Densus 88 Polri Ringkus 2 Pelaku Teroris Keterkaitan Bom Bunuh di Diri di Kartosuro Jawa Tengah

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas, Kombes Pol Asep Adi Saputra di dampingi AKBP Alfian dan AKP Muhtazam di Mabes Polri di Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin(10/6)2019 saat memperlihat foto 2 pelaku teroris.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Setelah adanya aksi bom bunuh diri pada 3 juni di Kartosuro ,Jawa Tengah, dari pengembangan pemeriksaan RA akhirya Densus 88 berhasii meringkus 2 pelaku teroris antara lain tersangka AA alias Umar(30) di Lampung  dan tersangka S teryata keduanya bagian dari bom bunuh diri. .

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas, Kombes  Pol Asep Adi Saputra ditemui di Mabes Polri, di Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Sekatan, Senin (10/6) 2019 mengatakan Densus 88 anti teror Mabes Polri telah melalukan penegakan hukum terhadap 2 tersangka pelaku aksi teror atau teroris.” pengembangan kasus ini adalah merupakan bagian  dari keberlanjutan penangan kasus upaya aksi bom bunuh diri pada tanggal 3 Juni di Kartosuro ,Jawa Tengah,” ujarnya.
Selanjutnya, Asep menegaskan jadi para penyidik setelah melakukan pengembangan terhadap tersangka RA yang semula dalam kondisi pengobatan dia tidak mengakui perbuatan-perbuatan secara terbuka “.Lalu kemudian dari hasil pemeriksaan yang intensif mendapat keterangan bahwa tersangka RA ini tidak melakukan sendiri oleh karenanya Densus 88 segera melakukan upaya pengembangan kasus ini dengan  disini dengan melakukan penangkapan terhadap dua pelaku aksi teror yang lainnya,” tegasnya.
Untuk itu, Asep menjelaskan penangkapan ini dilaksanakan pada hari minggu yang lalu pada 9 Juni 2019, pertama itu penangkapan dilaksanakan di daerah Lampung diamankan adalah tersangka AA alias Umar berumur 30 tahun..Kemudian sebelumnya juga ditangkap di daerah Sukoharjo , tersangka S umur 31 tahun.”Kedua tersangka dua ini merupakan bagian dari upaya pelaksanaan aksi bom bunuh diri di Kartosuro tersebut pada tanggal 3 Juni lalu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Asep merinci rekan sekalian, peran dari dua tersangka ini  yang pertama adalah dia mengetahui tentang rencana aksinya yang dilakukan oleh RA untuk melakukan aksi upaya bom bunuh diri didepan pos pantau Sukoharjo pada tanggal 3 Juni yang lalu.Selain itu kedua tersangka ini juga adalah merupakan bagian orang-orang yang turut secara bersama-sama merakit bom yang akan diledakan pada,tanggal 3 Juni 2019.” Secara keseluruhan Densus 88 telah berhasil ungkap kasus ini yang dimana awalnya kita menyimpulkan ini adalah  usaha lombok begitu tetapi setelah dilkukan pemeriksaan secara intensif dapat diungkap secara keseluruhan bahwa kasus ini terjadi karena ada kerjasama dari ke 3 tersangka tersebut,” rincinya..
Kemudian kaitan dengan jaringan berdasarkan pengembangan pemeriksaan yang ada ,mereka ini sama-sama simpatisan dari ISIS berbaiaat kepada Abu Bakar Albadai . Jadi saat ini seluruh tersangka masih dalam pemeriksaan intensif oleh rekan-rekan Densus 88.
Selanjutnya ini ada beberapa foto , yang dikanan saya adalah AA alias  Umar , yang kiri tersangka S.
Saat ini rekan-rekan Densus sedang pendalaman, yang jelas mereka ini sama bersimpati kepada ISIS dan berbaidaat kepada Abu Bakar  Albadai bersama-sama lalu masih dilami lebih lanjut dan tersangka baru ditangkap kemarin. Yang jelas 3 tersangka ini sama-sama berasal dari tempat yang sama,Sukohardjo itu. Kalau tersangka AA alias Umar kita tangkap di Lampung itu dalam rangka dia,melarikan diri dari tempat asalnya.
Ketika ditanya apakah  tersangka langsung berbakat langsung ke Suriah atau bagaimana, Asep mengungkapkan dia berbakat ini tidak secara langsung tetapi melalui media Sosial. Jadi dengan metode atau sarana itu sudah bagian dari mereka berbaiat.”Mereka sudah membagi perannya masing-masing eksekutornya dalam hal ini adalah saudara RA yang sudah kita amankan dalan kondisi yang sehat, sekarang yang dua bagian ini adalah pada peran yng mengawasi dan termasuk dia mempersiapkan,” ungkapnya .
Seiring denganmitu, Asep menandaskan ini masih pendalaman, namun juga ada informasi yang menyatakan dari awal semua masih berada ditempat.yang sama di Sukoharjo itu. ” ketahuan era ini ,lalu tersangka AA alias Umar melarikan diri ke daerah Lampung,” tandasnya..
Menyinggung 3 tersangka, Asep, Asep mengakui  Keterangan yang kita dapat , dia tidak berafiliasi pada jaringan teroris resmi yang ada di Indonesia langsung bersimpati kepada ISIS dengan membaaait diri kepada Abu Bakar Albaid.” Sementar keterkaitan jaringan di Indonesia masih terus kita dalami,” akunya.
Disoroti kalau Mereka tidak tersentuh jringan teroris, bagaiman mereka bisa tersentuh, Asep membeberkan metode pemapar disini kan.ada dua, pertama langsung dengan cara berbaiad dengan cara Amirnya atau pemimpinnya. Dengan digerakan dengan buku-buku. Baik panduan Jihad , berdasarkan hukum Jihad dan seterusnya  itu secara lngsung. “Yang kedua ini membaiadkan diri dengan mempelajari 3 hal itu mellui metode media sosial. RA mengatakan bahwa dia mempelajari rangkaian ini dengan bahan yang dibutuhkan semua melalu yutube yang yang dia pelajri. Kemudian ada melalui media sosial,” bebernya.
Jadi, Asep menambahkan Kita masih dalami mereka membagi peran mereka masing-masing sehingga RA yang ditunjuk menjadi eksekutornya. “Apakah mereka mantan komantab, Mereka masih kita periksa, untuk mengetahui latar belakngnya,” tambahnya. (Vecky Ngelo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *