pemerintahan Anies

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie

Jurnal123.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Michael Victor Sianipar mengatakan partainya menempati peringkat keempat dalam perolehan suara di Ibu Kota menurut hasil quick count CSIS-Cyrus Network. Hasil itu berbanding terbalik dengan perolehan suara nasional yang hanya sekitar 2 persen sehingga bakal kandas masuk DPR-RI di Senayan.

“Ini pencapaian luar biasa. Kami berterimakasih kepada warga Jakarta yang telah memberi kepercayaan dan kesempatan, mengizinkan kami menguji dan mempertontonkan karakter kami,” ujar Michael dalam keterangan tertulis hari ini, Kamis, 18 April 2019.

Menurut hasil quick count CSIS-Cyrus Network, PSI memperoleh 7,98 persen suara. Partai pimpinan Grace Natalie itu berada di belakang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 23,05 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 16,4 persen, dan Partai Gerindra 14,87 persen.

Dia menyatakan hasil yang mirip muncul dari perhitungan cepat Indobarometer yakni 8,11 persen. Sedangkan PDIP 25,07 persen, PKS 17,49 persen, dan Gerindra 15,26 persen.

Michael berjanji PSI mengawal dan memastikan program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai kebutuhan masyarakat Ibu Kota. Menurut dia, pekerjaan rumah di Jakarta masih banyak, seperti pembangunan manusia dan infrastruktur yang lebih adil dan progresif.

“Kami tidak akan segan-segan mengkritisi, tapi kami juga mau menawarkan solusi dan bersedia duduk bersama. Kami akan menjadi oposisi yang konstruktif. Itulah harapan warga Jakarta agar tidak ada perpecahan politik lagi,” ujar Michael.

Terakhir, Michael mengimbau masyarakat kembali bersatu dan menjaga perdamaian bangsa setelah Pemilu 2019. Dia mengajak masyarakat memberi masukan dan kritik bagi PSI dan aktif berpartai. Bahkan, DPP PSI sudah menyiapkan aplikasi untuk mengawal kinerja anggotanya di Dewan.

“Anda bisa pecat anggota yang kinerja buruk, bolos, tidur, atau tidak turun ke lapangan. Kami akan fokus bergerak memberantas korupsi dan intoleransi di Jakarta,” ucapnya.

Seperti diketahui, dengan perolehan suara Pemilihan legislatif DPRD provinsi DKI Jakarta, PSI urutan ke 4, diperkirakan bisa mendapatkan 7-8 kursi.

Adapun ini daftar partai politik hasil penghitungan cepat untuk perolehan suara Pemilihan Legislatif DPRD DKI periode 2019-2024 yakni:

PDIP 24,91%
PKS 18,11%
Gerindra 14,86%
PSI 7,96%
PAN 6,89%
Demokrat 6,14%
Nasdem 4,59%
Golkar 4,19%
PKB 3,8%
Perindo 2,57%
PPP 2,49%
Hanura 1,17%
Berkarya. 1,27%
PBB 0,61%
Garuda. 0,24%
PKPI 0,19%