Category Archives: Metropolitan

Kakorlantas Polri Tentang Wacana Gubernur Anies Mengahapus Larangan Motor Melintas di Jl. Thamrin

Kepala Korps Lalulintas Polri Irjen Pol Royke Lumowa

Kepala Korps Lalulintas Polri Irjen Pol Royke Lumowa


JURNAL123, JAKARTA.
Kakorlantas Irjen Pol Royke Lumowa tak setuju atas wacana penghapusan larangan sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang direncanakan Gubernur DKI Anies Baswedan. Dia juga mengaku tak tahu apa alasan Anies mau menghapus larangan tersebut.

“Kalau motor boleh diberlakukan melintas di sana sama saja tidak membudayakan. Semua ada sebab akibat, ada untung rugi saya kira pemerintah sudah melihat ke arah sana ya, tapi saya nggak tau alasan beliau apa ya,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Senin (13/11/2017).

Pihaknya menginginkan Pemprov DKI lebih mengutamakan kendaraan umum buat transportasi masyarakat. Bukan justru membebaskan kendaraan pribadi.

“Kalau tanya ke saya saya bagaimanapun juga di kota metropolitan seperti ini kendaraan umum harus diutamakan daripada kendaraan pribadi seperti mobil, terus nomor dua, nomor utama adalah kendaraan umum harus dibesarkan seperti dulu di zaman Hindia Belanda dulu kita banyak kereta api,” bebernya.

Karena itu, dia menegaskan tak setuju atas rencana Anies tersebut.

“Ya kalau itu mengesampingkan angkutan umum enggak setuju, tetap harus mengutamakan angkutan umum angkutan umum harus dibesarkan,” katanya.(MER)

Rencana Gubernur Anies Mencabut Larangan Kegiatan Keagamaan di Monas Ditanggapi NU

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj


JURNAL123, JAKARTA.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana mengubah peraturan gubernur (pergub) yang mengatur larangan kegiatan keagamaan di lapangan Monas. Ketua Umum PBNU KH Saiq Aqil Siroj mengatakan setuju asalkan tidak dipergunakan sebagai alat politik. 

“Kalau niatnya betul-betul untuk agama, saya dukung. Tapi kalau punya background atau target politik, itu yang saya tentang. Agama jangan dijadikan alat politik,” ujar Said di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017).

Said menjelaskan, apa pun kegiatan agamanya, jika memiliki tujuan politik, itu tidak boleh. Tapi, kalau acara seperti Maulid Nabi dan doa bersama, ia tidak berkeberatan. 

“Iya pokoknya tujuannya politiklah (tidak setuju, red). Tapi kalau betul-betul agama, mau di Monas atau Senayan, Maulid Nabi, doa bersama, itu bagus sekali. Acara agama yang lain,” kata dia. 

“Tapi kalau ada media politik atau kepentingan sesaat, kepentingan jangka pendek, saya menolak. Agama untuk kepentingan politik menghina agama sendiri, menghina kemuliaan agama itu sendiri,” sambung dia.

Kecuali sebaliknya, misalnya, politik untuk agama itu masih diperbolehkan. Sama seperti bisnis untuk agama. 

“Kalau sebaliknya, boleh politik untuk agama. Agama untuk politik nggak benar. Bisnis untuk agama, jangan agama untuk bisnis,” ungkap Said. 

Aturan tentang kegiatan keagamaan di Monas tersebut adalah Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 150 Tahun 1994 tentang Penataan Penyelenggaraan Reklame di Kawasan Taman Medan Merdeka (Monumen Monas) dan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 14 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Reklame dan Bentuk Baliho, Umbul-umbul, dan Spanduk di Jakarta.(DEN)

BNN Gandeng Inner City Perangi Narkoba di Apartemen

Kepala BNN Komjen Budi Waseso (kiri) Seusai Penandatanganan MoU Bersama Direktur Utama Inner City Management Bambang Setiobudi (Foto Jurnal123)

Kepala BNN Komjen Budi Waseso (kiri) Seusai Penandatanganan MoU Bersama Direktur Utama Inner City Management Bambang Setiobudi (Foto Jurnal123)


JURNAL123, JAKARTA.
Perang terhadap narkoba terus digiatkan Badan Narkotika Nasional. Upaya yang dilakukan diantaranya mengajak pihak apartemen untuk turut serta memerangi barang haram tersebut

BNN menggandeng Inner City Management (ICM) sebagai salah satu pengelola apertemen, untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba. Kerjasama ini diharapkan dapat menekan peredaran dan penggunaan narkoba di lingkungan apertemen yang dikelola oleh ICM.

Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Senin (6/10/2017) di Mal Kalibata, Jakarta Selatan. Direktur Utama ICM, Bambang Setio Budi mengatakan, pihaknya menyambut baik MoU tersebut

“MoU ini bagus sekali, kerja sama dengan BNN sekaligus memberikan pesan kepada siapapun, agar tidak main-main dengan narkoba,” Kata Bambang.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kerja sama itu mencakup 50 apertemen yang berada di wilayah DKI Jakarta. Bambang menilai, peredaran narkoba di lingkungan apartemen juga perlu mendapat perhatian dari aparat penegak hukum.

“Kami ingin menciptkan lingkungan apartemen yang bersih dari narkoba, sesuai dengan harapan dan keinginan para pemilik apertemen yang mempercayakan pengelolaan apertemennya kepada kami,” tukasnya.

Saat ini, Indonesia dalam keadaan darurat narkoba. Hingga kini, masyrakat yang masuk dalam fase ketergantungan akan barang haram itu mencapai 6 juta orang. Angka tersebut belum termasuk dengan pengguna ganda, pemakai sekaligus pengedar. Masyarakat yang masih dalam tahap coba-coba juga belum termasuk dalam angka tersebut.

Turut hadir sejumlah pengurus Perhimpunan Pemilik Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) yang berada dalam lingkungan apartemen dibawah pengelolaan Inner City Management diantaranya Gading Nias Residences, Gading Mediterania Residences, dan Kalibata City. Juga sejumlah pimpinan ICM seperti CEO Mualim dan General Manager Adjit Lauhatta.(MEN)

Penyebab Robohnya Tembok MRT

Robohnya Tembok MRT (Foto Tempo)

Robohnya Tembok MRT (Foto Tempo)


JURNAL123, JAKARTA.
PT Mass Rapid Transit Jakarta telah melakukan investigasi tentang insiden jatuhnya dinding beton pembatas jalur layang MRT di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan pada Jumat malam, 3 November 2017. Hasil investigasi tersebut menjelaskan data-data seputar kronologi kejadian.

“Menindaklanjuti insiden tersebut, PT MRT Jakarta melakukan investigasi,” ujar Sekretaris PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah dalam keterangan tertulis yang diberitakan Tempo, Sabtu, 4 November 2017.

Pada Jumat 3 November 2017 pukul 20.50 WIB, material OCS Parapet atau dinding beton pembatas jalur layang dengan berat 3 ton mulai diangkat dengan Truck Mounted Crane untuk dipasang di jalur kereta layang. Ketika pengangkatan OCS Parapet di ketinggian 20 cm dan melakukan pemindahan, kondisi boom atau lengan crane goyang sehingga operator gagal untuk mengontrol posisi boom.

Akibatnya, boom memanjang melebihi radius yang seharusnya sampai kurang lebih delapan meter. Crane tidak dapat berdiri dengan stabil saat mengangkat OCS dan membuat material OCS yang sedang diangkat terjatuh.

Pada pukul 20.52, OCS yang jatuh di jalan raya menimpa kendaraan bermotor roda dua dan membentur sebuah mobil Daihatsu Xenia. Pengendara sepeda motor bernama Syamsuddin berhasil menghindar dari jatuhnya OCS. Dirinya hanya mengalami luka memar dan lecet. Walau sempat dibawa ke rumah sakit, Syamsuddin sudah diijinkan untuk pulang malam itu juga.

Untuk mobil yang tertimpa, pengendara mobil tersebut dalam keadaan selamat dan tidak terluka. Namun, terdapat kerusakan pada bagian belakang di sisi kiri mobil. Lampu belakang sebelah kiri dan kaca sebelah kiri pecah serta goresan pada badan mobil sebelah kiri. “Semua kerugian material dan biaya pengobatan ditanggung seluruhnya oleh kontraktor,” ujar Tubagus.

Pada saat kejadian, Tubagus mengatakan bahwa tim konstruksi dibawah girder memang belum mempersiapkan traffic management atau barikade dan rambu lainnya. “Pekerjaan diatas girder seharusnya masih pada tahap handling material yang belum berdampak pada lalu lintas dibawah girder,” ujarnya.

Menurut Tubagus, kejadian jatuhnya OCS diakibatkan kondisi pekerjaan Lifting Plan yang dibuat tidak spesifik untuk pekerjaan pemasangan parapet dari atas girder dan tidak mengikuti Risk Assessment-Job Safety Analysis dan Lifting Plan yang sudah tercantum dalam Method Statement yaitu lifting boom yang terlalu panjang.

Selain itu, kurangnya pengawasan dari Supervisor di lapangan menjadi sebab lain dari insiden jatuhnya dinding pembatasn jalur layang MRT tersebut.(TEM)

Wagub Sandi Akan Kembangkan Turisme Halal di Jakarta

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno

JURNAL123, JAKARTA.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ingin mengembangkan halal turisme di Jakarta, salah satunya melalui hotel syariah.

Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo G Jeffrey Rantung menjelaskan, hotel syariah adalah hotel yang menerapkan prinsip-prinsip ajaran agama Islam.

“Jadi mulai dari desain hotelnya, bagaimana mereka menyiapkan posisi kamar, ruang makan, apa semua, ya harus islami,” kata Jeffrey di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (2/11/2017).

Tak hanya pengaturan ruang, manajemen dan operasionalisasi hotel syariah juga menerapkan prinsip islami. Jeffrey mencontohkan, saat laki-laki dan perempuan akan check in dalam kamar hotel yang sama, mereka harus membuktikan status suami-istri dengan menunjukkan buku nikah.

“Kalau misalnya dia bukan suami-istri, terus ada kegiatan, ada acara, ya tentu kita akan pisahkan ruangannya misalnya, floor-nya pasti ada pemisahan dong,” kata dia.

Jeffrey bahkan menyebutkan, semua karyawan yang bekerja di hotel syariah harus beragama Islam. Lift yang digunakan untuk laki-laki dan perempuan pun dipisahkan.

“Semuanya syariah nanti, dari mulai operating system-nya syariah, yang kerja juga harus Islam, beda lift-nya, kalau perlu kita bedain lift ikhwan sama akhwat,” kata Jeffrey.

Pengembangan destinasi halal di Jakarta salah satunya juga diusulkan PT Jakarta Tourisindo. Jeffrey pernah menyampaikan soal itu kepada Sandi beberapa waktu lalu dan Sandi menyetujuinya.(TRI)

 

Terima Tunjangan Transportasi, Mobil Dinas Anggota DPRD DKI Dikembalikan

Ilustrasi Mobil Dinas Pemprov DKI

Ilustrasi Mobil Dinas Pemprov DKI

JURNAL123, JAKARTA.
Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Achmad Firdaus, meminta anggota DPRD DKI Jakarta segera mengembalikan mobil dinas pejabat jenis Toyota Corolla Altis. Sampai saat ini, baru ada 11 mobil dari 101 mobil yang dipinjamkan telah dikembalikan.

11 mobil itu berada di gudang milik Badan Aset DKI Jakarta. Meskipun telah dipergunakan selama dua tahun, namun kondisi mobil itu terlihat bersih dan tidak ada goresan di bodi mobil.

Nantinya, setelah terkumpul semua kendaraan akan ditaruh di sebuah tempat di wilayah Pulomas.

“Sampai saat ini, seperti Jumat lalu, baru 11 mobil yang sudah dikembalikan. Baru ada 11 mobil dari 101 mobil yang diberikan. Masih ada 90 lagi ya. Mungkin mulai hari ini akan mengalir terus,” kata Achmad, Senin (30/10/2017).

Pengembalian mobil harus dilakukan karena, anggota DPRD DKI Jakarta akan mendapatkan tunjangan transportasi. Menurut dia, Sekretaris DPRD DKI Jakarta akan mengurus mengenai tunjangan transportasi tersebut. Untuk kegunaan dari kendaraan itu selanjutnya, menunggu kebijakan dari Gubernur Anies Baswedan.

“Nanti kan setelah kumpul semua, itu kan kita lihat kebijakan gubernur. Kalau yang kemarin, Pak Djarot kan kita lelang mumpung kendaraan masih baru. Harganya belum miring,” tutur Achmad.

Dia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Hal ini karena batasan waktu untuk pelelangan mobil di atas tujuh tahun, sementara mobil baru dipergunakan selama dua tahun.

“Secara lisan sudah, tetapi kan kami masih tunggu tertulisnya. Prinsipnya secara surat belum, tetapi ada solusi dari kemendagri. Tunggu dulu secara resmi,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut tunjangan yang dialokasikan untuk anggota DPRD DKI Jakarta.

1.Tunjangan komunikasi dan listrik Rp 20 juta per bulan.

2.Tunjangan transportasi pengganti mobil dinas, untuk anggota Dewan, Rp 21,5 juta per bulan (belum dipotong pajak 15 persen).

3.Tunjangan rapat Rp 500 ribu untuk ketua, Rp 400 ribu bagi wakil ketua, dan Rp 350 ribu untuk anggota.

4.Selain mobil dinas, ada tunjangan perjalanan dinas ke luar negeri yang besarannya disesuaikan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 33/PMK.02/2016 tentang Standar Biaya Masukan Tahun 2017. Dalam peraturan ini anggota Dewan masuk golongan B. Saat berkunjung ke Jerman, misalnya, mereka akan menerima uang harian sebesar US$ 415 atau Rp 5,6 juta per hari.(TRI)

 

Penutupan Alexis Bukan Wewenang Polda

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono


JURNAL123, JAKARTA.
Polda Metro Jaya siap mengamankan aksi warga Jakarta Utara menuntut Alexis ditutup. Namun, Polda tidak bisa memenuhi tuntutan Forum Masyarakat Jakarta Utara yang meminta Alexis ditutup.

“Alexis yang mengijinkan siapa? Pemda toh,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (17/10/2017).

Argo mengatakan, polisi tidak berhak menutup atau memberi ijin sebuah badan usaha di seluruh Pemrov. Karena terkait hal itu, Argo mengatakan Pemprov DKI Jakarta yang berwenang menentukan apakah sebuah badan usahamelanggar atau tidak dalam sebuah praktek usaha.

“Masalah kepolisian mengamankan berkaitan keamanan polisi wajib memberikan,” ujarnya.

Sebelumnya Forum Masyarakat Jakarta Utara telah meminta ijin untuk melakukan aksi menuntut penutupan hotel Alexis pada Kamis (19/10/2017). Forum tersebut menilai jika Alexis jadi sarang kemaksiatan di DKI Jakarta.(ROL)

Agus Yudhoyono Jenguk Ahok di Mako Brimob

 Surat ucapan terima kasih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada Agus Harimurti Yudhoyono, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang mengunjunginya di Tahanan Mako Brimob, Depok, pada Selasa, 17 Oktober 2017. FOTO: Instagram Agus HY


Surat ucapan terima kasih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada Agus Harimurti Yudhoyono, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang mengunjunginya di Tahanan Mako Brimob, Depok, pada Selasa, 17 Oktober 2017. FOTO: Instagram Agus HY


JURNAL123, JAKARTA.
Putra Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjenguk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa pagi, 17 Oktober 2017.

“Beliau menerima saya dengan sangat baik. Kami saling bercerita tentang kehidupan, dan saling mendoakan semoga ke depan,” kata Agus dalam keterangan foto yang diunggahnya di Instagram, pada Selasa sore, 17 Oktober 2017. “Kami berdua bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat untuk orang banyak.”

AHY, yang pernah menjadi rival Ahok dan Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, juga mengunggah foto secarik surat yang ditandatangani Ahok. Dalam surat itu, Ahok menyampaikan terima kasih atas kunjungan Agus. “Saya doakan Mas Agus sehat, penuh sukacita, dan damai sejahtera menyertai keberhasilan dalam hidupnya,” tulis Ahok.

Dalam paragraf terakhir, Ahok menitipkan salam hormat untuk SBY dan istrinya, Ani Yudhoyono. Postingan Agus tersebut disukai sekitar 10 ribu akun. Para netizen juga ikut menyanjung Agus, seperti akun @anindyovera. “Mantapp!! Kalian berdua sama2 tidak mempunyai sifat pembenci, gk kyak noh..”

Di Instagram, Agus pun menyatakan harapannya kepada masyarakat agar memiliki kebesaran jiwa untuk mengapresiasi karya dan jasa pemimpin terdahulu, sambil memberi kesempatan dan mendukung pemimpin yang baru. Pemimpin baru itu pun diharapkan dapat melanjutkan hal-hal yang sudah baik, dan memperbaiki segala yang belum baik.

“Yuk, kita bersatu membangun negeri,” ujar AHY, yang pernah menjadi rival Ahok dan Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.(TEM)

Alat Berat LRT Jatuh di Kelapa Gading, Polisi Selidiki Unsur Kelalaian

Alat Berat LRT Yang Jatuh Di Kelapa Gading (Foto Kompas)

Alat Berat LRT Yang Jatuh Di Kelapa Gading (Foto Kompas)


JURNAL123, JAKARTA.
Sebuah alat berat yang digunakan untuk membangun light rail transit (LRT) Koridor 1 Kelapa Gading-Rawamangun jatuh dan menimpa sebuah rumah toko (ruko), Selasa (17/10/2017) dinihari.

“Telah terjadi kecelakaan kerja yaitu robohnya fontry gertal dan menimpa ruko berlantai dua di Jalan Kelapa Nias Raya, Pegangsaan Dua, tepat di samping Masjid Al-Musyawaroh, Kelapa Gading, Jakarta Utara,” kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Arief Fazrulrahman.

Peristiwa tersebut diawali ketika PT WIKA selaku pelaksana proyek LRT tengah memasang gilder. Tiba-tiba terdengar bunyi cukup keras akibat benturan antara alat berat dan atap ruko.

“Di dalam ruko yang dijadikan untuk usaha florist itu terdapat tujuh orang karyawan yang kebetulan sedang istirahat. Mereka semua langsung turun ke bawah ketika terdengar bunyi benturan dan beberapa karyawan mengalami luka akibat terkena pecahan kaca,” jelas Arief.

Akibat kecelakaan kerja tersebut, ruko milik Doni Cahyadi itu harus mengalami kerusakan di bagian atapnya. Sampai saat ini belum diketahui berapa kerugian yang ditimbulkan atas kejadian tersebut.

Polsek Kelapa Gading melakukan serangkaian pemeriksaan intensif terkait musibah jatuhnya portal gentry yang menimpa satu unit ruko di Jalan Kelapa Nias Raya Blok PA 3 No 02, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (17/10)

“Hingga saat ini ada tujuh orang saksi yang diperiksa dan mengetahui kejadian tersebut. Mereka adalah pekerja dan karyawan yang rukonya tertimpa alat berat,” ucap Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Arif Fazzlurahman, Selasa (17/10).

Arif menambahkan pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan apakah dalam musibah tersebut ada unsur kelalaian.

Namun sejauh ini prosedur yang dilakukan saat bekerja sudah sesuai peraturan.

“Ini yang dilakukan pemeriksaan dan sejauh ini SOP yang dilakukan sudah sesuai. Untuk dugaan lain sudah dilakukan pendalaman,” ungkapnya.

Adapun pihak pelaksana proyek dalam hal ini PT Wijaya Karya dan korban luka atas nama Sumali (51) dan korban materi atas nama Doni sudah saling komunikasi.

Selanjutnya pihak pelaksana proyek siap memberi ganti rugi atas musibah tersebut.

Arif sendiri enggan menjelaskan apakah akibat kejadian tersebut proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) menjadi terhambat atau tidak mengingat hal tersebut bukan kapasitasnya.

Namun demikian ia menjelaskan pihaknya membantu pengamanan proses evakuasi alat berat yang menimpa sebuah ruko tersebut.

“Dalam rangka evakuasi kita lakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup jalan dan faktor keamanan seperti dimatikan listrik sampai proses evakuasi berakhir dan seharusnya proses evakuasi sudah selesai,” ujarnya.(KOM)

Penertiban WNA di Rusun Gading Nias, Kedubes Nigeria Buat Kesepakatan

Foto Atas : Perwakilan Kedubes Nigeria Nasir (Berjas) Bersama Ketua P3SRS Edison Manurung (Kemeja Batik). Foto bawah : Kapolsek Kelapa Gading Kompol Arif Saat Berbicara ke Warga GNR (Foto Jurnal123)

Foto Atas : Perwakilan Kedubes Nigeria Nasir (Berjas) Bersama Ketua P3SRS Edison Manurung (Kemeja Batik). Foto bawah : Kapolsek Kelapa Gading Kompol Arif Saat Berbicara ke Warga GNR (Foto Jurnal123)


JURNAL123, JAKARTA.
Keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di rumah susun (rusun) Gading Nias Residences (GNR) yang seringkali meresahkan warga ditertibkan.

Kegiatan pertemuan warga hunian yang difasilitasi Pengelola GNR serta Perhimpunan Pemilik Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) pada Selasa (17/10/2017) menyepakati penertiban WNA guna memberikan suasana aman dan nyaman bagi penghuni.

Pembahasan keberadaan WNA dilakukan bersama warga dan agen properti terkait masalah sosial yang seringkali terjadi. Bahkan juga tindak pidana yang kerap dilakukan para pendatang dari luar negara Indonesia.

Disepakati pihak agen properti melaporkan keberadaan WNA ke pihak Pengelola GNR. Serta memberikan batas waktu hingga akhir Desember 2017

Hal tersebut juga sesuai kesepakatan bersama antara pihak perwakilan kedubes Nigeria Nasir dengan perwakilan warga PPPSRS.

Pertemuan yang dihadiri juga Kapolsek Kelapa Gading Kompol Arif, Kapospol Iptu Aini, Imigrasi Jakarta Utara, Lurah Pegangsaan Dua H Buang, Koramil Kelapa Gading, Satpol PP Kecamatan Kelapa Gading dan Ketua RT 002 Untung.(MEN)