Terkait Pelemparan Bom Molotov di Rumah Pimpinan KPK Polisi Periksa 12 Saksi

Kepala Biro Penerangan Masyakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di temui di Mabes Polri, Kamis(10/1/2019).( Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Terkait kasus pelemparan bom molotov dirumah Wakil Ketua   KPK Laode Muhammad Syarif di Jalan Kalibata Selatan Nomor 42, Jakarta Selatan. Kini polisi periksa 12 saksi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo   di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/1)2019 ,mengatakan, penyidik telah memeriksa 12 saksi terkait kasus pelemparan bom molotov di Rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Jalan Kalibata Selatan Nomor 42, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019). ” Dari 12 saksi, dua diantaranya diperiksa di Polda Metro Jaya. Sementara, 10 saksi diperiksa di tempat perkara (TKP),” ujarnya. 

Selanjutnya, Dedi menegaskan di Laode sudah ada 12 saksi yang dimintai keterangan”. Ada 2 saksi yang dimintai keterangan di Polda Metro Jaya, 10 saksi dimintai keterangan di lokasi yang mengetahui kejadian tersebut,” tegasnya.

Untuk itu,  Dedi menjelaskan, dari sebagian saksi yang telah dimintai keterangan menyimpulkan tidak secara spesifik melihat kejadian pelemparan yang diduga bom molotov. “Hanya melihat sedikit percikan api, kemudian suara seperti botol dilempar pecah,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Dedi mengakui terkait benda mencurigakan di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo, polisi melakukan analisa dan menyisir rekaman CCTV yang terpasang di dekat area rumah yang berlokasi di Perumahan Graha Indah, Blok A9/15 RT 004/014, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Saat ini, penyidik masih mendalami empat CCTV. “Saat ini didalami empat CCTV di sepanjang jalur menuju kediaman Beliau. Tim akan berusaha maksimal dalam rangka mengungkap untuk kasus tersebut,” akunya.

Seiring dengan itu, Dedi mengungkapkan dari hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, benda mencurigakan di dalam tas yang digantung di pagar kediaman Agus Rahardjo dipastikan bukan bom. “Kalau di Bekasi (Rumah Agus Rahardjo), dari hasil Labfor adalah fake bomb yang semula dicurigai di dalam tas berisi pipa paralon, sekring, kabel, paku, dan serbuk putih yang dicurigai sebagai serbuk bahan peledak. Ternyata setelah dilakukan uji labfor adalah senyawa semen putih,” ungkapnya. 

Sementara itu, Dedi membeberkan Ketua KPK Agus Rahardjo belum dimintai keterangan lantaran kesibukannya. “Pak Agus belum (diminta keterangan). Masih banyak kegiatan Beliau. “Kami tidak melayangkan surat panggilan, tapi dari Beliau sendiri apabila nanti ingin memberikan keterangan pada tim, di mana saja tim akan pro aktif mendatangi Pak Agus,” bebernya.

Dari data dihimpun, dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu Agus Rahardjo dan Laode M Syarif mendapatkan teror bom pada hari yang sama, Rabu (9/1/2019). Rumah Ketua KPK Agus yang berada di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Kota Bekasi mendapat teror berupa benda mirip bom paralon yang disangkutkan ke pagar rumah pada pukul 05.30 WIB. Sedangkan rumah Wakil Ketua KPK Laode yang berada di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan dilempar dua bom molotov pada Rabu dini hari. (Vecky Ngelo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *