Densus 88 Koordinasi PPATK Hendus Dana Transfer DPO Teroris JL

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri di Jalan Trunojoyo No. 3 Kebayoran Lama, Jakata Selatan.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Maraknya jaringan terorisme yang terus membenahi organisasinya dan DPOnya ditenggarai mukai transfer uang Rp 250 juta namun terlacak oleh Densus 88 dan membeberkan datanya ke PPATK. Pasalnya JL yang sudah berhasil diamankan diduga memiliki beberapa usaha  yag terakhir berhasil diringkus di Jawa Timur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri di Jalan Trunojoyo No.3 , Jakarta Selatan, Jumat(8/8)2019 mengatakan Densus 88 yang bekerjasama jauh-jauh hari dengan PPATK, kemarin kita sudah menyampaikan terkait kapan JAD kita tenggara satu pelaku yang menjadi DPO di wilayah akulasan itu mentranfer uang  dari luar negeri masuk ke dalam negeri kurang lebih nominal hampir Rp 250 Juta itu ketemu dan kemana-mana kan bisa terlacak oleh PPATK.” Dia menggunakan bank-bank di  Indonesia kemudian juga dari Densus sudah memberikan data kepada PPATK terkait masalah JI, kita sudah dapat informasi yang sudah diamankan yang bersangkutan memiliki beberapa usaha ada Amir, ada wakil dan ada berbahayanya,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan yang terahir ditangkap di Jawa Timur dia yang mengendalikan sistem ekonomi yang bersangkutan kelompok tersebut. “Dari beberapa perusahaan dan kebun-kebun yang atas masuk juga dan dia menarik ke masyarak0t dengan pola seperti lembaga-lembaga masyarakat untuk kepentingan masyarakat. Padal yang ada hal, dana tersebut bukan kepentingan masyarakat tapi digunakan oleh organisasi dan juga digunakan tidak menutup kemungkinan membeli beberapa bahan-bahan yang dirakit menjadi  bahan peledak.” tegasnya.

Ketika ditanyata  pantauan polisi sudah berapa banyak lembaga amal di Bodongkan, Dedi menjelaskan ada beberapa dan lagi dipisahkan oleh Densus mana yang masuk lembaga masyarakat jaringan JI , mana jaringan JAD, ini kan masih di pilah-pilah kalau sudah ada klasifikasi nanti kita sampaikan.”Kedepan langkah Polisi antisipasi pada lembaga di jadikan praduga tak bersalah, ya ketika sudah cukup kuat bukti bahwa secara individu atau kelompok mereka masuk dalam jaringan JI maupun jaringan JAD dan sudah sangat jelas mereka mau melakukan terorisme bisa kerjasama dengan PPATK Perbankan untuk melakukan pemblokiran terhadap dana-dana tersebut terhadap rekening tersebut dan melakukan penyitaan biar tidak dimanfaatkan oleh kelompok tersebut. Memang pemeriksaan terorisme dilakukan sendiri-sendiri harus bekerja sama dengan instansi terkait. Betul-betul ruang gerak mereka,” jelasnya .

Disinggung ada himbauan untuk masyarakat, Dedi menandaskan Kita juga nanti akan literatur dan agar masyarakat tidak asal percaya  dengan ajakan di media sosial . Ini pola sosialisasi dengan media sosial, nanti kalau sudah identifikasi dan organisasi akan disampaikan kepada masyarakat.
“Agar masyarakat jangan muda percaya, masyarakat harus betul-betul mampu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap semua perusahaan-perusahaan ke lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang meminta bantuan dan partisipasi masyarakat ikut serta misalnya dalam kegiatan kemanusian sangat rawan itu kan harus ada audit publik perusahaan tersebut agak rawan diselewengkan,” tandasnya.(Vecky Ngelo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *