Category Archives: Kesehatan

Ganti Kopi Dengan Teh Sehat

Ilustrasi Teh Ginseng


Jurnal123.com – Kopi biasanya sebagai teman memulai hari di tengah padatnya aktivitas. Minuman yang dapat memacu jantung lebih kencang ini juga dipilih untuk menghalau kantuk atau telah menjadi sebuah kebiasaan yang sulit ditinggal.

Namun, tidak sedikit pula orang yang tidak dapat menerima efek dari kafein pada kopi. Mengonsumsi kopi dengan jumlah banyak juga dapat berakibat tidak baik bagi kesehatan.

Ganti kopi dengan lima minuman teh sehat yang dapat Anda nikmati di pagi hari sebelum menjalani rutinitas. Simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

1. Matcha Tea

Popularitas matcha tea belakangan ini melesat tajam usai disertakan dalam berbagai olahan pencuci mulut. Layaknya kopi, matcha juga mengandung kafein. Anda dapat mencampurnya dengan latte.

2. Teh Licorice

Teh licorice adalah jenis minuman manis yang tidak mengandung kafein. Kendati demikian, teh ini dapat membuat Anda terjaga karena mempengaruhi kelenjar adrenal dan secara alami mampu meningkatkan energi tanpa adanya adiksi.

3. Teh Ginseng

Teh ginseng memiliki banyak manfaat. Minuman tradisional khas Tiongkok tersebut dapat menjaga sistem kekebalan tubuh, melawan lelah, meningkat energi, mengurangi stres, hingga meningkatkan fungsi otak.

4. Teh Jahe

Kehangatan seketika menjalar dalam tubuh saat Anda meminum teh jahe. Minuman ini juga mampu melancarkan sistem pencernaan dan tidak mengandung kafein. Teh jahe juga bisa membuat Anda lebih segar.

5. Green Tea

Meski green tea mengandung kafein, namun tidak menimbulkan efek gelisah seperti kopi. Green tea dapat membantu meningkatkan fungsi otak dan menjaga untuk tetap fokus. Ada antioksidan yang dapat menangkal bibit penyakit.(LIP)

BPJS Kesehatan Miliki Hutang Jatuh Tempo Rp 7,2 T Saat Ini Hanya Memiliki Dana Rp 154 M

Direktur Utama BPJS Dr Fahmi Idris

Jurnal123.com – Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan, pihaknya memiliki utang yang telah jatuh tempo sebesar Rp 7,2 triliun.

Ia merinci, utang per Senin (29/10/2018) sebesar Rp 5,9 triliun. Sementara, utang yang telah jatuh tempo di lima hari ke depan mencapai Rp 1,3 triliun.

“Jadi, dalam lima hari ke depan kami membutuhkan cash (dana tunai) mencapai Rp 7,2 triliun,” katanya dalam rapat bersama Komisi IX di Gedung DPR MPR, Senin.

Jumlah tersebut, masih sangat jauh dari dana tunai yang dimiliki BPJS Kesehatan saat ini yang hanya sebesar Rp 154 miliar.

Sehingga, per lima hari ke depan BPJS Kesehatan memerlukan dana tunai Rp 7,04 triliun.

Sumber : Kontan

Kolesterol Dipengaruhi Juga Pola Tidur

Jurnal123.com – Kenaikan kadar kolesterol seseorang biasanya dikaitkan dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan dugaan korelasi antara kualitas tidur dengan meningkatnya kolesterol jahat (LDL).

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Sleep, para peneliti menemukan bahwa terlalu banyak dan terlalu sedikit jam tidur berdampak negatif pada tingkat lipid. Kesimpulan itu berdasarkan penelitian terhadap 1.666 pria dan 2.329 perempuan di atas usia 20 tahun.

Berikut ini hasil penelitian yang dirilis Sleep seperti dikutip Healthline.com.

1. Terlalu Lama dan Sedikit Tidur Turunkan HDL

Tidur kurang dari lima jam pada malam hari meningkatkan risiko trigliserida tinggi dan rendahnya kadar kolesterol baik (HDL) pada perempuan. Hal serupa juga terjadi jika tidur lebih dari delapan jam. Efek kelebihan tidur tidak begitu berdampak pada laki-laki.

2. Risiko Penyakit Kardiovaskular

Penelitian dari Journal of Cardiovascular Nursing menyebutkan orang yang tidur kurang enam jam setiap malamnya meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular akibat meningginya kadar LDL. 

3. Nafsu Makan Bertambah

Dalam studi lain yang diterbitkan oleh Sleep, kurang tidur akan meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan tinggi kolesterol, penurunan aktivitas fisik, dan peningkatan stres.

4. Perempuan Lebih Peka

Perempuan usia muda menunjukkan kepekaan lebih besar terhadap kebiasaan tidur mereka daripada laki-laki muda. Menariknya, kadar kolesterol dalam kelompok ini meningkat seiring penambahan jam tidur.

5. Pilihan Gaya Hidup

Para peneliti mengatakan pilihan gaya hidup berkontribusi terhadap peningkatan kolesterol. Beberapa orang dengan kebiasaan tidur yang buruk ditambah kebiasaan merokok, diet yang buruk, atau tingkat olahraga yang rendah makin rentan mengidap kolesterol tinggi.

Mulai sekarang, cobalah untuk tidur dengan waktu normal sekitar tujuh sampai delapan jam. Selain mulai memperbaiki pola tidur, penting untuk memperhatikan makanan yang Anda konsumsi setiap hari.

Kadar kolesterol akan tetap tinggi jika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans setiap hari. Misalnya, gorengan dan daging merah. Apalagi ditambah jarang berolahraga. Gaya hidup demikian dapat berpotensi membuat Anda terserang penyakit mematikan seperti penyakit jantung dan stroke.(MET)

Pembatasan Berobat BPJS Kesehatan Telah Dibatalkan MA

Jurnal123.com – Mahkamah Agung (MA) membatalkan peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes) terkait layanan kesehatan pada pasien katarak, bayi baru lahir sehat, dan rehabilitasi medik.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengaku siap menerima hasil putusan itu.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan sebenarnya peraturan tersebut bukan pembatasan, tapi adalah detail dari kriteria medis yang ditanggung atau tidak oleh BPJS Kesehatan.

“Padahal itu kriteria medis ya, makanya perlu disusun oleh para ahli,” ujar Iqbal seperti dikutip dari Kompas.com Selasa (23/10/208).

Sementara itu, mengenai putusan resminya, Iqbal mengatakan belum menerima secara langsung.

“Putusan MA kan belum kami terima,” jelas Iqbal.

Dia juga menyebutkan, keputusan MA bisa dilaksanakan dalam waktu 90 hari setelah diterima. Selain itu, mengenai kejelasan hal apa saja yang bisa dan tidak bisa ditanggung, Iqbal mengatakan akan mempelajari lebih lanjut.

“Kan kita belum mempelajari, tidak bisa berasumsi,” ujarnya.

Iqbal juga menyampaikan karena putusan MA bersifat final maka pihaknya menghormati hal tersebut

“Karena putusan itu final dan mengikat, dan tidak ada upaya hukum lain yang bisa ditempuh oleh BPJS Kesehatan,” jelas Iqbal.

Pembatasan Mahkamah Agung soal pembatasan layanan BPJS Kesehatan yang tercantum di butir nomor 2, 3, dan 5 aturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes) BPJS Kesehatan yang mulai berlaku 25 Juli 2018.

Menurut peraturan tersebut, BPJS Kesehatan hanya menjamin operasi pada pasien katarak yang memiliki visus di bawah 6/18.

Jika belum mencapai angka tersebut, pasien tidak akan mendapatkan jaminan operasi dari BPJS Kesehatan.

Sementara pada jaminan rehabilitasi medik termasuk fisioterapi, BPJS Kesehatan hanya menjamin dua kali dalam seminggu.

Pada kasus bayi baru lahir, bayi yang lahir sehat jaminan perawatannya disertakan dengan ibunya. Sedangkan bayi yang butuh penanganan khusus akan dijamin jika sebelum lahir didaftarkan terlebih dahulu. Namun, aturan itu berlaku bagi anak keempat peserta yang merupakan pekerja penerima upah atau peserta mandiri.

Anak pertama hingga ketiga dari peserta yang merupakan pekerja penerima upah masih masuk dalam jaminan ibunya.

Dengan keluarnya putusan MA berarti “pembatasan” yang rumit itu dihilangkan. Hanya saja rumusan barunya masih menunggu aturan lebih lanjut.

Tiga aturan ini sebelumnya telah menuai kritik, termasuk dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang menilai penerapan peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes) Nomor 2,3,5 tahun 2018 malah bisa menyebabkan biaya kesehatan nasional membengkak.

Mereka meminta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) mencari rumusan lain dalam menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan.

Ketua Umum PB IDI, Ilham Oetama Marsis mengatakan BPJS Kesehatan tak membikin aturan yang masuk pada ranah medis. Perdirjampelkes saat ini nyatanya hanya berkutat seputar menambal defisit dengan mengurangi manfaat yang diterima masyarakat.

“BPJS Kesehatan sampai saat ini tidak ada hasil kerja yang positif kecuali kepesertaan yang mencapai 80 persen,” katanya saat jumpa pers di Kantor PB IDI, Jakarta.

Soal pengaturan persalinan bayi lahir sehat, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan berpendapat bahwa hal itu bertentangan dengan target menurunkan angka kematian bayi.

Di Indonesia, katanya, setiap tahun hampir 5 juta bayi lahir namun angka kematian bayi baru mencapai 22,3/1000 kelahiran hidup. Sedangkan negara lain seperti Malaysia telah mencapai angka 7/1000, Singapura 2/1000, Thailand 6/1000.

“Target 12/1000 tak akan tercapai kalau aturan ini turun,” ujar Aman.

Baginya, setiap bayi yang lahir selalu memiliki risiko kesehatan, bahkan mereka yang diprediksi lahir normal, berat badan cukup, dan sehat.

“Jika bayi berisiko tak segera mendapat tata laksana, lalu dia hidup cacat, nantinya juga akan jadi beban bagi BPJS.”

Terakhir, rehabilitasi medik yang dibatasi hanya dua kali dalam satu minggu dianggap tidak sesuai standar pelayanan rehabilitasi medik.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (Perdosri), Dr. Sudarsono, SpKFR mengatakan rehabilitasi medik antar pasien tak bisa disamaratakan.

Kementerian Kesehatan RI akhir Juli lalu juga pernah mendesak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menunda pelaksanaan Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes) Tahun 2018 tentang Penjaminan Palayanan Katarak, Persalinan BayiBaru Lahir Sehat, dan Rehabilitasi Medik.

“Pelayanan Kesehatan wajib memperhatikan mutu dan keselamatan pasien,” tegas Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek dalam Sarasehan Profesionalisme Menuju Universal Health Coverage (UHC) beberapa hari lalu.

Terkait persalinan bayi, menurut Nila, tidak ada diagnosis bayi lahir sehat atau bayi lahir sakit. Menurutnya, bayi yang sehat di dalam kandungan belum dapat dipastikan bakal menjalani persalinann normal.

Selain itu, jelang proses persalinan terdapat komplikasi yang sebelumnya tidak diketahui. Sehingga memerlukan pemantauan untuk mencegah kematian bayi dan ibu seperti disampaikan Nila dikutip dalam rilis dari Kementerian Kesehatan ditulis Senin (30/7/2018).

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo kesal karena harus turun tangan langsung menangani defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sekitar sebulan lalu, Jokowi memutuskan pemerintah memberikan suntikan kepada BPJS Rp 4,9 triliun untuk membayar utang ke sejumlah rumah sakit mitra. Namun, kekesalan itu baru diluapkan Presiden di hadapan para pimpinan rumah sakit saat membuka Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di JCC, Senayan, Rabu (17/10/2018).

“Harus kita putus tambah Rp 4,9 triliun. Ini masih kurang lagi. ‘Pak masih kurang. Kebutuhan bukan Rp 4,9 triliun’. Lah kok enak banget ini, kalau kurang minta, kalau kurang minta,” kata Jokowi.

Jokowi meminta Direktur Utama BPJS Kesehatan untuk segera memperbaiki sistem manajemen yang ada.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah, menjelasan perkara Hak Uji Materiil (HUM) No. 58P/HUM/2018, 59 P/HUM/2018, dan No. 60P/HUM/2018 sudah diputus dan seluruhnya kabul. Tapi dia tidak mengetahui bagaimana bunyi amar dalam putusan itu karena belum selesai minutasi. “Belum selesai minutasinya,” tegasnya.

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, mendukung putusan MA tersebut. Menurutnya putusan itu membuktikan tiga Perdirjampelkes yang diterbitkan BPJS Kesehatan tidak dibuat dengan benar secara material dan formil. Setelah Perdirjampelkes itu diterbitkan, pelayanan menjadi turun dan menyulitkan peserta JKN.

”Putusan MA ini final dan mengikat. Oleh karenanya BPJS harus segera mencabutnya dan memberitahukannya kepada seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan seperti Rumah Sakit (RS) dan dokter serta tenaga paramedis lainnya,” kata Timboel. Selaras itu Timboel menekankan putusan ini bisa menjadi bahan evaluasi Presiden Joko Widodo kepada direksi BPJS Kesehatan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Muhammad Iqbal Anas Ma’ruf, menegaskan sebagai badan hukum publik, BPJS Kesehatan akan melaksanakan putusan MA terkait uji materiil Perdirjampelkes itu. “Karena putusan tersebut bersifat final, mengikat, dan tidak ada upaya hukum lain yang dapat ditempuh oleh BPJS Kesehatan,” pungkasnya.(KOM/JIM)

Defisit BPJS Kesehatan Jadi Masalah Buruk

Direktur Utama BPJS Dr Fahmi Idris

Jurnal123.com – Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute Umi Lutfiah mengatakan defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi batu sandungan empat tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

“Jika pemerintah masih saja enggan menaikkan besarnya iuran bulanan, maka tidak heran jika defisit yang dialami BPJS Kesehatan semakin lama semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan meningkatnya jumlah peserta dari tahun ke tahun dan diperburuk dengan tunggakan iuran peserta mandiri,” kata Umi dalam keterangan tertulis, seperti dilansir Tempo, Selasa, 23 Oktober 2018.

Dalam laporan 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK, kata Umi, diketahui bahwa anggaran perlindungan sosial meningkat dari tahun ke tahun. Umi mengatakan peningkatan anggaran ini juga diimbangi dengan peningkatan cakupan kepesertaan dan jumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) serta fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Menurut Umi dari segi cakupan kepesertaan memang meningkat, namun dari segi defisit yang dialami BPJS Kesehatan juga meningkat. Sampai saat ini, kata Umi defisit mencapai angka Rp 16.5 triliun, di mana pemerintah terus berupaya menekan defisit tersebut dengan berbagai cara.

Namun, kata Umi, sampai saat ini pemerintah belum mau menaikkan iuran bulanan peserta BPJS Kesehatan. Dia mengatakan saat ini peserta mandiri kelas I harus membayar Rp 80.000, kelas II Rp 51.000, dan kelas III Rp 25.500. Padahal, kata Umi, sejak 2015 lalu Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) telah memberikan rekomendasi terkait besarnya iuran bulanan BPJS Kesehatan. Untuk peserta mandiri kelas I, DJSN merekomendasikan Rp 80.000, kelas II Rp 63.000, dan kelas III Rp 33.000.

“Fakta ini menunjukkan bahwa iuran BPJS yang saat ini belum sesuai dengan perhitungan iuran minimal yang sudah dihitung DJSN. Untuk kelas II saja memiliki margin Rp 12.000 dan Rp 7.500 untuk kelas III. Jika selisih ini dikalikan dengan jumlah peserta, sudah berapa rupiah yang harus dikeluarkan untuk menambal kekurangan iuran ini,” ujar Umi.

Lebih lanjut, Umi mengatakan penggunaan dana cukai rokok yang diandalkan untuk menambal defisit harus pula diimbangi dengan pelayanan promotif dan preventif. Jumlah orang sakit akan terus bertambah jika fokus pelayanan kesehatan negara kita hanya pada ranah penyembuhan/kuratif-rehabilitatif.

Selain itu, menurut dia, biaya yang harus dikeluarkan jelas lebih mahal jika dibandingkan dengan alokasi dana untuk program promotif-preventif.

“Ingat bahwa penyakit akibat gaya hidup yang tidak sehat seperti jantung dan stroke merupakan penyakit yang menyedot klaim BPJS Kesehatan terbanyak. Salah satu upaya menekan angka penyakit akibat gaya hidup adalah dengan gencar menggaungkan program promotif/preventif,” ujar Umi.(TEM)

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia 2018

Jurnal123.com – Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB bekerjasama dengan organisasi-organisasi lainnya baik pihak pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

Pengumuman penunjukkan Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia pada 15 Oktober dilakukan pada Pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual World Water Week) yang berlangsung pada 17-23 Agustus, 2008 di Stockholm seiring dengan penunjukkan tahun 2008 sebagai Tahun Internasional Sanitasi oleh Rapat Umum PBB. Hari Mencuci Tangan Dengan Sabun Sedunia diharapkan akan memperbaiki praktik-praktik kesehatan pada umumnya dan perilaku sehat pada khususnya.

Mencuci tangan dengan bersih merupakan resep hidup sehat. Inilah tema yang diusung Hari Cuci Tangan Sedunia atau Global Handwashing Day 2018.

Hari Cuci Tangan Sedunia yang diinisiasi Global Handwashing Partnership (GHP) diperingati setiap tahunnya pada 15 Oktober. Sejak dihelat pada 2008, Hari Cuci Tangan Sedunia mengajak gaya hidup sehat melalui mencuci tangan dengan bersih.

Tahun ini, Hari Cuci Tangan Sedunia fokus pada hubungan antara mencuci tangan dengan makanan yang meliputi nutrisi dan kebersihan makanan.

“Mencuci tangan adalah bagian penting untuk menjaga makanan yang aman, mencegah penyakit, dan membantu anak-anak tumbuh dengan kuat,” ujar pernyataan dari GHP, seperti dikutip dari laman resmi Global Handwashing Day.

Mencuci tangan dengan sabun dapat menjaga makanan tetap bersih dan mencegah penyakit yang berhubungan dengan makanan. Lebih dari 70 persen kasus diare di dunia berhubungan dengan kebersihan makanan.

Mencuci tangan dengan sabun diperkirakan dapat mengurangi diare sebesar 27 hingga 48 persen. Mencuci tangan juga dapat mengurangi hilangnya nutrisi pada makanan dan mengurangi risiko stunting pada anak usia di bawah 5 tahun hingga 15 persen.

Penyakit yang ditularkan melalui makanan adalah penyebab utama kematian pada negara yang berpendapatan rendah. Kontaminasi pada makanan rentan pada wanita hamil, janin, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

Penelitian menunjukkan, mencuci tangan memiliki manfaat untuk kebersihan makanan, nutrisi, dan kesehatan secara menyeluruh. Berikut beberapa resep atau cara hidup sehat dengan mencuci tangan berdasarkan rekomendasi dari HGP.

1. Cuci tangan dengan sabun sebelum memasak dan menyiapkan makanan, sebelum makan, dan sebelum memberi makan seseorang termasuk ketika hendak menyusui.

2. Jadi contoh mencuci tangan dengan baik dan selalu mengingatkan orang lain untuk mencuci tangan sebelum makan.

3. Jadikan kebiasaan cuci tangan sebagai bagian dari makan bersama keluarga.

4. Sediakan tempat mencuci tangan di rumah, komunitas, sekolah, tempat kerja, dan di fasilitas kesehatan. (RED)

Indonesia Terancam KLB Campak

Jurnal123.com – Indonesia terancam mengalami kejadian luar biasa (KLB) campak lagi.

KLB campak bisa terjadi apabila imunisasi measles dan rubella (MR) tahap 2 di Indonesia terancam gagal.
Imunisasi MR tahap 2 yang tak berjalan baik di berbagai daerah Indonesia inipun, berimplikasi besar bagi ketahanan kesehatan anak-anak Indonesia, TribunJatim.com melansir Kompas.com.

“Berdasarkan rapat Rabu (12/9/2018) siang lalu, pihak Kemenkes menyampaikan hal mengejutkan. Kalau imunisasi MR fase dua ini gagal, kita siap-siap KLB campak, bisa terjadi lagi,” ujar Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP), Yanuar Nugroho, seperti diberitakan Kompas.com (Grup TribunJatim.com), di kantornya, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Vensya Sitohang, mengungkapkan hal serupa.

Ia menambahkan, jika imunisasi tahap 2 ini gagal, artinya 32 juta anak Indonesia di rentang usia 9 bulan hingga 15 tahun tidak terlindungi virus campak dan rubella.

“Campak itu dapat menyebabkan komplikasi yang serius, misalnya diare, radang paru, gizi buruk, radang otak, kebutaan, bahkan kematian,” ujar Vensya, mengutip Kompas.com.

Pihaknya pun berharap masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum, bahu-membahu mendukung pelaksanaan imunisasi MR di Indonesia.

“Ini harus kita kejar, jangan sampai ada yang terlewat. Secara logistik, baik vaksin, maupun anggaran, kami siap. Tinggal bagaimana memastikan agar masyarakat memperolah haknya dan tidak terhalangi,” ujar Vensya.

Di Indonesia sendiri, banyak beberapa daerah yang sudah mulai terjangkiti penyakit campak dan rubella.

Di awal tahun 2018, sebanyak 75 dari 651 anak di Asmat, Papua, meninggal dunia akibat wabah campak dan gizi buruk.

Diberitakan Tribun Pekanbaru pada 5 September 2018 lalu, sebanyak 49 orang santriwati di dua pesantren Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, positif terserang campak dan rubella.

Campak dan rubella juga diduga merambah ke Kapuas, seperti diberitakan Tribun Kalteng.

Kasus campak dan rubella pun juga mulai menyerang Kepulauan Riau (Kepri).

Kadinkes Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, terdapat ratusan kasus campak dan rubella yang terjadi di Kepri.

“Dari data kami, kasus campak dan rubella di Kepri selama 2 tahun (2017-2018) itu ada 200-an kasus. Sekarang memang sudah ada yang kena tapi belom menimbulkan penyebaran.”

“Ada 38% yang terkena dampak campak dan rubella di seluruh Kepri. Paling parah itu Natuna, yaitu 9%,” ujarnya.

Temuan kasus campak dan rubella di Kota Jambi juga tidak sedikit.

Diberitakan Tribun Jambi, capaian pelaksanaan program imunisasi MR di Kota Jambi masih sangat jauh dari harapan.

Untuk menggenjot peningkatan capaian program tersebut, Wali Kota Jambi, Sy Fasha, bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi, Tarmizi Sibawaihi, dan Kadinkes, Ida Yuliati, menandatangani kesepakatan terkait pelaksanaan imunisasi MR.

Surat kesepakatan tersebut berdasarkan Fatwa MUI No 33 Tahun 2018 tanggal 20 Agustus 2018 tentang penggunaan vaksin MR untuk imunisasi.

Pertama, imunisasi MR bertujuan memberikan kemaslahatan dan perlindungan kepada anak dan masyarakat terhadap risiko terkena penyakit MR, tercapainya eliminasi campak dan pengendalian rubella, serta congenital rubella syndrome di Indonesia tahun 2020.

Kedua, melaksanakan imunisasi MR di Kota Jambi dengan sasaran anak usia 9 bulan sampai 15 tahun, dengan target cakupan minimal 90%.

Ketiga, mengimbau kepada orang tua yang mempunyai anak usia 9 bulan sampai 15 tahun dan institusi pendidikan seperti PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, dan pondok pesantren, untuk mendukung dan menyukseskan kegiatan ini.

Terakhir, pelaksanaan imunisasi MR agar dilaksanakan secara profesional sesuai petunjuk teknis pelaksanaan imunisasi MR.

Namun, target pemerintah 95% anak Indonesia diimunisasi MR, terancam tidak dapat terpenuhi.

“Pada imunisasi fase 2 ini, menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 26 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga tanggal 10 September ini, baru mencakup 42,98 persen, seharusnya sudah 95 persen,” papar Yanuar, Rabu (12/9/2018).

“Intinya imunisasi MR terancam gagal, berpotensi gagal karena kita tidak bisa mencapai target 95 persen anak di luar Jawa diimunisasi pada akhir September 2018.”

Terdapat 8 provinsi di Indonesia yang terpantau terendah dalam hal imunisasi MR, yaitu Aceh (4,94 persen), Riau (18,92 persen), Sumatera Barat (21,11 persen), Nusa Tenggara Barat (20,37 persen), Bangka Belitung (26,45 persen), Kalimantan Selatan (28,31 persen), Sumatera Selatan (29,53 persen), dan Kepulauan Riau (34,50 persen).

Yanuar melanjutkan, faktor terbesar rendahnya keikutsertaan anak dalam imunisasi MR adalah adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa vaksin MR adalah haram karena mengandung babi.

Meskipun, pada tanggal 21 Agustus 2018 lalu, MUI sudah mengeluarkan fatwa baru bahwa vaksin MR bersifat mubah.

Namun, tetap saja keikutsertaan anak di dalam imunisasi MR tidak optimal.

“Mungkin karena fatwa tanggal 21 Agustus 2018 ini tidak tersosialisasi dengan baik serta gencar, dibandingkan pada waktu fatwa haramnya,” ujar Yanuar.

Menurut Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) sendiri, pemberian vaksin MR adalah untuk kebaikan anak-anak Indonesia.

“Ini untuk kebaikan masyarakat dan kebaikan anak-anak kita dan kebaikan pemuda kita ke depan,” kata Presiden Jokowi di sela-sela meninjau pelatnas atlet Asean Para Games di Hartono Trade Centre Solobaru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (5/9/2018).

Bagi Presiden Jokowi, pemberian vaksin MR kepada anak-anak bertujuan untuk kebaikan semuanya.

“Ini bukan untuk siapa,” ucap Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Indonesia Siap-siap Alami KLB Campak Lagi Gara-gara Imunisasi MR Terancam Gagal, Ini Imbauan Jokowi!.

Mengalami Defisit, Presiden Perintahkan BPKP Audit BPJS Kesehatan

Jurnal123.com – Kondisi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang memburuk dengan terus mengalami defisit hingga triliunan rupiah, membuat orang nomor satu di negeri ini bereaksi. Presiden Joko Widodo meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit keuangan BPJS Kesehatan.

“Saya sudah perintahkan dari BPKP untuk diaudit mengenai defisit yang ada. Artinya ini prosedur akuntabilitas semua sudah dilalui,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Jokowi juga sudah meminta direksi BPJS Kesehatan untuk memperbaiki sistem verifikasi keuangan. Menurut Jokowi, hal ini penting dilakukan karena BPJS Kesehatan menjangkau dari pusat sampai provinsi, kota dan kabupaten di seluruh tanah air.

“Ini bukan tugas yang mudah. Bagaimana mengontrol, memonitor klaim dari rumah sakit, bukan sesuatu yang gampang. Saya mengalami semuanya,” kata Jokowi.

“Dulu kita ada kartu sehat, di lingkup provinsi dulu di jakarta kita ada kartu jakarta sehat. Itu ngontrol verifikasi setiap rumah sakit tidak mudah. Ini seluruh negara Artinya perbaikan sistem harus terus dilakukan,” tambah mantan wali kota Solo dan mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi telah menerbitkan peraturan presiden yang memungkinkan cukai rokok dari daerah digunakan untuk menutup defisit keuangan BPJS Kesehatan.

“Apapun namanya pelayanan kesehatan untuk masyarakat harus dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga defisit itu sebagian ditutup dari hasil cukai,” kata dia.

Menurut Jokowi, terbitnya Perpres tersebut sudah sesuai dengan amanat Undang-undang dimana 50 persen pendapatan dari cukai rokok digunakan untuk pelayanan kesehatan.(KOM)

Kenali Gejala Alzheimer Sejak Dini

images(248)

JURNAL123, KESEHATAN.
Gejala Alzheimer dapat diketahui sejak dini dengan memerhatikan beberapa tanda-tandanya.

Gangguan kognitif pada fungsi otak bisa menyebabkan terjadinya demensia yang diikuti dengan Alzheimer sehingga menyebabkan gangguan penurunan daya ingat dan kemampuan mental seseorang. Hilangnya fungsi ingatan ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan ini juga bukan bagian normal dari proses penuaan manusia. Itulah sebabnya, Anda harus mewaspadai hal ini sejak dini. Sayangnya, hingga saat ini dunia medis belum mampu mencegahnya dengan obat. Namun, Alzheimer bisa dicegah dengan mengenali gejala umumnya, seperti:

1. Gangguan daya ingat
Sering lupa kejadian yang baru saja terjadi seperti lupa janji atau menanyakan hal yang sama berulang kali dalam waktu yang berdekatan merupakan gejala umum Alzheimer.

2. Sulit fokus
Alzheimer bisa menurunkan kualitas hidup. Indikasinya bisa dilihat dari aktivitas sehari-hari seperti tidak fokus saat memasak, saat mengoperasikan telpon genggam, bahkan bekerja dengan waktu yang lebih lama dari biasanya.

3. Sulit melakukan kegiatan yang familiar
Penderita Alzheimer seringkali bingung dan sulit untuk merencanakan atau menyelesaikan aktivitas atau tugas sehari-hari.

4. Disorientasi
Gejala lainnya yang perlu diperhatikan adalah saat penderita Alzheimer bingung tentang hal yang paling sederhana dari kehidupan mereka. Misalnya bingung dimana mereka berada atau bahkan tidak tahu jalan pulang.

5. Kesulitan memahami visuospasial atau kemampuan untuk menempatkan sebuah benda
Penderita Alzheimer mulai terlihat sulit untuk membaca, mengukur jarak, menentukan jarak, membedakan warna, dan tidak tepat menuangkan air pada gelas sehingga air menjadi tumpah.

6. Gangguan komunikasi
Umumnya, penderita Alzhimer juga akan mulai mengalami gangguan bahasa, seperti sulit berbicara, mencari kata yang tepat dan tiba-tiba berhenti di tengah perbincangan dengan orang di sekitarnya.

7. Menaruh barang tidak pada tempatnya
Biasanya penderita Alzheimer juga akan memiliki daya ingat yang mulai berkurang. Ia bahkan akan sangat mudah lupa meletakkan barang, hingga memiliki sifat yang mudah curiga.

8. Salah membuat keputusan
Hal ini bisa dilihat saat penderita Alzheimer menggunakan kaos kaki yang berbeda, dan tidak bisa menghitung uang atau sesuatu dengan baik.

9. Menarik diri dari pergaulan
Situasi sulit akibat fungsi kognitif otak yang berkurang membuat penderita Alzheimer menarik diri dari pergaulan atau lingkungan sekitar. Ia akan tampak seperti tidak memiliki aktivitas atau hobi yang bisa dinikmati bersama teman-temannya atau lingkungan sekitar.

10. Perubahan perilaku dan kehidupan
Penderita Alzheimer mulai mengalami perubahan emosi yang drastis, mudah binggung dan depresi serta mudah putus asa terhadap setiap aktivitas yang berjalan tidak baik.

Sebaiknya Anda peka terhadap tanda-tanda di atas bila terjadi pada orang di sekitar Anda. Lakukan segera pencegahan dengan berkonsultasi pada dokter, agar kualitas hidup Anda maupun keluarga Anda tidak menurun.(BES)

Resolusi Sehat 2018 Berdasarkan Ilmu Pengetahuan

Ilustrasi

Ilustrasi


JURNAL123, KESEHATAN.
Memasuki tahun baru biasanya identik dengan resolusi atau harapan suatu putusan dan kebulatan tekad melaksanakan sesuatu dari setiap orang. Biasanya segala sesuatu yang berkonotasi positif dalam kehidupan.

Salah satu resolusi Tahun Baru 2018 anda, bisa jadi adalah menjalani pola hidup yang lebih sehat. Mulai dari berjuang mengonsumsi makanan yang lebih baik sampai lebih rajin berolahraga.

Untuk anda yang belum memiliki gagasan pasti, ada beberapa ide untuk menerapkan resolusi hidup sehat. Hebatnya lagi, resolusi hidup sehat ini dibuat berdasarkan sains, dilansir dari Business Insider, Minggu (31/12/2017). Resolusi 2018 ini tak hanya akan meningkatkan kesehatan tapi juga kebahagiaan.

Anda tidak perlu mencoba sekaligus, tapi pilih satu atau dua poin yang sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda.

Ingin turunkan berat badan dan makan lebih sehat: perbaiki kebiasaan tidur

Penelitian terbaru menunjukkan, cukup tidur dapat menghindari hasrat untuk makan makanan yang tidak sehat dan menjaga berat badan agar tidak bertambah. Sebaiknya, Anda tidur minimal 8 jam tiap malam.

Untuk memperbaiki kebiasaan tidur bagi Anda yang susah tidur, para ahli menyarankan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama.

Hindari memainkan gawai setidaknya setengah jam sebelum tidur. Cara ini juga mencegah Anda terkena insomnia. Dengan cara ini, di Tahun Baru 2018, Anda pun bisa tidur dengan nyenyak.

Olahraga dapat memperbaiki kesehatan jantung sekaligus memperbaiki mood dan kualitas tidur. Penelitian terbaru menunjukkan, olahraga dapat membantu otak tetap muda dan meningkatkan daya ingat.

Kebiasaan baru untuk berolahraga kardio

Jika Anda bisa berolahraga pagi hari, maka akan membuat jantung sehat. Anda juga dapat merasakan sinar matahari pagi.

Berolahraga di pagi hari dapat membuat tidur lebih mudah di malam hari. Anda bisa berolahraga kardio, seperti berlari dan berenang.

Temukan aktivitas yang disukai

Pakar merekomendasikan untuk menemukan aktivitas yang Anda sukai. Bagi beberapa orang mungkin menyukai panjat tebing, sebagian orang lain mungkin suka berlari atau berenang. Anda bisa menjadwalkan aktivitas ini tiap minggunya.

Jika Anda ingin mengubah pola makan menjadi lebih sehat, hindari konsumsi gula berlebih. Hal ini terkait penyakit jantung dan risiko kematian. Anda bisa beralih dari makanan bergula ke biji-bijian dan protein tanpa lemak.

Agar resolusi makan lebih sehat, cobalah memasak makanan tanpa bahan yang sudah disiapkan sebelumnya–dalam arti bahan harus segar (fresh)–setidaknya sekali seminggu saat Anda di rumah.

Tetapkan resolusi tentang minuman yang diminum

Anda bisa mengurangi tidak minum soda atau minuman manis lainnya. Konsumsi gula meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung. Hindari juga konsumsi alkohol secara rutin karena dapat meningkatkan risiko diabetes.

Psikolog K. Anders Ericsson mengatakan, sebagian besar orang hanya bisa melakukan pekerjaan secara penuh selama 4-5 jam, bukan bukan 8 atau 10 jam.

Kebanyakan orang yang ingin lebih produktif dalam pekerjaan harus belajar untuk mengatur waktu beristirahat.

Anda bisa berjalan-jalan sebentar agar memberi kesempatan otak beristirahat.

Lebih banyak membaca

Ada bukti psikologis, membaca, terutama buku fiksi dan sastra dapat meningkatkan rasa empati terhadap orang lain. Membaca juga seringkali dihubungkan dengan tercapainya kesuksesan.

Anda bisa memasukkan resolusi sehat dengan lebih banyak membaca.(LIP)