Penanganan Kasus Penganiayaan A Di Pontianak Terus Dilakukan Untuk Diproses Ke Kejaksaan


Jurnal 123.com – Proses penganan kasus penganiayaan atas nama Inisial A di Pontianak ,Kalimantan Barat terus berproses diuapayakan selesai penyelesaiannya dan segera di limpahkan ke Jaksa Penuntut Umum. Pemeriksaan tetap berpijak dari Visum, dokter, para saksi dan para terangka. Kelanjutanya korban tergantung kesehatan dan kondisi psilogi korban.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri., Jalan Tronojoyo No.3 ,Kebayoran Baru,Jakara Selatan,Kamis (11/4)2019 mengatakan untuk abdte penanganan korban penganiayaan atas nama saudari A dari hasil konfirmasi terakhir dengan Kapolresta Pontianak berkas perkara sedang diupayakan. ” . Penyelesainya dan untuk pelimpahannya ke JPU direncanakan apa bila selesai dan besok diuapayakan sesegera mungkin ,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan berkas perkara di limpahkan JPU Pontianak,.berkas.dikebut hari ini selesai. Pemeriksaan para saksi juga selesai visum dokter sebagai pelengkap sudah ada, pemeriksaan para tersangka sudah selesai. “Tinggal hari ini masih memastikan. Atau pemeriksaan itu pemeriksaan korban tentu sangat tergantung pada kesehatan dan kondisi psikologi korban. Ya kalau korban kondisi kesehatan dan kondisi psikologisnya tidak bisa di minta keterangan hari ini maka berkas diupayakan selesai hari ini,” tegasnya..

Hasil visum berbeda dengan griya pertama kali di media sosial, Dedi menjelaskan kita sudah mendapatkan informasi yang kita dapat Kabid Humas Polda Kalbar .Memang ada rencana pemeriksaan komisi anak yang bersangkutan Kalimantan Barat akan melaporkan pemilik akunt twitter tersebut yang membuat narasi-narasi yang jauh dari fakta yang sebenarnya sehingga terbentuk opini masyarakat yang miss opini. “Iini. berbahaya nanti dari pihak komisi perlindungan anak komunikasi dahulu dengan Direktorat Pidana Khusus Polda Kalbar terkait masalah akunt yang menyebutkan dan menyebarkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi sebenarnya,” jelasnya.

Tapi bisa dipastikan engga pak test visum yang dilakukan berapa hari setelah kejadian, Dedi merinci kalau itu yang bisa menjawab dokter yang bisa menjawab.Ya kembali lagi fakta kita tidak boleh ini dan hasil visum sudah disampaikan kemarin.” Secara umum hasil visum luka memar,tidak ada luka-luka membahayakan dari seluruh organ tubuhnya dan semua sudah dilakukan di scand,ronsen dalam keadaan normal ini hasil visum yang disampaikan secara normal, teknis dan rincinya tentang istikah-istilah medis dan dokter yang menyampaikan,” rincinya..

Disinggung Itu kemudian dicocokkan dari keterangan tersangka dan saksi yang lain, Dedi menandaskan Ya kalau dari keterangan silakan saja dan yang tidak bisa diperdebatkan visum. Visum adalah suatu alat bukti yang diberikan oleh ahli sesuai dengan kopetensinya. “Ya kalau keterangan-keterangan itu bisa berubah kalau visum itu bukti otentik ya boleh dikatakan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil visum disampaikan seperti itu,” tandasnya. .

Jadi di himbau di media sosial,Dedi mengungkapkan Kita selalu sampaikan kepada rekan-rekan trak terlebih dahulu mempercayai setiap informasi yang ada di media sosial siapa yang menginformasi sumbernya harus jelas. Pemberian informadi harus kredibel dan sumbernya harus bisa dikonfirmasi , di klarifikasi dan verifi kasi “.Tambah lagi kalau menyangkut hal-hal spesifik ya selain dia kredibel sumbernya harus sumber yang memiliki kopetensi. Kalau sumber tidak punya kopetensi dia menafsirkan dia sendiri membuat opini dia sendiri yang dia buat narasi-narasi otomatis dia kirim ke media sosial semua akan mudah terpercahaya. Pada hal narasi di dalam nya tidak akan memastikan. Maka harus berhati-hati yang mengunakan secara mendalam,” ungkapnya..

Lebih lanjut, Dedi menambahkan Kalau semua dibedah kita ini,semua masyarakat kita terjadi magis . Mereka masih bumerang -bumerang. Sekali rekan-rekan pos penyelidikan beli. Penyidikan dari Polres Pontianak didasari berdasarkan fakta anak. “Yang jelas akan dituntaskan hari ini besok apa bila sudah selesai semua akan diserahkan pada JPU ini menandkan penyidik melaksanakan kerja secara profesional tanpa ada tekanan yang sesuai dengan timeline yang mereka tetapkan. Ya,” tambahnya. (Vecky Ngelo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *