Ponsel Layar Lipat Pertama di Dunia Diluncurkan

Ponsel Layar Lipat Pertama Di Dunia Diluncurkan Royole Corporation (Foto Royole Corp)

Jurnal123.com – Ponsel layar lipat pertama di dunia diluncurkan sebuah produsen kurang dikenal bernama Royole Corporation, mendahului Samsung dan Huawei

Royole yang berbasis di Shenzen, China, meluncurkan ponsel layar lipat tersebut yang mereka namakan FlexPai. Karena bisa dilipat dan direntangkan, ponsel ini dapat pula menjadi tablet.

Ketika direntangkan, FlexPai punya layar seluas 7,8 inch resolusi 1.920 x 1.440 pixel. Saat dilipat, ia terdiri dari 3 layar lebih kecil, yaitu di bagian depan, belakang, dan di sisinya.

Dikutip dari PCMag, ponsel Android ini diklaim dapat dilipat sampai 200 ribu kali tanpa masalah. Namun saat dilipat, gadget ini tak sepenuhnya datar sehingga mungkin agak sulit dimasukkan ke saku.

Ponsel ini cukup mahal, dijual mulai USD 1.290 sampai USD 1.863, tergantung kapasitas memorinya. Royole menyatakan akan ada 3 babak flash sale FlexPai di China pada 1 November ini.

Peluncuran ponsel layar lipat oleh Royole ini tentu mengejutkan beberapa pihak. Pasalnya, Samsung dan Huawei adalah dua brand yang diperkirakan akan memperkenalkannya pertama kali.

Samsung kabarnya sudah di tahap akhir dalam memproduksi ponsel layar lipat. Kemungkinan vendor asal Korea Selatan ini bakal merilisnya tahun depan.

Pria Senilai Rp 31 Triliun di Balik Ponsel Lipat Pertama di Dunia

Sebuah startup asal China bernama Royole Corporation menggebrak industri teknologi dengan meluncurkan ponsel lipatpertama di dunia bernama FlexPai. Ia berhasil mengalahkan nama-nama tenar seperti Samsung dan Huawei yang sudah terang-terangan tengah menggarap perangkat sejenis.

Inovasi itu sendiri lahir dari hasil pemikiran salah satu pendirinya yang bernama Bill Liu. Ide tersebut muncul di kepalanya ketika ia masih menekuni studi di Stanford University pada jurusan teknik elektro.

Bill Liu Memamerkan Karya Teknologinya (Foto Royole Corp)

Awalnya, Liu fokus pada sebuah layar fleksibel yang bisa digulung hingga berbentuk seperti pulpen dan bisa dimasukkan ke kantong. Dari situ, ia bersama dua temannya, yaitu Peng Wei dan Xiaojun Yu, yang juga kuliah di Stanford University, mendirikan Royole.

Liu melihat peluang untuk mengubah salah satu hal fundamental dari interaksi antara manusia dengan tampilan muka mesin. Solusinya adalah menawarkan solusi terhadap konflik antara pengalaman dalam melihat konten visual dengan kemudahan dalam membawanya ke mana-mana.

“Orang-orang sangat ingin untuk melihat layar besar yang bagus dan memiliki reolusi tinggi, sehingga membuat televisi dan teater terus tumbuh besar,” ucapnya, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Kamis (1/11/2018).

“Tapi masalahnya ada pada kemampuannya untuk di bawa ke mana-mana. Jika kami bisa membuat sesuatu yang menggabungkan keduanya dalam satu perangat, itu akan sangat luar biasa,” ujarnya menambahkan.

Mereka pun sukses memperlihatkan layar ponsel fleksibel tertipis di dunia pada 2014 lalu. Keberhasilannya itu hanya selang dua tahun setelah Royole lahir pada 2012.

Kini, setelah berumur enam tahun, startup tersebut sudah bernilai USD 5 miliar dalam pendanaan seri-E terkininya. Untuk sumber daya manusianya, Royole memiliki 2.000 karyawan.

Per Agustus 2018, Liu yang menjabat sebagai CEO memiliki sekitar 42% dari saham Royole, lebih besar dari dua co-founder lain. Hal tersebut membuatnya memiliki kekayaan sekitar USD 2,1 miliar, atau lebih dari Rp 31 triliun.

Soal sosok inspirasi, ia menyebut pendiri Huawei Technologies, Ren Zhengfei, sebagai salah satunya. Selain itu, sosok-sosok besar dari Silicon Valley juga dikaguminya, salah satunya adalah Steve Jobs.

“Steve Jobs adalah pengusaha yang luar biasa. Tapi saya tidak ingin untuk menjadi salah satu dari mereka. Semua orang berbeda. Yang penting adalah mencontoh semangat dari orang-orang hebat,” katanya.(DEN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *