Kapolri Resmikan Gedung Anton Sudjarwo di RS Polri Kramat Jati

Kapolri ,Jenderal Pol Tito Karnavian didampingi Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek saat melihat market Pembangunan ruangan Perawatan Rumah Sakit Kramat Jati, Kamis(28/12/2017) didamping Kepala Rumkit, Brigjend Pol dr  Didi Agus Mintadi dan Kapusdokkes Brigjend Pol Arthur Tampi (Foto Vecky Ngelo Jurnal123)

Kapolri ,Jenderal Pol Tito Karnavian didampingi Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek saat melihat market Pembangunan ruangan Perawatan Rumah Sakit Kramat Jati, Kamis(28/12/2017) didamping Kepala Rumkit, Brigjend Pol dr Didi Agus Mintadi dan Kapusdokkes Brigjend Pol Arthur Tampi (Foto Vecky Ngelo Jurnal123)


JURNAL123, JAKARTA.
Kapolri Jendral Tito Karnavian meresmikan gedung kesehatan baru di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Gedung itu merupakan fasilitas rawat inap VIP-VVIP yang diberi nama Kapolri terdahulu, Anton Sudjarwo.

Tito menyampaikan, salah satu program yang ingin digenjot oleh kepolisian memang perbaikan di bidang kesehatan.

“Kita genjot enggak mau anggota kita kalau sakit bingung. Syukur anggota Polri semua sudah ikut BPJS. Rumah sakit dan kemampuan Polri di bidang kesehatan kita kembangkan,” tutur Tito saat pidato di lokasi peresmian, Kamis (28/12/2017).

Tentunya yang terpenting fasilitas tersebut diperuntukkan agar penanganan kesehatan masyarakat dapat diatasi sepenuhnya.

“Ini adalah soft weapon, senjata lunak kepada masyarakat. Sehingga wajah Polri tidak hanya tembak, mati, komplain. Tapi ini humanis (menangani kebutuhan kesehatan masyarakat),” jelas dia.

Peresmian itu dimulai tepat pukul 10.00 WIB. Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek juga turut hadir dalam acara tersebut.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, fasilitas rawat inap yang kita namai mantan Kapolri kita, yang juga wafat di sini Bapak Anton Sudjarwo, secara resmi saya nyatakan dibuka,” kata Tito.

Gedung itu sendiri memiliki lima lantai dengan 87 ruangan di dalamnya. Dengan pembagian ruangan VIP sebanyak 75 kamar dan VVIP sebanyak 12 kamar.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengapresiasi peresmian gedung baru tersebut. Dalam sambutannya, dia berpesan agar pemakaian ruangan tersebut dapat terlebih dahulu melalui proses rujukan.

“Barangkali betul suatu saat pejabat masuk VIP, tetap melalui sistem rujukan. Kami minta rujukan tetap dilakukan. Tidak usah ke puskesmas, tapi di sini bisa disediakan FKTP (Fasilitas Kesehatan tingkat pertama). Kalau pantas untuk dirujuk ya dirujuk. Tapi Kalo bisa di primer tetap di primer dulu,” ujar Nila.

Dia juga berharap pelayanan rumah sakit tidak pandang bulu. Semua tetap mendapatkan perlakuan yang sama dalam penanganan kesehatan di RS Bhayangkara Polri.

“Jangan lupa juga keamanan pasien dijaga betul. Pasien center care juga diperhatikan,” Nila menandaskan.

Menurutnya, dari kementerian kesehatan dan jajaran kepolisian yang memikirkan tentu kebutuhan dasar baik dari anggota dan keluarga yaitu kesehatan karena sehatan penting sekali pengunjung dari semua ini sehat sehingga kita dapat berbuat banyak  untuk bangsa kita.”Memang hari ini peresmian gedung lantai 5 itu VIP , tadi di lantai dasar ada kelas 1 memang dipergunakan untuk anggota yang sakit,” ujarnya. 

Seiring dengan itu, Nila menegaskan hanya saya titip jangan sakit, kalau betul-betul diperlukan kita berdoa agar kita tidak berada di ruang ini. “Itu yang saya titip muda-mudahan  rumah sakit Polda seluruh Indonesia yang.baru ada di Sulawesi Barat dan di Papua Barat ini sangat menolong ini bukan hanya anggota Polri saja ini juga untuk masyarakat umum juga sudah mengikuti jaminan nasional. Barang kali kita sadar akan kesehatan, rumah sakit ini suatu hari berganti nama rumah sehat,” tegasnya. 

Di Polri sendiri seluruh Indonesia, sufah ada 46 Rumah Sakit dan 456 Poliklinik seperti pengembangan rumah Sakit di Sulawesi Barat dan Papua Barat.(VEK)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *