Akibat Banjir Puluhan Hektare Sawah di Sarolangun Gagal Panen

Jurnal123.com – Sekitar 30 hektar tanaman padi di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi gagal panen akibat terendam banjir. Kerugian petani akibat kegagalan panen padi itu mencapai ratusan juta rupiah. Gagal panen padi tersebut juga membuat sebagian petani di daerah itu terancam krisis pangan dan ekonomi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, Trianto di Sarolangun, Senin (4/3/2019) menjelaskan, tanaman padi petani Sarolangun yang gagal panen tersebut disebabkan banjir bandang pekan lalu. Petani tidak dapat menyelamatkan tanaman padi mereka yang siap panen karena banjir bandang terjadi dengan tiba-tiba. Banjir bandang membuat tanaman padi petani tertimbun lumpur dan tidak bisa dipanen lagi.

“Para petani yang mengalami gagal panen tersebut nanti akan diusulkan agar mendapat bantuan benih padi, pupuk dan biaya pengolahan lahan. Untuk saat para petani masih mendapatkan bantuan kebutuhan pokok,”katanya.

Dijelaskan, banjir di Sarolangun selama sepekan terakhir melanda puluhan desa di enam kecamatan. Banjir di sebagian kecamatan sudah mulai surut. Namun banjir di Kecamatan Pauh dan Mandiangin yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Batanghari masih tinggi.

Menurut Trianto, banjir yang melanda enam kecamatan di Sarolangun sepekan terakhir menyebabkan sekitar 1.430 kepala keluarga (KK) terpapar banjir. Banjir menyebabkan seluruh aktivitas warga lumpuh, baik aktivitas pertanian dan sekolah.

“Banjir juga menyebabkan sekitar 250 ha sawah dan kebun terendam banjir. Sekitar 30 ha padi sawah yang dilanda banjir puso. Kemudian puluhan hektare tanaman pangan lain juga rusak,”katanya.

Dikatakan, BPBD Kabupaten Sarolangun masih memberlakukan status siaga banjir di enam kecamatan yang dilanda di daerah itu menyusul masih tingginya luapan sungai dan curah hujan.
“Kami juga masih menyiagakan Tim Rreaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sarolangun untuk memantau kondisi banjir dan luapan sungai, khususnya di beberapa desa yang hingga saat ini masih terendam banjir,”katanya.
Sementara itu, Camat Sarolangun, Huzairin mengatakan, pihaknya juga masih meningkatkan kewaspadaan banjir. Pantauan banjir tetap dilakukan, khususnya di Desa Ladangpanjang yang dilanda banjir pekan lalu.

“Pemantauan banjir dilakukan mencegah adanya korban akibat banjir yang berpotensi tiba-tiba terjadi lagi. Kami menugaskan beberapa orang anggota Taruna Siaga Sarolangun turut memantau kondisi banjir,” katanya.(BES)

Sumber : Berita Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *