Atasi Pembantaian 19 Pekerja dan 1 Anggota TNI di Nduga Papua, Polri Minta Masyarakat tak Cemas

Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjend Pol Muhammad Iqbal mengatakan terkait 20 orang tewas 19 Pekerja dan 1 anggota TNI yang tewas di Papua. Masyarakat jangan cemas Polri dan TNI terus mengejar.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Aksi pembantaian terhadap 19 orang pekerja karyawan PT Istaka yang sedang melaksanakan tugas pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Kabupaten Nduga dan 1 anggota TNI tewas ditembak, Jadi total 20 orang. Diharapkan masyarakat jangan cemas.

Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Muhammad Iqbal ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan Rabu (5/12/2018) mengatakan saya meminta masyarakat Papua tidak cemas pascakejadian pembantaian 19 orang pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Kabupaten Nduga dan 1 anggota TNI. Situasi di provinsi Papua saat relatif aman dan kondusif.

“Hanya di titik distrik Yigi kabupaten Nduga (rawan), masyarakat kami minta tenang tidak perlu cemas.Percayakan kepada TNI dan Polri untuk melakukan langkah-langkah hukum,” ujarnya.
Selanjutnya, Iqbal menegaskan saya sendiri menyayangkan peristiwa tersebut yang menimpa para pekerja proyek yang bertujuan untuk membangun Papua.

“Saudara-saudara (korban) kita adalah pekerja proyek infrastruktur yang ingin membangun Papua. Menyambungkan konektifitas dari wilayah A ke wilayah B, kabupaten Nduga ke kabupaten lain untuk kepentingan publik,” tegasnya.
Diinformasikan, 1 mobil Strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Senin (3/12/2018), personel gabungan Polri dan TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya, AKP. R.L. Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga.
Akan tetapi, saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan satu unit mobil dari Distrik Mbua dan menyampaikan kepada tim gabungan TNI dan Polri adanya pemblokiran jalan oleh KKB.( Vecky Ngelo).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *