Tim Gabungan Pencari Fata (TGPF) Sudah Menyerahkan Laporannya Kepada Kapolri Terkait Kasus Novel Baswedan

Tampak Tim Gabungan Pencari Fakta( TGPF) Nur Kholis, Hendardi, Hermawan Sulistyo, Ibu Pungky dari Kompolnas, didampingi Kadiv Humas Irjend Pol Muhammad Iqbal didampingi Karopermas Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo menyampaikan keterangan Pers setelah TGPF menyerahkan laporannya kepada Kapolri, Selasa(9/7)2019.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Gonjang ganjing  kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang terus dikritisi sejumlah kalangan  akhirnya terj awab  dengan dibentukan Tim Gabungan Pencari Fakta  yang bekerja xelama 6 bulan  sudah merampungkan  tugasnya membuat laporan dan sudah menyeahkan  laporannya kepada Kapolri.

Salah seorang Tim Gabungan Pencari Fakta, Nur Kholis ditemui di Mabes Polri di Jalan Trunojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa(9/7)2019 mengatakan hari ini kami dari tim pakar kasus penyiraman air keras kepada saudara Novel Baswedan, saya anggota tim pakar Nurkholis disebelah ada Pak Prof Amjula Rifai, beliau Ketua Ikatan Sarjana Hukum Indonesia, Prof Hermawan Sulistyo, Idal Gasing mantan Ketua Komnas HAM, Hendardi Setara Institut, Indrianto Seno Aji, Ibu Pungky Indrati . “Hari ini kami ingin menyampaikan tim sudah selesai melakukan tugas sesuai dengan SK Kapolri 6 bulan yang lalu  dan laporan sudah disusun laporan kurang lebih 170 halaman dengan laporan hampir 1500 halaman. Kami menggunakan pendekatan sentifiq investigation untuk membantu mengungkapkan kasus ini secara teknis karena kami banyak mengandalkan investigasi secara teknis tim ini dibantu oleh rekan dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Selanjutnya, Nur Kholis menegaskan laporan sudah kami sampaikan kepada Kapolri dan beliau akan mempelajari dalam waktu yang singkat dan hati ini progress yang kami sampaikan bahwa kami akan menyampaikan hasil lengkap pada minggu depan setelah diskusi hari ini. Kami tentu sangat menghargai masukan dari Pak Kapolri walaupun substansi tidak banyak berubah tetapi layaknya sebuah laporan tentu ada perbaikan disana sini.” Itulah yang dapat kami sampaikan telah dipelajari Pak Kapolri karena juga misalnya laporan belum lengkap apa yang kami sampaikan pasti kalau laporan sudah lengkap masih ada lampiran kita,terburu-buru nanti  Laporan dan sebagainy sedang kami sampaikan tim teknis sedang mempersiapkan Instan Allah tidak lebih 1 minggu itu sudah selesai,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Hendardi. mengatakan  bahwa tim ini dibentuk melalui surat keputusan Kapolri dan memang seperti pemberitaan awal ini ada 65 orang sebagian besar dari Polisi kenapa kami berangkat investigasi dari penyelidikan Polri sebelumnya. Semua unsur penyidik ada disitu. “Karena kami berangkat dari situ penyelidikan awal yang dilakukan polisi termasuk didalamnya namanya tim gabungan pencari fakta. Ya jadi ada juga dari KPK kendati bahwa mereka seluruhnya dapat hadir dalam pertemuan-pertemuan tapi berapa kali mereka hadir  ini secara formal diutus oleh Pimpinan KPK,” ujarny.
Seiirng dengan itu, Hendardi menegaskan  Ini memang tim gabungan Pencari Fakta dari KPK. Itulah penjelasan seperti di jelas kan ojeh Nur Kholis dan yang pertama konteks penyelidikan ini kami berangkat dari penyelidikan polisi awal. Itu modal kami.” Tidak mungkin kami menerawang dari mana-mana penyelelidikan dari Polda Metro Jaya ya pada saat itu,” tegznya.

Untuk itu, Hendardi menjelaskan Itu lah coba kami kembali termasuk dengan adalah kegiatan rekaulang TKP, kemudian dan ada penjelajaan saksi-saksi , alibi-alibi termasuk mengembangkan saksi-saksi dan itu kenapa kami ada di Ambon, kami ada di Malang, kenapa kami ke Bumen.” Yang jelas itu bukan pelesir dan itu urusan dalam rangka pengembangan dari saksi-saksi baru yang bisa meyakini kami alibi orang-orang yang diduga terlibat dalam kasus ini betul masuk dalam kasus ini memang benar alibi. Bagaimana hasilnya itu minggu depan akan kami sampaikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendardi merinci Kedua juga kami mencari tentu saja ini bukan perkara biasa pasti bukan pembunuhan biasa di pinggir jalan tetapi ini perkara yang melibatkan orang yang bisa kita kategori ada latar belalang politik tentu saja untuk itu kami berkepentingan mencari juga motif-motif di balik itu semua dan motif itu kami telusuri juga motif-motif apa saja yang mungkin kami temukan hari ini  dan itu pada pekan depan kamu sampaikan.” Pendek kata Pak Kapolri katakan wah ini ada progres yang baik dan ada kemajuan dari progres yang baik ada temuan-temuan bari  di dalam investigasi kami dan melanjutkan dalam laporan  ada temuan-temuan kami menyimpulkan ada memberikan rekomendasi kepada Pak Kapolri sebagai pemberi mandat kami,” rincinya.

Jadi, Hendari membeberkan nanti beliau akan mempelajari ap yang kami sampaikan itu dan kemudian pada pekan depan diatur kami akan melakukan konfrensi Pers bersama Divisi Humas Mabes Polri dan Polda Jaya bersama semua anggota tim.” Itu yang bisa saya jelaskan membuka investigasi baru perkenal atas seijin dari Bapak Kapolri pada minggu depan,” bebernya.

Ketika ditanya motif, Hendari menandasksn motifnya  akan kami sajikan , bukan orang dan motif tidak hanya satu. Jika itu motif ada beberapa..Novel itu memang dia orang KPK, ini kan bisa dilihat latar belakang politik itu kan dari awal di negara ini dilempar terus persoalan.” Ini untuk mengungkap dan sebagainya. Artinya kasus ini bisa dikatakan high profil,tandsanya.rikan waktu untuk pak Kapolri mempelajari laporan.itu , kalau Pak Nur Kholis katakan sedang kami perbaiki,” tandsanya. (Vecky Ngelo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *