Kedai Kopi Johny : Dibalik Kenikmatan Kopi Ada Hotman Paris

Johnny Poluan Sedang Menyajikan Kopi Khas Manado.

Jurnal123.com – Menikmati kopi menjadi idaman para pencinta kopi dimanapun di seluruh Nusantara. Namun ada suasana lain dibalik nikmatnya biji tanaman khas tanah air tersebut, terjadi sebuah rumah kopi Johny.

Adanya sosok pengacara kondang Hotman Paris menjadi warna tersendiri Kopi Johny di Sabtu pagi. Bukan hanya itu sejumlah selebriti dan tokoh politik bergantian datang di kedai kopi milik pria yang bernama asli Johny Poluan

Nyatanya, memang banyak warga yag menjadi penasaran dengan tempat ngopi yang berlokasi di Jalan Kopyor Raya Blok Q1 Nomor 1, Kelapa Gading, Jakarta, itu.

Tidak hanya warga sekitar Jakarta, beberapa unggahan Hotman juga memperlihatkan, warga yang penasaran datang dari Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, bahkan Brunei.

Penggemar Kopi Johny pun kian banyak. Kini, mereka yang datang tidak hanya untuk ngopi, tetapi juga mencari konsultasi hukum.

Hotman yang tinggal tak jauh dari sana hampir setiap hari berkunjung dan membuka semacam layanan konsultasi hukum gratis.

Suasana Sabtu pagi itu sangat sibuk dan ramai. Mereka yang datang rela berjejalan untuk mengambil gambar atau mengantre berfoto dengan Hotman dan tokoh-tokoh yang ikut hadir.

Jika warga tak ada kesempatan foto bareng, selfie jarak jauh pun mereka lakukan dengan latar belakang Hotman yang sedang melayani wawancara bersama wartawan.

Beberapa warga juga asyik berfoto dengan mobil Lamborghini jingga milik Hotman yang terparkir di sudut depan kedai.

Keramaian ternyata tak berhenti di pagi hari saja atau saat ada Hotman di sana.
Sebab, pengunjung tak henti-hentinya datang dan ratusan kopi disajikan setiap hari.

Pada Sabtu dan Minggu serta libur nasional, kedai ini hanya buka dari pukul 06.00 hingga 13.00.
Tak sedikit pula mereka yang datang setelah kedai tutup dan terpaksa tak kebagian kopi.

Pada hari kerja, Kopi Johny buka dari pukul 06.00-18.00.

Kedai Kopi Johny memiliki nama asli Kwang Koan. Namun, kedai ini justru lebih populer dengan nama pemiliknya, Johny Poluan.

Pemilik Kopi Johny, Johny Poluan saat menyajikan kopi di kedainya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta. Kopi Johny belakangan banyak diperbincangkan setelah kerap disinggung oleh pengacara Hotman Paris di akun Instagramnya.

Tulisan “Kopi Johny” pun terpampang besar-besar di sudut atas depan kedai tersebut.

Jika mencarinya di mesin pencari Google, Kopi Johny sebetulnya sudah banyak diberitakan dan dibincangkan sejak lama karena kopinya yang khas dan dibuat dengan cara tradisional.

Berbeda dengan tempat-tempat ngopi yang tersebar di mana-mana, yang kebanyakan menyajikan dengan cara modern.
Kendati demikian, Johny mengakui, publikasi Hotman membuat kedainya kian ramai.
“Langganan, kan, ada yang datang dan pergi. Saya lihat regular guest-nya cukup banyak dan bertahan.”
“Begitu Pak Hotman masukin ke Insta, dia promosikan saya, memang bertambah luar biasa,” kata Johny

Padahal, Kopi Johny sebetulnya ada di tujuh lokasi yang mayoritas memang terletak di sekitar Kelapa Gading.

Selain pusatnya di Jalan Kopyor Raya, ada pula di dekat Taman Jogging dan Food City. Cabang ke delapan bahkan tengah dibangun di Serpong.

Cabang-cabang tersebut dibuat untuk memecah pelanggan karena pengunjung cabang pusat sering kali membludak.

Pada hari kerja, pengunjung bahkan mendapat tambahan tamu dari para pekerja di perkantoran sekitar kedai.
Cabang pusat memang paling ramai karena Johny kerap melayani langsung pelanggan-pelanggannya di sana.
Pada Sabtu itu saja, pria asli Manado tersebut tak pernah beranjak dari balik meja tempat ia menyiapkan kopi hingga kedainya tutup.
“(Pusat paling ramai) karena orang cari figur. Belum dijadwalkan, tetapi saya ada rencana keliling.”

“Misal nanti di sini cuma sampai jam 10.00, pindah ke outlet satu lagi 1-2 jam, baru pindah lagi,” ujarnya.
Johny menceritakan, sebetulnya Hotman sudah sejak lama terbiasa sarapan di tempatnya.

Kopi Johny di Jalan Kopyor Raya itu sebetulnya tak hanya sendiri. Di tempat yang menyerupai pujasera itu berkumpul stan makanan, mulai dari nasi uduk, nasi ala warung Tegal, hingga nasi goreng.

“Sebenarnya tempat sarapan dia banyak, tetapi di sini tempat rutin dia. Tempat mungkin dia merasa nyaman, happy, dan orangnya tipikal bebas dan mau merakyat,” ujar Johny.

Saking seringnya Hotman nongkrong di Kopi Johny, ia bahkan memiliki semacam komunitas sendiri. Mereka ikut datang dan ngopi di sana saat ada Hotman.

Johny tak menyadari secara pasti kapan kedai kopinya mulai kian ramai dengan pengunjung yang datang karena “efek” Hotman.

Namun, tak bisa dibantah, titel yang disandang Hotman, mulai dari salah satu pengacara terbaik Indonesia, seorang flamboyan, figur media sosial, hingga pembawa acara televisi, membawa efek yang signifikan kedai itu
Omzet Kopi Johny pun terdongkrak hingga sekitar 30 persen.
“Dengan Pak Hotman saya berterima kasih karena dengan dia juga saya terekspos, omzet naik, langganan bertambah banyak, dikenal orang,” kata pria yang selalu tampil khas dengan pakaian putihnya.

Meski begitu, Johny menegaskan, Hotman selalu membayar pesanannya dan selalu menyampaikan bahwa Kopi Johny bukan miliknya.

Sebagai timbal balik, Johny memperlakukan Hotman sebagai tamu spesial, misalnya dengan menyediakan tempat parkir untuk mobil Hotman.
“Dia datang bayar dan terang-terangan bilang bahwa Kopi Johny bukan punya dia. Cuma mungkin di antara kami sudah ada chemistry,” katanya.
Enak

Tak hanya ramai publikasi, rasa kopi dari Kopi Johny pun disukai para penikmatnya.(Lucky Kembuan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *