Category Archives: Internasional

Sully, Anjing George HW Bush Dampingi Tuannya di Depan Peti


Anjing bernama Sully duduk dekat peti mati George H.W. Bush di Gedung Capitol, Washington, Senin (3/12). Anjing labrador itu berbaring di samping peti mati Presiden AS ke-41, seolah sedang memberikan penghormatan terakhir. (Drew Angerer/Getty Images/AFP)

Jurnal123.com – Sully tak mau jauh-jauh dari tuannya, George HW Bush. Anjing jenis labrador ini tetap mendekat seolah ingin menjaga tuannya yang sudah meninggal.

Pada foto yang tengah viral, Sully tampak berada di depan peti jenazah George HW Bush saat di Houston. Ia terlihat tenang menjaga tuannya yang telah tiada pada 30 November 2018.

“Misi telah selesai,” begitu tulis juru bicara keluarga Bush, Jim McGrath dalam akun Twitter pribadi pada 3 Desember 2018.

Para warganet pun tampak terharu melihat foto tersebut. Bahkan ada yang sampai meneteskan air mata.
“Foto ini membuatku menangis. Kerja yang bagus Sully,” puji @shp42.
“Aku benar-benar menangis sekarang,” kata @itsSandraDee.
 

Sully adalah anjing yang dilatih oleh organisasi nirlaba America’s VetDogs. Organisasi ini menyediakan layanan anjing terlatih untuk menemani para lansia yang membutuhkan. Menurut laman The Washington Post, Sully bergabung masuk dalam keluarga Bush saat usianya hampir dua tahun.

Nama Sully terinspirasi pilot pesawat komersial Chesley B Sullenberg III yang mendaratkan pesawat dengan selamat di Sungai Hudson di 2009.

Awal kemunculan Sully di hadapan publik bersama Presiden AS ke-41 ini terlihat pada foto yang diunggah pada Juni tahun ini. Di foto tersebut ada Bush bersama Bill Clinton beserta Sully yang tengah asyik bersantai di lantai rumah sang mantan presiden di Maine seperti mengutip The Sun, Kamis (6/12/2018).
 

CFO Huawei Ditangkap di Kanada, China Protes Sikap AS

Meng Wanzhou, chief financial officer (CFO) global Huawei

Jurnal123.com – Kedutaan China di Kanada mengecam Kanada dan Amerika Serikat (AS), Kamis (6/12/2018), karena salah menangkap seorang eksekutif senior di raksasa telekomunikasi China, Huawei. Mereka menuntut agar pebisnis itu segera dibebaskan.

Meng Wanzhou, chief financial officer (CFO) global Huawei, menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat dan penangkapannya dapat menyalakan kembali ketegangan antara Washington dan Beijing. Penangkapan ini terjadi hanya beberapa hari setelah kedua negara menyetujui gencatan senjata dalam perang dagang yang telah berlangsung sengit.

Meng ditangkap di Kanada pada 1 Desember. Penahanannya terkait dengan pelanggaran sanksi AS, kata seseorang yang mengetahui masalah tersebut. Reuters tidak dapat segera mengonfirmasi pelanggaran apa yang dimaksud, sebagaimana dikutip CNBC International.

Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Kanada mengatakan pihaknya dengan tegas menentang penangkapan Meng dan menuntut pembebasannya segera.

“Polisi Kanada, atas permintaan Amerika Serikat, menangkap seorang warga China yang tidak melanggar hukum AS atau Kanada,” kata kedutaan itu dalam pernyataan singkat di situsnya.

“China telah membuat pernyataan ke Amerika Serikat dan Kanada, menuntut mereka segera memperbaiki perilaku salah mereka dan mengembalikan kebebasan Meng Wanzhou.”

Sidang pengadilan telah ditetapkan dilaksanakan pada hari Jumat, kata juru bicara Departemen Kehakiman Kanada.

Meng adalah salah satu wakil chairman di dewan perusahaan teknologi China itu dan putri pendiri perusahaan Ren Zhengfei. Huawei secara strategis penting bagi ambisi China dalam teknologi dari jaringan 5G hingga chip.

Pemerintah Barat semakin waspada terhadap apa yang mereka katakan adalah kemungkinan keterlibatan pemerintah China dalam jaringan komunikasi seluler dan komunikasi generasi kelima (5G). Namun, Huawei bersikeras Beijing tidak memiliki pengaruh terhadap perusahaan.

Saingan Huawei yang lebih kecil, ZTE Corp, untuk sementara menghentikan sebagian besar bisnisnya awal tahun ini setelah AS memberlakukan larangan ekspor pada perusahaan yang terkait dengan pengiriman barang asli AS ke Iran dan Korea Utara secara ilegal.(REU)

Saat Mahasiswa Bertemu Tiga Tokoh Inspiratif Indonesia Di Wisma Duta Beijing

Tokoh Inspiratif Bersama Duta Besar Indonesia Untuk RRT Djauhari Oratmangun

Jurnal123.com – Wisma Indonesia Beijing pada Sabtu 1 Desember terasa hangat dan bersinar dengan kehadiran sekitar 250 an mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu di Beijing. “Saya sengaja mengundang mahasiswa karena sudah kangen berdialog dengan mereka”. Selanjutnya mengingatkan mereka untuk rajin belajar, kelak baktikan ilmu untuk Indonesia, saling asah asih asuh dengan teman-teman, aktif di Permit dan PPIT, daftar dan gunakan hak pilihnya tahun depan ungkap Dubes Djauhari saat memperkenalkan tiga tokoh Inspiratif Indonesia yang sedang berada di Beijing.

Ketiga tokoh tersebut adalah Nyoman Nuarta, salah satu seniman pematung besar Indonesia dengan karya fenomenalnya Garuda Wisnu Kencana (GWK), bersama Istri. Beliau didampingi “Linda Galery” dan sedang merencanakan dan akan didukung oleh KBRI Beijing pelaksanaan pameran seni dan budaya Indonesia yang besar tahun 2019.

Tokoh lainnya adalah Professor Stella Christie, asal Medan yang besar di Jakarta yang hadir bersama suami yang Profesor Fisika dan putra kecilnya. Proffessor Stella merupakan expert di bidang Cognitive Science lulusan Harvard, menjadi Tenured Associate Professor di Swarthmore College, AS, dan sejak September mulai berkarya di Tsinghua University.

Selain mereka berdua, hadir juga Livi Zheng, sineas muda Indonesia yang berkarya di Hollywood, LA, yang juga atlet wushu, hadir bersama Ibundanya. Karya Livi, film Bali Beats of Paradise sedang tayang di bioskop bioskop Amerika dan berkompetisi untuk Piala Oscar 2019. Filmnya juga telah ditayangkan secara khusus di Beijing dan mendapatkan liputan luas dari media Tiongkok. Sebagai atlet wushu nasional, Livi telah memenangkan 26 medali termasuk di US Open. Ia juga ikut menyalakan Obor Pembukaan Asian Games beberapa waktu lalu” lanjut Duta Besar Djauhari.

Selain berdialog dengan mahasiswa, ketiga tokoh juga berbagi cerita inspiratif dengan para mahasiswa Indonesia dan semua yang hadir. Bapak Nyoman Nuarta memberikan semangat untuk kita semua agar terus belajar, jangan takut mempelajari seni karena seni terbuki dapat menghidupkan kita, serta beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Bapak Nyoman Nuarta mengakui bahwa karya GWK juga menggunakan teknologi yang akan membantu bertahan hingga 100 tahun mendatang.

Prof. Stella Christie berpesan untuk bersungguh-sungguh dalam mempelajari apapun. Sebagai ahli di bidang cognitive science, Prof. Stella meyakini bahwa kesungguhan akan membawa kesuksesan, apapun bidangnya. Selain itu Prof. Stella berpesan untuk kita semua berbangga sebagai orang Indonesia dengan antara lain bangga berbahasa Indonesia.

Sebagai sineas muda yang sukses, Livi Zheng membagi rahasia karyanya bisa bersaing di luar negeri khususnya di Amerika yaitu dengan menggali dan memanfaatkan unsur budaya Indonesia untuk lebih mempromosikan Indonesia. Livi menyampaikan promosi Indonesia bisa dilakukan dengan berbagai cara, tidak hanya membuat film, tetapi dalam keseharian juga. Menurutnya, kita sebagai orang Indonesialah yang harus mempromosikan Indonesia.

Ketiga tokoh tersebut telah memberikan inspirasi melalui karya-karya yang mengharumkan Indonesia, memberikan semangat baru untuk tetap menjadi Indonesia di tengah percaturan global.

Acara malam itu ditutup dengan menyanyikan bersama lagu Rayuan Pulau Kelapa. … Tanah airku Indonesia, Negeri Elok Amat Kucinta …

Sumber : Rilis KBRI Indonesia di Beijing

MA Tinjau Sistem Manajemen Aplikasi Keluarga Terintegrasi di Singapura

Jurnal123.com – Hari ketiga (Kamis, 15/11/2018) kunjungan studi banding Mahkamah Agung ke Singapura diisi dengan kunjungan ke Pengadilan Keluarga Singapura. Sistem Pengelolaan Perkara Elektronik (Electronic Case Management System) dan iFAMS (Integrated Family Application Management System) menjadi fokus utama yang disuguhkan oleh pengadilan keluarga di Kota Singa (The Lion City) tersebut.

Dua hakim distrik (district judges) masing-masing Miranda Yeo dan Colin Tan memaparkan dua tema penting tersebut kepada tim dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Family Justice Courts of Singapore (FJC) sebagaimana disebutkan dalam laporan tahunan tahun 2017 yang bertajuk Strengthening The Fundamentals merupakan nama kolektif dari lembaga-lembaga pengadilan yang terdiri dari Pengadilan Remaja (Youth Court), Pengadilan Keluarga (Family Court), dan Pengadilan Tinggi Divisi Keluarga (Family Divison of the High Court).

Youth Court berwenang memeriksa kasus-kasus yang berkaitan dengan anak-anak dan remaja. Pengadilan ini sebelumnya bernama Juvenile Court di bawah Civil Division State Court of Singapore.

Berbeda dengan Youth Court, Family Court memeriksa semua perkara keluarga kecuali kasus di bawah Undang-Undang Remaja, yang diperiksa oleh Pengadilan Remaja. Pengadilan ini juga sebelumnya berada dibawah civil division State Court of Singapore.

Adapun Divisi Keluarga pada High Court terutama memeriksa pengajuan banding terhadap putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Keluarga dan Pengadilan Remaja.

Sistem Manajemen Aplikasi Keluarga Terintegrasi

Keseluruhan aplikasi yang dikembangkan oleh Family Justice Court (FJC) Singapura dikelola secara terintegrasi dalam sebuah sistem manajemen aplikasi yang disebut dengan Sistem Manajemen Aplikasi Keluarga Terintegrasi (The Integrated Family Application Management System).

Sistem Manajemen Aplikasi Keluarga Terintegrasi atau yang disingkat iFAMS adalah sistem komprehensif yang terutama berkaitan dengan aplikasi-aplikasi untuk kasus-kasus perlindungan dan pemeliharaan keluarga yang diajukan ke Pengadilan Keluarga.

Dengan sistem ini, perkara dikelola dengan tidak menggunakan kertas cetakan (paperless) dan dikembangkan sebagai basis untuk aplikasi-aplikasi yang terkait keluarga yang dapat dikembangkan ke depan untuk memasukkan aplikasi-aplikasi yang terkait dengan perkara keluarga lainnya.

Sistem manajemen aplikasi ini mencakup pendaftaran perkara secara elektronik, penelusuran, alur kerja, pemeriksaan perkara, surat elektronik, putusan pengadilan dan laporan statistik.

Beberapa gambaran dari iFAMS, sebagaimana diuraikan oleh Miranda dan Colin adalah sebagai berikut. Pertama, sistem ini memungkinkan pengguna untuk mempersiapkan permohonan untuk perlindungan dan pemeliharaan (anak) secara elektronik.

Kedua, memungkinkan muliti-pengguna melihat perkara yang didaftarkan pada saat bersamaan.

Ketiga, pemberitahuan, pemanggilan dan putusan dihasilkan secara otomatis sehingga dapat mengirit waktu memproses perkara, mengurangi biaya dan meminimalisir faktor kesalahan manusia (human errors).

Keempat, memungkinkan pengguna mengajukan permohonan perubahan tanggal sidang, memberikan informasi kepada pengguna melalui SMS, dan lain-lain.

Kelima, memmungkinkan pengguna untuk mengecek status perkara, menyerahkan laporan, bukti-bukti dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perkara serta memungkinkan pengguna untuk meminta salinan dokumen-dokumen perkara sebelum dan setelah perkara selesai.

Keenam, memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran biaya perkara yang telah ditentukan secara online tanpa tunai.

Selain itu, tim studi banding Mahkamah Agung juga disajikan contoh-contoh dokumen serta keseluruhan fitur yang tersedia dalam iFAMS.

Bahan Pengembangan E-Court di Indonesia

Setelah menyimak pemaparan kedua hakim district tersebut, Sekretaris Mahkamah Agung, A. S. Pudjoharsoyo, S. H., M. Hum mengungkapkan harapannya agar dengan kegiatan ini dapat diperoleh pembelajaran (lesson learned) bagi pengembangan aplikasi e-court di Indonesia.

“Kita berharap apa yang kita lihat disini dapat dijadikan bahan yang berharga untuk mengembangkan aplikasi e-court di Indonesia,” ujar Pudjoharsoyo optimis.

Selaku penanggung jawab pengembangan aplikasi e-court, Pujdoharsoyo berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah strategis guna percepatan implementasi aplikasi e-court di badan peradilan Indonesia. (Jimmy)

Sumber : Humas MA M.Noor

Kehabisan Uang, Bayar Pakai Daging Babi

Jurnal123.com – Sebuah perusahaan di China terpaksa membayar keuntungan kepada investor mereka menggunakan daging babi karena mereka kehabisan uang.

Melansir dari Daily Mail, perusahaan Chuying Agro-Pastoral Group, yang bergerak di bidang produsen bahan makanan, termasuk daging babi, memiliki tanggungan sebesar 30 juta poundsterling (sekitar Rp 571 miliar) kepada para investor.

Namun saat jatuh tempo dan perusahaan diharuskan membayar bunga obligasi sebesar 55 juta poundsterling (sekitar Rp 1 triliun), mereka tengah kehabisan dana.
Bisnis mereka sedang mengalami kesulitan lantaran ikut terdampak kasus wabah demam babi Afrika.

Pada akhirnya pihak perusahaan menawarkan untuk membayarkan bunga tersebut dalam bentuk paket hadiah berupa daging ham atau babi.
Pembayaran dalam bentuk daging babi atau ham itu tidak dapat menutup seluruh hutang perusahaan. Namun mereka berjanji akan tetap membayarkannya di waktu yang akan datang dalam bentuk uang.
Investor menerima penawaran yang tidak biasa tersebut dan bersedia menunda pembayaran sisa tagihan.

Keputusan perusahaan dalam “membayar” tagihan dalam bentuk daging babi tersebut ternyata berdampak positif, yakni dengan meningkatnya nilai saham perusahaan hingga 20,9 persen pada pekan ini, sejak pengumuman itu dibuat.

Peningkatan nilai saham perusahaan tersebut mungkin ikut dipengaruhi kepuasan pihak investor dengan kualitas paket daging yang mereka terima, yang masing-masing bernilai hampir 1.000 poundsterling (sekitar Rp 19 juta).

Analis ekonomi, Judy Kwok-cheung yang juga direktur penelitian pendapatan tetap di Bank Singapura, menilai, pembayaran dalam bentuk barang umumnya tidak bisa diterima sebagai pembayaran hutang.

Hal serupa juga pernah dilakukan oleh perusahaan cokelat di Inggris, Hotel Chocolat yang pada 2010 meluncurkan Obligasi Cokelat.

Perusahaan itu memberikan enam kotak cokelat senilai masing-masing sekitar 19 poundsterling setiap tahun kepada investor yang menanamkan dananya sebesar 2.000 poundsterling.

Perusahaan itu baru benar-benar dapat membayarkan keuntungan kepada investor berupa uang tunai pada awal tahun ini.(KOM)

Menyambut Partisipasi Indonesia dalam Festival Belanja Online Terbesar Sedunia

Duta Besar Republik Indonesia Untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun

Jurnal123.com – Hari ini (10/11/2018) merupakan Hari Pahlawan bagi bangsa Indonesia yang ke-73. Tetapi hari tersebut merupakan satu hari (H-1) sebelum Singles’Day (11.11) atau dikenal juga sebagai Festival (Belanja) 11.11 bagi masyarakat teknologi Tiongkok yang menandai hari belanja online terbesar di dunia pada tanggal 11 November.

Yang menarik dari Singles Day tahun 2018 adalah karena dilakukan di tengah kelesuan ekonomi dunia dan hiruk pikuk perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Meskipun terdapat perang dagang antara AS dan Tiongkok, jumlah merk internasional yang mengikuti Singles Day 2018 lebih dari 100 ribu, di mana terdapat peningkatan dari tahun 2017 yang berjumlah sekitar 60,000 merk internasional. Penjualan Singles Day juga melampaui jumlah penjualan festival belanja di Amerika Serikat, Black Friday, bila digabung dengan Cyber Monday di AS pada tahun yang sama. Black Friday hanya menghasilkan 5 milyar Dollar AS dan Cyber Monday 6.59 milyar Dollar AS, sementara Singles Day 25,38 milyar Dollar AS, dalam satu hari. Tahun 2018 ini, Alibaba mentargetkan penjualan Singles Day sebesar 35 Milyar Dollar AS.

Bos Alibaba Group Jack Ma


Sejak peluncurannya pertama kali di tahun 2009, Singles Day diikuti oleh semakin banyak retailer dari seluruh dunia. Dari tahun ke tahun, Alibaba juga mengembangkan promosi dan pengemasan acara ini, termasuk dengan mengundang artis internasional pada acara malam gala.

Penjualan meliputi barang seperti smartphone, televisi, dan barang-barang konsumen lainnya termasuk terkait fashion, pakaian, mebel, produk kesehatan. Produk lain yang tidak diharapkan tetapi terjual dengan baik adalah kebutuhan sehari-hari seperti tisu toilet dan produk kebersihan. Uniknya, penjualan mobil juga cukup kuat.

Foto Bersama


Tahun 2018, memanfaatkan besarnya penjualan Singles Day di Alibaba dan kehebohan promosi kegiatan tersebut, Indonesia bergabung bersama lima negara Eropa lainnya yaitu Denmark, Italia, Spanyol, Kanada, dan Inggris dalam Singles Day. Indonesia juga merupakan satu-satunya negara di Asia yang ikut dalam acara ini. Terdapat lima produk Indonesia yang akan ikut serta dalam festival 11.11 yaitu Kopi Kapal Api, biskuit Richeese, kerupuk Udang Papatonk, Indomie Goreng, dan Sarang Burung Walet Yan Ty Ty.

Tentunya untuk mempersiapkan ini semua, Indonesia bekerjasama dengan Alibaba Group juga telah melakukan serangkaian promosi menuju 11.11 yang dimulai dengan peluncuran platform (online) Pavilion Indonesia di Tmall—salah satu platform belanja online Alibaba—tanggal 19 Oktober 2018. Selanjutnya terdapat peluncuran platform Pavilion Indonesia (offline) pada Tmall Global di Oriental Pearl Tower di Shanghai pada 2 – 6 November 2018, yang bersamaan juga dengan China International Import Expo di Shanghai di mana Indonesia sebagai country of honor.

Duta Besar Djauhari Oratmangun Bersama Istri


Indonesia berharap agar keikutsertaan Indonesia pada Singles Day akan memberikan nation branding sehingga produk Indonesia lebih dikenal luas, juga memberikan trickle down effect terhadap produk-produk lainnya di luar lima produk tersebut. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga memberikan dukungan melalui video promosi 5 merk produk Indonesia yang berpartisipasi dalam Festival 11.11 sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia, dapat diakses pada https:pages.tmall.com/wow/jinkou/act/idn atau pada mobile app Tmall/Taobao.

Sumber: KBRI Beijing

Habib Rizieq Shihab Diperiksa Kepolisian Arab Saudi

Dok Kapitra Ampera
Rizieq Shihab bersama aparat Kepolisian Arab Saudi.


Jurnal123.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab diduga diperiksa oleh Kepolisian Arab Saudi, terkait bendera tauhid yang ditempel di dinding rumahnya.

Hal itu disampaikan oleh Kapitra Ampera selaku anggota tim pengacara Rizieq Shihab seperti dilansir Warta Kota, Rabu (7/11/2018).

“Di periksa polisi KSA. Iya, diduga ada orang yang pasang bendera berkalimah Tauhid di dinding tembok rumah HRS, beberapa hari yang lalu,” ujar Kapitra Ampera.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah isu yang mengabarkan bahwa Rizieq Shihab ditangkap oleh Kepolisian Arab Saudi.

“Saya pikir itu konfirmasi dari pihak polisi Saudi,” katanya.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengatakan Rizieq Shihab dimintai keterangan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Ini terkait laporan adanya bendera mirip bendera ISIS yang terpasang di depan rumah imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut di Makkah.

“Dari hasil penelusuran diperoleh konfirmasi bahwa MRS sedang dimintai keterangan oleh aparat keamanan Arab Saudi di Makkah, atas dasar laporan warga negara Saudi yang melihat bendera yang diduga mirip dengan bendera ISIS terpasang di depan rumah MRS di Makkah,” kata pihak Kemenlu melalui siaran pers yang disampaikan kepada wartawan melalui pesan pendek, Rabu, 7 November 2018.

Penelusuran soal kasus yang dihadapi Rizieq Shihab tersebut dilakukan oleh Pejabat Fungsi Konsuler Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah.

Pihak Kemenlu melalui Pejabat Fungsi Kekonsuleran KJRI Jeddah mengaku telah memberikan pendampingan kepada Rizieq. Pendampingan ini sama dengan yang dilakukan Kemenlu terhadap warga negara Indonesia yang tengah berhadapan dengan proses hukum di luar negeri. Meski didampingi, pihak Kemenlu tetap menghormati proses penegakan hukum otoritas negara setempat.

Adapun menurut informasi terakhir yang didapat Kemenlu, Rizieq telah diizinkan kembali ke rumahnya oleh otoritas keamanan setempat.

Sebelumnya, berita penangkapan Rizieq Shihab telah terdengar oleh Kemenlu sejak 5 November 2018. Kabar itu juga ramai dibincangkan masyarakat setelah selembar foto yang menggambarkan Rizieq sedang berada di antara para polisi Arab Saudi menyebar di kalangan wartawan.(TEM)

Ponsel Layar Lipat Pertama di Dunia Diluncurkan

Ponsel Layar Lipat Pertama Di Dunia Diluncurkan Royole Corporation (Foto Royole Corp)

Jurnal123.com – Ponsel layar lipat pertama di dunia diluncurkan sebuah produsen kurang dikenal bernama Royole Corporation, mendahului Samsung dan Huawei

Royole yang berbasis di Shenzen, China, meluncurkan ponsel layar lipat tersebut yang mereka namakan FlexPai. Karena bisa dilipat dan direntangkan, ponsel ini dapat pula menjadi tablet.

Ketika direntangkan, FlexPai punya layar seluas 7,8 inch resolusi 1.920 x 1.440 pixel. Saat dilipat, ia terdiri dari 3 layar lebih kecil, yaitu di bagian depan, belakang, dan di sisinya.

Dikutip dari PCMag, ponsel Android ini diklaim dapat dilipat sampai 200 ribu kali tanpa masalah. Namun saat dilipat, gadget ini tak sepenuhnya datar sehingga mungkin agak sulit dimasukkan ke saku.

Ponsel ini cukup mahal, dijual mulai USD 1.290 sampai USD 1.863, tergantung kapasitas memorinya. Royole menyatakan akan ada 3 babak flash sale FlexPai di China pada 1 November ini.

Peluncuran ponsel layar lipat oleh Royole ini tentu mengejutkan beberapa pihak. Pasalnya, Samsung dan Huawei adalah dua brand yang diperkirakan akan memperkenalkannya pertama kali.

Samsung kabarnya sudah di tahap akhir dalam memproduksi ponsel layar lipat. Kemungkinan vendor asal Korea Selatan ini bakal merilisnya tahun depan.

Pria Senilai Rp 31 Triliun di Balik Ponsel Lipat Pertama di Dunia

Sebuah startup asal China bernama Royole Corporation menggebrak industri teknologi dengan meluncurkan ponsel lipatpertama di dunia bernama FlexPai. Ia berhasil mengalahkan nama-nama tenar seperti Samsung dan Huawei yang sudah terang-terangan tengah menggarap perangkat sejenis.

Inovasi itu sendiri lahir dari hasil pemikiran salah satu pendirinya yang bernama Bill Liu. Ide tersebut muncul di kepalanya ketika ia masih menekuni studi di Stanford University pada jurusan teknik elektro.

Bill Liu Memamerkan Karya Teknologinya (Foto Royole Corp)

Awalnya, Liu fokus pada sebuah layar fleksibel yang bisa digulung hingga berbentuk seperti pulpen dan bisa dimasukkan ke kantong. Dari situ, ia bersama dua temannya, yaitu Peng Wei dan Xiaojun Yu, yang juga kuliah di Stanford University, mendirikan Royole.

Liu melihat peluang untuk mengubah salah satu hal fundamental dari interaksi antara manusia dengan tampilan muka mesin. Solusinya adalah menawarkan solusi terhadap konflik antara pengalaman dalam melihat konten visual dengan kemudahan dalam membawanya ke mana-mana.

“Orang-orang sangat ingin untuk melihat layar besar yang bagus dan memiliki reolusi tinggi, sehingga membuat televisi dan teater terus tumbuh besar,” ucapnya, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Kamis (1/11/2018).

“Tapi masalahnya ada pada kemampuannya untuk di bawa ke mana-mana. Jika kami bisa membuat sesuatu yang menggabungkan keduanya dalam satu perangat, itu akan sangat luar biasa,” ujarnya menambahkan.

Mereka pun sukses memperlihatkan layar ponsel fleksibel tertipis di dunia pada 2014 lalu. Keberhasilannya itu hanya selang dua tahun setelah Royole lahir pada 2012.

Kini, setelah berumur enam tahun, startup tersebut sudah bernilai USD 5 miliar dalam pendanaan seri-E terkininya. Untuk sumber daya manusianya, Royole memiliki 2.000 karyawan.

Per Agustus 2018, Liu yang menjabat sebagai CEO memiliki sekitar 42% dari saham Royole, lebih besar dari dua co-founder lain. Hal tersebut membuatnya memiliki kekayaan sekitar USD 2,1 miliar, atau lebih dari Rp 31 triliun.

Soal sosok inspirasi, ia menyebut pendiri Huawei Technologies, Ren Zhengfei, sebagai salah satunya. Selain itu, sosok-sosok besar dari Silicon Valley juga dikaguminya, salah satunya adalah Steve Jobs.

“Steve Jobs adalah pengusaha yang luar biasa. Tapi saya tidak ingin untuk menjadi salah satu dari mereka. Semua orang berbeda. Yang penting adalah mencontoh semangat dari orang-orang hebat,” katanya.(DEN)

Selamat Dari Gempa Palu, Atlet Paralayang Singapura Tewas di India

Ng Kok Choong (Kanan Berkacamata) Atlet Paralayang Yang Tewas Dalam Kegiatan Paralayang di India. Foto kiri : Saat Menolong Anak Ketika Gempa di Palu

Jurnal123.com – Atlet paralayang asal Singapura, Ng Kok Choong, tewas saat beraksi di India. Jasadnya ditemukan pada Selasa (23/10/2018), sehari setelah dia dinyatakan hilang.

Diwartakan Straits Times, pria berusia 53 tahun itu sebelumnya selamat dari gempa berkekuatan 7,4 magnitudo di Palu, Sulawesi Tengah.

Menurut situs resmi Federasi Olahraga Udara Singapura, Ng beraksi sekitar pukul 11.00 pada Senin (22/10/2018) di Bir-Billing, Himachal Pradesh.

Ternyata, cuaca saat itu berubah menjadi buruk dan dia tidak kembali ke hotelnya usai beraksi.

Kemudian, pihak berwenang di India menemukan jenazah Ng, yang diambil dengan bantuan helikopter.

“Warga Singapura itu terdaftar sebagai atlet paralayang dan hilang usai lepas landas dari Bir-Billing pada Senin lalu,” ujar pejabat pemerintah setempat, Baijnath Vikas Shukla, seperti dikutip dari Hindustan Times.

Dia menambahkan, Ng kemungkinan tewas karena kehilangan kendali akibat angin kencang dan mengalami kecelakaan di sisi lain pegunungan.

“Kami berdoa untuk jiwamu, sahabat kami. Kami akan merindukanmu. Beristirahatlah dengan tenang,” demikian ucapan duka dari Federasi Olahraga Udara Singapura.

Menurut laporan media lokal, Tribune, Ng berada di Bir-Billing untuk mengikuti kompetisi Paragliding World Cup, yang dimulai pada Sabtu mendatang.

Ng merupakan pensiunan agen real estate. Dia berada di Palu karena berpartisipasi dalam kompetisi paralayang bulan lalu.

Namun, gempa mengguncang daerah tersebut. Dia dan rekannya dari Belgia, Francois de Neuville, meninggalkan hotel untuk mengunjungi festival di pantai terdekat saat gempa melanda.

Kembali ke hotel untuk mencari perlindungan, mereka malah mendapati seorang gadis kecil dan ibunya terjebak di bawah reruntuhan.

Pada awalnya, mereka berhasil menyelamatkan gadis, lalu baru ibunya keluar dari reruntuhan beberapa jam kemudian.

“Mereka menangis dan kami berlari menghampiri mereka, mencoba untuk menarik guna membantu mereka keluar,” katanya.

“Kami berhasil mengeluarkan gadis kecil, tapi ibunya masih terjebak,” kenang Ng.

Dia mengaku dapat melihat tsunami cepat mendekat sebelum menyelamatkan ibu gadis tersebut.

Ng termasuk di antara 60 warga asing yang dievakuasi transportasi militer Indonesia dan kembali ke Singapura pada 30 September 2018.

Sumber: Straits Times,Hindustan Times

Terkait Kematian Jurnalis Khashoggi Pemerintah Arab Saudi Tangkap 18 Orang

Jurnal123.com – Arab Saudi akhirnya secara resmi pada Sabtu (20/10), mengakui bahwa jurnalis Jamal Khashoggi telah tewas. Otoritas menyatakan penyelidikan awal menunjukkan jurnalis Washington Post itu kehilangan nyawanya setelah bertengkar di konsulat Saudi di Istanbul.

Jaksa penuntut umum mengatakan 18 warga Saudi telah ditangkap sehubungan dengan insiden itu. Keputusan kerajaan memerintahkan Wakil kepala intelijen Ahmed Al-Asiri telah dicopot dari jabatannya di badan intelijen umum dan Saud Al-Qahtani dari jabatan penasihatnya di pengadilan kerajaan.

Setelah 18 hari, Saudi akhirnya mengakui jurnalis Jamal Khashoggi telah tewas terbunuh. Kantor berita resmi SPA menyatakan, hasil awal penyelidikan menunjukkan jurnalis pembangkang itu meninggal setelah perkelahian terjadi di dalam gedung.

“Satu pertengkaran meletus antara dia [Khashoggi] dan pihak yang lain yang dia temui di konsulat Saudi di Istanbul yang menyebabkan perkelahian tinju yang menyebabkan kematiannya,” bunyi laporan SPA.

Khashoggi, seorang wartawan Saudi yang tinggal di AS, menghilang pada 2 Oktober setelah mengunjungi konsulat Saudi untuk menyelesaikan dokumen terkait perceraiannya. Hingga kini, masih belum jelas di mana mayat Khashoggi setelah dibunuh.

Raja Salman juga memerintahkan pembentukan komite menteri yang dipimpin oleh Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman untuk merestrukturisasi badan intelijen umum negara.

TV Saudi dan Saudi Press Agency yang dikelola pemerintah menyampaikan pernyataan resmi kerajaan Saudi itu Sabtu (20/10) pagi.(Arabnews/Al Jazeera/BBC)