Gempa Berpotensi Tsunami Skala 6,9 Magnitudo Mengguncang Sulawesi Tengah

Jurnal123.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini tsunami terkait gempa di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Peringatan dini tsunami yang diberikan BMKG untuk gempa di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah ini terjadi pada Jumat (12/4/2019), pukul 18.40 WIB.

BMKG mencatat gempa yang terjadi di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah ini berkekuatan Magnitudo 6,9.

Gempa yang dirilis oleh BMKG ini berpusat di laut Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa tersebut berada di 85 kilometer barat daya Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Daerah yang berpotensi terkena peringatan dini tsunami berada di daerah Morowali, Sulawesi Tengah.

Status peringatan yang dirilis oleh Inatews.bmkg.go.id untuk peringatan dini tsunami di Morowali, Sulawesi Tengah adalah Waspada.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan lanjutan terkait gempa tersebut.

Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG:

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sementara pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat.

Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan menjadi gelap.

Benda-benda terlempar ke udara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *