Polisi Memburu Pelaku Hoax Server KPU Disetting

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri,Jalan Tronojoyo No.3, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan,Kamis(11/4)2019.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Tim Direktorat Cyber crime Bareskrim mengetahui jelas  pemilik akunt Instagram paptut dicurigai sebagai Kreator dan baser, kemudian juga untuk seseorang yang berbicara verbal yang menyampaikan isu tentang server KPU sudah disetting dan berada di  memenangkan salah satu pasangan calon  memengidentitas inisial WN. Keduanya sudah diketahui keberadaannya tunggu waktu untuk ditangkap.

Polisi masih memburu pria dalam video yang menyampaikan hoax ‘Server KPU Di-setting Menangkan Jokowi’ di kediaman mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman. Polisi mengatakan telah memeriksa beberapa saksi yang berada di lokasi saat pengambilan video, tapi para saksi mengaku lupa pada peristiwanya.

“Yang sebagai pembicara, secara verbal, perlu pendalaman. Beberapa saksi yang berada dalam lokasi, semuanya bilang lupa, lupa, lupa,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).

Dedi menuturkan polisi telah mengetahui identitas pria yang menyampaikan hoax tersebut dalam video viral. Dedi optimistis pria tersebut akan segera tertangkap.

Untuk diketahui, penyidik telah memasukkan dua nama dalam daftar pencarian orang. Pertama, seseorang berinisial WN, yang berperan sebagai buzzer; dan kedua, pria yang menyampaikan hoax dalam video.

“Jadi tinggal menunggu waktu saja kedua DPO tersebut kreator, buzzer yang memiliki akun Instagram, dan orang yang menyampaikan video secara verbal tersebut akan ditangkap,” tegas Dedi.

“Meskipun jejaring HP-nya sudah off semua, tapi tetap kami dikejar. Kenapa? Karena identitasnya sudah berhasil diketahui,” sambung Dedi.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menangkap dua tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah EW dan RD. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda, yaitu Jakarta Timur dan Bandar Lampung.

Polisi menyebut mereka berperan sebagai buzzer atau yang memviralkan video hoax tersebut. Video hoax sendiri diambil saat kegiatan paparan oleh tim relawan Prabowo-Sandiaga Uno di kediaman mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman, Ciracas, Kota Serang, Banten.

“Iya, itu kan ada tim dari pusat, saya kan punya ruang briefing. Memang benar di tempat saya di Ciracas, di ruang briefing,” kata Taufik Nuriman saat dihubungi melalui sambungan telepon di Serang, Banten, Jumat (5/4).

Dia sendiri mengaku tidak mengundang mereka. Saat itu ada seorang konsultan soal server KPU, tapi ia lupa nama konsultan yang memaparkan hal tersebut. Taufik juga mengaku lupa kapan pertemuan itu dilakukan.

Yang jelas, katanya, ada sekitar 30 orang tim sukses Prabowo-Sandi di ruangan itu. Namun, menurutnya, tak ada satu pun yang berstatus anggota partai politik.(Vecky Ngelo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *