Category Archives: Hukum

Direktur Satgas BPN Diperiksa sebagai Saksi Kasus Makar Atas Tersangka Lieus di Polda Metro Jaya

Lieus Sungkharisma diamankan Penyidik Polda Metro Jaya, Senin (20/5)2019, atas dugaan penyebaran berita bohong dan makar. (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Kembali dugaan Makar dan penyebaran berita bohong trus saja terjadi, kali ini menjerat Direktur Satgas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Toto Utomo Budi Santoso yang  akan diperiksa sebagai saksi pada Selasa, 21 Mei 2019. Begitu juga  Lieus Sungkharisma ditetapkan sebagai teresangka dan ditahan di Polda Metro Jaya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakar Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri,Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama,  Jakarta Selatan, Senin, (20/5)2019 mengatakan ya, besok  di Bareskrim.” Toto akan bersaksi atas kasus yang menjerat Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan  Lieus Sungkharisma sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah di tahan di Polda Metro Jaya,” ujarnya 

Untuk itu, Dedi menjelaskan Lieus sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya.” Adapun penetapan sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara. Atas penetapan tersangka itu, penyidik menangkap Lieus, ” jelasnya.

Seiirng dengan itu, Dedi merinci  diketahui, Lieus diringkus di Apartemen Hayam Wuruk Lantai 6, Kamar 614, Jakarta Barat pada Senin, 20 Mei 2019 pukul 06.40 WIB.” Saat ditangkap, Lieus tengah bersama dengan seorang wanita yang diakui sebagai asisten rumah tangga (ART),” rincinya. 

Sesuai data,  Dedi mengungkapkan laporan untuk Lieus bernomor LP/B/0441/B/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.Dia dipolisikan oleh Eman Soleman asal Kuningan, Jawa Barat. ” Lieus disangkakan melanggar Pasal 14 dan atau Pasal 1 serta Pasal 107 Juncto Pasal 110 Juncto Pasal 87, dan atau Pasal 163 Juncto Pasal 107 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Keduanya terancam hukuman 15 tahun penjara hingga seumur hidup.” ungkapnya. (Vecky Ngelo)

Mantan Danjen Kopassus Sunarko Dilaporkan ke Bareskrim

Pelapor Sunarko, Humisar Sahala di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/5)2019. (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com — Adanya  Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen (Purn) Sunarko yang membuat keresahan adanya pernyataan kan mengarahkan sejumlah orang akan mengepung Istana dan gedung Komisi pemilihan Umum(KPU) akhirya dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Pelapor Sunarko, Humisar Sahala di termui di Bareskrim Polri, Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (20/5)219 mengatakan.  

Sunarko dilaporkan dengan sangkaan mengarahkan sejumlah orang untuk mengepung Istana Negara dan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada aksi unjuk rasa yang rencananya digelar Rabu (22/5/2019). “Pernyataan yang membuat keresahan adalah memerintahkan mengepung KPU dan Istana serta kemudian menyatakan seakan-akan polisi akan bertindak keras, tentara tidak, dan provokasi tentara pangkat tinggi sudah bisa dibeli,” ujarnya.

Selanjutnya, Humisar menegaskan seperti diketahui, arahan Sunarko terekam dalam video berdurasi sekitar 2,5 menit yang beredar di media sosial. Di video tersebut, Sunarko yang mengenakan kemeja merah marun bergaris vertikal hitam tampak duduk di sebuah kursi dan berdialog dengan sejumlah orang. “Kalau tanggal 22 diumumkan Jokowi menang, kita lakukan tutup dahulu KPU, mungkin ada yang tutup Istana dengan Senayan, tapi dalam jumlah besar. Kalau jumlah besar, polisi juga bingung. Kalau tentara, yakin dia tidak akan bertindak keras,” tegasnya. 

Untuk itu, Humisar menjelaskan pernyataan Sunarko tersebut membuat keresahan di masyarakat. Selain itu, Sunarko juga diduga mengadu domba pemerintah dengan masyarakat. “Sebagai purnawirawan TNI tidak sepatutnya Sunarko memberikan arahan demikian,” jelasnya.

Lebih lanjut, Humisar merinci  Sunarko diduga melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 110 jo 108 KUHP dan Undang-Undang Nomod 1 Tahun 1946 Pasal 163 bis Jo 416 mengenai keamanan negara atau makar.” Laporan itu terdaftar dalam nomor polisi LP/B/0489/V/2019/Bareskrim tertanggal 20 Mei 2019,”  rincinya.(Vecky Ngelo)

Permadi dan Leuis Sungkarisma Diberikan Panggilan Kedua

Lieus Sungkharisma (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Sesuai jadwal pemanggilan Bareskrim Polri, hari ini Pak Permadi dan atau diminta keterangan namun karena tidak datang atau Mangkir  dan tidak memberikan kabar, akhirnya  penyidik mempersiapkan  surat pemanggilan yang kedua dana kan memannggil ulang kembali pada hari Jumat(17/5)2019.  

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa(14/5)2019 mengatakan informasi terakhir dari direktur Pidum  belum ada konfirmasi dari pihak pengacaranya maupun pihak Pak Permadi mau Leuis Sungkarisma dari penyidik  sudah mempersiapkan surat panggilan yang kedua yang akan dilayangkan hari ini . “Kepada yang bersangkutan akan dipanggil ulang kembali pada hari Jumat 17 Mei 2019 pukul 09.00 Wib,” ujarnya.

Ketika ditanya hari ini tidak datang kenapa, Dedi menegaskan hari ini tidak ada keterangan resmi baik dari yang bersangkutan dan pihak pengacaranya.” Penyidik mempersiapkan surat panggilan ke dua dilayangkan hari ini dan diminta keterangannya pada hari Jumat besok,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan akan dipanggil kembali pada hari Jumat tanggal 17 Mei 2019, pukul 09.00 WIB,”  Sedianya, Permadi akan diperiksa sebagai saksi dalam laporan terhadap Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen, terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Permadi beralasan harus menghadiri rapat MPR.” jelasnya.
Sementara itu, Dedi menandaskan Lieus dijadwalkan diperiksa sebagai saksi terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar. Lieus mengaku masih mencari pengacara sehingga tidak dapat memenuhi panggilan.,”  Sebelumnya, Lieus dilaporkan oleh Eman Soleman, yang merupakan seorang wiraswasta,” tandasnya.
Laporan dengan nomor LP/B/0441/V/2019/ BARESKRIM tersebut tertanggal 7 Mei 2019. Pasal yang disangkakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107. (Vecky Ngelo) 

Polri : Dua Kali Mangkir Ketua (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir Bisa Dijemput Paksa

Bachtiar nasir tiba di Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya, Jakarta.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Terkait dengan pemanggilan Ketua  (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir tersandung kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan aset Yayasan Keadilan Untuk negeri,Semua. Namun Bachtiar telah berstatus tersangka  sudah dua kali mangkrak dengan alasan ada di luar.  Sesuai dalam pasal 112 KUHAP ayat bisa melakukan penjemputan kepada yang bersangkutan dengar keteangannya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,Selasa(14/5)2019 mengatakan Penyidik menerima  kembali informasi dari pengacaranya  bahwa yang bersangkutan tidak bisa hadir memenuhi panggilan penyidik hari ini  karena kebetulan yang bersangkutan ada kegiatan di luar negeri.” Dari penyidik menyampaikan kepada saya sesuai dengan kewenangan penyidik  yang Disinggungdiatur dalam pasal 112 KUHAP ayat 2 menyebutkan begitu bila tidak hadir lagi maka penyidik punya kewenangan untuk melakukan penjemputan kepada yang bersangkutan kemudian nanti dibawa ke Bareskrim baru didengar keterangannya dengan status sebagai tersangka,” ujarnya.

Ketika ditanya berartinya setiba di Indonesia bisa di jemput oleh penyidik,Dedi menegakan Ya, penyidik akan berkoordinasi juga dengan stecholder terkait apa bila kita sudah dapat informasi yang bersangkutan sudah hadir . “Kalau sudah datang ke indonesia maka sesuai kewenangan yang diatur dengan KUHAP maka penyidik akan melakukan penjemputan,” tegasnya.

Ketika disinggung apakah akan distatus DPO juga bila tidak koperatif, Cedi menjelaskan  Ya tahapan itu tentu yang akan dilakukan penyidik , dimana penyidik sudah sangat paham tentang management penyidikan masalah teknis tahapan-tahapan itu pasti dilakukan oleh penyidik.” Yang jelas penyidik sudah tahu karena pihak pengacaranya masih koperatif artinya masih memberikan kesempatan bagi penyidik dengan alasan ketidak hadiran hari ini. Penyidik juga menyampaikan kepada pengacara sesuai dengan kewenangan penyidik pasal 112 KUHAP maka penyidik akan menyemput paksa yang bersangkutan untuk meminta keterangan,” jelasnya.

Saat ditanya bagaimana polisi bisa meyakinkan supya Bachtiar Nasir tidak seperti ini, Dedi mengakui komunikasi sampai saat ini masih cukup baik dengan pihak pengacaranya dan penyidik masih menilai etikad baik dari bersangkutan karena yang bersangkutan sudah berkomunikasi dengan pengacara. “Berharaplah sebagai warga negara indonesia yang baik tentunya taat hukum.dan menghargai seluruh proses hukum yang sedang di jalani, akunya.(Vecky Ngelo)

Mantan Pangkostrad Kivlan Zen Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen, memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Mabes Polri, Senin (13/5)2019.(Vecky Ngelo).

Jurnal123.com – Sesuai laporan dilakukan oleh seorang wiraswasta bernama Jalaludin,  dengan nomor LP/B/0442/V/2019/BARESKRIM tertanggal 7 Mei 2019 dan akhirnya Mantan Pangkostrad,Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen, memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri, Senin (13/5)2019.
Nampak Kivlan hadir pukul 10.05 WIB, dengan mengenakan kemeja batik berwarna coklat dan kehadirannya didampingi kuasa hukumnya, Pitra Romadoni.
Kivlan Zein  ditemui di Bareskrim Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,Senin (13/5)2019  mengatakan mengatakan siap menghadapi tuduhan dugaan penyebaran berita bohong dan makar. ” Saya mengakui sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim dengan dugaan tersebut,” ujarnya.
Selanjutnya, Kivlan menegaskan meski begitu, tuduhan itu tidak benar   yang dilayangkan kepada saya.”Tentu saja jelas saya bantah dong,” tegasnya.
Perihal pemeriksaannya, Kivlan menjelaskan  belum mengetahui materi dan detail mengenai pemeriksaan tersebut.”Saya kan belum tahu apa materinya dan di situ saya dilaporkan oleh namanya Jalaludin, tapi saya kan ngga tau. Saya kan hari ini diperiksa sebagai saksi untuk kasus makar. Saya kan ngga tau, tentu saya ingin tau siapa yang menjadi tersangka, saya menjadi saksi terhadap dia, berarti bukan terhadap saya dong,” jelasnya.
Sebelumnya, Kivlan dilaporkan oleh seorang wiraswasta bernama Jalaludin dengan dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

Diperiksa 5 Jam dan Mendapatkan 26 Pertanyaan

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen diperiksa sebagai saksi terkait dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

Kivlan diperiksa sekitar lima jam. Ia keluar didampingi tim kuasa hukumnya sekitar pukul 15.30 WIB.

Kuasa hukum Kivlan, Pitra Romadoni di temui di Bareskrim di Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin(13/5)2019 mengatakan Kivlan Zen mendapat 26 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada kliennya.”Penyidik juga bersikap baik selama pemeriksaan tersebut.Ada sekitar 26 pertanyaan, saya rasa penyidik baik memperlakukan klien kami selaku saksi,” ujarnya

Selanjutnya,Pitra menegaskan Kepada penyidik, kliennya telah memberikan sejumlah klarifikasi atas tuduhan tersebut.”Kliennya tidak berniat melakukan makar seperti yang dituduhkan oleh pelapor,” tegasnya.

Selanjutnya, Pitra menjelaskan
Telah kita klarifikasi poin-poin pentingnya antara lain yang pertama, bahwasanya kita tidak ada upaya untuk menggulingkan pemerintah seperti dalam pasal makar tersebut. “KIta hanya protes, kita hanya unjuk rasa terhadap kecolongan-kecolongan, dan itu hanya dilakukan di Bawaslu dan di KPU,”jelasnya.
.
Lebih lanjut, Pitra merinci sebelumnya, Kivlan dilaporkan oleh seorang wiraswasta bernama Jalaludin. “Laporan tersebut telah diterima dengan nomor LP/B/0442/V/2019/ BARESKRIMtertanggal 7 Mei 2019,” rincinya..

Pasal yang disangkakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107.( Vecky Ngelo)

Miliki 2 Alat Bukti Polri Tetapkan Eggy Sujana Sebagai Tersangka

Calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN), Eggi Sudjana di Polda Metro Jaya, Jumat (26/4)2019. (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Terkait dengan dengan laporan pada Direktorat Siber terus mendapat perhatian Bareskrim Polri, Seperti penangan kasus Eddy Sujana melalui gelar perkara akhirnya Eggy Sujana ditetapkan sebagai tersangka. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend   Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,Jumat(10/5)2019 mengatakan Kalau kasusnya Eggi Sujana yang ditangani Polda Metro Jaya itu penetapan tersangkanya itu semuanya melalui mekanisme gelar perkara .” Dimana gelar perkara mengkaji keterangan dari pada saksi ahli, dari alat bukti yang diketemukan penyidik dan maka penyidik dalam gelar perkara tersebut meningkatkan status hukum seseorang pada tanggal 8 Mei 2019  kemarin di tingkatkan statusnya menjadi tersangka. Oleh karenanya pada tanggal 13 Mei 2019 yang akan datang dipanggil di minta keterangan dengan status sebagai tersangka,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan laporan Polisi yang di Bareskrim sudah di analisa karena sudah diserahkan kepada direktorat Siber. Kenapa ke Direkorat siber ,laporan polisi tersebut dan dimana pelapor menyerahkan satu flash dish itu bukan pasal 107 KUHP, tetapi ada Pasal 14 dan pasal 15 Undang-undang No.1 tahun 1946 dulu, menyebarkan berita bohong mengakibatkan ke onaran, kemudian ada undang–undang ITE di situ.” Ada beberapa akun-akun yang menyebarkan konten-konten yang sifatnya provokatif, yang mengajak , menghasut seseorang untuk melakukan perbuatan Pidana bisa diterapkan pasal 160 KUHP dan dilaporan polisi ada pasal 207 juga ada makanya tim dari Siber tadi sudah melakukan tim penyelidikan nanti dari penyidikan konstruksi pidananya terpenuhi di tingkatkan penyidikan. Penyidikan sudah harus menetapkan siapa tersangkanya,” tegasnya.’ .

Ketika ditanya Pak,kan  Eggi Sujana belum perma dipanggil ldan tiba-tiba sudah tersangka, Dedi menjelaskan begini dalam mekanisme gelar penyidik punya satu keyakinan alat bukti cukup untuk menetapkan sebagai tersangka,artinya dalam mekanisme tersebut dengan satu analisa yang koperhensif penyidik tidak akan sewenang-wenang menetapkan status hukum seseorang . “Jadi semua itu melalui satu kajian yang koperhensif baik kajian yang mendalam dan cukup alat buktinya,ada perbuatan awal perbuatan permulaan yang terpenuhi unsurnya dengan didukung alat bukti yang cukup dalam mekanisme gelar ditetapkan sebagai tersangka itu bisa. Syarat penetapan tersangka hanya dua alat bukti saja,” jelasnya.(Vecky Ngelo)

Densus 88 Ringkus YM Kader JAD Bekasi Lulusan SMA 2018 Kemampuan Merakit Bom

Ilustrasi Densus 88

Jurnal123.com – Tertangkap pelaku terduga terorism  YM(18) luluasan SMA tahun 2018 meupakan kader dari EY memiliki kemapuan merakit bom yang di rekrut EY bergabung dalam JAD Bekasi dan memiliki pendidikan bagus .

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend   Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,Jumat(10/5)2019  mengatakan kemarin ada dua tersangka, yang kedua tersangka memiliki  perannya,YM itu sebagai pengikut , itu anak muda(18) tahun llusan SMA tahun 2018.” Bergabung di JAD Bekasi,  YM termasuk baru, baru 1 tahun dan dia di kader oleh EY baru dan dia punya Wawasan dahulu,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan  dia punya Idealisme . Kemudian dia dikader untuk merakit bom. “Dia melihat dan memiliki pendidikan bagus kedepan anak ini bisa diandalkan itu prespektifnya anak ini. Kenapa YM ini di rekrut sama EY. “Kemampuan merakit Suitsing yang remort kontrol ,secara teknis ahli bom yang bisa menjelaskan itu, yang bisa merakit itu EY” tegasnya.

Ketika ditahya berarti EY dan YM ya Pak, Dedi menjelaskan YM hanya merakit bom nya dan dia baru di ajaran tapi belum betul-betul anteng untuk menggunakan isi sebagai Stuising bom tersebut. Bahannya, Ini High Ekssposif , kalau di Sibolga itu 300 kg itu daya ledak tingkat gatalnya kurang lebih radius 5 k,Dedm itu memberikan tingkat gatalnya, kemudian 100 Km dan 200 km. Dia tidak memiliki daya penghancur. “Artinya merusak saja itu 300 meter . Kalau ini kecil saja daya ledaknya mendekati bom eksposif . Kecil tetapi punya dekakan yang memilki fasilitas terhadap korban yang ada di sekitaran juga cukup tinggi. Radius mematikan 100 meter dan radius merusak 100 meter,” jelasnya.

Disingung , selama 1 tahun di kader apakah tidak curiga Menyoortsama sekali,Dedi mengungkapkan  orang tuanya pada saat dia ditangkap dan penggeledahan di tempat koq juga  dalam kondisi orang tua menjelaskan YM ini putra saya memiliki kemampuan bela diri dan prestasi olah raga cukup baik.” Cuma orang tua tidak bisa mengontrol 24 jam apa yang dilakukan karena diluar. Orang tua tahu YM berangkat keluar selain latihan bela diri juga sosialisasi dengan teman-temannya sejauh dari itu tidak menyangka. Dia tercecer dia atlit dan dia selalu mebawa baju beladiri untuk latihan. Cuman setelah bela diri kegiatan-kegiatan tidak terkontrol,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada perubahan prilaku YM setelah terpapar paham radikal,Dedi membeberkan tidak  ditemukan prilaku yang signifikan, cuma tradisi agama dia lebih kuat. Perubahan prilaku hari-hari hampir sama seperti biasa. Ada beberapa orang yang dikejar dan berbahaya, berapa jumlahnya dan apa bahayanya mereka membawa sesuatu. “Selain dia memberikan kemampuan merakit, ada bahan-bahan maka di dalami. Kelompok dia belasan. Masih dikejar oleh Sensus 88,” bebernya.

Seiring  dengan pengejaran itu, Dedi mengakui masih di sekitar Bekasi, Jawa Barat dan sekitarnya. Kelompok ini.memiliki insting dan naluri yang cukup kuat dan ketika dia melihat berita tv maka nalurinya kuat . “Naluri ini bukan naluri lari tapi naluri thevent yakin kalau dia ditangkap tampil dan menyiapkan diri. Sama waktu penangkapan di Sibolga yang membuat anggota menjadi korban. Ketika Lampung di tangkap Sibolga menyiapkan diri dia bom dan ini tidak pernah terjadi ranjau. Ketika aparat masuk ranjau di ledakan dan anggota jadi korban. Itu yang kita waspadai sama-sama,” akunya.

Menyorot JAD Bekasi,apakah ada penelusuran di luar Bekasi, Dedi menandaskan jadi harus dibedakan kalau JAD Bekasi adalah kelompok terorisme yang  . Artinya pola pembinaan dengan menggunakan media sosial kontak fisik. “SL jaringan JAD yang tidak terstruktur kontaknya tidak perlu secara fisik tapi kontaknya di Media Sosial,” tandasnya..

Jadi,Dedi menambahkan dari kontak tersebut dia terpapar dan dia membi’at dirinya bergabung pada ISIS maka dia dipersilakan untuk melakukan pola-pola serangan seperti yang kita tangkap di Riau, Kalimantan Barat.” Itu dia sifatnya loud book mempersiapkan anak panah, dia merakit bom tapi bomnya belum tentunya berhasil. Dia menggunakan senjata tajam lainnya yang penting , loun book itu langsung ke Polisi. Melukai dan merebut senjatanya seperti itu,” tambahnya. (Vecky Ngelo).

Densus 88 Terus Mengejar Beberapa Pelaku Terorisme Antisipasi Pengumuman KPU 22 Mei 2019

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat(10/5)2019 mengatakan Densus 88 terus mengejar beberapa pelaku Terorisme Antisipasi Pengumuman KPU 22 Mei 2019.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Upaya menjaga keamanan sehingga tercipta kemanan terus dilakukan pengejaran terhadap kelompok JAD Bekasi  beberapa orang yang cukup berbahayan. Hari ini ada upaya paksa dilakukan penangkapan pada pelaku terduga terorisme.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend   Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,Jumat(10/5)2019  mengatakan untuk tim Densus 88 masih dilapangan. “Hari ini ada upaya paksa dilakukan penangkapan lagi terhadap pelaku terduga terorisme dan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok JAD Bekasi yang dipimpin EY masih ada beberapa orang boleh dikatakan cukup berbahaya,” ujarnya..

Selanjutnya, Dedi menegaskan kenapa Densus 88 melakukan kegiatan preemtif struk dalam rangka memegisasi rencana aksi terorisme menjelang tanggal 22 Mei yang dilakukan oleh kelompok JAD Bekasi ,karena kenapa selain sasaran mereka aparat kepolisian untuk amalianya mereka juga akan menyasar kerumunan massa atau demo-demo yang dilakukan oleh masyarakat di KPU.” Ini sasaran kedua mereka oleh karena itu Densus 88 berupaya semaksimal mungkin sebelum tanggal 22 Mei diharapkan dengan upaya-upaya dilakukan selama ini tidak ada aksi terorisme,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan kemudian rekan-rekan temuan dari Densus hasil penggerebekan di salah satu rumah tersangka kemarin bahwa untuk kelompok JAD Bekasi ini. Dengan hadirnya EY ini betul-betul sudah mampu memodifikasi  jenis-jenis bom yang cukup moderen.” Selain menggukan bahan-bahan kimia TTP kemudian rangkaian-rangkaian Suitsing sudah dibuat yanng menurut yang bersangkutan apabila bila nanti terjadi demo pengerahan massa yang cukup besar di KPU pada tanggal 22 Mei akan datang itu diprediksi sama dia akan ada jamer terhadap mereka dan jamer dilakukan oleh beberapa pihak artinya handphone para pedemo tentunya bisa dioperasionalkan secara maksimal oleh sebagai suitsing bom karena dia sudah memodifikasi suitsing bom dengan menggunakan poiter seperti ini,” jelasnya.

Lebih lanjut,Dedi merinci nah salah satu suitsing yang nanti akan digunakan oleh tim ahli bom Densus 88 ini sudah menggunakan wifi  . Kalau wifi tentunya sampai saat ini belum ada jamer yang.mengalami wifi. Apalagi dia pakai botsher bisa menggunakan radius 200 dia yang mennting radiusnya 500.” Tambah pembuatnya tambah radiusnya jadi 1 Km . Andaikan.dia memakai ransel-ransel dia cuma meledakannya dari Jarak 1 Km menggunakan handphonenya  satu bom meledak , kalau tidak 5 bom meledak. Ini kemampuan sudah dimilik oleh EY,” rincinya.

Seiring dengan itu, Dedi mengungkapkan Ini masih di kejar kelompoknya berapa pengikut EY sehingga memiliki kemampuan dan masih dikejar dan dalam waktu dekat ini Densus berhasil mengkap jaringan ini. Kemudian disini disambungkan kepada bom-bom yang sudah dibuat sama EY. “Nah ini ada bomnya yang sudah ada kabelnya nanti disini jaringannya mengunakan jaringan wifi. Minggu depan kalau sudah tertangkap dan semua hasil penggeledahan  di beberapa TKP sudah berhasil diamankan oleh Densus akan coba kita gelar disini. Nanti dari pakar atau ahli bom besok akan menjelaskan cara kerjamya,” ungkapnya.

Ketika ditanya apalah sudah diketahui EY belajar dari mana kemampuannya,Dedi menmbeberkan EY itu nasibnya selain dia memiliki kemampuan elektronik, dia juga memiliki kemampuan juga resparasi handphone itu dan dia belajar dari media sosial.” Dia juga coba melihat bagaimana bom yang sudah dipraktekkan di Suriah kemudian di Irak dan di Srilangka. Bom-bom ini sudah berhasil di paktekan sehingga memacu memotivasi EY untuk memperdalam bagaimana caranya membuat of Setan bom ini dengan mengunakan alat pemicu atau siutsing menggunakan jaringan wifi. Bulan menggunakan jaringan siqnal handphone,” .bebernya

Menyoroti apakah ada situs tertentu kemudian memasok pengetahuan itu kepada EY,Dedi menandaskan  Twitter sudah ada juga kemudian di tube ada juga kurang lebih mengtakedown hampir 1.600 konten-konten video-video berkaitan dengan terorisme. Konten-konten seperti itu sudah berapa banyak,” Dari kelompok EY dan M kemarin 2 sudah berhasil ditangkap, waktunya cukup banyak, bahan baku yang disiapkan cukup banyak sama dia,” tandasnya.

Jadi, Dedi menambahkan kita belum tahu memiliki sumber dana.yang cukup banyak memang dia memiliki kemampuan melatih rekrutmen cukup baik nah tidak menutup kemungkinan sama SL. Dimana SL yang melatih EY dan buat bom EY. “Juga SL yng memberi km bahan-bahan dan info adalah EY. Bahan-bahannya cukup banyak maka Densus mendalami bahan-bahan alaya cuma segini atau ada beberapa di berbagai tempat. Ya apakah bahan-bahan ini juga sudah diberikan pada jaringan-jaringan ini nanti seperti itu,” tambahnya.(Vecky Ngelo).

Bachtiar Nasir Dijadwalkan Diperiksa Bareskrim Polri Rabu Ini

Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir Rabu (8/5/2019) hari ini, pukul 10.00 WIB. Bachtiar rencananya diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal panggilan penyidik untuk diperiksa dalam kasus dugaan pencucian uang dengan pidana asal pengalihan kekayaan yayasan di Bareskrim Polri. (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com –   Sesuai dengan  laporan dan rencananya,  hari ini jam 10.00 penyidik  akan memeriksa mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/5)2019.

 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyodi ditemui Mabes Polri, Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (7/5)2019 mengatakan Bachtiar Nasir rencananya diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan aset Yayasan Keadilan Untuk Semua. “Oleh karenanya penyidik akan meminta keterangan yang bersangkutan, mengklarifikasi data-data serta alat bukti yang dimiliki oleh penyidik,” ujarnya.

Selanjutnya,Dedi menegaskan penyidik telah memiliki cukup bukti perihal penetapan status tersangka Bachtiar. Apalagi, secara teknis penyidik harus mengantongi minimal dua alat bukti untuk menetapkan status tersangka. Kendati demikian, Namun, belum mau menjelaskan lebih lanjut perihal bukti-bukti yang menjerat Bachtiar.” Ia pun meminta untuk menunggu hasil pemeriksaan nantinya. “Besok (hari ini) kan baru mulai dilaksanakan pemeriksaan. Rekan-rekan kita minta tunggu dulu biar penyidik melaksanakan tugasnya besok (hari ini),” tegasnya. 

Untuk itu, Dedi menjelaskan pemanggilan pemeriksaan itu tertera dalam Surat Panggilan Nomor: S. Pgl/1212/V/RES.2.3/2019/Dit Tipideksus, yang ditandatangani Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Rudy Heriyanto. “Pemeriksaan tersebut merupakan kali pertama bagi Bachtiar dimintai keterangan sebagai tersangka,” jelasnya. (Vecky Ngelo)

Polri Menunggu Bawaslu Terkait Temuan Ribuan C1 Boyolali di Menteng

Temuan Formulir C1 Boyolali di Menteng Jakarta Pusat

Jurnal123.com – Dengan ditemukan dokuemen C1 Kabupaten Boyolali di Menteng, Jakarta Pusat kita tunggu asesment Bawaslu terhadap temuan tersebut. Pasalnya ini menjadi domainnya terhadap temuan ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas,  Brigjen Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri, di jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (7/5)2019 mengatakan .Polri masih menunggu hasil pemeriksaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) perihal temuan dokumen C1 Kabupaten Boyolali di Menteng, Jakarta Pusat.”Itu masih domainnya Bawaslu. Bawaslu dulu bekerja, Bawaslu melakukanassessment terhadap temuan tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan Bawaslu masih mendalami unsur pelanggaran atau pidana pemilu dalam kasus tersebut.Nantinya, kasus tersebut akan diserahkan kepada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) jika ditemukan unsur tindak pidana pemilu. “Kalau misalnya itu merupakan tindak pidana pemilu nanti akan diberikan rekomendasi kepada Sentra Gakkumdu Jakarta. Nanti Sentra Gakkumdu Jakarta yang akan menangani,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Puadi ketika di hubungi mengatakan, dua kardus form C1 itu ditemukan oleh Polres Jakarta Pusat saat tengah melakukan operasi lalu lintas di Menteng pada Sabtu (4/5)/ 2019) lalu. “Saat itu, petugas kepolisian memberhentikan salah satu mobil berjenis Daihatsu Sigra,” ujarnya.

Selanjutnya, Puadi menandaskan  Kejadian sekitar 10.30 WIB, pas dibuka ada dua kardus yang ada tulisan C1 Kabupaten Boyolali kemudian Polres Jakpus mereka berkoordinasi dengan Bawaslu Jakpus karena wilayah pemilu ya lalu Bawaslu Jakpus koordinasi ke kami,”. Puadi menyebutkan, Bawaslu belum bisa memastikan apakah form C1 tersebut asli atau hanya salinan. Pihaknya masih dalam proses investigasi dan penelusuran lebih lanjut,” tandasnya. (Vecky Ngelo).