Vietnam Catat Kematian Pertama Covid-19

Jurnal123.com – Setelah beberapa bulan bertahan, sebagai salah satu negara terdampak virus corona tanpa kematian seorangpun, akhirnya Vietnam mencatatkan angka kematian pertama Covid-19. Situasi ini menjadi pukulan tersendiri bagi negara tersebut.

Dilansir BBC, Sabtu (1/8/2020), seorang pria berusia 70 tahun yang berasal dari pusat Kota Hoi An menjadi angka pertama kasus kematian akibat Covid-19, kata sejumlah media pemerintahan akhir pekan ini.

Sementara angka kematian kedua, berasal dari seorang pria berusia 61 tahun, yang dilaporkan pada hari ini.
Vietnam sendiri tidak pernah mencatatkan adanya kasus baru selama lebih dari 3 bulan, sebelum wabah penyakit tersebut dilaporkan berada di sebuah resort terdekat Da Nang pada awal pekan ini.

Adapun kedua pasien yang meninggal memilik riwayat kesehatan yang dimilikinya, menurut sejumlah media Vietnam.
Negara yang memiliki populasi sekitar 95 juta orang itu telah melaporkan hanya 546 kasus positif sejak pandemi dimulai. Namun tidak seperti negara lain, Vietnam memang bertindak dengan cepat.

Negara tersebut langsung menutup wilayah perbatasannya kepada hampir semua wisatawan, bahkan sebelum kasus pertama terkonfirmasi. Siapapun yang memasuki Vietnam harus menjalani karantina di fasilitas pemerintah selama 14 hari.

Pendekatan yang dilakukan Vietnam dianggap efektif, karena tanpa adanya temuan kasus yang disebabkan transmisi lokal baru, yang dilaporkan sejak pertengahan April lalu. Vietnam bahkan mendapatkan pujian atas upaya tepat waktu untuk menahan penyebaran virus.

Namun, awal minggu ini Vietnam mendapatkan temuan kasus baru di sebuah resor di Da Nang. Puluhan ribu wisatawan dari berbagai penjuru negara berada di kota tersebut pada saat itu, di mana mayoritasnya percaya ancaman corona telah berlalu.

Pemerintah awalnya menutup kota untuk wisatawan, sebelum melakukan penutupan total di wilayah tersebut pada Rabu lalu.
Awal pekan ini, Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc memperingatkan agar setiap provinsi di negara tersebut bersiap setelah wabah yang muncul di Da Nang.
“Kami harus bertindak lebih cepat dan lebih keras untuk mengendalikan wabah,” katanya, seperti dikutip media pemerintah.(BIN/BBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *