Anak Usia 15 Tahun Kejar PhD di Jerman

Muhammad Amir Rafiq Mohd Rafee

Jurnal123.com – Pada umumnya, anak berusia 15 tahun sedang duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Namun, tidak dengan seorang anak laki-laki asal Kemaman, Terengganu, Malaysia ini. Di usianya yang masih cukup belia, ia sudah diterima menjadi seorang mahasiswa PhD sebuah universitas di Jerman.

Kemampuan seseorang tidak dapat dinilai hanya dari usianya saja. Seorang anak laki-laki yang masih berusia 15 tahun bernama Muhammad Amir Rafiq Mohd Rafee diterima di Universitas Leibniz di Hannover, Jerman, untuk melakukan penelitian tingkat doktoralnya di bidang Theoretical Computer Science.

Dilansir dari WorldofBuzz, Amir sudah mulai menjalani penelitiannya sejak September 2019 dan mengaku memang memiliki minat pada subjek ini. Ia mengakatakan bahwa ia tertarik pada ilmu komputer saat ia masih berusia 12 tahun. Baginya, bidang ini tidak hanya menantang, tetapi juga menyenangkan baginya. Itulah sebabnya ia ingin mendalami lebih lanjut bidang ini.

Selain itu, ia juga tidak menyangka bahwa ia diterima di universitas tersebut meskipun tanpa memberikan sertifikan pendidikan seperti SMA atau Ijazah S1. Pasalnya, universitas itu memang melihat potensi dan kemampuan Amir yang sangat baik sehingga dapat berkontribusi dalam penelitian ke depannya.

Muhammad Amir Rafiq Mohd Rafee bersama keluarganya

Orangua Amir mengungkapkan bahwa anak mereka itu memang sudah memperlihatkan bakat dan kecerdasannya sejak kecil. Ia sudah mampu membaca dan menulis sejak usia 3 tahun. Bahkan ia juga sudah memahami bagaimana cara memecahkan masalah komputer saat dia masih berusia 5 tahun.

Di sisi lain, satu-satunya hal yang harus dikembangkan oleh Amir adalah kemampuannya dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Pasalnya, menjadi seseorang yang gemar belajar membuat Amir kehilangan peluang untuk meningkatkan kehidupan sosialnya. Meskipun begitu, orangtua Amir tetap merasa bangga dan bahagia dengan prestasi yang diraih Amir.

Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apapun itu, sebagai orangtua kita harus selalu mendukung dan mengarahkan mereka ke arah yang baik sesuai dengan minatnya.(BAB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *