Polri Kantongi Identitas 6 Napi di duga Otak Kericuhan di Lapas Banda Aceh

Karo Permas Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo mengatakan meringkus 6 Napi diduga Provokator lari 113 Napi di Aceh. (Vecky Ngelo


Jurnal123.com – Aksi kabur yang dilakukan oleh 113 narapida dari Lapas kelas II Lambaro, Aceh Besar, Banda Aceh diduga kuat ada provkatornya. Kalo ini Polri sudah mengantongi identitas 6 narapidana yang diduga menjadi provokator.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ketika ditemui di Mabes Polri,Minggu (2/12)2018 mengatakan kini Polri menagntongi identitas 6 narapidana yang diduga kuat adalah profokatornya.”Keenam napi yang memicu kerususuhan dan kaburnya napi lainnya, masing-masing 4 orang napi kasus narkoba dan 2 orang kasus pembunuhan,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan, Polda Aceh yang dipimpin Kapolda Irjen (Pol.) Rio S. Djambak telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan pengejaran, penangkapan serta tindakan tegas kepada sisa napi yang masih kabur.
“Satu dari 6 napi yang diduga sebagai otak pelaku kerusuhan dan pembobolan berhasil diamankan pada Jumat (30/11/2018) sekitar pukul 21.00 WIB.Sudah berhasil diamankan kembali oleh tim gabungan dan sedang menjalani proses pemeriksaan secara intensif,” tegasnya.
.
Lebih jauh, Dedi menjelaskan hingga hari ini sampai pukul 06.00 WIB, napi yang sudah berhasil diamankan sebanyak 36 orang napi sudah diamankan. “Sedangkan 77 orang napi masih dalam pengejaran tim gabungan Polda dan Polresta Aceh,” jelasnya.

Dari data yang diperoleh, Dedi merinci sebelumnya, sebanyak 113 narapidana di Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas IIA Banda Aceh melarikan diri pada Kamis (29/11/2018) malam.”Saat kejadian, petugas piket berjumlah sebanyak 10 orang, dengan rincian tiga orang piket senior dan tujuh orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS),” rincinya.

Sementara itu,Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ade Kusmanto mengatakan , kejadian ini berawal saat beberapa penghuni lapas meminta melaksanakan shalat Magrib berjamaah.”Waktu beribadah tersebut dimanfaatkan oleh beberapa orang narapidana untuk memprovokasi narapidana lainnya untuk melarikan diri di Lapas Kelas II A Banda Aceh,” ujar

Untuk itu, Ade menegaskan Awalnya, mereka ingin membobol kawat yang terpasang di depan klinik lapas. Setelah itu, mereka berlari menuju akses Pengaman Pintu Utama (P2U), yang saat itu dikunci.”Oleh sebab itu, mereka bergerak menuju ruang kerja dan ruang aula. Lalu, para napi tersebut berhasil kabur dengan merusak terali besi pada jendela kedua ruangan yang menghadap ke luar lapas,” tegasnya.

Seiring dengan Ade menjelaskan para napi menggunakan barbel dan benda tumpul lainnya untuk membobol terali besi pada jendela tersebut.” Itu yang diketahui lihat tetap di cari keberadaanya, “jelasnya.(Vecky Ngelo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *