Category Archives: Internasional

Indonesia Inc di Tiongkok: Sinergi untuk Berkontribusi Pada Pembangunan Nasional

Peserta Indonesia Inc. dalam Rapat Koordinasi

Jurnal123.com – Perwakilan RI, BUMN Indonesia dan para pemangku kepentingan Indonesia di Tiongkok adalah perpanjangan tangan bangsa yang bekerja untuk satu tujuan yaitu kepentingan nasional Indonesia. Inilah yang menjadi dasar utama sinergi dan kolaborasi Indonesia Incorporated (Indonesia Inc.) di Tiongkok.

Rapat Kerja Indonesia Inc. Tiongkok digelar pada tanggal 3 – 4 Maret 2019 di Guilin, Wilayah Otonomi Guangxi Zhuang, RRT. Rakor dipimpin Duta Besar RI Djauhari Oratmangun dan dihadiri oleh Konjen RI Guangzhou, Konjen RI Shanghai, Konjen RI Hong Kong, Sekretaris Ditjen Aspasaf Kemlu, Wakil Kepala Perwakilan RI Beijing, perwakilan BUMN, para pemangku kepentingan Indonesia di Tiongkok yaitu antara lain Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Beijing, Aneka Tambang (Shanghai), Garuda Indonesia (China Region), Bank Mandiri (Shanghai dan Hong Kong), Bank BNI (Hong Kong), Bank BRI (Hong Kong), ITPC Shanghai, Indonesia Chamber of Commerce (Inacham) dan Visit Indonesia Tourism Officers (VITO).

Duta Besar Djauhari Oratmangun pada Rapat Koordinasi indonesia Inc,

Raker diselenggarakan sebagai evaluasi kegiatan tahun 2018 serta mengkoordinasikan misi dan kegiatan Perwakilan RI di Tiongkok agar semakin sinergis dan efektif dalam mempersiapkan rencana kegiatan dan menghadapi tantangan bersama dalam pelaksanaan tugas di tahun 2019. Melalui diskusi working group dan pleno meeting diidentifikasi evaluasi capaian kinerja serta rencana kegiatan tahun 2019 yang disampaikan oleh para Kepala Perwakilan RI dan BUMN secara bergiliran.

Dubes RI Beijing menyampaikan bahwa selaras dengan program prioritas Pemerintah RI, berbagai kegiatan dan kerja sama yang dilakukan dengan Tiongkok tetap fokus pada peningkatan Perdagangan, Parisiwata dan Investasi. Untuk itu, seluruh perwakilan dan pemangku Indonesia di Tiongkok harus mampu menonjolkan hasil nyata pendirian kantor perwakilan Indonesia di Tiongkok yaitu untuk mendorong pembangunan nasional.

Koordinasi Perwakilan RI dengan Perwakilan BUMN Indonesia di Tiongkok

Rakor menghasilkan kesepakatan bersama yaitu “Komitmen Guilin” yang akan dilaksanakan melalui sinergi program dan kegiatan di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata antara Perwakilan dan para pemangku kepentingan Indonesia di Tiongkok. Komitmen ini akan menjadi landasan bersama bagi setiap pemangku kepentingan di RRT untuk saling bekerja sama mendorong pembangunan nasional.(DJO)

Sumber : KBRI Beijing

Pembangunan Kawasan Industri di Fuqian untuk Mendorong Investasi dan Ekspor RI – RRT

Pertemuan Dubes Djauhari Oratmangun &
Sekretaris Partai Fuqing County Mr. Wang Jin Zu

Jurnal123.com – KBRI Beijing terus mendorong hubungan kerja sama ekonomi RI-RRT khususnya mendorong ekspor produk2 RI ke RRT dan arus Investasi ke Indonesia. Untuk mewujudkan hal ini, Dubes Djauhari telah melakukan pertemuan dengan Penguasa Kota Fuqing, Provinsi Fujian, Mr. Wang Jin Zu dan jajarannya serta Pengusaha Indonesia yang sedang berada di sana, sekaligus melakukan on-site visit pembangunan kawasan industri (Industrial Park) di Fuqing, tanggal 2 Maret 2019.

Pertemuan Dubes RI didampingi Konsorsium Perusahaan Indonesia dengan
Sekretaris Partai Fuqing County

Kawasan industri ini dibangun untuk menjadi zona kerja sama industri serta saluran perdagangan Tiongkok – Indonesia, yang berdiri di atas ribuan hektar lahan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Fuqing dan dikelola bersama (joint venture) konsorsium perusahaan Indonesia dan perusahaan Tiongkok, dengan saham mayoritas Indonesia.

Kunjungan pada Pembangunan Kawasan Industri di Fuqing County

Pembangunan tahap satu kawasan seluas 1.000 ha tengah berlangsung dan akan mulai beroperasi pada bulan September 2019. Diharapkan pada lima tahun ke depan total area yang akan dibangun seluas 20.000ha. Kawasan ini memiliki kondisi pelabuhan laut dalam, lalu lintas dan lokasi yang strategis, dan dapat menjadi jalur komoditas Indonesia.

Dubes Djauhari Oratmangun mendengarkan Penjelasan mengenai Pembangunan Kawasan Industri ini

Pembangunan kawasan ini bertujuan untuk mempercepat realisasi komunikasi kebijakan Tiongkok–Indonesia, konektivitas, kelancaran perdagangan, keuangan, pembiayaan pembangunan dan membantu kedua negara menjadi mitra pembangunan kelautan. Jalur cepat ini diharapkan menjadi pusat perdagangan komoditas terbesar di Asia dan dapat memainkan peran sebagai pusat distribusi komoditas ekspor Indonesia dan platform kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.

Terdapat 83 negara yang akan bergabung dalam kawasan industri ini dan Indonesia mendapat prioritas utama dalam pembangunan zona alur perdagangan yang diprediksi akan menjadi pusat perdagangan internasional Asia-Pasifik.

Untuk memaksimalkan jalur perdagangan ini, konsorsium perusahaan Indonesia juga telah menyiapkan ratusan hektar lahan di Jawa Tengah yang apabila disetujui Pemerintah RI akan dibangun menjadi kawasan industri untuk interkonektivitas Indonesia dan Tiongkok.

Bangunan dan Lokasi Pembangunan Kawasan Industri di Fuqing County

Lahan untuk kawasan industri ini diharapkan dapat menjadi basis untuk menarik perusahaan Tiongkok guna berinvestasi dan mempromosikan komoditas ekspor Indonesia, menyediakan kebijakan preferensial dan meningkatkan fasilitas pendukung, dan diharapkan menjadi pilihan pertama bagi perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia dan ASEAN, dengan logistik yang terpadu dan basis untuk proses ekspor.

Sekiranya kawasan industri di Fuqian dan Semarang ini terwujud maka akan berkontribusi signifikan guna meningkatkan volume ekspor barang-barang Indonesia dan menarik lebih banyak perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia, menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sumber : KBRI Beijing

Ternyata 2 Terduga Pelaku Mutilasi WNI di Malaysia Jadi Tersangka Kasus Keimigrasian

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, saat ditemui di Mabes Polri.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com –  Terkait adanya penngkapan terhadap inisial A dan JIR yang ditangkap PDRM ternyata  duanya adalah ditangkap dalam perkara keimigrasian. Bukan  tersangka kasus pembunuh Multilasi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa(26/2)2019 mengatakan dan meluruskan kabar penangkapan pelaku mutilasi dua WNI di Malaysia. Kedua pelaku yang berinisial A dan JIR ditangkap dalam perkara lain terkait keimigrasian.  “Dia jadi tersangka dengan case yang lain, bukan tersangka terhadap kasus pembunuhan dan mutilasi,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan kedua pelaku asal Pakistan itu telah ditahan di Bareskrim versi Polis Diraja Malaysia (PDRM). “Sementara itu, untuk kasus dugaan mutilasi WNI,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan keduanya diduga sebagai eksekutor. Namun, keduanya disebutkan masih mengelak. Oleh karena itu, aparat setempat masih mengejar seorang aktor intelektual untuk menguatkan keterlibatan kedua orang tersebut. Dedi menjelaskan, sistem hukum di Malaysia membutuhkan penguatan dari saksi yang menyaksikan perbuatan pidana hingga polisi berani menyerahkan kasus tersebut ke kejaksaan. “Kasusnya belum bisa dilanjutkan karena aktor intelektualnya belum ditangkap, dalam rangka menguatkan pembuktian keterlibatan dua orang tersebut dalam peristiwa pidana pembunuhan disertai mutilasi,” jelasnya

Data yang dihimpun pengusaha tekstil asal Bandung, Nuryanto, dan temannya Ai Munawaroh menjadi korban mutilasi di Malaysia. Hermawan, salah satu anggota tim pengacara Nuryanto, mengatakan, pihaknya menerima informasi tersebut dari Kepolisian Malaysia. Jenazah korban ditemukan di sebuah sungai di Malaysia. “Berdasarkan informasi dan keterangan Kepolisian Malaysia, jenazah itu diduga klien kami. Sebab petunjuk Kepolisian Malaysia mengarah kepada Nuryanto, sebab ditemukan bukti petunjuk seperti baju, telepon genggam ditemukan di sekitar lokasi,” tutur dia, ketika dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (9/2/2019). 

Hermawan menuturkan, Nuryanto pergi ke Malaysia untuk urusan bisnis. Selama di Malaysia, lanjut Hermawan, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Pada 22 Januari, pihaknya putus komunikasi dengan Nuryan. (Vecky Ngelo)

Hebei Kuma – Contoh Keberhasilan Investasi Indonesia di Tiongkok

Duta Besar Djauhari Oratmangun bersama Ms. Deng Suxue, Wakil Walikota Xingtai Municipality

Jurnal123.com – Dubes RI Beijing mengisi akhir pekan dengan berkunjung ke Provinsi Hebei untuk menyaksikan secara langsung operasional pabrik Hebei Kuma Hydraulic Machinery Co., Ltd. Pabrik ini merupakan perusahaan joint venture antara Dongfeng Group Indonesia dan Hebei Jinguang Auto Parts Co., Ltd dengan persentasi kepemilikan anak bangsa sebanyak 61%.

Sambutan Kepada Dubes RI di Pabrik Kuma

Hebei Kuma Hydraulic Machinery Co., Ltd merupakan perusahaan yang memiliki 14 paten nasional yang bergerak di bidang produksi auto parts, engineering machinery parts, hydraulic pumps, hydraulic motors, hydraulic valves dan spare parts alat berat lainnya.

Foto bersama Mayor of Linxi County, Presiden Direktur Dongfeng Group dan Presiden Kuma

Perusahaan Kuma terletak di County Linxi dengan kawasan seluas 100 ha dan lebih dari 600 pekerja, memiliki kemampuan untuk memproduksi 90.000 hydraulic pumps, hydraulic motors dan hydraulic valve, termasuk 30.000 tons casting per tahun.

Tidak tanggung-tanggung berbagai perusahaan alat berat ternama Amerika, Italia, dan Jepang turut memesan onderdil dari perusahaan ini.

Kunjungan Dubes RI ke Hebei turut disambut hangat oleh Wakil Walikota Xingtai Municipality, Sekretaris Komite Partai Linxi County, Bupati Linxi dan jajarannya.

Foto bersama Wakil Walikota Xingtai Municipalit, Director Foreign Affairs Office, dan
Deputy Secretary of Xingtai Municipal Government

Selain terus mendorong investasi Tiongkok di Indonesia, KBRI Beijing juga terus dorong ekspansi bisnis perusahaan Indonesia di Tiongkok. Saat ini, Tiongkok jadi salah satu tujuan favorit investasi asing, khususnya untuk memanfaatkan pasar domestik yang sangat besar, melalui pembangunan pusat produksi.

Joint venture perusahaan Indonesia dan Tiongkok ini merupakan contoh keberhasilan outward investment Indonesia ke luar negeri yang semakin memperkuat kerja sama ekonomi dan membawa mutual benefit bagi Indonesia dan Tiongkok.

Sumber : KBRI Beijing

Polri Siapkan Personil Terkait Pembebasan 2 WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Kelompok Bersenjata Abu Sayyaf

Jurnal123.com – Upaya untuk melakukan pembebasan dua warga negara indonsia (WNI) yang di tangkap oleh Kelompok Abu Sayyaf, Filipina selain dilakukan deplomasi sudah disiapkan personil.

.Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  di hubungi Minggu(24/2)2019 mengatakan  pihaknya menyiapkan personel yang kompeten di bidangnya. Mereka akan diterjunkan sesuai kebutuhan dalam operasi pembebasan. “Pada prinsipnya pihak kepolisian siap. Menyiapkan personel-personel yang sudah memiliki pengalaman, memiliki kompetensi dan mengetahui tentang sedikit banyak situasi di Filipina,” ujarnya 

Selanjutnya,Dedi menegaskan kendati demikian, Polri masih menunggu informasi terkait bantuan yang dibutuhkan pada operasi yang dikomandoi Kementerian Luar Negeri itu.  Tak hanya Polri, dalam upaya pembebasan dua WNI tersebut. Kemenlu disebutkan juga menggandeng TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN). “Jadi nanti kebutuhan-kebutuhan apa yang dibutuhkan dalam rangka melakukan negosiasi kepada pihak yang menyandera tentu akan diputuskan oleh Kemenlu,” tegasnya. 

Sebelumnya, sebuah video mengungkap penangkapan dua WNI asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, oleh kelompok Abu Sayaf, Filipina, viral di media sosial, Rabu (20/2/2019). Video yang berdurasi sekitar 34 detik tersebut memperlihatkan dua WNI diikat dan direkam untuk meminta bantuan Pemerintah Indonesia. 

 

Dalam rekaman video tersebut tampak beberapa lelaki yang menggunakan penutup kepala sambil menenteng senjata laras panjang. Dalam video tersebut, dengan mata tertutup kain hitam, WNI tersebut berbicara untuk meminta bantuan Pemerintah indonesia. Namun, video itu terputus. “Saya warga negara Indonesia, pekerjaan nelayan di Sabah. Saya kena tangkap oleh Abu Sayyaf, Filipina, di laut. Saya minta Pemerintah Indonesia, terutama Presiden dan Pak Dadang…,” kata lelaki tersebut. Video ini pertama kali disebar oleh akun Facebook dengan nama Kim Hundin. (Vecky Ngelo)

Upaya Membebaskan 2 WNI Di ringkus diKelompok Abu Sayyaf dilakukan Diplomasi

Kelompok Bersenjata Abu Sayyaf

Jurnal123.com – Upaya mecari jalan keluar  terkait dua warga negara (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf, Filipina akhirnya Polri, TNI dan Badan Intelejen Negara (BIN) berkoordinasi dengan  kementerian Luar Negeri. Ini  dilakukan dengan diplomasi  agar dilakukan secaa humanis, persusif dalam menyelamatkannya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan,Jumat (22/2) 2019 mengatakan Polri, TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) bakal bertemu dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). ” Pertemuan itu untuk membahas dua warga negara Indonesia ( WNI) yang ditangkap dan disandera kelompok Abu Sayyaf, Filipina,” ujarnya. 

Selanjutnya, Dedi menegaskan pemerintah Indonesia akan mengedepankan langkah diplomatis dengan pendekatan humanis dalam menyelamatkan kedua WNI asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara tersebut. “Dari Kemenlu akan mengundang TNI, Polri, BIN dalam rangka mengedepankan langkah-langkah diplomasi secara humanis, persuasif, untuk menyelematkan WNI dari sekapan kelompok Abu Sayyaf agar segera dikeluarkan dengan selamat,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan  Kedua WNI tersebut bernama Hariadin dan Heri yang telah lama bekerja di kapal ikan di Malaysia. “Selain itu, pihak Kemenlu dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terus melakukan negosiasi dengan pemerintah Filipina terkait pembebasan kedua WNI itu.. Pasalnyatak dapat berbicara banyak karena Kemenlu yang memegang komando dalam operasi pembebasan ini,” jelasnya.

 

Dari data yanga ada sebagai leading sector, bagaimana kronologis WNI bisa disandera Abu Sayyaf karena ini kejadian bukan sekali,” terangnya. Sebelumnya, sebuah video mengungkap penangkapan dua WNI asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, oleh kelompok Abu Sayaf, Filipina, viral di media sosial, Rabu (20/2/2019). 

Video yang berdurasi sekitar 34 detik tersebut memperlihatkan dua WNI diikat dan direkam untuk meminta bantuan Pemerintah Indonesia.  Dalam rekaman video tersebut tampak beberapa lelaki yang menggunakan penutup kepala sambil menenteng senjata laras panjang. Dalam video tersebut, dengan mata tertutup kain hitam, WNI tersebut berbicara untuk meminta bantuan Pemerintah indonesia. Namun, video itu terputus. “Saya warga negara Indonesia, pekerjaan nelayan di Sabah. Saya kena tangkap oleh Abu Sayyaf, Filipina, di laut. Saya minta Pemerintah Indonesia, terutama Presiden dan Pak Dadang..Video ini pertama kali disebar oleh akun Facebook dengan nama Kim Hundin. (Vecky Ngelo)

Harga Minyak Naik Ke Level Tertinggi

Jurnal123.com – Harga minyak naik lebih dari 1 persen ke tingkat tertinggi tahun ini pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (21/2/2019), didorong harapan bahwa pasar minyak akan seimbang tahun ini. Kenaikan harga juga dipicu pengurangan produksi produsen utama serta sanksi AS terhadap anggota OPEC yakni Iran dan Venezuela.

Kekhawatiran pasar atas pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok telah menekan harga minyak pada awal perdagangan. Namun pasar berbalik arah setelah ada tanda-tanda kemajuan perundingan perdagangan pada Rabu (20/2) sehingga memperkuat pasar ekuitas.
Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Tiongkok berjalan baik. Dia menyatakan terbuka untuk memperpanjang tenggat waktu guna menyelesaikan lebih 1 Maret, ketika tarif impor Tiongkok senilai US$ 200 miliar dijadwalkan naik menjadi 25 persen dari 10 persen.

“Kami di pasar sedang menunggu berita utama berikutnya untuk mendorong emas lebih tinggi atau lebih rendah,” kata analis Price Futures Group Phil Flynn di Chicago seperti dikutip Reuters.
Ia menambahkan pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok menjadi fokus para pelaku pasar.

Patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik 63 sen AS atau 0,95 persen, menjadi US$ 67,08 per barel. Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret ditutup di US$ 56,92 per barel, naik 83 sen AS atau 1,48 persen, menjelang berakhirnya kontrak.
Sementara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya, termasuk Rusia – sepakat mengurangi pasokan minyak sebesar 1,2 juta barel per hari mulai 1 Januari tahun ini.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih berharap pasar minyak akan seimbang pada April, dan tidak akan ada kesenjangan pasokan karena sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela.
“Anda bisa menganggap itu sebagai sinyal bahwa Arab Saudi akan terus mengambil pendekatan proaktif,” kata Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, di Houston.

Perusahaan minyak negara Saudi, Aramco, pekan lalu menutup sebagian ladang minyak lepas pantai Safaniyah setelah kabel listrik terputus secara tidak sengaja. Produksi di ladang El Sharara yang diperebutkan Libya telah dihentikan sejak Desember.

Sanksi-sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela juga telah membantu mengurangi ketersediaan minyak mentah di pasar global.

Namun, kenaikan harga minyak dibatasi oleh ekspektasi peningkatan persediaan di AS setelah terjadi penurunan tajam dalam pemanfaatan kapasitas kilang di Midwest AS.  Persediaan minyak mentah AS diperkirakan telah meningkat sebesar 3,1 juta barel pekan lalu, kenaikan mingguan kelima berturut-turut, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan.(BES)

Polri : Kejelasan Dua Korban WNI di Malaysia Tunggu hasil DNA

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Proses pedalaman kematian dua warga Indonesia pengusaha tekstil asal Bandung, Nuryanto, dan temannya Ai Munawaroh  menjadi korban mutilasi di Malaysia semua tunggu hasil laboratorium tes mmbutuhkan waktu 7 hari hingga 10 hari.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan, Selasa(19/2)2019 mengatakan terkait dengan motiv dan lainya kita  tunggu hasil  laboratorium tes DNA yaitu  kalau menyangkut masalah administrasi yang akan dikirim ke KBRI melalui Hubinter itu masih berproses masalah sidik jari sudah ditanda tangani .” Mengenai masalah rekaman  Wa  by phone  sudah diserahkan dengan hasil rekening . Ya itu aja dahulu, semua masih menunggu hasil DNA,” ujarnya.

Ketika ditanya hasil DNA dikirimnya kapan, Dedi menegaskan bukan kirimya tetapi kita sudah mengfasiitasi KBRI .” Untuk adiknya Nuryantomotiv  dan adik kandung nya sudah diambil kemudian untuk ayah kandung biologi AI  Munawaroh   sudah diambil , jadi tadi komunikasi terakhir dengan LCO yang ada di Kuala Lumpur semua masih menunggu hasil laboratorium dari Polisi DiRaja Malaysia( PDRM),” tegasnya .

Disinggung lama sekali ya, Dedi menjelaskan kalau  mereka membutuhkan 7 Hari  hingga 10 Hari. “Mengenaii motiv dari dua orang itu,Itu nanti dari PDRM yang menjelaskan, Kepolisian RI hanya mensuport dana  saja itu kepada PDRM dalam rangka untuk mengungkap kasus pembunuhan disertai multilasi,” jelasnya.

Untuk laporan,Dedi merinci  belum dan PDRM masih punya waktu sampai tanggal 24 Febuari 2019.” Dan belum jadi tersangka dan  belum nanti sampai taggal 24 Febuari 2019 itu berkejaran dengan data-data yang dibutuhkan dan semua sudah kita berikan,” rincinya.

Saat ditanya apakah  pemeriksan itu melibatkan Polri, Dedi menandaskan tidak , semua murni otoritasnya PDRM dan kita hanya membantu apa yang dibutuhkan.”Butuh DNA dari Polda Jabar sudah proaktif kita menghubungi pihak keluarga dikirm ke KBRI yang mengfasilitasi langsung mengirim ke PDRM sudah mengambil samplenya,” tandasnya.

Terkait dengan kasus ini,apakah Polri menawarkan dan PDRM meminta bantuan, Dedi mengungkapkan mereka hanya meminta bantuan berupa data-data saja  sebagai data pembanding..”Kedua jenasah apa belum dikirm ke Indonesia, karena belum masih dibutuhkan untuk proses sample DNA,” ungkapnya. 

Apakah kepalanya apakah sudah ketemu,Dedi membeberkan sampai komunikasi siang ini dengan saya belum diketemukan untuk potoangan tubuh lainnya .” Baru 3 tas kresek itu yang di temukan. belum ada perkembangan lebih lanjut. Tetapi mereka akan tetap berusaha untuk mencari,” bebernya. (Vecky Ngelo)

Polri Kirim 322 Anggotanya Untuk Misi Perdamaian Dan Kemanusiaan PBB

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat melepas keberangkatan 322 personel Polri untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/2)2019.(Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB),  akhirnya. Kepolisian RI melepas keberangkatan sebanyak 322 personel untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka akan dikirim ke sejumlah negara seperti Afrika Tengah, Sudan, dan Kongo.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di gedung Rupatama Mabes Polri ,Jakarta Selatan ,Kamis (14/2)2019 mengatakan merasa bangga dengan kontribusi Indonesia dalam misi PBB tersebut. “Ini adalah salah satu prestasi dan kebanggaan karena dipercaya oleh PBB untuk kembali di 2019 mengirimkan jumlah personel cukup banyak ke beberapa negara,” ujarnya. 

Selanjutnya, Tito menegaskan sebanyak 140 personel tergabung dalam Satuan Tugas Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 1 United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA). Terdapat 14 polwan dalam satgas yang akan diberangkatkan ke Afrika Tengah ini.” Berikutnya adalah Satgas Garuda Bhayangkara II FPU 11 United Nation and African Union Mission in Darfur (UNAMID), yang terdiri dari 180 personel.    Satgas yang akan dikirim ke daerah Darfur, Sudan, tersebut, menjalankan misi berkelanjutan dan akan menggantikan personel yang sudah bertugas di daerah tersebut,”tegasnya. 

Untuk itu, Tito menjelaskan  Indonesia juga akan mengirimkan 2 orang calon petugas individu Polri atau individual Police Officer (IPO) ke Kongo untuk misi The United Nations Orgri iianization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO). “Saya berharap para anggota misi tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik serta membanggakan Indonesia. Sekali lagi mohon doa restu dari seluruh bangsa Indonesia agar anggota Polri yang saat ini diberikan amanat dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat dan membawa nama baik bangsa dan institusi,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi  mengatakan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia menjadi salah satu faktor Imdonesia bisa menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.”Kita sangat bangga bahwa peacekeeper Indonesia selama ini telah membawa nama baik RI di luar negeri. Dan kita berhasil duduk di dalam anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, salah satunya adakah karena faktor kontribusi kita dalam peacekeeping operation,” ujarnya (Vecky Ngelo)

Polisi Diraja Malaysia Ungkap Mutilasi Dua WNI di Malaysia

Karopenmas Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri.( Vecky Ngelo)


Jurnal123.com –  Akhirnya Polisi Diraja Malaysia(PDRM) berhasil Mengungkapkan terrduga pelaku multilasi Warga negara Indonesia di Malaysia. Dimana Dua WNI itu pengusaha tekstil di Kabupaten Bandung, Jawa barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (13/202019 mengatakan pihak kepolisian Malaysia telah menangkap dua terduga pelaku mutilasi WNI di negara tersebut. “Dua WNI yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia adalah Nuryanto, seorang pengusaha tekstil di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan temannya Ai Munawaroh,” ujarnya. 

Selanjutnya, Dedi menegaskan kedua terduga pelaku berkewarganegaraan Pakistan dan merupakan rekan bisnis dari korban. “PDRM (Polis Diraja Malaysia) sudah amankan dua terduga pelaku warga negara Pakistan, yang merupakan teman bisnis dari korban tersebut,.  Pihak kepolisian Malaysia meminta beberapa bukti terkait kedua korban, Nuryanto dan Ai Munawaroh.”  Ditemukan di Pinggir Sungai hingga Keluarga Jalani Tes DNA   Bukti itu, antara lain adalah sidik jari, hasil percakapan di aplikasi pesan instan Whatsapp, dan informasi transaksi keuangan untuk rekening atas nama Nuryanto,” tegasnya.

Untuk itu,  Dedi menjelaskan, bukti-bukti tersebut dibutuhkan kepolisian di Malaysia untuk membongkar kasus tersebut. “Penguatan alat bukti ini sangat penting meyakinkan Kepolisian Diraja Malaysia untuk mengkorban dan untuk memutuskan betul-betul kedua tersnagka yang saat ini diduga dalam proses penanganan PDRM betul pelakunya,” jelasnya.

Lebih jauh, Dedi merinci Kepolisian RI akan mendukung polisi Malaysia dalam penanganan kasus tersebut. Baca juga: Pengusaha Asal Bandung Tewas di Malaysia, Diduga Korban Mutilasi   Diberitakan sebelumnya, pengusaha tekstil asal Bandung, Nuryanto, dan temannya Ai Munawaroh menjadi korban mutilasi di Malaysia. Hermawan, salah satu anggota tim pengacara Nuryanto, mengatakan, pihaknya menerima informasi tersebut dari Kepolisian Malaysia. Jenazah korban ditemukan di sebuah sungai di Malaysia. “Berdasarkan informasi dan keterangan Kepolisian Malaysia, jenazah itu diduga klien kami,” rincinya. (Vecky Ngelo)