Category Archives: Hukum

Kejagung : 5 Berkas Perkara Mafia Bola Sudah Diterima Dan Diteliti

Jaksa Agung, M Prasetyo di temui di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan,Kamis(14/2)2019 mengatakan 5 berkas Perkara Mafia bola dan sekarang sedang di teliti.( Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Terkait dengan penyerahan 5 berkas perkara Satgas Anti Mafia Bola kepada Kejaksaan Agung sudah diterima dan sudah di diteliiti oleh 5 Jaksa satu berkas masing-masing.

Jaksa Agung, M Prasetyo  kertika ditemui di Kejaksaaan Agung, Kamis (14/2) 2019 mengatakan jadi saat ini memang benar  Kejaksaan Agung  telah menerima 5 berkas perkara terkait dengan Satgas Anti Mafia bola dan itu sudah kita terima hari Rabu (13/2)2019 kemarin dari penyidik Mabes Polri yaitu terhadap berkas perkara atas nama tersangka P,AYA, DI,NS dan MLE. “Ini telah diterima oleh kita dan selanjutnya  akan diteliti oleh 5 orang Jaksa satu berkas masing-masing.

Selanjutnya, Prasetyo menegaskan yang selanjutnya akan dilakukan penelitian tentang kelengkapan syarat formil dan materialnya. “Apa bila nanti dalam hasil penilaian itu ternyata terdapat kekurangan maka berkas perkara tersebut  kita akan kembalikan kepada penyidik sesuai dengan petunjuk untuk dilakukan kelengkapan berkasnya,” tegasnya. 

Untuk itu, Prasetyo menjelaskan namun kalau dari hasil peneiltian tersebut berkas sudah memenuhi syarat formil dan materi maka berkas akan segera kita nyatakan lengkap .” Kalau sudah dinyatakan lengkap maka kita hanya menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti  dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum,” jelasnya. .

Ketika ditannya apakah Jaksa akan  mempelajari berkas tersebut sampai kapan, Prasetyo menrinci  kita seperti dalam ketentuan dalam KUHAP  kita mempunyai waktu 14 hari meneliti berkas perkara dan setelah itu dalam 14 hari segera menentukan sikap apakah berkas perakra tersebut telah lengkap atau tidak, memenuhi syarat formil dan materiil atau tidak. Kalau nanti sudah dinyatakan lengkap .” Kalau sudah dinyatakan lengkap kita kurang menunggu persyaratatan barang bukti. kalau barang bukti sudah kita terima sesegera mungkin kita limpahkan  ke Pengadilan,” .rincinya.

Disinggung tahap duanya, Prasetyo menambahkan Oh ya, kalau berkas perkara sudah dinyatakan lengkap. “Kita menunggu dari penyidik menyerahkan barang bukti dan tersangka,” tambahnya. (Vecky Ngelo).  

Kejaksaan Agung Menyerahkan Kapal Silver Sea 2 Kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Rampasan Negara

Jaksa Agung, M Prasetyo bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menjelaskan kepada wartawan berkaitan penyerahan kapal Silver Sea 2 di Kejagung,Kamis(14/2)2019.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Serah terima kapal Silver sea berbobot 5000 Groston sebagai hasil rampasan negara di lakukan Kejaksaan Agung kepada kemenerian  Kelautan Perikanan digelar di gedung Sasana Pradana Kejaksaan Agung,Kamis (14/2)2019.

Jaksa Agung, M.Prasetyo :saat ditemui di Kejaksaan Agung, Kamis (14/2)2019 mengatakan hari ini saya bersama dengan Ibu Menteri  Kelautan dan Perikanan menyelesaikan satu moment yang penting dan besar dimana kami baru saja melaksanakan  acara serah terima sebuah kapal yang besar 5.000 Groston berasal dari  melakukan kejahatan dan kami bisa buktikan bahwa kapal itu digunakan untuk mencuri ikan di lautan kita.”Proses penangannya di Sabang Kejaksaan Tinggi Aceh dan alhamdulilah berhasil kita buktikan dan akhirnya  kapal dirampas Negara,” ujarnya.

Selanjutnya, Prasetyo menegaskan bukan hanya kapal tetapi juga ikan yang dimuat didalam dan kapal itu berhasil  kita lelang dan kita jual seharga Rp 20 Miliar  uangnya sudah kita setorkan ke Kas negara. ” Saudara sekalian ini adalah wujud dari sinergisitas kerja sama antar aparat penegak hukum kerja Kejaksaaan dengan Kementerian KKP. Tentunya sampai pada saat penyerahan Kapal ini secara resmi kepada Ibu Menteri Kelautan Perikanan karena proses hukum yang cukup panjang dan perjuangan yang cukup keras sehingga akhirnya alhamdulilah kita bisa rampas Kapal itu,” tegasnya . 

Untuk itu, Prasetyo menjelaskan kedua, kapal itu dengan menyerahkan kapal ini kita punya harapan menurut Ibu Menteri bahwa Kapal itu setidak nya bermanfaat untuk menciptakan konektifiti dimana wilayah kita 71 persen itu lautan hanya 29 persen daratan itu tentunya perlu transportasi alat penghubung dan tentunya disini adalah kapal. “Nanti tentunya diharapkan menyusul beberapa kapal lain ya Insya Allah kalau sudah ingkrah atas persetujuan dari menteri keuangan kapal itu nampaknya Ibu  Kelautan  Perikan juga berminat untuk dipergunakan bagi kepentingan transportasi pendidikan risert dan juga membuktikan bahwa jangan coba lagi mencuri ikan di laut kita,” jelasnya . 

Lebih lanjut, Prasetyo merinci ini tentunya image dilaut kita sangat membuktukan para pencurian ikan khusus nelayan asing semakin jerah. Itulah harapan kita tentunya dan kita juga mengucapkan terima kasih atas dorongan para awak media  karena bagaimana pun dengan menyiarkan berita seperti ini akan memberikan pembelajaran kepada yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama .” Ibu Susi sangat senang hari ini menerima kapal itu dan saya lihat jingkrak-jingkrak . Saya juga sangat senang karena bisa mendukung kelengkapan sarana prasarana bagi  menteri Kelautan Perikanan dalam menjalankan visi dan misinya untuk bagaimana kita meningkatkan kewibawaan kita di laut dan bagaimana  bisa menjaga aset bangsa sumber kekayaan laut ikan yang jumlahnya luar biasa dan kemarin kemarinlebih banyak dicuri oleh nelayan asing,” rincinya.    

Ditempat yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan , Susi Pujiastuti mngatakan  kawan-kawan media apa yang disampaikan Pak Jaksa Agung M.Prasetyo  sudah cukup banyak dan didalam tadi pidatonya dan saya juga bicara sudah banyak . “Intinya begini kapal ini telah dirampas oleh Negara membuktikan indonesia berdaulat dan tidak main-main  dengan aturan hukumnya. Ketiga bagaimana Kejaksaan  dengan gigi untuk  mendukung Kementerian Kelautan dan Perikanan menjaga kedaulatan negara indonesia  sumber daya alam Indonesia ini dengan Ketegasan dan kecerdasan  sehingga kapal ini bisa disita negara,” ujarnya . 

Selanjutnya, Susi menegaskan   kapal ini setelah disita oleh negara kita pakai sarana untuk satu pendidikan belayar mengelilingi pelabuhan-pelabuhan indonesia untuk bisa mendidik bangsa memperlihatkan ini loh kejahatan ayu-ayu   kapal sebenar ini. “Kedua membantu koneksifitas ini mengangkat hasil-hasil tangkapan nelayan indonesia karena yang melaut di Indonesia itu harus orang indonesia, harus kapal indonesia, harus pengusaha indonesia mempunyai kapalnya. Jadi yang ini usaha anak bangsa diangkut bisa di bawa dari produksi ke pemasaran. Jadi kapal ini akan dipakai untuk  itu tadii untuk nomr 1, nomor 2 ,nomor 3 dan nomer 4.. Satu bukti kedaulatan negara,” tegasnya.

Untuk itu,Susi menjelaskan  Kedua memperlihatkan kepada anak bangsa bagaimana jahat ayu di sistem.”Ketiga, membangun ayu sistem angkutan untuk logistik perikanan. Ke empat tentunya meningkatkan ekonomi yaitu kesejahteraan. Visi misi pak Presiden jelas laut harus jadi masa depan bangsa ,Indonesia jadi poros maritim dunia . Kita harap kapal ini bisa membawa menuju dua misi tadi. Tentunya dengan kapal ini terlihat ke publik itu akan mempelihatkan kepada dunia kita tidak main-main loh dan kepada anak bangsa bagaimana kerja institusi pemerintah kita bahu membahu,” jelasnya .

Lebih lanjut, Susi merinci anak bangsa bisa melihat hasilnya saja proses itu pun tidak ada..  Pak Jaksa  Agung bekerja luar biasa,  jadi seperti apapun kita bekerja sama demi untuk menjaga keadulatan sumber daya alam kita .: Dan kedua menunjukan kewibawaan negara lain dari itu tidak ada. Sekali lagi terima kasih atas dukungan media,” rincinya.( Vecky Ngelo)

KPK Periksa 12 Anggota DPRD Jambi Terkait Kasus Uang Ketuk Palu

Kantor KPK Jakarta

Jurnal123.com – KPK memanggil 12 anggota DPRD Provinsi Jambi terkait kasus dugaan suap. Di antaranya, ada 3 anggota DPRD yang telah jadi tersangka, yakni Cekman, Parlagutan Nasution dan Tadjudin Hasan.

“Setelah kemarin dilakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi dari unsur pimpinan dan anggota DPRD Jambi, hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

Pemeriksaan itu dilakukan di Polda Jambi. KPK berharap para saksi hadir dan memberi keterangan yang sejujurnya.

“Kami ingatkan agar para saksi yang dipanggil dapat memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya pada penyidik,” ucapnya.

Berikut para anggota DPRD Provinsi Jambi yang dipanggil sebagai saksi hari ini:

1. Cekman, Anggota DPRD Provinsi Jambi
2. Parlagutan Nasution, Anggota DPRD Provinsi Jambi
3. Tadjudin Hasan, Anggota DPRD Provinsi Jambi
4. Hasani Hamid, Anggota DPRD Provinsi Jambi
5. Suliyanti, Anggota DPRD Provinsi Jambi
6. Karyani, Anggota DPRD Provinsi Jambi
7. Nasri Umar, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jambi
8. Nurhayati, Anggota DPRD Provinsi Jambi
9. Emi Nopisah, Staf Sekretaris Dewan Provinsi Jambi
10. Mauli, Anggota DPRD Provinsi Jambi
11. Yanti Maria Susanti, Anggota DPRD Provinsi Jambi
12. Sofian Ali, Anggota DPRD Provinsi Jambi
13. Rahima, Anggota DPRD Provinsi Jambi (meminta penjadwalan ulang karena sedang tidak berada di Jambi).

Kasus ini merupakan lanjutan dari rangkaian kasus suap yang melibatkan mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. KPK pun menetapkan 12 anggota DPRD Provinsi Jambi sebagai tersangka suap ketuk palu.

Kedua belas tersangka itu diduga KPK mengumpulkan anggota fraksi untuk menentukan sikap terkait pengesahan RAPBD Jambi, membahas dna menagih uang ketuk palu. KPK menduga ada jatah Rp 400 juta hingga Rp 700 juta untuk tiap fraksi.

Total suap itu diduga berjumlah Rp 16,34 miliar untuk RAPBD TA 2017 dan 2018. Selain 12 anggota DPRD Jambi, KPK juga menetapkan 1 pihak swasta, Joe Fandy Yoesman alias Asiang sebagai tersangka karena diduga memberi duit Rp 5 miliar ke Plt Kadis PUPR Jambi Arfan.(DEN)

Terkait Teror Pembakaran Kendaraan di Jateng Diduga Pelakunya Kelompok Yang Sama

Tampak Salah satu mobil yang terbakar. (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Mabes Polri menduga kasus sejumlah pembakaran kendaraan di Jawa Tengah dilakukan oleh pelaku atau di kelompok yang sama.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di PTIK, Kebayoran Baru ,Selasa(12/2)2019 mengatakan hal itu terindikasi dari samanya pola yang digunakan oleh pelaku. ” indikasi ke arah sana pelakunya sama kelompoknya yang sama,” ujarnya.
Selanjutnya,Dedi menegaskan selain itu hasil penyelidikan sementara di dapati bahwa bahan bakar yang digunakan untuk melakukan adalah sama.” Pihaknya terus berupaya mencari jejak-jejak yang ditinggalkan pelaku serta mengumpulkan bukti untuk mencari pelaku teror tersebut,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi menjelaskan Polanya sudah dapat,dari 27 TKP polanya sama dan bahan bakar yang digunakan sama.” Seperti diketahui, setidaknya.sampai hari ini sudah 27 kejadian pembakaran di 4 daerah di Jawa Tengah,” jelasnya.

Dari data yang dihimpun, Kota Semarang menjadi yang terbanyak dengan 17 kejadian Kabupaten Kendal 8 kejadian ,Kabupaten Semarang 1 Kejadian dan terakhir 1 kejadian di Kabupaten Grobongan. (Vecky Ngelo)

Polri : Berkas 6 Tersangka Kasus Pengaturan Skor Menunggu Penilaian Kejaksaan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri,Jakarta Selatan Selasa(12/2)2019 mengatakan Berkas 6 Tersangka Penangtur Skor tunggu penilaian Kejaksaan Memasuki Tahap 2.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Proses penyerahan berkas ke 6 tersangka sudah dilakukan dan menuggu dari Jaksa melakukan penilaian apakah ada yang kurang atau tidak. Kalau tidak akan dilakukan penyeahan tahap 2. Untuk 3 tersangka yang ditetapkan sedang dalam pemeriksaan 10 saksi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Selasa 912/2)2019 mengatakan Satgas Anti mafia Bola  abadate yang disampaikan hari ini untuk pengiriman berkas perkara terhadap 6 tersangka sudah dilakukan kemarin .Menunggu apakah dari JPU ada koreksi atau tidak . “Kalau tidak ada maka dilakukan pelimpahan tahap ke 2, kalau ada perubahan atau koreksi nanti akan segera di revisi oleh Satga Anti Mafia Bola menyempurnakan berkas perkara yang sudah di kirim minggu kemarin,” ujarnya. 

Selanjutnya, Dedi menegaskan kemudain untuk penetapan tersangka baru yang kemarin dalam hal ini  Satgas tim sudah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan 10 saksi yang sudah diperiksa dan keterangan . “Kemudian penyitaan-penyitaan barang bukti dilakukan penyitaan dan nanti akan dilakukan pemeriksaan beberapa saksi lagi,” tegasnya. 

 

Untuk itu, Dedi menjelaskan apabila nanti di butuhkan dalam rangka untuk segera mungkin untuk melengkapi berkas perkara terhadap 3 tersangka yang ditetapkan.” Selama saudara ES  kemudian saudara MS dan Saudara MT. ini kasus perusakan sekaligus penghilangan barang bukti yang ada di TKP. Membedakan penyitaan dan penghilangan barang bukti yang dilakukan Satgas,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Dedi merinci sampai dengan hari  ini 4 tersangka , 6 tersangka di jadi 4 berkas Perkara sudah dilimpahkan kemudian untuk 5 tersangka sedang dilakukan penyelesaian perberkasan. “Kemudian 3 tersangka lagi kasus pengrusakan, penghilangan barang bukti itu juga masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan serta kelengkapan dari administrasi pemberkasan perkara. Itu masih akan terus bekerja , Satgas ini terus bekerja dalam rangka menuntaskan mekising terhadap liga-liga yang ada di Indonesia,” rincinya.

Untuk 3 Tersangka terakhir, Dedi membeberkan  masih dalam penyelidikan, pasti yang jelas komitmen dari Satgas ini betul-betul menjamin jangan sampai di liga pertandingan digelar di Bulan Maret kemudian pertandingan akan bergulir di bulan Mei itu terjadi  aksi-aksi makising seperti ini .” Ya , kita punya komitmen yang sangat kuat didalam pertandingan akan diselenggarakan bulan Maret maupun di bulan Mei Mekising akan betul-betul tidak ada dan nanti bila ditemukan sudah fakta hukum ada kejadian ada peristiwa Mekising  atau pengaturan skor  yang dilakukan   ada oleh  para pihak baik yang terlibat langsung didalam pertandingan maupun tidak terlibat langsung pertandingan akanambil langkah-langkah secara tegas sudah ada bukti. Kita sudah menetapkan 14 tersangka . Kita juga mendukung  terselenggaranya proses liga ini betul berjalan dengan baik. Dan juga bisa meningkatkan prestasi persepak bolaan yang ada di Indonesia,” bebernya.(Vecky Ngelo)

Proses Pemeriksaan Slamet Arif Sesuai analisa Gakumdu

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Proses Pemeriksan Slamet Maarif terus dilaksanakan, pemriksaan hari ini dilakukan di Polda Jawa Tengah bekerjasama dengan Polres Surakarta meminta klarifikasi dan semua itu dilakukan oleh Gakumdu didalamnya ada Polisi, Kejaksaan dan Bawaslu.

Kepala Biro Penerangan Masyaraat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri,Jakarta Selatan, Senin (11/2)2019 mengatakan  jadi hari ini kemarin sudah dilayang kan untuk pemeriksaan yang bersangkutan ,rencana akan dilakukan pemeriksaan  di Polda Jawa Tengah oleh tim gabungan antara Polres Surakarta dengan Polda Jawa Tengah. ” “Baru tahap pemanggilan dan meminta klarifikasi peristiwa tersebut,” ujarya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan tentunya Polri disini tidak bekerja sendiri ya kita trus berkoordinasi dengan Bawaslu karena disitu ada Gakumdu disitu ada Polri, Kejaksaan dan Bawaslu.” Perkara ini menyangkut Pemilu maka yang melakukan asesment dan melakukan analisa konstruksi Pidana Pemilu karena Polri tidak bekerja sendiri dengan tim Gakumdu,” tegasnya.

Ketika ditannya berkaitan di tetapkan sebagai tersangka, Dedi menjelaskan  ya panggial sesuai surat panggilan itu, sisa di Polres Surakarta diperiksa di Polda Jawa Tengah. Semua dilakukan proses hukum    ya kita tetap mengedepankan setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dideapn hukum.” Dan kita juga  mengedepankan asas tidak bersalah . Setiap warga negara berhak secara konstisional  menyampaikan keberatan-keberatannya silakan asal dalam koridor hukum. ya hukum harus kita junjung tegakan bersama dan salah satu ciri negara demokrasi supermasi hukum,” jelasnya.. 

Dari data yang ada hasil kajian dan pemeriksaan menunjukan bahwa dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan Slamet Ma’arif memenuhi syarat. “Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 521 juncto Pasal 280 ayat 1 huruf c, d, f dan Pasal 492 (Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu) terkait kampanye di luar jadwal.Slamet diduga melakukan kampanye di luar jadwal berupa kampanye metode rapat umum. Rapat umum adalah metode kampanye yang dilakukan di tempat terbuka dan bisa dihadiri massa yang terbatas. Metode kampanye ini baru boleh dilakukan 21 hari jelang akhir masa kampanye, yaitu 24 Maret-13 April 2019. (vecky Ngelo)

Perusak Alat Bukti Pengaturan Skor Ditetapkan Tersangka

Logo PSSI

Jurnal123.com – Proes pemeriksaan dilakukan oleh Satgas Anti Mafia Bola terus berlanjut, setelah pengeledahan  ada perusakan alat bukti kasus pengaturan skor dan akhir di tetapkan tiga  tersangka.  

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Syahar Diantono ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan,Senin (11/3) mengatakan penyidik Satgas Anti Mafia Bola telah menetapkan tiga tersangka perusakan alat bukti kasus pengaturan skor.”Ketiga tersangka itu adalah Muhammad Mardani Mogot, Musmuliadi, dan Abdul Gofur OB di PSSI,” ujarnya.

Selanjutnya, Syahar menegaskan persangkaan tindak pidana bersama-sama melakukan pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang police line.,” Terkait peran ketiganya, seperti diungkapkan Syahar, Musmuliadi bersama dengan Mardani memasuki kantor Komdis PSSI, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng, Jakarta Selatan yang sudah diberi garis polisi,” tegasnya.

Untuk itu, Syahar menejaskan p engaturan Skor Kepada ketiganya polisi menyangkakan Pasal 363 dan atau Pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP jo Pasal 55 KUHP.   “Karena para tersangka kooperatif dalam menjalani pemeriksaan, polisi tidak menahan ketiganya. Dia menambahkan, penyidik pun sudah menyiapkan surat perintah pelepasan tersangka beserta berita acara pelepasannya,” jelasnya. (Vecky Ngelo)

Polri Ringkus Otak Teroris Miliki Jaringan Internasional


Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan Senin(11/2)2019 mengatakan Polisi meringkus HK alias Wahyu Nugroho alias Uceng Otak Teroris Punya jaringan internasional berlaga Indonesia.( Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Pengejaran terhadap teroris terus dilaukan itu buktinya, kini  Densus 88 berhasil diringkus HK alias Wahyu Nugroho alias Uceng Karena palsukan identias membuat paspor bisa terbang ke Surya dibiayai Abdul Wahid  adalah algojo ISIS yang memberikan Rp 30 Juta kini menjadi senior melakukan teroris di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasety di temui di Mabes Polri,Jakarta Selatan ,Senin (11/202019 mengatakan kembali satu orang tersangka terorisme atas terangka Kuncoro (HK) alias Wahyu Nugroho alias Uceng . “Tersangka ini memiliki nama lebih dari satu karena kenapa menggunakan alias-alias tersebut dalam rangka untuk  membuat paspor . Identitasnya identitas palsu paspor tujuannya tersangka ini akan terbang ke Surya dengan melalui Iran,” ujarnya.

Selajutnya, Dedi menegaskan  untuk saudara Abdul Wahid sendiri yang bersangkutan meninggal dunia di Januari   2019 namun kemudian dari hasil komunikasi yang cukup intens antara saudara Abdul Wahid yang telah meninggal di Surya dengan tersangka HK alias Wahyu Nugroho alias Uceng bersangkutan memberikan saran kepada tersangka HK ini.untuk segera bergabung ke Surya. ” Dengan mentrasfer Rp 30 Juta dalam rangka untuk pengurusan seluruh dokumen keberangkatan termasuk tiket diantaranya,” tegasnya.

Untuk itu, Dedi  menjelaskan adapun untuk tersangka tersebut ditangkap di Bandara Soekarno Hatta tanggal 3 Januari 2019 . “Kenapa baru tanggal 11 Febuari 2019 disampaikan setelah hampir 1 bulan , baru 11 Febuari 2019 kita sampaikan karena memang dari prpses investigasi penyidikannya maupun penyidikannya ini butuh untuk penguatan alat-alat  bukti lain ilmiah dalam rangka untuk memtersangkakan saudara HK ini,”  jelasnya.

Anak saudara HK sendiri keterlibatan terhadap kasus-kasus terorisme  di Indonesia cukup panjang rekam jejaknya dari mulai yang bersangkutan mengikuti kegiatan di kelompok JI di jamannya Nurdin M Top itu sudah sangat eksis. Yang tersangka ini juga sudah keluar masuk 2 kali terkait masalah keterlibatan yang bersangkutan di kelompok Nurdin M Top  maupun Dokter Ashari . Ini terakhir  setelah dikeluarkan tersangka ini merupakan aktor yang sangat penting di Indonesia saat ini. Karena tersangka ini memiliki hubungan langsung akses ke luar yang di Surya. Konyang cuku baik lahtak person di Surya atas nama Abdul Wahid  nanti ada fotonya disitu apa perannya Abdul Wahid di organisasi ISIS yang ada di Surya sanat katif sebagai salah satu algojo ISIS yang ada di Surya.

Selain itu juga saudara HK ini selain berkomunikasi intens dengan saudara Abdul Wahid juga dengan kelompok-kelompok yang ada di Surya juga memiliki komunikasi yang cukup baik lah ya. Dan tersangka ini nanti setelah mendapatkan uang dia dapat memberikan sliping-sliping yang ada di Indonesia untuk melakukan aksi terorisme yang ada di Indonesia misalnya di beberapa wilayah namun s liping sel terus dalam pantauan secara ketat baik oleh Densus 88 maupun Satgas anti terorisme bidang radikalisme yang ada di Polda-Polda.

Lebih lanjut, Dedi merinci saat ini untuk saudara Uceng alias Saudara Wahyu Nugroho sudah dilakukan penahanan oleh Densus 88 kemudian masih  terus akan dilakukan pendalaman-pendalaman lebih lanjut dalam rangka untuk mengungkap jaringTeroan terorisme baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di luar negeri khususnya ada di Surya.” Untuk   saudara HK tersebut disangka beberapa pasal antara lain pasal 12 ayat 1 Undang-undang No. 15 tahun 2003   perubahan Undang-undang No 15 tahun 2013 tentang perubahan Perpu No  tahun 2002 tentang Pidana Terorisme. Kemudian di kenakan Pasal 15 junto pasal 7 Undang-undang Tahun 2003 tentang perubahan Perpu No .1 2002 tentang peberatan terorisme. juga yang bersangkutan dikenakan pasal 17 ayat D undang-undang  No.15 tahun 2003. serta yang bersangkutan melakukan pemalsuan terahadap dokumen dikenakan juga Pasal 263 KUHP,” rincinya.

Seiring dengan itu, Dedi membeberkan foto tersangka Saudara HK alias Saudara Uceng alias Wahyu Nugroho, adapun saudara Abdul Wahid ada juga fotonya ini yang terus menghubungi saudara Uceng. Ini memiliki peran yang cukup penting di ISIS dia salah satu algojo di ISIS.Yang terakhir meninggal bulan Januari 2019 . Setelah melakukan kontek terus dengan saudara  HK . “Ini terus dikembangkan terus kemugkinan akan terus berkembang pada prinsipnya dari Densus 88 dan dari Satgas Anti terorisme melakukan upaya-upaya secara masif sistematis dalam untuk menginvestigasi dan mengantisipasi semakisimal mungkin segala macam bentuk serangan aksi terorisme yang akan terjadi di Indonesia,” bebernya.

Kini, Dedi mengungkapkan Tim kelompok Taliban  melakukan aktivitas dibeberapa wilayah Bali kemudian di NTB  terakhir akan melakukan serangan di Bulan  Juli 2018. Ikut juga dia juga terlibat disana. Terorisme di Jogya , dia juga sangat aktif.,” Yang saya sampaikan tadi yang bersangkutan sudah 3 kali ini keluar masuk dan status napiter.Mengulangi terus perbuatannya memiliki afilasi jaringa langsung ke Seluruh dunia. Salah saty\u peran penting karena dia sekarang ini yang sangat senior. Dia pelaku teroris yang sangat senior yang memiliki koneksi ke Luar negeri. Dianggap menguasai daerah ini wilayah Indonesia dan wilayah Asia karena dia penha belajar dan kuliah di Arab Saudi  penah melakukan kegiatan di Afganistan. Jadi rekam jejak cukup panjang,” ungkapnya.
(Vecky  Ngelo)

Terkait Penganiayaan 2 Penyelidik KPK di Hotel Borobudur , Polisi sudah Periksa 3 Saksi dan Sita CCTV

Kepala Bagian Penerangan Umum, Konbes Pol Syahar Diantono di temui di Mabes Polri,Jakarta Selatan. ( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Terkait dengan penganiayaan yang dialami dua pegawai KPK di Hotel Borobudur Jakarta,beberapa waktu lalu. Kini Polisi terus mendalami dengan melakukan pemeriksaan terhadap 3 saksi dan menyita CCTV.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Syahar Diantono ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan, Rabu(6/2)2019  mengatakan pihaknya telah memeriksa 3 orang saksi dalam peristiwa tersebut. Pihaknya pun sudah menyita CCTV ditempat kejadian perkara dan akan dikirim ke laboratorium forensik(Labfor).” Soal penganiyaan pegawai KPK, melakukan pemeriksaan saksi 3 orang dan sudah menyita CCTV selanjutnya dikirim ke labfor,” ujarnya.

Selanjutnya, Syahar menegaskan pihaknya telah membuat rencana penyidikan kepada keamanan hotel di lokasi kejadian.” Penyidik juga sudah membuat rencana penyidikan security hotel,” tegasnya.

Seperti diketahui,pihak KPK melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap dua pegawai KPK ke Polda Metro Jaya, Minggu(3/2)2019 sore. Tidak hanya dianiaya,dua petugas KPK tersebut juga mengalami perampasan barang-barang.( Vecky Ngelo)

Kembali Bareskrim Ringkus 6 Penyelundup Sabu 16 Kg Asal Malaysia

Jurnal123.com – Upaya pemberantasan narkoba  terus bekercamuk, buktinya hingga kini Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali  menangkap enam tersangka yang terlibat dalam penyelundupan sabu asal Malaysia ke Aceh dan Medan, Sumatera Utara.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto di kantornya, Jakarta, Rabu (6/2)2019 ditemui di Direktorat  Narkoba  Bareskrim ,Cawang Jakarta Timur mengatakan dalam kasus ini, penyidik menyita 16 bungkus paket berisi sabu seberat 16 kg dengan kondisi 15 bungkus masih utuh dan satu bungkus sudah terbuka. “Modusnya, paket narkoba jenis sabu dikirim melalui jalur laut dengan menggunakan boat dari Malaysia ke Aceh,” ujarnya

 Selanjutnya, Eko menegaskan awalnya, pada Jumat 18 Januari 2019, penyidik menangkap tersangka Aps di Dusun Cilacap, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. “Aps berperan mencari orang untuk membawa sabu dari Malaysia ke Indonesia atas perintah Ah,. Keesokan harinya, tim menangkap tersangka Ei di Desa Matang Glumpang II Meunasah Dayah, Kabupaten Bireun, Aceh. Ei perannya menerima dan menyimpan paket sabu di rumahnya,” tegasnya. 

Untuk itu,Eko menjelaskan di hari yang sama tim menangkap Jnd di Jalan Raya Medan-Banda Aceh, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. “Tersangka Jnd berperan menghubungi Ei untuk mencari boat dan mencari orang untuk mengambil paket sabu. Pada 20 Januari, tim menangkap tersangka Syl, Hs dan Ah di Jalan Raya Medan-Banda Aceh Desa Seunebuk Muku, Kabupaten Aceh Timur. “Peran Syl menyuruh Jnd untuk mencari boat,” jelasnya. 

Lebih jauh, Eko merinci sementara tersangka Hs perannya mengambil sabu dari tersangka Jnd dan tersangka Ah berperan sebagai koordinator kurir. Dari keterangan para tersangka, sindikat ini mengedarkan sabu di Aceh dan Medan. Atas perbuatannya, keenam tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga,” rincinya.(Vecky Ngelo)