Grab Sumbang Rp 402 M untuk Ekonomi Manado

Jurnal123.com – Hasil riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menyebut gig worker di empat layanan Grab secara keseluruhan berkontribusi sebesar Rp 402 miliar pada perekonomian Manado di tahun 2019.

Head of East Indonesia Grab Indonesia, Halim Wijaya mengatakan Manado sangat identik dengan pariwisata karena alamnya yang indah. Tumbuhnya sektor pariwisata juga mendorong sektor ekonomi lainnya, yaitu kuliner dan kerajinan yang sebagian besar pelakunya adalah UMKM.

Menurutnya, melalui Program #TerusUsaha yang sejalan dengan misi GrabForGood merupakan langkah konkret dari Grab untuk meningkatkan kemampuan, kapasitas, serta jangkauan bagi UMKM dan individu dalam menyambut masa depan ekonomi digital.

“Kami akan mendorong bisnis kecil dan tradisional untuk merangkul teknologi dan menuju digitalisasi, untuk memastikan mereka tidak tertinggal dalam era digital. Untuk memastikan UMKM di Manado tetap mampu bertahan dan terus maju di tengah wabah COVID-19, kami sediakan berbagai wadah dan teknologi untuk pelaku UMKM belajar dan mulai melakukan transformasi digital bersama Grab,” ujarnya mengutip keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (8/7/2020).

Menurutnya, Grab akan meluncurkan berbagai inisiatif dalam 6 bulan ke depan untuk membantu UMKM Manado antara lain, yang pertama untuk meningkatkan Visibilitas dan Permintaan melalui Digitalisasi IKM dengan DISPERINDAG kota Manado.

Menurutnya, Fokus pada digitalisasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang ada di bawah naungan Disperindag. Sebanyak 100 IKM di Kota Manado telah terdigitalisasi melalui layanan GrabMart dan GrabFood agar mereka mendapatkan kesempatan lebih besar dan bisa lebih dijangkau oleh masyarakat luas. Grab juga membantu memberikan biaya pengiriman khusus kepada IKM terdaftar guna meningkatkan peningkatan penjualan mereka.

Diharapkan bantuan ini bisa mendorong permintaan masyarakat kepada produk-produk yang dipasarkan oleh mitra IKM.
“Selanjutnya melalui dukung Usahawan Lokal, Grab akan membantu puluhan ribu UMKM untuk meningkatkan visibilitas online dan meningkatkan penjualan melalui penyediaan iklan gratis khusus pada laman utama aplikasi.

Grab juga akan memberikan ruang untuk beriklan di media sosial dan saluran digital Grab. Pelanggan akan diarahkan pada laman transaksi langsung saat meng-klik iklan ini,” ujarnya lagi.

Selanjutnya, memberikan Pelatihan Keterampilan dan Pertumbuhan bagi Bisnis Kecil melalui Microsite khusus bagi UMKM melalui Ruang bagi jutaan UMKM untuk mencari tips terkait pengembangan bisnisnya, inspirasi dari bisnis kecil yang sukses, dan cara bergabung dalam ekosistem digital Grab: melalui website resmi yaitu www.grabforgood.id.
Selanjutnya ada pula Grab Akselerator
UMKM dimana Grab bermitra dengan organisasi nirlaba, Sahabat UMKM, dalam menyediakan program akselerasi lengkap bagi pemilik usaha kecil di Indonesia. Peserta terpilih akan mengikuti program pelatihan gratis selama 2,5 bulan yang difokuskan pada Business Assessment, Product Review dan Konsultasi. Berbagai topik juga akan dibahas termasuk legalitas, pemasaran, literasi keuangan, pengelolaan sumber daya, modal, hingga daya saing produk. Para pemilik usaha kecil dapat mendaftarkan diri mereka di microsite mulai 20 Juli 2020.

Program pelatihan ini akan diberikan oleh praktisi yang ahli dan berpengalaman di bidangnya.
Kemudian yang ketiga menciptakan Kesempatan Pendapatan Baru Bagi Mereka yang Membutuhkan Menjadi Agen Individu GrabKios. Grab juga menghadirkan inisiatif untuk membantu masyarakat yang mata pencahariannya terdampak akibat COVID-19, untuk bergabung sebagai agen individu GrabKios.

Mereka bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada komunitas sekitar mereka.
“Hal ini akan membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan, selain juga membantu menyediakan layanan digital bagi 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan atau yang terbatas. Individu yang tertarik hanya perlu mengunduh aplikasi GrabKios untuk mendaftar, lalu akan dilakukan proses verifikasi hanya memerlukan waktu 24 jam sebelum mereka bisa mulai berjualan,” terangnya.

Menanggapi ini, Asisten II Gubernur Sulawesi Utara, Bagian Pembangunan dan Perekonomian, Praseno Hadi menyambut baik program yang dijalankan oleh Grab di Kota Manado.
“Peran Industri, Kecil dan Menengah (IKM) di Sulawesi Utara tentunya sangat besar, terutama untuk penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Namun, transformasi digital menjadi kunci agar IKM bisa bertahan dan bertumbuh. Pemerintah sangat mendukung program #TerusUsaha milik Grab yang akan membantu IKM di Manado bisa memiliki daya saing dan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas,” katanya.
“Dari pihak pemerintah, saya sudah ajak masyarakat untuk berbelanja barang-barang kebutuhan dari IKM yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Grab membuat masyarakat jadi lebih mudah dalam berbelanja dari rumah cukup dengan smartphone. Kita harus bersama-sama membantu keberlangsungan IKM di tengah pandemi supaya perekonomian tetap berputar dengan baik,” imbuhnya.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics juga merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di kota Manado. Dalam riset tersebut, diketahui bahwa gig economy yang didukung oleh teknologi Grab telah memberi dampak bagi ketahanan ekonomi Manado.

Mitra Grab Manado yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab
Tiga hasil studi tersebut yang pertama adalah terkait dengan peningkatan pendapatan dan pemasukan. Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Manado yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 22% menjadi Rp 64,7 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Manado meningkat 26% menjadi Rp 8,5 juta per bulan sejak bergabung. Sebanyak 45% mitra merchant GrabFood Manado juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya.

Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Manado dengan peningkatan pendapatan hingga 105% menjadi Rp 5,6 juta per bulan dan 175% menjadi Rp 4,2 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab. Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman. Sejumlah 22% mitra pengemudi GrabBike dan 16% mitra pengemudi GrabCar di Manado baru membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab.

Kedua, akses perbankan, Peningkatan penghasilan pun membuat lebih banyak mitra Grab mulai mengatur keuangan pribadi mereka. Sebanyak 76% mitra pengemudi GrabBike dan 73% mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp1,1 juta hingga Rp1,7 juta.
Dengan adanya tabungan di bank dan kesehatan finansial yang lebih baik, sebanyak 59% dari mitra pengemudi GrabBike dan 59% mitra pengemudi GrabCar dapat lebih mudah meminjam uang setelah bergabung dengan Grab karena penyedia jasa keuangan lebih memercayai mereka. Pinjaman ini membuat mereka lebih leluasa mengembangkan bisnis atau berinvestasi pada kendaraan mereka.

Ketiga, terkait teknologi membuka kesempatan usaha. Dari riset tersebut, terbukti ada banyak masyarakat yang terinspirasi untuk membuka usaha. Sebanyak 10% mitra merchant GrabFood Manado terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 13% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya.

Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. Sebanyak 43% mitra merchant GrabFood dan 19% mitra agen GrabKios di Manado menambah hingga 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Direktur Eksekutif, Tenggara Strategics, Riyadi Suparno mengatakan melalui riset ini seluruh elemen terkait bisa melihat kontribusi yang sudah dilakukan oleh pihak Grab dalam beberapa waktu ke belakang.
“Saat Manado mulai beradaptasi untuk menyambut era pasca-COVID-19, kami percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung Manado dalam perjalanannya menuju pemulihan ekonomi. Kami melihat bahwa ada peningkatan kualitas hidup para gig workers di Manado sebesar 16% setelah bergabung dengan Grab,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, kesiapan para gig workers pelaku UMKM secara digital akan menjadi lebih penting dalam era new normal. Dalam riset tersebut, kami juga menemukan bahwa 27% mitra GrabFood mempekerjakan rata-rata dua karyawan baru saat bisnis mulai bertumbuh. Sistem digital dari platform Grab juga bisa membantu mereka tetap menjalankan bisnisnya di tengah wabah COVID-19 dan siap memasuki era tatanan kehidupan baru.

Sebagai informasi, di Manado, Grab telah menghadirkan 3 layanan baru untuk mendukung mitra, masyarakat, dan juga UMKM di tengah pandemi. Untuk mendukung masyarakat yang kini lebih banyak beraktivitas dari rumah, dan sekaligus membantu UMKM dan mitra Grab agar tetap memiliki penghasilan, Grab luncurkan layanan kurir GrabAssistant dan layanan belanja GrabMart.

Memasuki era new normal, Grab juga menghadirkan layanan GrabProtect, armada khusus pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan tambahan bagi mitra pengemudi dan pelanggan berupa partisi dari plastik tebal untuk keamanan perjalanan.

Grab juga menghadirkan pengantaran tanpa kontak dan bekerja sama dengan petugas medis untuk melakukan edukasi kepada ratusan mitra merchant GrabFood untuk memastikan kebersihan dan keamanan proses usaha kuliner mereka.

Walikota Manado, Godbless Sofcar Vicky Lumentut mengapresiasi seluruh program Grab yang ada di Kota Manado. Langkah baik yang dilakukan Grab pastinya akan berdampak besar kepada masyarakat Manado sekarang dan masa depan. Para pengusaha kecil dan tradisional ini harus siap menghadapi “new normal” dengan tetap bisa menjalankan bisnisnya.
“Pemerintah juga sudah siapkan lokasi bagi para IKM dan UMKM untuk mereka membuka usahanya kembali. Program #TerusUsaha dari Grab merupakan wujud nyata kolaborasi sektor swasta dan pemerintahan yang dapat membantu digitalisasi UMKM agar memiliki daya saing dan lebih mudah dijangkau pembeli,” pungkasnya.

CNBC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *