Penyebab Robohnya Tembok MRT

Robohnya Tembok MRT (Foto Tempo)

Robohnya Tembok MRT (Foto Tempo)


JURNAL123, JAKARTA.
PT Mass Rapid Transit Jakarta telah melakukan investigasi tentang insiden jatuhnya dinding beton pembatas jalur layang MRT di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan pada Jumat malam, 3 November 2017. Hasil investigasi tersebut menjelaskan data-data seputar kronologi kejadian.

“Menindaklanjuti insiden tersebut, PT MRT Jakarta melakukan investigasi,” ujar Sekretaris PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah dalam keterangan tertulis yang diberitakan Tempo, Sabtu, 4 November 2017.

Pada Jumat 3 November 2017 pukul 20.50 WIB, material OCS Parapet atau dinding beton pembatas jalur layang dengan berat 3 ton mulai diangkat dengan Truck Mounted Crane untuk dipasang di jalur kereta layang. Ketika pengangkatan OCS Parapet di ketinggian 20 cm dan melakukan pemindahan, kondisi boom atau lengan crane goyang sehingga operator gagal untuk mengontrol posisi boom.

Akibatnya, boom memanjang melebihi radius yang seharusnya sampai kurang lebih delapan meter. Crane tidak dapat berdiri dengan stabil saat mengangkat OCS dan membuat material OCS yang sedang diangkat terjatuh.

Pada pukul 20.52, OCS yang jatuh di jalan raya menimpa kendaraan bermotor roda dua dan membentur sebuah mobil Daihatsu Xenia. Pengendara sepeda motor bernama Syamsuddin berhasil menghindar dari jatuhnya OCS. Dirinya hanya mengalami luka memar dan lecet. Walau sempat dibawa ke rumah sakit, Syamsuddin sudah diijinkan untuk pulang malam itu juga.

Untuk mobil yang tertimpa, pengendara mobil tersebut dalam keadaan selamat dan tidak terluka. Namun, terdapat kerusakan pada bagian belakang di sisi kiri mobil. Lampu belakang sebelah kiri dan kaca sebelah kiri pecah serta goresan pada badan mobil sebelah kiri. “Semua kerugian material dan biaya pengobatan ditanggung seluruhnya oleh kontraktor,” ujar Tubagus.

Pada saat kejadian, Tubagus mengatakan bahwa tim konstruksi dibawah girder memang belum mempersiapkan traffic management atau barikade dan rambu lainnya. “Pekerjaan diatas girder seharusnya masih pada tahap handling material yang belum berdampak pada lalu lintas dibawah girder,” ujarnya.

Menurut Tubagus, kejadian jatuhnya OCS diakibatkan kondisi pekerjaan Lifting Plan yang dibuat tidak spesifik untuk pekerjaan pemasangan parapet dari atas girder dan tidak mengikuti Risk Assessment-Job Safety Analysis dan Lifting Plan yang sudah tercantum dalam Method Statement yaitu lifting boom yang terlalu panjang.

Selain itu, kurangnya pengawasan dari Supervisor di lapangan menjadi sebab lain dari insiden jatuhnya dinding pembatasn jalur layang MRT tersebut.(TEM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>