Atasi Kelompok Radikal Polda Kalteng Kerjasama dengan Perkompida dan Elemen Masyarakat

Wakil Kapolda Kalimantan Tengah, Brigjend Pol Rikwanto di temui di Mapolda Kalteng di jalan Tjilik Riwut Km 1 Palangka Raya Kalimantan Tengah, Kamis(5/12) 2019.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Upaya mengatasi gangguan kantibmas telebih aksi kelompok radikalisasi di Kalimantan Tengah, nampak Polda Kalteng  bekerja sama dengan Perkompida serta bersama komponen masyarakat lainnnya sehingga kini situasi sampai saat ini tertib dan terkendali.

Wakil Kapolda Kalimantan Tengah, Brigjend Pol Rikwanto di temui di Polda Kalimantan Tengah di jalan Tjilik Riwut Km 1 Palangkaraya Kalimantan Tengah, Kamis(5/12) 2019 mengatakan Kalimantan Tengah sampai saat ini dilihat situasi dan kondisi sampai saat ini  tertib dan terkendali. Secara umum situasi Kamtibmas diseluruh wilayah Polda Kalimantan Tengah sangat kondusif.” Hal tersebut adalah berkat kerjasama kita dengan baik dengan Perkopimda dengan komponen-komponen masyarakat yang ada termasuk LSM, termasuk Ormas dan lain-lain. Kita bersinergi bagaimana menciptakan wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah tetap terjaga keamanan  dan ketertibannya,” ujarnya..

Selanjutnya, Rikwanto menegaskan hal -hal yang berkaitan dengan potensi gangguan keamanan kita lihat dan kita sikapi sejak dini sejak awal. Manakala itu berpotensi menggangu kamtibmas secara umum kita sikapi bersama,” kita rembuk bersama bagaimana itu tidak berkembang menjadi lebih baik. Dan untuk itu kita selalu melakukan koordinasi-koordinasi baik itu sifat isidentil mau pun terprogram,” tegasnya.

Untuk itu, Riwanto menjelaskan dalam kaitan melihat situasi dan kondisi Kalimantan Tengah secara umum dan itu kita lakukan juga dalam kegiatan-kegiatan yang memang kita ciptakan, baik itu di sinergikan dengan kegiatan masing-masing institusi maupun kita memang sengaja buat untuk bersama-sama .jelas” Ini menunjukan kepada masyarakat umum bahwa Kalimantan Tengah Forkopimda kompak sehingga kalau ingin berbuat yang aneh-aneh di Kalimantan Tengah akan berhadapan dengan kami Perkompinda dan elemen masyarakat lain,”jelasnya .

Ketika disingung bersinergi dan kantong-kantong yang berpotensi, Rikwanto merinci memang di Kalimantan Tengah ini perna ada kejadian kelam masa lalu yaitu konflik SARA dan itu menjadi fokus kita kedepan agar itu tidak terulang lagi.” Jadi disamping kita agar tidak menyedikan potensi tidak terjadi lagi , kita selalu melakukan pendekatan-pendekatan kepada pihak-pihak pihak siapapun dia baik yang sifatnya kesukuan, keagamaan, masalah sosial dan lain-lain kita secara kontinyu melakukan pendekatan-pendekatan,” rincinya.

Lebih lanjut, Rikwanto membeberkan kalau di Kepolisian Kalimantan Tengah dengan fungsi terkait jadi dalam keseharian saya sebagai pimpinan dan Pak Kapolda juga selalu mendapatkan laporan yang sifatnya kejadian kamtibmas maupun hal-hal yang berkaitan kegiatan masyarakat .”Nah disitulah perlu kejelian pada pimpinan dalam hal ini Kapolda, Wakapolda dan pejabat utamanya untuk melihat apakah potensi-potensi di kegiatan yang ada itu bisa mengarah kepada yang tidak baik untuk kamtibmas atau yang lainnya. “.Kalau itu mengarah kepada tidak baik untuk kamtibmas atau yang laiya ya harus kita redahkan dari awal kita netralisir dari awal agar tidak berkembang menjadi ganggu nyata untuk di Padamkan. Apalagi sampai pada konflik-konflik yang berbau sara,  Itu pekerjaan rumah di Kalimantan Tengah. Alhamdulilah kita sampai saat ini berhasil meredam hal tersebut, sehingga secara umum situasi  Wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah tetap kondusif dan masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa tambah hambatan apa pun,” bebernya .

Mmenyoroti Strategi dalam mengatasi potensi radikalisme, Rikwanto mengungkapkan memang potensi radikalisme  tetap ada baik dari dalam sendiri maupun dari luar Kalimantan Tengah. Kalau dari dalam sudah kita patahkan betul-betul dari mana kira-kira muncul potensi radikalisme itu dan ini kita lakukan pendekatan-pendekatan dengan pihak terkait, MUI kemudian Perguruan Tinggi, Pesantren-pesantren, Tokoh-tokoh masyarakat. “Semua kita buat komunikasi yang baik kepada mereka baik formal maupun informal. Banyak sekali anggota Polda Kalimantan Tengah yang berasal dari berbagai macam suku ,utamanya Suku Dayak, Suku Madura, Jawa dan lain-lain mereka memiliki perwakilan, mereka punya leader punya pemimpin  mereka ini yang kita lakukan pendekatan kontinyu sehingga kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan sara kita mudah menghubungi dan merendamnya,”ungkapnya.

Seiiring dengan itu, Rikwanto menandaskan kalau dari luar kita memang ada namun kita bersama-sama dengan komponen masyarakat lain Forkompinda bertindak dan bagaimana menetralisir dari luar tersebut, hal tersebut dengan cara-cara yang soft, pendekatan hukum pendekatan kamtibmas akhirnya potensi radikal dari luar tersebut bisa kita redam.” Seperti contoh di wilayah Kabupaten Gunung Mas perna perna ada sekumpulan orang yang eksklusif di tengah kebun dan hutan mereka membuat komunitas sendiri kita lakukan penyelidikan . Ya ternyata pelarian dari radikal-radikal dari Aceh bahkan itu DPO Aceh menetap disana membuat komunitas,” tandasnya.

Jadi, Rikwanto menambahkan dengan bantuan masyarakat, informasi dari masyarakat dan sikap kita untuk segera melakukan analisa terhadap situasi tersebut dan akhirnya menyimpulkan ini adalah potensi radikal kedepan. Kita koordinasi dengan pihak Mabes Polri, pihak Polda Aceh dan akhirnya dapat kejelasan dan kita dapat lakukan tindakan hukum persuasif terhadap yang bersangkutan .” Kita tangkap bersama-sama yang memang DPO kemudian kita ungsikan mereka yang berkaitan dengan tersebut namun belum masuk dalam kategori melanggar hukum. Kita ungsikan kita kumpulkan kita kirim ke Jakarta Pondok Bambu untuk direhabilitasi disana. Nah ini lah yang kita lakukan selama ini sehingga wilayah Polda Kalimantan Tengah kondusif,” tambahnya. (Vecky Ngelo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *