Densus 88 Ringkus YM Kader JAD Bekasi Lulusan SMA 2018 Kemampuan Merakit Bom

Ilustrasi Densus 88

Jurnal123.com – Tertangkap pelaku terduga terorism  YM(18) luluasan SMA tahun 2018 meupakan kader dari EY memiliki kemapuan merakit bom yang di rekrut EY bergabung dalam JAD Bekasi dan memiliki pendidikan bagus .

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas, Brigjend   Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri Jalan Tronojoyo No.3 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,Jumat(10/5)2019  mengatakan kemarin ada dua tersangka, yang kedua tersangka memiliki  perannya,YM itu sebagai pengikut , itu anak muda(18) tahun llusan SMA tahun 2018.” Bergabung di JAD Bekasi,  YM termasuk baru, baru 1 tahun dan dia di kader oleh EY baru dan dia punya Wawasan dahulu,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan  dia punya Idealisme . Kemudian dia dikader untuk merakit bom. “Dia melihat dan memiliki pendidikan bagus kedepan anak ini bisa diandalkan itu prespektifnya anak ini. Kenapa YM ini di rekrut sama EY. “Kemampuan merakit Suitsing yang remort kontrol ,secara teknis ahli bom yang bisa menjelaskan itu, yang bisa merakit itu EY” tegasnya.

Ketika ditahya berarti EY dan YM ya Pak, Dedi menjelaskan YM hanya merakit bom nya dan dia baru di ajaran tapi belum betul-betul anteng untuk menggunakan isi sebagai Stuising bom tersebut. Bahannya, Ini High Ekssposif , kalau di Sibolga itu 300 kg itu daya ledak tingkat gatalnya kurang lebih radius 5 k,Dedm itu memberikan tingkat gatalnya, kemudian 100 Km dan 200 km. Dia tidak memiliki daya penghancur. “Artinya merusak saja itu 300 meter . Kalau ini kecil saja daya ledaknya mendekati bom eksposif . Kecil tetapi punya dekakan yang memilki fasilitas terhadap korban yang ada di sekitaran juga cukup tinggi. Radius mematikan 100 meter dan radius merusak 100 meter,” jelasnya.

Disingung , selama 1 tahun di kader apakah tidak curiga Menyoortsama sekali,Dedi mengungkapkan  orang tuanya pada saat dia ditangkap dan penggeledahan di tempat koq juga  dalam kondisi orang tua menjelaskan YM ini putra saya memiliki kemampuan bela diri dan prestasi olah raga cukup baik.” Cuma orang tua tidak bisa mengontrol 24 jam apa yang dilakukan karena diluar. Orang tua tahu YM berangkat keluar selain latihan bela diri juga sosialisasi dengan teman-temannya sejauh dari itu tidak menyangka. Dia tercecer dia atlit dan dia selalu mebawa baju beladiri untuk latihan. Cuman setelah bela diri kegiatan-kegiatan tidak terkontrol,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada perubahan prilaku YM setelah terpapar paham radikal,Dedi membeberkan tidak  ditemukan prilaku yang signifikan, cuma tradisi agama dia lebih kuat. Perubahan prilaku hari-hari hampir sama seperti biasa. Ada beberapa orang yang dikejar dan berbahaya, berapa jumlahnya dan apa bahayanya mereka membawa sesuatu. “Selain dia memberikan kemampuan merakit, ada bahan-bahan maka di dalami. Kelompok dia belasan. Masih dikejar oleh Sensus 88,” bebernya.

Seiring  dengan pengejaran itu, Dedi mengakui masih di sekitar Bekasi, Jawa Barat dan sekitarnya. Kelompok ini.memiliki insting dan naluri yang cukup kuat dan ketika dia melihat berita tv maka nalurinya kuat . “Naluri ini bukan naluri lari tapi naluri thevent yakin kalau dia ditangkap tampil dan menyiapkan diri. Sama waktu penangkapan di Sibolga yang membuat anggota menjadi korban. Ketika Lampung di tangkap Sibolga menyiapkan diri dia bom dan ini tidak pernah terjadi ranjau. Ketika aparat masuk ranjau di ledakan dan anggota jadi korban. Itu yang kita waspadai sama-sama,” akunya.

Menyorot JAD Bekasi,apakah ada penelusuran di luar Bekasi, Dedi menandaskan jadi harus dibedakan kalau JAD Bekasi adalah kelompok terorisme yang  . Artinya pola pembinaan dengan menggunakan media sosial kontak fisik. “SL jaringan JAD yang tidak terstruktur kontaknya tidak perlu secara fisik tapi kontaknya di Media Sosial,” tandasnya..

Jadi,Dedi menambahkan dari kontak tersebut dia terpapar dan dia membi’at dirinya bergabung pada ISIS maka dia dipersilakan untuk melakukan pola-pola serangan seperti yang kita tangkap di Riau, Kalimantan Barat.” Itu dia sifatnya loud book mempersiapkan anak panah, dia merakit bom tapi bomnya belum tentunya berhasil. Dia menggunakan senjata tajam lainnya yang penting , loun book itu langsung ke Polisi. Melukai dan merebut senjatanya seperti itu,” tambahnya. (Vecky Ngelo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *