Category Archives: Hukum

Polisi Ungkap 4 Jaringan Besar Perdagangan Orang Sindikat Menghasilkan Miliar Rupiah

Direktur Tindak Pidana Umum, Brigjend Pol Herry Rudolf Nahak didampingi Karopermas Divisi Humas,Brigjend Pol Dedi Prasetyo di Bareskrim Polri ,Selasa(9/4)2019 bersama Kasubdit I Ditipidum Bareskrim Kombes Daniel Bolly , Imigrasi , Bambang, Kementerian Sosial, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kejagung.( Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Sesuai laporan dan koordinasi kerja dengan Instansi terkait, akhirnya Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap 4 jaringan besar dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan orang di  Maroko, Suriah, Turki dan di Arab Saudi. Para sidikat jaringan mampu meraup uang Rp 600 Juta hingga 1,5 Miliar berhasil menjual pekerja Migran Indonesia diperdagangan secara Ilegal.

Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/4)2019 mengatakan  Faksos  tentang tindak Pidana Perdagangan orang  ini adalah satu tim. Perlu disampaikan rekan-rekan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang( TPPO) yang diungkap  oleh Bareskrim ini adalah kasus yang terbesar yang pernah di ungkap Polri karena korbannya lebih dari seribu orang .” Ini juga merupakan kejatahan trans organisasi crime. Ada 4 negara tujuan , kasus ini nanti akan dikembangkan terus oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan tentunya kita juga bekerjasama dengan stecholder yang hadir pada siang hari ini nanti dari Dirtipidum akan menjelaskan secara detail bagaimana pengungkapan kasus tersebut dan langkah apa-apa saja sudah dilakukan. Rekan-rekan bisa bertanya kepada rekan-rekan stecholder terkait bekerjasama dalam rangka mengungkap kasus TPPO yang ada di Indonesia. “Kita juga cukup prihatin dengan kejadian seperti ini namun demikian Polri bersama stechlder terkait memberikan komitmen untuk tidak pernah berhenti dalam rangka menindak kasus-kasus TPPO,” tegasnya. .

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum, Brigjend Pol Herry Rudolf Bajak ditemui di Bareskrim, Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Selasa(9/4)2019 mengatakan pada kesempatan ini kami akan menyampaikan informasi tentang perpekerrjakara Tindak Pidana Perdagangan Orang( TPPO) yang berhasil di ungkap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri dalam beberapa waktu belakangan ini . “Kalau bisa dilihat ada tayangan disana yang kami sampaikan ini ada 4 laporan Polisi yang kita tangani dan nanti saya akan jelaskan satu persatu,” ujarnya. 

Untuk itu, Herry menjelaskan pertama laporan Polisi 152 kita berhasil menangkap dua orang tersangka dalam jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang( TPPO) yang kita sebut jaringan pengiriman ke Maroko. “Tersangkanya namanya Mutiara binti Muhammad Abbas, kedua Farhan Bin Abuyarman. Dua tersangka ini rekornya sudah cukup  hebat  merekrut dan mengirimkan Pkerja Migran Indonesia ini yang dilakukan secara nonprosedural itu hingga saat ini tersangka Mutiara mengirimkan kurang lebih 300 orang. Kemudian saudara Farhan sudah mengirimkan kurang lebih 200 orang,” jelasnya.

Selanjutnya, Herry merinci dari 2 tersangka ini saja kurang lebih 500 orang diberangkatkan. Kasusnya adalah korban yang diambil kebanyakan dari NTB dan Sumbawa. Kemudian dari Sumbawa di bawa ke Lombok , dari Lombok ke Jakarta rutenya seperti itu dari Jakarta ditampung lagi di Batam, dari Batam menyebrang ke Malaysia, baru dari Malaysia di berangkatkan ke Maroko. Itu rutenya perjalanan dan disana berhubungan dengan Agen yang memesan dari Maroko. Itu jalur Maroko.”Kemudian si tersangka Mutiara ini untuk menawarkan korban untuk bekerja di toko sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji Rp 3 juta sampai Rp 4 Juta perbulan. Kemudian setelah bekerja disana ternyata tidak dapat bekerja lanjut karena sering mengalami kekerasan,” rincinya.

Lebih lanjut, Herry  mengungkapkan Saya boleh katakan tenaga-tenaga kerja Migran Indonesia itu yang berangkat secara prosedural itu baru bisa terungkap bila korbannya mengalami persoalan. Misalnya mengalami kekerasan ,mengalami perkosaan atau disana engga dibayar gajinya. Itu baru kemudian menjadi persoalan karena tenaga kerja  untuk kabur kalau bisa dia kabur ke KBRI atau ke Konjen dan sebagainya baru kemudian dia menyampaikan atau persoalannya.” Dari sana baru kita kemudian  bisa mengetahui  ada persoalan pengiriman pekerja Imigran  Itu non prosedural. Baru kemudian kita melakukan ungkapan. Itu biasanya dari situ. Itu ada laporan korban. Pasal-pasal dalam undang-undang negatif harus ada korban. Jadi yang saya sebut 200 itu dikirim Budi dengan Farhan itu kemungkinan besar mereka saat ini ada disana tidak mengalami masalah,:” ungkapnya.

Selanjutnya, Herry mengakui Hadi  terjadi yang namanya pekerja indonesia yang berangkat ke luar negeri tanpa prosedural atau non prosedural tapi karena tidak masalah begitulah disana mungkin kerjanya bagus saja atau gajinya cocok saja tidaj mengalami penganiayaa dan pemerkosaan . Atau setidak-tidaknya terkait disana ya engga laporan. Begitu laporan dan ketika masyarakat. “Ya seperti ini mengalami kekerasasan kemudian dia lari dari majikannya  ke KBRI atau Konjen dan disitulah mulai kita melakukan penyelidikan. Biasanya kami mendapat info masih dari Kementerian Luar Negeri konfirmasi ke Bareskrim kemudian melakukan penyelidikan sampai akhirnya menemukan para tersangka. Itu kira-kira modus operandinya,” akunya..

Sesuai pemeriksaan, Hery menandaskan Jaringan ke 2 adalah ke Turki, dengan Turki ini tersangkanya adalah Erna Rachmawati Binti Supeno alias Yolanda. Kedua, Saleha Binti Sahidun. Dari mereka berdua ini kurang lebih 220 orang yang diberangkatkan di tahun 2018 dan 2019. Ini juga kebanyakan dari Bima NTB. Kemudian jalur yang dipakai Jakarta ke Oman baru ke Istambul dan baru selanjutnya ke Turki.”Yang ini korban di janjikan dengan gaji Rp 7 Juta perbulan , bekerja 1 minggu tidak di gaji karena sakit kemudian terjadi pelecehan seksual. Nanti ada korban kita siap  kan bisa wawancara dengan korban agar lebih jelas. Kenapa itu terjadi pada dirinya, Kemudian korban kabur ke Konjen di Istambul kemudian dilaporkan. Seperti saya katakan tadi kalau sudah mengalami masalah pasti mereka melaporkan ke Konjen atau KBRI,” tandasnya.

Seiring  dengan itu, Herry membeberkan  jaringan berikutnya Suriah. Ini jaringan Suriah pelakunya ini Abdul Halim , korbannya kurang lebih 300 orang. Kalau di jumlah berapa sekitar 1000 lebih. Ini tersangkanya dan jalurnya dari Jakarta ke Surabaya dulu, dari Surabaya terbang ke Malaysia untuk mendapatkan kemudahan ke luar negeri. Karena kita ketahui rekan-rekan sekalian sampai saat ke Timur Tengah ini masih moratorium. “Tidak ada pengiriman pekerja Migran Indonesia ke Timur Tengah sampai saat ini. Jadi kalau ada pekerja indonesia masuk ke sana mesti ilegal. Kalau ke Timur Tengah pasti pekerja Migran Indonesia pasti Ilegal oleh pemerintah selama ini dihentikan pengirimannya. Yang Legalpun di hentikan. Ini jalurnya Jakarta ke Surabaya baru ke Malaysia ke Dubai Turki baru Sudan dan ke Suriah,” bebernya.

Jadi, Herry mengakui ini cerita khusus dan rekan-rekan bisa gali dari si korban Endang Heriyati. Ini dia mau ngomong. Rekan-rekan sekalian ada modus Operandi yang dilakukan oleh agen-agen yang takut kasus pekerja Imigran yang dia perintahkan dan dibawa ke luar negeri datang kesini dan kemudian melapor karena sudah terjadi sesuatu kemudian melapor. “Untuk mengantisipasi itu biasanya apa bila ada pengiriman dari luar negeri kembali ke Indonesia bagi tenaga kerja yang sudah bemasalah ini. Kini Agen supaya engga kasus dia proaktif mengambil sendiri nih orang tujuannya supaya orang ini langsung dibujuk si korban dikasih duit sedemikian rupa supaya tidak membuat laporan ke Polisi atau menganggap masalah sudah selesai. Istilahnya diajak damai. Jadi pekerja Imigran Indonesia yang sudah keluar kemudian bermasalah lapor ke KBRI kemudian oleh KBRI dibawa ke Indonesia dan disini diambil oleh mereka seolah-olah damai, setelah damai atau orang ini tidak melapor . Ini ada modus seperti itu yang terjadi terhadap si Endang  Heriyanto,” akunya.

Lebih jauh, Herry menuturkan Nanti teman-teman bisa bongkar karena dia sudah balik ke Indonesia dan dia diberangkatkan lagi oleh agen yang sama. Ini sudah dua kali kena. Nama Lengkap Endang Heriyanto bahkan sudah di perkosa . “Ini sampai dua kali kejadian dan ini juga kejadian yang baru selama kita menangani kasus tindak Pidana Perdagangan Orang baru ini. Sudah berangkat mengalamo kasus dan balik lagi disini di jemput sama agennya di berangkat lagi. Kenapa diberangkatkan lagi karena agen ini sudah mengeluarkan duit untuk perdamaian dan sebagainya supaya bisa kembali duitnya di berangkatkan lagi dengan ketentuan-ketentuan baru yang mereka berikan kepada si korban.Ini modusnya, bahkan sudah 3 kali di periksa,” tuturnya.

Jadi, Herry menambahkan kemudian jaringan Arab Saudi, rekan ada spesifik dari sini karena pelaku ini adalah warga negara Asing Etopia kelahiran Ryad namanya Faizal Husein dan Abdala Ibrahim alias Abdullah. Yang seru dari Faizal ini adalah sebetulnya pengungsi yang dulu diamankan disini karena terlibat kasus PS Smalding. Jadi ada orang kesini dan  transit area atau transit country ini rekan-rekan paham ya. Dari berbagai daerah dissition countrinya adalah Australia atau New zealand ,jadi indonesia adalah transit country. Ini kaitan dengan itu kapal yang dibawa mau berangkat kesana singgah disini tetap otoritas indonesia oleh Imigrasi atau Polri kemudian dia masuk lah sebagai pengungsi yang dilindungi oleh UNCR.” Sehingga dia bebas untuk tidak di reportase karena statusnya pengungsi. Nah dalam status pengungsi ini dia menjadi agen TPPO . Ini lah remaja Faizal dan Abdallah. Dia juga agak sedikit berbeda menampung korban tidak ditempat-tempat tapi di apartemen di tampungnya.Kemudian karyawannya dia merekrut beberapa orang asing. Itu kira-kira yang lain tersangka Faizal dan Abdalla ini. Yang diberangkatkan kurang lebih 200 orang. Kalau ditotal sudah 1.200 orang.Routenya Lombok ke Jakarta baru ke Arah Saudi,” tambahnya..

Sesuai data, Herry  menandaskan Untuk tindak Pidana TPPO, undang yang dipersangkakan dan pasal yang dipersangkakan adalah pasal 4 Undang-undang RI No.21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang ( PTPPO). Kemudian pasal 10 Undang-undang RI tahun 2007 , lalu pasal 81 Undang-undang RI No. 18 tahun 2017 tentang  Perlindungan Pekerja Migran  Indonesia ( PMI) pasal 81 kemudian pasal 86 huruf b itu pasal yang dilanggar. “Ancaman hukuman adalah disana maksimalnya 15 tahun untuk Undang-undang PTPPO, kemudian maksimal  5 tahun untuk Undang-undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Tandasnya.(Vecky Ngelo).

Satgas Antimafia Bola Menerima Pemberitahuan Resmi Kejagung 7 Tersangka Dinyatakan P21

Logo PSSI

Jurnal123.com –  Melalui proses penelitinan yang cukup alot dan akhirnya jaksa penilai dari kejagung sudah memberikan peniliai terhadap 7 tersangka dalam 4 berkas pertama dan Jokri dalam satu perkara juga P21.Sementara itu Satgas Antimafia Bola baru resmi menirima surat pemberitahuan dari Kejaksaan Agung. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (8/4) 2019 mengatakan untuk Satgas Anti Mafia bola saya sudah koordinasi dengan Kasatgas ternyata baru hari ini resmi dari Satgas Anti Mafia Bola menerima surat pemberitahuan P21 atas 7 tersangka dalam 4 berkas pertama di kirim dan 1 perkara atas nama tersangka Jokdri. “Jadi baru hari ini secara resmi kita menerima surat P21 dari Kejaksaan Agung,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan  Itu perkembangan dulu. “Nanti saya akan sampaikan lebih lanjut Kasatgas akan menyampaikan nanti untuk perkembangannya,” jelasnya.

Ketika ditanya penyerahana tahap dua kapan, Dedi menjelaskan  hari ini baru resmi suratnya resminya  pemberitahuan P 21 tentunya proses administrasinya segera di selesaikan.” Untuk pelimpahan tahap ke 2 nanti menunggu dari Pak Satgas Anti Mafia Bola,” jelasnya. ( Vecky Ngelo)

Polisi Tangkap EW dan RB Tersangka Penyebar Hoax KPU

Tampak Kepala Biro Penerangan Umum Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo didampingi Komisioner KPU Ilham dan temannya, Kasubdit I Dircyber crime Bareskrim dan Kabagpenum Divisi Humas Kombes Asep adi Saputra saat mengangkat barang bukti milik tersangka di Humas Mabes Polri. (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Viralnya berita Hoax yang menyerang Komisioner  Komisi Pemilihan Umum( KPU) sudah di laporkan ke Bareskrim, kini ditangani Direktorat Cyber Crime  dan kini 2 tersangka EW di tangkap di Depok Ciracas dan RB berprofesi dokter ditangkap di Lampung.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri,Jakarta Selatan, Senin(8/4)2019 mengatakan sekaligus penanganan dari laporan Komisioner Komisi Pemilihan Umum(KPU ) beberapa hari yang lalu terkait serangan Hoax yang melimpah KPU.Serangan Hoax yang melimpah KPU ini sudah kali ke 3 kalau sama dengan di Sumatera Utara ini jadi sudah ke 4. “Alhamdulilah dari serangan Hoax tersebut dari Direktorat Cyber dengan kerja yang profesional kemudian dengan pembuktian cendific crime indikasi sudah berhasil  di ungkap kasus-kasus tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan yang terakhir hari ini kita ungkap tersangka yang melakukan penyebaran berita Hoax baik yang bersangkutan sebagai kreator maupun sebagai baser. “Dua tersangka tersebut yang satu yang kita tampilkan ini sudah di tangkap di Ciracas pada hari Sabtu (6/4)2019 dini hari. Kemudian satu lagi tersangka Inisialnya disampaikan Direktorat Cyber ditangkap di Lampung seorang Ibu rumah tangga saat ini yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan di titipkan di Polda Lampung,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan ini saya sampaikan silakan secara teknis dari Direktorat Cyber akan menyampaikan bagaimana prosesnya. Dan sampai sejauh mana penanganannya. “Kemudian dari Komisioner KPU akan menyampaikan ada beberapa hal menyangkut berapa masalah serangan Cyber mau berita-berita Hoax kepada KPU ini kalau tidak tertangani Kepolisian secara cepat akan mengganggu kinerja KPU sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubdit I Direktorat Cyber Crime Bareskrim, Kombes Pol Dani Kustoni mengatakan sebagaimana tadi sudah di jelaskan dari Divisi Humas, bahwa Direktorat Cyber Crime pada hari Jumat kemarin telah menerima laporan dari KPU, kemudian kita lakukan proses penyelidikan terhadap akunt-akunt yang dilaporkan oleh KPU.” Memang ada beberapa akunt yang dilaporkan oleh KPU kurang lebih ada 8 akunt tetapi yang teridentifikasi adalah sifatnya nomimus tetapi sekarang masih dalam pemeriksaan dan ada 3 akunt reel yang sudah kita lakukan penindakan terhadap pelaku-pelaku yang terkait dengan pidato ,” ujarnya.

Selanjutnya, Dani menegaskan kemudian meng aploud bahwa server KPU sudah di Catting untuk memenangkan 01 kurang lebih 37 persen dan ada dua yang disampaikan bahwa satu kita lakukan penangkapan di wilayah Depok pada hari Sabtu, kemudian hari berikutnya kita lakukan penangkapan di wilayah Lampung.” Saat ini kedua tersangka kita kenakan Undang-undang No. 1 tahun 1946 tentang laporan Pidana yaitu menyebarkan berita bohong yang mengakibatkan peran dan sampai saat ini 2 tersangka kita lakukan penangkapan di daerah atau masih dalam pengejaran kita. Baru 1 akunt lagi masih dalam proses penindakan dan saat ini kita ekspos adalah 2 tersangka yang disampaikan,” tegasnya. .

Seiring dengan itu, Dedi Prasetyo mengungkap  Saya sampaikan insial tersangka yang saat ini kita hadirkan atas nama EW . “Dia yang memilki akunt Ekoboy yang menggunakan akunt twitternya . Roling juga disalah satu news berita. Kemudian yang bersangkutan memiliki cukup banyak ketika menggerakkan cukup  viral.Kemudian yang ini EW ditangkap di Jakarta Timur,” ungkapnya.

Lebih jauh, Dedi menandaskan Kemudian satu tersangka lagi atas nama RD jadi saat ini sedang mendalami, sedang di periksa dan menjalani pemeriksaan di Lampung. Untuk RD juga dia menggunakan akuntnya Facebook , kalau yang satu twitter dan yang satu Facebook.”  Sama juga sebagai baster juga. Jadi video yang ada kemudian diberikan narasi ditambahkan sama dia kemudian di viralkan di Media Sosial dengan akunt yang dimiliki,” tandasnya.

Jadi, Dedi menambahkan  saat ini kedua sudah ditetapkan tersangka yang menjalani proses pemeriksaan di Direktorat Cyber Crime Bareskrim. “Ada beberapa barang bukti yang dilakukan penyitaan Direktorat Cyber Crime Bareskrim milik yang bersangkutan ada hand Phone ada sim card yang di gunakan oleh yang bersangkutan untuk melakukan penyebaran oleh pelaku Hoax tersebut,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Komisioner Komisi Pemilhan Umum(KPU) Ilham mengatakan pertama-tama saya mengapresiasi kerja Polri yang begitu cepat tidak harus sehingga harus berlama-lama karena memang berita yang kemarin viral sudah banyak sekali tersebar sehingga membuat opini dari masyarakat seakan-akan berita tersebut adalah benar. “Pada hal sekali lagi perlu disampaikan tidak ada server kami di Singapura semua server kami semu ada di dalam negeri,” ujarnya.

Selanjutnya, Ilham menegaskan Ya, perlu disampaikan juga bahwa proses penghitungan kami nanti rekaptulasi yang digunakan adalah rekaptukasi manual sebagai hasil resmi dari 2019. “Sintung yang kami gunakan sebagai bagian transparansi bagi kami di Pemilu agar semua orang bisa mengakses formulir C 1 adalah formulir penghitungan suara ada di setiap TPS  dan kemudian nanti kita rekap tersebut untuk menginformasikan kepada masyarakat hasil dari Pemilu 2019,” tegasnya.

Seiring dengan itu, Ilham menjelaskan  sekali lagi ini adalah bagian transparansi untuk membantu masyarakat paham dan tau bagaimana hasil Pemilu 2019 yang akan datang. “Tidak ada yang kami tutup-tutupi dan Pemilu berlangsung sangat transparan bahkan masyarakat dalam proses pemunggutan suara bisa menyaksikan secara langsung. Walaupun di luar TPS bahwa penghitungan akan diberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memfoto hasil satu piano itu formulir besar di TPS,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ilham merinci Kemudian rekaptukasi akan dibawa ke Kecamatan dihadiri oleh saksi dihadiri oleh pemantau Pemilu dihadiri oleh pengawas Pemilu yang masing-masing akan diberi formulir C 1. “Kemudian rekaptulasu akan dibawa ke Kecamatan, kemudian di bawa ke Kabupaten Kita kami scan masuk ke dalam server KPU untuk dapat di akses oleh masyarakat sekali lagi bisa dapat sebagai bahan pembanding formulir C1 yang kemudian melakukan pembanding kemana saja dan sebagainya,” rincinya.

Lebih lanjut, Ilham mengungkapkan Sekali lagi yang di gunakan C 1 bagi TPS.  Ini juga desa-desa yang tersebut kita akan tempel hasil  C 1 itu bisa di akses oleh masyarakat mudik ke media sosial bisa juga silakan saja. Itu sebagai pengawasan masyarakat terhadap kerja penyelengara Pemilu terhadap Pemilu 2019.” Sekali lagi kami mengapresiasi bahwa kemudian pertama pada penegakan hukum, kedua informasi masalah itu bisa di klarifikasi dengan penangkapan tersangka ini. Ini sekali lagi teman-teman bahwa kami mengapresiasi kerja Polri dan dua teman-teman kemudian ingin mengkonfirmasi pada kerja kami membuka diri,ada KPU RI dan ada KPU Provinsi dan KPU anggota,ada Kecamatan dan di Kota,” ungkapnya.

Jadi, Ilham menambahkan bahkan ada petugas KPPS dilapangan atau di TPS nanti. “Jadi pada prinsipnya sekali lagi Hoax ini harus kami lawan kenapa kemudian kenapa kami lawan karena ini adalah memberikan informasi sesat kepada masyarakat ini sangat berbahaya bagi penyelenggara Pemilu 2019 yang akan datang,” tambahnya.( Vecky Ngelo)

Kejaksaan Agung Nyatakan Berkas Perkara JD PLt PSSI Sudah Lengkap atau P21

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Dr Mukri SH,MH (Foto Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Kejaksaan Agung menerima berkas perkara Plt Ketua Umum Persatuan Sepalbola Seluurh Indonesia( PSSI) JD pada tanggal ,Selasa( 2/402019  dalam perkara dugan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar,merusak atau menghancurkan barang bukti oleh Satgas Anti Mafia bola  dan  melalui penelitian   yang akhirnya  kamis (4/4)2019 Kejagung dinyatakan berkas perkara dinyatakan lengkap (P21)

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung,Dr Mukri SH MH di Kejagung Jalan Hasanuddin No.1,Kebayoran Baru, Jumat(5/4)2019 mengatakan pada hari Kamis (4/4)2019 Kejaksaan Agung RI telah nyatakan lengkap (P21) berkas perkara inisial JD ( Plt Ketua Umum PSSI) dalam perkara dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah di pasang police line oleh penguasa umum dari Satuan Tugas Anti Mafia Bola Mabes Polri( Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri). “Bahwa berkas perkara tersangka JD dinyatakan lengkap (P21) tersebut ,setelah Tim Jaksa Peneliti pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum melakukan penelitian berkas perkaranya,” ujarnya.

Selanjutnya, Mukri menegaskan dimana persyaratan formil dan materialnya sudah lengkap.” Tersangka JD disangkakan melanggar Pasal 363 KUHP atau Pasal 235 KUHP atau pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,”.tegasnya.

Untuk itu, Mukri menjelaskan bahwa dengan dinyatakan lengkap berkas perkara tersebut,” Tim Jaksa Peneliti saat ini masih menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti dari Penyidik Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri,” jelasnya..(Vecky Ngelo)

KPU Laporkan 3 Akun Medsos ke Bareskrim Polri Terkait Hoax Server

Ketua KPU Arief Budiman Saat Melapor Ke Bareskrim (Foto Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Komisi Pemilihan Umum(KPU) melaporkan tiga buah akun di media sosial beredar hoaks bahwa KPU menyetting kemenangan salah satu parlin dalam Pilpres mendatang.

Kartu KPU Arief Budiman ditemui di Bareskrim Polri Jalan Tronojoyo, Kebayoran baru, Kamis(4/4)2019  mengatakan pihaknya merasa dirugikan dan melaporkan tiga alun di media sosial tersebut. ” Berdasarkan tuduhan tidak berdasar  yang beredar melalui video di media sosial, maka KPU merasa dirugikan  dan malam ini  melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri . Ada beberapa hal yang kita laporkan,sekurang-kurangnya ada 3 alun di media sosial,” ujarnya.

Selanjutnya, Arief menegaskan pihaknya melampirkan sebuah alat bukti berupa rekaman video,dimana di dalamnya terdapat beberapa orang yang menyampaikan hal yang tidak benar. Namun demikian ia tidak mengetahui siapa yang berada dalam video tersebut.

Untuk itu,Arief menjelaskan hanya fokus melaporkan  alun yang digunakan untuk menyebarkan hoaks itu. ” Saya tidak tau siapa yang berada di dalam video-red) yang kami laporkan alun-alun yang digunakan untuk menyebarkan video tersebut dan video sendiri kita sampaikan di dalamnya ada beberapa orang yang saya tidak tau siapa dia tapi menyampaikan informasi yang tidak benar terkait KPU,” Jelasnya.

Lebih lanjut,Arief merinci pelaporan kepada aparat penegak hukum ini adalah upaya KPU untuk menangkal Hoaks.” Saya juga berharap pelaku penyebar hoaks dapat segera ditangkap. Dan kami tentu sangat berharap pelaku yang menyebarkan berita tidak benar ini bisa ditangkap dan harus tahu mana yang hoaks dan mana yang fakta,” rincinya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana siber crime Bareskrim Polri  Brigjend Pol Albertus Rachmad Wibowo mengatakan pihaknya akan menindak lanjuti pelaporan dari KPU.” Saat ini saya mwgaku belum bisa memberikan keterangan  lebih lanjut lantaran belum melakukan pemeriksaan.” Ketua KPU beserta seluruh komisioner kita akan menindak lanjuti laporan. Saya belum bisa beri keterangan  apapun karena kita belum melakukan pemeriksaan. Malam ini kita akan lakukan pemeriksaan,” rincinya.( Vecky Ngelo)

Terduga Teroris SHS Tikam 4 Anggota Polri

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Vecky Ngelo)

Jurnal 123.com – Kembali menggegerkan terduga teroris inisial SHS  kelompok Jamaah Ansharut Daulah ( JAD) Jawa Barat melakukan penusukan terhadap 4 anggota Polri dan ditangkap di kampung Cibungur, desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo  ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan, Jumat (5/4)2019 mengatakan  terduga teroris berinisial SHS yang menusuk empat anggota polisi merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah ( JAD) Jawa Barat.”SHS termasuk anggota kelompok JAD Jawa Barat bersama terduga teroris berinisial A yang sebelumnya kita tangkap juga,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan penangkapan SHS di kampung Cibungur, desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, merupakan pengembangan dari tertangkapnya teroris berinial WP alias Sahid dan A yang bertugas mengkoordinasikan kelompok JAD di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” tegasnya.

Untuk itu,Dedi menjelaskan SHS, WP, dan A, lanjutnya, juga terkait dengan teroris AH yang ditangkap di Sibolga, Sumatera Utara. Mereka terkait dengan pendanaan maupun akan melakukan amaliyah di sejumlah wilayah di Indonesia.”SHS itu bagian dari kelompok JAD Jawa Barat yang kami kejar, kelompok mereka kan jumlahnya 6-8 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut,Dedi merinci  SHS juga sudah mengikuti latihan dan terpapar paham radikal. Tak pelak, ia berani melukai empat anggota polisi dengan senjata tajam yang sengaja dipersiapkan. “Kronologi penusukan yang dilakukan SHS terjadi saat polisi mengedepankan langkah-langkah persuasif,” rincinya.

Langkah represif, Dedi mengakui  belum dilakukan kepolisian.Kemudian, SHS sengaja pura-pura menyerah dan tidak melakukan perlawanan, namun kemudian ia menusuk anggota polisi.”Polisi melakukan upaya paksa untuk melumpuhkan pelaku,” akunya.

Sampai saat ini, lanjutnya, kondisi keempat anggota tersebut sedang mendapatkan mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit yang ada di Bandung. (Vecky Ngelo)

Satgas Antimafia Bola Periksa 4 Saksi Terkait Pengaturan Skor Liga 2 C

Logo PSSI

Jurnal123.com – Proses pemeriksaan yang dilakukan Satgas Antimafia bola terus berlanjut, kini giliran pemeriksaan 4 orang saksi terkait kasus pengaturan skor liga kini terus didalami tersangka Hidayat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo d4/4itemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan, Kamis (4/4)2019 mengatakan, Satuan Tugas Antimafia Bola memeriksa empat orang saksi terkait kasus pengaturan skor liga dua dalam perkara dengan tersangka Hidayat. “Hari ini jadwal pemeriksaan ada empat orang,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan  Empat orang tersebut adalah Direktur Utama PSS Sleman Soekeno, Manajer PSS Sleman Sismantoro, Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro, dan Asisten Manajer PSS Sleman Dewanto.”Keempat saksi itu telah menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB di Direkorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan  Hidayat merupakan tersangka dugaan suap pengaturan pertandingan PSS Sleman lawan Madura FC.” Ia diduga menyuap dan mengancam manajer Madura FC Januar Herwanto agar tim berjuluk Laskar Jokotole itu kalah melawan PSS Sleman,” jelasnya. 

Lebih lanjut,Dedi merinci Mereka akan diperiksa untuk melengkapi berkas perkara kasus dugaan pengaturan pertandingan Hidayat. Ia juga telah mengundurkan diri menjadi anggota Exco PSSI pada 3 Desember 2018. “Keputusan tidak lama usai dirinya dituduh terlibat dalam skandal pengaturan skor di Liga 2., Komite Disiplin PSSI melarang Hidayat beraktivitas di dunia sepak bola selama tiga tahun dan wajib membayar denda sebesar Rp 150 juta,” rincinya.

Jadi, Dedi menandsakan  Ia juga tidak diperkenankan memasuki stadion selama dua tahun. Penyidik juga berencana memeriksa 22 saksi terkait kasus dugaan pengaturan pertandingan di Liga 2 yang kemungkinan berupa perangkat pertandingan, manajemen tim serta pemain.” Namun, belum diketahui kapan waktu pemeriksaan mereka,” tandsanya.(Vecky Ngelo).

Poisi Tangkap Terduga Teroris Berinisial A di Karawang

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo. (Foto : Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Sesuai hasil pengejaran terhadap para terorisme bekerjasama dengan Satgas radikalisme dan terorisme akhirnya , Datasemen Khusus (Densus) 88 menangkap terduga teroris berinisial A yang berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) jaringan Bandung di Karawang, Jawa Barat pada Rabu malam (3/4)2019).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Masyarakat Polri Brigen Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan,Kamis(4/4)2019 mengatakan dan membenarkan penangkapan tersebut. Penangkapan A merupakan pengembangan dari penangkapan teroris sebelumnya, yakni WP. “Ya saat ini tim Densus 88 sudah melalukan upaya paksa berupa penangkapan terhadap pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan teroris JAD. Hasil keterangan tersangka WB alias Sahid, mengembang ke beberapa tersangka, salah satunya A yang telah ditangkap Rabu malam,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan A adalah orang yang mengoordinasi beberapa sel tidur teroris di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Penangkapan A dan WP tersebut bermula dari penangkapan teroris di Sibolga, Sumatera Utara,”.tegasnya 

Untuk itu, Dedi menjelaskan A sudah beberapa kali melakukan tindak pidana terorisme di Solo dan Surabaya. “Tim saat ini sudah melakukan proses pemeriksaan terhadap beberapa terduga yang sudah diperiksa dan juga barang bukti yang akan digunakan untuk amaliyah,” jelasnya.

Data yang dihimpun,  aparat kepolisian menangkap seorang terduga teroris berinisal WP di desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019). Ia diduga merupakan anggota jaringan tersebut. Kelompok JAD jaringan Jawa Barat itu sudah merencanakan penyerangan atau amaliyah dengan aparat keamanan sebagai sasaran. (Vecky Ngelo)

Kejagung Terima Berkas Perkara Kasus Dugaan Perusakan Barang Bukti Joko Driyono

Kapuspenkum Kejakgung Mukri


Jurnal123.com – Sesuai komitmen  Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima berkas perkara kasus dugaan perusakan barang bukti kasus pengaturan skor dengan tersangka mantan Plt Ketua PSSI Joko Driyono. Dimana berkas tersebut diterima pihak Kejagung dari Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola, pada Selasa (2/4(2019 .

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung  Mukri dalam  keterangan tertulis, Selasa,(2/4) 2019 mengatakan Kejaksaan Agung RI telah menerima berkas perkara tersangka JD dalam perkara dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti,” Tim jaksa peneliti,  sedang meneliti perihal syarat formil dan materiil dari berkas tersebut,”ujarnya.

Selanjutnya, Mukri menegaskan atas tindakannya, Joko Driyono disangkakan Pasal 363 atau Pasal 235 atau Pasal 233 atau Pasal 232 atau Pasal 221juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP. “Joko Driyono sudah ditetapkan sebagai tersangka sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus pengaturan skor sejak pertengahan Februari lalu,” tegasnya.

Untuk itu, Mukri menjelaskan penetapan  ini diawali dengan laporan LP nomor 6990 tanggal 16 Desember 2018 oleh mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani.”Joko Driyono diduga memerintahkan tiga orang yakni MM, MA dan AG untuk memusnahkan, memindahkan dan merusak barang bukti terkait kasus pengaturan skor Persibaran Banjarnegara vs PS Pasuruan,” jelasnya.

lebih lanjut, Mukri merinci aksi itu diduga dilakukan Joko untuk menghambat langkah Satgas Antimafia Bola mengusut kasus pengaturan skor.Dalam kasus match fixing ini, polisi sudah menetapkan 11 orang tersangka, mulai pihak wasit hingga anggota Komisi Disiplin PSSI,” rincinya.( Vecky Ngelo)

Polisi Senantiasa Antisipasi Serangan dan Buru Teroris

Karo Permas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjend Pol Dr Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri.(Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Meskipun ancaman teroris ada, namun pihak keamanan tetap terus memburu dan para tersangka untuk segera diringkus. Diharapkan masyarakat tetap tenang  dari ancaman teroris aparat tetap bekerja  untuk mencegahnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo rditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan,Selasa (2/4)2019 mengatakan dan mengimbau masyarakat tetap tenang perihal ancaman serangan terorisme. ” Aparat terus bekerja untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. “Dalam hal ini masyarakat tetap tenang. Jadi dari Densus dan Satgas Antiterorisme dan Radikalisme terus bekerja bersama seluruh stakeholder terkait, dalam rangka untuk mitigasi serangan dari kelompok-kelompok tersebut,” ujarnya. 

Selanjutnya,Dedi menegaskan itu disampaikannya terkait penangkapan seorang terduga teroris berinisal WP di desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (28/3/2019). ” WP diduga anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) jaringan Bandung.

Untuk itu, Dedi menjelaskan kelompok tersebut sudah merencanakan penyerangan atau amaliyah dengan aparat keamanan sebagai sasaran. Menurut dia, aparat kepolisian menjadi sasaran karena akan berpengaruh pada situasi keamanan secara keseluruhan. “Kalau menyerang aparat keamanan itu kan impact-nya itu bahwa keamanan secara umum akan terganggu,” jelasnya.

Lebih lanjut,Dedi menandaskan penyerangan tersebut tak terkait Pilpres 2019, melainkan karena anggota kelompok itu telah terpapar radikalisme. “Faktor pendorong lainnya adalah imbauan ISIS kepada kelompok lain yang terafiliasi di seluruh dunia untuk melakukan penyerangan setelah mereka terdesak,” tandasnya. (Vecky Ngelo)