Satgas Tinombala Berhasil Tembak 1 Anggota DPO Ali Lakora dan 1 Ditangkap Hidup

Asisten Operasi Polri, Irjend Pol Rudy Sufahriadi di temui di Mabes Polri,Jakarta Selatan (4/3)2019 mengatakan Satgas Tinombala Berhasil Tembak 1 Anggota DPO Ali Lakora dan 1 Ditangkap Hidup-hidup.( Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Aksi Satgas Tinombala melakukan kontak tembak dimana keompok 5 orang berhasil menembak dari kelompok yang masuk daftar pencarian orang(DPO)  Ali Kalora 1 orang  tertembak dan 1 orang lagi berhasil ditangkap.

Kepala Asisten Operasi Polri,Irjend Pol Rudy Sufahriadi di temui di Mabes Polri,Jakarta Selatan (4/3)2019 mengatakan  Benar pada kemarin 17.15 Satuan Tugas Tinombala di Poso telah melakukan kontak tembak dimana satu kelompok berjumlah 5 orang dalam kejadian kontak tembak tersebut tertembak 1 orang DPO Baasir alias Sarodji termasuk DPO yang lama di bawa 3 orang yang belum tertangkap setelah saya Kapolda dari tahun 2012 itu.” Kita jaring sampai dengan hari ini tertangkap dan tertembak Baasir alias Sarodji diduga berasal dari Bima dan menurut teman-temannya asal dari Bima. Setelah di cek kembali ulang meninggal dunia dengan barang bukti sepucuk senjata M 15 tertangkap hidup atas nama Aditya asal dari maluku,”ujarnya.

Selanjutnya, Rudy menegaskan ini daftar DPOnya ,ini yang meninggal dunia . Ini yang tertangkap Aditya ,ini foto terakhirnya ,ini M 16. “Baik dari rekan-rekan sekalian susah lama kita mendapatkan mereka yang telah berhasil dan memberikan apresiasi bagi rekan-rekan di Tinombala di Poso. Tertembaknya di desa Kadopi, Pelosok Pesisir Selatan di atas di gunung dibawah gunung Biru,” tegasnya.
Untuk itu,Rudy menjelaskan yang meninggal ini adalah kelompok 6 orang dengan Ali Kalora ini kelompok lama. “Ali Kalora sampai saat ini belum tertangkap tetapi masih dalam kelompok ini,”jelasnya.

Lebih lanjut,Rudy merinci Kalau Ali Kalora itu  masih menjadi kelompok ini namun gerakan mereka sudah lama di hutan itu nah kita selalu mengejar yang agak dipinggir- dipinggir, masyarakat itu disana mungkin lebih takut kepada mereka dari pada memberikan informasi kepada kita.” Jadi ini yang sedang kita bina kepada masyarakat memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kita akan lindungi masyarakat disana,” rincinya.

Sesuai perkembangan, Rudy mengungkapkan sampai saat ini tidak,situasinya masih terkendali ternyata masih kita tangkap.”Saya sampaikan dari Polda itu 3 SKk setingkat Kompid dari Mabes Polri itu satu satuan setingkat kompi, dari TNI dua satuan setingkat Kompi,” ungkapnya.

Seiring dengan itu, Rudy mengakui Sampai hari ini sedang dilakukan pemeriksaan karena saya pernah memimpin operasi disana dam selalu berpindah-pindah . Dia selalu berasa di Poso pesisir  utara dan Poso pesisir selatan itu saja di dua dan tidak pindah kemana-mana bahkan sekarang ke daerah Sausu Motong. “Dari gunung inilah lokasi mereka,kalau disini di tutup dia pindah ke kiri pesisir utara dan kemudian ada dipesisir selatan. Jadi kemungkinan terbagi dua kelompok tapi masih terlihat saling beribadah. Ini sedang dilakukan pengejaran,jadi ada tiga tempat itu .kalau dahulu ada 4 tempat yang besar sekarang menjadi 3 kolam yang tidak kemana-mana disitu aja. Tapi cukup luas tempatnya. Ya di pesisir utara,pesisir selatan dan Poso.Nanti kita sampaikan dan masih di dalami,”akunya.

Jadi, Rudy membeberkan Kita sudah memperkuat dilakukan  operasi di Tinombala adalah tujuannya kita meminimalisir terhadap pemilihan presiden dan sudah koordinasi sama densus 88 akan meminimalisir ancaman itu.

“Kekuatan mereka saat ini  hanya tinggal ini dan senjatanya M 16 sisa 2, senjata pendek revolver . Kemarin orangnya di lembah ada 6 tapi senjatanya tidak tambah,” bebernya.
Ketika ditanya apa kendalanya, Rudy menambahkan begini karena mereka di kebun dan Polisinya itu kan semuanya ada di kebun kita tidak bisa jaga masyarakat ,jadi masyarakat juga ragu-ragu dan sudah memberikan contoh masyarakat di datangi aparat saja waktu itu pada tahun 2016 oleh aparat dan tidak memberikan informasi apa-apa itu saja diancam bahkan turun dari gunungnya apa lagi memberikan informasi.” Akhirnya kita akan bekerja menggunakan teknologi jejak-jejak yang ada dan ternyata bisa dari semua,” tambahnya.( Vecky Ngelo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *