Category Archives: Internasional

Dunia Bergejolak Akibat Sikap AS Pro Israel

Warga Palestina membakar bendera AS dan Israel (Foto:AFP/Mahmud Hams)

Warga Palestina membakar bendera AS dan Israel (Foto:AFP/Mahmud Hams)


JURNAL123, PALESTINA.
Dunia meradang, berbagai negara terkejut dengan sikap Presiden Amerika Serikat terhadap gejolak yang terjadi antara Israel dan Palestina.

Presiden Donald Trump, pada Kamis (7/11/2017) dini hari WIB, resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memerintahkan Kedutaan Besar AS di negara tersebut untuk segera bersiap pindah dari Tel Aviv ke Yerusalem.

AS menjadi negara pertama yang resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Saya telah menentukan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” tegas Trump dalam pidatonya di Washington, seperti dikutip Aljazeera.

Langkah yang diambilnya tersebut berbeda dengan presiden-presiden AS sebelumnya yang enggan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sejak negara itu berdiri pada 1948.

Memindahkan kedubes di Israel adalah salah satu janji kampanye Trump pada 2016 kepada kelompok Yahudi AS yang amat pro-Israel, termasuk raja kasino Sheldon Adelson, yang menyumbang US $25 juta pada sebuah komite politik yang mendukung Trump pada masa kampanye presiden.

Trump menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah sebuah kenyataan dan pengelakkan fakta tersebut selama beberapa dekade ini tidak juga membantu menyelesaikan pertikaian panjang antara bangsa Israel dan Palestina.

“Akan menjadi sebuah kebodohan untuk berasumsi bahwa mengulangi formula yang sama akan menghasilkan sesuatu yang berbeda atau lebih baik,” kata pria berusia 71 tahun itu, dinukil The New York Times.

Pengakuan terhadap Yerusalem, menurut Trump, justru merupakan langkah maju dalam proses menuju perdamaian.

Namun ia menyatakan tidak mengambil posisi apapun dalam status akhir kota tersebut, pun dalam isu mengenai perbatasan. Selain itu, lanjutnya, AS juga masih ingin menjadi negosiator perdamaian di kawasan yang panas tersebut.

AS, menurut Trump, akan mendukung solusi dua negara jika disetujui oleh kedua belah pihak.

“Tentu saja akan ada ketidaksetujuan dan penolakan terhadap pengumuman ini,” kata sang presiden. Ia berharap semua tenang agar moderasi bisa berjalan dan agar suara toleransi bisa mengatasi para “penyulut kebencian”.

Trump juga menyatakan akan “melakukan segalanya” sesuai dengan kewenangannya untuk membantu mewujudkan perdamaian antara bangsa Israel dan Palestina.

Akan tetapi, Saeb Erekat, ketua tim negosiasi Palestina, mengatakan melalui keputusan tersebut Trump justru telah “menghancurkan semua kemungkinan terwujudnya perdamaian” dan “mendorong kawasan ini pada kekacauan dan kekerasan”.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa kota itu adalah “ibu kota abadi negara Palestina”. Keputusan Trump, menurut Abbas, “patut disesalkan” dan AS kini tak bisa lagi menjadi makelar perdamaian.

Gelombang protes melalui aksi unjuk rasa pun merebak di Palestina dan beberapa negara lainnya, termasuk Mesir dan Turki, seperti dikabarkan Independent.

Fatah, Hamas, dan faksi Palestina lainnya telah menyerukan pemogokan massal pada Kamis (7/12). Mereka mendorong warga Tepi Barat dan Gaza untuk demonstrasi ke setiap kota.

Hamas menyatakan keputusan Trump akan “membuka gerbang neraka”, sementara Islamic Jihad menyebutnya sebuah “deklarasi perang”.

Indonesia dan dunia mengecam

Mayoritas pemimpin dunia pun tak setuju dengan keputusan pemerintah AS yang dianggap terlalu pro-Israel sehingga membahayakan upaya perdamaian di kawasan tersebut.

Presiden Republik Indonesia, Joko “Jokowi” Widodo, termasuk yang mengecam keputusan Trump dan menyebutnya “melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, yang di sana AS merupakan salah satu anggota tetap, juga Majelis Umum PBB.”

Keputusan tersebut, sambung Jokowi, bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

“Saya, rakyat Indonesia, kita semua, akan terus bersama rakyat Palestina dalam perjuangan untuk mencapai kemerdekaan Palestina,” tandas Jokowi, dikutip BBC Indonesia.

Ia menyatakan pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara anggota OKI untuk mengadakan sidang khusus membahas pengakuan sepihak AS ini. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI akan berlangsung di Istanbul, Turki, pada 13 Desember.

Selain itu, Presiden Indonesia juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera bersidang menyikapi tindakan AS.

Menurut BBC, delapan dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB saat ini–Prancis, Bolivia, Mesir, Italia, Senegal, Swedia, Inggris, dan Uruguay–telah meminta segera dilakukannya rapat darurat. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat (8/12/2017).

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menunjukkan syal bergambar bendera Palestina dan Indonesia di sela acara Bali Democracy Forum Ke- 10 di Indonesia Convention Exebation (ICE) Serpong, Banten Kamis (7/12). Pemerintah Indonesia mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu kota Israel.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan kecaman Indonesia terhadap keputusan AS tersebut.

“Kami mengecam pengakuan ini, demokrasi berarti menghormati hukum internasional. Jadi pengakuan tersebut tidak menghormati berbagai resolusi Dewan PBB,” kata Retno, dikutip Tempo.co.

“Sebagai negara demokrasi, Amerika seharusnya tahu apa arti demokrasi,” tegas menteri yang mengenakan syal bergambar bendera Palestina dan Indonesia saat menghadiri acara Bali Democracy Forum Ke- 10 di Serpong, Banten, Kamis (7/12).

Berikut ini tanggapan beberapa pihak atas keputusan AS tersebut:

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan, “Sejak hari pertama menjabat Sekjen PBB, saya konsisten menentang tindakan sepihak yang bisa membahayakan prospek perdamaian bangsa Israel dan Palestina.”

Kerajaan Arab Saudi dalam pernyataan resminya menyatakan: “Gerakan AS merepresentasikan penurunan yang signifikan dalam usaha mendorong proses perdamaian dan merupakan pelanggaran sejarah posisi Amerika yang netral terhadap pendudukan Yerusalem.”

Kementerian Luar Negeri Turki merilis pernyataan berbunyi, “Kami mengutuk pernyataan tak bertanggung jawab pemerintah AS … yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.”

Perdana Menteri Inggris Theresa May menyatakan keputusan AS tersebut, “tak membantu terciptanya prospek perdamaian di kawasan tersebut.”

Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan, “Pemerintah Jerman tidak mendukung posisi ini karena status Yerusalem harus diselesaikan dalam kerangka solusi dua negara.”(BER)

Kontroversial, Trump Akui Yerusalem Ibukota Israel

Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Presiden AS Donald Trump Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

JURNAL123, WASHINGTON DC.
Pergolakan di Timur Tengah termasuk pertikaian antara Israel dan Palestina yang tak kunjung usai kali ini semakin meruncing. Setelah pemimpin Negara ‘Paman Sam’ menyampaikan pernyataan yang kontroversial.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memberikan pengakuan resmi bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Trump juga menjelaskan bahwa pemindahan Kedutaan Besar AS akan segera berproses.

Pidato bersejarah Trump ini disampaikan di Gedung Putih, Washington DC, pada Rabu (6/12) siang waktu AS, atau Kamis (7/12) dini hari waktu Indonesia. Trump didampingi Wakil Presiden AS Mike Pence saat menyampaikan pidato ini.

Seperti dilansir dari situs resmi Gedung Putih, whitehouse.gov, Kamis (7/12/2017), pidato Trump ini fokus membahas soal pengakuan resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel juga soal rencana pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pemindahan Kedubes AS, disebut Trump, sebagai penerapan Undang-Undang Kedutaan Yerusalem yang disepakati Kongres AS tahun 1995 lalu. Dia menyebut para Presiden AS sebelumnya gagal menerapkan Undang-Undang itu.

Trump juga menegaskan bahwa pengakuan Yerusalem ini tidak berarti menggugurkan komitmen AS terhadap upaya perdamaian bagi Israel dan Palestina. Dia menyatakan, AS tetap berkomitmen untuk mewujudkan solusi dua negara, asalkan disepakati oleh Israel juga Palestina.

Lebih lanjut, Trump menyebut pengakuan Yerusalem ini sebagai pendekatan baru dalam menghadapi konflik Israel-Palestina yang tidak berkesudahan.

Berikut pernyataan lengkap Trump soal pengakuan Yerusalem seperti dikutip dari situs resmi Gedung Putih:

Terima kasih. Ketika saya mulai menjabat, saya berjanji untuk melihat tantangan dunia dengan mata terbuka dan pemikiran sangat segar.Kita tidak bisa menyelesaikan persoalan-persoalan kita dengan membuat asumsi gagal yang sama dan mengulang strategi masa lalu yang sama yang telah gagal. Semua tantangan memerlukan pendekatan-pendekatan baru.

Pengumuman saya hari ini menandai awal pendekatan baru untuk konflik antara Israel dan Palestina.

Tahun 1995, Kongres mengadopsi Undang-undang Kedutaan Yerusalem yang mendorong pemerintah federal untuk merelokasi Kedutaan Besar Amerika ke Yerusalem untuk mengakui bahwa kota itu, dengan sangat penting, merupakan ibu kota Israel. Undang-undang ini diloloskan Kongres dengan suara bipartisan mayoritas sangat besar. Dan ditegaskan oleh suara bulat Senat hanya enam bulan lalu.

Namun, selama lebih dari 20 tahun, setiap Presiden Amerika sebelumnya telah memberlakukan hukum waiver, menolak untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem atau untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Presiden-presiden menerbitkan waiver ini dengan keyakinan bahwa menunda pengakuan Yerusalem akan memajukan isu perdamaian. Beberapa pihak menyebut mereka kurang berani tapi mereka memberikan penilaian terbaik mereka berdasarkan fakta-fakta yang mereka pahami saat itu. Namun demikian, semuanya tercatat. Setelah lebih dari dua dekade menerbitkan waiver, kita tidak juga lebih dekat pada kesepakatan perdamaian abadi antara Israel dan Palestina. Akan menjadi kebodohan untuk beranggapan bahwa mengulang formula yang sama persis sekarang akan menghasilkan hasil yang berbeda atau lebih baik.

Oleh karena itu, saya telah menentukan bahwa ini saatnya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sementara presiden-presiden sebelumnya telah menjadikan hal ini sebagai janji kampanye besar, mereka gagal mewujudkannya. Hari ini, saya mewujudkannya.

Saya telah menilai rangkaian tindakan ini berada di dalam kepentingan terbaik Amerika Serikat dan upaya perdamaian antara Israel dan Palestina. Ini merupakan langkah yang diharapkan sejak lama untuk memajukan proses perdamaian. Dan untuk mengupayakan kesepakatan abadi.

Israel adalah negara berdaulat dengan hak, sama seperti setiap negara berdaulat lainnya, untuk menentukan ibu kota sendiri. Mengakui hal ini sebagai sebuah fakta adalah syarat yang diperlukan untuk mencapai perdamaian.

Sekitar 70 tahun lalu, Amerika Serikat di bawah Presiden Truman mengakui negara Israel. Sejak saat itu, Israel telah menetapkan ibu kotanya di kota Yerusalem — ibu kota yang didirikan rakyat Yahudi pada masa kuno. Hari ini, Yerusalem menjadi lokasi pemerintahan Israel modern. Kota ini menjadi rumah Parlemen Israel, Knesset, juga Mahkamah Agung Israel. Kota ini menjadi lokasi kediaman resmi perdana menteri dan presiden. Kota ini menjadi markas banyak kementerian pemerintah.

Selama beberapa dekade, Presiden-presiden Amerika, Menteri Luar Negeri dan para pemimpin militer yang berkunjung bertemu mitra-mitra Israel mereka di Yerusalem, sama seperti yang saya lakukan saat kunjungan saya ke Israel awal tahun ini.

Yerusalem bukan hanya pusat tiga agama besar, tapi sekarang juga menjadi pusat salah satu demokrasi paling sukses di dunia. Selama tujuh dekade terakhir, rakyat Israel telah membangun sebuah negara di mana umat Yahudi, Muslim dan Kristen dan orang-orang dari semua keyakinan bebas untuk menjalankan kehidupan dan beribadah menurut nurani mereka dan menurut kepercayaan mereka.

Yerusalem saat ini, dan harus tetap, menjadi tempat di mana umat Yahudi berdoa di Tembok Ratapan, di mana umat Kristen menapaki jalan salib, dan di mana umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa.

Namun, selama bertahun-tahun, presiden-presiden yang mewakili Amerika Serikat menolak untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Faktanya, kita menolak untuk mengakui ibu kota Israel sama sekali.

Tapi hari ini, kita akhirnya mengakui hal yang jelas: bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dan tidak kurang, adalah sebuah pengakuan realitas. Ini juga menjadi hal yang benar untuk dilakukan. Ini hal yang harus dilakukan.

Itulah mengapa, konsisten dengan Undang-undang Kedutaan Yerusalem, saya juga mengarahkan Departemen Luar Negeri untuk memulai persiapan memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem. Ini berarti segera memulai proses mempekerjakan arsitek, teknisi dan perencana agar kedutaan yang baru, ketika selesai dibangun, akan menjadi persembahan luar biasa untuk perdamaian.

Dalam pengumuman ini, saya juga ingin memperjelas satu poin: Keputusan ini tidak dimaksudkan, dalam cara apapun, untuk menunjukkan penarikan diri dari komitmen kuat kami untuk memfasilitasi kesepakatan perdamaian abadi. Kami menginginkan sebuah kesepakatan yang menjadi kesepakatan baik bagi Israel dan kesepakatan baik bagi Palestina. Kami tidak mengambil posisi untuk status akhir pada isu-isu termasuk perbatasan spesifik kedaulatan Israel di Yerusalem atau resolusi perbatasan yang diperdebatkan. Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi urusan pihak-pihak yang terlibat.

Amerika Serikat tetap berkomitmen secara mendalam untuk membantu memfasilitasi kesepakatan damai yang diterima oleh kedua pihak. Saya berniat melakukan apapun dalam kemampuan saya untuk membantu menempa kesepakatan semacam itu. Tanpa perlu dipertanyakan, Yerusalem adalah salah satu isu paling sensitif dalam perundingan itu. Amerika Serikat akan mendukung solusi dua negara jika disepakati oleh kedua pihak.

Untuk saat ini, saya menyerukan kepada semua pihak untuk mempertahankan status quo di tempat-tempat suci Yerusalem, termasuk Temple Mount, yang juga dikenal sebagai Haram al-Sharif.

Di atas semua itu, harapan terbesar kami adalah perdamaian, keinginan universal dalam jiwa setiap manusia. Dengan keputusan hari ini, saya menegaskan kembali komitmen lama pemerintahan saya untuk perdamaian dan keamanan kawasan di masa depan.

Akan ada, tentu, ketidaksepakatan dan perbedaan pendapat terkait pengumuman ini. Tapi kami percaya bahwa pada utamanya, dengan kami menghadapi ketidaksepakatan ini, kami akan tiba pada perdamaian dan tempat yang jauh lebih baik dalam pemahaman dan kerja sama.

Kota sakral ini seharusnya mampu menunjukkan yang terbaik dalam kemanusiaan. Angkat pandangan kita pada apa yang mungkin, bukan menarik diri ke belakang dan ke bawah pada pertengkaran lama yang telah menjadi sungguh mudah ditebak. Perdamaian tidak pernah berada di luar genggaman orang-orang yang ingin mencapainya.

Jadi hari ini, kami menyerukan agar ketenangan, sikap menahan diri, suara-suara toleransi bisa menang atas penebar kebencian. Anak-anak kita seharusnya mewarisi cinta kita, bukan konflik kita.

Saya menegaskan pesan yang saya sampaikan saat pertemuan luar biasa dan bersejarah di Arab Saudi awal tahun ini: Timur Tengah adalah kawasan yang kaya akan budaya, semangat dan sejarah. Orang-orangnya cemerlang, penuh kebanggaan dan beragam, bersemangat dan kuat. Tapi masa depan luar biasa yang menunggu kawasan ini, tertahan oleh pertumpahan darah, ketidaktahuan dan teror.

Wakil Presiden Pence akan mengunjungi kawasan dalam beberapa hari ke depan untuk menegaskan kembali komitmen kami bekerja sana dengan mitra-mitra di seluruh Timur Tengah untuk mengalahkan radikalisme yang mengancam harapan dan mimpi generasi masa depan.

Inilah saatnya bagi banyak orang yang menginginkan perdamaian untuk mengusir ekstremis dari tengah-tengah mereka. Inilah saatnya bagi seluruh bangsa beradab, dan rakyatnya, untuk menanggapi ketidaksepakatan dengan perdebatan yang beralasan — bukan kekerasan.

Dan inilah saatnya bagi kaum muda dan moderat untuk bersuara di seluruh Timur Tengah untuk mewujudkan sendiri masa depan cerah dan indah.

Jadi hari ini, mari kita mendedikasikan kembali diri kita menuju jalur saling memahami dan menghormati. Mari memikirkan ulang anggapan-anggapan lama dan membuka hati dan pikiran kita untuk hal yang mungkin dan setiap kemungkinan. Dan akhirnya, saya meminta para pemimpin kawasan — politik dan keagamaan; rakyat Israel dan Palestina; umat Yahudi dan Kristen dan Muslim — untuk bergabung bersama kami dalam pencarian mulia untuk perdamaian abadi.

Terima kasih. Tuhan memberkati Anda. Tuhan memberkati Israel. Tuhan memberkati Palestina. Dan Tuhan memberkati Amerika Serikat. Terima kasih banyak. Terima kasih.(DEN)

Menjadi Agen Rahasia Mossad, Jurnalis Libanon Ditangkap

Mossad badan intelejen terkenal asal Israel, terkenal dengan operasi intelejen yang dijalankan sangatlah rapi dan sulit terendus. Mossad dibentuk pada tahun 1949 dengan nama Varash, yang dipimpin oleh Reuven Shiloah.

Mossad badan intelejen terkenal asal Israel, terkenal dengan operasi intelejen yang dijalankan sangatlah rapi dan sulit terendus. Mossad dibentuk pada tahun 1949 dengan nama Varash, yang dipimpin oleh Reuven Shiloah.

JURNAL123, LEBANON.
Aparat keamanan Lebanon menangkap seorang artis yang juga merangkap menjadi jurnalis dan pemain drama, Ziad Ahmad Itani, karena menjadi agen mata-mata Israel, Mossad.

“Sebelum ditangkap, Itani seorang yang sukses sebagai artis, jurnalis dan pemain drama Lebanon,” tulis Al Jazeera, Jumat, 1 Desember 2017.

Menurut laporan Al Jazeera, dia ditahan pada 24 November 2017 dengan tudingan bekerja untuk Israel bertugas memata-matai para jurnalis, ilmuwan dan pejabat pemerintahan Lebanon.

Badan Keamanan Lebanon, lembaga yang menangani kasus ini, membenarkan bahwa Itani bekerja untuk Israel, negara yang menjadi musuh Lebanon. Agen intelijen Lebanon mengatakan dalam sebuah pernyataan, hasil dari penyelidikan terhadap Itani ditemukan sejumlah bukti bahwa dia seorang agen mata-mata Israel.

“Kami menemukan sejumlah bukti di apartemennya, termasuk obat-obatan terlarang, empat laptop, lima telepon genggam yang menyimpan data rahasia.”

Semua tuduhan dan bukti tersebut, bunyi pernyataan badan intelijen Lebanon, diakui oleh Itani.(TEM)

Pewaris Tahta Keempat Kerajaan Inggris Bakal Menikahi Janda Amerika

Harry bertemu Meghan di London pada Juli 2016

Harry bertemu Meghan di London pada Juli 2016

JURNAL123, LONDON.
Pangeran Harry mengatakan ia dan Meghan Markle jatuh cinta “sangat cepat” dan bahwa aktris Amerika Serikat itu tak sabar mengatakan “ya” saat dilamar.

Pangeran Harry dan Meghan Markle mengatakan hal itu setelah mengumumkan pertunangan mereka dan rencana pernikahan pada musim semi 2018.

Dalam wawancara dengan wartawan BBC Mishal Husain Senin (27/11) malam waktu Inggris, Harry mengatakan Markle “yang cantik tersandung dan jatuh ke dalam kehidupan saya.” Lamaran dilakukan pada bulan ini dan Meghan tak sabar menerima lamaran.

Pangeran Harry, yang kini berada di garis pewaris tahta keempat, mengatakan, “Dia bahkan tak menunggu saya selesai. Dia bilang, “Saya boleh bilang ya.”

“Saya tak menunggu kamu selesai melamar, saya bilang, boleh saya bilang ya sekarang?” kata Markle.

Cincin pertunangan dirancang oleh Harry sendiri dengan dua berlian milik ibunya, dan berlian itu berasal dari Botswana, tempat keduanya berkemah selama lima hari beberapa minggu setelah bertemu.

Pangeran Harry dan Meghan Markle akan menikah pada musim semi 2018, dan ahli waris kelima tahta kerajaan Inggris ini mengatakan ia merasa aktris Amerika itu adalah pilihannya sejak pertama bertemu.

Kedua pasangan ini berpose di luar Istana Kensington, dan Pangeran Harry mengatakan ia “sangat bahagia” dan bahwa lamarannya romantis.

Saat ditanya wartawan kapan ia tahu bahwa Markle adalah “calon pasangan hidupnya”, Harry mengatakan, “Sejak pertama kami bertemu.”

Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip “gembira” atas pengumuman pertunangan ini dan mengucapkan”semoga pasangan ini berbagia,” demikian cuitan keluarga Kerajaan Inggris melalui Twitter.

Setelah menikah, keduanya akan tinggal di Nottingham Cottage, bagian dari Istana Kensington, tulis Clarence House, kediaman resmi Pangeran Charles, ayah Harry.

September lalu, dalam wawancara pertama tentang Pangeran Harry, Markle mengatakan kepada majalah Vanity Fair, “Kami adalah dua orang yang sangat bahagia dan tengah jatuh cinta.”

Ia mengatakan mereka menikmati waktu “khusus” bersama dan bahwa “Saya yakin akan ada waktu saat kami harus maju bersama dan memiliki cerita untuk disampaikan dan saya harap orang mengerti bahwa ini adalah waktu untuk kami.”

“Ini untuk kami. Ini adalah bagian dari sesuatu yang sangat khusus, inilah waktu kami. Kami sangat bahagia. Secara pribadi, saya suka kisah cinta hebat,” kata Markle saat itu.

Harry sendiri bertugas di militer selama 10 tahun dan menjadi anggota keluarga kerajaan pertama dalam 25 tahun yang bertugas di zona perang. Karier militernya berakhir pada 2015.

Rekan baik Meghan, Markus Anderson, dilaporkan mengenalkan keduanya pada Juli 2016 di London. Pada bulan pertengahan November ini, Meghan terlihat tengah belanja di daerah Kensington, London, laporan yang menimbulkan perkiraan dia tinggal di Nottingham Cottage, Istana Kensington, tempat Harry tinggal.

Namun baru beberapa bulan kemudian setelah bertemu di London, media dapat berita tentang percintaan ini.

The Sunday Express adalah surat kabar pertama yang mengungkapkan bahwa aktris berusia 36 tahun itu adalah pacar Pangeran Harry dalam berita utama Oktober tahun lalu.

Setelah berita itu muncul, pasangan ini datang ke pesta Halloween dan Pangeran Harry dilaporkan pakai topeng dan pergi dari rumah ke rumah untuk minta permen atau trick-or-treat.

Markle yang memerankan Rachel Zane di film drama AS, Suits, besar di Los Anges namun kini tinggal di Toronto.

Wartawan BBC urusan kerajaan Daniela Relph mengatakan pertunangan Harry dan Markle bukanlah sesuatu yang biasa.

“Meghan Markle membawa sesuatu yang berbeda ke keluarga Kerajaan Inggris. Dia orang Amerika, janda yang bercerai, aktris dan berasal dari ras campuran,” tulis Relph.

“Dia juga adalah giat kampanye terkait kemanusiaan dan tidak ingin pernikahannya membatasi diri untuk berbicara dan mendukung berbagai hal, khususnya terkait persamaan gender.

Gelar ningrat Meghan: Yang Mulia, Putri Henry dari Wales

Begitu Pangeran Harry dan Markle dinyatakan sebagai suami istri, dia tidak secara otomatis bergelar Putri Meghan, karena ia tidak berdarah bangsawan.

Namun ia akan menggunakan nama suaminya. Jadi Meghan akan secara otomatis bergelar Her Royal Highness, Princess Henry of Wales, Yang Mulia, Putri Henry dari Wales.

Kakak Ratu Elizabeth, Margaret mendapat gelar Putri Margaret dan juga putri Ratu, Putri Anne serta cucu-cucunya Putri Beatrice dan Putri Eugenie, anak Pangeran Andrew.

Anak Pangeran William juga bergelar putri, Putri Chartlotte, karena semuanya berdarah bangsawan. Namun ibu Charlotte, Kate Middleton, tak bergelar putri.

Ibu Harry, Lady Diana Spencer juga secara resmi tak bergelar Putri Diana. Ia bergelar Putri Wales dan setelah bercerai dengan Pangeran Charles ia tetap bergelar Putri Wales.

Komentar berbau rasis dan seksis

Pada bulan November lalu, setelah secara resmi mengumumkan pacaran dengan Markle, Harry mengecam media terkait pemberitaan soal artis Amerika itu.

Ia menyebut pemberitaan di media nasional Inggris sebagai “corengan” serta komentar-komentar di media sosial yang berbau “rasis dan seksis.”

Pernyataan Harry lewat Istana Kensington pada November 2016 menyebutkan “Pacarnya, Meghan Markle menjadi sasaran gelombang cacian dan gangguan… komentar yang berbau rasis, serta komentar di media sosial dan artikel yang bernuansa seksis dan rasisme… bombardir hampir semua teman, teman kerja dan orang-orang dalam hidupnya.”

Pangeran Harry saat itu mengatakan khawatir atas keamanan Meghan dan “sangat kecewa” karena tidak dapat melindunginya.

Redaktur OK! Online Kelby McNally mengatakan pernyataan Harry saat itu merupakan “Bukti bahwa generasi muda kerajaan tak lagi bersifat dingin seperti dulu.”

Wartawan urusan kerajaan Daily Mirror, Victoria Murphy, mengatakan pernaytaan itu menunjukkan “keinginan kuat Harry untuk melindunginya.”

Sementara kakak Harry, Pangeran William mengatakan “mengerti situasi menyangkut privasi dan mendukung perlunya Pangeran Harry untuk mendukung semua yang paling dekat dengannya.”

Soal Janda, Ras dan Anjing

Robert Hardman, wartawan Daily Mail yang menulis buku tentang Rat, mengatakan janda cerai tak lagi masalah bagi keluarga kerajaan. Markle menikah dengan Trevor Engelson pada 2011 dan bercerai dua tahun kemudian.

Hardman mengatakan kepada BBC, “Saya rasa tak masalah. Dulu mungkin jadi masalah… Namun kehidupan berubah. Anda tahu Pangeran Wales (Charles) menikah dengan Duchess of Cornwall (Camilla) pada 2005 (setelah keduanya juga bercerai), dan kita hidup di zaman yang berbeda sekarang.”

Stephen Bates, mantan wartawan kerajaan di Guardian mengatakan kepada BBC bahwa Markle yang berdaerah campuran bukan masalah bagi publik Inggris.

“Tidak begitu jelas apakah anggota keluarga kerajaan pernah menikah dengan mereka dari ras campuran. Saya rasa penduduk di negara ini, jelas sangat nyaman dengan isu itu dewasa ini,” katanya.

Tabloid-tabloid di Inggris melaporkan dua minggu lalu bahwa Markle merencanakan pindah ke Inggris dengan membawa anjing-anjingnya.

Akun Instagramnya tak banyak diperbarui namun banyak memuat anjing-anjingnya, Guy dan Bogart.(BBC)

Hindari Proses Hukum, Pria Ini Pura-pura Koma

Photo : Wales News Service Alan Knight memalsukan koma dua tahun demi hindari proses hukum

Photo : Wales News Service
Alan Knight memalsukan koma dua tahun demi hindari proses hukum


JURNAL123, INGGRIS.
Peristiwa ini telah lama terjadi. Namun menjadi populer kembali saat ini.

Ada-ada saja cara orang pelaku kejahatan menghindari proses hukum. Hal itu juga yang dilakukan seorang pria asal Inggris bernama Alan Knight yang memalsukan kondisi koma selama dua tahun. Kisah itu terjadi tiga tahun lalu.

Kondisi pura-pura koma itu bahkan bisa mengelabui polisi hingga dua tahun. Istrinya ikut dalam konspirasi ini dengan membantu menyiapkan dokumentasi Knight yang dibantu peralatan medis seperti selang pernapasan hingga tabung oksigen dan penyangga leher. Foto-foto dan video diserahkan ke polisi yang membuat proses hukum yang bersangkutan ditunda. Dia disebutkan mengalami quadriplegia dan sering kejang.

Pemberitaan mengenai koma palsu selama dua tahun itu dimuat banyak media asing pada tahun 2014, seperti Telegraph, ABC News dan Fox News.

Alan Knight awalnya menjadi tersangka karena mencuri uang tetangganya yang sudah lansia sebesar 40,000 pound sterling, atau setara dengan Rp705 juta. Ternyata terungkap dia melakukan beberapa kali pencurian dengan korban berbeda. Hal itu terjadi tahun 2002.

Namun dia yang tiba-tiba sakit dan mengklaim diri koma akhirnya tak bisa diseret ke persidangan. Untungnya pada tahun 2014, ada pihak yang mengidentifikasi Knight berjalan bersama istrinya di salah satu tempat tanpa menggunakan alat bantu apapun. Polisi kemudian memanggil dan memeriksa paksa.

Dia kemudian diputuskan bersalah selain karena pencurian juga pemalsuan kondisi koma selama dua tahun.(VIN)

Israel Ingin Pererat Hubungan Dengan Arab Saudi

Bendera Israel dan Arab Saudi

Bendera Israel dan Arab Saudi

JURNAL123, TEL AVIV.
Kepala militer Israel Jenderal Gadi Eisenkot mengaku ingin mempererat hubungan dengan Arab Saudi. Menurutnya, kedua negara dapat bersatu untuk melawan pengaruh Iran di wilayah tersebut.

Berbicara kepada surat kabar Arab Saudi, Elaph, Jenderal Einsenkot menggambarkan Iran sebagai ancaman terbesar bagi wilayah ini.  Ia mengatakan Israel siap berbagi intelijen dengan negara-negara Arab moderat seperti Arab Saudi untuk berurusan dengan Teheran.

“Kami siap untuk berbagi informasi jika perlu. Ada banyak kepentingan bersama antara mereka (Arab Saudi) dan kami,” ujar Eisenkot, dikutip The Guardian, kemarin.

Eisenkot juga menuduh Iran berusaha menguasai Timur Tengah dengan menciptakan Syiah dari Lebanon ke Iran dan kemudian dari Teluk ke Laut Merah. “Kita harus mencegah hal ini terjadi,” ungkapnya.

“Dalam hal ini ada kesepakatan lengkap antara kami dan Kerajaan Arab Saudi, yang belum pernah menjadi musuh kami. Mereka tidak melawan kami atau kami melawan mereka,” jelas Eisenkot menambahkan.

Eisenkot mengatakan, saat ini Israel tidak berniat menyerang Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon. “Kami tidak berniat menyerang Hizbullah di Libanon yang menyebabkan perang. Namun kita tidak akan menerima ancaman strategis bagi Israel,” katanya kepada surat kabar tersebut.

Israel dan Arab Saudi selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik. Namun kepada Elaph, Eisenkot mengklaim Israel semakin dihormati oleh negara-negara moderat di wilayah ini.

Menurut surat kabar Israel, Haaretz, wawancara tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Wawancara semacam ini harus meminta persetujuan politik Israel di tingkat tertinggi, mengingat kurangnya hubungan diplomatik dengan Arab Saudi.

Wawancara ini juga dirancang untuk memamerkan hubungan yang lebih hangat antara Israel dengan Riyadh di depan umum, yang didukung AS. “Ada kesempatan untuk membentuk koalisi internasional baru di kawasan ini dengan Presiden Trump. Kita perlu melakukan rencana strategis besar dan menyeluruh untuk menghentikan ancaman Iran,” ungkap Eisenkot.(ROL)

Ejek Kim Jong Un Pendek dan Gendut, Trump Pantas Dihukum Mati

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Dan Presiden AS Donald Trump Saling Ejek di Media Sosial

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Dan Presiden AS Donald Trump Saling Ejek di Media Sosial

JURNAL123, PYONGYANG.
Pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun,menyampaikan bahwa Donald Trump pantas dijatuhi hukuman mati karena menyebut Kim Jong-un pendek dan gendut.

“Kejahatan terburuk yang membuat dia (Trump) tidak dapat diampuni adalah dia berani melukai martabat pemimpin tertinggi,” sebut editorial Rodong Sinmun seperti dikutip dari News.com.au pada Rabu (15/11/2017).

“Dia harus tahu bahwa dia hanyalah penjahat mengerikan yang pantas dijatuhi hukuman mati oleh rakyat Korea,” tambah editorial itu.

Trump secara tidak langsung menjuluki Kim Jong-un pendek dan gendut melalui twitnya pada 12 November. Saat itu ia sedang berada di Da Nang, Vietnam, dalam rangka menghadiri KTT APEC.

“Mengapa Kim Jong-un menghina saya dengan menyebut saya ‘tua’, sementara saya tidak pernah memanggilnya ‘gendut’ dan ‘pendek’? Oh baiklah, saya terlalu berusaha jadi temannya — dan mungkin suatu hari itu bisa kesampaian!,” kicau Trump.

Kicauan Trump tersebut merupakan respons atas retorika Korut yang menjulukinya “penghasut perang”. Tak hanya itu, Pyongyang juga menyebut bahwa lawatannya ke Asia didesain untuk konfrontasi.

Ketika ditanya langsung oleh wartawan tentang kemungkinannya berteman dengan Kim Jong-un, Trump menyebut bahwa hal itu mungkin terjadi.

“Hal-hal aneh terjadi dalam kehidupan. Itu mungkin salah satu hal aneh yang akan terjadi. Tapi, tentu saja itu adalah sebuah kemungkinan,” ungkap Trump dalam sebuah konferensi pers di Vietnam seperti dilansir CNN.

Ia menambahkan, “Jika terjadi, itu akan menjadi hal yang bagus bagi Korut. Juga bagus bagi banyak tempat, dan pada akhirnya bagus bagi dunia.”

Menurut The Guardian, dalam editorialnya, Rodong Sinmun, juga menyebut Presiden AS itu pengecut karena membatalkan kunjungan ke Zona Demiliterisasi (DMZ).

Trump memang batal mengunjungi perbatasan dua Korea tersebut. Pemicunya adalah cuaca buruk. Helikopter yang Marine One yang mengangkutnya dilaporkan telah lepas landas menuju DMZ, namun tak lama terpaksa kembali karena kondisi berkabut dan jarak pandang di bawah satu mil.

“Itu bukan karena cuacanya. Dia (Trump) terlalu takut untuk menghadapi tatapan tajam tentara kita,” tulis Rodong Sinmun.(LIP)

Menlu AS Temui Menteri Retno Bahas Myanmar

voanews.com Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menlu AS Rex

voanews.com
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menlu AS Rex Tillerson

JURNAL123, JAKARTA.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Rex W. Tillerson secara mendadak menemui Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi di Hotel Sofitel, Manila, Filipina, di sela-sela kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang digelar di Philippines International Convention Center (PICC), Selasa (14/11/2017).

Tillerson meminta masukan terkait kondisi di Myanmar kepada Menlu Retno Marsudi, sebelum dirinya bertolak ke negara tersebut. “Beliau akan segera berkunjung ke Nay Pyi Taw, Myanmar, besok. Jadi ke sini untuk bertukar informasi mengenai kondisi sekarang ini  di Myanmar,” kata Retno dilansir laman Setkab.go.id.

Retno menuturkan, pertemuannya dengan Tillerson membahas isu mengenai situasi krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar. Tillerson menanyakan kemajuan kondisi sosial di daerah tersebut, dan langkah apa yang harus dilakukan Pemerintah AS guna mendorong penyelesian masalah tersebut.

Pemerintah AS, lanjut Retno, berkeinginan ikut serta membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine secara konstruktif. AS menilai jika krisis tersebut tidak dapat diselesaikan selain akan mengganggu stabilitas dan keamanan kawasan, juga ada kekhawatiran ancaman radikalisme dan terorisme juga akan meningkat.

Reto menuturkan, Menlu AS Rex W. Tillerson sendiri menilai bahwa peran dari kawasan dalam hal ini ASEAN sangat penting. Dia pun mengapresiasi negara di kawasan ini, termasuk Indonesia yang memiliki tekad dalam menyelesaikan krisis tersebut. “Intinya itu pembicaraan dalam pertemuan tadi. Kita janji akan berkomunikasi kembali setelah Rex kembali dari Nay Pyi Taw,” paparnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan keprihatinannya atas terjadinya krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar. Dia mengingatkan bahwa ASEAN tidak dapat berdiam diri atas terjadinya krisis tersebut, karena krisis ini tidak saja menjadi perhatian negara-negara anggota ASEAN namun juga dunia.

“Kita harus bergerak bersama. Myanmar tidak boleh tinggal. ASEAN juga tidak boleh tinggal diam,” kata Jokowi saat berbicara pada Pleno KTT ke-31 ASEAN yang diselenggarakan di Philippines International Convention Center (PICC), Manila, Filipina, Senin (13/11/2017).(ROL)

Jokowi Minta Uni Eropa Hentikan Diskriminasi Kelapa Sawit

Presiden Joko Widodo Dalam KTT Asean (Foto Sekneg RI)

Presiden Joko Widodo Dalam KTT Asean (Foto Sekneg RI)


JURNAL123, MANILA.
Presiden Joko Widodo mengangkat isu kelapa sawit dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-UNI EROPA yang digelar pada Selasa (14/11/2017), di Philippine International Convention Center (PICC), Manila, Filipina.

Menurut Presiden Jokowi, isu kelapa sawit sangat dekat dengan upaya pengentasan kemiskinan, mempersempit gap pembangunan, serta pembangunan ekonomi yang inklusif.

Apalagi saat ini terdapat 17 juta orang Indonesia yang hidupnya, baik langsung maupun tidak langsung, terkait dengan kelapa sawit, di mana 42 persen lahan perkebunan kelapa sawit dimiliki oleh petani kecil.

Oleh karena itu, dalam pidatonya Presiden Jokowi meminta agar diskriminasi terhadap kelapa sawit di Uni Eropa segera dihentikan.

Sejumlah sikap dan kebijakan yang dianggap merugikan kepentingan ekonomi dan merusak citra negara produsen sawit juga harus dihilangkan.

“Resolusi Parlemen Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa mengenai kelapa sawit dan deforestasi serta berbagai kampanye hitam, tidak saja merugikan kepentingan ekonomi, namun juga merusak citra negara produsen sawit,” ujar Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Presiden menyampaikan bahwa Indonesia paham pentingnya isu “sustainability”.

Oleh karena itu, berbagai kebijakan terkait sustainability telah diambil, termasuk pemberlakuan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Pernyataan Presiden Jokowi ini juga mendapat dukungan penuh PM Malaysia.(TRI)

 

Ketika Ritz Carlton Menjadi Penjara Mewah Para Pangeran Arab Saudi

 Komisi Anti Korupsi yang dipimpin Putra Mahkota Kerajaan Arab, Mohammed bin Salman menangkap sebelas putri dan puluhan pejabat yang terlibat korupsi (dok. REUTERS/Charles Platiau)


Komisi Anti Korupsi yang dipimpin Putra Mahkota Kerajaan Arab, Mohammed bin Salman menangkap sebelas putri dan puluhan pejabat yang terlibat korupsi (dok. REUTERS/Charles Platiau)

JURNAL123, RIYADH.
Pada Sabtu 4 November lalu, para tamu di Ritz Carlton, Riyadh diberitahu oleh hotel mewah tersebut kalau pemesanan tak terduga oleh pemerintah daerah memerlukan tingkat keamanan yang tinggi. “Kami tidak dapat mengakomodasi para tamu, sampai operasi normal dipulihkan,” kata Hotel Ritz Carlton.

Dalam beberapa jam pasukan keamanan telah mengumpulkan puluhan pangeran, anggota elit politik, dan bisnis Arab Saudi. Di antara mereka ada 11 pangeran Saudi,  menteri, dan konglomerat kaya. Mereka ada yang diundang ke pertemuan di mana mereka ditahan. Lainnya, ditangkap di rumah mereka dan diterbangkan ke Riyadh atau diantar ke Hotel Ritz Carlton yang diubah menjadi penjara mewah sementara. 

Menurut seorang sumber, para tahanan korupsi tersebut diijinkan menelepon satu telepon singkat. “Mereka tidak menerima telepon dan mendapat keamanan ketat. Tidak ada yang bisa masuk atau keluar. Jelas ada banyak persiapan matang untuk itu,” katanya, Jumat, (10/11/2017).

Pembersihan tersebut diperintahkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Ia akan menjadi raja setelah Raja Salman. MBS terus berupaya melakukan modernisasi Saudi. Ia juga berusaha menopang kekuatannya sendiri hingga memutuskan mengejar para elit Saudi, termasuk beberapa anggota keluarga kerajaan, atas tuduhan seperti menerima suap dan menggembungkan biaya proyek bisnis. 

Mereka yang ditangkap tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar. MBS percaya kalau Saudi tidak berubah, maka negara itu akan mengalami krisis. Ekonomi akan tenggelam dalam krisis yang bisa memicu kerusuhan. Hal ini bisa mengancam keluarga kerajaan dan melemahkan negara dalam persaingan regionalnya dengan Iran. 

MBS memutuskan untuk membuat gerakan pembersihan ketika dia menyadari bahwa lebih banyak keluarganya yang menentangnya untuk menjadi raja daripada yang dia pikirkan. Ini menurut sumber orang dalam. “Sinyalnya, siapa pun yang ragu memberikan dukungan pada MBS untuk jadi raja harus waspada,” kata orang yang akrab dengan kejadian tersebut. 

“Seluruh gagasan kampanye antikorupsi ditargetkan ke keluarganya. Selebihnya adalah hiasan saja,” kata sumber tersebut.

Raja Salman mengatakan, pembersihan tersebut sebagai tanggapan atas eksploitasi oleh beberapa jiwa lemah yang menempatkan kepentingan mereka sendiri di atas kepentingan publik, untuk mendapatkan uang secara tidak sah. 

Orang dalam mengatakan, tuduhan tersebut didasarkan pada bukti yang dikumpulkan oleh dinas intelijen. Namun, Pendukung Pemerintah Saudi menolak kalau gerakan antikorupsi merupakan kampanye untuk menghilangkan musuh politik. 

Di antara mereka yang ditahan di Hotel Ritz Carlton adalah Pangeran Miteb bin Abdullah. Ia merupakan Kepala Garda Nasional yang kuat dan juga sepupu MBS. 

Miteb berada di ranch-nya di Riyadh saat dia dipanggil untuk bertemu dengan Putra Mahkota. “Dia pergi ke pertemuan dan tidak pernah kembali,” kata orang dalam yang memiliki koneksi dengan beberapa dari mereka yang ditahan. Miteb diketahui sangat marah saat MBS terpilih jadi Putra Mahkota Kerajaan Saudi dan akan menjadi raja.(ROL)