Category Archives: Internasional

Israel Ingin Pererat Hubungan Dengan Arab Saudi

Bendera Israel dan Arab Saudi

Bendera Israel dan Arab Saudi

JURNAL123, TEL AVIV.
Kepala militer Israel Jenderal Gadi Eisenkot mengaku ingin mempererat hubungan dengan Arab Saudi. Menurutnya, kedua negara dapat bersatu untuk melawan pengaruh Iran di wilayah tersebut.

Berbicara kepada surat kabar Arab Saudi, Elaph, Jenderal Einsenkot menggambarkan Iran sebagai ancaman terbesar bagi wilayah ini.  Ia mengatakan Israel siap berbagi intelijen dengan negara-negara Arab moderat seperti Arab Saudi untuk berurusan dengan Teheran.

“Kami siap untuk berbagi informasi jika perlu. Ada banyak kepentingan bersama antara mereka (Arab Saudi) dan kami,” ujar Eisenkot, dikutip The Guardian, kemarin.

Eisenkot juga menuduh Iran berusaha menguasai Timur Tengah dengan menciptakan Syiah dari Lebanon ke Iran dan kemudian dari Teluk ke Laut Merah. “Kita harus mencegah hal ini terjadi,” ungkapnya.

“Dalam hal ini ada kesepakatan lengkap antara kami dan Kerajaan Arab Saudi, yang belum pernah menjadi musuh kami. Mereka tidak melawan kami atau kami melawan mereka,” jelas Eisenkot menambahkan.

Eisenkot mengatakan, saat ini Israel tidak berniat menyerang Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon. “Kami tidak berniat menyerang Hizbullah di Libanon yang menyebabkan perang. Namun kita tidak akan menerima ancaman strategis bagi Israel,” katanya kepada surat kabar tersebut.

Israel dan Arab Saudi selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik. Namun kepada Elaph, Eisenkot mengklaim Israel semakin dihormati oleh negara-negara moderat di wilayah ini.

Menurut surat kabar Israel, Haaretz, wawancara tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Wawancara semacam ini harus meminta persetujuan politik Israel di tingkat tertinggi, mengingat kurangnya hubungan diplomatik dengan Arab Saudi.

Wawancara ini juga dirancang untuk memamerkan hubungan yang lebih hangat antara Israel dengan Riyadh di depan umum, yang didukung AS. “Ada kesempatan untuk membentuk koalisi internasional baru di kawasan ini dengan Presiden Trump. Kita perlu melakukan rencana strategis besar dan menyeluruh untuk menghentikan ancaman Iran,” ungkap Eisenkot.(ROL)

Ejek Kim Jong Un Pendek dan Gendut, Trump Pantas Dihukum Mati

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Dan Presiden AS Donald Trump Saling Ejek di Media Sosial

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Dan Presiden AS Donald Trump Saling Ejek di Media Sosial

JURNAL123, PYONGYANG.
Pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun,menyampaikan bahwa Donald Trump pantas dijatuhi hukuman mati karena menyebut Kim Jong-un pendek dan gendut.

“Kejahatan terburuk yang membuat dia (Trump) tidak dapat diampuni adalah dia berani melukai martabat pemimpin tertinggi,” sebut editorial Rodong Sinmun seperti dikutip dari News.com.au pada Rabu (15/11/2017).

“Dia harus tahu bahwa dia hanyalah penjahat mengerikan yang pantas dijatuhi hukuman mati oleh rakyat Korea,” tambah editorial itu.

Trump secara tidak langsung menjuluki Kim Jong-un pendek dan gendut melalui twitnya pada 12 November. Saat itu ia sedang berada di Da Nang, Vietnam, dalam rangka menghadiri KTT APEC.

“Mengapa Kim Jong-un menghina saya dengan menyebut saya ‘tua’, sementara saya tidak pernah memanggilnya ‘gendut’ dan ‘pendek’? Oh baiklah, saya terlalu berusaha jadi temannya — dan mungkin suatu hari itu bisa kesampaian!,” kicau Trump.

Kicauan Trump tersebut merupakan respons atas retorika Korut yang menjulukinya “penghasut perang”. Tak hanya itu, Pyongyang juga menyebut bahwa lawatannya ke Asia didesain untuk konfrontasi.

Ketika ditanya langsung oleh wartawan tentang kemungkinannya berteman dengan Kim Jong-un, Trump menyebut bahwa hal itu mungkin terjadi.

“Hal-hal aneh terjadi dalam kehidupan. Itu mungkin salah satu hal aneh yang akan terjadi. Tapi, tentu saja itu adalah sebuah kemungkinan,” ungkap Trump dalam sebuah konferensi pers di Vietnam seperti dilansir CNN.

Ia menambahkan, “Jika terjadi, itu akan menjadi hal yang bagus bagi Korut. Juga bagus bagi banyak tempat, dan pada akhirnya bagus bagi dunia.”

Menurut The Guardian, dalam editorialnya, Rodong Sinmun, juga menyebut Presiden AS itu pengecut karena membatalkan kunjungan ke Zona Demiliterisasi (DMZ).

Trump memang batal mengunjungi perbatasan dua Korea tersebut. Pemicunya adalah cuaca buruk. Helikopter yang Marine One yang mengangkutnya dilaporkan telah lepas landas menuju DMZ, namun tak lama terpaksa kembali karena kondisi berkabut dan jarak pandang di bawah satu mil.

“Itu bukan karena cuacanya. Dia (Trump) terlalu takut untuk menghadapi tatapan tajam tentara kita,” tulis Rodong Sinmun.(LIP)

Menlu AS Temui Menteri Retno Bahas Myanmar

voanews.com Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menlu AS Rex

voanews.com
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menlu AS Rex Tillerson

JURNAL123, JAKARTA.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Rex W. Tillerson secara mendadak menemui Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi di Hotel Sofitel, Manila, Filipina, di sela-sela kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang digelar di Philippines International Convention Center (PICC), Selasa (14/11/2017).

Tillerson meminta masukan terkait kondisi di Myanmar kepada Menlu Retno Marsudi, sebelum dirinya bertolak ke negara tersebut. “Beliau akan segera berkunjung ke Nay Pyi Taw, Myanmar, besok. Jadi ke sini untuk bertukar informasi mengenai kondisi sekarang ini  di Myanmar,” kata Retno dilansir laman Setkab.go.id.

Retno menuturkan, pertemuannya dengan Tillerson membahas isu mengenai situasi krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar. Tillerson menanyakan kemajuan kondisi sosial di daerah tersebut, dan langkah apa yang harus dilakukan Pemerintah AS guna mendorong penyelesian masalah tersebut.

Pemerintah AS, lanjut Retno, berkeinginan ikut serta membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine secara konstruktif. AS menilai jika krisis tersebut tidak dapat diselesaikan selain akan mengganggu stabilitas dan keamanan kawasan, juga ada kekhawatiran ancaman radikalisme dan terorisme juga akan meningkat.

Reto menuturkan, Menlu AS Rex W. Tillerson sendiri menilai bahwa peran dari kawasan dalam hal ini ASEAN sangat penting. Dia pun mengapresiasi negara di kawasan ini, termasuk Indonesia yang memiliki tekad dalam menyelesaikan krisis tersebut. “Intinya itu pembicaraan dalam pertemuan tadi. Kita janji akan berkomunikasi kembali setelah Rex kembali dari Nay Pyi Taw,” paparnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan keprihatinannya atas terjadinya krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar. Dia mengingatkan bahwa ASEAN tidak dapat berdiam diri atas terjadinya krisis tersebut, karena krisis ini tidak saja menjadi perhatian negara-negara anggota ASEAN namun juga dunia.

“Kita harus bergerak bersama. Myanmar tidak boleh tinggal. ASEAN juga tidak boleh tinggal diam,” kata Jokowi saat berbicara pada Pleno KTT ke-31 ASEAN yang diselenggarakan di Philippines International Convention Center (PICC), Manila, Filipina, Senin (13/11/2017).(ROL)

Jokowi Minta Uni Eropa Hentikan Diskriminasi Kelapa Sawit

Presiden Joko Widodo Dalam KTT Asean (Foto Sekneg RI)

Presiden Joko Widodo Dalam KTT Asean (Foto Sekneg RI)


JURNAL123, MANILA.
Presiden Joko Widodo mengangkat isu kelapa sawit dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-UNI EROPA yang digelar pada Selasa (14/11/2017), di Philippine International Convention Center (PICC), Manila, Filipina.

Menurut Presiden Jokowi, isu kelapa sawit sangat dekat dengan upaya pengentasan kemiskinan, mempersempit gap pembangunan, serta pembangunan ekonomi yang inklusif.

Apalagi saat ini terdapat 17 juta orang Indonesia yang hidupnya, baik langsung maupun tidak langsung, terkait dengan kelapa sawit, di mana 42 persen lahan perkebunan kelapa sawit dimiliki oleh petani kecil.

Oleh karena itu, dalam pidatonya Presiden Jokowi meminta agar diskriminasi terhadap kelapa sawit di Uni Eropa segera dihentikan.

Sejumlah sikap dan kebijakan yang dianggap merugikan kepentingan ekonomi dan merusak citra negara produsen sawit juga harus dihilangkan.

“Resolusi Parlemen Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa mengenai kelapa sawit dan deforestasi serta berbagai kampanye hitam, tidak saja merugikan kepentingan ekonomi, namun juga merusak citra negara produsen sawit,” ujar Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Presiden menyampaikan bahwa Indonesia paham pentingnya isu “sustainability”.

Oleh karena itu, berbagai kebijakan terkait sustainability telah diambil, termasuk pemberlakuan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Pernyataan Presiden Jokowi ini juga mendapat dukungan penuh PM Malaysia.(TRI)

 

Ketika Ritz Carlton Menjadi Penjara Mewah Para Pangeran Arab Saudi

 Komisi Anti Korupsi yang dipimpin Putra Mahkota Kerajaan Arab, Mohammed bin Salman menangkap sebelas putri dan puluhan pejabat yang terlibat korupsi (dok. REUTERS/Charles Platiau)


Komisi Anti Korupsi yang dipimpin Putra Mahkota Kerajaan Arab, Mohammed bin Salman menangkap sebelas putri dan puluhan pejabat yang terlibat korupsi (dok. REUTERS/Charles Platiau)

JURNAL123, RIYADH.
Pada Sabtu 4 November lalu, para tamu di Ritz Carlton, Riyadh diberitahu oleh hotel mewah tersebut kalau pemesanan tak terduga oleh pemerintah daerah memerlukan tingkat keamanan yang tinggi. “Kami tidak dapat mengakomodasi para tamu, sampai operasi normal dipulihkan,” kata Hotel Ritz Carlton.

Dalam beberapa jam pasukan keamanan telah mengumpulkan puluhan pangeran, anggota elit politik, dan bisnis Arab Saudi. Di antara mereka ada 11 pangeran Saudi,  menteri, dan konglomerat kaya. Mereka ada yang diundang ke pertemuan di mana mereka ditahan. Lainnya, ditangkap di rumah mereka dan diterbangkan ke Riyadh atau diantar ke Hotel Ritz Carlton yang diubah menjadi penjara mewah sementara. 

Menurut seorang sumber, para tahanan korupsi tersebut diijinkan menelepon satu telepon singkat. “Mereka tidak menerima telepon dan mendapat keamanan ketat. Tidak ada yang bisa masuk atau keluar. Jelas ada banyak persiapan matang untuk itu,” katanya, Jumat, (10/11/2017).

Pembersihan tersebut diperintahkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Ia akan menjadi raja setelah Raja Salman. MBS terus berupaya melakukan modernisasi Saudi. Ia juga berusaha menopang kekuatannya sendiri hingga memutuskan mengejar para elit Saudi, termasuk beberapa anggota keluarga kerajaan, atas tuduhan seperti menerima suap dan menggembungkan biaya proyek bisnis. 

Mereka yang ditangkap tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar. MBS percaya kalau Saudi tidak berubah, maka negara itu akan mengalami krisis. Ekonomi akan tenggelam dalam krisis yang bisa memicu kerusuhan. Hal ini bisa mengancam keluarga kerajaan dan melemahkan negara dalam persaingan regionalnya dengan Iran. 

MBS memutuskan untuk membuat gerakan pembersihan ketika dia menyadari bahwa lebih banyak keluarganya yang menentangnya untuk menjadi raja daripada yang dia pikirkan. Ini menurut sumber orang dalam. “Sinyalnya, siapa pun yang ragu memberikan dukungan pada MBS untuk jadi raja harus waspada,” kata orang yang akrab dengan kejadian tersebut. 

“Seluruh gagasan kampanye antikorupsi ditargetkan ke keluarganya. Selebihnya adalah hiasan saja,” kata sumber tersebut.

Raja Salman mengatakan, pembersihan tersebut sebagai tanggapan atas eksploitasi oleh beberapa jiwa lemah yang menempatkan kepentingan mereka sendiri di atas kepentingan publik, untuk mendapatkan uang secara tidak sah. 

Orang dalam mengatakan, tuduhan tersebut didasarkan pada bukti yang dikumpulkan oleh dinas intelijen. Namun, Pendukung Pemerintah Saudi menolak kalau gerakan antikorupsi merupakan kampanye untuk menghilangkan musuh politik. 

Di antara mereka yang ditahan di Hotel Ritz Carlton adalah Pangeran Miteb bin Abdullah. Ia merupakan Kepala Garda Nasional yang kuat dan juga sepupu MBS. 

Miteb berada di ranch-nya di Riyadh saat dia dipanggil untuk bertemu dengan Putra Mahkota. “Dia pergi ke pertemuan dan tidak pernah kembali,” kata orang dalam yang memiliki koneksi dengan beberapa dari mereka yang ditahan. Miteb diketahui sangat marah saat MBS terpilih jadi Putra Mahkota Kerajaan Saudi dan akan menjadi raja.(ROL)

Donald Trump Sampaikan Selamat Atas Pernikahan Putri Jokowi

Presiden Donald Trump Saat Berbicara Dengan Iriana Joko Widodo (Foto SeknegRI)

Presiden Donald Trump Saat Berbicara Dengan Iriana Joko Widodo (Foto SeknegRI)


JURNAL123, VIETNAM.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan selamat atas pernikahan puteri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan suaminya Bobby Afif Nasution.

“Memang Presiden Trump bertanya banyak hal dan juga memberikan selamat kepada Presiden Jokowi dan Ibu Iriana yang baru mantu kemarin,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Da Nang, Vietnam, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (11/11/2017).

Pada Gala Dinner Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (KTT APEC) di Sheraton Resort Da Nang pada Jumat (10 November 2017) malam, diketahui Presiden AS Donald Trump duduk berdampingan dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, sedangkan Presiden Joko Widodo duduk di samping Ibu Iriana.

Ketiganya tampak saling mengobrol dan mengenakan baju tradisional Vietnam. Donald Trump dan Presiden Jokowi mengenakan kemeja warna biru, sedangkan ibu Iriana mengenakan baju warna merah terang.

“Ya ini menunjukkan ada keakraban antara Presiden Donald Trump juga dengan Ibu Negara Ibu Iriana,” tambah Pramono.

Menurut Pramono, acara pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution yang berlangsung di Solo pada 8 November 2017 itu diketahui oleh dunia internasional.

“Rupanya pernikahan ini diketahui dunia, termasuk Perdana Menteri Trudeau (Perdana Menteri Kanada) memberikan ucapan, PM Australia (Malcolm Turnbull) juga memberikan ucapan (selamat),” tambah Pramono.

Gala Dinner dan Pertunjukan Budaya berlangsung dari pukul 20.00 sampai 22.00 waktu setempat. Sebelumnya juga ada penyambutan resmi untuk para pemimpin negara anggota APEC dan masing-masing istri.(LIP)

Paus Fransiskus Larang Penjualan Rokok di Vatikan

Paus Fransiskus

Paus Fransiskus


JURNAL123, VATIKAN.
Paus Fransiskus melarang penjualan rokok di Vatikan sebagai upaya untuk menunjukkan contoh hidup sehat.

“Bapa Suci telah memutuskan bahwa Vatikan akan mengurangi penjualan rokok kepada pegawai mulai 2018,” kata Vatikan dalam sebuah pernyataan pada Kamis.

“Alasannya sangat sederhana: Takhta Suci tidak bisa berkontribusi dalam sebuah aktivitas yang jelas merusak kesehatan orang-orang,” katanya, menambahkan bahwa merokok merenggut lebih dari tujuh juta nyawa setiap tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Walaupun rokok yang dijual kepada pegawai dan pensiunan di Vatikan dengan harga lebih murah merupakan sumber pendapatan Takhta Suci, tidak ada keuntungan yang dianggap sah jika itu mengancam nyawa,” tambahnya.

Fransiskus, yang hanya memiliki paru-paru sebelah, tidak merokok. Dia mengizinkan warga setempat mempertahankan hobi tidak sehat mereka yang lain, yaitu alkohol bebas pajak.

Rokok dan minuman beralkohol dijual di toko mewah bebas bea impor, dibuka pada 2003 di tempat yang pernah menjadi stasiun kereta yang indah. Namun, kini tempat tersebut menjadi rumah bagi semua barang mulai dari tas tangan dan sepatu desainer hingga televisi layar datar. (AFP/ANT)

Paus Tegur Uskup Yang Main Ponsel Saat Misa

 FILIPPO MONTEFORTE / AFP Paus Fransiskus saat pertemuan mingguan di Alun-alun Santo Petrus, Rabu (8/11/2017).


FILIPPO MONTEFORTE / AFP
Paus Fransiskus saat pertemuan mingguan di Alun-alun Santo Petrus, Rabu (8/11/2017).

JURNAL123, VATIKAN.
Paus Fransiskus mengungkap kritikannya akan penggunaan telepon genggam yang dinilai kadang sudah sangat berlebihan dan melampaui batas.

Dalam kesempatan misa di Alun-alun Santo Petrus, Rabu (8/11/2017), Paus mengajak beberapa uskup, pastor dan umat untuk khusyuk berdoa dan bukan mengambil kesempatan untuk berfoto.

“Pada saat pendeta yang memimpin ibadah mengatakan ‘angkat hati kita’ bukan berarti ‘angkat telepon genggam kita’ dan mulai mengambil foto,” kata Paus mengkritik orang-orang yang hadir di Alun-alun Santo Petrus.

“Sangat menyedihkan saat saya merayakan misa dan melihat banyak ponsel yang diangkat. Tidak hanya oleh para umat, tapi juga para pastor dan uskup. Tolonglah!” tambah Paus dikutip AFP.

Paus asal Argentina yang telah berusia 80 tahun itu memang tidak asing dengan media sosial, terutama Twitter, yang akunnya telah memiliki hingga lebih dari 14 juta pengikut.

Paus Fransiskus juga kerap melakukan swafoto bersama dengan para umat muda yang antusias.

Meski begitu, Paus Fransiskus sebenarnya sangat menentang telepon genggam.

Pada bulan Februari, Paus pernah menyuruh kaum muda untuk meletakkan telepon genggam mereka saat makan malam bersama keluarga.

Paus mengingatkan, tidak adanya lagi percakapan langsung saat tatap muka bisa menimbulkan dampak yang mengerikan di masyarakat, bahkan bisa menimbulkan peperangan.

Paus Fransiskus menyebut internet dan media sosial sebagai salah satu ‘hadiah dari Tuhan’, namun hanya jika dipergunakan dengan bijaksana.

Paus pun mencoba membujuk remaja masa kini untuk sesekali menukar ponsel mereka dengan alkitab untuk disimpan dalam saku mereka.(KOM)

Istri Petinggi ISIS Asal Bekasi Minhati Madrais Ditangkap Aparat Filipina

Minhati Madrais Maute, istri dari Omar Maute. foto: ICPO

Minhati Madrais Maute, istri dari Omar Maute. foto: ICPO

JURNAL123, MARAWI.
Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, seorang warga Indonesia yang merupakan istri Omarkhayam Maute—salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota Marawi.

Madrais, asal Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan ditangkap setelah kepolisian merazia rumahnya di Iligan City, Mindanao utara, pada Minggu (05/11/2017) pagi waktu setempat.

Aparat, sebagaimana dilansir CNN Philippines, menemukan sejumlah komponen bom, seperti empat pin detonator, dua kabel detonator, dan jam khusus.
Iklan

Sebanyak enam anak, dua putra dan empat putri yang merupakan buah perkawinan Omarkhayam Maute dan Madrais, dibawa ke kantor polisi untuk ditangani departemen kesejahteraan sosial.

Perwira kepolisian Iligan, Leony Roy Ga, mengatakan Madrais memegang paspor Indonesia yang kadaluarsa pada September 2016. Adapun perempuan tersebut diketahui tiba di Filipina pada 2012 lalu.

Omarkhayam Maute (Berambut panjang kaos putih) Foto AFP

Omarkhayam Maute (Berambut panjang kaos putih) Foto AFP

Omarkhayam Maute, salah satu pemimpin kelompok Maute yang bersumpah setia kepada ISIS, tewas dibunuh dalam operasi militer di Marawi pada 16 Oktober. Petinggi ISIS di Filipina lainnya, Isnilon Hapilon, tewas pada hari yang sama.

Bertemu di Mesir

Omarkhayam Maute bertemu dengan Minhati Madrais pada 2008 saat keduanya berstatus sebagai mahasiswa Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.

Setelah menikah, keduanya sempat bermukim di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi selama dua tahun mulai 2010. Madrais diketahui merupakan putri pimpinan pondok pesantren Darul Amal di Babelan, KH Madrais Hajar.

Oleh mertuanya, Omarkhayam diminta menjadi guru di pondok pesantren Darul Amal. Namun, selang dua tahun kemudian, Omarkhayam mengajak istrinya ke Filipina.

Densus 88 Akan Ke Filipina.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Datasemen Khusus 88 Antiteror akan melakukan koordinasi dengan otoritas Filipina terkait penangkapan seorang WNI asal Bekasi, Minhati Madrais yang merupakan istri pimpinan teroris, Omarkhayam Maute di Iligan City pada 5 November 2017.

“Yang bersangkutan bersama 6 orang anak. Ada 4 perempuan dan 2 laki-laki. Sementara sekarang masih diamankan di Kantor Polisi Iligan Filipina,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 6 November 2017.

Densus 88 direncanakan akan mendalami berbagai data-data di Indonesia untuk kemudian melakukan pendalaman data di Filipina.

“Lebih cepat lebih bagus. Kemungkinan paling cepat minggu depan. Karena sekarang sedang melakukan pendalaman dulu ya,” ujar Setyo.

Polri, kata Setyo, masih harus menunggu otoritas Filipina melakukan pemeriksaan terhadap Minhati Madrais. Setelah itu, Densus 88 Polri akan melakukan koordinasi informasi dengan otoritas Filipina terkait aktivitasnya di Marawi.

“Nanti Densus akan ke sana koordinasi dengan otoritas Filipina. Kami ingin melihat sejauh mana kedalaman atau peran dari yang bersangkutan di dalam kegiatan-kegiatan di sana,” katanya.

Menurut Setyo, Polri menduga Madrais berangkat ke Filipina melalui jalur ilegal atau memalsukan lokasi keberangkatannya melalui kota lain di Filipina sebelum masuk ke Marawi. Madrais diduga telah beberapa kali masuk ke wilayah Filipina sejak lama, meskipun Madrais sempat tercatat secara resmi memasuki Filipina pada tahun 2015.

“Tapi, kalau dilihat anaknya sudah 6 pasti dia lebih lama dari itu. Ini logika saja, kalau masuk 2015 terus sudah punya anak 6 itu kan nggak mungkin. Pasti sudah lama,” kata Setyo.

Dari informasi yang diperoleh Polri, pada saat penangkapan Madrais, kepolisian dan militer setempat menemukan beberapa komponen yang bisa dijadikan bahan peledak.

“Bukan alat perakitan bom, ada bagian-bagian dari peledak yang bisa digunakan untuk membuat bahan peledak. Jadi, ada bagian ya, bukan perakit bom,” kata dia.

Di sisi lain, Polri juga akan menjalin koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI terkait dengan upaya perlindungan Madrais sebagai WNI. Meskipun demikian, Polri dan Kemenlu akan melihat keterlibatan Minhati Madrais di Marawi.

“Tetap dilindungi negara tapi kita lihat dulu konteksnya seperti apa. Mungkin di sini akan kita proses hukum juga,” ujar Setyo.(BBC/TEM)

Negosiasi AS Dengan Korut Usai, Invasi Militer Disiapkan

 Kapal Induk Angkatan Laut Amerika USS Carl Vinson (CVN 70) dan USS Ronald Reagan (CVN 76)  (Mass Communication Specialist 2nd Class Z.A. Landers/U.S. Navy via AP)


Kapal Induk Angkatan Laut Amerika USS Carl Vinson (CVN 70) dan USS Ronald Reagan (CVN 76) (Mass Communication Specialist 2nd Class Z.A. Landers/U.S. Navy via AP)


JURNAL123, PYONGYANG.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan usaha untuk bernegosiasi dengan Korea Utara (Korut) telah usai.

Trump menyampaikan dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, Senin (6/11/2017).

Dikutip AFP, Trump menyatakan provokasi Pyongyang yang terus mengembangkan nuklir merupakan ancaman serius bagi dunia.

“Era ‘kesabaran strategis’ sudah usai,” ujar Trump dalam konferensi pers di Istana Akasaka.

Kesabaran strategis yang dimaksud Trump adalah kebijakan untuk mengedepankan negosiasi dengan pemerintahan Kim Jong Un.

Trump berpendapat, selama ini Washington terkesan diam melihat Korut terus menguji coba rudal balistik yang bisa membawa hulu ledak nuklir.

Terakhir, pada 6 September lalu, Korut meluncurkan rudal balistik yang diklaim memiliki teknologi bom hidrogen.

“Selama ini, orang melihat saya terlalu keras beretorika. Namun, coba lihat 25 tahun terakhir karena kami lembek,” kata Trump.

Pernyataan ini memperkuat sikap Trump yang melihat satu-satunya solusi untuk menghentikan program nuklir Korut hanyalah lewat aksi militer.

 
Pentagon, melalui Laksamana Muda Michael Dumont, memberikan usul agar AS melancarkan invasi militer ke Pyongyang.

Dia memberikan rincian terkait apa yang akan terjadi pada jam-jam pertama invasi.

“Satu-satunya jalan untuk mencari dan menghancurkan semua komponen program senjata nuklir Korea Utara adalah lewat invasi darat,” demikian tulis Laksda Dumont.

Abe menimpali dengan menyatakan Jepang mendukung penuh kebijakan politik Trump.

Salah satunya dengan memberikan sanksi baru kepada Korut.(TRI)