Category Archives: Internasional

Pimpin Misa Natal, Paus Fransiskus Ajak Umat Hidup Sederhana

Paus Fransiskus Pimpin Misa Malam Natal


Jurnal123.com – Paus Fransiskus memimpin umat Katolik Roma pada Misa Malam Natal, Senin (24/12) waktu setempat. Ia menyerukan orang-orang di negara maju untuk hidup lebih sederhana dan tidak materalistis, mengutuk kesenjangan yang kian melebar antara si kaya dan si miskin. 

Fransiskus (82 tahun) menandai Natal keenam kepausannya, memimpin sebuah kebaktian khusyuk bagi hampir 10 ribu orang di Basilika Santo Petrus untuk Misa Malam Natal tradisionalnya. 

Keamanan di sekitar Vatikan dan banyak daerah wisata lainnya di Roma diperketat selama Natal.

Minggu lalu, polisi di Italia selatan menangkap seorang lelaki Somalia yang dicurigai sebagai anggota ISIS yang mengancam akan membom gereja-gereja di Italia, termasuk St. Peter’s.

Dalam kotbahnya, Francis berkata bahwa bayi Yesus, yang lahir dalam kemiskinan di sebuah kandang, harus membuat setiap orang, terutama mereka yang semakin “rakus dan tamak,” merenungkan makna hidup yang sebenarnya.

“Mari kita bertanya pada diri sendiri: Apakah saya benar-benar membutuhkan semua benda material dan resep rumit ini untuk hidup? Bisakah saya tanpa semua tambahan yang tidak perlu ini dan menjalani kehidupan yang lebih sederhana?” ujar Francis, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/12).

Ia menyebut bagi banyak orang saat ini, makna hidup ditemukan dengan memiliki kelebihan material. Keserakahan yang tak terpuaskan menandai semua sejarah manusia. 

“Bahkan hari ini, sebagian orang makan dengan mewah, di saat banyak orang yang sulit memenuhi kebutuhan roti untuk bertahan hidup,” ungkapnya. 

Francis, paus pertama dari Amerika Latin ini menjadikan upaya membela orang miskin sebagai ciri khas kepausannya.

Pada hari Sabtu, Vatikan mengatakan bahwa dia telah memberikan para tunawisma di Roma hadiah Natal berupa sebuah klinik baru di Lapangan Santo Petrus, di mana mereka dapat memperoleh bantuan medis gratis.

Badan amal Katolik, Caritas, memperkirakan pada akhir tahun lalu ada lebih dari 16 ribu tunawisma di Roma dan jumlah mereka yang berkumpul di dekat Vatikan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada malam hari.

Misa kepausan Malam Natal Senin malam adalah yang pertama diadakan dengan sistem pencahayaan hemat energi baru untuk gereja terbesar di dunia. Pencahayaan ini menggunakan 100 ribu LED, yang hanya menggunakan 10 persen energi dari sistem sebelumnya.

Tepat pada Natal, Selasa (25/12), Fransiskus akan menyampaikan pesan “Urbi et Orbi” (ke kota dan dunia) dua kali setahun dari balkon pusat Basilika Santo Petrus, balkon yang sama tempat ia pertama kali muncul setelah pemilihannya pada 13 Maret 2013.(Reuters)

Kembangkankan Kerjasama Ekonomi Indonesia-Tiongkok, KBRI Promosi Investasi Perdagangan Pariwisata

Wakil Kepala Perwakilan RI Beijing Listyowati

Jurnal123.com – Dalam rangka mengembangkan kerja sama ekonomi dengan berbagai kota second and third tiers di Tiongkok, pada tanggal 17 Desember 2018 KBRI Beijing melaksanakan kegiatan Indonesia – Dezhou Forum Business on Investment, Trade and Tourism di Kota Dezhou, yang merupakan salah satu kota penting di Provinsi Shandong, RRT. Kota Dezhou dengan jumlah penduduk yang mencapai hampir 6 juta merupakan hub transportasi penting di Tiongkok dan memiliki zona pembangunan ekonomi yaitu Dezhou Economic Development District dan Dezhou Yunhe Economic Development District.

Wakil Kepala Perwakilan RI Beijing, Ibu Listyowati dalam sambutannya menyampaikan potensi Kota Dezhou seperti pengembangan mobil listrik, solar energy dan industri ramah lingkungan. Saat ini Tiongkok sebagai mitra strategis dan sahabat Indonesia merupakan salah satu partner penting kerja sama bidang ekonomi. Pada tahun 2017, investasi Tiongkok ke Indonesia mencapai USD 3,3 miliar, volume perdagangan kedua negara mencapai US$63.3 milyar serta jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia hampir mencapai angka 2 juta orang. Ke depan diharapkan lebih banyak investasi dan perdagangan serta kunjungan wisatawan dari Kota Dezhou ke Indonesia.

Tampil sebagai pembicara dalam forum bisnis yaitu perwakilan dari BKPM, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Beijing dan PT Angkasa Pura Logistik yang memaparkan mengenai perkembangan terkini ekonomi Indonesia, kebijakan terkini investasi Indonesia, serta potensi kerja sama bidang logistik. Selain itu, Taishan Group salah satu perusahaan di Kota Dezhou menyampaikan presentasi mengenai pengalaman berbisnis di Indonesia. Selain promosi investasi, juga ditampilkan produk-produk ekspor unggulan Indonesia yang telah masuk ke pasar Tiongkok, serta keindahan tenun Tanimbar kepada para peserta forum bisnis.

Beberapa potensi bisnis yang tercatat setelah pelaksanaan forum yaitu minat investasi di bidang pengembangan mobil listrik oleh Lichi New Energy Car Group, serta pengembangan energi solar dan industri mesin pertanian dan peternakan.

Sumber : KBRI Beijing

Kebebasan Beragama Di Cina Makin Memprihatinkan! Dilarang Menjual Hiasan Natal

Pemerintah Cina Melarang Penjualan Hiasan Natal

Jurnal123.com – Cina semakin keras menentang kebebasan beragama di antaranya melarang dekorasi Natal muncul di ruang publik dan toko-toko dilarang memajang dan menjual dekorasi Natal.

Cina memberlakukan hukuman kepada siapa saja yang melanggar aturan ini. Tindakan keras melarang festival atau pun memajang dan menjual dekorasi Natal dirasakan warga kota Langfang di provinsi Hebei.

Seperti dilaporkan South China Morning Post, Selasa, 18 Desember 2018, otoritas Langfang mengatakan siapapun yang menjual pohon Natal, krans bunga, dan Santa Klaus akan dihukum.

“Toko-toko dilarang keras melakukan pertunjukan Natal atau berjualan untuk mempromosikan,” kata otoritas Langfang.

Warga diminta untuk melaporkan siapa saja yang menyaksikan kegiatan keagamaan di halaman atau taman.

Cina juga tidak memberlakukan libur selama Natal. Alasannya, partai Komunis yang berkuasa merupakan ateis. Selama bertahun-tahun otoritas Cina telah bersikap keras kepada siapa saja yang merayakan acara keagamaan di ruang publik.

Menurut laporan Telegraph, menyambut Natal, pekerja di pemerintahan Cina akan melakukan inspeksi, dan semua aktivitas keagamaan di ruang publik akan dipantau dan dilaporkan ke pihak otoritas.

Sejak Xi Jinping memimpin Cina, kebebasan beragama di negara ini semakin dipersulit. September lalu, tiga gereja yang dibangun secara independen telah ditutup. Banyak anggota gereja menghilang dan beberapa di antaranya menjalani hukuman sebagai tahanan rumah.

Di sejumlah tempat di Cina, salib dan foto-foto Yesus Kristus diturunkan dan digantikan dengan bendera nasional Cina dan foto Xi. Penjualan Alkitab juga dilarang.

Sabtu pagi, lebih dari 60 polisi dan aparat sipil Cina menerobos kelas Alkitab di Guanzhou, ibukota provinsi Guangdong. Peristiwa ini terjadi setelah aparat menutup gereja Zion di Beijing yang jumlah umatnya mencapai 1,500 orang pada September lalu dan gereja Early Rain Covenant Church di Chengdu tempat beribadah 500 umat.

Meski perayaan Natal dilarang keras, ironisnya sejumlah pabrik di Cina membuat dan mengekspor pohon Natal buatan pada tahun 2017. Cina memproduksi 60 persen pohon Natal buatan dari produksi dunia.(TEM)

Jamal Khashoggi Dan Sejumlah Jurnalis Menjadi Tokoh Tahun 2018 Versi Majalah Time

Man of the Year Versi Majalah Time

Jurnal123.com – Majalah berpengaruh dunia Time, menempatkan sejumlah jurnalis menjadi “Person of the Year” tahun 2018 ini.

Mendiang jurnalis Arab Saudi yang bekerja di Harian Washington Post, Jamal Khashoggi, adalah salah seorang dari sekelompok wartawan yang dimasukkan ke dalam daftar “Person of the Year”atau “Tokoh Tahun Ini” oleh Majalah Time, sebuah pengakuan “pahit-manis,” kata rekan-rekannya.

Publikasi nama-nama tokoh tahun 2018 oleh Majalah Time itu berarti pengakuan terhadap seseorang atau sekelompok orang yang paling mempengaruhi berita di dunia dalam setahun terakhir, baik itu “berita baik maupun berita buruk.”

Jamal Khashoggi, yang dikenal sebagai pengecam Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman, dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada tanggal 2 Oktober lalu. Intelijen Turki mengatakan telah berbagi “semua bukti” mengenai pembunuhan itu dengan direktur CIA dalam kunjungannya ke negara itu. Badan Intelijen Turki (MIT) juga mengaku telah berbagi gambar-gambar video dan rekaman audio serta bukti-bukti lain yang dikumpulkan dari konsulat maupun tempat tinggal konsul Saudi di Istanbul.

Jamal Khashoggi dan jurnalis lain yang dimasukkan ke dalam daftar Majalah Time itu mewakili “penjaga” dan pejuang kebenaran.

Karen Attih, editor Opini Global di Harian Washington Post mengatakan, “Ini menyangkut ‘Penjaga Kebenaran’ dan ini berkenaan dengan wartawan. Kita tahu bahwa profesi kita terancam dari segala penjuru dan di banyak negara, dan Jamal hanyalah contoh dari itu. Pada saat yang sama, kita tahu, menurut saya, bahwa semua ini benar-benar tentang semua orang yang berani berbicara tentang kebenaran, yang berani menyampaikan cuitan di Twitter, yang berani menulis. Ini semua berarti melindungi semua orang yang ingin menyatakan pendapat, bahkan jika pendapat itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan oleh mereka yang berkuasa.”

Selain Jamal Khashoggi, wartawan lain yang dimasukkan ke dalam daftar tokoh tahun ini adalah staf dari Capital Gazette di Annapolis, Maryland, di mana lima anggotanya tewas dalam penembakan massal di kantor surat kabar itu pada bulan Juni lalu.

Selanjutnya, jurnalis yang juga dihormati adalah wartawan Filipina Maria Ressa, yang ditangkap atas tuduhan penggelapan pajak, serta pemimpin redaksi kantor berita Reuters Stephen Adler, yang menggunakan penghormatan terhadap wartawan Reuters Wa Lone dan Kyaw Soe Oo untuk mengulangi imbauannya bagi pembebasan mereka setelah kedua wartawan itu dipenjara selama hampir satu tahun. Kedua wartawan Reuters itu ditangkap dalam sebuah rekayasa polisi dalam upaya menghalangi pelaporan mengenai kekejaman militer di Myanmar.

Penempatan sejumlah wartawan tersebut menunjukan bagaimana sebuah karya berita masih mempengaruhi perjalanan sejarah kehidupan di dunia ini.

Ironisnya masih ada saja tokoh di Indonesia yang mengecam dan mendiskreditkan wartawan.(VOA/TEM/JIM)

Dubes RI Yakinkan Para Pengusaha Tiongkok Untuk Investasi Ke Indonesia

Dubes RI Djauhari Oratmangun Menjadi Keynote Speech di Hadapan 500an Pengusaha Beijing Peserta Sichuan Southward Opening (Xiamen) International Cooperation Conference, Xiamen,
15 Desember 2018

Jurnal123.com – “Indonesia adalah negara dengan berjuta peluang, bukan hanya karena GDP yang terus meningkat, daya tarik Indonesia semakin kuat karena kondisi geografis, populasi dan sumber daya manusia produktif yang berkwalitas serta sumber daya alam yg banyak”. Ujar Djauhari Oratmangun, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dihadapan 500an pengusaha Tiongkok.

Duta Besar RI berdialog dengan Wakil Wali Kota Chengdu, Bapak Liu Jiedong

Duta Besar Djauhari menyampaikan keynote speech pada Sichuan Southward Opening (Xiamen) International Cooperation Conference yang diselenggarakan di Xiamen, RRT, 15 Desember 2018. Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Sichuan Provincial People’s Government bekerja sama dengan Sichuan Provincial Bureau of Economic Cooperation dan Sichuan Chamber of Commerce in Fujian, serta didukung oleh Xiamen Municipal Bureau of Economic and Information Technology, Foreign Affairs Office of Xiamen Municipal People’s Government dan Taiwan Affairs Office of Xiamen Municipal People’s Government.

Duta Besar RI berdialog dengan Wakil Ketua CPPCC Provinsi Sichuan, Bapak Chen Fang


Konferensi dihadiri oleh sekitar 500an peserta yang berasal dari kalangan pengusaha dalam dan luar negeri Tiongkok, perwakilan Asosiasi Dagang Tiongkok di seluruh dunia, perwakilan Asosiasi Dagang Provinsi Sichuan di seluruh Tiongkok, kalangan penasihat hukum, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sichuan dan Kota Xiamen.

Duta Besar RI berdialog dengan Wakil Gubernur Provinsi Sichuan, Bapak Bapak Yang Xingping


Tujuan utama diselenggarakan konferensi adalah untuk mempromosikan potensi dan keunggulan ekonomi Provinsi Sichuan, serta meningkatkan kerja sama di antara kaum pebisnis Provinsi Sichuan dengan wilayah lainnya di Tiongkok maupun di kalangan pebisnis internasional. Kehadiran Duta Besar RI pada forum ini menjadi sangat signifikan untuk mempromosikan Indonesia, tidak hanya dalam hal ekonomi dan investasi, namun juga memperkenalkan peluang di bidang perdagangan, investasi, dan industri pariwisata Indonesia.

Duta Besar RI juga melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Provinsi Sichuan, Bapak Yang Xingping, Wakil Ketua CPPCC Provinsi Sichuan, Bapak Chen Fang, dan Wakil Wali Kota Chengdu, Bapak Liu Liedong dan Pimpinan Kamar Dagang Si huan dan Xiamen. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah berdiskusi terkait upaya implementasi kerja sama komprehensif antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya Provinsi Sichuan, termasuk rencana melaksanakan forum bisnis Indonesia di Sichuan.

Sichuan merupakan provinsi terbesar di wilayah barat daya Tiongkok dan memiliki jumlah populasi sebanyak 81 juta jiwa. Tahun 2017 GDP Provinsi Sichuan mencapai 0.51 trilyun USD atau setara dengan RMB 3.7 trilyun, yang merupakan salah satu provinsi dengan GDP 10 besar tertinggi di Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat serta jumlah populasi yang besar, menjadikan Provinsi Sichuan sangat menarik bagi investor asing. Sichuan juga merupakan kampung halaman sepasang giant panda, Cai Tao dan Hu Chun yang telah berada di Taman Safari Indonesia sejak tahun 2017, sebagai implementasi kerja sama breeding loan panda antara Indonesia – Tiongkok. Hingga saat ini Provinsi Sichuan telah memiliki kerja sama sister city dengan Indonesia, antara lain Jawa Barat – Provinsi Sichuan dan Kota Medan – Kota Chengdu.(DJO)

Australia Akui Yerusalem Barat Ibukota Israel


Perdana Menteri Scott Morrison menyatakan bahwa Australia secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. (AAP/Mick Tsikas/via Reuters)

Jurnal123.com – Perdana Menteri Scott Morrison menyatakan bahwa Australia secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.

“Australia sekarang mengakui Yerusalem Barat, yang menjadi pusat Knesset dan banyak institusi pemerintah lainnya, menjadi ibu kota Israel,” ujar Morrison, Sabtu (15/12).

Namun, Morrison mengatakan bahwa Australia belum akan memindahkan kantor kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Kami akan memindahkan kedutaan besar kami ke Yerusalem Barat ketika sudah memungkinkan,” katanya.

Morrison sudah mengutarakan pertimbangan negaranya untuk relokasi kedutaan besar ini sejak Oktober lalu.

Kala itu, Morrison mengatakan bahwa pertimbangan ini muncul lantaran proses perdamaian antara Israel dan Palestina tak kunjung usai karena kedua negara memperebutkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka kelak.

Pernyataan Morrison ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Indonesia. Sebagai pendukung Palestina, Indonesia menentang keras rencana Australia tersebut karena dianggap semakin mengancam prospek perdamaian Israel-Palestina. 

Selain itu, Jakarta menilai langkah kontroversial yang terinspirasi dari Amerika Serikat itu melanggar hukum internasional.

Tak lama setelah rencana kontroversial itu diumumkan Morrison, Indonesia langsung menerbitkan pernyataan kecaman hingga memanggil duta besar Australia di Jakarta.

Indonesia bahkan mengancam rencana Negeri Kangguru itu bisa mempengaruhi proses penyelesaian perjanjian perdagangan bernilai US$11,4 miliar (sekitar Rp17,3 triliun) dengan Australia.

Tak hanya dari sisi pemerintah, sejumlah protes dan demonstrasi juga sempat berlangsung di depan kedutaan besar Australia di Jakarta dan kantor konsulatnya di Surabaya.(CNN)

Promosi Indonesia dalam Acara CCTV Di China

Duta Besar Indonesia Untuk RRT Djauhari Oratmangun Saat Diwawancarai CCTV

Jurnal123.com – Promosi perdagangan, investasi dan turisme kembali dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, kali ini pada kesempatan “Ambassadors and CEO’s Dinner Party”, yang digagas CCTV pada Selasa malam 11 Desember 2018. Acara ini merupakan kelanjutan dari rangkaian 2018 CCTV Financial Forum dan Chinese Listed Companies Summit.

Selain Duta besar Indonesia, acara tersebut juga dihadiri 4 Duta Besar lainnya yakni Italia, Irlandia, Yunani, Lithuania serta CEO dari perusahaan terkemuka di Tiongkok. Rangkaian acara terdiri dari jamuan, diskusi panel, dialog one on one, dan diisi pula dengan pameran produk dari 10 negara melalui booth yang disediakan.

Dalam sesi 3 panel kombinasi Dubes dan CEO, dipandu oleh pembawa acara CCTV, Duta Besar RI berbicara di panel pertama membahas peluang kerja sama bisnis yang baru. Acara tersebut akan ditayangkan di CCTV dan memiliki rating bagus. Duta Besar menyampaikan pula pandangan dan alasan-alasan serta data-data valid mengapa Indonesia jaman now sangat atraktif untuk menjalin hubungan perdagangan, berinvestasi dan untuk berwisata. Selanjutnya Dubes mempromosikan produk-produk andalan Indonesia, pemanfaatan digital platform dan e-commerce untuk penetrasi pasar China, mengundang Investor untuk “doing business” dan berinvestasi di “Wonderful Indknesia” serta tidak lupa untuk mengundang wisatawan berkunjung dengan menggunakan Garuda Indonesia.

Dalam dialog one on one, Duta Besar Djauhari berdialog dengan CEO JD.Com, Financial Ant/Alipay, Xiaomi Inc, CNBM (telah investasi di 20 an oerusahaan di Indonesia), Chery Automobile Deloitte China, IBM China dan beberapa perusahaan lain yang berminat untuk bekerjasama di bidang investasi dengan Indonesia. Secara khusus, Duta Besar RI berbicara dengan Direktur CCTV mengenai bagaimana kedepannya CCTV terus diikutsertakan dalam berbagai kegiatan promosi yang dirancang oleh KBRI. Dalam kegiatan ini, Duta Besar didampingi oleh Atase Perdagangan KBRI Beijing Marina Novira, GM Garuda Beijing Reza Aulia, VITO (Visit Indonesia Tourism Office) di Beijing serta CEO Sarang Burung Walet Yan Ty Ty.

Memanfaatkan dua booth yang strategis karena berlokasi di depan pintu masuk, KBRI mempromosikan Wonderful Indonesia, Garuda Indonesia serta produk-produk andalan di China seperti mie instan, Indomie, kerupuk udang, snack wafer, sarang burung walet dan lain-lain. CCTV juga melakukan wawancara bersama Dubes RI dan brand-brand yang dipamerkan di depan booth Indonesia, yang ditata sederhana namun meriah dan dikunjungi banyak pengunjung.

Semoga produk-produk Indonesia semakin eksis di China.

(Sumber: KBRI Beijing)

Polisi China Tahan Ratusan Jemaat Gereja

Pendeta wang Yi
Pendeta ternama dari Gereja Protestan Perjanjian Hujan Awal, wang Yi, termasuk pemimpin yang kritis terhadap Pemerintah China. (Supplied)

Jurnal123.com – Otoritas China dilaporkan telah menahan lebih dari 100 anggota gereja Kristen yang tidak terdaftar dan pendeta ternama mereka, seiring terus berlanjutnya langkah penertiban yang dilakukan Partai Komunis China terhadap agama yang terorganisasi.

Polisi China dilaporkan telah menggerebek rumah-rumah jemaat Gereja Perjanjian Hujan Awal (Early Rain Covenant) di kota Chengdu pada Minggu (9/12/2018) malam, termasuk rumah pemimpinnya yang kritis, pendeta Protestan, Wang Yi.

Harian The South China Morning Post melaporkan otoritas China juga telah memblokir akun media sosial anggota gereja tersebut selama berlangsungnya penggerebekan, dan memutus saluran telepon di gereja itu.

Gereja Early Rain Covenant mengatakan di halaman Facebooknya bahwa jumlah jemaat gereja mereka yang ditahan semakin bertambah pasca penggerebekan lanjutan yang dilakukan pada Senin dan Selasa pagi, dan menuduh polisi China telah melakukan penyerangan secara fisik kepada beberapa jamaah dan menginjak kaki mereka.

Pendeta Wang Yi dan istrinya tetap ditahan, meskipun beberapa pemimpin gereja senior lainnya telah dibebaskan tetapi masih terus diawasi di rumah mereka.

Enhui Cao, seorang anggota Gereja Early Rain Covenant yang juga seorang guru di sekolah dasar milik gereja itu, mengatakan kepada ABC bahwa penggerebekan bisa jadi merupakan buntuk dari kritik terbuka yang disampaikan Wang terhadap peraturan baru Pemerintah China tentang urusan agama.

Pihak berwenang di China menertibkan agama-agama diantaranya dengan menyingkirkan salib dari gereja-gereja Kristen.

Peraturan-peraturan itu, yang mulai diberlakukan pada bulan Februari nanti, mengharuskan gereja yang dilangsungkan di rumah independen seperti yang dikelola Wang harus mendaftarkan diri secara resmi, untuk mendapat persetujuan atau ditolak oleh kader partai setempat.

“Sejauh menyangkut keyakinan, peraturan baru ini jahat; sejauh menyangkut konstitusi, mereka ilegal; sejauh menyangkut politik, mereka bodoh,” tulis Wang awal tahun ini.

“Saya bermaksud untuk secara damai menolak legitimasi dan implementasi regulasi ini.”

Gereja Early Rain Covenant mengatakan dalam pengumuman terakhirnya, Selasa (11/12/2018) sore ini bahwa mereka tidak tahu akan berapa lama rekan-rekan mereka akan ditahan dan tidak tahu apakah mereka diizinkan untuk memberi kabar terbaru mengenai kondisi mereka.’

“Kami seperti domba di tengah-tengah serigala, sementara polisi menggunakan mesin-mesin kekerasan dan cara-cara teknis untuk menangkap dan mengancam orang-orang Kristen yang lembut dan penuh kebajikan,” tulis pernyataan itu.

Lebih dari 200 anggota gereja termasuk Wang juga telah ditahan pada bulan Mei lalu, ketika polisi menggerebek upacara peringatan yang mereka adakan untuk mengenang korban gempa bumi Sichuan 2008.

‘Perang’ China melawan agama

Dalam sebuah khotbah di Early Rain Covenant Church yang diunggah di akun Facebook mereka dua minggu lalu, Wang mengkritik “perang” yang dilakukan China terhadap agama-agama di negaranya.

Dia juga menyinggung sejumlah kebijakan Pemerintah China terhadap di Tibet dan provinsi Xinjiang – dua topik yang sangat sensitif bagi para pejabat China.

China telah dituduh menahan hingga 1 juta etnis Uighur di “kamp pendidikan ulang” rahasia di Xinjiang.

“Para penguasa yang mengobarkan perang ini telah memilih sendiri musuh yang tidak pernah bisa dipenjara, musuh yang tidak pernah bisa dihancurkan, musuh yang tidak pernah bisa ditundukkan atau dikendalikan – yaitu, jiwa manusia,” kata Wang.

“Karena itu, mereka ditakdirkan untuk kalah dalam perang ini, mereka ditakdirkan gagal.”

Kebebasan individu untuk mempraktekkan agama secara resmi dijamin oleh konstitusi China, tetapi Partai Komunis China telah memperketat kontrol pada organisasi-organisasi keagamaan, untuk memastikan mereka tetap setia kepada partai.

Presiden China Xi Jinping juga mengatakan dia menghendaki agama-agama di China menjadi subjek ‘sinifikasi’ – sebuah proses yang bertujuan untuk memberikan agama asing seperti Islam dan Kristen “karakteristik China”.

Seruan ini telah memicu para pejabat menyingkirkan bahkan membakar salib di gereja-gereja Kristen, dan menghancurkan kubah maupun simbol-simbol keagamaan lainnya di masjid.

Alkitab juga dilaporkan telah ditarik dari penjualan di toko buku online dan maupun platform belanja online awal tahun ini.(ABC)

Sully, Anjing George HW Bush Dampingi Tuannya di Depan Peti


Anjing bernama Sully duduk dekat peti mati George H.W. Bush di Gedung Capitol, Washington, Senin (3/12). Anjing labrador itu berbaring di samping peti mati Presiden AS ke-41, seolah sedang memberikan penghormatan terakhir. (Drew Angerer/Getty Images/AFP)

Jurnal123.com – Sully tak mau jauh-jauh dari tuannya, George HW Bush. Anjing jenis labrador ini tetap mendekat seolah ingin menjaga tuannya yang sudah meninggal.

Pada foto yang tengah viral, Sully tampak berada di depan peti jenazah George HW Bush saat di Houston. Ia terlihat tenang menjaga tuannya yang telah tiada pada 30 November 2018.

“Misi telah selesai,” begitu tulis juru bicara keluarga Bush, Jim McGrath dalam akun Twitter pribadi pada 3 Desember 2018.

Para warganet pun tampak terharu melihat foto tersebut. Bahkan ada yang sampai meneteskan air mata.
“Foto ini membuatku menangis. Kerja yang bagus Sully,” puji @shp42.
“Aku benar-benar menangis sekarang,” kata @itsSandraDee.
 

Sully adalah anjing yang dilatih oleh organisasi nirlaba America’s VetDogs. Organisasi ini menyediakan layanan anjing terlatih untuk menemani para lansia yang membutuhkan. Menurut laman The Washington Post, Sully bergabung masuk dalam keluarga Bush saat usianya hampir dua tahun.

Nama Sully terinspirasi pilot pesawat komersial Chesley B Sullenberg III yang mendaratkan pesawat dengan selamat di Sungai Hudson di 2009.

Awal kemunculan Sully di hadapan publik bersama Presiden AS ke-41 ini terlihat pada foto yang diunggah pada Juni tahun ini. Di foto tersebut ada Bush bersama Bill Clinton beserta Sully yang tengah asyik bersantai di lantai rumah sang mantan presiden di Maine seperti mengutip The Sun, Kamis (6/12/2018).
 

CFO Huawei Ditangkap di Kanada, China Protes Sikap AS

Meng Wanzhou, chief financial officer (CFO) global Huawei

Jurnal123.com – Kedutaan China di Kanada mengecam Kanada dan Amerika Serikat (AS), Kamis (6/12/2018), karena salah menangkap seorang eksekutif senior di raksasa telekomunikasi China, Huawei. Mereka menuntut agar pebisnis itu segera dibebaskan.

Meng Wanzhou, chief financial officer (CFO) global Huawei, menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat dan penangkapannya dapat menyalakan kembali ketegangan antara Washington dan Beijing. Penangkapan ini terjadi hanya beberapa hari setelah kedua negara menyetujui gencatan senjata dalam perang dagang yang telah berlangsung sengit.

Meng ditangkap di Kanada pada 1 Desember. Penahanannya terkait dengan pelanggaran sanksi AS, kata seseorang yang mengetahui masalah tersebut. Reuters tidak dapat segera mengonfirmasi pelanggaran apa yang dimaksud, sebagaimana dikutip CNBC International.

Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Kanada mengatakan pihaknya dengan tegas menentang penangkapan Meng dan menuntut pembebasannya segera.

“Polisi Kanada, atas permintaan Amerika Serikat, menangkap seorang warga China yang tidak melanggar hukum AS atau Kanada,” kata kedutaan itu dalam pernyataan singkat di situsnya.

“China telah membuat pernyataan ke Amerika Serikat dan Kanada, menuntut mereka segera memperbaiki perilaku salah mereka dan mengembalikan kebebasan Meng Wanzhou.”

Sidang pengadilan telah ditetapkan dilaksanakan pada hari Jumat, kata juru bicara Departemen Kehakiman Kanada.

Meng adalah salah satu wakil chairman di dewan perusahaan teknologi China itu dan putri pendiri perusahaan Ren Zhengfei. Huawei secara strategis penting bagi ambisi China dalam teknologi dari jaringan 5G hingga chip.

Pemerintah Barat semakin waspada terhadap apa yang mereka katakan adalah kemungkinan keterlibatan pemerintah China dalam jaringan komunikasi seluler dan komunikasi generasi kelima (5G). Namun, Huawei bersikeras Beijing tidak memiliki pengaruh terhadap perusahaan.

Saingan Huawei yang lebih kecil, ZTE Corp, untuk sementara menghentikan sebagian besar bisnisnya awal tahun ini setelah AS memberlakukan larangan ekspor pada perusahaan yang terkait dengan pengiriman barang asli AS ke Iran dan Korea Utara secara ilegal.(REU)