Objek Wisata Boon Pring di Turen Malang Menjadi Percontohan Hasil BUMDes

Pengunjung bermain wahana air di Wisata Boon Pring. (Foto : THORIQ S. KARIM/Jawa Pos)

Jurnal123.com – Kawasan wisata merupakan sumber pendapatan asli daerah. Saat ini sedang digalakkan pemerintah karena hal tersebut dinilai menunjang perekonomian daerah.

Malang sering menjadi rujukan masyarakat saat liburan. Banyak destinasi wisata di kabupaten tersebut. Boon Pring merupakan destinasi wisata yang tengah populer.

Objek wisata itu berada di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Waktu tempuh dari tengah Kota Malang lebih dari 30 menit. Jalannya cukup bagus. Pemandangan di kiri dan kanan jalan lebih didominasi persawahan dan rumah warga.

Sepintas, tempat itu tak berbeda dengan kebun bamboo dengan empang di tengah lahan tersebut. Pada bagian depan, terdapat kolam renang dan tulisan Boon Pring. Tapi, luasnya tak sebanding dengan empang di tengah lahan itu. ”Ini baru teras wisata ini,” kata Direktur Utama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Eko Wisata Boon Pring Samsul Arifin.

Dia lalu menunjukkan jalan yang sedikit menanjak. ”Itu arah menuju perkebunan bambu,” lanjut dia.
Di perkebunan tersebut, banyak jenis bambu. Saat ini di kembangkan penelitian tentang bambu-bambu itu. Harapannya, kawasan tersebut menjadi museum bambu Indonesia. ”Selain kaya oksigen, bisa menjadi wisata edukasi,” imbuh Samsul.

Lahan yang digunakan untuk destinasi wisata tersebut merupakan tanah kas desa. Luasnya 36,8 hektare. Pengelolaan objek wisata itu diinisiasi kepala desa setempat. BUMDes tersebut dikelola secara matang mulai 2015.

Seiring berjalannya waktu, Boon Pring mulai dikenal masyarakat. Kerja sama dengan berbagai pihak mulai dibuka, termasuk dengan warga. ”Kami buka kerja sama dengan system bagi hasil,” jelas Samsul.

Kerja sama itu, antara lain, terkait dengan pengelolaan wahana bermain di Boon Pring. Salah satunya becak air. Juga ada kios untuk warga berjualan. Boon Pring Malang memang patut menjadi percontohan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jatim M. Yasin menjelaskan, ada lebih dari 7 ribu desa di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, baru 5 ribu desa yang BUMDesnya bergerak. ”Kami berharap desa lain bisa meniru capaian Boon Pring Malang,’’ katanya.

Masih ada destinasi wisata lain yang dikelola BUMDes di Jawa Timur. Potensinya luar biasa. Aset yang dimiliki terus berkembang. Yasin yakin, semakin BUMDes berkembang, pembangunan di Jawa Timur semakin maju.(JAP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *