Hengkang dari PBSI, Arya Maulana Ungkap Perbedaan Pemain Indonesia dan AS

Jurnal123.com – Mantan pasangan Kevin Sanjaya, Arya Maulana Aldiartama, mengungkap perbedaan sifat pemain Indonesia dan Amerika Serikat setelah meninggalkan PBSI.

Arya Maulana Aldiartama pernah menjadi bagian dari Pelatnas PBSI Cipayung pada 2013 silam.

Selama menjadi pemain Pelatnas PBSI Cipayung, Arya Maulana Aldiartama telah berganti-ganti pasangan di sektor ganda putra.

Salah satu pasangan Arya Maulana Aldiartama yang paling dikenal publik adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Dia sempat dipasangkan dengan Kevin Sanjaya dalam ajang Asian Junior Championshiop 2013 dan meraih meraih medali perunggu.

Namun, kebersamaan keduanya tidak bertahan lama setelah Kevin Sanjaya Sukamuljo dipasangkan dengan Selvanus Geh.

Pada akhir 2015, Arya Maulana akhirnya keluar dari Pelatnas PBSI Cipayung.

Meski begitu, Arya Maulana tetap mengikuti sejumlah turnamen Internasional.

Nama Arya Maulana diketahui menjadi pelatih dan hijrah ke Kanada pada 2016.
Setahun berselang, pria kelahiran Surakarta itu pindah ke New Jersey, Amerika Serikat.

Selain menjadi pelatih, Arya Maulana juga aktif mengikuti turnamen lokal dan Internasional di Negeri Paman Sam.

“Saya sebenarnya mulai melatih di luar negeri dari 2016, tepatnya di Kanada dan hanya satu tahun,” kata Arya dikutip BolaStylo.com dari PB Djarum.
“Pada 2017 dapat tawaran lagi melatih di Amerika dan Alhamdulillah sampai saat ini.”
Saya tidak hanya melatih di sini, tetapi juga kadang satu tahun ikut sampai lima turnamen lokal maupun internasional,” ujarnya.

Arya menambahkan, dia merasa memiliki banyak pengalaman dan hal baru yang dia temukan selama berkarier di Amerika Serikat.
“Tentunya saya mendapat banyak pengalaman dan mengetahui berbagai hal baru selama di sini.”
“Saya jadi lebih bisa tahu tentang bulu tangkis di sini. Pokoknya saya mendapat wawasan lebih di sini,” ucapnya.

Bahlan, pria berusia 25 tahun itu kini mengetahui perbedaan pemain bulu tangkis di Indonesia dan AS.
“Kalau di Indonesia tuh anak-anaknya punya tujuan yang jelas, mereka benar-benar ingin masuk Pelatnas dan ingin menjadi pemain yang handal.”
“Tetapi kalau di sini anak-anaknya hanya mengisi waktu luang karena tujuan utama mereka adalah sekolah setinggi mungkin.”
“Jadi ketika sudah masuk ke universitas, mereka memilih untuk berhenti menjadi atlet bulu tangkis,” tutur dia.(TRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *