Chris Kanter Tokoh Tiga Jaman ; Mengabdi Buat Negara Tanpa Akhir

Chris Kanter di ruang kerjanya saat ditemui jurnal123.com (Foto Jurnal123.com/Jimmy)

SOSOK – Seorang Christ Kanter bukanlah sosok yang asing bagi dunia usaha di tanah air. Pria kelahiran 25 April 1952 ini telah menggeluti dunia usaha sejak tahun 1974.

Jika dihitung era pemerintahan telah melalui masa Orde Baru, masa dimana Presiden ke-2 RI Soeharto berkuasa selama lebih dari 30 tahun. Belum berakhir disitu, Christ tetap menjadi pengusaha dan mengabdikan diri buat bangsa dan negara lewat keterlibatannya dalam pemerintahan di era reformasi, dimana saat itu menjadi Presiden ke-3 Habbie, Gus Dur, Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono, eksistensi seorang Christ Kanter

Chris Kanter adalah Pendiri dan CEO Grup Sigma Sembada, grup bisnis yang dikenal sebagai pemain utama dalam kontraktor turnkey, transportasi, dan logistik.

Kisah Indosat Hingga Mengundurkan Diri Dari CEO Indosat

Berawal dari perusahaan telko milik Indonesia yang dipegang perusahaan Singapura dalam hal kepemilikan sahamnya yakni Singtel di Telkomsel dan STT (Singapore Technologies Telemedia) di Indosat. Kala itu Christ merasakan keresahan bahwa satu negara, dalam hal ini Singapura, telah ‘menggenggam’ dua perusahaan telko Indonesia yaitu Telekomsel dan Indosat yang dinilai riskan dan membiarkan telekomunikasi kita dikendalikan Singapura . Pak Jusuf Kalla (JK) selaku Pemerintah menugaskan Menteri Sofyan Djalil, Rahmat Gobel dan Chris Kanter agar Singapura melepaskan saham salah satu perusahaan telekomunikasi milik RI yang dipegangnya. Singapura akhirnya memilih Indosat untuk dilepas. Qatar Telecom tertarik dan membeli saham Indosat dari STT.

Sejak Qatar Telecom Milik Qatar (kini bernama Ooredoo) membeli saham Indosat. Perusahaan BUMN tersebut memasuki babak baru yang kurang menggembirakan. Christ sendiri sejak 2010 sebenarnya telah menjadi Komisaris Independen Indosat, jadi bukan hal baru mengenal perusahaan ‘plat merah’ tersebut. Namun yang menjadi menarik ketika Christ menjabat Chief Executive Officier (CEO) sejak akhir 2018 namun hanya 6 bulan anak tertua dari empat bersaudara ini mengundurkan diri. Uniknya pengunduran diri diajukan Christ Kanter setelah dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) diawal Mei 2019 dikukuhkan kembali menjadi CEO.

Publik heran dan bertanya mengapa setelah ditetapkan kembali menjadi Direktur Utama Indosat setelah enam bulan menjabat, Christ mengundurkan diri.

Ada apa? Untuk mengetahui hal itu Pimpinan Redaksi Jurnal123.com mencoba menemui pria berusia 67 tahun dikantornya di bilangan Mega Kuningan Jakarta.

Ditanyakan hal tersebut Chris Kanter menjelaskan secara lugas namun tetap menjaga norma dan etika, mengingat Christ saat ini masih merupakan Komisaris Indosat.”Sebenarnya sejak awal (tahun 2018,red) ditawarkan menjadi CEO saya sudah menolaknya,” ujar Christ mengawali perbincangan. “Hingga akhirnya kita menerima dengan beberapa kondisi,” lanjutnya. Bahkan suami dari Prikanti Kanter ini harus meminta ijin ketiga anaknya karena harus merelakan perusahaannya dikelola anak-anaknya.”Saya tidak mau ada conflict of interest antara perusahaan saya dan jabatan CEO yang akan saya emban nanti di Indosat,” urai Kanter. Pria yang pernah menjadi anggota MPR ditahun 1998 ini mengakui sebenarnya ia tidak biasa menjadi seorang pekerja dibawah subordinasi sebuah perusahaan.”Saya sejak 1974 telah menjadi pekerja yang mengelola usaha sendiri meski diawali perusahaan kecil hingga kini saya tetap terbiasa mengelola perusahaan milik sendiri bukan perusahaan milik swasta apalagi ini didominasi asing. Tapi mengingat tugas saya semata bukan sebagai pribadi namun juga mengemban misi negara dimana ada 14 persen saham pemerintah Indonesia didalamnya. Maka saya terpanggil untuk kepentingan tanah air dan bangsa,” tukas Kanter. Pada awal menjalankan tugas CEO banyak hal baru dan mengejutkan ditemui pria kelahiran Manado ini.”Saya cukup tercengang juga. Mengingat selama ini (sejak 2010) saya hanya komisaris yang jelas berbeda fungsi dan tugas dengan ketika memegang pucuk pimpinan eksekutif,” papar Kanter. Chris terus bergumul dalam pekerjaannya menjadi CEO yang tidak mudah menjalankannya. “Perbedaan pandangan serta aturan termasuk aturan hukum di negara ini dengan sistem negara lain (Qatar sebagi pemegang saham mayoritas) seringkali menjadi kendala dalam mengambil kebijakan,” tukas mantan Ketua Umum Gafeksi ini. Hingga pada puncaknya, Christ dengan berat hati harus mengundurkan diri dari CEO, meski ia tetap ditunjuk dalam RUPS pada awal Mei 2019 menjadi CEO.”Saya harus mengambil keputusan yang sulit. Namun tidak bertentangan dengan nurani saya,” ucap Chris menutup wawancara.

Biodata Chris Kanter

Nama: Chris Kanter Tempat/Tanggal Lahir: Manado, 25 April 1952 Istri: Prikanti Kanter Anak: Evan Kanter, Christie Kanter, dan Michael Kanter

Riwayat Pendidikan: Sarjana Teknik, Fakultas Teknik Universitas Trisakti

Riwayat Pekerjaan: – CEO PT Indosat – Komisaris PT Indosat Tbk – Presiden Direktur KN Sigma Trans – Presiden Direktur PT Sigma Sembada Trans – Presiden Direktur Unggul Cipta Trans – Anggota MPR, 1998-2002 – Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), Mei 2010-2014 – Anggota Komite Penanaman Modal Bidang Hubungan Dunia Usaha, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Januari 2010. – Tim Koordinasi Penanganan Hambatan Industri dan Perdagangan Menko Perekonomian, 2009

Pengalaman Organisasi: – Vice President FIATA (International Federation of Freight Forwarders Associations), 2005-sekarang – Ketua FIATA Asia-Pasifik, 2009-sekarang – Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Investasi dan Transportasi, 2009-2010 – Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Investasi, Transportasi, Informatika, dan Telekomunikasi serta Pariwisata, 2004-2009 – Ketua BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, 1983-1989

Editor : Jimmy Endey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *